30 C
Medan
Friday, April 17, 2026
Home Blog Page 14447

Pulanglah Nak…

Sejak 25 Juni 2011 lalu, Limsar Simbolon (16), pergi meninggalkan rumah. Hingga kini sang ibu tidak mengetahui dimana keberadaan putra tercintanya ini “Kami sangat merindukan dan sangat mengkhawatirkan keadaannya,” ujar Br Hombing ibunda Limsar saat ke redaksi Sumut Pos, Jumat (25/11).

Disebutkan Br Hombing yang sehari-hari berdagang buah di Pasar Simpang Limun Medan ini, sejak meninggalkan rumah, Limsar tidak pernah memberi kabar. Dugaan Br Hombing, Limsar yang baru saja tamat SMP saat itu sengaja meninggalkan rumah karena sebelumnya sempat kena marah oleh sang ayah.

Beberapa informasi yang diterimanya menyebutkan, kalau Limsar ikut anak-anak jalanan menjadi pengemis.  “Tapi sudah saya cari ke beberapa tempat mangkal anak jalanan seperti di persimpangan lampu merah, bahkan sampai ke Belawan tetapi tidak ketemu. Ada juga yang menginformasikan anak saya saat ini jadi pengemis di Dumai,” ujar Br Hombing.

Karenanya, Br Hombing berharap, bagi yang mengetahui keberadaan Limsar segera menghubunginya di alamat Jalan Garu I Gang Durian II Nomor 4, Simpang Limun Medan. Atau telepon 082161737583. “Mungkin dia takut untuk pulang. Pulanglah Nak, mamak sama bapak tidak akan marah. Kakak dan adik-adikmu juga sudah sangat rindu,” lirihnya.(sih)

Curi Beras Demi Keluarga

Tak punya uang untuk membeli beras, Zulfahmi Ginting, warga Jalan Rumah Sakit Kusta, Kelurahan Sicanang, Medan Belawan, nekat mencuri beras di toko sembako di Jalan Kapten Muslim, Medan Helvetia. Akibatnya, kini dia duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Medan dan dituntut 1 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Ceritanya, pada 4 Agustus lalu, Zulfhami mendatangin toko sembako di Jalan Kapten Muslim berpura membeli susu dan rokok sehingga Fenny, penjaga toko tak curiga.
Di saat Fenny sibuk mengambil barang yang dipesan itu, lelaki yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek ini langsung mengambil satu goni beras berukuran 10 kg dan membawanya kabur.

Fenny yang mengetahui aksi Zulfahmi, langsung memberitahukan kepada ayahnya, Suparno. Saat ditangkap, Zulfahmi berkilah kalah beras tersebut dibelinya dari toko yang ada di depan toko tersebut. Tak mau terima mentah-mentah jawaban Zulfhami, Suparno langsung mengkroscek ke pemilik toko yang ada di depan. Ternyata pemilik toko itu membantah penjelasan Zulfahmi.

Usai pembacaan tuntutan, terdakwa hanya memohon keringanan kepada hakim. Sebab, dia mengaku terpaksa mencuri 10 kg beras itu lantaran tak punya uang dan beras itu untuk makan bersama nenek dan orangtuanya. “Waktu itu saya hanya mengantongi uang Rp25 ribu,” ucapnya.

Selain itu, Zulfahmi juga mengaku sudah lama tak bekerja sebagai penarik ojek, karena sepeda motornya telah dicuri orang. Atas perbuatanya tersebut ia ditahan di Rutan Tanjung Gusta Medan dan telah menjalani kurungan 4 bulan.(mag-2/smg)

Disdik Dituntut Sejahterakan Guru

MEDAN- Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof Ibnu Hajar Damanik berharap Dinas Pendidikan di setiap daerah di Sumatera Utara mampu membenahi dan menyempurnakan manajemen kepada para guru. Hal tersebut dilakukan demi menghasilkan dan memaksimalkan sumber daya manusia yang telah dimiliki guru.

Demikian disampaikan Prof Ibnu Hajar Damanik ketika ditanyai mengenai pandangan dalam pelaksanaan hari guru ke 66 yang jatuh pada Jumat (25/11).

“Jika ini terealisasi, para guru bisa semakin dihargai di mata masyarakat dan tentunya pahlawan tanpa tanda jasa ini bertambah kreatif menyampaikan banyak ilmunya kepada peserta didiknya,” sebutnya Dia juga mengatakan, peran dinas pendidikan yang berfungsi sebagai pemegang manajemen guru harus bisa meningkatkan profesionalismenya. Menurutnya, salah satu cara memberikan hak guru melalui bantuan yang disampaikan oleh program pemerintah.

“Baik itu dana BOS, dana sertifikasi dan lainnya. Sehingga para guru mampu menjalankan kewajibannya selaku pendidik tanpa memikirkan dan mempertanyakan mengenai haknya yang belum didapatkannya,” katanya.

Dinas Pendidikan, lanjutnya, harus menjalankan fungsi dan perannya dengan sempurna, dan semuanya dilakukan demi mewujudkan peningkatan mutu pendidikan yang melibatkan para guru.

Ibnu menegaskan, seriusnya progam pemerintah untuk memajukan kualitas pendidikan di Indonesia kiranya dapat berhasil kalau didukung oleh memantapan oleh Dinas Pendidikan. Di samping itu juga, para guru dituntut terus bisa menjadi teladan yang baik bagi peserta didiknya.

Karena sejauh ini menurutnya, banyak orangtua murid yang memuji kinerja guru yang memberikan pendidikan kepada anaknya. Artinya, perlahan tapi pasti para orangtua menggantungkan harapan yang besar di tangan para guru.

Maka dari itu, yang menjadi hak guru kiranya tidak dipersulit dalam penyaluran oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/kota di Sumut.

Sementara itu pengamat Psikologi Sosial Unimed DR Rajab Lubis menyebutkan, kini profesionalisme guru terus dibentuk oleh pribadi sang guru. Meskipun masih dalam pengupayaan belum maksimal namun hal ini menunjukkan etikat baik dari perubahan wajah pendidikan Indonesia khususnya di Sumatera Utara.

“Hal ini jelas terlihat semenjak adanya regulasi sertifikasi para guru. Oleh karenanya banyak guru yang pintar dan berusaha menunjukkan standarisasi dari pekerjaannya sebagai tenaga pendidik yang menjadi teladan siswa-siswanya. Kemudian guru juga dituntut bisa menghargai dirinya selaku guru,” ungkap Rajab. (uma)

4.500 Warga Disidang di PN Medan

Hasil Operasi Tertib Lalulintas

MEDAN- Sebanyak 4.500 warga yang kena tilang oleh Tim Gabungan Polresta Medan, Dishub Medan, Satpol PP dan TNI, mulai menjalani sidang di Ruang Chandra I dan II lantai dua gedung Pengadilan Negeri Medan, Jumat (25/11). Sidang tersebut dipimpin dua hakim yakni Jonny Sitohang dan Suhartanto.

Masyarakat yang menjalani sidang kebanyakan pengendara sepeda motor yang melakukan pelanggaran lalulintas karena tidak menyalakan lampu utama kendaraan pada siang hari. Sedangkan denda tilang berpariatif, mulai Rp20 ribu hingga Rp100 ribu.

“Ya, denda tilang berpariatif, melihat pasal dan pelanggaran yang dilakukan si pengendara sepeda motor,” kata Humas Pengadilan Negeri Medann Achmad Guntur kepada wartawan, Jumat (25/11).
Guntur mengatakan, masyarakat yang mengikuti proses persidangan tilang tidak boleh diwakilkan. “Pengambilan tilang tidak boleh diwakilkan oleh orang lain. Si pengendara yang kena tilang itu sendiri yang mengikuti proses persidangan,” ujarnya.

Sementara itu, Bayu Subronto, mahasiswa Panca Budi Medan Fakultas Hukum yang ikut menjalani sidang mengaku kecewa dengan sikap aparat kepolisian yang melakukan tilang. Menurutnya, aparat kepolisian dinilai belum melakukan sosialisasi terhadap para pengendara sepeda motor di Kota Medan.

“Buktinya, kebanyakan yang kena tilang karena tak menyalakan lampu pada siang hari. Berarti, selama ini petugas kepolisian kurang melakukan sosialisasi terhadap masyarakat. Masyarakat hanya diimbu menyalakan lampu, namun lampu apa yang dinyalakan kita tidak tahu. Sementara itu, polisi yang melakukan penilangan juga tidak pernah menunjukan surat tugas dalam melakukan razia,” tegas Bayu.

Menurutnya, tindakan kepolisian yang tak menunjukkan surat tugas dalam menggelar razia, telah melanggar Peraturan Pemerintah (PP) tahun 1992 yang isinya, apabila seorang petugas kepolisian menggelar razia, harus ada menunjukan surat tugas dari pimpinan, agar jelas razia ataupun sosialisasi yang dilakukan.

“Mereka yang menggelar razia, baik secara kelompok ataupun individu tidak dapat menunjukan surat tugas dari pimpinannya. Saya juga tidak tahu atas dasar kesalahan apa saya ditilang, karena saya menghidupkan lampu saat ditilang,” ujarnya kesal.(rud)

Raksasa Pantang Ternoda

Getafe v Barcelona

MADRID-  Barcelona masih belum terkalahkan hingga jornada ke-12 Liga Primera. Barca-julukan Barcelona kemungkinan masih belum terbendung saat mereka berlaga di pekan ke-13 dini hari nanti WIB. Ini lantaran Barca hanya akan menghadapi Getafe di Coliseum Alfonso Perez (tayangan langsung TV One pukul 04.00 WIB).

Ada sejumlah fakta yang membuat Getafe sulit menjadi tim pertama yang bisa menaklukkan Barca.  Yakni, buruknya kinerja tim asuhan  Luiz Garcia Plaza tersebut.  Getafe baru meraih tiga kemenangan dalam 15 laga terakhir.  Di ajang Liga Primera, Getafe baru meraup 10 poin. Ini membuat Getafe tercatat sebagai klub dari kota Madrid yang menorehkan start terburuk di Liga Primera.

Kans untuk menodai catatan tak pernah kalah tim tamu makin berat lantaran mereka tak bisa menurunkan Pedro Leon.  Gelandang pinjaman dari Real Madrid itu mengalami cedera lutut serius. Sektor tengah makin keropos menyusul absennya Abdel Barrada yang terkena skors.  Meski demikian, bomber Getafe Nicolas Ladislao Fedor Flores atau yang akrab disapa Miku tetap optimistis dengan peluang timnya.

“Tentu, Anda harus respeks pada rival sekelas Barcelona.  Mereka punya banyak pemain berkualitas dan telah memenangkan banyak trofi,” papar Miku kepada Reuters.
“Namun, satu tim bisa mengalahkan tim lain. Tak ada tim yang tak terkalahkan.  Keberuntungan adalah yang paling fundamental,” ujar pemain timnas Venezuela itu.

Faktor kelelahan pemain Barca juga menjadi handicap yang bakal dimanfaatkan kubu Getafe.  Rabu lalu (23/11), Barca baru saja melawat ke San Siro melakoni partai krusial melawan AC Milan di ajang Liga Champions. Meski berhasil meraih kemenangan 3-2, Josep Guardiola selaku entrenador mengakui kalau timnya harus mengerahkan segenap energi untuk menaklukkan jawara Serie A musim lalu tersebut.

“Saya tidak ingin bertemu Milan lagi, karena mereka sekarang memang lebih baik.  Menurutku, sepak bola Italia punya kelas yang tinggi,” papar Guardiola.  (ham/bas/jpnn)

Tak Senang, Silakan Out

Pelatih Liverpool, Kenny Dalglish, tak mau mempertahankan pemain yang sudah tak senang lagi di timnya. Bagi mereka yang tak terima dicadangkan, King Kenny membuka pintu keluar dari Anfield.
Kebijakan rotasi yang diterapkan oleh Dalglish membuat sejumlah pemain bintang The Reds tak selalu jadi starter. Bahkan, pemain-pemain mahal seperti Andy Carroll, Stewart Downing, dan Jordan Henderson pun seringkali memulai pertandingan dari bangku cadangan.

Dalglish menyadari betul bahwa tak semua pemain bisa menerima kebijakan rotasi. Pria asal Skotlandia ini pun sudah siap untuk melepas pemain-pemain yang keberatan dengan hal tersebut demi menjaga keseimbangan tim.
“Kekuatan skuad selalu terletak pada mereka yang tidak bermain. Dari situlah Anda mendapatkan sukses,” ungkap Dalglish di Soccernet.

“Memang sulit bagi mereka yang tak bermain. Sulit menjaga mereka tetap termotivasi dan berkembang,” sambungnya. “Jadi, kalau mereka datang dengan sikap baik dan tidak bersungut-sungut saat pergi, itu akan sangat membantu buat semua orang. Kalau mereka tak berkomitmen untuk bermain, itu tak akan jadi masalah saya, tapi  masalah mereka.” pungkasnya.  (net/jpnn)

Demba Ba tak Yakin Empat Besar

STRIKER Newcastle United yang telah mencetak delapan gol dari sebelas penampilannya, Demba Ba mengatakan bahwa sangat kecil peluang timnya mampu menerobos kelompok empat besar Liga Primer musim ini.

Saat ini The Magpies (julukan Newcastle United) menempati posisi keempat pada klasemen sementara. Dari 12 pertandingan yang telah dilakoni tim besutan Alan Pardew itu hanya sekali mengalami kekalahan, yakni saat takluk 1-3 atas Manchester City, akhir pekan lalu.

“Saya pikir banyak orang yang terkejut dengan hasil yang kami capai. Pasalnya, materi pemain yang kami miliki bukanlah pemain bintang seperti yang dimiliki  tim-tim besar,” bilang Demba Ba.

“Tapi perlu mereka pahami jika tim ini selalu ingin meraih hasil maksimal,” tambahnya lagi.
“Saya pikir itu akan sulit lolos ke Liga Champions, karena tim lain memiliki persiapan dan uang yang cukup baik untuk mendatangkan pemain berkualitas. Ini yang tak kami miliki agar bisa sampai ke sana (lolos ke Liga Champions),” tandas Ba. (jun)

Lagi, Wali Kota Didesak Copot Hasan Basri

MEDAN- Belum dicopotnya Hasan Basri dari Kadis Pendidikan Kota Medan mengundang reaksi dari masyarakat. Seperti yang disuarakan Ketua Ansor Kota Medan Ibnu Hajar terkait kebijakan Wali Kota Medan Rahudman Harahap yang masih mempertahankan Hasan Basri sebagai Kadis Pendidikan Kota Medan.

Menurut Ibnu, cukup banyak kasus yang diduga melibatkan Kadis Pendidikan Kota Medan Hasan Basri, mulai dari kasus dugaan korupsi hingga menyalahi petunjuk teknis (Juknis) Penerimaan Siswa Baru (PSB) 2011 yang melahirkan kelas tambahan atau kelas gelap di sekolah-sekolah negeri favorit.

Menurut Ibnu, adanya rekomendasi pencopotan Kadisdik Medan olehn Komisi B membuktikan kalau Hasan Basri memang sudah layak dicopot dari jabatannya. “Padahal sudah ada rekomendasi dari Komisi B DPRD Medan terhadap pencopotan Kadisdik Medan Hasan Basri yang jelas-jelas telah menyalahi Juknis PSB 2011. Wali Kota harus segera mencopotnya,” katanya Ibnu yang mengaku tidak mempunyai kepentingan atas pencopotan Hasan Basri ini.

Sementara Ketua Komisi B DPRD Medan Roma P Simaremare menegaskan, pihaknya telah menyerahkan semuanya kepada Ketua DPRD Medan agar rekomendasi pencopotan Kadisdik Medan segera disampaikan kepada Wali Kota Medan. “Kami hanya meminta rekomendasi pencopotan tersebut segera dilaksanakan Wali Kota. Semuanya kami serahkan kepada Ketua DPRD Medan untuk mendesak Wali Kota Medan,” ujarnya.

Sementara menurut seorang staf Sekwan yang meminta namanya tidak disebutkan mengatakan, setalah rapat pimpinan bersama ketua Fraksi dan Komisi B sebelum Rapat Pariupurna Pansus PSB digelar, Kamis (17/11) lalu, rekomendasi Komisi B tersebut sudah diberikan kepada Wali Kota Medan Rahudman Harahap, Selasa (15/11) lalu. “Sebelum rapat paripurna pembentukan Pansus PSB sudah diserahkan ke Wali Kota Medan. Kemudian dari hasil rapat pimpinan, diputuskan untuk menunggu kebijakan dari wali kota atas rekomendasi itu,” katanya di Gedung Dewan.

Sementara Fraksi PKS DPRD Medan mengaku akan terus berjuang agar Pansus PSB 2011 terbentuk, sehingga proses pendidikan ke depan menjadi lebih baik. “Munculnya usulan pembentukan Pansus PSB itu, karena adanya ditemukan ‘kelas siluman’ dalam PSB 2011 di sejumlah sekolah favorit tingkat SMP dan SMA di Kota Medan.

Bahkan Komisi B yang membidangi pendidikan dalam sidak ke sejumlah sekolah juga menemukan adanya ‘kelas siluman’ itu. Bahkan, kepala sekolah ada yang mengakui menambah kelas,” kata Sekretaris FPKS DPRD Medan Juliandi Siregar.
Menurutnya, FPKS mengusulkan agar Pansus PSB dibentuk, demi menguak fakta yang sebenarnya dalam PSB itu.

Sementara, Ketua DPRD Medan Amiruddin yang dikonfirmasi wartawan koran ini menjelaskan, rekomendasi Komisi B terkait pencopotan tersebut sudah diserahkan dan sampai saat ini masih menunggu kebijakan dari wali kota.(adl)

Angkutan Plat Hitam Masih Beroperasi

MEDAN- Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Medan dan Keluarga Besar Pengemudi dan Pemilik Kendaraan (Kesper) Medan meminta tim gabungan lebih jeli dalam menertibkan pool atau loket angkutan yang menyalahi SK Wali Kota Nomor 551.21/059/2008. Dimana, angkutan plat hitam yang sudah merugikan angkutan resmi sampai saat ini masih terus beroperasi dengan cara lain.

“Penertiban yang dilakukan tim gabungan harus lebih jeli lagi. Karena, plat hitam yangn sering mangkal di pool dan agen liar masih terus beroperasi,” kata Ketua DPC Organda Kota Medan Drs Mont Gomery Munthe kepada wartawan, Jumat (25/11) siang.

Dijelaskannya, cara yang dilakukan pemilik angkutan plat hitam dengan melakukan mengangkut penumpang di luar dari Terminal Amplas dan lokasi yang sudah ditentukan. “Karena, penertiban hanya dilakukan di Kota Medan saja, tidak sampai ke luar daerah. Para pemilik angkutan plat hitam sudah mengatur strategi dengan mengangkut penumpang di tempat tertentu dan bisa saja langsung mengantar alamat langsung sampai tujuan,” jelasnya.

Untuk itu, lanjutnya, tim penertiban jangan merasa puas dengan penertiban yang sudah berjalan ini. Pasalnya, sampai saat ini di kawasa Jalan SM Raja para pemilik loket dan angkutan liar masih membuka usahanya. “Karena dari hasil pantauan tidak ada lagi angkutan plat hitam di lokasi usahanya. Jadi tim penertiban jangan merasa puas dengan merubuhkan seluruh plang yang menyalahi aturan. Penertiban harus bisa memberikan tindakan sampai angkutan liar harus benar-benar tutup,” bebernya.

Menaggapi hal ini, Kanit Dikyasa Satlantas Medan Rosmawati mengatakan, pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin. “Kita telah berupaya melakukan hal yang terbaik,” kata Rosmawati.
Rosmawati juga menjelaskan kalau kemarin, pihaknya tetap melakukan penertiban loket bus yang melanggar izin dan menjadikan loket sebagai tempat pengangkutan dan penurunan penumpang (pool bus liar), di kawasan Jalan Letda Sujono.

Ada sepuluh loket bus yang melanggar izin di Jalan Letda Sujono yakni loket bus CV Satu Nusa, CV Domestik Mandiri, CV Sinar Sakti, CV Madina Sakti, Cv Mahaesa Travel, CV PMP, CV Citra Taksi, CV Domestik Gold Transport, CV Audiatur dan CV Madina Travel. “Dari penertiban ini kita tak menemukan armadanya di loket tapi kita tetap menurunkan plang usahanya,” tegas Rosmawati.(adl)

Kejar Poin

Man United vs Newcastle

MANCHESTER-Juara bertahan English Premier League Manchester United, yang kini tertinggal lima poin dari pemuncak klasemen Manchester City, terus berjuang untuk mempersempit jarak, bahkan kalau mungkin menyalip seterunya itu dalam tiga pekan ke depan.

Pasalnya, pada tiga pertandingan ke depan sang juara bertahan hanya menghadapi tim-tim yang di atas kertas dapat dikalahkan, seperti Newcastle (Kandang, 26/11), Aston Villa (Tandang, 3/12) dan Wolverhamton (Kandang, 10/12).

Sementara itu sang pemuncak klasemen bakal menghadapi Liverpool (27/11), Norwich (3/12) dan Chelsea (10/12), yang secara historis justru memiliki tradisi kemenangan yang sangat kental atas mereka.

Artinya, jika The Citizens kehilangan dua laga pada tiga pertandingan ke depan, hampir bisa dipastikan jika puncak klasemen bakal dirampas Manchester United, yang sejauh ini tertinggal lima poin atas City.

Atas dasar inilah winger Manchester United asal Portugal Nani mengaku optimis meraih poin sempurna saat menjamu Newcastle United, malam ini (26/11) di Stadion Old Trafford.
Ya, menatap laga ini Sir Alex Ferguson, tactician Manchester United bakal kehilang sejumlah pemain pilar seperti Wayne Rooney, Michael Owen, Tom Cleverley dan Danny Welbeck.

“Kami kehilangan beberapa pemain setiap pertandingan, yang tidak baik bagi tim mana pun. Tapi kami akan baik-baik saja di pertandingan selanjutnya dan para pemain akan kembali,” ujar pemain asal Portugal ini seperti dilansir oleh Mirror Football.

“Kami harus siap untuk kembali ke jalur kemenangan melawan Newcastle. Kami mengharapkan pertandingan yang bagus dan kami harus menunjukkan bahwa kami ingin lebih baik dari mereka dengan bekerja lebih keras,” tambahnya.

Tak hanya kembali meraih kemenangan, Nani juga ingin melanjutkan catatan apik yang diraih The Red Devils di Liga Primer. Di tiga laga terakhirnya, pasukan Sir Alex Ferguson itu mampu memenangi ketiganya dan menjaga gawang mereka dari kebobolan.

Sementara itu di tempat terpisah pelatih Newcastle United Alan Pardew mengatakan bahwa menghadapi anak asuh Fergie di Old Traffird bukan pekerjaan yang mudah untuk dilakukan.
Tak ayal, kekalahan kedua membayangi kubu The Magpies, yang pada akhir pekan lalu mengalami kekalahan pertama di ajang Liga Inggris atas Manchester City.

“Saya tahu dia akan bangkit dari hasil imbang (bermain imbang 2-2 dengan Benfica) di hari Rabu. Jadi, sialnya, kami berada di sisi negatif dari sudut pandang Manchester United. Jadi, ini akan menjadi pertandingan yang berat bagi kami,” ucapnya di Daily Mail.

“Jika Anda datang ke Old Trafford dan melawan sederetan pemain berkualitas yang mereka miliki dan atmosfer yang diciptakan, tentu saja itu akan menyulitkan Anda,” tukasnya.

Kali terakhir bertandang ke Old Trafford, yakni pada Agustus 2010, The Magpies  ditaklukkan 0-3. Namun, pada pertemuan sebelum itu, yakni pada Agustus 2008, Newcastle sukses menahan imbang United dengan skor  1-1.

Jadi, meski kecil namun The Magpies masih memiliki peluang untuk mempermalukan tuan rumah, seperti yang mereka lakukan 39 tahun silam, saat mengalahkan The Red Devils dengan skor 2-0 di Stadion Old Trafford. (jun)