32 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 14274

Komisi X DPR RI Kunjungi Perpustakaan Mini Batang Kuis

LUBUK PAKAM- Warga melaporkan kondisi Perpustakaan Desa (Perpusdes) di Desa Tumpatan Nibung, Batang Kuis, Deli Serdang kepada Anggota Komisi X DPR RI. Perpustakaan desa itu sangat tidak layak, karena lokasinya sangat kecil yakni hanya berdiri seluas 6×3,25 meter persegi.

Ketua Pengadaan Buku Perpusdes Tumpatan Nibung Yunita Sari S Pdi menyatakan perpustakaan desa yang diberi nama Laskar Pelangi itu dikelolanya sejak 2009. Pendiriannya di atas tanah seluas 6×3,25 meter persegi dengan jumlah buku hanya 1.428 eksemplar dan judul buku 735 jenis.

“Sumber pengadaan buku yang diperoleh dari swadaya masyarakat, bantuan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Sumatera Utara dan Deli Serdang, serta sumbangan dari Akademi Kebidanan Delima serta SMPN 6 Medan,” sebutnya.

Dia menyampaikan perpustakaan tersebut mulanya dirintis oleh beberapa mahasiswa, pemuda dan pelajar Desa Tumpatan Nibung sejak tahun 2009. Didirikan ditempat yang sangat kecil, kini prestasi sudah diraih yakni menyabet gelar juara III Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan se-Sumut Tahun 2011.

“Kami harapkan kehadiran Komisi X DPR RI bisa memberikan semangat dan motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan minat membaca. Di samping itu, kami berharap wakil rakyat mampu menampung aspirasi kami, agar pemerintah bisa meningkatkan sarana dan prasarana perpustakaan desa Tumpatan Nibung.

Kalau bisa ada bantuan untuk memperluas bangunan fisiknya,” ujarnya di hadapan anggota Komisi X DPR RI yang menggelar kinjungan kerja di Sumut.

Sejumlah anggota Komisi X DPR RI seperti Herri Lotung Siregar, Ibrahim Sakti Batubara, Theresiana Pardede, dan Djamal Mirdad. Para wakil rakyat tampak semangat menyapa warga dan sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD) yang mengunjungi Perpusdes Tumpatan Nibung.

Seorang Anggota Komisi X DPR RI There menyempatkan diri memberikan motifasi membaca bagi anak-anak SD di Perpusdes.  “Saya cukup prihatin dengan kondisi perpus yang sangat kurang memadai ini dan ramai dikunjungi orang ini,  ke depan perpusdes ini harussegera dibenahi,” ujar politisi yang mengawal karirnya sebagai selebritis ini. (btr)

Lomba Karya Tulis Semarakkan Pesta Danau Toba 2011

MEDAN- Panitia Pesta Danau Toba (PDT) 2011 mengajak masyarakat terlibat langsung, untuk  mendorong pemerintah dan seluruh stakeholder dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi di sekitar kawasan Danau Toba, melalui even PDT  yang digelar 27-30 Desember 2011. Satu agenda akan diisi dengan lomba karya tulis.

Koordinator Humas PDT 2011 Cahyo Pramono didampingi Ketua panitia lomba karya tulis, M Sulaiman, Jumat (2/12) mengungkapkan lomba karya tulis dan kategori judul tulisan harus disesuaikan dengan tema-tema  yang telah ditentukan Panitia  Pesta Danau Toba 2011.

Ada beberapa tema tulisan yang bisa diambil, di antaranya adalah: Potensi Danau Toba Bagi Pengembangan Ekonomi Sumut, Pelestarian Danau Toba Untuk Keseimbangan Ekosistem Dunia, Pesta Danau Toba Sebagai Strategi Untuk Melestarikan Budaya Masyarakat Sumut, dan Peranan Pemerintah dalam Mendorong Kemajuan Wisata di Kawasan Danau Toba.

Karya tulis yang diperlombakan merupakan hasil tulisan sendiri atau kelompok (maksimal dua orang), bukan saduran, atau terjemahan. Panjang tulisan minimal 4.000 karakter, dan lebih baik disertai foto karena masuk penilaian. Setiap peserta maksimal mengirimkan 3 (tiga) artikel.

Karya tulis wajib dimuat di media cetak atau online mulai 3 Desember 2011 sampai 2 Januari 2012. Pengiriman naskah lomba tulis berakhir paling lambat 2 Januari 2012 pukul 17.00 WIB. Lomba karya tulis dikirim dalam bentuk softcopy dan hardcopy ke  Sekretariat PDT 2011 (Wisma Pemrovsu), Jalan Tengku Daud, No 11, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Sumatera Utara-Indonesia.

Peserta wajib menyertakan fotocopy identitas diri. Panitia akan memilih lima  pemenang karya tulis  yang akan diumukan pada  3 Januari 2012. Untuk para pemenang akan diberikan uang tunai dan trofi. Hadiah juara pertama Rp3,5 juta, juara kedua Rp2,5 juta, juara ketiga Rp1,5 juta, sedangkan  untuk harapan pertama masing-masing sebesar Rp750 ribu dan Rp500 ribu.

Menurut M Sulaiman, perlombaan karya tulis untuk memberikan apreasiasi kepada masyarakat yang selama ini telah memberikan berbagai masukan positif dan kritik membangun kepada pemerintah dalam rangka memajukan pariwisata di  kawasan-kawasan Danau Toba. (ful)

Dari Air tak Tumpah, Sepak Bola hingga Lari 10 K

Ketua KONI Sumut H Gus Irawan Pasaribu Menjenguk Mantan Gubernur Sumatera Utara Marah Halim Harahap

MEDAN-Ketua Umum KONI Sumut H Gus Irawan SE Ak MM menjenguk mantan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Marah Halim  Harahap yang sedang terbaring sakit di Rumah Sakit Permata Bunda Jalan SM Raja, Jumat (2/12) siang.

Kemarin siang, kondisi  Marah Halim yang lahir di Tabusira, Tapanuli Selatan, 28 Februari 1921 terlihat membaik.

Marah Halim yang dirawat sejak Sabtu (26/11) lalu karena sakit jantung saat dijenguk Gus Irawan ditemani anak dan sejumlah keluarga serta dokter yang merawat, yakni Prof Dr Abdul Majid SpPD-Lelef AIF FACC ahli penyakit  dalam, jantung dan pembuluh darah.

“Beliau adalah tokoh di Sumut dan juga sosok yang peduli dengan perkembangan olahraga di Sumut. Banyak gebrakan yang dilakukannya selama  menjabat sebagai gubernur selama 11 tahun,” kata Gus Irawan yang juga Direktur Utama PT Bank Sumut ini.

“Saya ingat kalau pulang  kampung melalui Rantau Prapat ke Gunung Tua. Karena jalannya sangat mulus, saat itu muncul istilah jika air diletakkan di gelas pun tidak tumpah. Ternyata beliau (Marah Halim, Red) masih ingat dengan istilah. Dulu yang mengerjakan jalan itu perusahaan berasal dari Korea,” ungkap Gus Irawan.

Memang, saat mendengar  ucapan Gus yang mengatakan “air diletakkan di gelas tidak tumpah”, mantan orang nomor satu di Sumut itu tertawa dan berupaya bangkit dengan tangan masih diinfus. Namun upayanya itu dilarang dokter dan pihak keluarga, sehingga akhirnya mantan Gubsu periode 1967 sampai 1978 itu hanya bisa melepaskan tawa.

Tak hanya berupaya memperbaiki sarana dan infrastruktur yang ada di Sumut, semasa masa baktinya sebagai Gubsu, Marah Halim pun terkenal sebagai sosok yang peduli dengan dunia olahraga.
Pria yang kini berusia 91 tahun itu pernah sangat beken dengan turnamen sepak bola bertajuk Marah Halim Cup yang diikuti perwakilan klub dari kawasan Asia dan Eropa.
Saking booming-nya even ini, tak ayal AFC dan FIFA pun mengagendakan even ini sebagai even resmi.

Karena besarnya perhatian yang diberikan Marah Halim pada dunia olah raga di Sumut, pada tahun 2009 lalu Pemprovsu lewat Disporasu bekerjasama dengan PASI Sumut menggelar lomba lari 10 K bertajuk Marah Halim 10 K.

“Saat itu belum masih sanggup untuk datang guna menyaksikan acara star dan finish yang berlangsung di Lapangan Benteng Medan,” sambung Gus.
“Salut, di usianya yang tak lagi muda, dia tetap memiliki semangat untuk memajukan olah raga di Sumut,” tambahnya.

Sementara itu menurut pengakuan salah seorang putri Marah Halim, kondisi kesehatan ayahanda tercinta sering terganggu menyusul  usianya yang kini memasuki sepuh.

Kondisinya kesehatannya terlihat semakin rapuh selepas sang istri meninggal dunia. “Namun begitu kami melihat jika ayah memiliki semangat untuk berupaya sembuh,” bilang sang putri
Guna menghindarkan hal-hal yang tak diinginkan, putri Marah Halim tadi menandaskan jika dia dan saudaranya selalu melarang sang ayah untuk tidak merokok lagi.

“Sudah tiga tahun lebih papi tidak merokok. Alhamdulillah itu membuat kondisinya terlihat lebih baik jika dibanding saat dia merokok,” tuntasnya. (jun)

Dari Cek Darah Sampai Penyuluhan Kesehatan

Bakti Sosial Pemko Medan di Kelurahan Belawan

Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM, melakukan cek tensi darah bersama warga pada kegiatan bakti sosial dibidang pelayanan kesehatan Pemerintah Kota (Pemko) Medan, di Lingkungan XII Kampung Nelayan, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, tepatnya di halaman SD Negeri 068990, Jumat (2/12) pagi.

Dalam arahannya, Rahudman mengatakan, warga di Lingkungan XII ini sangat wajar menjadi perhatian pemerintah dan warga lainnya. Karena penduduknya rata-rata prasejahtera dan sejahtera I. “Berkaitan dengan itu, pada hari ini kita lakukan bakti sosial dibidang pelayanan kesehatan kepada masyarakat Lingkungan XII, sehubungan dengan hari Kesehatan Nasional,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan di Belawan ini tidak bisa ditunda-tunda lagi, karena Belawan menjadi pertumbuhan koridor Sumatera. “Belawan ini menjadi pintu gerbang internasional Indonesia Bagian Barat, untuk itu banyak hal yang dapat kita lakukan termasuk menata ulang lingkungan, yang selama ini tertata baik.

Yang paling penting adalah bagaimana warga kita tidak merasa was-was terhadap datangnya naik pasang, untuk itu nantinya akan kita bangun benteng. Dengan diberikannya award kepada kita dibidang pekerjaan umum oleh Kementerian PU, mungkin kita memasukkan master plan Kota Medan, yaitu pembangunan tanggul di Kelurahan Belawan Bahari, sehingga nantinya akan menjadi kawasan berkembang khususnya di bidang ekonomi, agar masyarakat dan anak-anak kita menjadi sehat, baik dan cerdas,” ucapnya.

Selain itu, Rahudman juga memerintahkan Kepala Dinas Perkim untuk menimbun halaman sekolah 068009 seluas 30x40m dengan ketinggian 2 meter, guna menghindari genangan air. “Setelah ditimbun nantinya, dapat dipergunakan lokasi permainan anak-anak dan tempat upacara bagi anak-anak sekolah,” ucapnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kota Medan Edwin Effendi menjelaskan, kegiatan bakti sosial ini, didukung oleh dokter gigi berjumlah 40 orang, dokter umum 40 orang ditambah perawat 60 orang. Sementara pelayanan kesehatan yang diberikan antara lain, cek darah, berobat gigi, kesehatan umum, THT, Spesialis dan penyuluhan kesehatan.

Hadir pada kegiatan tersebut, Wali Kota Medan didampingi Wakil Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi, Polresta Belawan AKBP Krismanto SH, Dandim 0201 BS Letkol Inv Doni Hutabarat, Danmarinir Kolonel Amir, Asisten, para kepala SKPD, para dokter, dan perawat. (adl)

Ajang Balas Dendam

Jelang Miguel Angel Cotto v  Antonio Margarito

NEW YORK- Aroma balas dendam tercium kuat menjelang pertarungan antara Miguel Angel Cotto melawan Antonio Margarito. Kedua petinju akan bertarung untuk memperebutkan sabuk juara dunia tinju kelas menengah ringan atau welter super versi WBA yang kini dimiliki Cotto.

Cotto yang asal Pureto Riko, tak sabar untuk segera melampiaskan dendamnya pada Margarito (Meksiko). Pada pertarungan pertama kedua petinju, Juli 2008, Cotto kalah TKO (technical knockout) pada ronde kesebelas. Kekalahan itu turut membuatnya kehilangan gelar kelas welter versi WBA.

Kini, kembali memiliki status juara bertahan, Cotto jauh diunggulkan. Terutama karena kondisi Margarito yang sudah jauh menurun dibandingkan tiga tahun lalu. Kondisi terakhir dari mata kanan Margarito menjadi isu besar jelang duel yang digelar Minggu (4/12) WIB di Madison Square Garden, New York itu. Komisi Atletik New York bahkan baru mengeluarkan izin pertarungan pada Margarito sepekan yang lalu. Jadi, sudah tak ada alasan mundur bagi Margarito jelang duel melawan Cotto kali ini.

Margarito mendapatkan cedera pada mata dan tulang orbital yang melindungi matanya saat berhadapan dengan Manny Pacquiao, November 2010. Cedera itu membuat Margarito tak menjalani pertarungan lebih dari setahun. Dalam kurun waktu itu, petinju 33 tahun itu menjalani beberapa kali operasi untuk memperbaiki lensa matanya, juga tulang orbitalnya. Dalam pertarungan kali ini, ujian besar tentu menerpa mata kanan Margarito. Namun, lagi-lagi Margarito meyakinkan tak ada lagi yang dikhawatirkannya. Mata kanannya siap menerima hantaman Cotto apabila pukulannya lolos dari pertahanan Margarito. “Dia bisa saja memukul saya tepat di mata. Tak akan ada kerusakan apa-apa,” tutur Margarito sebagaimana dikutip AFP.

Kubu Cotto juga menanggapi dingin seputar prediksi dia bakal mencecar mata kanan Margarito. Cotto menegaskan, tak mungkin seorang petinju besar seperti margarito akan menerima tawaran pertarungan jika tak benar-benar sehat dan siap. “Kami mempersiapkan segalanya. Jika orang-orang melihat kelemahannya, sudah pasti dia (Margarito) dan para pelatihnya menutupinya dengan berbagai taktik,” ujar Cotto.

Cotto merasa penasaran dengan kekalahan pertamany dari Cotto. Usai pertarungan, dia menuduh Margarito memakai pembalut tangan tambahan yang ilegal di tangannya saat pertarungan. Namun, tuduhan tersebut tak langsung terbukti.

Tindakan ilegal Margarito baru terbukti saat pertarungannya melawan Shane Mosley, enam bulan berselang. Akibat tindakan tersebut, Margarito mendapatkan skorsing larangan bertarung hingga satu tahun.

“Sekarang, mari bertarung dengan jujur dan fair. Kami akan membuktikan siapa yang pantas jadi yang terbaik di antara kami berdua,” tegas Cotto. (ady/aww/jpnn)

Chris John Siap Laga Unifikasi

PERTH – Tak sampai sepekan setelah mempertahankan gelar WBA kelas bulu untuk ke-15 kalinya, Chris John sudah dihadapkan pada wacana laga unifikasi, melawan pemegang gelar kelas bulu IBF, Billy Dib. Meski begitu, Chris John mengaku tak gentar dan menyatakan kesiapannya.

Sejatinya, laga melawan Dib, sudah berkembang sebelum Chris John melakukan laga melawan Stanyslav Merdov, dua hari lalu. Tapi pihak promotor menolak dan lebih memilih Merdov.
Setelah Menang angka atas Merdov, wacana laga kontra Dib kembali kencang tersebar. Kini, petinju berjuluk The Dragon, siap jika dipertemukan dengan Dib, untuk laga unifikasi, yang sekarang sudah mulai dibicarakan perwakilan kedua pihak.

“Setelah pertandingan, promotor (Raja Sapta Oktohari) bertanya pada saya, terkait pertarungan unifikasi melawan Billy Dib. Saya bilang, saya siap jika harus menghadapinya,” tegas Chris, seperti disitat Boxing Scene, Jumat (2/12).

“Saya rasa, akan jadi pertarungan yang seru nantinya. Saya selalu menginginkan titel unifikasi karena akan menjadi tantangan yang luar biasa bagi saya,” tambah sang Super Champion.
Pada kesempatan yang sama, Chris juga ingin menjernihkan suasana terkait rumor bahwa dia hanya menerima petarung yang ‘lemah’ untuk menjalani laga wajibnya mempertahankan gelar.(bbs/jpnn)

Makau Terbuka Simon ke Semifinal

MAKAU- Perlahan tapi pasti. Inilah ungkapan yang dirasakan Simon Santoso. Pebulutangkis asal Indonesia ini  sampai juga ke semifinal Makau Terbuka. Simon melaju usai mengatasi pebulutangkis India, Kashyap Parupalli, dengan 21-19 21-10.

Di Cotai Arena, Makau, Jumat (2/12) sore WIB, Simon yang unggulan kelima turnamen hanya butuh waktu 36 menit saja untuk mengatasi lawannya yang unggulan 14 tersebut.

Di set pertama, Simon yang awalnya melaju dengan cukup nyaman harus mendapatkan perlawanan cukup sengit dari Parupalli menjelang berakhirnya set ini. Sempat imbang di skor 18-18, Simon akhirnya mampu merebut set pertama.

Pada set kedua, Parupalli sama sekali tidak dapat memberikan perlawanan sebagaimana di set pertama. Walhasil, Simon pun terus mendulang poin demi poin untuk akhirnya menutup permainan.
Di semifinal, Simon akan menghadapi pemenang dari duel antara dua pebulutangkis China, Du Pengyu lawan Wang Zhengming.

Indonesia masih memiliki satu wakil di babak perempatfinal. Tunggal putra andalan Merah Putih Taufik Hidayat, akan ditantang oleh lawan cukup tangguh yakni Lee Hyun Il dari Korea Selatan.

Di sektor ganda putra, Alvent Chandra/Hendra AG berhasil memenangi duel ‘Merah Putih’ dengan mengalahkan Markis Kido/Hendra Setiawan, 18-21, 21-14, dan 21-18, dalam waktu 41 menit.
Dengan hasil tersebut, Alvent Chandra/Hendra AG yang unggulan lima akan berhadapan dengan unggulan pertama Ko Sung Hyun/Yoo Yeon Seong di semifinal.

Sementara di ganda putri, Indonesia tak lagi memiliki wakil seiring dengan kekalahan Meiliana Jauhari/Greysia Polii di tangan Jung Kyung Eun/Kim Ha Na, dengan 9-21, 21-23, di partai perempatfinal yang berjalan selama 43 menit.(bbs/jpnn)

10 Desember, Nasib Petrov Ditentukan

MOSCOW – Masa depan pembalap Vitaly Petrov bersama Renault memang dipertanyakan. Petrov dikabarkan segera menentukan masa depan pada 10 Desember mendatang.
Hal ini diungkapkan oleh manajer Petrov, Oksana Kosachenko. Menurutnya, Renault telah memberikan ultimatum kepada pembalap asal Rusia itu untuk segera menentukan pilihannya bertahan atau hengkang.

Seperti diketahui, sejak kedatangan Kimi Raikkonen, masa depan Petrov memang dipertanyakan. Manajernya mengatakan, akan membahas masa depan Petrov dalam waktu dekat ini.
“Kami memiliki waktu hingga 10 Desember mendatang, jika Petrov bertahan atau tidak,” demikian kata Kosachenko. Dia menambahkan tengah melakukan negosiasi dengan Renault, untuk membahas Petrov.
Jika negosiasi mentok, Kosachenko juga tengah berbicara dengan dua tim lain. Namun, sang manajer menolak untuk membocorkan nama timnya. “Lebih baik tetap seperti ini: apakah manajemen Renault setuju dengan pemilik,” jelas Kosachenko.

“Jika mereka bersedia (Renault dan pemilik), maka Petrov seharusnya memilih untuk bertahan di tim ini,” tandasnya sebagaimana dilansir RIA Novosti, Jumat (2/12). (bbs/jpnn)

Polwan pun Meneteskan Air Mata

Eksekusi Rumah Warga di Jalan Jati Berlanjut

MEDAN- Tim juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan melanjutkan kembali eksekusi terhadap rumah warga di Jalan Jati, Kelurahan Pulo Brayan, Medan Timur, Jumat (2/12) pagi pukul 09.00 WIB. Seperti pada eksekusi sebelumnya, warga sempat melakukan perlawanan dengan tetap bertahan di dalam rumah mereka. Namun perlawanan tersebut berhasil dicegah oleh personel kepolisian yang berjaga di lokasi.

Diiringi jeritan dan isak tangis warga, dua unit buldoser milik juru sita merobohkan satu per satu bangunan rumah warga. Warga yang merasa memiliki sertifikat hak milik tanah tersebut, terus bertahan sambil berteriak histeris.

“Jangan robohkan rumah kami ini. Mau ditinggal di mana kami kalau rumah ini dihancurkan,” jerit seorang warga.

Sementara Arbian Hasibuan (66), wanita renta yang duduk di kursi roda karena mengalami kelumpuhan, memilih tetap bertahan di dalam rumah bersama keluarganya. Saat dipaksa keluar dari rumah, wanita yang mengaku sudah 30 tahun menempati rumah itu melakukan perlawanan sembari menangis di hadapan polisi dan polwan. “Aku sudah tua, mau tinggal di mana aku nanti kalau kalian hancurkan rumah ku ini,” kata Arbian.

Anggota keluarga Arbian yang lain terus bertahan di dalam rumah agar bangunan rumah mereka tidak dibongkar. Setelah sejumlah polisi dan polwan mengeluarkan mereka secara paksa, akhirnya rumah Arbian diruntuhkan juga.

Melihat rumahnya diruntuhkan, Arbian serta anggota keluarganya sontak menjerit sambil menangis. Begitu juga dengan cucu Arbian yang beruraian air mata. Melihat kesedihan keluarga Arbiah, seorang Polwan sempat meneteskan air matanya sembari memeluk Arbian dan anggota keluarganya. Kini nenek tersebut bingung mau kemana harus mencari tempat tinggal untuk berteduh hujan dann panas dirinya bersama anggota keluarganya.

Lain lagi dengan Pendeta Bunsui Tigor yang merupakan pembina di Yayasan Methodist saat dikonfirmasi Sumut Pos di lokasi eksekusi. Dia mengungkapkan kekecewaannya atas eksekusi yang dilakukan juru sita PN Medan terhadap bangunan sekolah yang didirikan sejak 2007 lalu ini. Dia tak dapat membayangkan akan ke mana 80 siswa Tamana Kanak-kanak yang bersekolah di Yayasan Methodist itu melanjutkan pendidikannya.

Namun begitu, dia mengaku akan tetap melakukan aktivitas belajar mengajar di atas reruntuhan bangunan sekolah dengan mengunakan tenda. “Sekolah ini dirobohkan, kami tetap belajar dengan beratapkan tenda,” ungkapnya.

Sementara kuasa hukum warga, Djonggi M Simorangkir mengaku akan melakukan gelar perkara pekan depan dengan Kapolda Sumut Irjen Pol Wisnu Amat Sastro untuk kembali menceritakan kedudukan permasalahnya. “Minggu depan kita akan gelar perkara bersama Kapolda, semua warga akan kita bawa,” ungkapnya.

Menurutnya, PN Medan dan Polisi dalam eksekusi ini terlalu arogan dan anarkis. “PN Medan dan Polisi arogan dan anarkis waktu eksekusi yang dilakukan, saya akan tuntut kedua pihak ini, saya minta kepada kepada Kapolri untuk mencopot Kapolda Sumut karena tidak melindungi dan mengayongi masyarakat yang mempunyai sertifikat hak milik tanah,” ucapnya.(gus)

Kirilenko Pacari Bintang Top NHL

Petenis cantik Rusia Maria Kirilenko tengah menjalin asmara dengan pemain hoki top dari klub NHL, Washington Capitals, Alexander Ovechkin. Sang pria sudah mendeklarasikan kesuksesannya memenangi hati Kirilenko.

Melalui akun twitter-nya, beberapa hari lalu Ovechkin memajang foto dia sedang merangkul pinggang Kirilenko. Saat itu Ovechkin mengenakan kaus bertuliskan “It’s good to be the king”.

Untuk menegaskan status mereka, atlet asal Rusia yang pernah dua kali terpilih sebagai pemain terbaik (Most Valuable Player) NHL itu menuliskan kalimat, “Aku dan pacarku Maria … She is my queen!!!”
Hubungan keduanya mulai tercium ketika Kirilenko, yang sebelum berpacaran dengan sesama petenis Igor Andreev, menghabiskan liburan musim ini di kota Washington, dan sempat membantu tim tenis universitas setempat.

Beberapa kali pula Ovechkin terlihat saat Kirilenko berlatih, dan sebaliknya, petenis nomor 28 dunia itu juga terlihat datang ke stadion saat Washington Capitals bertanding. (net/jpnn)