25 C
Medan
Sunday, April 5, 2026
Home Blog Page 14300

Bunga KPR BTN Turun Jadi 8,25 Persen

Jakarta- PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) akhirnya menurunkan suku bunga Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) sebesar 50 bps. Penurunan bunga kredit tersebut sebagai imbas dari penurunan BI Rate. Direktur Utama BTN Iqbal Latanro mengatakan suku bunga KPR paling rendah saat ini di kisaran 8,25 persen-11,5 persen.

“Suku bunga KPR kita telah mengalami penurunan 50 bps jadi suku bunga bervariasi dari 8,25 persen sampai kurang lebih 11,5 persen,” ungkap Iqbal ketika ditemui di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta.

Menurut Iqbal, pihaknya masih melakukan kajian lebih lanjut apakah suku bunga kredit masih bisa turun atau tidak. “Masih kita kaji apa bisa turun lagi atau tidak. Yang jelas saat ini diturunkan dulu 50 bps,” ucapnya.

Seperti diketahui, Bank Indonesia (BI) mengungkapkan rata-rata suku bunga dasar kredit (SBDK) industri perbankan hanya turun tipis. Penurunan SBDK hanya terlihat pada 2 segmen kredit yakni kredit korporasi dan kredit kepemilikan rumah (KPR).

Direktur Direktorat Penelitian Dan Pengaturan Perbankan BI Wimboh Santoso mengatakan SBDK segmen korporasi turun dari 10,72 persen (Juni 2011) menjadi 10,51 persen (September 2011). Sedangkan kredit KPR turun dari 11,38 persen (Juni 2011) menjadi 11,04 persen (September 2011). (net/bbs)

Meriahkan Tahun Baru Islam Bangkitkan Semangat Solidaritas

Fun Bike Sehat Bersama BSM

PELAKSANA Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Gatot Pujo Nugroho mengajak umat Islam di Sumatera Utara untuk meningkatkan rasa solidaritas sesama umat Muslim dalam membangun Sumatera Utara ke depan. Hal ini disampaikannya saat melepas ribuan peserta Fun Bike Sehat Bersama Bank Syariah Mandiri (BSM) dan gerak jalan santai di Lapangan Merdeka Medan , Minggu (27/11) pagi. “Hijrah identik dengan solidaritas.

Nah, mari kita tumbuhkan rasa solidaritas antar sesama umat Muslim dan dengan semangat solidaritas, mari kita bangun pembangunan Sumatera Utara, khususnya Kota Medan kea rah yang lebih baik,” ujar Gatot dalam sambutannya sebelum melepas ribuan peserta Fun Bike Sehat Bersama BSM yang digelar untuk memeriahkan Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1433 Hijriyah ini.

Selain Plt Gubsu, acara ini juga dihadiri Wali Kota Medan Rahudman Harahap, Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro dan Ketua MUI Sumut Abdullahsyah. Dengan penuh semangat, ribuan peserta Fun Bike Sehat Bersama BSM mengayuh sepedanya mengikuti rute yang telah ditentukan panitia yakni dengan titik start Jalan Pulau Pinang, Jalan Putri Hijau, Simpang Gelugur, Jalan H Adam Malik, Jalan Gatot Subroto, Jalan Iskandar Muda, Jalan Gajah Mada, Jalan S Parman, Jalan Kejaksaan, Jalan Diponegoro, Jalan Imam Bonjol, Jalan Palang Merah, Jalan Ahmad Yani, dan singgah di Kantor Cabang Utama (KCU) BSM untuk mengumpulkan kupon lucky draw dan finish di Lapangan Merdeka Medan.

Sembari menunggu peserta Fun Bike tiba di garis finish, masyarakat diajak menyegarkan tubuh dengan Senam Aerobik yang dipandu tiga instruktur. Setelah seluruh peserta Fun Bike tiba di finish, panitia menggelar lucky draw dengan hadiah sepeda gunung, televise, lemari es, dan hadiah menarik lainnya.(ade)

Pencurian Arus Listrik di Rumah Ketua DPRD Langkat

Poldasu Lamban Tetapkan Tersangka

MEDAN- Polda Sumut terkesan tak serius dalam menindaklanjuti kasus pencurian arus listrik di rumah pribadi Ketua DPRD Langkat Rudi Hartono Bangun, Komplek Mutiara Indah Nomor 3, Jalan Kapten Muslim Dalam, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia.

Hingga Minggu (27/11), tim penyidik belum juga menetapkan tersangka atas kasus pencurian arus listrik yang merugikan perusahaan milik negara tersebut.Kasubdit II Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut AKBP Rudi Rifani yang dikonfirmasi terkait kasus ini mengatakan, pihaknya masih menunggu kedatangan Wahyu yang disebut-sebut sebagai pengembang perumahan yang ditempati Ketua DPRD Langkat itu. “Kita sudah panggil istrinya, katanya tidak tahu. Kata mereka, mereka hanya menempati,” terang Rudi.

Rudi juga mengatakan, dari hasil pemeriksaan terhadap istri Rudi Hartono Bangun, pihaknya kini telah memanggil Wahyu, menejer pengembang perumahan itu. “Seharusnya, dari surat pemanggilan yang kita layangkan Wahyu harus hadir Kamis (24/ 11) lalu.

Namun dia tidak datang. Nanti kita akan layangkan surat panggilan kedua,” ujar Rudi Rifani lagi. Rudi juga mengatakan, dalam kasus ini pihaknya belum ada menetapkan tersangka, “Belum ada yang kita tetapkan tersangka,” ujar Rudi.(mag-5)

Sakit, Ditelantarkan Keluarga

MEDAN- Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Mungkin pepatah ini, layak dialamatkan kepada Khiong Kheng alias Alimin (46). Setelah jatuh sakit pada 22 Oktober 2011 lalu, pria yang tinggal di Panglong Prima Andalas, Jalan Jenderal Gatot Subroto No.273, Kelurahan Bandar Senembah, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai tersebut, seolah ditinggalkan atau dibiarkan begitu saja oleh kerabat terdekatnya. Mulai adik kandungnya hingga istri dan kedua anaknya tidak bersedia melihat Alimin yang terbaring di Ruang Anggrek 1, Rumah Sakit Advent Jalan Gatot Subroto Medan. Untung, masih ada kerabat dekat Alimin lainnya yakni, Halif (50) dan Chandra (45) yang keduanya beralamat di Jalan Diski Medan yang bersedia turun tangan mengurusi Alimin di rumah sakit.

Halif yang didampingi istrinya Rose dan Chandra ketika ditemui Sumut Pos, Minggu (27/11) di Rumah Sakit Advent menceritakan, pada 22 Oktober 2011 lalu, Alimin jatuh sakit dan ditemukan sekarat di loteng rumahnya. Saat itu, kondisinya cukup mengenaskan. Terlihat ada luka di sisi samping kanan perutnya, kemudian terlihat ada darah yang keluar dari mulutnya. Diketahui, Alimin tinggal bersama istrinya bernama Wati dan kedua anaknya bersama adik kandungnya Jhoni Cing dan istrinya Eva.

Mereka sama-sama menjalankan usaha panglong warisan kedua orangtua mereka. Secara terpisah, Jhoni Cing yang dikonfirmasi Sumut Pos melalui ponsel, ternyata yang mengangkat teleponnya adalah istrinya yakni, Eva.

Pada kesempatan itu, Eva yang ditanyakan masalah itu sempat menjawab dengan nada keras. “Siapa yang membawa ke rumah sakit. Saya tidak tahu soal Pak Alimin. Sudah ya,” jawab Eva dan langsung mematikan ponselnya.(ari)

Kampoeng IT Hadir di Medan Mall

MEDAN- Dalam memberikan product IT (Informasi Tekhnology) terbaik buat warga Medan, Kampoeng IT pusat penjualan komputer, accessories dan gadget yang bertempat di Medan Mall Lantai 4, hadir sebagai salah satu sarana belanja terbaru, terlengkap dan ternyaman. Ketua Kampoeng IT Grand Opening Edison, dalam peresmian yang digelar Minggu (27/11), mengatakan, Kampoeng IT juga hadir untuk melengkapi Medan Mall yang sudah terkenal sebagai pusat grosir berbagai produk busana dan barang kebutuhan sehari-hari.

Dengan luas kurang lebih 2000 meter persegi dan didukung oleh 25 kios dan puluhan merk computer dan accessories serta gadget terkenal, maka diharapkan Kampoeng IT ini bisa menjadi pilihan lokasi yang tepat untuk membeli aneka produk IT yang diinginkan.

“Khusus untuk edisi grand opening ini, kita juga membuat lucky draw dimana pengunjung yang nantinya berbelanja barang apapun dalam kelipatan Rp100 ribu di Kampoeng IT mendapatkan kupon yang akan diundi untuk memenangkan hadiah satu unit laptop, satu unit camera digital, dan satu unit printer,” katanya.(mag-11)

Sering Dipalak jadi Malas Sekolah

GARA-GARA sering dipalak teman sekolahnya, Muhammad Ikram (13), warga Jalan Klambir V, Deli Serdang, yang masih duduk di kelas VIII SMP Yayasan Amanah, Jalan Kapten Sumarsono, menjadi malas sekolah.

Akibatnya, keluarga Ikram mendatangi sekolah dan mengamuk di sekolah tersebut, Sabtu (26/11) siang. Mushayati, ibu Ikram tak dapat menahan emosinya saat pihak sekolah tidak memberikan jawaban pasti atas kasus pemalakan dan pemukulan yang dilakukan teman sekelas Ikram.

“Sudah seminggu ini kami bolak balik ke mari. Katanya hari ini selesai, tapi ini dimentahkan lagi. Kapan selesainya kalau seperti ini terus,” ujar Mushayati Lubis di sekolah tersebut. Menurut Mushayati, pemalakan bermula saat anak bungsunya itu meminjam uang sebesar Rp5 ribu kepada seorang teman sekelasnya bernama Khalil.

Namun, setelah utang tersebut dibayar, Khalil tetap menagih. Bahkan tidak hanya Khalil, tujuh temannya yang lain juga ikut-ikutan meminta uang kepada Ikram. Parahnya, jika menolak, Ikram menjadi bulan-bulanan kedelapan temannya itu. Kepala Sekolah SMP Amanah Sofi yang dikonfirmasi membantah peristiwa yang dialami Ikram. “Ya, saya belum mengetahui jelas. Menurut saya, itu tidak mungkin terjadi,” ungkap Sofi.(gus)

Tak Punya KTP akan Ditindak

MASYARAKAT Kota Medan yang hingga saat ini belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebaiknya segera mengurus kartu identitas kependudukan tersebut. Pasalnya, mulai 2012, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) akan mengambil kebijakan tegas dengan menerapkan sanksi denda kepada warga yang tak memiliki KTP. Hal ini diungkapkan Kepala Disdukcapil Kota Medan Darussalam Pohan kepada wartawan Sumut Pos Adlansyah Nasution, Minggu (27/11) Berikut petikan wawancaranya.

Bagaimana program pelaksanaan e-KTP saat ini?

Hingga saat ini sudah 245.481 orang yang terlayani dalam program Kartu Tanda Penduduk Elteronik (e-KTP) dari total masyarakat wajib e-KTP sebanyak 2.170.400. Kita terus berupaya untuk segera menuntaskan pelayanan e-KTP bagi warga Medan. Percepatan pelayanan e- KTP ini juga suah didukung dengan penambahan 48 alat dari usulan penambahan alat sebanyak 106 alat.

Apakah dengan penambahan alat ini, pelayanan e-KTP dapat dipastikan terlaksana dengan lancar?

Kalau penambahan alat itu sudah masuk, kita yakin pelayanan e-KTP semakin cepat. Saat ini penambahan alat yang sudah masuk masih sebanyak 48 unit.

Dari 48 unit alat yang sudah bertambah, beberapa alat sudah dibagikan langsung ke kecamatan, seperti Kecamatan Medan Polonia satu set, Kecamatan Medan Perjuangan 3 set dan Kecamatan Medan Helvetia sebanyak 3 set.

Bagaimana dengan warga yang belum memiliki KTP?

Kita akan melakukan razia, karena KTP ini sangat penting sebagai kartu identitas kependudukan. Hingga saat ini, kita telah melakukan tiga kali razia KTP yakni di kawasan Asia Mega Mas, di pool bus ALS, Makmur dan Bintang Utara, Pelangi, bus Kurnia dan bus PMTOH. Dari razia yang kita dilakukan, ditemukan sekitar 20 warga yang tidak memiliki KTP, seperti Khairuddin (38) warga Matang, Aceh, yang hendak ke Palembang. Untuk orang yang kita temukan tidak memiliki KTP, sekarang kita belum menindak tegas masih sebatas sosialisasi dulu.

Kapan sanksi tegas diterapkan?

Saat ini dalam razia yang kita gelar memang belum menerapkan sanksi, tapi kita masih melakukan sosialisasi, namun tahun depan bagi masyarakat yang tidak memiliki KTP akan langsung kita kenakan denda. Denda yang akan dikenakan, sesuai dengan UU No. 23 tahun 2006 tentang kependudukan. Berapa jumlah dendanya? Unruk masyarakat yang tidak memiliki KTP, akan dikenakan denda sebesar Rp50 ribu. Sedangkan, bagi warga di luar Kota Medan yang belum memiliki KTP saat dirazia, akan langsung dipulangkan ke daerah asalnya, sebab kalau dia tidak membawa kartu identitas berarti dia penduduk yang tidak jelas.(*)

Setangkai Bunga untuk Guru

Jalan Santai Memperingati Hari Guru dan Ultah PGRI ke 66

MEDAN- Memperingati Hari Guru dan Ultah PGRI ke 66, Pemerintah Kota Medan menyelenggarakan kegiatan jalan santai bersama guru dan murid sekolah Kota Medan. Acara yang diselnggarakan di Lapangan Merdeka Medan, sabtu (26/11) ini diikuti lebih dari seribu peserta, yang terdiri dari guru dan murid sekolah swasta dan negeri di Medan. Baik tingkat SD, SMP dan SMA. Kegiatan ini mengangkat tema “Medanku Masa Depanku, Guruku Mutiaraku”. Tujuannya, sebagai cerminan peran guru bagi masyarakat sangat penting dalam pembangunan.

Karena guru, merupakan tokoh dibalik layar dari kesuksesan seseorang. “Tema yang kita angkat sesuai dengan acara yang sedang kita usung, guru merupakan tokoh penting dibalik kesuksesan kita,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Hasan Basri dalam sambutannya. Wali Kota Medan, Rahudman Harahap yang ikut hadir dalam acara jalan santai guru dan murid ini berharap dapat membangun kebersamaan untuk menghasilkan pendidikan yang lebih baik. Jalur yang ditempuh dalam jalan santai ini, termasuk jalur pendek. Start dari Jalan Pulau Pinang  masuk ke Jalan Balai Kota, Guru Patimpus, Kapten Maulana Lubis, Raden Saleh, Balai Kota dan finish di Jalan Bukit Barisan.

Wali kota Rahudman Harahap, Wakil Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, beserta Kadis Pendidikan Kota Medan dan Pemimpin Redaksi Sumut Pos, Zulkifli Tanjung ikut berjalan santai bersama peserta. Setelah finish, peserta guru dan murid berkumpul di tengah Lapangan Merdeka. Dilengkapai minuman mineral dan kue, peserta dihibur dengan musik dan lawakan dari Jamal CS.

Spontan, walau capek karena telah berjalan, para peserta, terutama ibu guru kembali bersemangat. Dibarengi musik keyboard, para ibu guru ikut bergoyang megikutiirama. Bahkanwalikotaterlihat ikut menyumbangkan suara. Sebelum memberikan penghargaan kepada para guru, Rahudman berjanji untuk tetap mempertahankan kesejahteraan guru.

“Berbagai upaya akan kita lakukan untuk meningkatkan kesejahteraan guru, seperti memperbaharui kebijakan dan memberikan uang tunjangan untuk guru.” Sebagai tanda ucapan selamat ulang tahun, para siswa tak lupa memberian bunga kepada para guru.

“Ini hanya simbolis, intinya kita memberikan yang terbaik untuk para guru,” lanjut Rahudman. Para guru yang beruntung juga diberikan laptop dalam acara lucky draw. Seperti Nurhasanah, Eva Fitri dari SMA 19, Ida Maria dari sekolah Wahidin dan Rusli.

“Dengan hadiah laptop ini, nantinya para guru dapat memberikan pendidikan yang maksimal untuk para murid, karena pendidikan merupakan faktor penting dalam kesejahteraan suatu negara,” ungkap Rahudman. (ram)

Langkah Pertama: Manufacturing Hope!

Catatan: Dahlan Iskan, Menteri Negara BUMN

INDUSTRI apakah yang harus pertama-tama dibangun di BUMN? Setelah sebulan menduduki jabatan menteri negara badan usaha milik negara (BUMN) dan setelah mengunjungi lebih dari 30 unit usaha milik publik ini, saya bertekad untuk lebih dulu membangun industri yang satu ini: manufacturing hope! Industrialisasi harapan. Itu bisa saya lakukan setelah saya berketetapan hati untuk lebih memerankan diri sebagai seorang chairman/CEO daripada seorang menteri.

Kepada jajaran Kementerian BUMN, saya sering” bergurau “lebihbaiksayasepertichairmansajadanbiarlahwakilmenteriBUMN yang akan memerankan diri sebagai menteri yang sebenarnya”. Sebagai chairman/CEO Kementerian BUMN, saya akan lebih fleksible, tidak terlalu kaku, dan tidak terlalu dibatasi oleh tembok- tembok birokrasi. Dengan memerankan diri sebagai chairman/ CEO, saya akan mempunyai daya paksa kepada jajaran korporasi di lingkungan BUMN. Meski begitu, saya akan tetap ingat batas-batas: seorang chairman/ CEO bukanlah seorang president director/CEO. Ia bisa mempunyai daya paksa, tapi tidak akan ikut melaksanakan. Tetaplah penanggung jawab pelaksanaannya adalah president director/ CEO di masing-masing korporasi BUMN. Dengan peran sebagai chairman/CEO, saya tidak akan sungkan dan tidak akan segan-segan ikut mencarikan terobosan korporasi. Ini sesuai saja dengan arahan Presiden SBY bahwa menteri yang sekarang harus bisa berlari kencang.

Dengan memerankan diri sebagai chairman/CEO, saya akan bisa memenuhi harapan tersebut. Tengoklah, misalnya, bagaimana kita harus menghadapi persoalan hotel-hotel BUMN kita yang berada di Bali. Semuanya sudah berpredikat yang paling buruk. Inna Kuta Hotel sudah menjadi yang terjelek di kawasan Pantai Kuta. Inna Sanur (Bali Beach) sudah menjadi yang terjelek di kawasan Pantai Sanur. Inna Nusa Dua (Putri Bali) sudah pasti menjadi yang terjelek di kawasan Nusa Dua yang gemerlapan itu. Bukan hanya yang terjelek, tapi juga sudah mau ambruk. Padahal, pada zaman dulu, hotel-hotel ini tergolong yang terbaik di kelasnya. Kini, di arena bisnis perhotelan di Bali, hotelhotel BUMN telah menjadi lambang kemunduran, keruwetan, dan kekumuhan. Memang pernah ada upaya untuk bangkit. Direksi kelompok hotel ini (Grup PT Hotel Indonesia Natour) pernah diperbarui.

Bahkan tidak tanggung-tanggung. Jajaran direksinya diambilkan dari para profesional dari luar BUMN. Dengan semangat profesionalisme, grup ini ingin mulai merombak dua hotelnya: di Padang dan di Kuta. Tapi, dua-duanya mengalami kesulitan. Yang di Padang over investasi. Yang di Kuta sudah enam bulan mengalami slow-down. Yang di Padang itu bisa disebut over investasi karena jumlah kamarnya jauh lebih besar daripada pasarnya. Iniakansangatsulitmengembalikaninvestasinya.

Sedangkanyang di Kuta ada persoalan desain yang cukup serius. Mengapa yang di Padang bisa terjadi over investasi? Ini tak lain karena kultur BUMN yang belum bisa menghindar dari intervensi. Begitu ada perintah untuk membangun hotel dengan skala yang sangat besar, direksinya tidak mampu meyakinkan bahwa skala itu kebesaran. Terutama dilihat dari kemampuan perusahaan. Permasalahan yang di Kuta lebih rumit lagi karena ketambahan masalah birokrasi. Dua proyek ini kemudian menjadi isu yang ruwet.

Ujung-ujungnya, direktur utama yang didatangkan dari luar BUMN itu tidak tahan lagi dan mengundurkan diri. Dalam suasana ruwet seperti itu, tidak mungkin perusahaan bisa maju. Bahkan, moral manajemen dan karyawannya pun bisa rusak, down, dan lalu putus harapan. Maka, dalam kesempatan tiga hari menghadiri KTT ASEAN di Bali pekan lalu, saya manfaatkan waktu untuk manufacturing hope. Selama di Bali, saya tidak tidur di hotel bintang lima di kompleks KTT berlangsung, tapi memilih tidur di Inna Hotel Kuta yang katanya terjelek itu.

Saya ingin ikut merasakan kesulitan manajemen dan karyawan di hotel tersebut. Saya ingin mendalami persoalan yang menghadang mereka. Pagi-pagi saya turun naik di proyek setengah jadi itu. Menjelang senja kembali turun naik lagi entah sampai berapa kali. Saya ingin, kalau bisa, menerobos hambatannya. Setidaknya saya ingin mereka tidak merasa sendirian dalam kesulitannya. Bahkan, pada malam kedua, saya tidur di kamar mock-up di tengah- tengah proyek yang lagi slow-down itu. Saya melakukan ini tidak lain untuk manufacturing hope. Hasilnya, insya Allah, cukup baik. Pada hari kedua, semua persoalan bisa teruraikan. Proyek hotel yang sangat grand ini bisa dan harus berjalan kembali. Bahkan, tahun depan harus sudah jadi. Diputuskanlah hari itu: sebuah hotel baru dengan nama baru (Grand Inna Kuta) akan lahir dan menjadi sangat iconic.

Apalagi, letaknya hanya di seberang Hard Rock Hotel dengan posisi yang jauh lebih baik karena langsung punya akses ke Pantai Kuta. Pun, selesai upacara pembukaan KTT ASEAN (selesai melihat cantiknya Perdana Menteri Thailand yang baru, Yingluck Sinawatra) saya copot jas, ganti sepatu kets, dan langsung meninjau luar dalam Hotel Inna Putri Bali. Lokasinya tidak jauh dari gedung megah untuk KTT ASEAN di Nusa Dua itu. Saya perhatikan mulai dapurnya, ruang cucinya, kamarnya, kebunnya, pantainya, hingga cottage-cottage-nya. Ternyata benar. Bukan hanya telah menjadi yang terjelek di Nusa Dua, tapi juga sudah mau ambruk. Di sini saya juga harus manufacturing hope. Tahun depan hotel yang sangat luas ini harus sudah mulai dibangun ulang. Setelah membuat keputusan soal Nusa Dua, malam ketiga saya memilih tidur di Sanur. Hotel seluas (duile!) 41 hektare ini juga perlu dibangkitkan. Inilah hotel berbintang yang pertama di Bali. Inilah warisan Bung Karno. Kondisinya sudah kalah dengan tetangga- tetangganya. Hotel ini memiliki garis pantai matahari terbit sejauh 1 km! Alangkah hebatnya.

Mestinya. Saya tentu menginginkan tahun depan hotel besar ini juga ikut bangkit. Mengapa? Sebab, tiga-tiganya berada di Bali. Sebuah kawasan wisata yang pertumbuhannya sangat tinggi. Memang Grup Inna Hotel masih punya puluhan hotel lainnya di seluruh Indonesia (dan umumnya juga dalam keadaan termehek-mehek), namun sebaiknya fokus dulu di tiga hotel ini. Dari sinilah kelak hope akan ditularkan ke seluruh Indonesia. Tiga hotel besar inilah yang lebih dulu akan menjadi titik tolak kebangkitan entah berapa banyak hotel BUMN ke depan. Saya sebut “entah berapa banyak” karena banyak BUMN yang kini juga memiliki hotel. Grup Inna punya banyak hotel. Garuda Indonesia punya banyak hotel. Pertamina punya banyak hotel.

Kontraktor seperti Perusahaan Perumahan punya banyak hotel. Bahkan, Jasa Marga, konon, juga sedang menyiapkan banyak hotel. Karena itu, keberhasilan tiga pioner di Bali tadi akan besar artinya bagi BUMN. Memang sebulan pertama ini baru hope yang bisa dibangun. Tapi, kalau sebuah hope bisa membuat hidup kita lebih bergairah, mengapa kita tidak manufacturing hope. Bahan bakunya gampang didapat: niat baik, ikhlas, kreativitas, tekad, dan totalitas. Semuanya bisa diperoleh secara gratis!(*)

Sabu Senilai Rp8 M Diamankan di Tanjungbalai

TANJUNGBALAI- Polsek Teluk Nibung, berhasil membongkar sindikat mafia narkoba jenis sabu-sabu. Dalam pengungkapan yang dilakukan sejak Jumat (25/11), hingga Sabtu (26/11) kemarin, 5,28 kg sabu-sabu kualitas terbaik asal Malaysia, senilai Rp8 miliar lebih, disita dari dua tersangka. Pemutusan jaringan mafia narkoba ini berawal dari kecurigaan petugas Kesatuan Polisi Pengaman Pelabuhan (KPLP Teluk Nibung) terhadap Sulaiman alias Leman Dono, ABK Gabi Jaya, milik seorang pengusaha bernama Taiping. Kapal itu baru sandar di dermaga barang Teluk Nibung, dari pelabuhan Portklang, Malaysia, Jumat (25/11) malam.

Polisi mencurigai pria yang beralamat di Jalan Garuda, Lingkungan VII, Beting Kuala Kapias Kecamatan Teluk Nibung Tanjugbalai ini, karena pernah menjadi target operasi (TO) petugas, dalam kasus yang sama. Kecurigaan polisi, lantas membuat petugas mengamati gerak-gerik pria itu. Bahkan, saat residivis ini meninggalkan pelabuhan, polisi sengaja menggeledah karung berisi bawang yang dibawanya. Dari karung itu, polisi menemukan sabu-sabu seberat 1,94 kg.

Oleh polisi, Sulaiman lalu digelandang ke Mapolsek Teluknibung, untuk keperluan pengembangan. Informasi yang diperoleh dari Sulaiman kemudian dijadikan dasar oleh polisi untuk meringkus tersangka lainnya. Dengan menggunakan Sulaiman sebagai ‘umpan’, polisi berhasil memancing tersangka Samsudin (46) alias Atan Kumis, penduduk Jalan Keramat Kubah, Kecamatan Sei Tualang Raso. Oleh polisi, Sulaiman diminta mengajak Samsudin untuk bertemu, guna membahas rencana penjualan barang haram tersebut. Samsudin yang tak sadar dijebak, menuruti permintaan Sulaiman, dan datang ke Jalan Suprapto, tepatnya di depan apotek Mahkota dengan menumpang betor yang dikemudikan Dedi Syahputra (26). Setibanya di tempat yang dijanjikan, polisi lantas melakukan penggeledahan, dan berhasil menemukan 3,34 kg sabusabu yang dikemas dalam plastik transparan, di belakang jok betor tersebut.

Polisi lantas membawa Sulaiman, Samsudin,dan Dedi Syahputra, untuk menjalani pemeriksaan di Mapolsek Teluk Nibung. Sementara itu, di Mapolsek Teluk Nibung, Sulaiman dan Samsyudin yang telah ditetapkan menjadi tersangka membantah sebagai pemilik barang haram tersebut. Keduanya kompak mengaku hanya kaki tangan dari bandar berinisial MR, penduduk Jalan Di Panjaitan Tanjugbalai. “Kami cuma orang suruhan bang,” ujar Sulaiman saat diwawancarai. Terpisah, Kapolresta Tanjungbalai, melalui Kapolsek Teluknibung, AKP Poltak Manullang, kepada wartawan di Mapolsek kemarin petang mengatakan, pihaknya berupaya mengungkap kemungkinan keterlibatan kedua tersangka dalam sindikat narkoba internasional. “Masih dikembangkan. Kedua tersangka masih di periksa. Dan andai kata terbukti bersalah, keduanya terancam hukuman mati,” tandasnya.(ilu/ing/smg)