31 C
Medan
Thursday, April 2, 2026
Home Blog Page 14576

Mancini- Tevez Saling Tuntut, Balotelli Asyik Beli Majalah Bokep

Kondisi Manchester City sedikit membaik atas hasil bagus sejauh ini. Namun riak-riak di dalam kubu tim masih saja terdengar. Yang sedang panas adalah soal tuntut menuntut antara Carlos Tevez dan manajernya Roberto Mancini.
Carlos Tevez memang berencana menuntut Roberto Mancini atas tuduhan fitnah. Sayang rencana itu akan dibalas Manchester City untuk menuntut mantan kaptennya tersebut dengan denda sebesar 10 juta poundsterling. Aksi saling menuntut ini kian memanaskan perseturuan pemain berkebangsaan Argentina tersebut dengan klubnya.

The CiTizen sendiri telah merencanakan tuntutan ini jauh hari sebelum hasil keputusan sidang komisi disiplin dikeluarkan. Sanksi satu bulan gaji dan larangan bermain selama 2 minggu ternyata tak mengurangi niat klub tersebut untuk melanjutkan tuntutannya. Tevez sendiri telah mengalami kerugian 800 ribu poundsterling akibat sanksi tersebut.
Pihak manajemen klub tengah menunggu hasil resmi pemeriksaan tindakan Tevez sebelum akhirnya melayangkan tuntutan tersebut kepada mantan striker West Ham United tersebut. Tuntutan ini akan semakin menyulitkan posisi Tevez di klubnya tersebut.

Chairman dari City, Khaldoon Al Mubarak menyatakan dukungannya terhadap Roberto Mancini. Ia mengatakan bahwa pelatih berkebangsaan Italia tersebut tak perlu khawatir akan tuntutan yang diajukan Tevez terhadap Mancini. Mantan striker Manchester United tersebut berencana menuntut Mancini atas dasar pemfitnahan terhadap dirinya.

Di lain hal, striker bengal Citu, Mario Balotelli malah asyik pacaran. Ia dan pacarnya Raffaella Fico sumringah ketika didapati wartawan berjalan menyusuri sudut kota Manchester. Dan mereka pun singgah di sebuah toko buku.

Di tengah pencariannya dalam kios itu, mata Balo tertuju kepada sebuah majalah porno yang dipajang di atas rak. Sembari tertawa kecil, Balo menunjukkan sampul majalah itu kepada kekasih hatinya.

Entah apa yang ada di pikiran Balotelli saat itu. Atau mungkin striker nyentrik ini  ingin mengatakan kepada pacarnya jika dia sudah mempunyai koleksi majalah serupa di rumahnya. (bbs/jpnn)

Giliran Nocerino Hat-trick

AC Milan vs Parma

MILAN- Tren kemenangan AC Milan berlanjut pada pekan kedelapan Serie A Liga Italia. Mereka melibas tamunya Parma 4-1 (2-0), kemarin dini hari (27/10). Yang istimewa, gelandang bertahan Antonio Nocerino mencetak hat-trick.
Dengan begitu, dalam dua laga beruntun, ada dua pemain Milan mencetak hat-trick. Pada pekan ketujuh, gelandang serang asal Ghana Kevin Prince Boateng yang menjadi pahlawan dengan hat-trick yang membawa Milan menang atas Lecce 4-3 (23/10).

Nocerino yang membuka pesta kemenangan Milan pada menit ke-30. Kemudian, dua golnya tercipta pada menit ke-32 dan 90. Sedangkan satu gol Milan lainnya dilesakkan Zlatan Ibrahimovic. satu-satunya gol Parma dicetak Sebastian Giovinco pada menit ke-78.

“Sejujurnya saya masih belum percaya kalau itu sudah terjadi. Biasanya saya hanya mencetak tiga gol sepanjang musim,” bilang Nocerino kepada Corriere dello Sport.

Sekarang, dia sudah mencetak empat gol dan membuatnya menjadi top scorer sementara di Milan. Koleksi golnya lebih banyak ketimbang Boateng (3 gol), Ibrahimovic (2 gol), dan Antonio Cassano (2 gol) di Serie musim ini.

“Top scorer Milan, Saya harus belajar banyak dari para striker kami untuk bisa mencetak banyak gol. yang terpenting posisi kami terus membaik. Target kami berada di puncak sebelum jeda musim dingin,” bilang Nocerino.

Sekarang, posisi Milan sudah membaik. Sempat tertahan di papan bawah. Kini, mereka sudah berada di posisi kelima dengan 14 poin. Hanya tertinggal dua angka di belakang penguasa klasemen sementara Juventus (16 poin).
Pujian kepada Nocerina juga datang dari wakil presiden Milan Adriano Galliani. “Nocerino merupakan transfer keberuntungan kami. Bila Anda memutuskan untuk pergi berlibur, maka Anda tidak akan mendapatkan keuntungan dari situasi itu,” jelas Galliani, seperti dikutip Goal.

Sementara itu, di laga lain, Udinese akhirnya merasakan kekalahan pertamanya di Serie A. Mereka takluk 0-2 (0-2) dari tuan rumah Napoli di San Paolo. Mereka takluk oleh gol Ezequiel Lavezzi pada menit ke-20 dan Christian Maggio di menit ke-44.

Kekalahan yang membuat mereka kehilangan takhtanya. Mereka sekarang harus rela berada di posisi kedua di belakang Juventus dengan mengemas 15 poin. Koleksi angkanya sama banyak dengan Lazio yang berada di posisi ketiga.(ham/jpnn)

Kalah di PN Medan, Pemko Banding ke PT

MEDAN- Pasca putusan Pengadilan Negeri (PN) Medan, yang menyatakan Pemerintah Kota (Pemko) Medan kalah dalam persidangan kasus CPNS gate. Tak terima dengan putusan itu, Pemko Medan memilih banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Medan.

Demikian ditegaskan Sekretaris Daerah Kota Medan, Syaiful Bahri didampingi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Medan, Parluhutan Hasibuan, kepada wartawan di Balaikota Medan,  Kamis (27/10).
“Kami akan menempuh jalur hukum, pastinya kami banding ke PT Medan, kami tidak terima begitu saja putusan PN Medan itu,” ucapnya.

Syaiful mengakui, salinan putusan yang menyatakan Pemko Medan kalah dalam persidangan gugatan para CPNS formasi 2010 Kota Medan belum diterima hingga kini. Sehingga, proses jalur banding hanya bisa disampaikan secara tertulis dan sekaligus akan mempelajari berkasnya.

“Kami masih menunggu salinan putusannya. Suratnya belum kami terima dan kami juga memang belum mengetahui seperti apa isinya. Makanya, nanti akan kami pelajari dulu dan akan ada proses selanjutnya yang pasti kami naik banding,” paparnya.

Sementara itu,  Parluhutan membeberkan, kasus tersebut sebenarnya sudah pernah di jelaskan Pemko Medan terkait 17 nama CPNS itu sempat diumumkan lulus pada situs Pemko Medan. “Masalah itu sudah pernah dijelaskan, karena adanya kesalahan informasi teknologi (IT). Naik dewan, BKN dan perwakilan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi sudah melihat langsung hasil rangking ujian CPNS di USU. Makanya, selanjutnya kami akan berupaya banding,” tambahnya.

Perkara itu muncul dikarenakan para CPNS formasi 2010, melihat dalam pengumuman telah lulus. Tapi, akhirnya dibatalkan sepihak saja oleh Pemko Medan. Alhasil, 1.219 orang warga Kota Medan turut serta menyampaikan gugatan citizen law suite (gugatan warga negara terhadap penyelenggara, Red) untuk membela 17 CPNS formasi 2010, yang telah dinyatakan lulus. Dalam gugatannya, warga negara itu diwakili Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan.
Ketua majelis hakim, Subiharta SH M Hum dalam persidangan, Rabu (26/10) menyampaikan Pemko Medan telah melakukan perbuatan melawan hukum, dengan tidak meluluskan 17 Peserta CPNS Kota Medan, selanjutnya Pemko Medan diperintahkan meminta maaf kepada 17 CPNSD Kota Medan, yang telah dirugikan baik secara materil maupun immaterial, permohonan maaf dimaksud dilakukan melalui 2 (dua) media cetak dan 2 (dua) media elektronik yang ada di Sumut.

Kemudian, tambahnya Pemko Medan diperintahkan merubah sistem perekrutan CPNS Kota Medan ke depan, sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Dan Pemko Medan selaku tergugat diperintahkan membayar biaya perkara yang timbul dalam perkara dimaksud.

Sementara itu, kuasa hukum dari LBH Medan, Ahmad Irwandi Lubis SH didampingi Surya Adinata SH M Kn mengapresiasi majelis hakim dalam perkara ini, yang berani membuat terobosan hukum dalam putusan dimaksud. Hal itu membuktikan hakim tidak hanya melihat keadilan prosedural dalam putusannya, melainkan melihat keadilan yang lebih substansial.

“LBH Medan meminta Pemko Medan selaku tergugat agar secara jantan dan besar hati menerima dan mematuhi putusan majelis hakim  PN Medan,” ucapnya. (adl)

Nerazzurri Bosan Kena Penalti

Atalanta vs Inter Milan

MILAN- Habis sudah kesabaran Presiden Inter Milan Massimo Moratti. Penyebabnya, berulangkali klub berjuluk Nerazzurri tersebut terkena sanksi penalti di Serie A Liga Italia. Terutama ketika mereka bertandang ke markas lawan.
Hingga pekan kedelapan Serie A, Inter sudah terkena sanksi lima kali penalti di lima pertandingan. Dari lima pertandingan itu, tiga laga di antaranya berakhir dengan kekalahan Inter, sekali menang, dan sekali seri. Hasil seri terjadi pada pekan kedelapan melawan Atalanta yang berakhir 1-1 (1-1), kemarin dini hari WIB.

Beruntung, penalti yang dieksekusi striker Atalanta German Denis pada menit ke-89 tidak masuk. Kalau saja masuk, itu bakal membuat Inter pulang dari Stadion Atleti Azzurri d’Italia, markas Atalanta, dengan tangan kosong. “Ini menggelikan, juga membuat sedikit frustrasi melihat banyaknya penalti yang dijatuhkan kepada kami,” ketus Moratti, seperti dikutip Football Italia.

Inter lebih dulu unggul pada menit ke-32 melalui gol Wesley Sneijder. Tapi, kemudian disamakan Denis pada menit ke-44. Atalanta nyaris saja menambah keunggulan kalau saja penalti Denis masuk.

Meski gagal, tapi penalti itu mendapat protes keras Inter. Pasalnya, mereka menilai Inter terlalu sering terkena hukuman penalti selama musim ini. Bukan hanya itu, keputusan penalti diambil wasit Paolo Vareli setelah mendapat informasi dari asisten wasit yang menilai bek Inter Christian Chivu melanggar Guido Marilungo di area terlarang.

“Apakah kami harus selalu terkena penalti? Kami terlalu sering mengalaminya. Kami berharap ini segera usai. Wasit sebenarnya tidak memberi penalti kali ini kalau saja asisten wasit tidak mengibarkan bendera,” ketus Claudio Ranieri, pelatih Inter. “Lihat saja di rekaman ulang pertandingan, saya pikir Chivu dan Marilungo saling bertabrakan. Sudahlah, itu telah berlalu,” katanya.(ham/ko/jpnn)

MoU Merdeka Walk Ditinjau Ulang

MEDAN- Wali Kota Medan, Rahudman Harahap berjanji akan meninjau ulang Memorandum of Understanding (MoU) Merdeka Walk, yang dikelola PT Orange Indonesia Mandiri (OIM) dengan Pemko Medan. Pasalnya, satu pengelola keberatan untuk melunasi tunggakan retribusi  sejak 2005 sebesar Rp1,3 miliar.

“Setiap perjanjian ada pasal terakhir, jika ada satu pihak yang keberatan maka perjanjian akan ditinjau ulang makanya kami akan bicarakan ulang dan kami segera panggil pengelolanya,” ujar Rahudman saat ditemui di rumah Dinas Wali Kota, Kamis (27/10).

Dia menyatakan, pemanggilan terhadap pengelola Merdeka  Walk segera dilakukan, sehingga ada pembicaraan ulang  antara Pemko Medan dan pengelola Merdeka Walk.

Kini, tegasnya Pemko Medan akan membuat trotoar di sekeliling Lapangan Merdeka. Itu dilakukan untuk membatasi areal parkir Merdeka  Walk. “Biar ampun manajemen Merdeka Walk kami buat, makanya dibangun parit di sekeliling areal Merdeka Walk,” tegasnya.

Terpisah, Ketua Komisi C DPRD Medan Jumadi menagih bukti pernyataan Wali Kota Medan tersebut. “ Wali Kota jangan hanya menggertak-gertak manajemen Merdeka Walk saja, sebab tak akan menyelesaikan tunggakan pajak dan retribusi,” sebutnya.

Humas PT OIM, Hadi Wibowo menyebutkan apa yang diminta Pemko Medan merupakan suara sumbang. “Itu suara sumbang, tak perlu diperlebar. Lihatlah kondisi Merdeka Walk sekarang sudah dirawat dan dibagusin,”katanya.
Dikatakannya, kontraknya  hingga 20 tahun dimulai sejak 2007, diharapkan Pemko Medan bisa berunding mencari solusi terbaik. (adl)

Pembangunan Berwawasan Kesehatan

KESEHATAN merupakan salah satu bidang strategis dalam pembangunan. Oleh karena itu, pembangunan bidang kesehatan harus ditunjang secara sinergis oleh pembangunan bidang-bidang lain. Atas dasar ini pula, pemerintah telah menetapkan wawasan kesehatan sebagai asas pokok program dan misi pembangunan nasional. Maka, partisipasi dan kerjasama lintas sektoral mutlak diperlukan untuk mewujudkan upaya peningkatan kualitas dan derajat kesehatan masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Edwin Effendi mengatakan, pembangunan kesehatan merupakan salah satu upaya memenuhi hak dasar manusia. Oleh karena itu, masalah kesehatan harus dipahami sebagai investasi dan menjadi tanggungjawab lintas sektoral. Untuk mewujudkan masa depan kota yang sehat dan berkualitas, kesadaran seluruh pihak merupakan kunci utama, sebab sumberdaya kesehatan sesungguhnya hanya bagian kecil dari sistem pembangunan kesehatan.

“Kesehatan harus dipandang sebagai investasi. Maka setiap program pembangunan yang terkait dengan kesehatan, harus memberikan kontribusi positif. Keberhasilan pembangunan kesehatan tidak semata-mata ditentukan hasil kerja keras sektor kesehatan, tetapi sangat dipengaruhi oleh kerja keras dan kontribusi positif berbagai sektor,” ujarnya.
Oleh karena itu, kata Edwin, kebijakan Pemerintah Kota Medan dalam pembangunan kesehatan akan melibatkan berbagai pihak untuk mengelola bidang kesehatan secara optimal, sehingga pembangunan berwawasan kesehatan bisa terlaksana dan dikedepankan untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang sehat.

Sebetulnya, Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang Kesehatan (RPJPK) tahun 2005-2025 yang berisi visi, misi dan arah pembangunan kesehatan. Ini menjadi pedoman bagi pemerintah dan masyarakat termasuk swasta dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan di Indonesia 20 tahun ke depan.

RPJPK sendiri merupakan dokumen perencanaan pembangunan kesehatan nasional di bidang kesehatan untuk jangka waktu 20 tahun ke depan, ditetapkan sebagai arah dan acuan bagi pemerintah, masyarakat, swasta dalam mewujudkan tujuan pembangunan kesehatan, sehingga seluruh upaya pembangunan kesehatan berjalan sinergis.

Pembangunan kesehatan diselenggarakan guna menjamin tersedianya upaya kesehatan, baik upaya kesehatan masyarakat maupun upaya kesehatan per-orangan yang bermutu, merata, dan terjangkau oleh masyarakat. Upaya kesehatan diselenggarakan dengan pengutamaan pada upaya pencegahan (preventif), dan peningkatan kesehatan (promotif) bagi segenap warga negara Indonesia, tanpa mengabaikan upaya penyembuhan penyakit (kuratif), dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif).

Kesehatan Tersistem

Untuk mendukung terwujudnya pembangunan berwawasa kesehatan, Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Kesehatan saat ini sedang mempersiapkan sistem kesehatan kota. Ini merupakan implementasi visi dan misi Wali Kota Rahudman Harahap untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, juga menjadi bagian dari perwujudan amanah undang-undang.

Menurut Edwin, pembangunan kesehatan harus berjalan secara tersistem dan melibatkan seluruh sektor dan juga harus didukung perangkat hukum. Oleh karena itu, Sistem Kesehatan Kota Medan ini akan dirangkum dalam sebuah peraturan daerah (perda), yang rancangannya saat ini sedang dibahas di legislatif. DPRD Medan juga sangat antusias menanggapi rancangan perda tersebut dan berinisiatif membentuk panitia khusus (pansus) untuk membahas secara mendalam masalah sistem kesehatan kota. “Mudah-mudahan tahun ini selesai dan segera disahkan jadi Perda,” ujar Edwin.

Kepada wartawan beberapa waktu lalu, Ketua Komisi B DPRD Kota Medan Roma P Simare-mare mengatakan, Ranperda tersebut diharapkan bisa meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya Jaminan Pelayanan Kesehatan Medan Sehat (JPKMS). Sebab, selama ini tidak ada aturan baku terkait pelaksanaannya.

“Kami akan membahas Ranperda ini lebih dalam lagi, sehingga ada peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kota Medan dengan satu aturan baku,” katanya.

Sementara, ketika membacakan nota pengantar Ranperda sistem kesehatan, Wali Kota Medan Rahudman Harahap mengatakan, “Ranperda Sistem Kesehatan ini diharapkan untuk memunculkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat. Hal ini merupakan investasi bagi pembangunan sumber daya manusia,” ucapnya.

Edwin menjelaskan, dalam Perda itu nantinya akan diatur sistem program pembangunan kesehatan secara terpadu, sehingga penanganan masalah kesehatan harus bermula dari tindak pencegahan, menemukan dan pemulihan (rehabilitasi). Sebagai contoh, Pemko Medan mencanangkan program Medan Bebas Gizi Buruk 2015. Untuk mewujudkan ini, maka gizi buruk harus dikenali, disentuh dan ditanggulangi oleh sektor-sektor terkait. “Seperti saya katakan tadi, gizi buruk hanya akibat. Jika sudah terjadi, satu-satunya pilihan hanya rehabilitasi. Padahal penyakit ini bisa dihindari dengan program terpadu, menganut konsep pembangunan berwawasan kesehatan itu,” katanya.

Dia mengatakan, pihaknya akan memberdayakan seluruh potensi untuk mewujudkan tujuan itu. Puskesmas, misalnya, harus digiatkan fungsinya sebagai penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan keluarga dan masyarakat, serta pusat pelayanan kesehatan strata pertama. Selain itu, ada posyandu sebagai wadah potensial bagi masyarakat untuk ikut berperan aktif mewujudkan kehidupan yang sehat.

Sebagai salah satu subsistem dalam sistem kesehatan, sumberdaya kesehatan, baik tenaga maupun sarana, akan terus mengawal, mengenali dan mengurus warga yang memerlukan perlakuan kesehatan. Hal ini akan didukung oleh sub sistem-sub sistem lainnya seperti upaya, pembiayaan, regulasi, perbekalan dan obat-obatan, sistem informasi dan monitoring atau evaluasi terhadap seluruh program yang telah dan akan dilaksanakan.

Memang, kata Edwin, konsep kota sehat tidak hanya fokus pada pelayanan kesehatan yang lebih ditekankan kepada aspek menyeluruh yang mempengaruhi kesehatan masyarakat baik jasmani maupun rohani. Perkembangan gerakan kota sehat di setiap tempat berbeda satu sama lainnya, tergantung permasalahan yang dihadapi, sehingga perlu disesuaikan dengan local spesific (kekususan tempat).

“Dalam hal ini, kita akan memberdayakan kearifan lokal untuk mengenali masalah-masalah kesehatan,” katanya.
Pada akhirnya, Edwin berpesan, setiap orang dan masyarakat harus bersinergi dengan pemerintah serta berkewajiban dan bertanggung jawab memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan perorangan, keluarga, masyarakat, beserta lingkungannya. Pembangunan kesehatan harus mampu membangkitkan dan mendorong peran aktif masyarakat. Pembangunan kesehatan harus berdasar pada kepercayaan atas kemampuan dan kekuatan sendiri, kepribadian bangsa, semangat solidaritas sosial, dan gotong royong.

“Kesehatan adalah tanggung jawab bersama dari setiap individu, masyarakat, swasta, dan pemerintah. Kesadaran, kemauan dan kemampuan setiap individu, keluarga dan masyarakat untuk menjaga kesehatan, memilih dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu sangat menentukan keberhasilan pembangunan kesehatan.  Minimal, masing-masing pribadi mampu menjaga agar tidak menjadi sumber penyakit,” tutupnya. (pms)

Peran Lintas Sektoral

Dalam konsep pembangunan berwawasan kesehatan, maka secara makro setiap program pembangunan diharapkan mampu memberikan kontribusi positif terhadap terbentuknya lingkungan dan perilaku sehat tersebut. Sedang secara mikro, semua kebijakan pembangunan kesehatan yang sedang dan atau akan diselenggarakan harus mendorong meningkatnya derajat kesehatan seluruh anggota masyarakat. Di dalam kerangka strategi ini perlu dilakukan kegiatan sosialisasi, orientasi, kampanye, dan advokasi serta pelatihan sehingga semua sektor pembangunan berwawasan kesehatan.

Edwin Effendi mencontohkan, sektor pendidikan dalam menjalankan tugas-tugas kependidikan, seyogianya mampu menciptakan suasana sehat di lingkungan sekolah. Lazim terjadi, toilet sekolah selalu kotor dan kumuh, yang tentu saja bisa berdampak buruk pada kesehatan peserta didik. Contoh lainnya, stakeholder pendidikan harus bertanggungjawab memonitoring siswa agar tidak sembarang jajan di sekitar sekolah, sehingga tidak terjadi kasus keracunan makanan akibat jajanan yang tidak hiegenis. “Saya pikir, tidak salah kalau kita sebutkan bahwa keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh tersedianya out-put pendidikan yang sehat, cerdas dan mandiri,” ujar Edwin.

Sektor lain seperti pertanian dan ketahanan pangan, harus secara intensif mewujudkan ketersediaan pangan, sehingga tidak terjadi gizi buruk. “Hal terpenting dari penanganan gizi buruk adalah tindakan preventif. Gizi buruk muncul dari sebuah kondisi dan itu tidak sepenuhnya tanggungjawab bidang kesehatan. Setelah terjadi gizi buruk, dia sudah menjadi penyakit, barulah kita obati atau dipulihkan. Tapi gizi buruk tak akan terjadi jika semua pihak memiliki wawasan kesehatan. Di sinilah pentingnya paradigma sehat dan konsep kesehatan mandiri,” katanya.

Edwin mencontohkan,  tempat yang sangat rentan terhadap pertumbuhan penyakit yakni tempat pembuangan sampah. Warga perlu bersinergi dengan petugas kebersihan. Warga harus cermat saat membuang sampah agar tidak berserak di luar tong yang sudah disediakan. Dilain sisi, petugas kesehatan harus mengangkut sampah secara terjadwal dan tepat waktu, sehingga potensi munculnya penyakit dapat ditekan sekecil mungkin.

Bukan hanya pemerintah, swasta dan pengusaha juga harus berperan. Kesehatan dan kesejahteraan pekerja harus dipahami sebagai investasi. Lingkungan yang sehat, karyawan yang dinamis, tentu itu akan berdampak pada peningkatan produktivitas. Kondisi ini tentu akan membawa harapan segar bagi pembangunan ekonomi. “Misalnya, tukang bengkel jangan membuang sisa oli sembarangan. Guru mengajarkan pentingnya budaya sehat, wartawan menulis tentang wawasan kesehatan. Jadi , semua pemangku harus terlibat, sehingga terwujud pembangunan berwawasan kesehatan, mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat, memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata, dan terjangkau,” ujarnya. (pms)

Bonus Rp100 juta

Sumut lolos PON XVIII

LOLOSNYA Sumut pada PON XVIII mendatang mendapat apresiasi dari banyak pihak. Menurut Ketua Pengprov PSSI Sumut yang dipilih oleh 23 Pengcab/Klub Ir H Kamaluddin Harahap MSi, pihaknya berhasil mengumpulkan bonus yang akan dibagikan kepada seluruh pemain sebesar Rp100 juta.

“Mereka pantas mendapatkannya karena mereka telah mencetak sejarah dan menghapus noda hitam terkait kegagalan tim Pra PON Sumut yang gagal berlaga pada PON XVII di Samarinda,” bilang Kamaluddin.

Terkait rencana tentang kelanjutan tim Pra PON Sumut, pria yang juga Wakil Ketua DPRD Sumut itu mengatakan akan mempertahankan tim secara keseluruhan.

“Bila perlu semua pemain ini akan kita drop ke salah satu tim peserta  Divisi Utama ataupun Divisi I sehingga kekompakan serta kerjasama tim semakin padu,” bilang Kamaluddin.

Hal senada juga diungkapkan oleh duet manejer tim Pra PON Sumut Dr M Nur Rasyid Lubis dan Drs Azzam Nasution.
Bahkan secara tegas keduanya mengucapkan terima kasih atas atensi yang diberikan beberapa pihak seperti Ketua DPRD Sumut H Saleh Bangun, Ketua KONI Sumut Gus Irawan Pasaribu, Bupati Labura Kharuddin Sitorus, Pengurus PSSA Asahan Azwar Mahmud alias Pak Ujang serta pengurus PSSI Sumut Erwis Edi Pauza Lubis dan Isman Nuryadi. (jun)

Pelayanan Ambulans 118 Gelar Workshop

MEDAN-Palang Merah Jerman dan Palang Merah Hongkong yang tergabung dalam konsorsium pelayanan ambulan 118, mengadakan workshop mulai tanggal 25- 26 Oktober di Hotel Aryaduta Medan. Workshop diikuti oleh Pengurus Palang Merah Sumatera Utara, Pelayanan Ambulans PMI Kota Medan, PMI Kota Pematangsiantar dan PMI Kabupaten Langkat.

Turut hadir Pimpinan Palang Merah Jerman Erhard Bauer, Palang Merah Hongkong Vincent Wang dan Guineviene R De Jenus, Konsultan Program Patrick Bolte dan Program Manager dari Konsorsium Andri Isyunarto.

Pimpinan Palang Merah Jerman Erhard Bauer dalam sambutannya mengatakan, selama kurun waktu dua tahun konsorsium bersama-sama dengan PMI Sumut dan Dinas Kesehatan Provinsi menjalankan program pelayanan ambulans 118 ini. “Oleh karenanya melalui workshop ini akan dievaluasi kekurangan dan kelemahan program dan selanjutnya akan dirumuskan rekomendasi-rekomendasi sebagai tindak lanjutnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PMI Sumatera Utara DR H Rahmat Shah dalam sambutannya sebelum membuka workshop secara resmi mengajak semua yang hadir untuk sejenak menundukkan kepala sambil berdoa, karena adanya bencana yang ditimpa oleh masyarakat Turki.

Selanjutnya Rahmat Shah mengatakan, workshop tersebut adalah media yang strategis guna mengukur kapasitas program pelayanan ambulans yang telah berjalan selama dua tahun, untuk kemudian dilakukan kajian-kajian guna penyempurnaan berikutnya.  “Oleh karena itu, dimintakan kepada semua yang terlibat dalam workshop dapat menghasilkan komitmen-komitmen baru yang konstruktif. Sebab pelayanan ambulans 118 ini adalah pekerjaan yang mulia sebagai penjabaran dari tujuh perinsip yang diemban oleh Palang Merah,” tegas Rahmat.

Terkait dengan akan berakhirnya masa kerjasama antara konsorsium dengan pelaksana program pelayanan ambulan 118 di Sumatera Utara pada Desember 2011 ini, Rahmat Shah meminta agar pihak konsorsium tidak begitu saja melepaskan diri, mengingat bahwa program ini masih terdapat kekurangan seperti halnya dalam sistem yang telah dibangun dikembangkan, masih perlu penyempurnaan. “Sebab, masih dibutuhkan panduan, pemikiran dan gagasan yang baik dari semua pihak, terutama dari Palang Merah Jerman dan Hongkong,” tambah Rahmat.

Workshop sendiri dipandu langsung oleh Konsultan Program, Patrick Bolte dan Program manager dengan sistem pembagian kelompok kerja. (*/ila)

Markus pun Berikan Support

ADA pemandangan menarik saat Sumut melakoni babak playoff Pra PON menghadapi Bengkulu, kemarin (27/10) di Lapangan Bea Cukai, Rawamangun, Jakarta Timur.

Nyaris semua mantan pemain nasional yang berasal dari Sumut memberikan support agar anak asuh Rudi Saari mengalahkan Bengkulu. Terlihat di tribun VIP mantan pemain PSMS yang juga Ketua PSSI Prof Dr Johar Arifin Husein, mantan pemain timnas Tumpak Uli Sihite, Riki Yakobi serta Markus Horison.

Tak sekadar memberikan support, Markus pun berbaur dengan para pemain Sumut yang berada di bench.  “Tim ini punya potensi. Skil serta kerjasama timnya jauh lebih solid dibanding tim yang saya perkuat pada PON XVI tahun 2004,” bilang pria berkepala plontos yang pernah menjadi kiper Sumut saat meraih medali perunggu tujuh tahun lalu.

Intinya, masih menurut Markus, tim Pra PON Sumut ini harus terus dipertahankan sehingga kerjasama di antara pemain kian solid. “Untuk menebus kegagalan tahun 2007 lalu, tim ini harus mampu melewati prestasi yang kami raih pada tahun 2004,” tandasnya.(jun)

Sumut Lolos PON 2012

Sumut vs Bengkulu

JAKARTA- Ketabahan serta keuletan para pemain yang selama 17 bulan melahap semua materi latihan yang diberikan Rudi Saari membuahkan hasil.

Kamis (27/10) Hardiyantono dkk memastikan Sumut lolos pada PON XVIII yang berlangsung di Riau, 2012 mendatang, setelah pada pertandingan playoff di Lapangan Bea Cukai Rawamangun meraih kemenangan dengan skor 2-0.

Kemenangan yang diraih Sumut atas Bengkulu digapai dengan susah payah, karena para pemain tampil gugup sepanjang babak pertama. Keadaan kian sulit bagi anak asuh Rudi Saari karena pemain Bengkul sangat cerdik memanfaatkan situasi dengan banyak berpura-pura terjatuh.
Imbasnya, pemain Sumut tersulut emosi dan bermain tanpa kontrol. Tak kurang lima kartu kuning diberikan wasit kepada pemain Sumut Sapri Koto, Zulkifli, Agung, Haridyanto, M June.

Melihat kondisi ini, pada masa jeda Rudi Saari, head coach tim Pra PON Sumut meluapkan amarahnya guna membangkitkan motivasi pemain. “Seperti apa main kalian hari ini? Apa ini mau kalian? Saya yakin kalian mampu mengalahkan mereka, karena tidak satupun pemain mereka (Bengkulu, Red) memiliki kemampuan yang istimewa. Pokoknya di babak kedua permainan kalian harus lebih baik daripada babak pertama,” bentak Rudi kepada seluruh pemain.

Seakan terlecut dengan motivasi yang diberikan Rudi Saari tadi, di babak kedua penampilan tim Pra PON Sumut kian trengginas. Sepanjang pertandingan Hardiyantono dkk terus mengepung lini pertahanan tim Pra PON Bengkulu.
Hasilnya, pada menit ke-69 Edi Syahputra membobol gawang Bengkulu yang dikawal Oki Yuharsena. Berselang delapan menit kemudian Zulkifli menambah keunggulan Sumut menjadi 2-0.

“Saya puas karena kita mampu mengalahkan mereka dan lolos ke PON XVIII. Tapi jujur, jika melihat penampilan anak-anak hari ini saya kecewa. Harusnya mereka bisa menang dengan lebih banyak gol. Sayangnya, mereka tampil tegang,” bilang Rudi. “Begitupun, kita semua wajib bersyukur karena kemenangan ini berarti mencetak sejarah baru plus menghapus pengalaman pahit akibat tidak lolos pada PON XVII lalu. Mungkin inilah yang menjadi penyebab anak-anak tampil tegang,” terang Rudi, yang kemarin belum benar-benar sembuh dari sakitnya.

Selanjutnya Rudi Saari perpesan kepada pemain untuk tidak cepat puas diri, karena perjuangan ke depan akan semakin berat. “Kita sudah lolos PON XVIII. Target kita sekarang adalah menjadi yang terbaik di even empat tahunan itu,” tegas Rudi.

Sementara itu pelatih Bengkulu M Nasyir secara jujur mengakui kehebatan tim Pra PON Sumut. “Wajar Sumut tampil sebagai pemenang,” bilang Nasir. (*)