31 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 14350

Tiap Hari Dipukuli Suami

GARA-GARA dituduh selingkuh, Ummi Kalsum (21), warga Jalan Mega, Kelurahan Tanjung Gusta, Medan Sunggal, setiap hari dipukuli suaminya.

Tak tahan diperlakukan begitu, dia pun mengadu suaminya Ismanto (28), ke Polsekta Sunggal, kemarin (8/12). Dengan menggendong anaknya yang masih berusia 1 tahun, Ummi langsung mengungkapkan kekesalannya kepada petugas jaga di Mapolsekta Sunggal. “Bukan sekali ini saja aku dipukulinya Pak. Pokoknya aku mau melaporkan dia (Ismanto, Red), karena setiap hari aku dipukulinya,” kata Ummi kepada petugas. Tak sampai di situ, Ummi terus mengoceh untuk meluapkan kekesalannya atas perbuatan suaminya itu. Mendengar Ummi yang terus mengoceh, petugas pun sempat kebingungungan. Lantas, petugas itu pun menyuruh Ummi masuk ke ruang pemeriksaan untuk dimintai keterangan. Dengan nafas terengah-engah, Ummi menceritakan peristiwa yang dialaminya.

Menurut ibu muda ini, siang itu dia berada di rumah kakaknya yang tidak jauh dari rumahnya. Tiba-tiba Ismanto datang dan menyuruhnya pulang. Awalnya Ummi menolak, karena dia takut disiksa suaminya itu. Karena menolak, Ismanto pun memaksanya dan menyeret Ummi dari rumah kakaknya yang berjarak 200 meter dari rumah mereka.

Sesampainya di rumah, Ismanto langsung memukulinya dengan gagang sapu. Rambut Ummi pun dijambak dan kepalanya dibenturkan ke dinding rumah. Akibatnya, bibir dan jidat Ummi berdarah. Untungnya Ummi berhasil melarikan diri dengan membawa anak semata wayangnya. Dengan menumpang becak, Ummi pun mendatangi Polsekta Sunggal.

“Tolonglah Pak, tangkap segera suami ku itu, sudah ikhlas aku kalau dia di penjara. Aku pun akan segera minta cerai,” katanya sambil mengusap air matanya. “Dia kerjaannya cuma mabuk-mabukan dan main judi saja. Dia cemburu buta, aku dituduhnya selingkuh, makanya dia memukuliku,” ucapnya. Selanjutnya, petugas meminta Ummi untuk melakukan visum. Dengan mengendarai becak, Ummi pun pergi ke RSU Bina Kasih Jalan tak jauh dari Mapolsekta Sunggal untuk divisum. (ris/smg)

KO, Petinju Rusia Tewas

MOSKOW- Untuk ke sekian kali kabar duka beredar dari ring tinju. Petinju kelas berat ringan asal Rusia, Roman Simakov tewas setelah kalah KO dari lawannya Sergei Kovalev dalam duel memperebutkan gelar WBC Asian Boxing Council di Moscow Senin (5/12) lalu. Simakov tak langsung tewas. Ia sempat mendapatkan perawatan selama tiga hari. Simakov menghembuskan nafas terakhirnya Kamis (8/12) karena mengalami cedera di otaknya.

Tragedi bermula pada ronde keenam. Simakov mencium kanvas pada ronde itu. Sempat bisa melanjutkan pertarungan, Simakov kemudian mendapat serangkaian pukulan di kepala dan akhirnya terjerembab di ronde ketujuh. Simakov kemudian mesti ditandu meninggalkan ring dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Di sana petinju berusia 27 tahun tersebut mendapatkan operasi otak tetapi tidak kunjung siuman.

Simakov akhirnya dinyatakan tutup usia. “Saya hanya bisa bilang kalau penyelidikan mengenai kematiannya sedang dilakukan,” ujar ofisial RBF Igor Maruzov kepada media lokal, seperti dikutip Reuters. Ironisnya, kekalahan yang menewaskan dirinya merupakan KO pertama untuk Simakov yang rekor pertarungannya kini terhenti abadi di angka 19 kali menang (KO 9), 2 kali kalah, dan 1 kali imbang.

“Tujuanku adalah mengalahkan Simakov dalam bertinju, tidak perlu sampai membuatnya KO,” aku Kovalev yang menjadi lawan terakhir Simakov, seolah tak percaya dengan tragedi itu. “Tetapi setelah ronde keempat, aku melihat ada yang salah dengan Simakov. Aku yakin pukulan terakhirku tidak sekuat pukulan sebelum nya,” pungkas Kovalev. (bbs/jpnn)

Johar Akui Rekomendasi Pencoretan Persipura

JAKARTA – PSSI akhirnya mengaku mengirimkan surat rekomendasi pencoretan Persipura dari Liga Champions Asia (LCA). Kepada wartawan di Hotel Sultan kemarin sore (9/12), ketum PSSI Djohar Arifin Husin mengakui PSSI telah mengirimkan surat rekomendasi pencoretan Persipura dari LCA. “Tapi surat itu dibuat lewat proses yang panjang. Sebenarnya, kami sudah mengantar formulir langsung ke Jayapura dan kami sudah mendaftarkan Persipura. Tapi karena mereka tidak menggelar pertandingan melawan Arema, jadi kami terpaksa mengirim surat yang menyatakan Persipura tidak ikut LCA,” jelas Djohar.

Dalam konsultasi dengan AFC pada 21-23 November, Djohar menyatakan bahwa PSSI harus menyerahkan daftar peserta kompetisi ke AFC. Selain itu, Djohar juga mengklaim bahwa AFC mengatakan bahwa klub yang tidak ambil bagian dalam kompetisi resmi PSSI atau Indonesia Premier League tidak bisa berlaga di LCA. Pernyataan Djohar itu mengonfirmasikan soal jawaban dari departemen media AFC yang menyebutkan bahwa Persipura dicoret dari ACL lantaran rekomendasi PSSI. AFC juga mengatakan bahwa mereka masih menunggu laporan resmi dari PSSI soal penyelenggaraan Indonesian Super League (ISL). Dikonfirmasi tentang hal tersebut, Djohar mengatakan bahwa PSSI masih berharap klub-klub ISL kembali ke jalan yang benar.

“Ini rumah kita semua. Kalau kita laporkan, berapa yang jadi korban? Jika berdasarkan emosi, kita kirim saja laporan. Kami masih berharap mereka kembali. Apalagi banyak pemain timnas di klub ISL,” bebernya. Sementara itu, pendukung Persipura melakukan demo di depan kantor PSSI Kamis lalu (8/12) dan kemarin. Mereka meminta pertanggung jawaban PSSI terkait dengan gagalnya Persipura ikut dalam LCA 2012. Ratusan suporter Persipura menggelar aksi damai. Mereka secara bergantian melakukan orasi di depan Kantor PSSI. Sayangnya tidak ada satu pun pengurus PSSI yang hadir, bahkan pintu kantor PSSI tertutup rapat. Para pengunjuk rasa ini meminta PSSI menjelaskan alasan mengapa Persipura dicoret dari keikutsertaan LCA musim ini.

Mereka mengaku datang untuk mengugah naluri para pengurus PSSI yang dinilai sangat berperan dalam proses pencoretan tersebut. “Mengapa Persipura harus di coret. Persoalaannya apa? Berlaga di LCA merupakan hak Persipura sebagai juara Liga Indonesia musim lalu. Ini tidak hubungannya dengan keikutsertaan Persipura di liga saat ini kan. Sebaiknya kan kalau ada persoalan mari kita duduk bersama,” ungkap suporter Persipura Jakarta, Dorus Wakum. Para pendukung Persipura itu dating dengan membawa beragam spanduk yang isinya menghujat pengurus PSSI. (ali/ko/jpnn)

Fariz, Dari Karate ke Senam

MEDAN-Saat ini tak perlu lagi merasa heran jika melihat seorang mencapai prestasi puncak, namun prestasinya itu justru sama sekali diluar apa yang telah direncanakannya. Setidaknya itu yang dialami oleh M Fariz Nasution Atlit kelahiran 07 Juli 1987 di Kampung Baru Kecamatan Medan Maimun ini mengatakan bahwa dirinya sudah cukup lama menggeluti cabang senam, tepatnya sejak dirinya menduduki kelas 2 SMP. Padahal, masih menurutnya, diawal ketertarikannya menggeluti cabamg olahraga, karate justru menjadi pilihan pertamanya.

“Saya sangat suka sekali melihat aksi bintang film action. Itu menginspirasi saya untuk menggeluti olahraga karate,” kenang Fariz. Melihat besarnya minat Fariz untuk menggeluti karate, sang ayah Ibnu Nazib Nasution mendukungnya dan menyarankan sang buah hati untuk mengajaka tetangganya untuk berlatih juga. Sayangnya, ketika Fariz mendatangi tempat latihan karate yang dituju, dirinya mendapati fakta bahwa tempat berlatih karate yang ada di aula senam jalan Jefta Hutabarat sudah tutup.

Tak mendapati apa yang diinginkannya, Fariz pun melihat-lihat aksi para pesenam yang beraltih di aula tadi. Tanpa sadar dirinya menyukai dan tertarik untuk menekuni senam. Sejak saat itu Fariz pun secara rutin mengikuti latihan senam.

Melihat bakat yang dimiliki Fariz, para pelatih menganjrkannay untuk melanjutkan sekolahnya ke SMP Ragunan sehingga tak mengganggu program latihan. Prestasi perdana Fariz adalah sebagai runner- up untuk nomor palang sejajar pada Popnas tahun 2000-an di Palembang. Selanjutnya setelah lolos di Pelatnas dirinya juga pernah mengikuti seleknas persiapan Sea-Games yang diadakan di Hanoi. Selain itu Fariz pun sukses meraih medali emas pada Popnas tahun 2008. Selanjutnya beragam gelar diraih Fariz diantaranya Kejuaraan Seac Gon tahun 2005 di Singapura serta seabrek prestasti tingkat nasional lainnya. (mag-10)

650 Prajurit Yonif 122/TS Jaga Perbatasan RI-PNG

SIANTAR- Sebanyak 650 prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 122 Tombak Sakti Pematangsiantar diberangkatkan untuk Operasi Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia dengan Papua Nugini di Papua. Kepergian prajurit ditandai dengan upacara pemberangkatan di Lapangan Apel Mako Yonif 122/TS, Jumat (9/12).

Komandan Brigadir Infanteri (Brigif) 7 Rimba Raya sekaligus komandan upacara, Kolonel Inf Syafrudin dalam amanatnya mengatakan, ada tiga wilayah perbatasan yang rawan keamanan dan harus dilakukan pengamanan. Di antaranya perbatasan Kalimantan dengan Malaysia, NTB dengan Timor Leste dan Papua dengan PNG. “Kini yang paling rawan adalah perbatasan di Papua yang sarat ancaman. Bukan hanya masalah patok batas wilayah, di sana ada kelompok separatis yang ingin memisahkan diri dari NKRI. Terlebih mereka menganggap TNIPolri menghalangi niat mereka untuk memisahkan diri,” katanya. Untuk itu kepada prajurit harus menjaga kehormatan dan harga diri Republik Indonesia, TNI, Kodam I/BB dan Yonif 122/TS. Bekali diri dengan keimanan dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, serta adakan pendekatan dengan penduduk asli Papua.

“Prajurit diharapkan bisa membina warga asli Papua. Jangan ada tebang pilih antara warga pendatang dengan penduduk asli. Jadilah contoh yang taat akan hukum dan terhindar dari perbuatan tidak terpuji serta jangan pernah ragu melaksanakan tugas,” tegasnya. Syafrudin menambahkan daerah operasi yang dituju adalah kawasan yang penuh kekerasan. Prajurit dituntut bertugas dengan disiplin tinggi, bisa menghindari segala macam godaan dan mampu mengatasi tantangan. “Dalam beberapa kasus, ada prajurit yang terkena virus HIV usai bertugas dari sana, Kita harus hindari itu semua. Tindakan apapun yang dilakukan, harus mendapat izin dan lapor pimpinan,” tukasnya. Sementara Komandan Yonif 122/TS Letkol Inf Martin Susilo Martopo Turnip kepada METRO (Grup Sumut Pos) mengatakan, masa tugas operasi pengamanan perbatasan ini berlangsung selama delapan bulan hingga satu tahun. “Saya sendiri yang memimpin dan menjadi Komandan Satgas yang membawa para prajurit ke perbatasan. Idealnya, masa tugas berlangsung selama delapan bulan, namun bisa saja berkurang atau bahkan lebih,” katanya. Waktu keberangkatan bisa sampai 10 hari dengan menumpang kapal laut dari Belawan dan akan transit di beberapa kota “Keberangkatan akan dilepas Pangdam I/BB besok (hari ini, red) di Pelabuhan Belawan. Kita berharap mampu melaksanakan tugas negara dengan sebaikbaiknya.

Selalu dalam lindungan tuhan,sehat selalu dan selamat sampai kembali ke sini,” ungkap Turnip. Sebelumnya, upacara pemberangkatan diisi dengan pemeriksaan kesiapan pasukan terakhir oleh Dan Brigif/7 Rimba Raya, diiringi salam kesiagaan pasukan. Di hari yang sama, Danrem 022/ PT Kolonel Inf Karsiyanto melalui Kasi Ops Letkol Inf EH. Limbong menutup latihan uji tempur tingkat kompi Yonif 126 Kala Cakti di Lapangan Tanjung Dolok, Aek Natolu. Dalam amanatnya, Danrem 022/PT mengatakan, agar kemampuan yang telah diperoleh selama latihan Uji Siap Tempur terus dipelihara dan ditingkatkan. Dengan demikian Kompi Yonif 126/KC tetap memiliki kesiapan tempur sesuai standarisasi kemampuan yang telah ditentukan. Danrem 022/PT juga meminta Danyonif 126/KC, untuk mengevaluasi berbagai kelemahan yang dihadapi selama latihan, baik menyangkut kesiapan peralatan tempur, maupun kemahiran taktis dan teknis melalui upaya Binsat. Sebagai prajurit TNI, diminta dapat merespon dan mengantisipasi setiap perkembangan yang terjadi, serta dituntut memiliki kemampuan dan keterampilan yang handal sehingga layak dikategorikan profesional. Metodologi untuk mewujudkan tuntutan tersebut hanya dapat dicapai denganmenumbuhkanbudayabekerja, belajar dan berlatih. (hez/smg)

Pemain PSMS Kunjungi SSB Patriot

MEDAN-Sejumlah pemain PSMS Medan yang tampil di Indonesian Super League (ISL) musim 2011-2012 menyempatkan diri mengunjungi SSB Patriot di Lapangan Jl Air Bersih Medan, Jumat (9/12) sore. Kehadiran mantan kiper Timnas Indonesia, Markus Horison cs tidak lain untuk memberikan motivasi kepada para pemain sepakbola muda binaan Drs Hendra DS itu. Ini kali pertama skuad asuhan Raja Isa mengunjungi SSB dan berbaur dengan para pendukung.

Selain Markus, turut serta pelatih Rajah Isa dan empat pemain asing Ayam Kinantan, yakni Ikpefua Osas M Saha, Luis Alejandro Pena, Sasa Zecevic, dan Inkyun Oh. Tampak juga bintang lokal Zulkarnaen dan Novi Hendriawan. Meski singkat, dalam kunjungan sore itu setiap pemain, termasuk legiun asing, bersedia memberikan kata-kata motivasi. Intinya, para pemain ingin anak-anak SSB Patriot serius dan gigih dalam berlatih jika ingin menjadi pemain hebat.

“Jangan pernah bosan berlatih, kalian harus selalu merasa enjoy main bola dalam kondisi apapun,” ucap Sasa yang asal Serbia itu. Hal senada diungkapkan Inkyun Oh, pemain asal Korsel ini berpesan kepada siswa SSB Patriot untuk berlatih dengan serius. Dia juga mengingatkan para pemain untuk menjaga pola makan yang baik dan tidak merokok di usia muda. Markus Horison tak ketinggalan memberikan motivasi. Menurut Markus, bermain bola jangan pernah melupakan sekolah. Kunci menjadi pemain hebat adalah kerja keras, baik dalam berlatih maupun saat bertanding. Lain halnya dengan pelatih Raja Isa yang menekankan kepada para pemain muda SSB Patriot untuk selalu dekat dengan bola.

“Kalau bisa saat kalian makan dan tidur, bola ada bersama kalian. Intinya, jangan pernah jauh dari bola kalau mau jadi pemain hebat,” ucap pelatih asal Malaysia itu. Ketua Umum SSB Patriot, Drs Hendra DS, berharap kehadiran para punggara PSMS Medan dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa SSB Patriot dalam menggapai mimpi menjadi pemain hebat.

“Kami mengucapikan terimakasih kepada Markus dan kawan-kawan, termasuk juga pelatih Raja Isa yang sudah meluangkan waktu mengunjungi SSB Patriot. Meski hanya sesaat, saya yakin kehadiran para pemain telah meninggalkan kesan tersendiri bagi anak-anak,” pungkas Hendra yang juga Manajer Operasional Tim PSMS. (jun)

RD Ancam Tinggalkan Timnas

JAKARTA – Dilarangnya pemain yang berkompetisi di liga yang tidak diakui PSSI untuk bergabung dengan timnas sangat merugikan siapa pun yang menjadi pelatih. Sebab, dia tidak bisa memilih pemain terbaik di Indonesia. Apalagi, fakta menunjukkan bahwa mayoritas pemain timnas senior dan U-23 berasal dari Indonesia Super League (ISL), kompetisi yang tidak diakui PSSI.

Kabarnya, akibat adanya larangan itu, pelatih timnas U-23 Rahmad Darmawan segera mengundurkan diri dari timnas. Dia memilih menerima tawaran menjadi pelatih di salah satu klub ISL. Sebab, RD (sapaan Rahmad Darmawan) tidak mau dibatasi dalam membentuk skuad terbaik di timnas Merah Putih. “Sabar ya, Mas. Saya masih ingin istirahat. Senin atau Selasa ya (jawabannya, Red)”. Demikian SMS balasan yang dikirimkan Rahmad kepada Jawa Pos kemarin (9/12).”

Sementara itu, kepada wartawan di Hotel Sultan kemarin sore, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin mengungkapkan bahwa pembangunan kembali timnas Indonesia akan dipimpin pelatih Wim Rijsbergen. PSSI akan mencari pemain-pemain baru untuk menghadapi pertandingan internasional yang masuk dalam agenda timnas Merah Putih berikutnya.

“Kami akan rapat minggu depan dengan seluruh pelatih soal bagaimana model yang kita inginkan di timnas ke depan. Tugas mereka bukan hanya untuk timnas, tapi juga upgrade pemain,” ujarnya. Menurut Djohar, Wim tetap akan dipertahankan sebagai pelatih timnas senior meski rapornya merah. Johar menjelaskan, Wim akan memandu program pengembangan pemain di Indonesia. (ali/c9/aww/jpnn)

Sekdaprovsu Dukung Liga Futsal SIWO

MEDAN- Pemprovsu menyambut gembira kejuaran futsal yang dilaksanakan SIWO PWI Sumatera Utara, apalagi yang diperebutkan adalah trophy bergilir Gubernur Sumatera Utara (Gubsu).

Demikian disampaikan Sekdaprovsu H Nurdin Lubis SH MM saat menerima audiensi panitia pelaksana Kejuaraan Futsal SIWO PWI Sumatera Utara. Sekdaprovsu yang didampingi Kepala Biro Umum Setdaprovsu Hj Nurlela, yang mewakili Kepala Biro Bina Kemasyarakatan dan Sosial Setdaprovsu dan Kasubbag Humas Pimpinan Dian Tito SH dan Kasubbag Protokol berharap event seperti ini akan terus ditingkatkan untuk membawa nama baik Sumatera Utara, khususnya PWI Sumatera Utara.

“Pemprovsu mendukung event yang bergulir dalam rangka persiapan mengikuti Pekan Olah Raga Wartawan Nasional (Porwanas) 2013 mendatang di Surabaya,” ujar Sekdaprovsu. Rencananya, turnamen futsal SIWO PWI Sumut ini akan dibuka hari ini di QS Futsal oleh Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho. (ari)

Selebriti Bela Barca

REAL MADRID vs BARCELONA

Sejumlah mantan penggawa Blaugrana -julukan lain Barcelona seperti Ronaldinho, Rafael Marquez, dan Deco sudah pasti mendukung anak asuh Josep Guardiola tersebut. Ronaldinho yang kini membela Flamengo juga mengaku tak sabar menanti bergulirnya El Clasico. “Saya berharap mereka mendapatkan keberuntungan di el clasico. Barca, saya harap mereka menang,” kata Ronaldinho kepada Goal. Ronaldinho memang sulit melupakan El Clasico. Terutama ketika dia mendapat standing aplaus dari pendukung Real di Santiago Bernabeu November 2005 lalu. Ketika itu Barca menang 3-0.

“Saya mengingat pertandingan itu dengan sangat baik. Itu pertandingan yang unik. Saya cukup beruntung karena mencetak dua gol dan mendapatkan tepuk tangan dari fans rival. Saya tak pernah melupakannya,” jelas Ronaldinho. Para selebritis juga lebih memihak Barca, terutama penyanyi pop asal Kolombia Shakira yang nota bene adalah kekasih bek Gerard Pique. “Tentu saja, saya sekarang resmi fans Barca,” kata Shakira kepada Marca. Dukungan buat skuad Catalan juga datang dari Miss Spanyol 2011 Andrea Huisgen Serrano.

Perempuan 21 tahun itu menjadi pendukung setia Barca karena dia memang punya darah Catalan. Darah Barcelona di tubuh Andrea diwariskan dari sang ibu yang asli Catalan, sementara ayahnya dari Jerman. “Meski mereka tertinggal di klasemen, saya tetap percaya Barca bisa menang. Saya tidak pernah melihat Barca bermain buruk,” ucap Andrea. (ham/bas)

Sepuluh Tahun Berlatih dan Bermain Sumo, tak Pernah Cedera

MEDAN-Olahraga Sumo merupakan salah satu seni tradisional budaya negara Jepang yang sudah melalui proses kulturisasi. Melihat permainan ini sontak terbayang pelakunya yang rentan mengalami cedera. Tapi benarkah seperti itu? Ternyata tidak. Setidaknya itu yang dialami oleh Koji Tashiro (73) sudah hampir sepuluh tahun menjadi pemain sumo. Diungkapkannya bahwa selama menekuni olahraga sumo, dirinya tidak pernah mengalami cedera.

“Saya bukan atlet profesional, namun saya tak pernah mengalami cedera. Sebenarnya saya memiliki niat untuk menekuni olahraga ini secara profesional, namun saya memiliki kendala untuk itu. Jadi, saat ini saya hanya tampil pada acara eksebisi saja,” kata Koji melalui istrinya Shelly, saat acara Japan Day- Medan Mega Fair Sister City-Ichikawa di Open Stage PRSU Tapian Daya, Medan, Jumat (9/12) siang. Dengan bahasa Indonesia yang masih terputus-putus, Koji menjelaskan bahwa para pelaku olahraga sumo terbagi dala dua kelompok, yakni kelompok amatir dan profesional.

“ Kalau untuk yang profesional disebut dengan nama Ozumo,” ungkapnya lagi. Selanjutnya Koji menuturkan bahwa dalam permainan sumo tidak mengenal batasan usia. Ini bisa dilihat dari berbagai pertandingan sumo, tatkala seorang pesumo yang telah berusia lanjut membanting dan mengalahkan lawannya. “Saya berlatih setiap hari. Sampai hari ini saya masih mampu membanting lawan,” ujarnya Pada pertunjukan kemarinShellymembantuparapengunjunguntuk mengetahui permainan sumo secara menyeluruh. Sata persatu istilah dalam permainan sumo diterangkannya kepada pengunjung. “Dohyo atau dalam bahasa Indonesianya adalah Arena, biasanya dibuat diatas tanah dalam bentuk bulat dengan berdiameter 455 cm,” ucapnya.

Diuraikannya, bahwa bagi para pesumo yang ingin bertanding sebelumnya harus membacakan syair dengan mengetuk bambu kuning ditambah aksesoris benang merah yang saling ditautkan sehingga menimbulkan suara ketukan. Arti dalam syair tersebut, mempunyai arti cinta antara dua ekor binatang yang berbeda jenis. “Syair tersebut mengartikan pembicaraan antara seekor bangau dan kurakura tentang cinta mereka yang berakhir sedih. Bangau meminta cintanya diterima oleh kura-kura, sayangnya permintaan itu ditolak. Ironisnya, penolakan tersebut bukan dikarenakan, paruh bangau yang panjang. Melainkan kehidupan didunia ini yang berbeda. Kura-kura menjawab kalau Kura-kura bisa hidup di dunia 10 ribu tahun lamanya.

Sedangkan bangau hanya 10 tahun. “Bagimana dengan sisa hidup 9000 tahun lagi. Saya tak bisa hidup tanpamu, makanya cinta itu ditolak. Begitu kira-kira bunyi syairnya,” jelas Shelly. Selanjutnya Shelly menerangkan pakaian penutup kemaluan yang digunakan pesumo. “Pakaian itu disebut Mawashi yang terbuat dari sepotong kain tebal yang panjangnya mencapai 8 meter dengan lebar 45 cm. Cara memakainya dengan melipat kain tersebut menjadi 4 lipatan dan dilingkarkan ke pinggang. Peraturan didalam permainan Sumo harus memulai dan mengakhiri permainan dengan Rei yang artinya hormat,” cetusnya. Dilanjutkannya bahwa seeblum memulai permainan, kedua pesumo harus saling memberi hormat dengan menjongkok yang dalam bahasa Jepang disebut Songkyo.

Yang kemudian membentangkan kedua belah tangan yang diartikan tidak ada senjata apapun ditangan. “Pemain memulai dengan Shiko yang menjadi dasar untuk latihan sumo. Dalam pertandingan sumo tidak ada istilah start seperti pertandingan ataupun perlombaan lainnya. Kedua pesumo harus saling jongkok dan menunggu timing yang tepat untuk mulai. Tetapi seblum mulai keduanya harus menyentuh lantai dengan kedua tangan mereka,” urai Shelly. Mengenai peraturan menang dan kalah, Shelly menyebutkan jika masingmasing pesumo akan mendorong lawan hingga keluar batas arena (ring). Hal itu untuk menentukan kalah menangnya pemain dalam pertandingan.

“Sebenarnya ada 84 point untuk menentukannya. Tetapi hari ini hanya diperagakan 5 point saja,” jelasnya. Dijelaskannya, untuk point pertama adalah Oshidasi yang artinya saling menolak lawan sampai dia keluar dari batas ring dan dinyatakan kalah. Kemudian, Yorikiri mengeluarkan lawan degan menarik Mawashinya. Yang dilanjutkan dengan Tsuridashi berusaha mengeluarkan lawan dengan mengangkat Mawashi. “Kemudian pointnya, Uwakinage dengan mencoba mengeluarkan lawan dengan membantingkan ke lantai dan yang terakhir Sotokake atau disebut juga Ashiwake yang menjatuhkan lawan dengan kaki,” paparnya yang langsung diperagakan para pesumo.(adl)