26 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 1437

Sukseskan Sensus Pertanian 2023, BPS Dairi Terjunkan 321 Personel

SOSIALISAsI: BPS Dairi menggelar sosialisasi sensus pertanian 2023. Dalam sensus ini akan ada 321 personel yang bertugas bertanya kepada masyarakat, karena 72 persen penduduk Dairi adalah petani.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Dairi, menggelar Apel Siaga dan Sosialisasi Sensus Pertanian Tahun 2023 di Hotel Mutiara Dairi, Rabu (31/5).

Kepala BPS Dairi, Minda Flora Ginting bertindak sebagai pembina, diikuti jajaran pejabat, staf serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Dairi.

Minda menegaskan, Apel Siaga Sensus Pertanian 2023 (ST2023) yang dilaksanakan ini sangat penting. Karena, di Indonesia, pertanian memegang peran sangat penting.

“Mulai 1 Juni-31 Juli 2023 mendatang, kita akan memasuki tahap paling penting dalam ST2023 yaitu pencacahan lengkap. Apel ini untuk menyatukan komitmen kita bersama mensukseskan ST2023,” ujarnyas.

Disampaikannya, Sensus Pertanian 2023 akan berlangsung mulai, 1 Juni 2023-31 Juli 2023. Sebanyak 321 tim ST2023, diterjunkan untuk melakukan pendataan kepada masyarakat.

Minda berharap, dukungan Camat, Kepala Desa serta tokoh masyarakat serta tokoh agama, untuk membantu BPS mensosialisasikan kegiatan ST2023 kepada masyarakat.

Usai Apel Siaga, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan dari berbagai narasumber diantaranya Kepala Bappeda Dairi, Aryanto Tinambunan, Kepala Dinas Pertanian, Robot Simanulang serta dari BPS, Marudut Silaban.

Dalam diskusi dipandu David Pasaribu itu, Kadis Pertanian, Robot Simanullang menegaskan, ST2023 ini sangat penting untuk selaraskan visi memajukan pertanian Dairi.

Diakuinya, terkait visi dalam pengembangan pertanian antara organisasi perangkat daerah (OPD) masih kerap berbeda. Menurutnya, perlu penyamaan persepsi terkait visi pertanian dimaksud. Menurutnya, petani tidak hanya butuh bantuan, tetapi butuh ide dan gagasan.

“Apa dilakukan petani kita masih terkesan pertanian manual, bahkan belum serius. Petani belum siap menggunakan teknologi. Kita harus dorong petani untuk menggunakan teknologi supaya produksi lebih baik dan lahan dikelola bisa maksimal,” ungkapnya.

Robot mengatakan, 72 persen masyarakat Kabupaten Dairi adalah berprofesi sebagai petani. Dan sektor pertanian, 42 persen penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Saat ini Pemkab Dairi sedang mengembangkan lokasi Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) di Kecamatan Parbuluan.

“KPT kita harapkan merubah maindset petani untuk budidaya lebih baik untuk mendongkrak produksi pertanian guna mendorong kesejahteraan petani,” tambahnya.

Diakhir paparannya, Robot menegaskan, petani didorong mandiri, melek teknologi dan belajar terus. Hadir dalam kegiatan para Camat, pimpinan OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelaku usaha pertanian, perwakilan petani serta media. (rud/ram)

Bupati Karo Hadiri Puncak Hari Kartini

DAMPINGI: Bupati Karo, Cory Sriwaty Sebayang saat mendampingi Gubsu menghadiri puncak hari Kartini di Kabupaten Karo - Istimewa.

KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo, Cory Sriwaty Sebayang menghadiri Perayaan Puncak Hari Kartini 2023 Provinsi Sumatera Utara di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Rabu (31/5).

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah mengadakan kegiatan Hari Kartini sejak 30 Mei 2023. Adapun kegiatan yang telah dilaksanakan diantaranya menyerahkan tali asih pada masyarakat kurang mampu, memberikan layanan pap smear, temu ramah anak, pameran industri rumah dan lainnya.

Pada perayaan puncak Hari Kartini ini, diserahkan penghargaan pada perempuan yang berjasa di bidang kesehatan, pendidikan dan lingkungan hidup. Agnes Monika Br Sinuraya, salah satu perempuan berjasa dari Kabupaten Karo menerima penghargaan di bidang kesehatan.

Dia merupakan salah seorang tenaga sukarela yang ada di puskesmas Mardingding yang telah bekerja sejak tahun 2019 hingga sekarang untuk memajukan kesehatan masyarakat Kabupaten Karo, khususnya di Kecamatan Mardinding. Sebagai tenaga sukarela, dia juga menjadi kader posyandu di setiap desa dan dusun, serta bertugas sebagai penyuluh kesehatan di masyarakat baik itu stunting, PHBS, Tetes Polio, dan STBM.

Pada acara ini, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi berharap Hari Kartini dijadikan momentum bagi para Kartini saat ini, untuk lebih siap menjawab dan menyelesaikan berbagai persoalan zaman.

Turut hadir mendampingi Bupati Karo diantaranya Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan KB Kab. Karo, dr. Arjuna Wijaya, Sp.P dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karo, Frans Leonardo Surbakti, S.STP. (deo)

Apel Gabungan Pemko Binjai, ASN Diminta Terus Tingkatkan Kompetensi

PIMPIN: Apel gabungan yang diikuti ASN dipimpin Pj Asisten II, Joko Waskitono di Balai Kota Binjai, Senin (5/6). Istimewa/Sumut Pos .

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kota Binjai diminta untuk terus meningkatkan kompetensi. Ini disampaikan Penjabat (Pj) Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Binjai, Joko Waskitono saat membina apel gabungan ASN dan non di balai kota, Senin (5/6).

Joko menyatakan, dalam perkembangannya, ASN dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi di berbagai bidang. Jiwa melayani dan membantu masyarakat wajib tertanam kuat dalam diri setiap ASN. Dia menekankan, bukan zamannya lagi ASN bergaya seperti pejabat zaman kolonial.

“Seorang Aparatur Sipil Negara harus melayani, bukan dilayani,” tegasnya.

Dia juga memaparkan beberapa hal penting yang harus menjadi perhatian bagi seluruh ASN Pemko Binjai. Di antaranya untuk selalu memperbaharui wawasan dan pengetahuan terkait tugas-tugas yang semakin kompleks serta dinamis.

Selain itu, ia juga mengingatkan para ASN untuk terus disiplin terkait tugas, fungsi, tanggung jawab kerja, disiplin kerja, komunikasi internal maupun eksternal perangkat daerah, dan pelayanan prima ASN kepada masyarakat. (ted/ram)

Komisi I Dorong Pemko Medan Segera Lelang Jabatan Lima Eselon II

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Medan, Abdul Rani SH.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Medan, Abdul Rani SH, mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk segera mengisi kelima jabatan eselon II di lingkungan Pemko Medan yang masih kosong. Dikhawatirkan, kosongnya kelima jabatan eselon II itu akan mempengaruhi kinerja kelima OPD yang dipimpin, sebab kelima OPD tidak dipimpin para kepala OPD definitif.

Adapun kelima jabatan eselon II di lingkungan Pemko Medan yang masih kosong hingga saat ini, yakni Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) atau yang sering disebut Dinas Perizinan, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Pemadam Kebarakan dan Penyelamatan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan, serta Direktur Utama RSUD dr Pirngadi Medan.

“Kita mendorong Pemko Medan untuk segera mengisi kelima jabatan eselon II yang masih kosong hingga saat ini,” ucap Abdul Rani kepada Sumut Pos, Selasa (6/6/2023).

Untuk itu, Ketua DPC PPP Kota Medan itu meminta agar Pemko Medan melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dapat segera melelang kelima jabatan yang kosong tersebut.

Menurut Rani, melelang kelima jabatan eselon II tersebut sangat  penting untuk segera dilakukan. Pasalnya, ketiadaan pejabat eselon II sebagai pejabat tinggi pratama yang memimpin OPD-OPD tersebut akan membuat perangkat yang dimaksud tidak bekerja secara maksimal.

Sementara seluruh OPD di lingkungan Pemko Medan diharapkan tidak hanya dapat bekerja secara maksimal, namun juga bisa bergerak cepat agar dapat mengikuti gerak cepat Wali Kota Medan, Bobby Nasution dalam merealisasikan program-program kerja yang ada.

“Kalau di dinas itu tidak ada kadis definitifnya, bagaimana mungkin dinas tersebut bisa bergerak cepat seperti yang diharapkan Wali Kota. Kita ingin semua perangkat di Pemko Medan bekerja maksimal, untuk itu jabatan eselon II tidak boleh dibiarkan kosong dalam waktu yang lama, harus segera diisi,” ujarnya.

Apalagi, lanjut Rani, dari kelima OPD yang dimaksud, tiga diantaranya merupakan OPD yang bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat, yakni Dinas PMPTSP, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta RSUD dr Pirngadi Medan.

Selanjutnya, kinerja Dinas Pariwisata juga sangat penting untuk mendukung program kerja Wali Kota Medan dalam meningkatkan PAD Kota Medan dari sektor pariwisata.

“Kemudian, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Medan juga diharapkan dapat bekerja maksimal dalam menjaga ketersediaan pangan dengan harga terjangkau. Tentunya hal ini sangat berpengaruh dalam menjaga inflasi dan perekonomian masyarakat,” pungkasnya.

Dimintai tanggapan oleh Sumut Pos terkait hal itu, Kepala BKPSDM Kota Medan, Sutan Tolang Lubis, belum berkenan menjawabnya. Pesan yang dikirim Sumut Pos belum juga dijawab hingga berita ini diturunkan. (map)

Jasad Wanita Tua Ditemukan Membusuk di Rumahnya

SIBOLGA, SUMUTPOS.CO – Sesosok jasad wanita tua warga Jalan Santeong, Gang Cempaka, Kelurahan Pancuran Gerobak, Kota Sibolga, Sumatera Utara, ditemukan membusuk di dalam kamar rumahnya, pada Senin (5/6/2023). Korban diketahui bernama Nurhalimah Harahap (71), ditemukan meninggal dalam posisi telungkup. Penemuan jasad tersebut sontak membuat geger warga sekitar.

Terpantau, Kepolisian Resor Sibolga langsung melakukan olah tkp sekaligus membawa mayat tersebut ke Rumah Sakit FLTobing Sibolga untuk dilakukan otopsi. Menurut Netti Nasution (52) warga setempat, korban sudah dua hari tidak keluar dari rumahnya sehingga membuat kecurigaan. Kemudian warga pun langsung mengecek rumah korban, namun pintu rumah korban dalam keadaan terkunci.

“Kepling bersama warga sekitar mencek rumahnya namun pintunya rumah terkunci, tetapi jendela samping rumah korban dalam keadaan terbuka, jadi disitu warga curiga karena (korban) sudah dua hari tidak nampak,” ucapnya.

Netti juga mengatakan bahwa Kepling bersama warga kemudian menghubungi adik kandung korban untuk meminta kunci rumah kakaknya. “Setelah adik kandung datang sembari membuka pintu rumah bersama kepling dan warga, mereka mendapati bahwa korban sudah tidak bernyawa didalam kamar tepatnya, disamping kasur dengan posisi telungkup dan tangan kanan berada diatas kasur,” katanya. Kemudian Netti bersama kepling langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Polres Sibolga.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Sibolga, IPTU Suyatno saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut bahwa mayat wanita tua itu sudah bawa petugas ke Rumah Sakit FL Tobing Sibolga untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Benar, dan saat ini kita sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan mayat sudah kita bawa ke Rumah Sakit FL. Tobing Sibolga,” ungkapnya. (mag-5)

Barongsai Sumut Target 3 Emas

KETERANGAN: Ketua Umum FOBI Sumut Peter Suhendra, bersama Sekretaris Bobby C Halim, saat memberi keterangan terkait persiapan menghadapi PON 2024 - Istimewa

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengurus Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Sumatera Utara (Sumut) mengusung target 6 medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut. Keenam medali itu, meliputi 3 medali emas, 2 perak, dan 1 perunggu.

Ketua FOBI Sumut Peter Suhendra, didampingi Sekretaris Bobby C Halim, dalam keterangannya di Posko Publikasi PON XXI/2024 Kantor Dispora Sumut, Jalan Pancing Medan, mengatakan, target 6 medali ini yakin mereka rebut dari 10 nomor lomba yang dipertandingkan nanti.

Diketahui 10 nomor lomba cabang olahraga (cabor) barongsai, masing-masing naga taolu bebas, naga kecepatan, naga halang rintang, barongsai taolu bebas, barongsai taolu tradisional, barongsai kecepatan, barongsai halang rintang, barongsai ketangkasan zuo tou, pekingsai taolu bebas, dan pekingsai kecepatan.

“Walaupun perdana dipertandingkan di arena PON, namun sebagai tuan rumah, kami yakin dengan target (6 medali) ini,” ungkap Peter, Senin (5/6) siang.

Apalagi Peter berkaca dengan prestasi yang diraih atlet Sumut pada Kejurnas Barongsai di Yogyakarta, akhir 2022 lalu. Di sana, Tim Barongsai Sumut meraih medali di nomor pekingsai, yakni 1 perunggu taolo bebas, 1 perunggu kecepatan, dan di tradisional 1 perak, serta 1 perunggu malang melintang, dan 1 perunggu di kecepatan. “Hasil ini sudah membuktikan kita bisa bersaing di tingkat nasional,” tuturnya lagi.

Hanya saja, Peter masih memerlukan kekuatan penuh berupa penambahan atlet untuk memenuhi kuota 31 atlet yang akan bertanding di PON nanti.

Sementara saat ini, FOBI Sumut baru memiliki 13 atlet yang sudah ikut dalam Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Sumut. Ke-13 atlet itu terbagi dalam 8 orang di nomor tradisional dan 5 orang nomor pekingsai.

“Tapi kami masih yakin dengan waktu yang ada, kuota itu terpenuhi, dan bisa diandalkan pada PON nanti,” jelas Peter, yang mengaku sedang mencari pelatih nasional dan juga internasional, seperti dari Malaysia dan Tiongkok.

Karena itu, pihaknya terus menggenjot persiapan serius terutama pelatihan fisik. Apalagi diakui Peter, dari segi fisik dan stamina ini menjadi satu kelemahan atletnya.

“Maka persiapan terus digenjot, bahkan lebih sering atlet barongsai Sumut akan diikutkan ke kejuaraan, baik nasional hingga internasional. Sehingga mereka memiliki jam terbang yang banyak dengan bertanding,” jelas Peter, seraya menyebutkan, akan membawa Tim Barongsai Sumut ke Genting, Kuala Lumpur, Malaysia, pada Agustus 2023 mendatang, untuk mengikuti Kejuaraan Barongsai yang diikuti 20 negara dari seluruh dunia.

Sementara itu, Pengawas dan Pendamping (Wasping) dari KONI Sumut, Perry Iskandar mengaku, cukup terkejut dengan target 6 medali yang disampaikan Peter. Namun setelah dijelaskan 6 medali itu rinciannya apa, barulah Perry mengakui, kalau target tersebut cukup realistis, karena Sumut sebagai tuan rumah.

“Kalau 3 emas, 2 perak, dan 1 perunggu yang menjadi target FOBI Sumut, menurut saya itu cukup realistis, apalagi ini olahraga tidak terukur. Sebagai tuan rumah ya itu realistis,” pungkasnya. (dek)