30 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 14289

PSSI Takut Berikan Sanksi kepada Persipura

JAKARTA – Setelah sempat tertunda dengan berbagai alasan, Komisi Disiplin (Komdis) PSSI akhirnya menjatuhkan sanksi kepada “Sriwijaya FC terkait keikutsertaan tim berjuluk Laskar Wong Kito itu di kompetisi Indonesian Super League (ISL).

Seperti sembilan klub yang sanksinya sudah diputus sebelumnya, Sriwijaya FC juga dijatuhi sanksi didegdradasi ke Divisi Utama pada musim 2012/2013. Selain itu Sriwijaya FC juga dikenai denda Rp500 juta plus serta larangan melakukan transfer pemain manapun di musim 2011/12 termasuk melakukan aktivitas di TMS (Transfer Matching System).

Sembilan klub yang terlebih dulu diberi sanksi yang sama adalah Mitra Kukar, Persisam Samarinda, Persela Lamongan, Persiba Balikpapan, PSPS Pekanbaru, Deltras Sidoarjo, Pelita Jaya, Persidafon , dan Persiwa Wamena.

“Sriwijaya FC atau PT Sriwijaya Optimis Mandiri, sebagai klub profesional 2011/12 PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS) dibawah yuridiksi PSSI, bahwa pada tanggal 17 Desember lalu sudah dijadwalkan ada pertandingan melawan Persebaya Surabaya. Tapi dibatalkan karena menolak tampil,” kata Catur Agus Saptono, pengurus PSSI, dalam press conference di kantor PSSI kemarin sore.

Selain Sriwijaya, Komdis juga memutuskan sanksi untuk PSIM Jogjakarta dan Persita Tangerang. “Kedua klub itu dijatuhi sanksi yang serupa dengan Sriwijaya FC hukuman yang sama. Tapi jumlah dendanya hanya Rp250 juta karena level mereka yang di Divisi Utama.

Berani kepada tim lain, tapi Komdis PSSI sepertinya tidak punya nyali kepada juara ISL musim 2010/2011 Persipura Jayapura. Sampai kemarin Komdis belum berani menjatuhkan sanksi kepada klub yang hak nya tampil di Liga Champions Asia sudah melayang karena konflik di PSSI itu.

Menurut Catur,  PSSI masih terus berusaha melakukan rekonsiliasi dengan Persipura. Padahal tim besutan Jacksen F Tiago itu secara jelas-jelas sudah melakoni beberapa pertandingan ISL. Kabarnya PSSI terus membujuk Persipura untuk tampil di IPL.

“Untuk Persipura saat ini masih terus dilakukan pembicaraan rekonsiliasi dan Komdis belum bisa memberikan sanksi apa-apa. Ketua umum masih mengupayakan klub-klub ISL kembali. Tapi jika yang sudah menyatakan tidak mau pasti dihukum,” papar Catur. (ali/jpnn)

Optimalkan Passing Pendek

PSBL Langsa vs Sime Darby

Pada laga eksebisi lanjutan di Stadion Teladan, Rabu (21/12) malam, mempertontonkan PSBL Langsa kontra Sime Darby yang berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan PSBL. Laga kali ini merupakan laga sekasta. Pasalnya, saat ini PSBL berlaga di divisi utama dan Sime Darby juga berlaga di divisi utama Malaysia.

Namun, hasil pertandingan kali ini sangat kontradiktif dengan laga sebelumnya, Sime Darby mampu mengalahkan PSMS dengan skor 1-0. Tapi melawan tim selevel Sime Darby malah keok.

Pelatih PSBL Amrustian menuturkan, anak-anak asuhannya bermain cukup baik hari ini.

“Mereka terlihat bermain lepas dan memanfaatkan passing-passing pendek yang akurat,” tuturnya usai laga.
Menurutnya, pada laga kali ini timnya bermain cukup disiplin dan bertanding cukup padu.

Karena menurut pengamatannya, anak-anak asuhannya bermain kompak dan mampu memperlihatkan permainan one-two touch yang cukup apik, baik dalam keadaan bertahan maupun menyerang.

“Mereka main tik-tak cukup bagus, mungkin karena pemain kita lebih pendek-pendek, jadi lebih mudah melakukannya,” ujarnya berguyon.

Dengan kondisi lapangan yang masih belum benar-benar kering, menurut Amrustian, laga tersebut merupakan laga berat bagi timnya. “Ini laga berat karena lapangan tak mendukung, lapangan masih becek,” katanya.

Sementara itu, pelatih Sime Darby Ismail Zakaria berkilah, untuk melawan PSBL ia tak menurunkan tim inti pada babak pertama. Karena ia mengutamakan memberikan pengalaman kepada seluruh pemainnya.

Dengan menelan kekalahan, menurutnya bukan satu factor utama pertimbangan berkunjung ke Medan.
“Soal kalah-menang bukan yang utama. Namun, bagaimana agar semua pemain mendapatkan pengalaman yang sama saat melakukan lawatan ke luar negeri,” tuturnya.

Pada laga tersebut, di awal babak pertama pertandingan kedua tim menyuguhkan pertandingan yang cukup ketat, saling serang dan mematahkan serangan.

Namun, akhirnya PSBL bisa memecah kebuntuan pada pertengahan babak pertama dengan melesakkan sebuah gol.
Gol tersebut hasil umpan yang diarahkan ke pemain PSBL bernomor punggung 10 Dini Firmansyah. Lantas hasil umpan tersebut langsung disulurkan ke arah gawang Sime Darby yang tak bisa di antisipasi dengan baik. Skor 1-0 dibukukan dan bertahan hingga turun minum.

Pada babak kedua, pertandingan berlangsung ketat. Kartu kuning pun dibukukan untuk pemain PSBL Rafsanjani.
Ingin menyusul ketertinggalan, pelatih Sime Darby praktis mengganti seluruh pemain dengan pemain cadangan yang ada. Praktis terjadi 11 pergantian pemain terjadi di babak kedua bagi Sime Darby, sedangkan PSBL hanya melakukan empat pergantian. Namun, hal tersebut tak mengubah pola permainan Sime Darby hingga skor tak berubah saat peluit panjang dibunyikan.(saz)

Puncak Klasemen

Cagliari  vs AC Milan

CAGLIARI- AC Milan kembali berhasil memetik poin penuh usai meraih kemenangan atas Cagliari dengan skor 2-0. Hasil ini membuat AC Milan merangsek ke posisi puncak klasemen sementara Serie A dengan 34 poin, menggeser Juventus yang mengumpulkan 33 poin.

Cagliari sempat memiliki peluang emas pada awal pertandingan, tepatnya di menit kedua. Memanfaatkan umpan Andrea Cossu, Thiago Ribeiro langsung melakukan tembakan, yang sayangnya membentur tiang gawang Milan.
Menit ke empat giliran AC Milan menyerang. Berawal dari umpan Ibrahimovic kepada Robinho yang langsung melepaskan kembali bola tersebut kepada Nocerino di mulut gawang lawan. Bermaksud menghalau bola, Francesco Pisano malah membuat bola masuk ke gawang sendiri dan membawa AC Milan unggul tipis 0-1.

Laga seakan jadi milik Milan setelah unggul cepat di menit ke empat. Tetapi Cagliari seakan terlecut untuk bisa meladeni permainan agresif Milan dengan pertahanan rapat dan skema serangan balik. Alhasil skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Rossoneri sama sekali tidak mengurangi intensitas dalam menyerang. Cagliari kali ini bermain lebih terbuka untuk mencoba menyamakan kedudukan agar tidak kehilangan muka di depan tifosinya sendiri.
Sayang, usaha Cagliari bermain terbuka kerap digagalkan lini belakang Milan. Alih-alih menyamakan kedudukan, Cagliari harus rela kembali di bobol oleh Milan, kali ini lewat Ibrahimovic yang sukses mengkonversi umpan Robinho di menit ke 61, dan membawa timnya unggul 2-0.

Unggul 2-0 membuat Milan menurunkan tempo permainan. Cagliari yang mencoba memanfaatkan penurunan tempo permainan lawan tetap saja gagal menembus solidnya lini belakang AC Milan yang kini di pimpin oleh Thiago Silva, sehingga skor tidak berubah hingga wasit Daniele Orsato meniup peluit tanda pertandingan usai. (bbs/jpnn)

Peningkatan Tim Signifikan

PSMS IPL Jajal PS Albatros

MEDAN- Setelah beberapa hari PSMS melakukan latihan cukup intensif bersama pelatih PSMS Fabio Lopez, hari ini (22/10) tim berjuluk Ayam Kinantan ini akan berlaga uji coba kontra PS Albatros di lapangan Korem Binjai.
“Besok (hari ini, Red) kami mau melihat seperti apa hasil latihan yang mereka lakukan. Untuk tolok ukurnya harus dengan friendly match,” ungkap Fabio, Rabu (21/12).

Ujicoba tersebut menurutnya akan menguji teknik, tingkat penguasaan bola dan kebugaran pemain yang nantinya akan dievaluasi. “Saya tidak mendampingi tim latihan dua hari ini. Tapi tentunya saya akan lihat perkembangan pemain dari latihan, untuk dilakukan evaluasi,” ujar pelatih asal Italia itu.

Latihan cukup keras memang sudah dilakoni PSMS untuk menggeber persiapan jelang laga keempat atau laga tandang ketiga musim ini. Persiapan yang memadukan penggenjotan fisik seiring dengan peningkatan kemampuan skill individual pemain disatukan dalam latihan berdurasi hingga lebih dari dua jam ala Fabio Lopez.

Dan PSMS akan meliburkan latihan mulai 24 Desember mendatang untuk memberi masa istirahat kepada pemain, dan waktu untuk liburan Natal kepada Fabio Lopez. Namun, pada 28 Desember mendatang, latihan akan dilanjutkan.
Sementara itu, asisten pelatih PSMS M Khaidir menyatakan, ujicoba dengan PS Albatros digelar untuk memantau perkembangan kerjasama tim pasca hampir sepekan latihan digelar. “Untuk melihat seperti apa perkembangan teamwork untuk persiapan 7 Januari nanti menghadapi Persiraja,” tuturnya.

Ia optimis, pasca latihan keras yang digeber, akan terlihat perkembangan di dalam tim terutama peningkatan sisi kolektivitas yang masih menjadi poin minus di tiga pertandingan sebelumnya. “Selama ini kami sudah angkat fisik pemain di dalam latihan. Diharapkan bisa meningkatkan strategi dalam teamwork-nya,” terang pria yang sebelumnya semapatr membesut beberapa tim seperti PSMS, PSDS dan Persigo Gorontalo itu.

Hal positif lainnya, Khaidir memaparkan, pemain juga telah memiliki stamina yang cukup baik untuk bisa bermain dalam durasi 90 menit penuh. “Mereka sudah punya stamina yang hampir 90 menit. Kondisi itu tentunya bisa meningkatkan ball posession (Penempatan bola, Red) tim, dan pemain lebih berani banyak pegang bola. Saya rasa ini cukup bagus,” katanya.

Dari segi latihan, ia juga menyebutkan ada beberapa kemajuan yang didapat. Ketenangan pemain juga meningkat pasca kemampuan fisik yang makin membaik. “Secara keseluruhan lebih baik. PSMS juga masih punya waktu untuk meningkatkan lagi persiapan,” tambahnya.

Sementara, Manajer PSMS Doli Sinomba Siregar membenarkan latihan akan diliburkan mulai 24 Desember dan PSMS baru akan kembali berlatih Rabu (28/12) mendatang, “Itu program pelatih dan dia tahu apa yang dilakukannya. Dia sudah berkonsultasi dengan saya dan manajemen tim yang lain, dan kami setuju,” ujarnya. (saz)

Mabuk, Gelandang Juventus Diskors

Asosiasi Sepakbola Chile (ANFP) menjatuhkan sanksi kepada lima pemain tim nasional senior. Salah satunya adalah gelandang milik Juventus, Arturo Vidal.

Bersama Carlos Carmona, Jorge Valdivia, Jean Beausejour, dan Gonzalo Jara, Vidal sudah dicoret dari skuad timnas Chile, sebelum menyambangi Uruguay dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2014, pada 7 November lalu.

Kala itu, Vidal cs telat kembali ke kamp latihan dan dalam keadaan mabuk. ANFP akhirnya menjatuhkan hukuman pada kelima pemain tersebut, berupa larangan tampil dalam 10 pertandingan timnas Chile.

“Sanksi akan berlaku sepanjang 10 pertandingan mendatang, setelah keputusan ini melibatkan tim nasional senior. Larangan tersebut akan berlaku di laga resmi maupun persahabatan,” demikian pernyataan ANFP seperti dikutip dari Reuters, Rabu 21 Desember 2011.

Sementara ini, Chile menempati peringkat lima klasemen Kualifikasi Piala Dunia 2014 region Amerika Selatan. Skuad arahan Claudio Borghi ini baru mengumpulkan enam poin hasil dari empat pertandingan, atau tertinggal satu poin dari Uruguay, Argentina dan Venezuela.

Chile dijadwalkan menjamu Paraguay dalam pertandingan persahabatan di La Serena, Kamis 22 Desember 2011. Sebelumnya, kedua tim bertemu pada laga kualifikasi Piala Dunia 2014, 16 November lalu, di mana Chile meraih kemenangan 2-0.(bbs/jpnn)

PS DPRD Sumut Bantai Mantan PSMS

MEDAN- PS DPRD Sumut berhasil mengalahkan tim Mantan PSMS dengan skor 2-0 dalam pertandingan amal mengenang almarhum wartawan senior Zainuddin Tamir Koto dan wasit FIFA Zulham Yahya di Stadion Teladan, Rabu (21/12). Pertandingan amal ini berhasil mengumpulkan dana Rp5.770.000.

Ketua Pengprov PSSI Sumut Kamaluddin Harahap menuturkan, pertandingan amal ini sangat bagus sebagai penghargaan terhadap dunia sepak bola di Sumut. “Tentunya penghargaan bagi orang-orang yang telah berjasa dalam kemajuan persepak bolaan di daerah ini. Apa lagi dalam pertandingan ini kita mengkhususkan untuk mengenang tokoh wartawan dan sepakbola,” tuturnya usai pertandingan.

“Besar sumbangannya jangan dinilai dari jumlahnya, tapi ini merupakan perwujudan sumbangsih insan sepakbola di Sumut yang peduli dengan wartawan olahraga. Tentunya yang telah memberikan jasa untuk perkembangan sepakbola di Sumut. Serta  seorang lagi merupkan sosok yang harus menjadi panutan karena menjadi wasit FIFA merupakan suatu prestasi bagi insan sepakbola di Sumut bahkan Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panpel pertandingan Syafril Jambak menuturkan, gagasan digelarnya pertandingan amal ini merupakan kegiatan rutin. “Setiap ada wartawan maupun insan sepak bola di Sumut kita kerap menggelarnya untuk kegiatan amal. Hal ini untuk mengapresiasi perjuangan dan jasa-jasa yang sudah diberikan bagi kemajuan persepak bolaan di Sumut,” tuturnya.

Dari jumlah uang yang terkumpul totalnya Rp5.770.000. Rinciannya, dari PS DPRD Sumut berjumlah Rp5 juta dan dari Mantan PSMS Rp770 ribu.

Pada pertandingan yang hanya berdurasi 2X30 menit itu, Mantan PSMS dimotori Listadi asisten pelatih Timnas melakukan gebrakan ke barisan pertahanan PS DPRD Sumut. Namun, duet serangan yang dilakukan Julius Raja dan Samsir Alamsyah tak mampu membobol gawang lawan.

Sebaliknya, bomber PS DPRD Sumut Kamaluddin yang juga Ketua Pengprov PSSI Sumut bersama rekannya Rafriandi Nasution membuat kerepotan barisan pertahanan Mantan PSMS yang dikoordinir Legiran. Serangan demi serangan yang dilakukan PS DPRD Sumut membuat penjaga gawang Mantan PSMS Benny Tomasoa harus jatuh bangun.
Memasuki menit ke 20 Rafiandi yang menerima umpan lambung dengan tenang melakukan tandukan hingga menggetarkan gawang Mantan PSMS.

Mantan PSMS yang telah ketinggalan mencoba melakukan penetrasi, namun bola selalu gagal dihadang pemain belakang PS DPRD Sumut. Hingga turun minum skor tak berubah 0-1 untuk kemenangan PS DPRD Sumut. Untuk menyamakan kedudukan di babak kedua Mantan PSMS memasukkan Nasib Riyadi dan menarik keluar Legiran. Namun, hal itu belum mampu membuahkan hasil. Mantan PSMS kembali menarik Juanda mantan PSMS Junior dengan memasukkan Raja Isa.(saz)

Tak Mau Menyerah, Nikmati Hidup Apa Adanya

Nur’aini Lubis, Ibu Empat Anak yang Berjuang sebagai Tukang Urut

Sejak ditinggal sang suami 10 tahun lalu, Nur’aini hanya memikirkan bekerja, agar dapurnya tetap berasap. Segala hal tentang gemerlap dunia dilupakan, agar dapat menyekolahkan dan membesarkan keempat buah hatinya. Seperti apa perjuangannya?

Juli Ramadhani Rambe, Medan

Sebelum suaminya Almarhum Sulaiman meninggal, pekerjaan yang dilakoninya hanya mengurus keluarga kecilnya dan bekerja sebagai guru honorer di Madrasah, yang tidak terlalu memakan waktu. Saat sang suami di vonis mengindap penyakit gula, dan tidak dapat memenuhi kewajibannya sebagai kepala keluarga. Keputusan penting pun diambilnya, dengan mengambil alih tugas suami, sebagai kepala keluarga. Keahlian sebagai tukang urut, yang didapatnya dari keturunan keluarga, dijadikan pekerjaan untuk mendapatkan rezeki. Padahal, saat sang suami masih sehat dan dapat memenuhi kebutuhan keluarga, urut bukan menjadi keahliannya. Nur’aini pun memutuskan untuk keluar sebagai guru honorer karena penghasilan yang kecil yang didapatnya, sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup.

“Aneh, tapi itulah yang terjadi. Keahlian mengurut (kusuk) semakin bagus, dan alhamdulillah banyak yang suka,” ungkap wanita kelahiran Sei Banbam, 1959 ini. Walau awalnya tidak yakin untuk menjalani pekerjaan sebagai tukang urut, tapi melihat buah hatinya yang masih kecil dan butuh makan, keyakinan untuk mejalani pekerjaan inipun dimantapkannya. “Sempat nggak yakin kalau saya bisa ngurut, bigung, tapi saat melihat anak-anak yang masih tanggung, jadi mau tidak mau harus dilakukan. Pilihannya, kelaparan atau malu,” tambahnya.

Nur’ani tidak pernah berpikir, nantinya akan menjadi seorang tukang urut. Selain karena tidak memiliki keterampilan, dirinya juga tidak pernah belajar otot dan sendi tubuh manusia. Tetapi, karena keluarganya memiliki keahlian urut, secara tidak langsung “ilmu urut” ini pun turun kepadanya. Inilah yang dianggapnya sebagai kuasa Tuhan. “Dari dulu tidak pintar ngurut, bahkan tidak pernah belajar sama sekali. Tapi, keluarga saya tukang urut. Kan katanya ilmu urut itu turun secara temurun, dan saya yang mendapatkannya,” ungkapnya. Dengan ilmu urut yang dimilikinya inilah, Nur’ani dapat menghidupi keluarganya. Bahkan dengan uang yang seadanya, salah satu anaknya, Yunita berhasil menyelesaikan bangku kuliahnya.

Selama 3 tahun, Nur’aini dan anak-anaknya berganti untuk merawat sang suami sebelum meninggal. Setiap pagi, sebelum ayam berkokok, Nur’aini sudah mulai beraktivitas, seperti memasak, menyuci baju, dan membersihkan rumah. Saat matahari sudah mulai meninggi, dirinya akan menuju rumah pasien yang mengharapkan jasa urutnya. “Lebih sering dipanggil ke rumah ya, kalaupun sebenarnya, saya juga menerima pasien urut dirumah,” ungkap ibunda dari Ruslan, Edi, Aswin dan Yunita ini.

Selama menjalani 3 tugas sekaligus, Nur’aini mengaku sering keteteran, sehingga mengakibatkan anak-anaknya kekurangan makanan. Karena masak hanya di pagi hari, saat tiba makan sore atau makan, biasanya lauk sudah habis. Satu-satunya cara yang dilakukannya hanyalah masak telur agar anak-anaknya dapat makan. Malah, terkadang, anak-anaknya lah yang memasak sendiri. “Kalau lauk sudah habis, ya mereka masak, kalau tidak mereka masak ya mereka kelaparan,” ungkapnya.

Selain rumah, hal lain yang harus diperhatikannya adalah menyimpan uang untuk dapat digunakan untuk besok hari. pekerjaannya sebagai tukang urut, yang hanya dibayar mulai dari Rp25 hingga Rp50 ribu, dirasa tidak dapat memenuhi kebutuhan. Apalagi, saat harus membeli obat untuk sang suami dan membayar uang kuliah. Kadang, karena uang yang dimiliki terbatas, untuk menebus obat sang suami pun dilakukan secara menyicil, atau tidak dibeli sama sekali. “Kalau sudah tidak ada duit, sementara obat juga sudah habis, kadang belinya setengah, atau tidak beli sama sekali,” ungkapnya. Dan bila sudah seperti ini, biasanya dirinya akan merodi dirinya untuk dapat menghasilkan uang. “Ya, urut hingga 5 sampai 6 orang la, yang penting ada duit,” tambahnya.

Walau memorsir tenaga, tapi Nur’aini tidak mau memporsir pikirannya. Segala hal yang sulit dan ribet akan dibuangnya jauh-jauh. Prinsipnya dalam menjalani hidup hanyalah nikmati apa yang ada, jangan pikirkan yang tidak ada. “Pikiran yang buat orang cepat tua dan sakitan. Saya tidak mau sakit, kalau saya sakit, siapa yang jaga cucu-cucu saya?” tambahnya. Biasanya, untuk mencari hiburan, dirinya kan mengunjungi adiknya yang bekerja sebagai pedagang di Pasar Simpang Limun Medan. “Disini banyak lihat orang, dan bisa bicara dengan adik, mengeluarkan unek-unek dan lainnya,” ungkapnya.

Saat ini, Nur’aini yang tinggal di Jalan Deli Tua Perumahan Deli Kencana, tinggal bersama dua cucunya yang masih remaja tanggung. Kedua cucunya, Satria (14) dan Suci (12) juga dibiayai. “Tetapi tidak semuanya, kadang bapaknya juga ngasih uang untuk mereka,” tambahnya.

Walau sudah berusia 58 tahun, tetapi Nur’aini tidak mau manja. Satu-satunya anak gadisnya, Yunita, sudah bekerja sebagai Pegawai Administrasi di salah satu pebrik yang ada di Tanjung Morawa. Sedangkan anak pertama (Ruslan), telah menikah dan bekerja di Bandara Polonia sebagai petugas tiket, Aswin juga telah berumah tangga dan bekerja, sedangkan Edi masih lajang dan bekerja di perusahaan elektronik. “Biarkan mereka menikmati hidup, selama ini kan mereka ada, tetapi tidak banyak, malah bisa dikatakan kekurangan,” ungkapnya. Karena itu, hidup di rumah anak pertama, tetapi untuk kebutuhannya masih didapat melalui urut. “Saya masih urut orang, 2 ata 3 orang sehari, atau tidak sama sekali, tergantung enaknya dan kebutuhan uang saja,” tambahnya.

Baginya, menjalani hidup ini, tidak ada yang perlu ditakuti, setiap waktu dan tindakan pasti akan mendapatkan imbalan. Saat suami sudah mulai sakit-sakitan, dan tidak dapat memenuhi kebutuhan, dirinya gamang untuk melakukan apa. “Tetapi buktinya, saya diberi keahlian dan rezeki saya ada di urut, semua jalan pasti ada rezekinya, jangan takut,” tambahnya. (ram)

Perampok Bersenpi Beraksi Dekat Kantor Polisi

Brankas Berisi Rp10 Juta dan Surat Berharga Digasak

MEDAN- Di penghujung 2011, kawanan perampok kembali beraksi di Kota Medan. Rabu (21/12) pagi sekira pukul 06.30 WIB, kawan perampok bersenjata api (senpi) menyatroni rumah San Saw alias Hasan (75), pengusaha pakaian di Pasar Petisah Medan dan jasa angkutan antar provensi di Jalan Veteran Nomor 18 Medan. Kawanan perampok tersebut berhasil menggasak tas berisi uang tunai Rp1 juta dan satu unit Handpone CDMA serta satu unit berangkas berisi uang tunai Rp10 juta, BPKB kenderaan bermotor surat-surat tanah dan perhiasan.

Aksi kawanan perampok ini terbilang nekat. Pasalnya, rumah korban hanya berjarak 100 meter dari Polsekta Medan Timur dan berjarak 5 Meter dari Pos Satpam Komplek Villa Timur Raya, namun aksi pelaku tidak diketahui petugas keamanan setempat.

Apalagi, di rumah itu Hasan tidak sendirian, dia tinggal bersama anaknya Ngawi Sen (43), menantunya Koe Cin (39), cucunya Veny (18), Vety (16) dan Peter (15). Sementara pelaku diketahui berjumlah empat orang dengan menggunakan mobil Kijang Innova BK 1168 ZY warna Silver. Namun, nomor polisi mobil tersebut diduga palsu.
Pagi itu, cucu korban bernama Peter hendak pergi ke sekolah. Namun saat meninggalkan rumah, dia tidak mengunci pintu gerbang ruko berlantai tiga tersebut. Peter hanya menutup gerbang itu dengan rapat.

Nah, saat itulah kawanan perampok tersebut masuk dan langsung menggeledah seluruh rumah korban. Dari keempat pelaku, tiga diantaranya menggunakan parang dan tidak menggunakan tutup kepala (sebo), sedangkan seorang lagi menggunakan senjata api dan mengenakan sebo. Lantas keempatnya naik ke lantai dua rumah korban.

Kehadiran keempat perampok ini baru diketahui Hasan saat dia terbangun dari tidurnya dan hendak ke kamar mandi. Betapa kagetnya dia ketika melihat keempat pria tak dikenal sudah berada di dalam rumahnya. Tanpa banyak tanya, keempat pria itu mengancam Hasan agar tidak berteriak. Hasan sempat mencoba melakukan perlawanan, namun upaya itu sia-sia dan keempat pelaku berhasil melupuhkan Hasan yang sudah renta itu.

Mendengar ada suara gaduh, penghuni rumah lainnya pun keluar melihat apa yang terjadi. Begitu mengetahui ada kawanan perampok masuk ke rumah mereka, anak dan cucu Hasan pun ketakutan dan tak bisa berbuat apa-apa.Akhirnya mereka diikat dan disekap di Lantai III. Setelah itu, para pelaku dengan leluasa menggeledah rumah tersebut dan mengambil barang-barang berharga.

Di salah satu ruangan di lantai III, para pelaku menemukan satu unit berangkas besi dn langsung menurunkan berangkas tersebut dari Lantai III dengan cara mengelindingkannya melalui tangga ke lantai I. Selanjutnya, mereka membawa brankas tersebut ke mobil mereka. Namun saat hendak memasukkan brankas tersebut ke dalam mobil, mereka memcahkan kaca mobil bagian belakang.

Tak sampai di situ, para pelaku juga sempat mengancam Vety, cucu Hasan yang masih gadis, akan diperkosa jika melakukan perlawanan. Kemudian, seorang pelaku merampas ponsel CDMA milik korban. Namun saat itu, korban memohon kepada pelaku agar kartu ponsel tersebut jangan diambil. Permohonan korban dikabulkan, pelakupun mengeluarkan kartu ponsel tersebut dan memberikannya kepada korban.

Setelah melakukan aksinya selama 30 menit di dalam rumah korban, keempatnya pun lantas meninggalkan rumah tersebut dan melintas dari Jalan Jawa menuju Jalan Sisingamangaraja Medan.

Selanjutnya, Polsekta Medan Timur yang mendengar kejadian tersebut langsung menurunkan personel ke lokasi untuk melakukan identifikasi tempat kejadian dan memasangi police line. Sontak kehadiran personel polisi ini membuat warga sekitar berdatangan ke lokasi untuk melihat rumah korban. Akibatnya, jalan veteran sempat macet. Kemudian korban diarahkan petugas Ke Mapolsekta Medan Timur untuk membuat laporan atas kejadian tersebut. (gus)

Pelaku Diduga Gunakan Mobil Rental

Kapolseta Medan Timur Kompol Patar Silalahi menduga, para pelaku perampokan tersebut menggunakan mobil rental dan nomor polisi palsu. Pasalnya, setelah pihaknya melakukan pengecekan terhadap nomor polisi mobil tersebut, ternyata palsu.

“Kita sudah melakukan kordinasi dengan pengusaha mobil rental, karena melihat mobil yang digunakan pelaku itu bukan mobil milik pelaku, hanya mobil sewaan. Nopol mobilnya juga saya lihat palsu, karena sudah dicek,” ungkap Patar kepada wartawan.

Menurut Patar, pihaknya telah mengamankan barang bukti berupa serpian kaca mobil yang pecah yang digunakan pelaku sewaktu aksi dan tali untuk mengikat para korban.

Tidak lama berselang setelah korban membuat laporan dan menjalani pemeriksaan di Mapolsekta Medan Timur, Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga datang ke Mapolsekta Medan Timur dan sempat berbincang beberapa menit dengan korban di dalam ruang SPK. Kemudian Tagam keluar dari ruang SPK dan menemui wartawan. “Ya doakan lah biar cepat ketangkap pelakunya,” ucap Tagam sambil tersenyum.

Tagam juga mengatakan, pihaknya akan melakukan peningkatan patroli untuk mencegah aksi seperti itu terulang lagi. Saat ditanya apakah, polisi kecolongan atas kejadian ini? Tagam membantahnya. “Tidak lah,” ucapnya singkat.
Dirinya juga mengimbau agar warga Medan untuk selalu berhati-hati terhadap tindakkan kriminal yang bisa mengancam sewaktu-waktu. “Kita harus berhati dan waspda terhadap tindak kriminal sehingga tidak menjadi korban tindakkan kriminal,” tandas Tagam.(gus)

Tindak Tegas SKPD yang tak Patuh

Apel kendaraan dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), belum terealisasi hingga kini. Padahal, Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu Gatot Pujo Nugroho telah mengeluarkan perintah atau instruksi kepada para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk melaporkan mobil-mobil dinas yang dipergunakan. Karenanya, Plt Gubsu diminta bersikap tegas terhadap SKPD yang membandel tersebut. Hal ini diungkapkan pengamat politik Dadang Darmawan kepada wartawan Sumut Pos Ari Sisworo, kemarin. Berikut petikan wawancaranya.

Hingga kini, apel kendaraan dinas di lingkungan Pemprovsu belum juga terealisasi, apa tanggapan Anda?
Dengan kenyataan yang ada, berarti menunjukkan SKPD Pemprovsu masih enggan menyerahkan data kenderaan dinas yang dimiliki, padahal sudah ada instruksi dari Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho. Artinya, dengan hal itu menunjukkan pula para SKPD tersebut tidak patuh terhadap pimpinannya.

Maka dari itu, sebaiknya Plt Gubsu memberikan penilaian dan evaluasi dengan tujuan sebagai bentuk teguran atau peringatan keras terhadap para SKPD yang membandel itu, dengan catatan, bila Gatot sendiri masih belum berani atau takut untuk melakukan mutasi terhadap SKPD tersebut.

Menurut Anda, apa yang mendasari ketidakpatuhan para SKPD tersebut?
Bisa karena persoalan, mungkin pada manajemen aset milik pemerintah daerah yang selama ini cenderung tidak beres dan tidak jelas pertanggungjawabannya.

Seberapa urgen mobil dinas yang menjadi aset tersebut?
Hal tersebut merupakan bagian dari upaya Pemprovsu untuk mendapatkan penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Karena salah satu syarat untuk mendapatkan penilaian tersebut, salah satunya adalah tingkat kepatuhan SKPD terhadap norma hukum yang ada. Dan asset bergerak biasanya, menjadi sorotan utama dalam penilaian tersebut.

Sanski apa yang seharusnya diberikan kepada SKPD yang tak patuh itu?
Untuk masalah sanksi, itu merupakan bagian dari kebijakan Plt Gubsu sendiri.
Artinya, Plt Gubsu memiliki kewenangan untuk memberi sanksi terhadap para SKPD yang tidak patuh itu.(*)

Mahasiswa Bisa Menjadi Garam dan Terang

Perayaan Natal Universitas HKBP Nommensen Medan Berlangsung Hikmat

MEDAN- Perayaan Natal Keluarga Besar Universitas HKBP Nommensen di Gedung Pardede Hall Jalan Bantam yang diikuti mahasiswa, dosen, pegawai dan rektor, orang tua mahasiswa serta undangan berlangsung hikmat, Selasa (20/12) malam. Natal tersebut dipimpin Ephorus HKBP, Pdt Dr Bonar Napitupulu dan dihadiri Ketua Panitia Jubileum 150 Tahun HKBP Wilayah II Dr RE Nainggolan MM, Rektor Univ HKBP Nommensen Dr Ir Jongkers Tampubolon MSc, Ketua Panitia Perayaan Natal Jan Prins D Saragih SH MH.

Sebelum Natal dimulai, terlebih dahulu dilakukan kebaktian dan acara Natal pun dibuka Ketua Panita Jan Prins D Saragih SM MH. Acara Natal diawali dengan prosesi yang diiringi dengan kidung pujian “Somba Ma Jahowa”. Lalu dilanjutkan dengan penyalaan lilin oleh Ephorus HKBP, Pdt Dr Bonar Naputupulu, Pengurus Yayasan UHN, Rektor UHN, Perwakilan Dosen dan Pegawai, Ketua Panitia Perayaan Natal serta Perwakilan Mahasiswa. Penyalaan lilin diiringi dengan lagu pujian.

“Seribu Lilin” yang dibawakan Sekolah Minggu HKBP Bethesda Mandala, Medan.
Acara juga diisi dengan menampilkan koor dari berbagai Fakultas Universitas HKBP Nommensen dan juga diisi Paduan Suara Koor dari PS Concordia dan lainnya.

Ephorus HKBP Pdt Dr Bonar Napitupulu usai kebaktian Natal kepada wartawan mengatakan, melalui perayaan Natal ini diharapkan para mahasiswa Universitas HKBP Nommensen dapat menjadi garam dan terang dunia, sehingga dapat membangun dunia, Indonesia dan gereja dengan iman.

“Jadi membangun yang paling penting itu saat ini adalah dimana para mahasiswa mengedepankan otaknya melalui karyanya dalam membangun bangsa ini sesuai dengan iman. Sehingga kedepannya bangsa ini dapat semakin sejahtera,” katanya.

Dalam membangun bangsa ini, ditambahkan Ephorus HKBP ini, para mahasiswa juga harus memiliki iman. “Artinya, mereka terlatih dalam otaknya tapi juga terbangun dalam imannya. Karena hanya dengan demikian mereka bisa menjadi garam, berkat dan terang bagi bangsa ini, gereja maupun dunia,” sebua Ephorus HKBP ini.

Rektor Univ HKBP Nommensen Dr Ir Jongkers Tampubolon MSc mengharapankan HKBP sebagai pemilik Univ HKBP Nommensen ini, dirinya juga merindukan agar kampus UHN ini bisa menjadi terang sumber inspirasi kebangkitan bagi bangsa ini. “Untuk itu ditekankan, bahwa kita itu ditantangan untuk menghasilkan sumberdaya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan tapi berdasarkan iman.  Untuk mencapai itu, dibutuhkan konsolidasi internal di kami juga untuk berdisiplin, saling mengasihi menghindari perpecahan  untuk mencapai tujuan secara bersama-sama. Kami tetap berprinsip, kalau kami akan menghasilkan SDM dengan menawarkan pendidikan yang bermutu tetapi terjangkau oleh banyak lapisan masyarakat di Sumut,” ucapnya.

Sementara itu, Dr RE Nainggolan MM menuturkan, Natal ini sangat istimewa, karena masih dalam suasana perayaan 150 tahun HKBP yang dirayakan selama setahun, serta temanya kembali ke jati diri sendiri. “Termasuk UHN sebagai alat pelayanan HKBP juga harus kembali kepada ke jati dirinya ,” sebutnya.(jon)