24 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 14538

Poldasu Panggil PPK Dana Hibah untuk USU

Medan- Poldasu semakin serius mendalami kasus dugaan penyelewengan dana hibah Rp4 miliar dari PT Pertamina ke Universitas Sumatera Utara. Setelah memintai keterangan pihak PT Pertamina Pusat di Jakarta, giliran Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Suronto yang dipanggil penyidik Tipikor Polda Sumut.

Menurut Kasubbid Pengelola Informasi Data (PID) Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan, surat pemanggilan terhadap Suronto sudah dilayangkan. Namun dia beralasan ada kepentingan lain sehingga tidak bisa hadir.

“Dalam suratnya, katanya sampai Rabu ini, dia ada kepentingan, jadi dia tidak bisa hadir. Mungkin Kamis baru dia bisa datang,” ujar Nainggolan.

Menurut Nainggolan, hasil klarifikasi yang dilakukan pihak penyidik tipikor dengan pihak Pertamina Pusat, diketahui dalam pemberian dana hibah tersebut, pihak Pertamina memberikan secara bertahap. “Sampai saat ini Pertamina mengaku baru mencairkan dana hibah tersebut Rp800 juta,” ungkap Nainggolan.

Sementara Dirkrimsus Polda Sumut Kombes Pol Sadono Budi Nugroho, mengaku pihaknya belum bisa fokus kerja, karena ruangan tempat para penyidik masih tahap renovasi.

“Penyidik belum bisa seratus persen berkerja, kita tunggu ruangannya sudah siap dan bisa ditempati baru penyidik enak berkerja,” terang Sadono sambil memperhatikan para tukang bangunan berkerja.(mag-5)

Guru Bermental Preman

083198884xxx

Kepada Bapak Kadis Pendidikan kota Medan. Kami para siswa SMK Negeri 3 Medan mintak keadilan terhadap teman kami yang menjadi korban pemukulan oknum guru kimia Kamis 3 November 2011 yang lalu sehingga teman kami dua hari sakit dan tidak sekolah. Kami malah mendengar kabar bahwa teman kami Ahmad Angga akan dikeluarkan dari sekolah gara-gara orangtua korban bersama kerabatnya memprotes tindakan pemukulan oknum guru kimia tersebut. Apa jadinya nanti jika kami para siswa yang menjadi korban pemukulan melakukan perotes, apakah kami juga akan dikeluarkan? Inikah metode pendidikan di negeri ini? Kami generasi penerus sungguh sangat kecewa karena tindakan intimidasi yang diterapkan oleh pihak sekolah SMK Negeri 3 Medan. Untuk itu kami para siswa memohon tegaknya keadilan di sekolah kami ini karena kami tak sudi dibimbing oleh para guru yang bermental preman. Atas perhatian Bapak kami ucapkan trima kasih.

Laporkan dengan Data Lengkap

Untuk masalah ini saya akan cek ke lapangan, siapa gurunya dan latar belakang aksi pemukulan tadi. Saya akan berkoordinasi dengan kepala sekolah dari SMK Negeri 3 Medan tentunya. Begitu pun, bagi siswa yang merasa dirugikan dengan tindakan oknum guru dapat membuat laporan kepada Dinas Pendidikan Medan dengan data yang lengkap mengenai siapa guru yang bersangkutan sehingga dapat kita tindaklanjuti. Sudah tidak zaman lagi aksi kekerasan di dunia pendidikan.

Drs Hasan Basri MM
Kadis Pendidikan Medan

Siswa Diajarkan Nilai Perjuangan Pendiri

Milad Muhammadiyah ke 102

MEDAN-Peringati milad Muhammadiyah ke 102 tahun, ratusan siswa Perguruan Muhammadiyah Sei Sikambing C2 laksanakan upacara bendera, Jumat (4/11) kemarin, Kegiatan upacara tersebut diikuti beberapa sekolah Muhammadiyah, yakni MDA Muhammadiyah 11, SD Muhammadiyah 12, SMP Muhammadiyah 4, dan SMA Muhammadiyah 3
“8 Dzulhijah 1332 H, KH Ahmad Dahlan bersama para sahabatnya mendirikan organisasi Muhammadiyah. Tentunya keputusan membuat organisasi ini memiliki tujuan, dan kita sebagai penerusnya bertanggungjawab atas hal itu,” kata pembina upacara Rahmat Kartolo di halaman upacara Perguruan Muhammadiyah Sei Sikambing C2.

Adapun tujuan kegiatan ini bilang Rahmat, agar para siswa menghargai perjuangan pendiri Muhammadiyah terdahulu. Selain itu peringatan milad Muhammadiyah ini dilakuan agar para siswa mendapatkan manfaat ilmu-ilmu kemuhammadiyahan yang berguna untuk masa depan.

Rahmat menyebutkan kendati milad beberapa waktu lalu sempat ditinggalkan namun kini kembali dimunculkan untuk digalakkan.

“Seperti pengajian yang sebelumnya rutin diakukan para guru, dan menghidupkan lagi ekstrakulikuler pada hari Sabtu, kegiatan seperti ini harusnya digalakkan kembali,” serunya.

Kemudian, untuk semua pengurus di sekolah Muhammadiyah, lanjut Rahmat,  wajib hukumnya menghafal mars Muhammadiyah karena kurang berkenan jika seorang Muhammadiyah tak mengetahuinya.

Sementara,  Ketua Milad Perguruan Muhammadiyah Sei Sikambing C2, Rony menyebutkan kegiatan upacara ini dilaksanakan, selain untuk menyemarakkan milad Muhammadiyah,  juga bertujuan membangkitkan roh kemuhammadiyahan dari pengurus dan siswa Muhammadiyah. “Memang rutin kita memperingati milad ini, tapi upacara ini kali pertama diadakan di sekolah ini dan peringatan ini sebagai penghormatan hari wukuf jamaah haji di Arafah,” terang Roni didamping Wakil Kepala Sekolah I SD Muhammadiyah 12, Ismail Saleh Nasution.
Disamping itu, peringatan milad juga diisi dengan pemberian hadiah kepada enam siswa sebagai pemenang lomba menyambut acara milad.

Para pemenang meliputi tingkat SD lomba ayat Al Quran yakni M Ridho, Nadia Adhani dan M Iqbal Fatori.
Pemenang lomba praktik salat Subuh tingkat SMP Annisa Azzahra, Suma Abdillah dan Lufti Harahap. Pemenang lomba pidato/ceramah tingkat SMA dimenangkan oleh Yuli Dariyani, Mahaldi Tusni dan Pristiwati. (uma)

Alasan Kesibukan Pejabat, Penyaluran BSM Kembali Molor

MEDAN-Penyaluran Beasiswa Miskin (BSM) untuk jenjang Sekolah Dasar(SD) kembali molor. Padahal sebelumnya sudah dijadwalkan penyaluran BSM SD akan dibagi pada 1 Nopember  lalu, namun karena adanya penyesuaian maka BSM direncanakan akan dibagi pada 9 Nopember.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Pendidikan Layanan Khusus Dinas Pendidikan Sumut, Henri Siregar mengatakan, keterlambatan penyaluran BSM disebabkan kesibukan para pejabat, dan untuk mengambil saat yang tepat, direncanakan BSM akan diserahkan secara simbolis pada 15 Nopember mendatang.

“Sebenarnya akan dibagikan secara simbolis pada 9 Nopember ini, namun ada kesibukan. Sejumlah pejabat, jadi secara simbolis akan diserahkan pada tanggal 15 Nopember,” ungkap Henri kepada wartawan, Senin (7/11).
Henri tidak merinci bentuk kesibukan yang membuat sejumlah pejabat yang dimaksudkannya sehingga harus mengundurkan kembali penyaluran BSM hingga dua minggu lamanya.

Henri juga mengatakan dalam penyerahan beasiswa ini akan dihadiri oleh Kadisdik Sumut, Syaiful Safri yang sudah mewakili 33 Kadisdik se-Sumut.

Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa setiap siswa penerima akan mendapatkan beasiswa miskin sebesar Rp360.000, atau perbulannya Rp30.000.

Dana tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan siswa agar bisa bersekolah, sehingga tidak ada lagi siswa SD yang putus sekolah dengan alasan ketiadaan biaya.

Setiap penerima yang melakukan pengambilan terlebih dahulu diverifikasi atau dicocokkan sesuai dengan nama siswa yang sudah terdata.

Selain itu, siswa harus didampingi orang tua/wali dengan menunjukkan rapor asli yang merupakan persyaratan untuk mengambil dana bantuan tersebut.

Menanggapi hal itu, pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Medan (Unimed), Ibnu Hajar sangat kecewa dengan alasan para pejabat yang dinilai tidak  mementingkan dunia pendidikan.

Seharusnya, bilang Ibnu, penyaluran beasiswa tetap saja berjalan meskipun tidak ada penyerahan secara simbolis. “Kan bisa menyusul penyerahan secara simbolisnya,” katanya.

Dia mengatakan, meskipun jumlah bantuan berupa beasiswa itu tidak besar, namun diyakini sangat dibutuhkan oleh siswa yang memang dianggap tidak mampu.

“Saya berharap pejabat pemerintahan lebih mementingkan kepentingan masyarakat dibanding kepentingan pribadi,” tegasnya.(uma)

MTs Miftahussalam Ikuti Masak Sehat

MEDAN-Madrasah Tsanawiyah (MTS) Miftahussalam Medan tak pernah berhenti berkarya dalam memberikan pendidikan terbaik bagi siswa didiknya. Seperti pelatihan cooking bertajuk, “Lets Make a Real Healthy Food”, yakni latihan memasak dengan menggunakan bahan-bahan alami.

“Kegiatan ini memiliki tujuan agar siswa tidak suka jajan sembarangan, menumbuhkan keinginan kepada siswa supaya ringan tangan untuk membantu orangtua di rumah serta suka membuat masakan sendiri, sehat, bergizi dan higienis,” papar  Cut Ruhama SPdI, selaku Kepala MTs Miftahussalam Medan di Jalan Darussalam kemarin.

Disamping itu, bilang Cut Ruhama kegiatan positif ini akan membuat siswa semakin kreatif, sesuai keinginan pemerintah agar lembaga pendidikan Indonesia berkarakter.

Sedikitnya 80 siswa yang dibagi dalam 4 kelompok mengikuti pelatihan cooking secara serius di Plaza Medan fair, dan Grand Palladium beberapa waktu lalu.

Acara yang disajikan dengan secara sederhana itu menurut Cut Ruhama, memberikan atensi yang luar biasa karena dikemas dengan apik oleh cheif muda yang berpengalaman, Riza Triono. “Di sekolah (MTs Miftahussalam Medan) saat ini sedang dirancang pelatihan cooking dengan mengkombinasikan menjadi resep dalam Bahasa Inggris yang nantinya akan dilombakan menjelang hari guru. Dengan program ini,  diharapkan siswa bisa memupuk pola kerjasama, dan di sisi lainnya mau menolong orang tua serta di sekolah dapat belajar bahasa Inggris dengan menyenangkan,” ujarnya.
Cut Ruhama berupaya akan terus mengembangkan karakter siswa didiknya lewat berbagai kegiatan positif, kreatif dan pastinya menyenangkan. (uma)

Pecat Mahasiswa Tawuran

MEDAN-Belakangan ini sering terjadi tawuran antarmahasiswa di Medan, seperti di Universitas HKBP Nommensen, USU dan UMSU. Melihat kondisi itu Pskiolog Medan angkat bicara. “Tawuran itu terjadi akibat tidak inginnya mahasiswa mengedepankan intelektualitas yang dimilikinya, sehingga identitas dirinya hilang” tegas Irna Minauli kepada wartawan, Senin (7/11).

Katanya, selaku insan akademis seharusnya mahasiswa introspeksi diri. Apakah dengan prilaku yang lebih mengedepankan emosi tersebut layak disebut sebagai mahasiswa?.

Menurutnya, mahasiswa seharusnya dapat mempergunakan tenaga mereka dengan melakukan hal-hal yang lebih positif. Seperti bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), organisasi pecinta alam, pramuka atau aktif di lembaga penelitian. “Tawuran selain hanya akan merugikan diri sendiri, juga bagi orang lain, hal yang cenderung mengarah ke hal-hal kriminal ini tentu sangat merugikan nama mahasiswa sebagai pemuda yang diharapkan menjadi pemimpin di masa depan,” ujar Irna yang juga Dekan Fakultas Psikologi UMA ini. Ia juga berpendapat, tawuran tersebut lebih disebabkan karena ikut-ikutan dan ego segelintir mahasiswa.

Menurutnya perlu perguruan tinggi  lebih tegas dalam memberikan sanksi kepada pelaku tawuran agar  memberi efek jera kepada mahasiswa. “Misalnya menskorsing, pemanggilan orangtua, bila perlu pemecatan jika melakukan tindakan anarki yang merugikan fasilitas negara. agar ada efek jera bagi pelaku tawauran lain,” jelasnya. (saz)

Wujudkan Kepedulian Antar Sesama

Sumut Pos Berkurban

Sebagai satu rangkaian dari ibadah dalam perayaan Hari Raya Idul Adha PT  Media Medan Pers sebagai perusahaan dari  Harian Sumut Pos menggelar penyembelihan hewan kurban.

P enyembelihan hewan kurban lembu itu digelar di halaman  gedung Graha Pena kantor Sumut Pos di Jalan Sisingamangaraja No 134 Km 8,5 Medan Amplas, Minggu (6/11).

Ketua Panitia Penyembelihan hewan kurban Harian Sumut Pos, Hotman Simbolon mengatakan hewan yang dikurbankan ini sebanyak dua ekor lembu. Adapun daging kurbannya akan dibagikan untuk 208 orang pemegang kupon yang satu hari sebelumnya telah dibagikan.

Dia merinci daging kurban diberikan kepada warga sekitar kantor Sumut Pos, loper koran, asongan dan seluruh karyawan Sumut Pos serta mitra kerja dan masyarakat sekitar.

Hotman menyebutkan tujuan digelarnya penyembelihan hewan kurban ini, selain sebagai bentuk kepedulian antar sesama, kegiatan ini dimaksudkan agar lebih mempererat rasa kebersamaan di antara karyawan Sumut Pos. Hal lainnya juga sebagai wujud kepedulian kepada warga di sekitar kantor Sumut Pos.

“Kami sengaja menggelar untuk pertamakalinya dikantor, karena kami peduli dengan warga yang berada di sekitar kantor Sumut Pos,” ujar Hotman yang juga Kepala Bagian Departemen Pemasaran Harian Sumut Pos.
Hotman memaparkan kegiatan penyembelihan hewan kurban tersebut direncanakan akan terus berlanjut pada tahun-tahun akan datang. Karena menyembelih hewan kurban ini sebagai bentuk keikhlasan kepada maha pencipta. Pada pembagian hewan tersebut, dia merinci setiap orang yang telah memegang kupon mendapatkan minimal 1,8 kg daging dari dua ekor lembu yang dikurbankan.

“Kita harap untuk tahun depan bisa dilaksanakan lagi dan jumlah hewan yang dikurbankan bisa bertambah,” urainya.
Penyembelihan hewan kurban tersebut disaksikan Pemimpin Umum Harian Sumut Pos, Zulkifli Tanjung dan sejumlah karyawan Sumut. Pada penyembelihan dua ekor lembu itu dilakukan dengan tata cara Islam. (uma/mag 11)

Telkomsel Berbagi Hewan Qurban Untuk Masyarakat

Wujud kepedulian Telkomsel kepada masyarakat sekitar lokasi operasional Telkomsel, bertepatan pada moment Hari Raya Idul Adha 1432H, Telkomsel membagikan hewan qurban yang diberikan melalui pengurus masjid atau pemuka masyarakat sekitarl okasi Site BTS (Base Transceiver Station)  dan kantor layanan Telkomsel untuk disampaikan kepada masyarakat.

Hal ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility Telkomsel, sebagai perusahaan telekomunikasi milik bangsa Indonesia dimana dalam operasional hariannya tidak terlepas dari interaksi social dengan masyarakat sekitar lokasi operasional Telkomsel baik yang dekat dengan lokasi Site BTS Telkomsel maupun kantor layanan GraPARI Telkomsel.

Total bantuan yang diberikan adalah senilai Rp.150 juta rupiah, yang tersebar pada berbagai lokasi di Area Sumatera, mulai dari Aceh hingga Lampung. Nilai ini juga masih ditambah dengan bantuan hewan qurban para karyawan Telkomsel beserta keluarganya yang juga diperuntukkan bagi masyarakat yang berada disekitar lokasi operasional Telkomsel.

Manager Corporate Communication Telkomsel Area Sumatera – Hadi Sucipto mengatakan “Bantuan hewan qurban yang kami berikan ini sebagai bentuk kepedulian kami kepada masyarakat terutama yang berada disekitar lokasi operasional Telkomsel, baik dekat dengan BTS maupun lokasi kantor pelayanan GraPARI Telkomsel, kami menyadari dalam operasional harian tentunya Telkomsel tetap membutuhkan dukungan dan selalu berinteraksi dengan masyarakat sekitar, semoga bantuan ini semakin meningkatkan silaturrahim antara Telkomsel dengan masyarakat sekitar lokasi operasional Telkomsel”.

Dalam hal penyembelihan dan pendistribusian daging hewan qurban, Telkomsel menyerahkan sepenuhnya kepada pengurus mesjid atau pemuka masyarakat setempat, hal ini dimaksudkan agar disitribusi daging qurban tersebut benar-benar disampaikan kepada masyarakat yang membutuhkan terutama bagi yang berdomisili disekitar lokasi operasional Telkomsel.

Idul Adha Tetap Semarak dan Khidmat

MEDAN-Suasana Idul Adha 1432 H di Sumatera Utara yang dirayakan serentak berjalan aman tenteram. Suasana terasa semarak namun tetap khidmat. Pun, dengan Salat Idul Adha.

Kalangan birokrat tampak berkonsentrasi melaksanakan Salat Idul Adha di Lapangan Merdeka Medan. Terlihat Plt Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, Wakil Ketua DPRDSU M Affan, Wali Kota Medan Rahudman Harahap, pejabat di jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) dan Pemerintah Kota Medan (Pemko Medan), berbaur dengan ribuan warga lainnya.

Ribuan Muslim lain melaksanakan salat di Masjid Raya Al Mashun dalam menunaikan. Di masjid ini, animo masyarakat untuk melaksanakan Salat Idul Adha yang dilaksanakan pada 10 dzulhijjah 1432H  mengharuskan pihak panitia pelaksana memisah jamaah wanita dan pria lewat dua pintu masuk; jamaah wanita melewati pintung belakang dan jamaah pria lewat pintu depan atau pintu utama.

Membludaknya jumlah jamaah yang tidak tertampung di dalam dan halaman masjid, mengharuskan ratusan jamaah melaksanakan salat di badan jalan dengan menggunakan alas koran yang dijual para pedagang koran bekas.

Dari pantauan wartawan koran ini,seputaran Jalan Sisingamaraja atau tepatnya dari persimpangan Jalan Halat hingga persimpangan Jalan Japaris harus ditutup untuk beberapa waktu. Selain itu sejumlah jamaah juga terlihat khusyuk melaksanakan salat di jembatan penyebrangan.

Sementara itu, Syarifuddin lewat ceramahnya mengatakan pelaksanaan Idul Adha kali ini diharapkan mampu menjadi momen untuk ikut mengingat para jamaah yang tengah melaksanakan ibadah haji di Mekkah. “Pelaksanaan qurban memiliki nilai pengorbanan dan rasa kebersamaan. Di mana kisah Nabi Ibrahim yang ikhlas mengorbankan anaknya Nabi Ismail, diharapkan bisa dicontoh masyarakat untuk rela berkorban, meskipun lewat sebuah hewan. Yang pada intinya qurban yang diberikan ini bisa diberikan kepada kaum  dan dhuafa sebagai salah satu bentuk kepedulian dan kebersamaan,” ungkap Syarifuddin dalam tausiahnya.

Sementara itu pelaksanaan Salat Idul Adha dimanfaatkan sejumlah masyarakat sekitar untuk mengais rezeki. Selain menyediakan lahan parkir sejumlah masyarakat sekitar juga terlihat sibuk menjajakan koran bekas sebagai pengganti sajadah. (uma)

Tanah Ini Milik Warga Sari Rejo

Masyarakat Sepakat Pasang Plang di Tiap Tempat Strategis

MEDAN- Warga Sari Rejo terus berjuang. Tanpa aksi demo dan turun ke lapangan, melalui Forum Masyarakat Sari Rejo (Formas), warga menyuarakan aspirasinya dengan memasang plang di tiap-tiap lingkungan batas tanah Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Sabtu (5/11) pagi.

Plang dibuat oleh masing-masing koordinator lingkungan (Korling), dari Lingkungan I sampai XI. Isi plang bertuliskan ‘Selamat Datang di Kelurahan Sari Rejo, Tanah Milik Masyarakat Berdasarkan Keputusan MA No.229 K/Pdt/1991 Tanggal 18 Mei 1995 dan Peraturan Pemerintah (PP) RI No.24 Tahun 1997’, berdiri tegak di setiap persimpangan yang strategis.

“Atas kemauan semua warga lingkungan Sari Rejo yang sudah jenuh dengan perjuangan serta janji Pak Wali, warga memasang plang di setiap persimpangan strategis. Kami terus berjuang,” kata Ketua Formas, Riwayat Pakpahan, didampingi seluruh anggotanya di sela-sela pemasangan plang.

Kegiatan pemasangan tersebut dilakukan secara bergotong royong untuk menunjukkan eksistensi masyarakat Sari Rejo. Plang dipasang di beberapa titik persimpangan strategis di setiap lingkungan. Pemasangan awal dilakukan seluruh pengurus Formas bersama korling di Lingkungan VII di sekitar Titi Gantung yang dikordinir oleh Muslim, Lingkungan V dipasang di Jalan Mawar yang dikordinir Aidal Fitri. Pemasangan berlanjut di Jalan Teratai yang ke lingkungan berikutnya. Sedangkan untuk Lingkungan I, IV dan VIII akan dilanjutkan oleh masing-masing korling melakukan pemasangan plang pada pekan depan.

Riwayat Pakpahan menegaskan, pihaknya akan terus berjuang agar hak warga atas tanah Sari Rejo diakui dalam bentuk sertifikat. Untuk tujuan itu, kata Riwayat, Formas sudah menyampaikan permasalahan ini ke presiden, Kemenham, Kemenkeu, BPN Pusat, DPR RI, DPD RI, gubsu, wali kota, Kakanwil  BPN Provsu, BPN Medan, DPRD Provsu, dan DPRD Medan.

“Dengan memanjatkan doa kepada Allah Swt, Tuhan yang Maha Esa, semoga membuka pintu hati para pengambil keputusan untuk penyelesaian tanah Sari Rejo dengan adil. MoU antara Pemko Medan dan TNI AU harus memberikan hak masyarakat sepenuhnya, dengan eksistensi yang diklaim bersertifikat,” ucapnya.

Formas berharap janji wali kota untuk membantu menyelesaikan permasalahan ini, tidak sekadar janji yang tidak pasti. “Pak Wali, pastikan kapan hak masyarakat diberikan. Karena Pak Wali sudah berjanji, warga berharap segera diselesaikan agar tidak menjadi janji yang hanya tinggal janji.  Kami hanya minta kepastian yang bukan janji belaka,” cetusnya.

Terkait kunjungan tim dari Kasau, wali kota juga berjanji akan menyelesaikan masalah tanah Sari Rejo pada Desember tahun ini. Riwayat mengungkapkan, warga sangat meragukan komitmen wali kota Medan yang dinilai terlalu mudah menabur janji.

“Desember tahun ini merupakan komitmen terakhir. Tekad warga sudah bulat, paku mati soal perjuangan sertifikat tanah Sari Rejo, meski nyawa taruhannya,” ungkapnya.

Dipaparkan Riwayat, secara historis tanah Sari Rejo sudah dikuasai masyarakat sejak 1948 dan secara yuridis masyarakat telah memperoleh pengakuan dari putusan MA pada 1995. Aspek sosialnya, masyarakat begitu harmonis dengan berbagai etnis hidup rukun damai antara umat beragama yang terjalin dengan rasa persaudaraan yang saling menghormati.

“Pemko Medan juga sudah menyediakan insfrastruktur dengan membenahi seluruh jalan yang diaspal dan gang-gang sudah dibeton. Begitu juga dengan sarana lain seperti listrik, air bersih, dan telekomunikasi yang menjadikan kawasan hunian mandiri kompak dan lengkap bila dipandang dari aspek pemerintahan yang sudah menjadi wilayah administrasi yaitu Kelurahan Sari Rejo,” jelasnya.

Untuk itu, warga yang tergabung dalam Formas sangat berharap Wali Kota Medan melunasi seluruh janjinya kepada masyarakat Sari Rejo. “Sekali lagi kami mengingatkan janji itu kepada Pak Wali, agar menyelesaikan masalah tanah Sari Rejo,” pinta Riwayat.(adl)

Rahudman Siap Pasang Badan

Wali Kota Medan Rahudman Harahap memberikan aspresiasi terhadap Forum Masyrakat Sari Rejo (Formas) yang terus berjuang tanpa henti. Apalagi kini bentuk perjuangannya dengan memasang plang di persimpangan yang strategis di areal 260 hektar lahan yang masih bersengketa.

“Itu memang tanah orang itu (warga Sari Rejo), kita pertahankan dong,” kata Rahudman di sela-sela pemotongan hewan kurban di RPH, Minggu (6/11).

“Saya pasang badan untuk mereka, catat itu ya. Saya perjuangkan,” tambahnya.
Ketua Komisi A DPRD Medan Ilhamsyah meminta Rahudman Harahap benar-benar menepati janji dan memperjuangkan hak warga Sari Rejo atas tanah dimaksud.

“Buktikan kalau Wali Kota Medan memperjuangkan warga Sari Rejo. Masalah tanah Sari Rejo sudah berlarut-larut,” cetusnya.

Menurutnya, Pemko Medan jangan berpihak kepada pengembang yang juga berada di kawasan Tanah Sari Rejo seperti CBD Polonia yang sudah mendapatkan sertifikat tanahnya.

“Berikanlah hak warga yang memang menjadi miliknya. Jangan hanya karena kepentingan. Pihak lain seperti CBD Polonia yang berdiri di atas tanah sari Rejo sudah memperoleh sertifikat, ada apa ini?” bebernya mengakhiri.(adl)