Home Blog Page 14581

Tiga Ruko di Kapten Muslim Terbakar

MEDAN- Tiga unit rumah toko (Roku) berlantai III di Jalan Kapten Muslim, Kelurahan Helvetia Tengah, Kecamatan Medan Helvetia, ludes dilalap sijago merah, Rabu (12/10) pagi pukul 08.00 WIB. Api diduga dari kompor minyak tanah yang meledak di lantai 1 ruko yang dikontrak Dodi (40), pengusaha sate padang.

Saat kejadian, Asep (28), karyawan Dodi hendak memasak lontong. Namun saat Asep menyalakan kompor minyak tanah dengan menggunakan mancis, tiba kompor tersebut meledak dan api spontan membesar.

Melihat api semakin membesar, Asep langsung keluar sambil menjerit memanggil Dodi beserta istri dan anaknya untuk keluar dari ruko guna menyelamatkan diri dari kebakaran tersebut. Api yang semakin membesar, merambat ke ruko di sebelahnya yang menjual aksesoris komputer dan ruko yang dijadikan kantor turut terbakar.

Tak lama berselang, lima unit mobil Pemadam Kebakaran tiba di lokasi. Satu jam kemudian, petugas pemadam berhasil menjinakkan api yang membakar ruko tersebut.  Akibat kebakaran tersebut, korban mengalami kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.(mag-7)

Elia Diduga Dibunuh Pacar Sendiri

MEDAN- Sedikitnya empat orang diperiksa sebagai saksi terkait tewasnya Elia Kartika Dewi, warga Marelan di kamar 319 Hotel Ardina, Jalan Krakatau Ujung, Selasa (11/10) kemarin. Keempat saksi yang diperiksa yakni Sudarso (40) ayah korban, Dedi, serta dua karyawan hotel lainnya.

“Saat ini kita baru memintai keterangan dari pihak hotel. Tiga pegawai hotel dan ayah korban,” kata Kapolsek Medan Timur Kompol Patar Silalahi saat dikonfirmasi, Rabu (12/10) siang.

Saat ditanyai mengenai identitas pelaku, Patar mengatakan, untuk sementara pelaku pembunuhan ini diduga pacar korban yang diduga berinisial AA warga Jalan Alumunium I, Kecamatan Medan Deli. Saat itu korban diduga bersama Ari ketika masuk ke Hotel Ardina, Senin (10/10) sore pukul 15.00 WIB.

Kemudian saat masuk ke hotel, tersangka menggunakan nama Arman, hal itu diketahui saat kepolisian mengcek ke pihak Hotel, tertera bahwa nama Arman sebagai pemakai kamar 319 Hotel Ardina.(mag-7)

Gatot Merasa Gubernur Definitif

Plt Gubsu Temui Sekjen Kemendagri

JAKARTA- Laporan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Gatot Pujo Nugroho kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemedagri) ternyata mengecewakan. Petinggi di kementerian tak puas karena isi laporan Gatot itu tidak menyuarakan inti permasalahan.

Surat tertanggal 16 September 2011, yang dikirimkan Gatot menyebutkan bahwa mutasi yang telah dilakukan sudah melewati persetujuan Badan Pertimbangan Jabatan Kepangkatan (Baperjakat) Pemprov Sumut. Gatot, dalam laporannya itu, juga mengatakan bahwa mutasi dilakukan untuk meningkatkan kinerja di Pemprov Sumut.
Masalahnya, yang dipersoalkan Kemendagri adalah mutasi yang dilakukan Gatot melanggar aturan. Di mana, sebagai Plt gubernur, Gatot tidak punya kewenangan melakukan mutasi, terlebih menonjobkan sejumlah pejabat. “Dari laporannya itu, terlihat bahwa Gatot merasa sudah sebagai gubernur definitif. Laporan yang dibuat seolah dalam kondisi normal, padahal ini tak normal karena dia hanya Plt,” ujar sumber di Kemendagrin
yang mewanti-wanti namanya tidak ditulis di Sumut Pos ini.

Namun, terlepas dari itu, Gatot tampaknya sadar dengan masalah yang dihadapinya. Ancaman Mendagri Gamawan Fauzi yang akan mengeluarkan teguran keras kepada Plt Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho,  langsung direspon politisi PKS itu. Gatot hari iniakan menemui Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri, Diah Anggraeni di gedung Kemendagri, Jakarta. Gatot sendiri yang minta bertemu ‘orang kedua’ di Kemendagri itu. Diah pun menjadwalkan mau menemui Gatot pagi ini sekitar pukul 10.00 WIB.

“Besok (hari ini, Red) dia mau menemui saya,” ujar Diah kepada wartawan di kantornya, kemarin sore.
Diah tak mau berkomentar banyak saat ditanya kebijakan apa yang akan diambil dalam kasus mutasi besar-besaran di Pemprov Sumut itu. Birokrat asal Semarang itu berjanji akan memberikan keterangan usai bertemu Gatot. “Besok setelah pertemuan saya jelaskan ya,” ujarnya ramah.

Sementara, informasi yang didapat Sumut Pos, Diah bersemangat untuk segera bertemu Gatot. “Ibu (Diah Anggraeni, Red) sudah tak sabar pengin segera memarahi Pak Gatot,” cerita sumber koran ini yang merupakan orang dalam Kemendagri.

Pihak Kemendagri sendiri tidak mengira jika Gatot mau datang menemui Diah. Padahal, pihak Kemendagri sudah menyiapkan draf surat teguran kedua, yang tentunya lebih keras dibanding teguran yang pertama. Selain menyiapkan teguran ke Gatot, pihak Kemendagri juga menyiapkan draf Surat Edaran (SE) Mendagri yang akan dikirim ke seluruh gubernur dan bupati/walikota. Isi SE, mengingatkan agar para kepala daerah tidak sembarangan melakukan mutasi di jajaran pegawainya. Bahkan, dari kasus mutasi besar-besaran di Sumut ini, Kemendagri akan memasukkan pasal yang mengatur secara lebih tegas kewenangan seorang penjabat atau plt kepala daerah, dalam rumusan revisi UU Nomor 32 Tahun 2004 yang saat ini dalam proses penggodokan.

Informasi lain yang diperoleh Sumut Pos, tadi malam Gatot sudah berada di Jakarta. Kuat dugaan, kedatangan Gatot ke ibukota, terkait jadwal perteman dengan Diah Anggraeni.

Dengan kedatangan Gatot hari ini ke Kemendagri, skenario akan mengirim surat teguran kedua, bisa diurungkan. Dengan catatan, dari hasil pertemuan ini Gatot mau tunduk menjalankan perintah Gamawan Fauzi untuk mengevaluasi mutasi massal yang telah diambilnya.

Gamawan dan Diah sendiri kompak, tidak akan membiarkan perkara ini. Gamawan dan Diah, yang sama-sama merintis karir di birokrasi dari bawah, tidak ingin nasib para birokrat di Sumut dipermainkan oleh penguasa politik di tingkat lokal.

“Saya tak rela teman-teman saya dibegitukan,” ujar Diah, yang lama merintis karir di Pemprov Jawa Tengah itu.
Sebelumnya diberitakan, Gamawan mengancam akan segera mengeluarkan surat teguran kedua kepada Gatot. “Kita akan tegur lagi. Kalau tidak segera bersikap, kita tegur lagi,” ujar Gamawan Fauzi kepada Sumut Pos di kantornya, Jumat (7/10). (sam)

Setipis Keuntungan Calo

Indonesia vs Qatar

JAKARTA-Kekalahan 2-3 Indonesia dari Qatar tidak hanya menyesakkan sebagian besar pendukung Bambang Pamungkas dkk. Hasil ini ternyata sangat berimbas pada nasib para calo tiket yang berada di seputaran Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, tempat pertandingan digelar.

Tentu ini soal pendapatan para calo yang turun drastis. Puluhan calo hanya bisa tersenyum masam dengan keadaan itu. “Jauh sekali penurunanannya bila dibanding saat melawan Bahrain,” ujar Entis, seorang calo sebelum pertandingan, Selasa (11/10).

Untuk pertandingan melawan Qatar, Entis mengaku baru menjual setengah dari 10 tiket yang dibawanya sejak pagin
Padahal, sebelumnya, sekali pertandingan timnas Indonesia melawan tim asing, Entis rata-rata bisa menjual hingga 30 tiket. “Sekarang tiket di loket saja masih banyak,” ungkapnya tanpa menyebut berapa jumlah keuntungan yang didapat.
Hal yang sama dirasakan Rudi, penjual tiket lainnya. Akibat menurunnya tingkat penjualan tiket, ia bingung untuk mengembalikan setoran uang modal yang didapat dari pinjaman. “Enggak tahu nih bayarnya, tiketnya masih sepi, padahal modalnya minjam tetangga,” ujarnya.

Pada laga kemarin malam, sejatinya Indonesia cukup mengimbangi permainan Qatar. Namun, kemenangan bak harga mati. Jadi, kalah dengan skor tipis sangatlah menyesakkan. Apalagi, dengan kekalahan itu, peluang Indonesia sangat tipis, persis dengan nasib para calo yang terhenyak karena sedikitnya tiket terjual.

Pada malam kemarin, dua gol Indonesia dipersembahkan pemain naturalisasi Cristian Gonzales (26 dan 35), sementara gol Qatar didapatkan dari Abdulaziz AL Sulaiti (13), Khalfan Ibrahim (31), Muhammed Razarak (59)

Hasil ini menempatkan Indonesia di posisi juru kunci klasemen sementara Grup E tanpa meraih satu poin pun. Adapun Qatar berhak menduduki posisi puncak dengan lima poin. Tetapi posisi Qatar masih mungkin digeser oleh Iran dan Bahrain yang bermain kemarin malam.

Menariknya, meski sepi penonton, pengamanan ketat tetap diterapkan aparat Polda Metro Jaya dalam pertandingan tersebut. Penggeledahan badan dilakukan secara bertahap sebanyak tiga kali. Hasilnya, kepolisian mengamankan seorang pemuda yang kedapatan membawa petasan dan seorang pemuda yang kepergok tengah melinting ganja.
“Ada satu orang yang bawa petasan. Dia bawa sekitar dua atau tiga petasan di Sektor 7,” kata Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sujarno.

Polisi menahan pemuda tersebut hingga pertandingan selesai. “Sesuai janji kami yang kedapatan bawa akan kami ambil petasannya, dan orangnya tidak boleh masuk stadion. Supaya biar sekalian enggak bisa nonton,” ucap Sujarno. (bbs/jpnn)

Ketua KPU Sumut Ajak Rembug

Soal Draft Anggaran Pilgubsu Rp496 M

MEDAN- Pengajuan draft anggaran Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2013, dari Pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut senilai Rp496 miliar, dinilai terlalu besar atau berlebihan. Menyikapi keterkejutan tentang besarnya angkat itu, Ketua KPU Sumut Irham Buana Nasution mengajak pihak terkait untuk sama-sama menghitungn
Hal ini diungkapkan Irham kepada Sumut Pos saat ditemui di salah satu ruangan Dekanat Hukum UMSU, Selasa (11/10). Pada kesempatan itu, Irham tetap bersikeras, anggaran yang diajukan tersebut adalah anggaran yang riil. “Kita berharap Pemprovsu termasuk DPRD Sumut, jangan dulu mengeluarkan sikap untuk efisiensi. Mari kita koreksi bersama, duduk bersama. Mana item-item anggaran itu yang perlu dilakukan penghematan dan penyederhanaan,” tegasnya.

Jauh lebih baik, sambungnya, bila dilakukan terlebih dahulu analisis, dilakukan perdebatan dan pembahasan bersama dengan Pemprovsu, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) serta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) maupun Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
“Biar ada persepsi yang sama melihat alokasi anggaran yang sama. Kita tidak ingin juga, diakhir-akhir bermasalah dari aspek administratif dan pengadaan barang dan jasa. Karena kami punya pengalaman baik di 2008 lalu, tidak ada masalah apa pun,” tegasnya.

Tidak sampai di situ saja, Irham Buana mengaku, penyusunan draft anggaran Pilgubsu tersebut juga merujuk pada Pilgubsu 2008 lalu. Berdasarkan Pilgubsu 2008 lalu, dari dana alokasi secara keseluruhan sebesar Rp224 miliar, KPU Sumut mengembalikan sebesar Rp100 miliar ke kas daerah.

“Biaya Pilgubsu 2013 mengalami kenaikan yang signifikan, lebih dari 100 persen sebesar Rp496 miliar. Dana Pilgubsu 2008, sebanyak Rp100 miliar telah dikembalikan ke kas daerah. Dengan itu, berarti kami berhasil melakukan penghematan besar-besaran. Itu artinya, logika kita bangun itu jauh lebih baik kalau dicantumkan anggaran sebagaimana mekanismenya Undang-undang dan peraturan, ketimbang kita berprediksi atau berasumsi, tapi kemudian itu tidak dicantumkan di APBD. Tapi kemudian, itu dibutuhkan. Nah, jadi tidak mungkin akhirnya mengambil dari anggaran lain,” tukasnya.

Dikatakannya lagi, penyusunan draft anggaran Pilgubsu 2013 itu berdasarkan undang-undang, peraturan dan prediksi. Penyusunan serta pengajuan yang dilakukan, Sebenarnya bertujuan agar tidak menyedot alokasi anggaran lainnya. Dan sebaiknya, pengajuan itu bisa dimasukkan dalam pembahasan R-APBD 2012 dan R-APBD 2013.

Irham juga menegaskan, dalam penyusunan item per item kegiatan dan kebutuhan Pilgubsu 2013 mendatang, telah sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No 54 Tahun 2009.

“Pada 2008, dananya dialokasikan pada satu tahun anggaran sehingga menyedot alokasi lainnya. Kita tidak ingin mengusik hati nurani rakyat dan mengganggu alokasi anggaran lain,” jelasnya.

Kenaikan sebesar 100 persen dana di Pilgubsu 2013 tersebut, kata Irham, juga berdasarkan beberapa faktor (lengkapnya lihat grafis). Satu yang paling besar alokasi dananya adalah masalah honor panitia. “Untuk pihak KPU bukan honor, tapi tunjangan 1 orang Rp2,5 juta dipotong pajak. Karena sudah ada dari APBN yang namanya uang kehormatan. Kalau itu dipersoalkan, itu tidak masalah. Yang terbesar itu honor panitia pemilihan. Honor KPU nya relatif rendah. Malah kalau itu ditiadakan, tergantung komitmen Pemerintah Daerah,” cetusnya.

Begitulah, soal besar draf anggaran Pilgubsu yang disampaikan oleh Irham memang menuai keterkejutan. Setelah Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu Gatot Pujo Nugroho terkaget-kaget, kini sikap yang sama juga ditunjukkan Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumut yang juga Wakil Ketua DPRD Sumut Chaidir Ritonga, yang ditemui Sumut Pos di Gedung Dewan, kemarin.

“Memang jumlah itu relatif lebih besar, bila dibandingkan dengan Pilkada tahun-tahun sebelumnya, terlebih pada Pilgubsu 2008 lalu. Dalam hal ini, nantinya akan dikaji lebih jauh di Banggar, guna mencari kemungkinan efisiensi anggaran,” ungkapnya.

Dikatakannya, dalam urusan pemilihan umum, terlebih lagi Pemilukada yang menjadi faktor utama bertambahnya anggaran jika diformulasikan dengan bertambahnya jumlah penduduk.

Lebih lanjut Chaidir Ritonga menyatakan, upaya efisiensi terhadap anggaran Pilgubsu 2013 mendatang, tidak serta merta akan langsung disahkan. Karena, masih ada peluang Pemilihan Gubsu kembali dilakukan oleh anggota dewan. “Kita juga masih menunggu peluang pemilihan gubernur dilakukan anggota dewan. Karena sejauh ini masih dibahas di DPR. Artinya, jika nantinya benar pemilihan gubernur kembali dilakukan anggota dewan, maka secara otomatis anggaran relatif bisa diminimalisir,” jelasnya.

Dalam pembahasan nantinya, anggaran yang diajukan KPU tersebut, sambung politisi Partai Golkar tersebut, bisa dimasukkan dalam pembahasan APBD 2012 dan P-APBD 2012 serta di pembahasan APBD 2013. “Bisa tiga kali pembahasan,” katanya.

Sementara itu, anggota Banggar DPRD Sumut lainnya Amsal Nasution mengatakan, sejauh ini belum ada pembahasan mengenai usulan draft anggaran Pilgubsu 2013 tersebut di Banggar. “Belum ada pengusulan rapat membahas itu. Jadi, kita lihat dulu nanti,” katanya singkat.  (ari)

446 Calhaj Kloter 1 Tiba di Mekkah

Puncak Haji 5 November

MEDAN-Sembilan hari melaksanakan Arbain, ziarah ke makam Rasul SAW dan kegiatan lain di Madinah, 446 jamaah calon haji kelompok terbang akan bergerak ke Mekkah. Calhaj ‘angkatan pertama’ musim haji 2011 tersebut akan bergerak dengan menumpang 10 bus, Selasa (11/10).

Informasi dari Media Center Haji, calhaj asal Labuhan Batu dan Medan ini tergabung dalam gelombang kedua calhaj Indonesia yang meninggalkan Madinah. “Gelombang pertama yang telah bergerak menuju Mekkah yakni jamaah calhaj kloter I asal Jambi dan Jawa Barat,” ungkap Kepala Daerah Kerja Madinah, Ahmad Jauhari, Selasa (11/10).
Di Mekkah, calhaj asal Sumut akan tinggal di Bir Ali untuk mengambil miqat, memakai pakaian ihram dan berniat. “Karena mengambil ‘Haji Tammatu’ setiba di Mekkah maka jamaah akan melaksanakan umroh yang diawali dengan tawaf, sai kemudian tahallul,” jelasnya.

Kemudian jamaah akan mengisi kegiatan dengan ibadah sunnah seraya menunggu hari H pelaksanaan haji yakni wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah 1432 H, mabit di Muzdalifah, melempar jumroh pada hari Tasrik.
Kepala Sektor 3 Makkah Shoim Munawar kepada Humas Kemenag di Arab Saudi menuturkan, gelombang kedatangan calhaj dari Madinah menuju Makkah ini berjalan hingga puncak ibadah haji yang diberkirakan Sabtu, 5 November mendatang. Puncak ibadah haji ini ditandai dengan pelaksanaan ibadah wukuf di Padang Arafah.

Setelah tiba di Makaah, calhaj sudah bisa menjalankan rangkaian ibadah haji. Diantaranya adalah tawaf di Masjidilharan. Menurut Shoim, saat ini pemerintah Indonesia tidak menyediakan transportasi bagi calhaj yang mendiami penginapan di sekitar Masjidilharam dengan radius kurang dari dua kilometer. “Ini sudah ketentuan. Jika pemondokannya jaraknya lebih dari dua kilometer, baru ada layanan transportasi,” tandasnya.

Bila 446 calhaj kloter I embarkasi Medan sudah sampai di Madinah, 445 calhaj baru tiba di Asrama Haji Medan, tadi malam. Jamaah tersebut 167 orang asal Tanjung Balai, empat orang warga Medan, 14 jamaah dari Dairi, lima orang asal Pakpak Bharat dan 260 jamaah dari Batubara dan tergabung dalam kloter 10.

Informasi dari Humas PPIH Embarkasi Medan, calhaj tertua atas nama Basri Abu Bakar Zainuddin Bin Abu Bakar dengan usia 87 tahun beralamat Dusun X Simpang Gambus Limapuluh Kabupaten Asahan dan jamaah calhaj termuda berusia 25 tahun atasnama Nuraidah Amansyah Bidin Binti Aman Syah dengan alamat Jalan Perintis Dusun VII Mesjid Lama Tanjung Tiram Kabupaten Asahan. Para jamaah kloter 10 ini akan berangkat hari ini, Rabu (12/10) dari Bandara Polonia, Medan.

Terkait masih ditemukannya jamaah calhaj yang mengandung dan masuk kategori berisiko, Humas PPIH Embarkasi Medan kembali mengingatkan agar jamaah mengindahkan aturan yang berlaku.

Sesuai Keputusan Bersama Mentri Agama RI dan Mentri Kesehatan dan Kesejahteran Sosial RI No 458/2000 menerangkan jamaah calhaj wanita hamil diizinkan berangkat haji jika usia kehamilan masih berada pada 14-26 minggu.

Dengan catatan wanita hamil harus mendapatkan sertifikat dari International Certificate Vaccination telah menjalani suntikan vaksinasi meningitis.

Menurut informasi dari Humas PPIH Embarkasi Medan, apabila jamaah haji wanita hamil dan melahirkan diperjalanan ke Saudi Arabia maka segala biaya melahirkan dan biaya pulang ketanah air harus ditanggung oleh jamaah dan tidak termasuk biaya keberangkatan ibadah haji. (saz)

Undang Hungaria Garap Tol Kualanamu-Tebing

MEDAN-Keberadaan Bandara Kualanamu tampaknya dijadikan Pemprovsu sebagai ajang ‘mengakrabkan’ diri dengan pemodal asing. Setelah pembangunan Jalan Tol Medan-Kualanamu dikuasai investor asal Cina, kini pemodal Hungaria pun diundang untuk ikuti tender Jalan Tol Kualanamu-Tebing Tinggi yang akan segera dilakukan dalam jangka waktu dekat.

“Salah satu proyek infrastruktur yang siap tender antara lain Tol Kualanamu-Tebing Tinggi. Dan ini tentu, sangat terbuka bagi siapapun yang ikut berartisipasi menjadi peserta,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu Gatot Pujo Nugroho ketika menerima audiensi Duta Besar (Dubes) Hungaria untuk Indonesia, Szilvester Bus, di ruang kerjanya, lantai 9 Kantor Gubsu, Jalan Diponegoro Medan, Selasa (11/10).

Gatot menjelaskan, pemenang tender proyek tesebut nantinya hanya akan melaksanakan pembangunan jalan tol hingga selesai. Jadi, pemenang tender pembangunan jalan tol tersebut, tidak lagi direpotkan dengan masalah pembebasan lahan. Karena, masalah pembebasan lahan, menjadi tanggung jawab Pemprovsu. “Selain proyek jalan tol Kualanamu-Tebing Tinggi, masih ada yang lainnya yakni, Jalan Tol Medan-Binjai. Untuk Pembangunan Jalan Tol Medan-Kualanamu sudah selesai tender dan dimenangkan investor dari Cina,” kata Gatot.

Tak pelak, penawaran itu langsung disambut baik oleh Dubes Szilvester Bus. Bahkan, Bus langsung meminta Pemprovsu menyiapkan penawaran layaknya berbentuk proposal dengan dilengkapi data yang lengkap menyangkut perkembangan rencana pengerjaan tol tersebut. Dari itu semua, Szilvester Bus mengaku, akan coba untuk menawarkan pada investor di Hungaria. “Saya kira akan banyak investor di Hungaria yang akan tertarik, karena itu saya meminta ada semacam gambaran terkait proyek tersebut, termasuk hal lainnya yang bisa dimasuki investor,” katanya.(ari)

Dihibur Ita Purnamasari

Rally Wisata Sumut Pos 2011

MEDAN-Artis ibukota, Ita Purnamasari, dipastikan meramaikan Rally Wisata Sumut Pos yang ke IV yang akan digelar di Theme Park Pantai Cermin Serdang Bedagai, Minggu (23/10) mendatang. Selain pelantun Penari Ular’tersebut, seperti tahun-tahun sebelumnya, Rally Wisata dipastikan tetap menghibur dengan penampilan artis lokal lainnya dan tentunya hadiah melimpah.

”Rally Wisata kali ini memberi sesuatu yang berbeda dan lebih meriah. Pasalnya panitia akan menghadirkan penyanyi dari ibukota yaitu Ita Purnamasari. Namanya yang sudah tidak asing diharapkan dapat menghibur seluruh peserta,”n
ucap Wakil Pemimpin Redaksi Sumut Pos Hirzan, Selasa (11/10).

Hirzan mengungkapkan, kepastian kehadiran istri Dwiki Darmawan dalam even Sumut Pos kali ini setelah terjadi komunikasi yang lancar dan menyenangkan antara kedua pihak. “Ya, Ita Purnamasari telah memastikan kehadirannya kepada panitia, kita tunggu saja tanggal mainnya,” kata Hirzan lagi.

Untuk pelaksanaan Rally Wisata lanjutnya, mengambil rute start dari Lapangan Merdeka Medan dan finish di Theme Park Pantai Cermin Serdang Bedagai. Selama mengikuti kegiatan, peserta akan disuguhkan berbagai hiburan lewat games yang sudah disiapkan.

Hal ini pun mengundang antusias dari masyarakat untuk mengikuti kegiatan. Hingga berita ini diturunkan, sudah terdaftar 134 peserta untuk kategori mobil dan 315 peserta untuk kelompok sepeda motor. Pendaftaran peserta sudah dibuka sejak Senin (10/10) di Kantor Harian Sumut Pos, Gedung Graha Pena Jalan Sisingamangaraja Medan Amplas.
Pendaftaran peserta di kelompok mobil hanya Rp300 ribu untuk driver dan navigator. Penambahan orang akan dikenakan biaya Rp100 ribu per orang. Sementara untuk sepeda motor hanya Rp75 ribu per peserta. Peserta akan mendapatkan souvenir berupa baju, voucher snack dan makan siang, luckydraw, dan total hadiah puluhan juta rupiah. Peserta juga bebas menikmati hiburan di Theme Park Pantai Cermin Serdang Bedagai.

“Rally Wisata ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka HUT ke-10 Harian Sumut Pos. Sebelumnya, Minggu (9/10) sudah digelar Sumut Pos Caisar Fun Bike dan Walk and Aerobic di Lapangan Merdeka Medan. Ini sebagai bentuk terima kasih atas kepercayaan kepada Harian Sumut Pos sebagai sumber informasi sehari-hari,” tambahnya.
Ketua Komisi Roda Empat Ikatan Motor Indonesia Sumatera Utara (IMI Sumut) Drs Edwin Nasution menyambut positif kegiatan tersebut. “Kita Pengprov (Pengurus Provinsi) IMI Sumut sangat menyambut baik Reli Wisata Sumut Pos 2011 ini. Di samping sebagai wadah pembinaan dalam berlalu-lintas yang baik, juga sebagai ajang promosi di bidang pariwisata Kota Medan dan Sumatera Utara,” ucapnya. (jul)

‘Samosir Menangis’, Lepas Para Korban

Sembilan Pelajar Disemayamkan di SMA Negeri 1 Pangururan

Tanggal 10 Oktober adalah hari yang sulit dilupakan masyarakat Samosir khususnya SMA Negeri 1 Pangururan. Kemarin, kesembilan korban kebakaran itu disemayamkan di sekolah. Bagaimana suasananya?

Tepat pukul 10.38 WIB, sembilan unit mobil ambulans memasuki halaman SMA Negeri 1 Pangururan. Di mobil milik Pemkab Samosir itu, kesembilan mayat SMA Negeri 1 Pangururan, korban kebakaran rumah kos di Jalan Adrianus Sinaga, Pangururan, Kabupaten Samosir.

Dari dalam mobil ambulans, setiap peti mati dipikul 6 pelajar SMA Negeri 1 menuju tempat upacara persemayaman yang telah disediakan, Selasa (11/10). Menuju tempat persemayaman, sebanyak 30 orang berpakaian baju pramuka menyambut. Pramuka dibarisan depan, dibarisan belakang 18 orang yang memegang kerangka bunga dan dibarisan paling belakang memegang bendera merah putih sebanyak 10 buah dan 1 diantaranya bendera merah putih ukuran besar.

Setibanya jenazah di sekolah, suara tangisan terdengar bagai gemuruh. Itulah suara guru-guru, siswa dan muspida plus yang hadir termasuk, Kapolres, Kejari dan Wakil Bupati Simalungun.

Dua unit tenda di lapangan disediakan pantia khusus pelepasan jenazah, untuk tempat keluarga korban mengikuti upacara.

Peti korban diletakkan di atas meja yang telah disediakan. Di depan meja dipampangkan satu persatu foto korban. Sementara salibnya disandarkan di depan peti mati. Keluarga korban duduk di kursi dibawa tenda tepatnya dibelakang peti mati.

Wartawan yang melakukan peliputan pun paling banyak menyoroti anak-anak berseragam sekolah yang menangis histeris. Tak sedikit orang yang mengabadikan foto-foto  korban dengan memoto pakai hape.

Di awal acara pemberangkatan jezah sebagai penghormatan terahir, murid SMA Negeri 1 bernyanyi dengan lagu rohai berjudul Lingkupku. Saat bernyanyi itu pun suara tangis kembali menjadi-jadi. Anggota pramuka pun yang memegang karangan bunga dan bendera merah putih ikut menangis histeris.

Kesembilan korban merupakan anggota pramuka. Sebagai penghormatan terahir, anggota pramuka menyanyikan lagu Hymne Satya Pramuka. Selanjutnya upacara berlanjut dengan pemberian karangan bunga unsure Muspida kepada para korban kebakaran, sembari protocol membacakan riwayat hidup singkat tentang korban.

Sebagai renungan bagi yang hadir pada upacara tersebut, Pdt Viktor Sihotang, praese HKBP Distrik 7 Samosir, memberikan penghiburan yang diambil dari Mazmur 50:15. Ia mengatakan tidak ada orang yang memprediksi kematian, termasuk kejadian yang menimpa sembilan murid SMA Negeri 1 Pangururan.

“Saya bilang, Samosir menangis. Kepada siswa- siswi yang meratap dan menangis, saya mengutip khotbah bukan hanya untuk keluarga saja, tapi buat siswa-siswi dan masyarakat Samosir. Berserulah kepada Allah, berserulah kepada Allah ketika menghadapi masalah. Marilah berseru kepada allah,” ajaknya supaya jangan larut dalam kesedian.

Upacara diakhiri dengan pembuatan garam ke peti mati oleh guru-guru dan murid SMA Negeri 1 Pangururan ke setiap peti mati korban. Kemudian jasad dibawa ke rumah duka. Setiap pengantaran jasad korban ke rumah duka, diikuti satu unit mobil rombongan pelajar SMA Nageri 1 Pangururan.

Diselidiki

Penyebab kebakaran empat unit rumah di Jalan Adrianus Sinaga, Samosir, yang mengambil korban sembilan pelajar SMA N 1 Pangururan, masih menjadi misteri. Kapolres Samosir, AKBP EP Sirait belum bisa memastikan penyebab kebakaran itu akibat arus pendek.

Hingga kemarin, petugas Polres Samosir dibantu tim Labfor Poldasu masih melakukan penyelidikan mengungkap penyebab kebakaran. “Kita masih menunggu hasil Labfor dari Poldasu. Sejak semalam mereka sudah melakukan olah tempat kejadian perkara. Kita tunggu saja hasilnya,” ungkap Kapolres, Selasa (11/10).

Sedangkan Masdenar sebagai pemilik rumah yang diduga sebagai tempat asal api, saat ini sudah dimintai keterangan. Masdenar sudah membenarkan, sembilan pelajar SMA yang meninggal adalah anak-anaknya kosnya.
“Peristiwa ini merupakan sejarah buat Samosir. Sayai ikut berkabung, dan tidak mengira akan seperti ini jadinya. Saya atas nama Polri, menyampaikan bela sungkawa,” ujarnya mengakhiri. (osi/smg)

Kairo Mencekam, Wakil PM Mundur

Pasca Kerusuhan Sektarian

KAIRO – Pemerintah sementara Mesir di bawah Dewan Tinggi Militer (SCAF) mulai melakukan penyelidikan atas bentrok dan kerusuhan sektarian yang menewaskan 26 orang pada Minggu (9/10). Tetapi, suasana Kota Kairo masih terasa mencekam kemarin (11/10). Warga, terutama komunitas Kristen Koptik, menuntut agar Perdana Menteri (PM) Essam Sharaf segera mundur dari jabatannya.

Meski aparat keamanan berjaga-jaga di sejumlah tempat dan berlaku jam malam atau larangan keluar rumah, demo mengecam rezim militer mulai muncul terang-terangan. Puluhan ribu warga Mesir menyuarakan secara berulang-ulangan kecaman dan penolakan mereka terhadap SCAF pada Senin malam (10/10) dan kemarin pagi. Itu terjadi saat prosesi pemakaman 17 pemeluk Kristen yang tewas dalam protes berdarah di Kairo pada Minggu lalu.

Massa mengikuti upacara pemakaman 17 rekan mereka di Katedral Koptik Kairo. Siaran televisi menunjukkan bahwa peti jenazah dibawa ke lokasi upacara dari sebuah rumah sakit milik komunitas Kristen Koptik di Kairo. Peti mati itu masing-masing diberi nama korban dan dihiasi bunga.

Sebelumnya, ratusan massa berkumpul di luar sebuah rumah sakit Kristen Koptik untuk memprotes SCAF dan pemimpinnya Jenderal Hussein Tantawi. “SOS (Save Our Soul): (Umat) Koptik sedang diserang oleh tentara Mesir,” bunyi salah satu poster yang dibawa demonstran.

Slogan maupun teriakan “Enyahlah kekuasaan militer” mewarnai prosesi pemakaman. Banyak warga menuding militer sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas rusuh sektarian yang menewaskan 26 orang dan melukai lebih dari 500 orang lainnya.

Kerusuhan, yang dipicu oleh bentrok aparat keamanan dan komunitas Kristen Koptik, itu merupakan insiden terburuk dan paling banyak menelan korban sejak revolusi yang menjatuhkan rezim Hosni Mubarak delapan bulan lalu.
Sejumlah warga Muslim mendukung kolega mereka dari komunitas Kristen. Mereka melancarkan puasa atau mogok makan sebagai solidaritas. Kampanye yang dinamai “Fast4Egypt” menyebar lewat situs jejaring sosial.

“Rakyat ingin menumbangkan panglima tertinggi,” seru para pelayat merujuk pada jenderal Hussein Tantawi selaku pimpinan SCAF, yang telah berkuasa sejak 11 Februari lalu setelah tumbangnya Mubarak. Pernyataan warga itu juga didukung laporan forensik bahwa kebanyakan korban tewas akibat tembakan senjata dan ditabrak kendaraan lapis baja militer.

Kendati begitu, militer telah mengeluarkan peringatan bahwa mereka akan menumpas habis setiap unjuk rasa di masa mendatang. SCAF juga menyatakan akan mengambil langkah untuk menstabilkan keamanan. SCAF juga telah memerintahkan PM Sharaf untuk membentuk tim pencari fakta kerusuhan yang terjadi di pusat Kota Kairo itu.
Saat ini penyidik militer memeriksa 25 tersangka yang diduga terlibat dalam bentrok itu. Jika terbukti bersalah, mereka akan menghadapi ancaman hukuman hingga seumur hidup.

Kerusuhan itu memaksa Menteri Keuangan dan Wakil PM Bidang Ekonomi Hazem Abdel Aziz Mohamed al-Beblawy mengundurkan diri. Beblawy mundur kemarin sebagai pertanggungjawaban pemerintah untuk menjamin ketenteraman warga Mesir.

“Meski tak secara langsung bertanggung jawab, tetapi tanggung jawab itu memang berada di tangan pemerintah,” ujar Beblawy seperti dirilis MENA. “Situasi terakhir sangat menyulitkan dan memerlukan pemikiran baru yang berbeda serta upaya lebih keras,” lanjutnya. (afp/rtr/cak/dwi/jpnn)