31 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 1441

Agrowisata Madu Takoma di Simalungun Jadi Inspirasi Baru Pelestarian Lebah

IKUTI: Owner Madu Takoma saat mengikuti pameran produk UMKM pada perayaan HUT BUMN di Kota Pematangsiantar, baru-baru ini.

SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Seorang petani kebun di Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), membuka wawasan maupun pemikiran baru bagi banyak orang, terkait lebah, yang kerap dianggap sebagai hama dan sering dimusnahkan jika berjumpa.

Petani tersebut bernama Slamet Riyadi (35), yang sejak 2017 lalu, menginisiasi kebun miliknya di Desa Sait Buttu Saribu, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun. Ketertarikannya terhadap lebah madu menjadikan kebun miliknya itu lambat laun disulap menjadi agrowisata madu dan lokasi konservasi pelajar ataupun mahasiswa yang melakukan penelitian.

“Kenapa madu? Ya karena saya ini memang anak kebun. Waktu kecil saat keluarga punya kebun kopi saya sering jumpa lebah yang bersarang membuat madu. Kalau sekarang kita sudah sulit melihat lebah secara alami,” ungkap Slamet, Senin (5/6).

Hal itu disampaikannya, karenan saat ini banyak tanaman yang menggunakan pestisda. Kemudian banyak masyarakat jika melihat lebah lebih dianggap sebagai hama.

“Jadi kalau lihat sarang (lebah) itu langsung dibakar,” tutur ayah 3 orang anak tersebut.

BANTUAN: Agrowisata Madu Takoma juga mendapat bantuan dari Yayasan Baitul Mal BRI.

Mulanya, Slamet berpikir untuk menangkarkan lebah dan memproduksi madu. Namun sejak 2019, dia mengubah konsep itu. Kebunnya disulap menjadi tempat penangkaran madu bernama Takoma. Lengkap dengan gedung labolatorium untuk penelitian dan cafe yang menyediakan minuman olahan madu, plus sebuah kolam pemandian yang sumber airnya dari mata air alami.

Jadilah tempat tersebut, yang mulanya adalah kebun penangkaran madu, menjadi lokasi agrowisata. Semacam aktivitas wisata yang melibatkan penggunaan lahan pertanian atau fasilitas terkait, yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Selain menangkar lebah madu, Slamet juga bertanam talas dan kopi.

“Justru nama Takoma diambil dari singkatan TAlas, KOpi, dan MAdu,” bebernya.

Dia juga menjelaskan, setiap pekan pihaknya pasti mendapatkan kunjungan dari rombongan pelajar maupun mahasiswa. Di lokasi tersebut, mereka berwisata sambil belajar. Dan dijelaskan pula bagaimana lebah madu itu diproduksi dan apa saja manfaatnya.

Untuk pemaparan edukasi madu yang diberikan di penangkaran Takoma ini, Slamet mengaku tak mematok biaya. Mereka yang datang hanya diperkenankan untuk membeli hasil madu yang dijual di sana.

Slamet juga mengatakan, agrowisata kopi, di samping daya tarik utama wisata lebah madunya, hal ini membuat semakin ramai dikunjungi wisatawan. Ada yang tertarik datang karena madunya ada juga yang tertarik datang karena kopinya. Sampai saat ini, ada 27 peternak terlibat di penangkaran madu tersebut.

“Sementara di sektor agrowisata, kami punya 11 tim yang tergabung pada kelompok sadar wisata,” ujar Slamet.

Takoma Memproduksi Madu Berualitas

Takoma adalah penangkaran lebah yang menghasilkan madu dari apis cerana di era putaran dataran tinggi Danau Toba dan perkebunan teh PTPN 4. Sejak aktif mengembangbiakkan lebah madu, hasil dari produksi di penangkaran madu Takoma ini terbilang terus meningkat. Dari 372 liter di 2018 dan naik drastis menjadi 2.127 liter pada 2021.

Lebah yang dibudidayakan berjenis abiscerana (Asian honey), lebah profolis (trigona SP). Rata-rata per bulan dia memanen hasil madunya, karena jumlah penangkaran sudah puluhan.

Lebah juga seperti makluk hidup lainnya, untuk tempat tinggal ada kami buatkan khusus. Di tempat itulah lebah menghasilkan madu murni.

“Tidak pernah ada pengunjung yang disengat lebah, asal tidak diganggu tempat tinggalnya,” jelas sosok yang menamatkan jenjang pendikan Strata 1 ini.

Slamet juga menjelaskan, madu murni dapat dibedakan dengan 3 metode, yakni dengan tes laboratorium, madu dihasilkan dari panen langsung di penangkaran. Metode terakhir dari uji organoleptik (dengan aroma dan rasa ), metode ini dapat dilakukan bagi orang-orang yang menekuni atau terbiasa di bidang madu.

Saat ini, hasil dari produksi madu di penangkaran Takoma beredar di wilayah Sumbagut bahkan hingga Jakarta, Batam, serta Kalimantan. Untuk varian harganya ada yang Rp2 ribu yakni kemasan sachet dan kemasan ekonomis 65 gram seharga Rp20 ribu. Selain itu ada yang kemasan botol berukuran 345 gram dibandrol cukup dengan mahar Rp75 ribu.

Tak hanya berhenti di situ, Slamet juga berhasil mendaftarkan madu Takoma ke HKI (Hak Kekayaan Intelektual). Tentunya hal ini bertujuan untuk melindungi produknya dari klaim pihak yang tidak bertanggung jawab.

Dari pariwisata dan penjualan madu, dia berhasil mengumpulkan omzet rata-rata per bulan berkisar Rp23-30 juta.

Masuk Program BRILIAN Entrepreneur BRI

Berkembang menjadi pusat agrowisata madu membuat Slamet banyak dilirik oleh bebagai pihak, tak hanya pemerintah daerah maupun swasta, termasuk pihak perbankan, seperti BRI.

Pada 2022 lalu, penangkaran lebah madu Takoma masuk dalam radar program BRILIAN Entrepreneur dari BRI.

BRILIAN Enterpreneur merupakan rangkaian program yang dirancang khusus sebagai upaya mempertemukan UMKM di seluruh Indonesia dengan para buyer internasional. Hal ini diharapkan dapat mendorong peningkatan daya saing Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar dapat menembus pasar internasional dan menjadi momen kebangkitan UMKM Indonesia.

Manager Dept Ultra Micro, Social Entrepreneurship & Incubation RO Medan, Heri Hendri mengatakan, sejauh ini BRI RO Medan terus memberikan pembinaan terhadap kluster usaha penangkaran madu Takoma di Kabupaten Simalungun.

BRI kerap mengikutsertakan produk madu Takoma dalam berbagai kegiatan UMKM sekaligus aktif mensosialisasikan digitalisasi pemasaran produk untuk menambah segmen pasar. Acara terakhir yang diingatnya, saat mengikuti pameran produk UMKM pada perayaan HUT BUMN di Kota Pematangsiantar, 25 Februari 2023 lalu.

“Sebab saat ini perkembangan inovasi usaha harus terus di-update teknologinya, sehingga adanya peluang bisa ditampung terus. BRI melalui program yang ada terus mendukung kehadiran UMKM yang inovatif,” ujarnya.

Slamet juga bercerita sebagai pengguna fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI sebesar Rp30 juta. Dari permodalan yang baru lunas, dia mengaku cukup terbantu untuk mengembangkan usahanya.

Dia juga penerima bantuan dari Yayasan Baitul Mal BRI 2018. Saat itu Slamet mendapatkan dari jalur para pelaku entrepreneur. Dari acara yang diikutinya, badan ini menampung penyumbang harta kemudian dibagikan ke bidang pendidikan, entrepreneur, agama, dan lain sebagainya.

Disinggung modal laboratorium madu, dia mengaku mendapatkan fasilitas tersebut dari Kementerian Perindustrian RI melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Simalungun.

Digitalisasi Bawa Pengunjung Luar Daerah

Momentum era digitalisasi termaksimalkan oleh sosok entreprenuer bergelar sarjana ini. Slamet mampu meyakinkan pengurus melalui sambungan zoom meeting. Acara bertaraf nasional akan diadakan di penangkaran yang dikelolanya, tempatnya terpilih melalui suara terbanyak untuk menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional 2 Inspirator Lebah Madu Indonesia. Direncanakan acara akan digelar dalam waktu dekat ini, sembari mempersiapkan teknis acara.

Untuk fasilitas di cafe miliknya, sejak 2019 Slamet menyediakan layanan pembayaran QRIS (transaksi scan barcode) demi memudahkan dan memanjakan pengunjung. Selain itu dia juga aktif melihat transaksi usahanya melalui aplikasi BRImo di smartphone miliknya.

Selain itu, dia juga mengandalkan media sosial yang familiar disebut IG, FB, dan WA. Melalui 3 media sosial andalannya ini, dia memperoleh keuntungan dengan menerima orderan luar daerah.

“Teranyar saya sudah menerima pemesanan dari pengunjung asal Malaysia dan Thailand berjumlah 52 orang. September tahun ini mereka akan berkunjung ke agrowisata ini,” pungkas Slamet. (dat/saz)

Istimewa

Istimewa
BANTUAN: Agrowisata Madu Takoma juga mendapat bantuan dari Yayasan Baitul Mal BRI.

PTPN 2 Akui Jual Lahan Kebun Penara 41 Hektare

JELASKAN: Kepala Sub Bagian Hukum PTPN2 Lutfi Ahmad (tengah) didampingi Humas PTPN2 Rahmad (kanan) memberikan penjelasan kepada wartawan soal gambar peta Kabun Penara.batara/SUMUT POS.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – PT Perkebunan Nusantara (PTPN 2) mengakui telah menjual lahan seluas 41 hektare (ha) Kebun Penara yang terletak di Jalan Karantina Ikan, Desa Penara Kebun, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang. Hal itu disampaikan Kepala Sub Bagian Hukum PTPN2 Lutfi Ahmad didampingi Humas PTPN2 Rahmad saat dikonfirmasi Kamis (31/5).

Lebih jelas diterangkannya, lahan yang dijual merupakan Eks HGU.” Ada lahan seluas 41 hektare eks HGU yang dijual masa direkturnya periode sebelumnya. Pembelinnya DH Cs,” terang Lutfi.

Dijelaskanya, proses dilepaskan Eks HGU sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dilepaskan 41 hektaer, dan disamping lokasi yang dilepaskan itu masih ada lahan HGU aktif milik PTPN 2. Hal itu diperkuat dengan gambar peta yang diterbitkan oleh Gubernur Sumatera Utara dengan nomor 1.88.44/1108/KPTS /2022 tanggal 23 Desember 2022. Dipeta tersebut dinyatakan masih ada sebagian yang HGU aktif.

“Di sana masih ada tanaman kelapa sawit berusia 8 tahun,” jelasnya.

Namun, Lutfi tidak mengetahui bahwa di lapangan telah berdiri plang seakan akan lahan itu telah dibayar SPS ke PTPN2.

“ Sebagian lahan menurut gambar itu ada HGU aktif. Tapi kita belum dapat memastikan apakah lahan yang di kuasai DH ada mengambil lahan HGU PTPN2. Kalau ada. Tentu ini kesalahan dan PTPN2 sesuai ketentuan hukum akan mengambil tindakan tegas,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah pihak PTPN2 akan melaporkan pihak yang bersangkutan ke aparat hukum. Lutfi mengatakan pihaknya akan mendalami hal ini terlebih dahulu. Terkait ratusan tanaman kelapa sawit yang mereka tanam dimatikan penggarap. Lutfi prihatin dan berniat melakukan langkah hukum bila nantinya ternyata tanaman itu berada didalam lahan HGU aktif.

Sementara itu, kondisi dilapangan terlihat lahan HGU PTPN2 dipasang plang serta sudah dipagar penggarap dan tanaman kelapa sawit produktif berusia tanam 8-9 tahun diracun dan dibakar sampai mati. penggarap DH menguasai lahan HGU tersebut disinyalir karena merasa sudah membayar SPS pada PTPN2.

Terpisah, Ketua Penggiat Lembaga Anti Korupsi Deliserdang, Indra menyatakan pihaknya mensiyalir ada permainan mafia tanah diproses pelepasan 41 ha lahan Kabun Penara. Pasalnya, lokasi lahan itu sangat strategis karena sangat dekat dengan Bandara Kualanamu.”Lokasinya sangat persis dengan jalan masuk Bandara Kualanamu,” terangnya.

Ditambahkanya lagi, tidak ada dasarnya pimpinan PTPN2 menjual lahan milik negara. Sejatinya PTPN2 selaku menyewa lahan dari negara untuk diusahakan sebagai perkebunan sawit. Kalau HGU nya tidak aktif lagi atau habis seharusnya kembalikan ke negara dalam hal ini BPN.

“ Presiden Jokowi sudah memerintahkan memberantas para mafia tanah. Ini ada informasi dari masyarakat, untuk itu harus ada pengusutan dan penegakan hukum oleh Aparat terkait. Pasalnya ada dokumen yang diterbitkan Pemprov Sumut yang nyata menunjukkan bahwa lahan yang dipagar dan dipasang Plank oleh penggarap itu sudah membayar SPS dan hapus buku. Padahal lahan itu masih HGU PTPN2 aktif sesuai peta gambar diterbitkan oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi. Jadi pertanyaan dan diselidiki itu dasar apa PTPN2 menjual lahan itu pada penggarap dan menyebut kalau lahan itu Eks HGU,” ucap Indra.

Ditambahkannya, terkait dasar Eks HGU SK 42/HGU/BPN /2002 tanggal 29/11/2002 menyatakan ada lahan 41 hektar tidak diperpanjang ternyata di Kebun Penara juga tidak ada lahan eks HGU PTPN2, yang ada itu lahan milik Alfounsius Saragih seluas 41 hektar yang disebutkan Panitia B Plus karena lahan tersebut sudah dikelola oleh Alfounsius Saragih dkk sejak tahun 1978 hingga 1991 dan berada diluar HGU PTPN2 berbatas anak sungai.

“ Dari bukti dokumen yang ada pada Ahli Waris pemegang kuasa lahan Alfounsius Saragih, lahan mereka bersebelahan dengan kebun penara PTPN2 itu sudah jelas. Dasar putusan MA no 1405.K/Pdt/1997 tanggal 25/5/1999 yang menyatakan berdasarkan gambar situasi khusus no 34/04/IV/1992 telah dinyatakan bahwa areal 41 hektar itu lahan garapan masyarakat tidak termasuk dalam HGU PTPN2 tidak bisa dikatakan Eks HGU. Karena sebelumnya masyarakat diusir paksa pada tahun 1991 lahan alfounsius Saragih di tanami PTPN2 dengan pohon sawit dengan memasang plang HGU no 68 bodong untuk mengelabui dan hasilnya diduga masuk ke kantong pribadi oknum, atas hal ini setelah putusan pengadilan PTPN2 justru diperintahkan pengadilan untuk membayar ganti-rugi dan sejauh ini belum di laksanakan oleh PTPN2. Jadi terkait proses jual beli dan penerimaan SPS oleh PTPN2 dari penggarap Itu bagaimana bisa terjadi. Dasarnya apa, terus lahan eks HGU itu yang mana, ini tugas KPK mengusutnya, periksa itu yang meneken proses jual beli di Notaris, usut kemana aliran dana penjualan lahan itu,” tegas Indra.(btr/han)

Sistem Kesehatan Medan Disebut Satu yang Teratas di Indonesia

SOSIALISASI: Anggota DPRD Medan Fraksi Partai NasDem, Habiburrahman Sinuraya, saat menggelar Sosialisasi Produk Hukum Daerah Kota Medan No 4 Tahun 2012, tentang Sistem Kesehatan Kota Medan di Jalan Aswad, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Minggu (4/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sistem kesehatan di Kota Medan dinilai sebagai satu yang berperingkat teratas di Indonesia. Pasalnya, Kota Medan merupakan satu kabupaten kota di Indonesia yang sudah bisa menerapkan penggunaan e-KTP untuk berobat ke Puskesmas hingga rumah sakit-rumah sakit yang menjadi mitra BPJS Kesehatan.

Penilaian itu diungkapkan Anggota DPRD Medan Fraksi Partai NasDem, Habiburrahman Sinuraya, saat menggelar Sosialisasi Produk Hukum Daerah Kota Medan No 4 Tahun 2012, tentang Sistem Kesehatan Kota Medan di Jalan Aswad, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Minggu (4/6) sore.

“Hari ini dari beberapa kabupaten kota di Indonesia, sistem kesehatan Medan saat ini mungkin saya bisa katakan, jadi satu peringkat teratas. Kenapa? Karena cuma di Medan yang bisa berobat menggunakan e-KTP, selain di Jawa Tengah. Di Jawa Tengah, pun masih beberapa daerah yang bisa berobat dengan menggunakan e-KTP,” ungkap Habib.

Habib yang duduk sebagai Anggota Komisi 1 DPRD Medan itu, juga mengatakan, dapatnya warga Kota Medan berobat dengan menggunakan e-KTP, karena terwujudnya program UHC (Universal Coverage Health).

“Dengan adanya UHC ini, hari ini kita tidak perlu lagi takut BPJS Kesehatan kita tidak ada, nonaktif, menunggak iurannya, dan lain sebagainya. Sebab dengan adanya UHC, seluruh warga Medan tanpa terkecuali dapat berobat secara gratis hanya dengan membawa e-KTP, walaupun tidak punya BPJS Kesehatan, menunggak iuran, dan lain-lain,” tuturnya.

Dijelaskan Habib pada kegiatan yang turut dihadiri Kasi Pem Kecamatan Medan Johor Ilham, dan Kasi Pem Kelurahan Gedung Johor Liza tersebut, Perda tentang Sistem Kesehatan Kota Medan ini diterbitkan pada 2012. Di dalam Perda tersebut dijelaskan, Pemko Medan wajib menjamin kesehatan seluruh masyarakat Kota Medan.

“Alhamdulillah pada 2022 lalu, UHC sudah berlaku. Dengan begitu, setiap warga Medan telah dijamin kesehatannya oleh Pemko Medan. Artinya, kita butuh waktu 10 tahun untuk bisa merealisasikan isi Perda tersebut,” katanya.

Pada kesempatan itu, Habib menegaskan, DPRD Medan akan menambah anggaran APBD Kota Medan di bidang kesehatan pada tahun ini.

“Anggaran Pemko Medan tahun ini sekitar Rp7,4 triliun atau naik sekitar Rp900 miliar dari tahun lalu. Insya Allah anggaran untuk kesehatan akan kita tingkatkan agar kesehatan masyarakat Medan bisa lebih terjamin,” harapnya.

Seperti diketahui, sehari sebelumnya, Sabtu (3/6), Habib juga menggelar Sosialisasi Produk Hukum Daerah Kota Medan. Kegiatan tersebut digelar di Jalan Abadi, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Medan Sunggal. (map/saz)

Pancasila Anugrah Untuk Indonesia

KIBAR: Paskibraka Kabupaten Karo saat mengibarkan bendera pada upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2023 yang digelar di halaman kantor Bupati Karo, Kamis (1/6).

KARO, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Karo menggelar upacara bendera dalam rangka peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2023 yang digelar di halaman kantor Bupati Karo, Kamis (1/6).

Adapun tema Hari Lahir Pancasila 2023 adalah “Gotong Royong Membangun Peradaban dan Pertumbuhan Global”. Di samping itu, Hari Lahir Pancasila 2023 juga menggunakan tagline khusus untuk peringatan tahun ini. Tagline Harlah Pancasila 2023 adalah “Aktualisasi Pancasila, Energi Pertumbuhan Indonesia”.

Amanat Presiden RI yang pada Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2023 yang dibacakan Wakil Bupati Karo, Theopilus Ginting selaku Inspektur Upacara menyampaikan bahwa keberadaan pancasila merupakan anugerah dari Tuhan yang maha esa untuk bangsa Indonesia. Pengamalan nilai-nilai Pancasila merupakan perwujudan rasa cinta kepada tanah air sehingga dapat membangun bangsa dan negara yang lebih baik.

“Pancasila bukan hanya untuk dibaca dan didengar namun harus dipraktikkan dan diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga nilai-nilai Pancasila akan tertanam di dalam hati bangsa Indonesia,” ucap wakil bupati.

Diakhir amanatnya, Presiden RI, Joko Widodo mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama mengaktualisasikan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan keseharian dan dapat lebih meningkatkan kinerja, membuat prestasi, membuat terobosan, dan menumbuhkan pembaharuan di tahun 2023 dan di tahun-tahun yang akan datang.

Upacara bendera peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2023 juga digelar di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Karo. Upacara dipimpin langsung oleh Camat serta turut dihadiri oleh Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), seluruh perangkat Kecamatan dan perangkat desa. (deo)

Pemkab Simalungun Berupaya Datangkan Investor

HADIR : Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga saat menghadiri APKASI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) - Kadin Investment Forum Regional Sumatera Tahun 2023.

SUMUTPOS.CO – Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga bersama 121 Bupati se-Sumatera menghadiri APKASI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) – Kadin Investment Forum Regional Sumatera Tahun 2023 di Kota Batam, Kepulauan Riau, Jumat (2/6).

APKASI – Kadin Investment Forum Regional Sumatera bertujuan untuk mempromosikan setiap komoditi yang ada di Kabupaten masing-masing, dengan manfaat menciptakan atau menghadirkan investor dari negara Asia seperti Hongkong Shenzen, Taiwan, Korea, Malaysia dan Singapore.

Forum itu juga di hadiri secara langsung maupun melalui zoom meeting oleh para investor negara asia tersebut. Dalam kesempatan ini setiap kepala daerah diberi kesempatan untuk memaparkan berbagai peluang investasi kepada calon investor.

Dalam paparanya Bupati Simalungun menyampaikan bahwa Kabupaten Simalungun merupakan salah satu daerah terluas di Provinsi Sumatera Utara, dimana hampir 70 persen masyarakatnya bermata pencarian dari hasil pertanian.

Dijelaskannya, selama tahun 2020, Kabupaten Simalungun menghasilkan antara lain 336.332 ton padi, 234.977 ton jagung dan 213.319 ton ubi kayu yang menjadikan Kabupaten Simalungun sebagai penghasil padi, jagung, dan ubi kayu terbesar di Sumatra Utara.

Di samping itu, Bupati menyampaikan, produksi tanaman pangan lainnya juga cukup besar dari Kabupaten Simalngun ini, seperti kedelai, kacang tanah dan ubi jalar.

“Tanaman perkebunan rakyat yang memberikan kontribusi sebesar 25,4 persen terhadap PDRB (Produk Domenstik Regional Bruto) Simalungun antara lain karet, kelapa sawit, kopi, teh, aren, vanili, kelapa, cokelat, cengkih, kulit manis, kemiri, lada, dan pinang,” terang Bupati.

Selanjutnya, Bupati Simalungun menjelaskan, Kabupaten Simalungun juga memiliki 57 titik lokasi objek wisata, terdiri atas 30 lokasi wisata alam, 14 lokasi wisata agro, 4 lokasi wisata budaya, dan selebihnya adalah lokasi wisata rekreasi lainnya.

Lebih lanjut Bupati memaparkan, Kabupaten Simalungun adalah salah satu lokasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia yang dikenal dengan nama Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei.

“KEK ini difokuskan untuk industri kelapa sawit, dan disambungkan ke Pelabuhan Internasional Kuala Tanjung di Kabupaten Batu Bara,” kata Bupati sembari menjelaskan ada beberapa perusahaan yang ada di KEK ini antara lain PT Unilever Oleochemical, PT Industri Nabati Lestari, dan PT Aice Sumatra Industri.

“Ke depan kita juga akan membangun kawasan industri yang berlokasi di Kecamatan Tapian Dolok Kabupaten Simalungun, yang tentunya dalam hal ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun berupaya bagaimana investor dapat hadir di Simalungun yang memiliki begitu bayak potensi mulai dari pertanian, pariwisata dan sektor industri,” kata Bupati mengakhiri. (mag-7/ram)

Bupati Dairi Mutasi 72 Pejabat Eselon III, IV dan Kapus

LANTIK: Sekda Dairi, Budianta Pinem disaksikan pemuka agama mengambil sumpah janji jabatan sekaligus melantik puluhan pejab.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu, kembali melakukan mutasi terhadap puluhan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi.

Eddy KA Berutu mendelegasikan Sekretaris Daerah (Sekda), Budianta Pinem, untuk mengambil janji sumpah jabatan sekaligus melantik sebanyak 72 pejabat eselon III, Kepala Puskesmas, Lurah serta pejabat eselon IV di Gedung Balai Budaya Sidikalang, Rabu (31/5).

Adapun dari sekian pejabat yang dimutasi antaralain, Ripmo Padang diangkat menjadi Kepala Bagian (Kabag) Kesra. Sebelumnya, Ripmo Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata pada Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Olahraga.

Selanjutnya, Judit Napitu sebelumnya Kabid Sumber Daya Komunikasi Publik pada Dinas Komimfo Dairi, diangkat menjadi Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinanan Setda Dairi memggantikan, Nasib Berutu. Dan Nasib dimutasi ke posisi yang dijabat, Judit sebelumnya.

Adi Saputra Purba diangkat menjadi Kabid SMP pada Dinas Pendidikan. Adi sebelumnya, analisis keuangan pusat dan daerah pada bagian perencanaan keuangan Setda Dairi.

Lalu ada nama, Merlin Theresia Sitanggang diangkat menjadi Kabid Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal pada Disdik Dairi. Merlin sebelumnya sebagai analisis kebijakan pada Bagian Kesra Setda Dairi.

Bupati juga melakukan pergantian Kepala UPT Puskesmas. Eddy juga mengangkat, Simion Nahampun menjadi Lurah Parongil, Kecamatan Silima Pungga-Pungga.

Sekda Dairi, Budianta Pinem, membacakan sambutan Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu. Dalam sambutan itu, Eddy KA Berutu mengatakan, mutasi merupakan hal biasa dalam organisasi pemerintahan.

Mutasi diharapkan, bisa meningkatkan kinerja dan prestasi pejabat yang diangkat promosi. Untuk itu, bagi pejabat yang dilantik, agar terus meningkatkan kinerja untuk mewujudkan visi misi pemerintah daerah.

“Harus mampu membaca dan melaksanakan tugas diberikan pimpinan. Mengusai hal bersifat teknis. Pemkab Dairi membutuhkan ASN yang handal dan berkualitas untuk memberikan layanan maksimal kepada masyarakat,” ujarnya.

Struktur organisasi perangkat daerah (OPD) harus profesional dan punya kompetensi. Hendaknya, pejabat dilantik harus bertanggungjawab dan punya keseriusan dalam mepaksanakan pekerjaan.

“Segeralah berkordinasi dengan tempat baru dan menyesuaikan diri dengan beban kerja yang baru,” tambahnya.

Sementara itu, isu beredar, pada saat acara pelantikan berlangsung Wakil Bupati Dairi, Jimmy Andrea Lukita Sihombing berada di Dairi. Tapi, Bupati Dairi, Eddy KA Berutu, malah mendelegasikan Sekda untuk melantik sebanyak 72 pejabat dimaksud.

Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Dairi, Junihardi Siregar dikonfirmasi terkait pelantikan dilakukan Sekda, sementara Wabup ada di Dairi, mengatakan, hasil konfirmasi ke ajudan, Wabup sedang tugas luar katanya.

“Jadi karena Wabup diluar kota, jadi Bupati mendelegasikan Sekda melantik pejabat yang dimutasi dimaksud,” ujarnya. (rud/ram)

Diikuti 642 Peserta, Bimbel Adzkia Kedinasan Medan Gelar Try Out Rill CPNS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bimbel Adzkia Kedinasan Medan kembali menggelar try out rill CPNS 2023, Minggu (4/6). Kegiatan yang diikuti 642 peserta ini digelar di Aula Raja Inal Siregar, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan.

Para peserta tampak serius mengerjakan soal-soal tes CPNS yang diberikan panitia dalam waktu 60 menit. Sebelumnya, para peserta try out juga telah diberikan motivasi dan rahasia sukses untuk bisa lulus tes CPNS.

Tips dan trik lulus tes CPNS itu diberikan langsung oleh CEO Bimbel Adzkia Kedinasan Medan, Muhammad Ramli ST MSi. “Untuk bisa lulus tes CPNS, anda harus menjadi orang yang tidak biasa-biasa saja. Anda harus memiliki mental pemenang,” tegas Ramli.

Menurut Ramli, tidak ada kesuksesan tanpa pengorbanan, karena tidak ada yang instan untuk menjadi sukses. Ramli juga memotivasi peserta try out yang hadir dengan mengatakan, sudah ribuan siswa Bimbel Adzkia Kedinasan Medan yang lulus tes CPNS dan sekolah kedinasan. “Ini artinya, kalau mereka bisa, anda juga pasti bisa,” tegasnya lagi.

Diketahui, Adzkia Kedinasan Medan adalah lembaga bimbingan belajar yang khusus mempersiapkan anak-anak sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan warga sipil untuk lulus tes CPNS dan sekolah kedinasan seperti STAN, IPDN, STIS, AKMIL, AKPOL dan Bintara. Adzkia Kedinasan Medan sudah berdiri sejak tahun 2003 dengan alamat kantor pusat di Jalan Kangkung Nomor 24 AB, Medan. (adz)

KKHI Dampingi Jamaah Demensia, Mengamuk karena Ingin Tidur Ditemani Suami

DIRAWAT: Beberapa jemaah haji Indonesia dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, Arab Saudi.

SUMUTPOS.CO – Seorang jemaah lansia berinisial AN asal Grobogan, Jawa Tengah, mengamuk di kamar pemondokan pada Kamis (1/6) malam. Tepatnya beberapa jam setelah nenek 67 tahun itu tiba di pemondokan di Makkah. Ketika hendak tidur, AN tiba-tiba berteriak-teriak sambil meluapkan emosi.

Jamaah yang berada satu kamar dengannya kemudian melapor ke petugas haji. AN dibawa ke klinik untuk mendapatkan perawatan. Dia dievakuasi ke bangsal kejiwaan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah.

Pj ruang rawat inap psikiatri KKHI Makkah dr Erih Williasari D. SpKj menuturkan, berdasar observasi, diketahui AN mengamuk karena ingin tidur bersama suaminya. Keinginan itu tidak bisa direalisasikan karena aturan pemisahan perempuan dan laki-laki. “Pemicunya karena yang bersangkutan tidak nyaman tidak ditunggu suaminya,” katanya kemarin.

AN termasuk pasien demensia yang tidak tahu saat ini sedang di mana. Menurut dia, jamaah yang seperti itu hendaknya sering diberi gambaran terus tentang tahapan yang sedang dilakukan. “Misalnya, ibu sedang di sini, tidurnya sama ini, dan seterusnya,” imbuhnya.

Erih memastikan tindakan AN tidak sampai membahayakan diri sendiri maupun jamaah lain. Saat ini kondisi AN lebih baik daripada sebelumnya. Dia di ruang rawat inap psikiatri ditemani sang suami.

Sementara itu, 13 jamaah haji yang tiba di Makkah harus mendapat perawatan medis serius. Mereka rata-rata telah memiliki penyakit bawaan yang menjadi parah ketika tiba di Tanah Suci. Bahkan, satu jemaah sampai dirujuk ke rumah sakit setempat.

Kepala KKHI Makkah Edi Supriyatna mengatakan, 13 jamaah itu masuk klinik secara bertahap seiring dengan datangnya jemaah dari Madinah. Dari observasi diketahui, kebanyakan jemaah sakit karena penyakit yang sudah lama diderita di tanah air. “Menjadi aktif karena ada trigger-trigger di sini,” katanya.

Edi mencontohkan, suhu yang panas cukup memengaruhi kondisi jamaah. Jemaah yang tidak memperhatikan kebutuhan minum akan dehidrasi dan membuat kondisi drop. Ada juga yang tidak memperhatikan kebutuhan makan sehingga daya tahan tubuh menurun.

Ada satu jamaah yang harus dirujuk ke King Fahd Hospital Jeddah karena menderita sakit jantung akut. “Dari hasil observasi memang dibutuhkan penanganan lanjutan di rumah sakit,” jelasnya. Meski pasien di rumah sakit, tim medis dari KKHI selalu memantau perkembangannya.

Menurut dia, untuk menjaga kondisi, jamaah jangan sampai kekurangan air putih agar tidak dehidrasi. Selain itu, menambah snack makan antara jam makan pagi-siang dan jam makan siang-malam. “Saya heran, ada jemaah yang waktu pindah dari Madinah ke Makkah sedang berpuasa. Padahal, pindah itu kan butuh tenaga juga,” katanya.

Edi menambahkan, di KKHI Makkah terdapat 257 bed. Di dalamnya ada ruang rawat inap, IGD, ruang rawat inap psikiatri, dan ICU. Juga ada fasilitas laboratorium dan radiologi. Untuk kebutuhan obat, ada apotek dan perbekalan kesehatan.

Sementara itu, berdasar data sistem informasi dan komputerisasi haji terpadu (siskohat), hingga 3 Juni 2023 pukul 24.00 WIB, jamaah dan petugas haji Indonesia yang tiba di Madinah berjumlah 60.149 orang atau 156 kloter.

Jamaah haji yang wafat bertambah dua orang. Yakni, Tasmi binti Kasan Mukrim (kloter SOC 015) dan Neneng binti Gatot Sumantajaya (kloter JKG 07). “Sehingga sampai saat ini jumlah yang wafat sepuluh orang,” kata Juru Bicara Kementerian Agama Anna Hasbie di Jakarta kemarin. (*)