Home Blog Page 14707

Kapoldasu dan Pangdam I/BB Dukung Porseni IX BPD Indonesia

MEDAN-Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro dan Pangdam I Bukit Barisan  Mayjen TNI Leo Siegers menyatakan komitmennya untuk mendukung dan menyiapkan bantuan pengamanan demi kelancaran dan suksesnya penyelenggaraan even nasional Pekan Olahraga dan Seni IX Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (Porseni IX BPD SI) di Medan yang diperkirakan akan dihadiri sekitar 4.000 orang dari berbagai propinsi yang mewakili 26 BPD.
Komitmen kedua pejabat berkompeten dalam pengamanan kamtibmas dan teritorial itu disampaikan secara terpisah saat menerima kehadiran Dirut PT. Bank Sumut Gus Irawan dan Ketua Panitia Porseni IX BPD SI M Yahya beserta jajaran panitia lainnya, Rabu (13//2011).

“Poldasu mendukung sepenuhnya pengamanan event nasional ini mulai dari kedatangan di Bandara Polonia, hotel-hotel tempat atlet dan kontingen menginap, di seluruh venue pertandingan sampai saat kepulangan peserta Porseni. Guna kenyamanan kontingen, kelancaran arus lalulintas di Medan juga menjadi perhatian kita. Pengamanan dan ketertiban masyarakat ini penting dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para atlet dan seluruh kontingen Porseni IX BPDSI sehingga mereka merasa terkesan selama berada di Kota Medan.” ujar Kapoldasu  di Mapoldasu, Jl Medan-Tanjung Morawa, Medan,  Rabu (13/9).

Gus Irawan mengungkapkan, Kota Medan terpilih sebagai tuan rumah Porseni IX BPD SI di mana PT. Bank Sumut dipercayakan sebagai pihak penyelenggara. Ajang ini diselenggarakan dua tahun sekali dengan tuan rumah dipilih secara bergilir. “Porseni IX BPD SI diselenggarakan mulai tanggal 23 September 2011 dan  berakhir pada 25 September 2011. Even nasional ini tidak saja merupakan ajang silaturahmi antar BPD se-Indonesia, tapi juga merupakan momentum penting dalam rangka menunjang industri pariwisata di Sumatera Utara,” ujar Gus Irawan.
Di tempat terpisah, Pangdam I/BB Mayjen TNI Leo Siegers  menyatakan pihaknya siap berkoordinasi dengan Poldasu guna mem-back up pengamanan even Porseni IX BPD SI.

“Kesempatan sebagai tuan rumah Porseni BPD SI tentu merupakan momentum yang jarang terjadi. Karena itu, warga Sumut harus bisa menjaga image yang baik sebagai tuan rumah dan Bank Sumut sebagai panitia penyelenggara dapat menggelar even ini hingga berakhir dengan sukses,” harap Pangdam. (jun)

Teledor FC dan Cemara Menyusul Ke Semifinal

MEDAN-Teledor FC menyusul ke semifinal kategori Umum pada Kejurnas Kit Futsalismo 2011 Seri II Medan setelah meraih kemenangan kedua atas Lapan FC 6-1 di Gedung Serba Guna (GSG) Unimed, Rabu (14/9).
Teledor melaju ke semifinal dengan mencatat enam poin, mengemas 15 gol, dan hanya sekali kebobolan. Pada laga pertamanya, Teledor meraih kemenangan fantastis atas PLN Sumut 9-0.

Menghadapi Lapan yang sudah menelan sekali kekalahan, Haris cs mendapat perlawanan ketat pada 20 menit pertama. Dua gol Teledor di babak pertama lewat Bento dan M Irfan, berhasil diperkecil Lapan FC melalui gol Sarma.
Di babak kedua, perlawanan Lapan FC justru mulai mengendur. Keadaan ini berhasil dimanfaatkan anak-anak Teledor untuk menguasai sepenuhnya permainan hingga sukses menambah empat gol lewat Haris (2) dan masing-masing satu gol oleh M Irfan dan Bento.

Sukses Teledor diikuti Cemara Sport Medan yang melaju ke semifinal usai meraih kemenangan dramastis atas BBM FS 5-4. Tertingal 0-1 di babak pertama, Cemara berhasil menyamakan skor di menit-menit awal babak kedua. Setelah itu, kedua tim saling berbalas gol. Hingga pertandingan tersisa kurang dari satu menit, skor imbang 4-4.

Namun, keadaan itu tak membuat kedua tim menurunkan tempo permainan, terlebih Cemara butuh kemenangan untuk memastikan lolos ke semifinal. Memanfaatkan sebuah kemelut di depan gawang BBM, kapten tim Cemara, Anca, akhirnya mampu menjawab kecemasan rekan-rekannya dengan sebuah gol yang menentukan kemenangan.
Pertandingan penentu ke semifinal lainnya di kategori Umum antara Pegadaian Binjai versus KIM FC hingga berita ini diturunkan laga masih berlangsung. Pegadagaian lebih berpeluang karena telah meraih sekali kemenangan, sedangkan KIM kalah di laga pembuka. Sehari sebelumnya, satu tiket semifinal telah diraih Lintas Angkasa. (saz)

Exco PSSI Panas

JAKARTA – Baru sekitar dua bulan berjalan, kepengurusan PSSI dibawah Djohar Arifin Husin sudah bergolak. Terjadi perpecahan di jarajan Exco. Diantara pemicunya adalah rencana PSSI menerapkan format kompetisi dua wilayah. Itu ternyata tidak disetujui oleh  semua anggota Exco.

La Nyalla Mattaliti, salah satu anggota Exco yang juga ketua komite hukum PSSI kemarin mencak-mencak di kantor PSSI setelah tahu PSSI bakal memaksakan format kompetisi dua wilayah.

“Itu menyalahi aturan. Format kompetisi yang lama (satu wilayah) itu sudah bagus,. Kenapa harus diubah-ubah. Itu yang membuat situasi makin ruwet,” ujarnya berapi-api di hadapan wartawan. Nyalla menuding, perubahan format itu tak lebih dari upaya untuk mengakomodir kelompok-kelompok tertentu.

Ketua Umum Pengprov PSSI Jawa Timur ini menilai jika PSSI akan melanggar statute jika tetap bersikeras menerapkan kompetisi dua wilayah. Sesuasi hasil kongres tahunan di Bali Januari lalu, kompetisi level tertinggi (Indonesia Super League) digelar dengan format satu wilayah dengan 18 peserta. Sedangkan Divisi Utama diikuti 44 peserta.

“Mestinya itu yang dilaksanakan karena sudah diputuskan kongres. Kalau PSSI menginginkan perubahan menjadi dua wilayah, mekanisme yang harus lewat kongres dulu. Itupun kalau disepakati oleh peserta kongres,” bebernya.
Nyalla menegaskan dirinya akan mati-matian memperjuangkan agar PSSI berjalan sesuai aturan yang ada. Pria yang juga menjabat sebagai ketun Kadin Jatim ini mengaku tidak gentar menghadapi siapapun. Nyalla mengklaim jika dalam anggota Exco tidak hanya dirinya yang tidak sepakat dengan rencana format kompetisi dua wilayah. “Saya yakin teman-teman Exco lain juga punya pemikiran yang sama. Tapi mereka tidak mau bersikap terbuka seperti yang saya lakukan.

Nyalla juga mempertanyakan kebenaran adanya klaim restu dari AFC terkait kompetisi dua wilayah tersebut. Sebagai ketua komite hukum Nyalla juga mengaku tak pernah melakukan dilibatkan dalam verifikasi klub-klub calon peserta. “Sebagai komite hukum mestinya mestinya kita-kita ini diajak ngomong. Tapi ini tidak sama sekali,” tegasnya. (ali/jpnn)

Rossi Pasang Target Lebih Tinggi

ALCANIZ- Tim Ducati punya catatan bagus di MotoGP Aragon tahun lalu. Hal ini membuat Valentino Rossi berani memasang target lebih tinggi daripada biasanya dalam balapan akhir pekan ini.

Ducati menempatkan dua pembalapnya di podium dalam perhelatan MotoGP Aragon 2010. Selain Casey Stoner yang jadi pemenang, tim asal Italia ini juga mengantarkan Nicky Hayden ke posisi ketiga.

Hasil tersebut membuat mereka punya motivasi lebih menyambut balapan di tempat yang sama, akhir pekan ini.
“Aragon adalah balapan terbaik tahun lalu untuk Ducati. Jadi, kami mendekati seri ini dengan ekspektasi sedikit lebih tinggi daripada biasanya,” kata Rossi di situs resmi MotoGP.

“Sebagai tambahan, setelah sesi latihan yang sulit di Misano, kami sudah menemukan settingan yang bagus dan saya punya perasaan yang lebih baik dengan motor dan mampu mengendarainya dengan lebih baik saat balapan, khususnya di lap-lap awal,” sambungnya.

“Sekarang, kami akan mencoba mengombinasikan dua hal-trek yang tampaknya cocok dengan Desmosedici dan settingan motor yang bagus- demi menemukan perasaan yang sama pada hari Minggu,” tutur The Doctor. (net/jpnn)

Djokovic Ukir Rekor Hadiah

NEW YORK – Gelar juara dari grand slam  Amerika Serikat (AS) Terbuka membuat nama Novak Djokovic makin akrab dengan rekor. Yang paling baru, petenis Serbia itu memecahkan rekor sebagai pengumpul hadiah uang terbesar dalam satu musim. Padahal, musim 2011 masih belum berakhir.

Djokovic berhasil mengumpulkan hadiah sebesar USD 10,6 juta (sekitar Rp91,3 miliar). Tahun ini, petenis 24 tahun itu merebut tiga trofi turnamen grand slam: Australia Terbuka, Wimbledon, dan AS Terbuka. Itu masih didukung dengan penampilannya yang konsisten, hanya kalah dua kali dari 64 pertandingan musim ini.

Hadiah yang dikumpulkan Djokovic itu jauh lebih besar dibandingkan hadiah yang dikumpulkan Roger Federer dan Rafael Nadal. Tahun lalu, Nadal hanya mampu mengumpulkan hadiah terbesar USD10,2 juta. Sedangkan Federer peroleh hadiah USD 10,2 juta pada 2007.

Di turnamen tenis grand slam Amerika Serikat Terbuka, Djokovic yang mengandaskan Nadal di final mendapat USD 2,3 juta. Rinciannya USD 1,8 juta sebagai peraih gelar juara dan USD 500 ribu untuk bonus di setiap kemenangan yang diraihnya.

“Ini merupakan tahun terbaik dalam karir saya, dan saya menikmati setiap waktunya. Kemenangan jadi lebih manis karena saya meraihnya dengan mengatasi lawan-lawan terkuat saya,” ujar Djokovic.

Musim ini, untuk pertama kalinya pula Djokovic merebut takhta peringkat teratas ATP (Asosiasi Tenis Putra). Dia merebutnya dari tangan Nadal usai gelar juara di Wimbledon.

Dalam aksi impresifnya sepanjang tahun ini, Djokovic juga menunjukkan dominasinya atas dua petenis yang terlibat rivalitas terbaik hampir tujuh tahun terakhir, Nadal dan Federer. Skor menang kalah melawan dua petenis terbut adalah 10-1. Djokovic tak kalah sekali pun dari Nadal dalam enam pertemuan, dan hanya sekali kalah dari Federer dalam lima pertemuan.

Namun, Djokovic mengakui masih banyak hal yang harus dibuktikannya setidaknya hingga akhir tahun ini. Termasuk di antaranya terus memperbaiki rekor bertandingnya. Untuk musim terbaik, dia hanya kalah dari petenis legendary AS John McEnroe yang menciptakan rekor menang kalah 84-3 di musim 1984.

“Masih banyak yang harus saya buktikan, sebagai petenis di lapangan atau pribadi di luar lapangan. Sederhana, saya hanya ingin semuanya berlangsung dalam hal yang positif,” ujarnya.

Tugas berat juga menghadang Djokovic musim depan. Dengan sepuluh gelar juara yang dimilikinya tahun ini, dia justru berhadapan dengan ancaman pengurangan poin yang besar untuk tahun depan. Setidaknya, dia harus mempertahankan prestasi yang diukirnya musim ini, supaya tak terkejar para rivalnya. (ady/jpnn)

Vettel Belum Tatap Podium

Kemenangan demi kemenangan yang diraih Sebastian Vettel membawanya semakin dekat dengan titel juara. Meski begitu, si juara bertahan tetap berpendapat bahwa jalannya menuju gelar masih jauh.

Di Sirkuit Monza akhir pekan lalu, Vettel sukses mengukir kemenangannya yang kedelapan di musim ini. Pembalap Red Bull ini semakin kokoh di puncak klasemen dengan selisih 112 poin dari pesaing terdekatnya, Fernando Alonso.
Dengan jarak yang sedemikian lebar, Vettel berpeluang untuk mengunci gelar juara di GP Singapura jika hasil balapan mendukung dia.

Namun ketimbang memikirkan hal tersebut, Vettel lebih memilih untuk fokus ke balapan saja. Ia cuma berharap bisa tampil sebaik mungkin.

“Melihat klasemen jelas masih terbentang jalan yang jauh (menuju gelar),” ungkap pemiliki julukan Baby Schumi itu di Autosport.

“Kami berada di posisi yang kuat yang mana aku pikir kami memang pantas mendapatkannya karena kami telah bekerja keras dengan hanya membuat sedikit kesalahan. Kita lihat saja.”

“Aku benar-benar tidak berpikir soal poin-poin itu dan selisihnya dan kemungkinan di balapan selanjutnya. Selama kami menghasilkan jarak yang lebih besar setelah balapan selanjutnya maka aku pikir kami sudah bekerja dengan baik,” tuntas Vettel. (net/jpnn)

Sisakan 23 Pemain Buruan

MEDAN- Pemain proyeksi untuk memperkuat PSMS pada kompetisi mendatang hanya bersisa 23 pemain. PSMS mengaku terlambat merekrut dua orang pemain yang berasal dari Arema Malang yakni Fahrudin dan Agung. Mereka keburu direkrut Persija Jakarta.

Pemantau pemain seleksi PSMS Roekinoy mengakui pihaknya kurang gesit menggaet pemain proyeksi mereka. “Jadi hingga saat ini kita sudah berhasil merekrut 16 orang. Sisa tujuh lagi yang hingga saat ini belum mengikuti proses seleksi,” ujarnya di sela-sela proses seleksi di Stadion Kebun Bunga, Rabu (14/9).

Sempat mengemuka pada Rabu (14/9) seluruh pemain yang kini tinggal 23 orang itu akan hadir. Namun, pada hari ketiga seleksi pemain hanya bertambah tiga orang. “Kita memang memberikan kelonggaran waktu kepada pemain untuk mengurusi masalah mereka dengan klub asal. Namun, tentunya lebih cepat akan semakin baik,” ujar Kinoy.
Ada pun pemain yang sudah ikut bergabung dalam sesi latihan pada Rabu (14/9) yakni Eko Prasetyo, Wawan dan Didit Fitriyo dari Persis.

Namun, Kinoy juga sempat menuturkan, Njanka, Saha, Menoh dari Persipasi dan Mansyur dari Persiba sudah tiba di Medan hari ini sudah bisa mengikuti seleksi. “Meski sambil berjalan dan menungu semua pemain proyeksi terkumpul, waktu pematangan pemain terus kita lakukan,” jelasnya.

Mengenai ada pemain yang tak jadi direkrut, Kinoy membenarkan hal itu. “Ya, ada dua pemain yang gagal direkrut karena keduluan Persija Jakarta. Kedua pemain itu berasal dari Arema,” tuturnya menerangkan.
Dengan jumlah pemain nantinya 23 orang, diharapkan bisa menjadi satu tim yang solid. “Bekerjasama, kompak dan semangat itu yang penting. Jadi kita bisa menatap sukses di masa depan,” kata Kinoy lagi. (saz)

Deltras Berharap Kebagian Laga Away di Awal Musim

Stadion Renovasi Total

Jadwal kompetisi liga professional level I di Indonesia belum jelas. Meski begitu, saat penyusunan jadwal kompetisi nanti, Delta Putra Sidoarjo (Deltras) berharap untuk mendapat kebagian jadwal melakoni laga away lebih dulu. Mau bagaimana lagi, saat ini stadion Gelora Delta Sidoarjo sebagai markas Deltras, sedang mengalami renovasi total. Rencananya, perbaikan stadion tersebut baru akan rampung pada awal November.

Nah, akibat adanya perbaikan tersebut, The Lobster, julukan Deltras akhirnya memilih Stadion Kanjuruhan Malang sebagai stadion alternatif. Besar kemungkinan pilihan tersebut tidak akan dilakukan bila PSSI merestui permintaan pengurus. “Kami akan meminta kepada PSSI untuk memberikan kami kesempatan pertandingan away terlebih dahulu. Kalau memang itu direstui, maka kemungkinan besar kami tidak perlu mencari stadion pengganti,” ujar direktur utama PT Delta Raya Sidoarjo, Mafirion Syamsuddin, kemarin (14/9). Apalagi, lanjut Mafirion surat edaran kompetisi yang diberikan oleh PSSI sebagai regulator kompetisi, Liga Profesional level I akan digelar pada 8- 24 Oktober. Kemudian, jadwal kompetisi akan mengalami masa reses sampai 26 November, karena bertepatan dengan SEA Games 2011.

“Jadwal kompetisi di bulan Oktober nanti tidak lama, kesempatan bermainpun tidak terlalu banyak. Jadi, kami berharap PSSI bisa mengakomodir permintaan kami,” sambung mantan anggota Executive Committee (Exco) PSSI itu.  Selain itu, sebelum turun dalam kompetisi resmi, tim asal Kota Sidoarjo ini akan mengikuti tur Sumatera pada 21 September nanti.

Meski hanya turnamen nongelar, even tersebut akan dimanfaatkan sebagai agenda pemanasan sebelum berkompetisi. Dengan begitu, Mafirion berharap Claudio Pronetto dan kawan-kawan bisa tampil maksimal. Hal yang sama juga diharapkan oleh Jorg Peter Steinebrunner, pelatih Deltras. Pria asal Jerman ini berharap, para pemain bisa bermain padu saat berlaga di tur Sumatera tersebut. “Materi yang kami berikan saat latihan harus diaplikasikan oleh pemain,” timpal mantan pelatih Medan Chief ini. (dik/jpnn)

Arifin Panigoro Disebut Rusak Sepak Bola Nasional

Salah satu anggota komite eksekutif (Exco) PSSI La Nyalla Machmud Mattalatti menantang penggagas Liga Primer Indonesia (LPI) Arifin Panigoro yang dianggap sudah merusak sepak bola nasional.

Kepada wartawan di sekretariat PSSI di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, La Nyalla mengungkapkan, kisruh persepakbolaan nasional pasca kongres di Solo disebabkan para pengurus yang ada sekarang didikte oleh seseorang dari belakang. Menurut pria yang juga menjabat sebagai ketua Pengprov PSSI Jatim ini, ia telah menerima laporan dari klub anggota mengenai adanya tekanan untuk mengikuti kemauan Arifin Panigoro. “Saya dengar yang tidak mau menurut sama Arifin Panigoro dilibas. Suruh libas saya dulu, tidak apa-apa. Saya tidak nurut sama Arifin Panigoro. Arifin itu siapa? ,” tegas La Nyalla. (net/jpnn)

Timo Tetap Latih Persema

Pelatih lokal Subangkit batal mengarsiteki Persema untuk musim kompetisi 2011-2012, akibat konsorsium yang mendanai klub berjuluk Laskar Ken Arok itu lebih memilih pelatih yang sebelumnya menukangi Liga Primer Indonesia (LPI) pada musim lalu.

CEO Persema Didied Pornawan Affandi, mengakui, pihaknya lebih mengutamakan pelatih asing yang sebelumnya menangani LPI ketimbang pelatih lain termasuk Subangkit yang juga pernah mengantarkan Persema lolos ke tahta tertinggi liga di Tanah Air atau Liga Super Indonesia (LSI) yang akhirnya hengkang ke LPI.

“Sudah ada beberapa pelatih asing dari LPI yang menjadi bidikan kami. Mudah-mudahan pekan depan sudah beres semua, sehingga latihan dan persiapan Persema yang berlaga di ajang kompetisi level 1 lebih matang,” ujarnya.

Sementara pelatih Persema yang saat ini Timo Schuenemann kabarnya bakal digeser sebagai Direktur Teknik dan membantu PSSI dalam mencari bibit muda sebagai pemain masa depan. Hanya saja, sebelumnya Timo telah mencoret beberapa pemain Persema di putaran pertama. (net/jpnn)