32 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 14309

Kernet Truk Akhirnya Tewas

MEDAN- Job Rasman Barus (45), korban kecelakaan truk yang menyeruduk lima rumah warga di Jalan Jamin Ginting Km 39-40 Dusun II Desa Sibolangit, masih mendapat perawatan intensif di RSUP H Adam Malik Medan, Sabtu (17/12). Sementara kernet truk tersebut bernama Aboy, akhirnya meninggal dunia Jumat (16/12) malam.

Menurut seorang perawat, Job RasmanBarussaatinisudahdipindahdari IGD ke Ruang ICU (Insentif Care Unit) untukmendapatkanperawatanintensif.

“Kondisinya belum fit dan korban belum sadar. Untuk lebih lanjutnya, tanyakan ke Humas RSUP H Adam Malik saja,” ungkapnya. Sayangnya, Humas RSUP H Adam Malik Sairi Saragih yang dihubungi via ponsel tidak menjawab.

Sementara Kanit Lantas Polsekta Pancur Batu AKP Tony Simanjuntak SH mengatakan, pihak belum mengetahui pasti penyebab truk menabrak kelima rumah warga itu. Tony mengaku, pihaknyamasihmelakukan pemeriksaan saat ini. “Kita masih melakukan pemeriksaan. Belum kita ketahui pasti penyebabnya karena supir tewas ditempat. Sementara, kernet, Aboy meninggal Jumat malamnya.

Jadi, siapa yang ditanyai dan dimintai keterangan. Saat ini anggota sedang mengumpulkan data-data dari warga. Barang bukti truk sudah kita amankan di Polsekta Pancurbatu saat ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Maimunah (35), istri supir truk Pandapotan Tambunan, warga Jalan KL Yos Sudarso Lingkungan III, Tanjung Mulia, Medan, terlihat menangisdidepanpintumasukruang instalasijenazahRSUPHAdamMalik, Jumat siang. “Kenapa dirimu pergi suamiku. Bagaimana dengan anak kita ini suamiku,” isaknya di dekat jenazah suaminya.(jon)

Pabrik Spring Bed di KIM Star Terbakar

MEDAN- Pabrik kasur merek Folrence Italy Spring Bad, PT Duta Abadi Bimantara di Komplek KIM Star Tanjung Morawa ludes terbakar, Sabtu (17/12) sore pukul 15.30 WIB. Api cepat merambat lantaran material di dalam pabrik mudah terbakar.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian ditaksir miliaran rupiah.

Kebakaran pabrik yang juga sebagai gudang penyimpanan itu, berasal dari percikan api dari mesin las seorang pekerja yang saat itu tengah menyambung besi. Api yang menyala langsung merembet ke sejumlah areal sehingga membuat panik para pekerja.

“Waktu itu aku lagi motong besi, percikan apinya masuk ke dalam gudang yang berisi bahan baku pembutan spring bad, aku sendiri taunya terbakar dari anggotaku, Putra yang berada di atas seng,” ungkap seorang pekerja, Safrizal (25), warga Jalan Bandar Labuhan, Dusun III, Desa Dagang Kerawan, Tanjung Morawa.

Saat dilihatnya ke dalam gudang, ternyata api sudah membesar. Kemudian Safrizal berteriak minta tolong. Mendengar teriakannya, semua pekerja di gedung itu berhamburan keluar dan berusaha memadamkan kobaran api, namun upaya itu tidak berhasil.

Kemudian mereka melaporkan hal itu ke Polsek Tanjung Morawa. Tak berapa lama, petugas kepolisian tiba di lokasi dan menghubungi petugas pemadam kebakaran Pemkab Deli Serdang.

Berselang beberapa puluh menit, dua unit kendaran pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Namun, api tidak dapat diatasi karena hydran di depan pabrik itu rusak. Selanjutnya empat unit pemadam turun ke lokasi. Lalu, sekitar pukul 17.30 WIB api dapat dipadamkan.

Syahrizal mengatakan, sehari sebelumnya dia sudah memperingatkan pekerja pabrik untuk menjauhkan barang yang mudah terbakar dari tempatnya bekerja. “Sebelumnya aku sudah ingatkan kalau barangbarang yang mudah terbakar, dijauhkan dari lokasi ini. Tapi mereka (pekerja pabrik) cuma nutupi pakai triplek. Saya nggak tahu kalau barang-barang mudah terbakar masih ada di sana,” terang Syahrizal.

Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Malto Datuan SH mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan. “Barang bukti berupa alat las sudah akita amankan”bilang Malto.(btr)

Seratus Santri RI Masih Berperang di Yaman

Empat Tewas Tertembak, Simpatisan Buka Dompet Bantuan

JAKARTA – Perang saudara di Dammaj, Yaman antara penganut aliran syiah Al Houthi dengan warga yang sebagian beraliran Sunni masih berlangsung. Sekitar 120 santri asal Indonesia yang sedang belajar di pesantren Darul Hadits masih ikut berperang. Mereka menolak dievakuasi dan akan bertahan sampai titik darah penghabisan.

“Kami masih menunggu perkembangan dari lapangan. Yang pasti Deplu dan KBRI memonitor terus,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Michael Tene kemarin. Pihak KBRI telah menjalin kontak dengan para santri itu untuk mencari solusi terbaik. “Mereka kami himbau untuk keluar dari lokasi, tentu ini sebatas himbauan, kita tidak bisa memaksa,” katanya.

Peperangan para santri ini tidak hanya menggunakan senjata biasa, namun melibatkan persenjataan berat seperti rudal anti tank, peluncur roket, maupun senjata sniper. Para alumni Darul Hadits di Indonesia memantau perkembangan perang itu setiap hari melalui internet. Salah satu ulama salafy yang selalu menyiarkan berita perang di Yaman adalah Ustadz Sufyan Fuad Basweidan, Lc melalui situsnya basweidan.wordpress.com.

Perkembangan terakhir, pertempuran sengit masih berlangsung walaupun sudah ada utusan PBB yang datang.

Ribuan simpatisan santri di Ya man juga membuka dompet bantuan. Diantaranya melalui radio As Sunah dan beberapa kelompok pengajian di seluruh Indonesia. “Insya Allah semua bantuan kami sampaikan langsung dengan jalur kami ke Ya man,” ujar pengurus donasi yang mengaku bernama Abu Zahra kemarin.

Hingga kini sudah ada empat orang santri Indonesia yang meninggal di sana. Dua santri yang meninggal pada 26 November 2011 bernama Muhammad Shalih Al Indunisi (30) dan Jumeiri Abdullah Al Indunis. Lalu pada 12 Desember 2011 lalu diketahui bernama Muhammad Amin bin Haji Nurdin dan Adam Djauhari, keduanya adalah santri dari Ambon.

Mereka adalah salah satu santri pesantren Darul Hadits yang tewas ditembak di bukit Baroqoh. Menurut Abu Zahra, santri santri yang bertahan di Yaman itu tidak berafiliasi dengan kelompok “ kelompok yang dilabeli teroris oleh Amerika Serikat. “Mereka ini murni santri yang belajar di pondok Darul hadits, kita bagaikan bumi dan langit dengan Al Qaeda,” katanya.

Ditanya soal respon pemerintah RI, Abu Zahra mengaku bisa memaklumi. “Kami tidak mengkritik atau protes pada pemerintah. Kami berterimakasih atas dukungan selema ini dan berdoa agar ada solusi dariAllah untuk krisis di Dammaj ini,” katanya Lantas bagaimana dengan sikap keluarga 100-an santri di Yaman yang masih di Indonesia ? “Sebagian besar mereka ikhlas, mereka mendukung sikap para santri,” katanya.

Jawa Pos (Group Sumut Pos) juga diberi kontak langsung salah seorang penghubung santri di Yaman bernama Syaikh Yahya Al hajuri di nomor 00967-777600555 dan 00967- 733900555. Ketika dihubungi dengan sambungan internasional dari Jakarta, ada nada sambung namun kemudian ada suara mesin penjawab berbahasa Arab dan telpon putus.

Ketua Komisi 1 Bidang Hubungan Luar negeri DPR RI Mahfudz Sidiq meminta Kementrian Luar Negeri memikirkan solusi terbaik untuk keselamatan santri-santri di Yaman itu.

(rdl/jpnn)

Pesawat Jatuh ke Jurang, Pilot Tewas

Heli Ditembak, Warga Filipina Terluka

TIMIKA-Helikopter milik PT Freeport Indonesia diberondong tembakan oleh orang tak dikenal, di Timika, Papua, Sabtu (17/12). Heli ditembaki saat terbang dari Tembagapura menuju Timika. Akibatnya, kaca samping di bagian pintu Helikopter jenis Nauglive Mil 8 MHL itu tertembus peluru.

Ekor heli terkena satu tembakan, sedangkan bagian propeler dua tembakan.

Satu penumpang atas nama Mery Jeans Mather terkena serpihan kaca heli pecah karena tertembus peluru.

Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol Wachyono membenarkan helikopter itu tertembak sebanyak tujuh kali. Namun, dia membantah adanya korban penembakan itu. “Warga Filipina itu terluka karena terkena pecahan kaca saja,” ujar Wachyono.

Heli ini dipiloti Igor Kayazev dan Kopilot Vladimir Tsykin Enggener Sergey Alexsadroveh. Helikopter yang ditembaki itu saat ini sudah di hanggar Bandara Mozez Kilangin, dalam pemeriksaan polisi Menurut sumber lain, heli ditembak saat terbang pada ketinggian 600 kaki dan saat itu sedang mengangkut 25 karyawan Freeport. “Heli ditembak sebanyak tujuh kali,” kata sumber yang enggan disebut namanya.

“Penumpang yang ditembak warga Filipina, saat ini sedang dalam perawatan di Rumah Sakit Kuala Kencana,” jelasnya.

Belum tuntas kasus penembakan helicopter milik PT Freeport, musibah kembali menimpa Papua.

Sebuah pesawat dengan kode AMA PK-RCD jatuh di lapangan terbang Distrik Okbibab, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, sekitar Pukul 07.40 WIT.

Kabid Humas Polda Papua Kombespol Wachyono yang dikonfirmasi JPNN (Sumut Pos Group) membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Pesawat jatuh ke sebuah jurang di ujung landasan saat pesawat berusaha mendarat. “Pesawat take off dari Jayapura ke Okbibab, pada saat hendak landing di Bandara Okbib pesawat tergelincir sejauh lebih kurang satu kilometer dan masuk ke jurang sebelah kiri dari landasan dan pesawat terbakar,” ujar Wahyono.

Belum diketahui penyebab kenapa pesawat tersebut sampai tergelincir. Yang jelas empat orang penumpang dinyatakan selamat.

Sementara Pilot yang diketahui bernama Arnold tewas dalam musibah itu. “Pilot telah dievakuasi dan dinyatakan meninggal dunia dan persiapan evakuasi menuju Jayapura dengan menggunakan pesawat AMA,” imbuhnya.

Dalam proses evakuasi ini tim dari TNI dan Polsek setempat diterjunkan.

Seluruh badan pesawat dikabarkan hancur. (net/jpnn)

Edarkan Upal, PNS Disdik Binjai Ditangkap

MEDAN-Polsek Pancur Batu berhasil membekuk dua pelaku yang diduga mengedarkan uang palsu pada Sabtu (17/12) sekitar pukul 15.30 Wib. Salah satu pelaku merupakan wanita bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pendidikan Pemko Binjai berinisial Dra P Br S (54), warga Jalan Jamin Ginting No.119 A, Kelurahan Rambung Dalam, BinjaiSelatan. Seoranglagibernama M Gupran Mahani (48) warga Desa Paya Geli, Kecamatan Sunggal Deli Serdang.

Keduanya diamankan polisi setelah sempat menjadi tontonan warga di Desa Sei Gelugur, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, saat aksi pelaku diketahui ketika membeli barang di sebuah toko klontong milik Diana (28) di desa tersebut dengan menggunkan uang palsu pecahan Rp100 ribu.

Guna pemeriksaan lebih lanjut, P Br S dan M Gupran Mahani bersama barang bukti terdiri uang kertas pecahanRp100ribusebanyak6lembardan uang pecahan Rp50 ribu satu lembar yang diduga uang palsu serta gula pasir sebanyak 8 kilogram ikut diboyong ke kantor polisi.

Informasi yang dihimpun Sumut Pos di Mapolsek Pancur Batu, dalam menjalankan aksinya, M Gupran Mahani sebagai pengemudi mobil Sedan Honda Accord warna biru tua dengan Nomor Polisi BK 1698 WK ditumpangi P br S, berangkat dari Binjai menuju arah Sei Gelugur Pancur Batu, masuk melalui Jalan Diski Sunggal.

Namun disaat P Br S membelikan satu bungkus rokok Sampoerna, satu kilo gula pasir dan satu botol air mineral di toko klontong milik Diana di Desa Sei Gelugur dengan harga Rp26.000, P Br S membayarkan dengan uang kertas pecahan Rp100.000. Namun begitu Diana merasa curiga kalau uang itu palsu, Diana pun mengembalikan uang tersebut kepada P Br S. Kemudian pelaku pun membayar dengan uang kertas pecahan Rp1.000. Saat itu wargapunmelihatkelakuanPBrS, dan dalam sekejab segera tersebar ke seputar desa itu.

Sementara itu Senjata Tarigan (44) pemilik toko klontong di Desa Telaga Sari, Kecamatan Sunggal, DeliSerdang yang sebelumnya juga menerima uang tukaran Rp100.000 dari P Br S yang dicurigainya palsu, segera melakukan pengejaran terhadap keduanya, kemudian sesampainya di desa tersebut Senjata pun melihat pelaku yang telah diamankan warga di Desa Sei Gelugur.

Dalam hitungan menit, P br S dan M Gupran Mahani telah dikelilingi puluhan warga yang berencana akan membuat perhitungan terhadap keduanya, namun sebelum warga bertindak anarkis, petugas kepolisian pun dapat mencegahnya dan keduanya pun diboyong ke Mapolsek Pancurbatu bersama mobil sedan yang mereka gunakan itu.

P Br S saat diwawancarai sejumlah wartawan mengakui uang palsunya didapatkan dari penjual emas dipinggiran Jalan Binjai saat dirinya menjual emas miliknya. Kemudian dirinya mendapatkan sejumlah uang palsu hasil penjualan emasnya.

“Aku menjualkan seuntai kalung emas kepada pedagang emas di pinggiran jalan di Binjai. Uang penjualan emas itu lebih Rp3 juta, dan sampai di rumah ternyata sebagian uang palsu. Karena aku takut uangku tak balik lagi, aku pun membebelanjakannya sepanjang jalan,” ujar PNS berpangkat Golongan III C.

Ibu tiga anak ini pun, saat belanja di Binjai membeli bensin dengan uang kertas palsu. (gus)

Kapal MV Pacific Explorer Umbar Tembakan

Usir Nelayan yang Tebar Pukat

Awak MV Pacific Explorer mengumbar tembakan, guna mengancam para nelayan yang mendekati kapal mereka. Akibat peristiwa pada Jumat (16/12) malam tersebut, kaum nelayan Kuala Bugak, Peurelak-Aceh Timur pun trauma melaut karena takut jadi sasaran peluru nyasar.

KEPADA Metro Aceh (Group Sumut Pos) yang menemui di Sabtu (17/12) siang, insiden penembakan terjadi lepas pantai Aceh Timur. Puluhan nelayan merasa kegiatan surveyor, dari kapal Pacific Explorer itu sudah sewenang-wenang. Sehingga membuat perekonomian masyarakat jadi terganggu.

Sebelum penembakan terjadi, awalnya kapal nelayan KM Rahmat, pada Kamis (15/12) sore, pergi melaut di lepas pantai Aceh Timur di kawasanperairanPeureulak.

Tiba- tibadidekatioleh kapal yang mengaku sedang melakukan sesmik.

Pihak asing tersebut meminta ABK KM rahmat, untuk tidak mendekati lokasi. Lalu mereka pergi lagi. Sedangkan pada malam hari kami melempar jangkar dan melabuh pukat,” ujarnya.

Setelah melabuhkan pukat, ternyata kapal Pacifik kembali mendekat dan meminta menarik jaring.

Karena itu, ABK KM Rahmat akhirnya pulang ke darat. Baru pada keesokan harinya, Jumat (16/ 12) sore, 4 unit boat dari Kuala Bugak kembali melaut. Yakni KM Rahmat, KM Ulee Keude, KM Hikmat, dan KM Tunas Baru, dan sejumlah boat jaring nelon lainnya.

Seperti biasanya para nelayan mengaku melepaskan jangkar untuk mencari ikan. Saat nelayan pukat sudah diturunkan ke dalam air, tiba- tiba datang pihak kapal yang melakukan sesmik migas di lepas pantai Peureulak mengusir.

Akibat lamban menarik pukat ke dalam kapal, pihak keamanan kapal sesmik melepaskan tembakan ke atas sebanyak tiga kali. Kondisi itu benar- benarmembuat kamitakutdantrauma,”• ujar pawang Ibrahim Harun yang dibenarkan sejumlah pawang lainnya.

Dikatakan, setelah tembakan dilepaskan, pihak kapal sesmik meminta nelayan untuk mendekat dan sempat memberikan selebaran yang bergambar kapal sesmik. Di mana dalam selebaran itu bertulis : “Kapal survey MV Pacific Eksplorer sedang melakukan survey di perairan Aceh. Kegiatan ini menarik kabel streamer yang bertegangan tinggi dengan panjang kabel 4 mil. Dimohon agar menjauhi kapal survey dengan jarak 4 mil di belakang, 3 mil di sebelah kanan dan kiri serta 3 mil di depan. Bila himbauan ini diabaikan maka bisa berbahaya bagi keselamatan anda.” Dalam surat tersebut pihak sesmik juga mencantumkan, gambar peta jarak yang harus dihindari oleh masyarakat nelayan.

Menurut Panglima Laot Kuala Bugak, Abdurrahman Yusuf (73) membenarkan adanya laporan tembakan senjata api saat nelayannya sedang mencari ikan. Kejadian tersebut, kata dia, telah membuat nelayan di sana trauma dan takut melaut.

“Kami trauma, takut dengan letusan senjata seperti masa konflik dulu. Memang benar ada sosialisasi di Langsa beberapa waktu lalu, tapi belum ada realisasi yang berarti karena rapatnya dipending,” ujar pria berkulit hitam ini.

Panglima menyebutkan, silakan saja pihak perusahaan melakukan survey migas di lepas pantai Aceh Timur asalkan kegiatan nelayan tidak menganggu atau kita mengharapkan adanya ganti rugi waktu kepada nelayan karena tidak bisa melaut seperti saat ini. (yas/jpnn)

Berkas Umar Patek Lengkap

JAKARTA – Tersangka kasus Bom Bali I (2002) dan sejumlah aksi terorisme Umar Patek dalam waktu dekat akan segera berhadapan dengan majelis hakim.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Noor Rachmad mengatakan, mantan pentolan Jamaah Islamiyah (JI) yang ditangkap di Pakistan itu akan dijerat pasal pembunuhan berencana dan UU antiterorisme.

“Sidang akan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat,” kata Noor di Jakarta kemarin (17/12). Dia menambahkan, pihaknya telah menyatakan bahwa berkas Umar Patek sudah P-21 alias lengkap dan bisa segera disidangkan.

Kemungkinan, kata Noor, sidang akan digelar dua minggu lagi. “Berkas sudah lengkap. Kami juga sudah melimpahkannya ke Kejaksaan Negeri Jakarta Barat,” kata mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo itu. Noor membeberkan, Umar Patek akan didakwa dengan Pasal 340 KUHP. Ancaman hukuman maksimal untuk pasal tersebut adalah hukuman mati. Selain itu, dia akan didakwa dengan UU Darurat Nomor 12/1951 dan Pasal 9 dan Pasal 13. (aga/jpnn)

Lima Kali Minta Maaf Ditolak

TKI Terancam Dipancung di Arab Saudi

JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Satgas penanganan TKI terancam hukuman mati terus dikejar waktu untuk membebaskan Tuti Tursilawati.

Satgas melansir, waktu untuk membebaskan TKI asal Desa Cikeusik, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat itu dari vonis hukuman pancung dipastikan tersisa sekitar 60 hari lagi.

Juru bicara satgas Humphrey Djemat kemarin (17/ 12) menuturkan, satgas dan perwakilan Indonesia di Saudi sudah tidak tanggung-tanggung meminta tanazul atau permohonan maaf kepada keluarga mendiang Suud Malhaq Al Utaibi. Suud tidak lain adalah majikan Tuti sendiri. Suud tewas setelah dihantam balok kayu oleh Tuti, 11 Mei 2010 silam. Humphrey menegaskan, Tuti bisa berbuat nekat karena tidak tahan dengan perlakuan kasar majikannya itu.

TKI kelahiran 6 Juni 1984 bahkan sempat akan diperkosa.

Humphrey menghitung, upaya permohonan tanazul sebanyak lima kali ditolak mentah-mentah. “Yang paling ngotot tidak mau memberi ampun adalah istri korban,” tuturnya. Alasan sang istri tidak keras kepala tidak mau memberi ampunan karena, dia menganggap Tuti membunuh Suud dengan perencanaan matang dan sadis. Padahal, dari versi keluarga Suud, selama bekerja Tuti selalu mendapatkan perlakuan yang baik. Perilaku Tuti yang membuat geram keluarga korban adalah,usai membunuh dia kabur membawa sebuah arloji mahal dan uang. (wan/jpnn)

Rekaman Video Pembantaian Mesuji Diduga Palsu

JAKARTA-Beberapa minggu ini beredar dua rekaman Kekerasan yang terjadi di wilayah Mesuji, Lampung dan Sumatera Selatan. Ternyata salah satu video kekerasan tersebut diduga sebagai video palsu yang mengambil gambar kekerasan di Thailand Selatan.

Seperti diberitakan oleh CBSNews.com, Sabtu (17/ 12), dituliskan terdapat dua buah video, namun dalam tulisan itu disebutkan salah satu video tersebut tidak terkait dengan kasus Mesuji.

Pada rekaman yang diduga diambil dari kelompok sparatis Pattani di Thailand Selatan, digambarkan seorang pria bertopeng, memegang senapan laras panjang dan memakai punutup muka.

Sambil hendak membunuh tahanannya, sekelompok orang berteriak “Fathoni Darussalam,” teriak beberapa orang. “Merdeka, merdeka!” kata mereka.

Sore ini, Komisi III DPR akan berangkat ke Mesuji, Sumatera Selatan, dan Mesuji, Lampung, sore ini.

Para wakil rakyat itu akan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di dua tempat tersebut.

Atas kasus ini pemerintah membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta yang diketuia Wakil Menteri Kemenkum HAM Denny Indrayana. (net/jpnn)

Bukan Lawan Mudah

Jelang Laga Uji Coba PSMS Medan vs Perak FC Malaysia

Jelang laga uji coba PSMS kontra Perak FC Kamis (22/ 12) nanti, diharapkan PSMS mampu mengimbangi klub syarat pengalaman asal Malaysia tersebut.

Bagaimana tidak, klub yang pada awal kompetisi 2012-2013 mendatang merupakan salah satu klub yang berlaga di Liga Super Malaysia dan memiliki segudang amunisi. Baik dari mantan pemain Timnas Malaysia maupun pemain asingnya.

Pelatih PSMS Raja Isa menuturkan, Perak FC kini ditangani Norizan Bakar yang merupakan mantanp elatih Timnas Malaysia 2006-2007. “Beliau terkenal suka dengan permainan sistematik, dan itu cukup membahayakan. Tentunya dengan hal itu kita perlu mewaspadainya,” ungkapnya, Sabtu (17/ 12).

Menurut Raja Isa, polayangbakal diterapkan Norizan yakni formasi 4-4-2 dengan gaya bermain cepat. “Untuk gaya bermain ini kita sudah persiapkan perlawanan sengit. Layaknya kontra Persisam lalu, kita terapkan permainan lambat. Karena Persisam juga terkenal taktis dalam permainan cepatnya,” tuturnya.

Ia juga menuturkan arsitek Perak FC kali ini memiliki segudang