30 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 14533

Tuntaskan Insentif Guru

081260010xxx

Pak Gatot Yth, kapan guru-guru ini menerima insentif dari Bapak mengingat sebentar lagi hari guru. Tolonglah dicairkan, pinomat sebagai kado.

Cek Nomor Rekening
Untuk penyaluran dana insentif guru disalurkan langsung melalui rekening guru yang bersangkutan sesuai data yang kita miliki. Tidak lagi melalui kabupaten/kota seperti sebelumnya mengingat adanya pemotongan dana insentif. Untuk itu harap diperiksa kembali nomor rekeningnya. Terimakasih.

Syaiful Safri
Kadis Pendidikan Sumut

Jangan Lupa Jasa Guru

Kalau kita tidak lagi bisa menghargai jasa-jasa guru, bersiaplah menunggu kehancuran daerah ini. Untuk itu kiranya Pemprovsu di bawah pimpinan Gatot Pujo Nugroho sebagai Plt Gubsu agar konsern memperjuangkan kesejahteraan guru. Terlebih sebentar lagi peringatan hari guru. Akan menjadi sebuah ironi bila para guru memperingatinya dengan ketidakpastian mengenai insentif yang dijanjikan. Hendaknya juga para guru tidak lantas melupakan perannya sebagai pencerah. Sembari menunggu insentif masuk ke rekeningnya masing-masing.

Isma Fadly Pulungan
Sekretaris Komisi A DPRD Sumut

Wadah Alumni SMAN 8 Majukan Ekonomi, Pendidikan dan Kesos

Peresmian Sekretariat Yayasan Cikal Mapan Abadi

Sekretariat Yayasan Cikal Mapan Abadi yang mewadahi alumni SMAN 8 Medan di Jalan Pimpinan, Kecamatan Medan Perjuangan diresmikan penggunaannya, Selasa (8/11).

PERESMIAN dilakukan Wali Kota Medan diwakili Camat Medan Perjuangan, Rakhmat disaksikan Kepala SMAN 8 Medan Sudirman, Ketua Ikatan Alumni SMAN 8 Medan yang juga Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut Ir H Riadil Akhir Lubis MSi, Kepala SMAN 8 Medan Sudirman, perwakilan Dinas Pendidikan Sumut dan Dinas Kesejahteraan Sosial (Kesos) Sumut.

Turut hadir Ketua STM Ikatan Alumni SMAN 8 Medan Redwin, Ketua Yayasan Cikal Mapan Abadi Hj Riana Barus, Pembina Yayasan Cikal Mapan Abadi OK Saidin, Ketua ICMI Kota Medan yang juga alumni SMAN 8 Medan Indra Sakti Harahap ST MSi, Ketua Panitia Azhar Tanjung dan para undangan.

Ketua Ikatan Alumni SMAN 8 Medan Ir H Riadil Akhir Lubis MSi mengemukakan, Yayasan Cikal Mapan Abadi dapat mempererat hubungan silaturahmi alumni SMAN 8 Medan dengan civitas SMAN 8 Medan dan masyarakat. ‘’Yayasan ini akan melibatkan alumni SMAN 8 Medan pada semua angkatan. Yayasan ini merupakan bentukan alumni SMAN 8 Medan dengan misi terutama pada bidang kemanusiaan, sosial, agama dan pendidikan,’’ katanya.
Riadil berharap lembaga ini dapat berkiprah memajukan ekonomi, pendidikan dan kesejahteraan sosial masyarakat termasuk para alumni SMAN 8 Medan. ‘’Wadah ini diharapkan berperan memajukan abang dan adik-adik alumni SMAN 8 Medan melalui sejumlah kreativitas yang dikembangkan,’’ ungkapnya.

Upaya pengembangan Yayasan Cikal Mapan Abadi yang dibentuk tahun 2008 ini, lanjut dia, sebagai bagian mengembangkan keberadaan SMAN 8 Medan di tengah-tengah masyarakat. Selain itu, Ikatan Alumni SMAN 8 Medan yang akan menggelar reuni akbar se-Jabotabek pada 19 November 2011 di kawasan Puncak akan mendirikan lembaga pendidikan yang mampu memberi manfaat bagi masyarakat.

Ia juga mengatakan, pihaknya telah membentuk koperasi dan pertokoan sebagai usaha produktif. Demikian pula dengan menjalin silaturahmi dengan beberapa kali menggelar buka puasa bersama para alumni dan kegiatan penyembelihan hewan kurban yang melibatkan masyarakat.

Pembina Yayasan Cikal Mapan Abadi OK Saidin mengatakan, yayasan ini didirikan 25 orang pendiri yang bertujuan mempercepat pembangunan Sumut yang berbasis pada masyarakat. Sedangkan misi yang diemban menjalin persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang makmur, adil dan sejahtera.

Ketua Yayasan Cikal Mapan Abadi yang juga Staf Ahli Bupati Batubara, Hj Riana Barus berharap dukungan para alumni sehingga ke depan organisasi dapat terus berkembang. ‘’Jangan hanya diawal saja kita memberikan dukungan.
Dukungan senada diutarakan Kepala SMAN 8 Medan Sudirman. Ia mengatakan, keberadaan alumni SMAN 8 Medan dipimpin Ir H Riadil Akhir Lubis MSi berperan luar biasa dalam pengembangan pendidikan di Medan. ‘’Alumni mampu merakyat dan duduk bersama dengan semua elemen. Terus berperan dalam bidang sosial, pendidikan agama dan mendirikan sekolah,’’ jelasnya.

Menanggapi semua harapan ini, Wali Kota Medan melalui Camat Medan Perjuangan, Rakhmat berjanji Pemko Medan akan memberikan dukungan terhadap kiprah alumni dalam memajukan Kota Medan. ‘’Kita siap bekerja sama dengan para alumni SMAN 8 Medan dan Yayasan Cikal Mapan Abadi,’’ janjinya. (*)

Rahmat Shah Rintis Perpustakaan Mini untuk Kaukus Fraksi ‘D’

MEDAN – Salah satu agenda kegiatan reses anggota DPD RI daerah pemilihan Sumatera Utara DR H. Rahmat Shah adalah menerima kunjungan silaturahim para aktivis Sumatera Utara yang terhimpun dalam Kaukus Fraksi ‘D’, Kamis, (03/11) di Rahmat International Wildlife Museum &  Gallery, Medan.

Acara pertemuan ini sekaligus dirangkaikan dengan kegiatan penyerahan hadiah kepada para pemenang pertandingan catur dan tenis meja dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Panitia Pelaksana Kaukus Fraksi ‘D’ baru-baru ini. Perlombaan dua cabang olah raga tersebut diadakan dalam rangka memeriahkan ulang tahun DR. H. Rahmat Shah pada 23 Oktober 2011 lalu.

Terkait dengan digelarnya perlombaan catur dan tenis meja, Rahmat mengaku bahwa sportifitas merupakan barang langka bagi masyarakat Indonesia saat ini. Nilai-nilai sportifitas yang nyaris hilang dan menjadi barang langka kini, bukan saja pada even pertandingan olah raga, akan tetapi kita kehilangan nilai-nilai sportifitas dalam setiap sisi kehidupan, termasuk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Padahal negara tidak akan bisa berjalan bila dibangun di atas dasar iri, syirik, dengki, fitnah dan dendam. Oleh karenanya, negara ini masih sangat membutuhkan para pemimpin yang bermental sportif dan siap terlibat dan berjuang untuk negara dengan dasar panggilan hati dan nurani,” ujarnya.

Rahmat yang mengenal komunitas Fraksi ‘D’ sebagai kelompok aktivis yang konsisten memperjuangkan nilai-nilai anti korupsi merasa terpanggil untuk ikut mendukung dan memberi kontribusi bagi pergerakan para aktivis seperti ini. Salah satu bentuk dukungan yang diberikan Rahmat adalah merintis Perpustakaan Mini bagi Kaukus Fraksi ‘D’ yang direalisasikan dengan bantuan dana untuk membeli buku-buku yang diperlukan. Dana yang diberikan seusai pertemuan, langsung dibelanjakan untuk membeli buku-buku yang dibutuhkan di lokasi pameran buku Kompas-Gramedia Book Fair yang sedang berlangsung di hotel tiara Medan, sebagaimana direkomendasikan sendiri oleh Rahmat. Selain itu, Rahmat akan mengupayakan relokasi “markas” Kaukus Fraksi ‘D’ yang teletak di depan kampus IAIN I di bilangan Jalan Sutomo Ujung Medan ke lingkungan dan  lokasi yang lebih baik, yakni ke lingkungan Markas PMI Sumut yang terletak berdekatan dengan “markas” Fraksi ‘D’ tersebut.

Lebih jauh Rahmat tetap mengharap agar para aktivis tetap memelihara keberanian menentang segala bentuk kezaliman, terutama menentang segala bentuk korupsi. Ini karena korupsi lebih berat  dari pada perbuatan subversif. Untuk itu Rahmat berpesan agar para aktivis selalu menjaga kekompakan , saling mengisi, saling membantu serta tidak pelit dan miskin informasi ataupun komunikasi. Kegiatan-kegiatan yang baik hendaknya tetap dilaksanakan secara konsisten dan simultan, dan tidak hanya sekali-sekali saja.

Sebagaimana diketahui, Kaukus Fraksi ‘D’ merupakan kelompok komunitas non formal para aktivis kampus yang selalu berkumpul dan berdiskusi di lokasi warung bang Daud di depan kampus IAIN I Medan. Nama fraksi ‘D’ itu sendiri , awalnya dikutip dari inisial nama Daud, sang pemilik warung. Menurut ustadz Daud Sagita, Pembina Kaukus Fraksi ‘D’, lingkaran komunitas ini telah menjadi lahan kaderisasi para pemimpin. Daud menyebut nama Thamrin Munthe, Rolel Harahap, Fadli Nurzal dll sebagai mantan aktivis Fraksi ‘D’ yang kini dipercaya memegang amanah kepemimpinan dan jabatan di Sumatera Utara. (*/ila)

Kembangkan Potensi Pembangunan Daerah

Sosialisasi Hubungan Kerjasama Luar Negeri dan Daerah Kota Medan

MEDAN – Kerjasama dengan kota mitra di luar negeri yang  dapat menguntungkan Kota Medan, khususnya bagi pembangunan kota ke depan, sangat diperlukan. Dan jika kerjasama tersebut dapat dilaksanakan dengan baik, maka potensi ini dapat dikembangkan untuk membangun kehidupan masyarakat dan pembangunan daerah.

Hal itu dikatakan Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Pemerintahan Setda Kota Medan Drs Daudta P Sinurat MM ketika membuka acara sosialisasi hubungan kerjasama luar negeri dan kota bersaudara (Sister City) Kota Medan 2011 di Hotel ASEAN Internasional, Rabu (2/11) kemarin.
Dijelaskan Rahudman, kerjasama Sister City Kota Medan sudah berlangsung selama 27 tahun sejak ditandatanganinya kerjasama kota bersaudara dengan Kota George Town di Pulau Pinang Malaysia pada 1984. Dan sejak itu, secara berkesinambungan Kota Medan menjalin kerjasama kota bersaudara dengan Kota Ichikawa (Jepang) 1989, Kota Gwangju (Korea Selatan) 1997 dan Kota Chengdu (China) 2002.

Kota Medan juga menjalin kerjasama kota bersahabat (friendship City) dengan Bandaraya Ipoh (Malaysia) 2009 dan saat ini sedang dalam proses menjalin kerjasama kota bersaudara dengan Kota Burgas (Bulgaria) yang Insya Allah dalam waktu dekat akan ditandatangani MoU-nya, tambah Rahudman.

Selain itu, jelas Rahudman, Kota Medan juga sedang menjajagi kerjasama kota bersaudara dengan Kota Kocaeli (Turki), Kota Tacoma (Amerika Serikat) dan Kota Den Haag (Belanda).

Karena itu, ia berharap  acara sosialisasi ini dapat menjadi kegiatan yang positif bagi keikutsertaan aktif masyarakat Kota Medan dalam mengisi kota bersaudara dengan kota mitra di luar negeri, khususnya kepada pengurus Asosiasi Kota Bersaudara yang telah dilantik pada 12 April 2011 lalu.

Tujuannya, kata Rahudman, agar dapat memanfaatkan hubungan yang dijalin untuk menciptakan peluang investasi, ekonomi, pariwisata dan lainnya dengan mitra kerjasama kota bersaudara. “Mari tunjukkan kerja nyata kita bekerja untuk mencapai suasana kehidupan yang lebih baik bagi Kota Medan,” bilang Rahudman.

Sebelumnya, Kabag  Hubungan Kerjasama Setda Kota Medan Drs Rivai Nasution MM selaku ketua pelaksana acara sosialisasi  melaporkan kegiatan ini  menghadirkan narasumber dari Administrasi Kerjasama Luar Negeri (AKLN) pada Kementerian Dalam Negeri Dra Rauli Hutagaol dan Drs Djauzi Ilmi SH MM dari Asosiasi Kota Bersaudara Kota Medan serta moderator Asisten Pemerintahan Setda Kota Medan Drs  Daudta P Sinurat MM. Hadir pada acara tersebut Konsul Jenderal (Konjen) Malaysia Norlin Othman, Konjen Jepang Yuji Hamada, Konjen China Yang Ling Zu, Konsul Kehormatan Belanda Onny Hindra Kesuma, Kasubbag Hubungan Luar Negeri Setda Kota Medan Drs Zainul Achmaddin Y MAP (Tom), Kasubbag Hubungan Antar Daerah Setda Kota Medan Hj Halida Hanum SH, para Kabag, kepala badan  di jajaran Setda Kota Medan,dan sejumlah  kepala dinas di jajaran Pemko Medan.

Juga hadir, unsur pimpinan Bea dan Cukai Polonia Medan, Apelindo I Belawan, sejumlah pimpinan hotel, KONI Medan dan pengurus Asosiasi Kota Bersaudara Kota Medan.  (*/omi )

Perusahaan Malaysia Buat Parit di Indonesia

PONTIANAK-Mendapati perusahaan sawit Malaysia yang melakukan aktivitas di Indonesia, tepatnya di Dusun Aping, Aruk, Sambas, Komandan Korem 121/Abw Kolonel Infantria Toto Rinanto langsung memeriksa titik koordinat perbatasan bersama Panglima III Brigif Kuching, Malaysia Brigjen Hasagaya, Senin (7/11).

Selain Danrem dalam rombonga TNI turut juga, Ass Intel Kodam XII Tanjungpura Letkol Andi Muhammad, Waka Top Dam Letkol Rustandy ZA, Wadan Yonif 643 Wanara Sakti Mayor Inf Sigit DC, Danki Libas Sajingan Kapten Inf Suirwan, Danramil Sajingan, Letda Heri Prabowo dan ILO TNI di Kuching Letkol Fahmi. Sebelum ke lokasi, rombongan singgah di Markas Dewan Malindo, Biawak. TNI dan Tentara Diraja Malaysia (TD)  menempuh perjalanan satu jam ke lokasi.

Dalam pantuan, memang aktivitas perusahaan sawit Malaysia masuk ke wilayah Indonesia. “Setelah melakukan pengecekan titik koordinat, baik kita maupun TDM sepakat memang aktivitas perusahaan sawit itu masuk Indonesia,” ungkapnya.

Titik awal pemantauan pada patok D 348. Patok ditandai dengan kayu dan tulisan di batu. Selanjutnya, tentara kedua negara bergeser ke patok D 347, ditandai dengan kayu. Jika ditarik garis lurus dari kedua patok itu, aktivitas perusahaan Malaysia masuk wilayah Indonesia sekitar 15 meter. Namun patok D 347 ada dua, satu menggunakan beton. Jika berdasarkan patok beton itu, memang aktivitas perusahaan Malaysia tidak masuk Indonesia.
Toto melanjutkan, kegiatan perusahaan sawit Malaysia itu telah dihentikan. (hen/jpnn)

221 TKI Terancam Hukuman Mati

Kasus di Tiga Negara

JAKARTA – Satuan Tugas Tenaga Kerja Indonesia (TKI) mengungkapkan sebanyak 221 warga negara Indonesia yang berada di tiga negara terancam hukuman mati. Para TKI itu diancam hukuman mati karena bertindak kriminal seperti pembunuhan, kepemilikan senjata api dan narkoba.

Demikian disampaikan juru bicara Satga TKI, Humphrey Djemat, Senin (7/11) usai rapat bersama Menteri Hukum dan HAM, Menteri Koordinator Politik Hukum (Menko polhukam) dan Keamanan serta Menteri Luar Negeri di kantor Kementrian Polhukam di Jakarta.

Dia menyebutkan ada sebanyak 148 warga negara Indonesia (WNI) yang terancam hukuman mati di Malaysia, 118 orang diantaranya akibat kasus narkoba, 28 orang karena kasus pembunuhan, dan sisanya karena kasus senjata api. Sedangkan 28 WNI yang terancam hukuman mati di Cina, semuanya karena kasus narkoba.
Sementara di Arab Saudi, dari 45 TKI yang terancam hukuman mati, 23 orang di antaranya sudah divonis. Mereka kebanyakan tersandung kasus perzinahan dan sihir, sementara enam orang di antaranya sudah diselesaikan dengan membayar diyath, dan sisanya masih dalam proses.

Djemat mengungkapkan setelah Satgas turun ke lapangan, diketahui di Arab Saudi, ada beberapa kasus hukum yang harus diulang kembali proses hukumnya, seperti halnya TKI Warnah dan Sumartini. Pasalnya, dari proses hukum yang digali kembali oleh Satgas, ternyata kasus sihir mengakibatkan anggota keluarganya hilang, sudah tidak relevan. Karena anggota keluarga yang diduga hilang akibat sihir, ternyata telah kembali, sehingga tidak ada korban jiwa.  “Persidangan Warnah dan Sumartini harus diulang,” paparnya.

Dia menyatakan, pihaknya telah menunjuk seorang pengacara untuk menangani kasus-kasus tersebut dan melakukan pendampingan hukum sejak awal kepada TKI yang terancam hukuman mati. Tak hanya di Arab Saudi, pihaknya telah menyiapkan satu kantor pengacara di Malaysia untuk melakukan pendampingan hukum terhadap TKI yang terancam hukuman mati.

Untuk mengatasi persoalan hukum bagi WNI di luar negari, Djemat mengusulkan adanya MoU (perjanjian, Red) antara pemerintah Indonesia dengan Arab Saudi dan Malaysia, sehingga kedua negara itu bisa berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia serta memberikan informasi bila ada TKI yang bermasalah atau terjerat kasus hukum.
“Selama ini, TKI yang terjerat hukum di Arab dan Malaysia terkadang baru diketahui setelah TKI tersebut telah menjalani persidangan. Kami tidak mau seperti ini . Sekarang kita ingin ada pendampingan hukum bagi TKI yang terlibat masalah hukum dan ada keadilan,” tegasnya.

Selain itu, perwakilan Indonesia yang ada di Malaysia (KBRI) akan membantu melakukan pendampingan bagi TKI bermasalah.

Di tempat yang sama, Menko Polhukam Djoko Suyanto, mengatakan ada beberapa rekomendasi yang diberikan oleh Satgas TKI ke depan agar permasalahan TKI yang terjerat hukum bisa diselesaikan dengan baik, antara lain soal pendampingan hukum oleh pengacara dan perlunya MoU antara Pemerintah Indonesia dengan pemerintah Arab Saudi dan Malaysia soal keterbukaan informasi bagi TKI bermasalah.

Dalam rapat itu hadir Menkumham Amir Syamsuddin, Wamenkumham Denny Indrayana dan Menlu Marty Natalegawa.

Kini, Satgas telah menunjuk beberapa pengacara untuk memberikan pendampingan hukum bagi para TKI yang bermasalah dengan hukum, terutama yang terancam hukuman mati di luar negeri. (bbs/jpnn)
Di Arab Saudi, Satgas telah memercayakan persoalan pendampingan hukum kepada seorang pengacara bernama Mr. Qudran, sementara di Malaysia, ada pengacara bernama Sebastian Chan yang siap mendampingi para TKI yang berada di negara-negara tersebut.

“Kami mengusahakan mereka mendapatkan pendampingan hukum sejak awal, sejak mereka diperiksa kepolisian. Karena itu kita memilih lawyer di Arab Saudi dan Malaysia yang kita anggap terbaik,” imbu Djemat. (bbs/jpnn)

Jepang Beri Beasiswa Guru Indonesia

JAKARTA- Kedutaan Besar Jepang membuka beasiswa pemerintah Jepang Monbukagakusho untuk tahun akademik 2012. Kesempatan itu terbuka bagi guru khususnya Warga Negara Indonesia, yang ingin memperdalam bidangnya sebagai mahasiswa program penataran guru non gelar di berbagai universitas di Jepang.  Demikian diinfokan Kedutaan Besar Jepang, Senin (7/11).

Untuk waktu belajarnya, akan berjalan selama 1,5 tahun terhitung sejak bulan Oktober 2012. Durasi tersebut sudah termasuk enam bulan belajar bahasa Jepang. Bagi guru yang berminat. Persyaratannya, pelamar adalah lulusan D4 atau S1 dan berusia di bawah 35 tahun pada 1 April 2012. Selain itu, pelamar merupakan guru yang mengajar aktif lebih dari lima tahun di lembaga pendidikan formal pada 1 April 2012. Dokumen beasiswa bisa diunduh dari web http://www.id.emb-japan.go.jp. (net/jpnn)

Miss World 2011 Calon Biarawati

Gadis cantik yang menghabiskan lima tahun belajar di biara dan bermimpi menjadi biarawati telah dimahkotai tiara Miss World 2011.

Miss Venezuela, Ivian Lunasol Sarcos Colmenares, mengalahkan kontestan dari 113 negara setelah tampil mengesankan di hadapan juri dan pemirsa, Minggu (6/11) yang disiarkan langsung dari Earl Court, London.

Sarcos Colmenares (21) menjadi yatim piatu pada usia muda dan menghabiskan lima tahun belajar di sebuah biara. Dia bermimpi menjadi seorang biarawati, namun hidupnya berjalan ke arah yang berbeda saat ia meraih gelar sarjana sumber daya manusia dan bekerja untuk sebuah perusahaan penyiaran sebelum menjadi ratu kecantikan.

Ia tampak gembira dan tidak percaya ketika diumumkan sebagai pemenang kontes kecantikan tersebut. Dia mengatakan ingin menggunakan gelarnya untuk membantu orang lain.

“Kemenangan ini sangat berarti bagi saya dan saya berharap menggunakan kesempatan ini dengan cara yang produktif. Saya sangat senang telah menang dan ada beberapa gadis yang luar biasa. Saya pertama dan terutama ingin membantu orang yang membutuhkan. Saya ingin membantu orang seperti saya. Saya yatim piatu. Saya juga ingin membantu para orang tua dan remaja bermasalah sebanyak mungkin yang saya bisa.”

“Sayangnya saya kehilangan kedua orang tua saya di usia yang sangat muda yang menyebabkan saya belajar selama lima tahun di sebuah biara. Saya menghabiskan lima tahun saya di sana dan impian saya adalah untuk menjadi biarawati.” (rm/net)

Warga Sari Rejo Iri dengan Benny Basri

MEDAN-Warga Sari Rejo terus berjuang untuk mendapatkan sertifikat tanah meski mereka belum tahu kapan hal itu bisa terealisasi. Mereka pun merasa iri dengan pengusaha Central Business District (CBD), Benny Basri, yang telah meraih sertifikat. Padahal, warga telah memiki sekian kelengkapan.

Bukti nyata kekuatan warga adalah Putusan MA No.229 K/Pdt/1991 Tanggal 18 Mei 1995 dan Peraturan Pemerintah (PP) RI No 24 Tahun 1997. Terkait dengan perbedaa nasib yang mencolok itu, Ketua Forum Masyarakat Sari Rejo (Formas), Riwayat Pakpahan, yang dikonfirmasi Sumut Pos menyatakan sudah jadi rahasia umum jika sudah ada ‘perbincangan’ antara pengembang CBD dengan pihak TNI AU serta Pemerintah Kota (Pemko) Medan. “Ya seperti itulah. Sudah jadi rahasia umum. Benny Basri kan pemilik CBD, dia punya uang.

Kami masyarakat hanya bisa berjuang seperti ini. Kalau tidak ada kerja sama antara pihak-pihak itu (TNI AU dan Pemko Medan, Red) serta pengembang, tidak mungkin ada CBD dan tidak mungkin begitu saja keluar sertifikatnya,” ungkapnya.

Menariknya, apa yang dikatakan Riwayat sedikit berbeda dengan tanggapan anggota DPRD Sumut Brillian Moktar. Saat ditanya Sumut Pos melalui layanan pesan singkat (SMS), mengenai keterkaitan Benny Basri dengan masalah keinginan masyarakat Sari Rejo untuk mendapatkan sertifikat tanah, Brilian mengatakan jangan mengait-ngaitkan hal itu dengan Benny Basri. “Saya lagi rapat sekarang. Dan tidak bisa memberikan jawaban. Saya mohon jangan Abang muat keterlibatan tersebut. Karena sama sekali tidak terlibat. Karena Pak Pakpahan (Riwayat Pakpahan, Ketua Formas, Red) dan kawan-kawan, datang sama saya dan mohon agar Benny Basri membantu mereka. Kalau dimuat, nanti saya menjadi tidak enak sama beliau. Wass,” jawab Brillian Moktar dalam smsnya.

Tak pelak, kalimat Brilian tadi langsung dikonfirmasi pada Riwayat. “Kami tidak ada meminta bantuan Benny Basri, kami hanya mohon perlakukan kami seperti Benny Basri yang sudah mendapat sertifikat. Kenapa pemerintah tidak adil kepada kami yang rakyat ini,” tegasnya.

Riwayat menambahkan, pihaknya sudah menyampaikan permasalahan tanah ini ke presiden, Kemenham, Kemenkeu, BPN Pusat, DPR RI, DPD RI, gubsu, wali kota, Kakanwil BPN Provsu, BPN Medan, DPRD Provsu, dan DPRD Medan. “Dengan memanjatkan doa kepada Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa, semoga membuka pintu hati para pengambil keputusan untuk penyelesaian tanah Sari Rejo dengan adil. MoU antara Pemko Medan dan TNI AU harus memberikan hak masyarakat sepenuhnya, dengan eksistensi yang diklaim bersertifikat,” ucapnya.

Formas berharap janji wali kota untuk membantu menyelesaikan permasalahan ini, tidak sekadar janji. “Pak Wali, pastikan kapan hak masyarakat diberikan. Karena Pak Wali sudah berjanji, warga berharap segera diselesaikan agar tidak menjadi janji yang hanya tinggal janji,” cetusnya.

Soal janji ini juga menjadi perhatian Plt Wakil DPRD Medan, Muslim Maksum. Dikatakannya, seharusnya masyarakat sudah mendapatkan sertifikat tanah atas dasar putusan MA No.229 K/Pdt/1991 Tanggal 18 Mei 1995 dan Peraturan Pemerintah (PP) RI No.24 Tahun 1997. “Itu kan sudah membuktikan bahwa status tanah tersebut milik masyarakat. Jadi, Wali Kota tinggal meminta kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) Medan untuk memberikan sertifikat tanah tersebut dan berkoordinasi dengan TNI AU. Supaya secepatnya memberikan kepada masyarakat apa yang menjadi haknya,” cetusnya, Senin (7/11).

Menurutnya, keterlambatan sertifikasi tanah warga sangat mencurigakan. “Permainan mafia tanah dengan pengembang CBD Polonia di tanah TNI AU pasti ada. Seharusnya, Rahudman yang merupakan Wali Kota Medan tidak kalah dengan permainan mafia tanah itu dan tidak menjadi takut,” bebernya.

Harapan Muslim kepada warga agar terus berjuang mempertahankan tanah Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia. “Warga terus berjuang mempertahankan tanah Sari Rejo sampai selesai, yang sudah menjadi hunian warga sejak dulu. Kepada Wali Kota Medan, agar segera direalisasikan segala janji yang sudah diberikan,” bebernya. (ari/ril)

Antrean Makan tak Manusiawi

JAKARTA-Ketua Tim Pengawas Penyelenggaraan Ibadah Haji, Marzuki Alie mengatakan mayoritas klaim terhadap penyelenggaraan Haji Indonesia tahun ini bersumber dari tata kelola makanan yang tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan oleh penyelenggara dalam hal ini Kementrian Agama.

“Jamaah harus berbaris dengan piring kosong lalu maju satu-persatu ke meja makan dan petugas mengisi piring dengan nasi, sayur dan salah satu lauk seperti telur, ikan teri atau ayam,” kata Marzuki Alie dalam rilisnya dari Mina, Senin (7/11).

Para jamaah lanjutnya, memprotes pola untuk mendapatkan makanan dengan antrean per kloter ini bukan prasmanan namanya tapi pola membagi makanan untuk narapidana di penjara. “Seperti makan di penjara, para napi berbaris membawa piring kemudian diisi oleh petugas sambil berjalan melewati meja makanan,” ungkap Ketua DPR itun
Persoalan lain dibalik itu lanjutnya, bila meja ditempatkan di lorong maktab, maka siang hari berpanas-panas dan ini sangat tidak manusiawi. Kekecewaan juga datang dari jamaah perempuan yang mempertanyakan kamar mandi dan toilet yang sangat minim fasilitasnya.

“Fakta ini berbeda dengan komitmen Kementerian Agama dihadapan DPR bahwa sistim makan diberikan dalam bentuk nasi kotak. Belakangan saya dapat kabar bahwa sistem itu dirubah tanpa pembicaraan dengan DPR. Yang saya sesalkan diantara para Kyai beredar isu dengan sistem antri makanan yang dipakai sekarang semakin besar keuntungan dan sebagian disetor kepada partai berkuasa,” ujar Marzuki Alie.(fas/jpnn)