Home Blog Page 14708

Cukup Bawa Undangan dan KTP Lama

Besok, Program e-KTP Diluncurkan

MEDAN- Sesuai rencana, besok (16/9) Pemko Medan akan meluncurkan e-KTP. Dalam waktu dekat, pihak kecamatan akan menyebarkan undangan kepada masyarakat yang terdaftar sebagai wajib KTP. Karenanya, masyarakat diimbau untuk datang ke kantor kecamatan sesuai jadwal undangan yang disebarkan tersebut.

Camat Medan Marelan Pulungan Harahap yang dikonfirmasi wartawan koran ini mengatakan, pihaknya telah selesai merakit perangkat e-KTP dan telah tersambung ke Pusat. “Jadi, kita tinggal menyebarkan undangan kepada masyarakat wajib KTP,” kata Pulungan kepada wartawan koran ini, Rabu (14/9).

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) Kota Medan Darussalam Pohan mengatakan, hingga kemarin baru tiga kecamatan saja yang melaporkan telah tersambung ke pusat. “Sampai saat ini belum ada lagi laporan dari kecamatan lain yang masuk kalau mereka sudah tersambung ke pusat,” ungkapnya. Namun begitu, Darussalam Pohan mengaku optimis e-KTP akan diluncurkan Jumat (16/9).

Menurut Darussalam Pohan, pengurusan e-KTP ini sama dengan pengurusan KTP sebelumnya. Masyarakat tidak akan dikutip biaya apapun alias gratis. Dia juga mengatakan, dalam proses pengurusan e-KTP ini, masyarakat cukup datang ke kantor kecamatan dengan membawa surat undangan yang disebarkan pihak kecamatan dan KTP lama. Setelah itu, operator akan meminta KTP yang lama untuk dilakukan pengecekan kembali.

“Bila sudah terdaftar, nama dari pemohon akan segera muncul di layar komputer. Kemudian dilakukan proses lanjutnya dengan alat untuk memasukkan jenis mata, tanda tangan sebayak dua kali, kemudian sidik jari yang dilanjutkan dengan foto,” jelasnya.

Darusalam juga mengaungkapkan, untuk pemohon baru, seperti yang baru genap berusia 17 tahun, tak perlu mendaftar lagi, karena sudah masuk ke dalam database yang didata pihak kecamatan terhadap jumlah Kepala Keluarga (KK).

“Kalau untuk pemohon baru, sudah terdaftar di dalam database saat pihak kecamatan melakukan pendataan terhadap Kepala Keluarga di masing-masing wilayah,” katanya.

Sementara anggota Komisi A DPRD Kota Medan Aripay Tambunan mengharapkan, Desember mendatang seluruh warga Kota Medan telah memiliki e-KTP. “Jumlah penduduk Kota Medan memang lebih banyak dari daerah lain. Tapi diharapkan Desember harus sudah selesai dan semua warga Kota Medan yang sudah terdaftar harus memiliki e-KTP,” kata Aripay Tambunan.

Sedangkan untuk beberapa kecamatan yang belum tersambung ke pusat, menurut Aripay, sama sekali tidak ada masalah bila persiapan launching e-KTP di Kota Medan dilaksanakan besok (16/9).

“Tidak ada masalah bila sebagian kecamatan ada yang belum nyambung ke pusat. Karena launching itu hanya mendeklarasikan bahwa program e-KTP di Kota Medan sudah berjalan,” ujarnya.

Dijelaskannya, untuk porses launching e-KTP di setiap kecamatan yang belum tersambung ke pusat bisa bertahap. “Dengan begitu, semua masyarakat harus berperan sebagai sosialisasi, karena sangat diperlukan. Sehungga dengan peran aktif itu, masyarakat Medan tak ada yang tak tersosialisasi dengan e-KTP,” katanya (adl)

Karya Anak Medan Siap Mendunia

letterater.com, Jejaring Sosial Bagi Para Penulis

Lingkaran merah dihiasi tanda lebih kecil berwarna hitam di sisi kanan layaknya karakter game ‘pac-man’ menjadi logo, diikuti tulisan letterater dalam warna merah dan hitam. Lebih ke kanan, ada tiga versi akses pilihan yaitu mobile, blackberry dan android.

Indra Juli, Medan

Selanjutnya, email dan kata sandi yang harus diisi untuk masuk. Tampilan di atas akan ditemui saat mengklik www.letterater.com pada personal computer (PC). Di bahagian kedua, logo tadi pun tampil dalam ukuran yang lebih besar disertai tulisan menulis. Diikuti form data diri seperti Nama Lengkap, Nama Pena, Alamat E-Mail, Ulangi Alamat E-mail, Kata Sandi, Ulangi Kata Sandi, Jenis Kelamin, Tanggal Lahir, yang harus diisi untuk mendaftar sebagai pengguna atau user. Apa yang kerap kita temui pada situs jejaring sosial lainnya seperti friendster, facebook, dan twitter. Namun bila diperhatikan, ada yang berbeda dari jejaring sosial ini.
Ya, perbedaan itu dapat dilihat di bagian atas form pendaftaran tercantum Tulisan Terbaru dengan lima judul tulisan diikuti foto penulisnya. Begitu juga di bagian bawah ditampilkan nama dan foto para ‘Penulis Terbaru’. Penggunaan warna merah, hitam, putih, dan abu-abu membuat halaman tadi lebih simpel, membantu perhatian lebih fokus pada apa yang ingin dicari.

Setelah login, akan tampil ‘Garafik Tulisan Populer’ yang diikuti lima judul tulisan dan foto penulisnya pada halaman beranda. Berikut penilaian masing-masing tulisan yang dilihat dari pembaca, like, komentar, juga kutipan. Di bawahnya ada tampilan dari satu ‘Tulisan Terpopuler’. Di sisi kanan, ditampilkan pula referensi bacaan dalam ‘Karya Hari Ini’, diikuti dengan ‘Tulisan Kelima’ yang menampilkan tulisan ke lima dari pengguna dalam satu hari. Di bagian bawah ada juga informasi kegiatan dalam ‘Agenda’.

Selain halaman beranda ada halaman Penulis, Katalog, dan Akun dengan tampilan yang berbeda pula. Tidak seperti halaman profile pada facebook, di halaman Penulis tidak ada postingan yang menyesakkan. Selain data penulis, juga tercantum statistic tulisan dan total tulisan yang sudah dibuat. Untuk tulisan sendiri dibagi dalam beberapa kategori yaitu cerita pendek (cerpen), esai, pantun, puisi, resensi buku, dan resensi film.

Kita juga dapat menumpahkan unek-unek dengan mengisi kolom celoteh, layaknya update status pada facebook atau tweeter. Daftar teman juga dapat di lihat di sisi kanan atas, teman yang sedang online, juga pembaca dari tulisan yang dibuat. Di halaman Katalog, kita dapat melihat aktivitas dari seluruh teman kita seperti halnya halaman wall pada facebook. Untuk editing data pribadi atau keluar dapat dilakukan dengan mengklik Akun di pojok kanan atas.

Seperti disampaikan Bambang Saswanda Harahap (25), seorang pendiri letterater.com saat ditemui di Sekretariat Komplek Perumahan Mobil Oil Jalan Dr Mansyur III Blok C Nomor 4a Medan beberapa waktu lalu, portal jejaring sosial ini memang ditujukan sebagai wadah bagi para penulis dan ketertarikan dengan kegiatan menulis. Mengingat besarnya potensi dalam karya tulis baik dalam bentuk cerpen maupun puisi yang tidak terakomodir dengan baik.

Untuk itu, bersama Palit Hanafi Lubis, sejak Maret lalu mereka menyiapkan logika dan kerangka bangunan yang sesuai untuk diwujudkan dalam sebuah jejaring sosial. Usaha itu pun membuahkan hasil pada Mei dengan tampilan pertama yang disempurnakan pada Agustus awal. “Ada penyesuaian logo, nama, dan penambahan content. Awalnya namanya itu paragraph lalu berganti spasi dan terakhir letterater. Sesuai dengan latter yang artinya literature dan rate yaitu peringkat,” beber Bambang.

Sehubungan dengan itu letterater.com melakukan pemisahan kontai tulisan sesuai dengan ketertarikan pengguna. Apa itu puisi, cerpen, puisi, esay, resensi film juga resensi buku. Tidak seperti jejaring sosial lainnya, dimana tulisan-tulisan tadi hanya pengisi halaman yang ada. Pada letterater.com justru mendorong pengguna internet untuk lebih produktif dan lebih bernilai positif.

Hal itu dengan memberi penghargaan atau reward, baik dalam bentuk apresiasi dan sesuatu yang komersial. Setiap tulisan nantinya akan diberikan penilaian dari coment, like, juga kutipan yang didapat. Tulisan yang bernilai tinggi akan ditampilkan pada grafik tulisan popular di halaman depan. Bagi penulis yang memposting minimal lima tulisan dalam satu hari akan ditampilkan dalam grafik Penulis Terproduktif.

Tidak berhenti sampai di situ, evaluasi yang dilakukan setiap enam bulannya akan menyaring karya tulisan terbaik untuk diterbitkan dalam bentuk buku. Hal ini dilakukan dalam upaya menciptakan model bisnis baru dalam khasanah dunia sastra dan budaya. “Selama ini tulisan-tulisan itu hanya menjadi pajangan tanpa dapat menghasilkan sesuatu bagi penulisnya. Nah di sini kita mencoba mewujudkan apa yang disebut dengan sumberdaya dunia maya. Ini akan menjadi motivasi bagi putra bangsa untuk menghasilkan karya-karya berkualitas,” tambahnya.

Di lain sisi, penggarapan konten yang dimulai dari nol membuktikan potensi lokal tak kalah dengan Pulau Jawa yang selama ini menjadi acuan teknologi informasi di tingkat nasional atau pun Amerika Serikat di tingkat dunia. Hal itu dapat kita lihat dari konten pada data diri, maupun grafis tulisan yang bernuansa Indonesia. “Banyak konten yang dibuat dengan copy-paste dari situ yang sudah ada. Tapi setiap konten di letterater.com ini kita garap mulai dari nol,” tegas desaigner letterater.com Yosua Topandu, mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta ternama di Kota Medan.

Tidak tanggung-tanggung, sejak dipublis Juni lalu, letterater.com mendapat apresiasi positif dari pengguna internet. Dalam 60 hari berhasil mencatat peringkat 1.886.000 di seluruh dunia dan peringkat 18.587 di Indonesia yang paling banyak dikunjungi. Hingga tulisan ini diturunkan sudah tercatat 1.200 user dengan 2.800 konten yang masih terus dikembangkan. Seperti akses via mobile, blackberry, dan android.

Keberhasilan dan misi yang diemban tadi pun diikuti dengan pegelolaan yang professional. Palit Hanafi Lubis, Bambang Saswanda Harahap, dan Yosua Topandu dibantu Rodhiah Khalid sebagai marketing dan keuangan, juga Bambang Riyanto sebagai sumber daya konten terus melakukan pengembangan dengan merangkul pihak-pihak sponsor. Mengingat beberapa kendala klasik sebelum peluncuran resmi yang akan dilaksanakan Januari 2012 mendatang. (*)

Jalanan Masih Berdebu dan Rusak

Cotempo Regency Abaikan Aspirasi Warga

MEDAN- Developer Contempo Regency terkesan mengabaikan hasil musyawarah yang telah dilakukan dengan masyarakat sekitar lokasi proyek penimbunan lahan perumahan tersebut. Pasalnya, hingga kemarin, tanah timbun masih berceceran di jalanan.

Menurut pantauan wartawan koran ini di lokasi, Rabu (14/9) siang, tumpahan tanah timbun yang melekat di ban truk berserakan di jalan sehingga membuat dampak yang sangat buruk bagi pengguna jalan lain serta warga sekitarn
Aspal di kawasan tersebut juga berubah warna menjadi kuning hingga ke simpang empat. Selain itu, dampaknya juga dirasakan sampai ke Jalan Trutura hingga ke Jalan AH Nasution. Bila hujan mengguyur jalan tersebut, jalanan menjadi licin. Sedangkan musim kemarau jalanan menjadi berabu.

Tak hanya itu, jalan tersebut juga menjadi rusak dan bergelombang hingga membuat pengguna kendaraan roda empat dan dua merasa kesal. “Lihatlah dampak dari tumpahan tanah galian C dan tanah yang dibawa dump truck tersebut, membuat jalanan berabu dan rusak,” ujar Zainal, pemilik bengkel di Jalan Brigjen Zein Hamid.

Sementara, di lokasi penimbunan, sama sekali belum terlihat aktifitas penimbunan dan pemadatan lahan. “Kami masih melakukan penimbunan, tapi karena lokasi terendam air yang mengakibatkan tanahnya menjadi lumpur. Terpaksa kami hentikan dulu untuk sementara, hingga tanah sudah bisa dipadatakan,” kata operator alat berat saat ditemui di lokasi.
Sementara, Dirketur Developer Perumahan Contempo Regency yang coba dikonfirmasi wartawan koran ini melalui telepon seluler karena tak bisa ditemui. Tidak mau berkomentar banyak dengan mengelak. “Masalah izin apa, ada apa ini,” katanya ketika ditanya soal ancaman Pemko Medan terkait IMB.(adl)

Lakukan Pendekatan Personal

Untuk menanggulangi penyebaran penyakit, Puskesmas Sukaramai melakukan pendekatan secara personal kepada pasien. Hal ini dilakukan agar pasien dapat lebih waspada dan melakukan pencegahan sedini mungkin. Demikian dikatakan Kepala Puskesmas Sukaramai Dr Erwina Zaini kepada wartawan Sumut Pos Jhonson Siahaan, belum lama ini. Berikut petikan wawancaranya.

Penyakit apa yang paling menonjol di Puskesmas ini?

Yang menonjol yakni penyakit ISPA (Insfeksi Saluran Pernafasan Atas) dan DBD (Demam Berdarah Dengau). Sejak Januari hingga Agustus 2011, jumlah penderitanya sekitar 1.472 kasus, dimana 952 kasus diderita usia 5 tahun ke atas dan sisanya 520 kasus di bawah 5 tahun. Sejauh ini, hanya 3 kasus ISPA yang kita rujuk ke rumah sakit. Sedangkan untuk DBD, hanya 3 kasus dimana 2 kasus di Januari dan 1 kasus di Bulan Maret.

Apa yang menyebabkan penyakit ISPA dan bagaimana cara mengantisipasinya?
Penyakit ISPA biasanya disebabkan flu serta demam. Penyakit ini juga bisa disebabkan konsumsi es yang berlebihan. Pengobatannya dengan memberikan antibiotik serta obat kepada penderita yang berkunjung ke Puskesmas.

Dalam menanggulangi dan pengobatan yang diberikan kepada pasien, cara yang bagaimana yang diberikan Puskesmas?
Untuk mengurangi dan mengobati pasien, kita berikan pengobatan menurut jenis penyakitnya kepada pasien. Kita juga melakukan pendekatan secara personal saat pasien itu berobat ke Puskesmas dengan tujuan agar pasien lebih waspada dan bisa melakukan pencegahan lebih dini.

Selain itu, Puskesmas juga melakukan penyuluhan di Posyandu dan penyuluhan langsung kepada masyarakat setiap minggunya. Ada sekitar 40 KK yang kita beri penyuluhan setiapminggunya. Selain itu, kita juga melakukan gotong royong guna memberishkan lingkungan sebagai upaya antisipasi merebaknya wabah penyakit.

Sedangkan untuk penyakit DBD, bagaimana penanganan dan antisipasinya?
Kita juga memberikan penyuluhan tentang kebersihan lingkungan dan Puskesmas bekerjasa sama dengan pihak kelurahan bersama kecamatan juga berikan foging agar penderita DBD tidak bertambah.

Selanjutnya, harapan Ibu kepada warga apa?
Harapan saya kepada warga, agar warga sama-sama menjaga lingkungan agar selalu bersih dan jika sakit dengan secepatnya mengobatinya dan silahkan datang ke puskesmas agar cepat ditangani dan diberikan obat dan antibiotiknya.(*)

Poldasu Segera Gelar Perkara Kasus Disporasu

MEDAN- Dalam waktu dekat tim penyidik Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sumut akan melakukan gelar perkara atas kasus dugaan penyimpangan pelaksanaan 11 paket pekerjaan pemeliharaan rutin kantor Dispora Sumut yang bersumber dari APBD Sumut TA 2008. Kasus ini diduga melibatkan Ardjoni Munir, yang saat itu menjabat Kadispora Sumut.

“Dalam waktu dekat ini akan segera kita lakukan gelar perkaranya. Tapi kapan pastinya, tergantung kesiapan Wassidik (Pengawas Penyidik) yang juga akan hadir saat gelar nanti,” terangan Dir Reskrmsus Poldasu Kombes Sadono Budi Nugroho saat dikonfirmasi melalui telepon, Rabu (14/9).

Selain itu, Kombes Sadono juga membantah adanya pernyataan yang menyebutkan Arjoni Munir sudah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus tersebut. “Belum ada penetapan, sampai sekarang masih saksi. Makanya, kita akan adakan gelar perkara dulu guna mengetahui secara jelas keterlibatannya. Kalau memang kuat, baru ditetapkan tersangka,” ungkap Sadono.

Sementara itu, Kasubbid Pegelola Informasi dan Data (PID) Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan mengatakan, dalam kasus ini sudah dilakukan pemeriksaan terhadap 30 orang saksi, termasuk Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) selaku saksi ahli.

“Sudah dilakukan audit fisik dan penyitaan barang bukti. Kita terus mengumpulkan barang bukti dan keterangan-keterangan yang diperlukan,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Dalam penyidikan kasus ini, 30 orang saksi yang telah dimintai keterangannya antara lain Ardjoni Munir, Jonner Hutagaol, Isdawani Nafsiah, Ali Muhar, Refliady, Jabuhal Simamora, Darwin, Dwi Widodo, Harianto Butarbutar dan Yusuf Rangkuti.

Selain mengmpulkan keterangan para saksi tersebut, penyidik juga telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk saksi ahli dari BPKP.(mag-5)

Ditipu Dosen Gadungan

Dua mahasiswa baru Universitas Negeri Medan (Unimed) ditipu dosen gadungan yang diketahui bernama Junaidi (40), warga Jalan Tuasan, Medan Tembung. HP dan uang kedua mahasiswa tersebut dicuri oknum yang mengaku dosen di Unimed itu.

Ceritanya, pada Senin (12/9) sore, Jefri Karokaro (19), warga Desa Sukajulu Kecamatan Tiga Binanga, Kabaputen Karo, dan Debby Sembiring (18), warga Desa Kehidupan, Kecamatan Juhar Kabupaten Karo, sedang joging di lapangan gedung serba guna Unimed. Kedua mahasiswa yang masih duduk di semester I ini tiba-tiba didatangi Junaidi yang mengaku sebagai dosen di Unimed.

Lantas, Jefri dan Debby disuruh berlari mengelilingi lapangan bola yang letaknya bersebelahan dengan gedung serba guna Unimed itu. “Kalian kalau mau menjadi atlet harus berlari mengelilingi lapangan hingga jam 22.00 WIB seperti selama ini saya buat,” ungkap Jefri meniru ucapan Junaidi.

Kedua mahasiswa itu langsung menuruti perintah tersangka dan meninggalkan tasnya. Setelah berlari memutari lapangan Unimed, keduanya kembali menghadap tersangka dan untuk kedua kalinya kedua mahasiswa itu diminta untuk beristirahat sejenak dan keduanya ditinggal pergi oleh tersangka dengan mengendarai sepeda motor matic.
Saat pergi meninggalkan lapangan untuk pulang ke rumah, Debby terkejut melihat kancing tasnya telah terbuka. Setelah diperiksa, ternyata HP dan uang tunai sebanyak Rp70 ribu telah raib. Mengetahui barang rekannya hilang, Jefri pun mengecek tas bawaannya. Ternyata HP dan uangnya Rp50 ribu juga telah raib.

Kejadian tersebut dilaporkan kedua korban ke Satpam Unimed. Petugas Satpam meminta kepada keduanya mahasiswa itu untuk mengenali pelaku kalau sewaktu-waktu pelaku datang lagi ke kampus Unimed.
Keesokan harinya, Debby bertemu dengan pelaku saat keluar dari gedung serbaguna. Debby langsung menghampiri pelaku dan tersangka berpura-pura tidak mengenali Debby. Namun Debby mendesak pelaku dan meminta tolong kepada petugas penjaga Kampus untuk menangkap pelaku.

Setelah pelaku berhasil diamankan dan digelandang ke Mapolsekta Percut Sei Tuan, tersangka mengakui perbuatannya. Kini tersangka dalam pemeriksaan petugas di Mapolsekta percut Sei Tuan untuk mempertanggungjawabi perbuatannya.(mag-7)

Salah Prosedur Pencairan Pinjaman Rp129 M Bank BNI

Kejatisu Incar Tersangka Baru

MEDAN- Saat ini dua pejabat BNI 46 Rusdianto dan Titin Indriyani yang telah dijadikan tersangka belum juga ditahan Kejatisu. Alasan Kejatisu, kedua tersangka tidak ditahan karena Kepala Wilayah BNI46 Cabang Pemuda Medan dan pejabat Relationchip Manager ini dianggap masih kooperatif dalam membantu penyidikan dalam mengungkap kasus pemberian kredit tanpa SOP senilai Rp129 miliar pada PT Bahari Dwi Kencana Lestari.

“Kedua tersangka belum perlu kita tahan. Karena kita menganggap mereka masih koorperatip dan masih bertugas di BNI. Selain itu, kita juga belum mengeluarkan surat penetapan tersangka pada Titin Indriyani. Kita juga akan memberikan laporan dan gelar ekspos hasil penyidikan pada Kejagung,” ungkap Kasi Penyidikan Pidsus Kejatisu Jufri Nasution SH MH, Rabu (14/9).

Jufri juga mengatakan, pihaknya masih mencari tersangka baru yang terkait langsung atas kucuran kredit tersebut, baik dari pihak si pemberi kredit (bank) atau pun dari debitur (penerima kredit). “Tidak tertutup kemungkinan masih adalah calon tersangka lainnya. Dan ini masih kita dalami satu per satu berdasarkan pengakuan saksi dan barang bukti yang kita peroleh,” tegas Jufri.

Jufri juga mengaku, penyidikan yang mereka lakukan masih bergulir terus. Pihaknya masih terus menelusuri soal kredit tanpa SOP, baik pada PT Bahari Dwi Kencana Lestari ataupun pada perusahaan-perusahaan lainnya.

“Tidak tertutup kemungkinan kredit tanpa SOP ini juga dikucurkan pada perusahaan-perusahaan lainnya, untuk memenuhi target bahwa BNI harus mencapai target dalam menyalurkan kredit Rp200 miliar per tahun,” tegas Jufri.
Saat ini Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara masih mengembangkan perkara kredit tanpa SOP yang dilakukan BNI 46. Kejatisu masih terus bekerja menelusuri, apakah pengucuran kredit yang serupa dikucurkan pada perusahaan lainnya. Seperti diberitakan Sumut Pos sebelumnya, Titin Indriyani sebagai ujung tombak BNI dalam mencari nasabah untuk disalurkan. (rud)

Sepekan, Lima Pengendar Narkoba Diamankan

MEDAN- Dalam sepekan, lima pengedar sabu-sabu dan daun ganja kering diamankan Sat Narkoba Mapolresta Medan dari lima lokasi berbeda. Selain berhasil mengamankan para pelakunya polisi juga menyita berbagai jenis narkoba sebagai barang buktinya, Rabu (14/9).

Kasat Narkoba Polresta Medan Kompol Juli Agung Pramono SH Sik MHum didampingi Wakasat AKP Baktiar Marpaung Sik kepada sejumlah wartawan di ruang kerjannya mengatakan, tertangkapnya para tersangka ini berkat adanya informasi dari masyarakat serta kesigapan dan kejelian personel Sat Narkoba Polresta Medan melakukan penyelidikan dan penyidikan.

Diterangkan Kompol Juli Agung, Selasa (13/9) sekira pukul 08.00 WIB polisi menangkap tersangka Dian Syahputra (30) dari rumahnya di Jalan Aluminium IV, Gang Sariem, Kelurahan Tanujung Mulai, Medan Deli. Dari tangannya disita 9 plastik klip berisikan sabu-sabu seberat 8,45 gram, 1 timbangan elektrik dan tas sandang sebagai barang buktinya. “Pengakuan tersangka, sabu itu milik tersangka IY yang kini kita buron,” ucap Juli Agung.

Dalam pemberantasan penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polresta Medan, mantan Wakasat Reskrim Polresta Medan inipun mengaku kalau pihaknya juga telah  mengamankan dua pria pengedar ganja kering di Komplek Darma Deli, Jalan Manduda Blok-B, Pasar I, Desa Tanjung Selamat, Senin (12/9) pukul 07.00 WIB.

Dari tangan keduanya petugas yang diketahui bernama Agus RS Marpaung alias Badal (43) warga Komplek Darma Deli Jalan Manduda Blok-B,Pasar I,Desa Tanjung Selamat, Deli  Serdang dan tersangka Armansyah (30) warga Dusun IX, Pematang Johar, Kecamatan Pematang johar, Labuhan Deli, Deli Serdang, serta menyita satu bungkus kertas kecil ganja seberat 0,99 gram, ½ linting rokok campur ganja dan daun ganja seberat 0,58 gram serta 1 bungkus ganja kering seberat 1,35 gram sebagai barang buktinya.

Lanjutnya Juli Agung,tertangkapnya 2 tersangka ini tidak terlepas dari adanya informasi masyarakat.” Kata kedua tersangka barang haram itu diperoleh dari tersangka FR dan RN yang kini masuk kedalam pencaharian orang oleh kita,” terangnya.(mag-7/ari)
Sedangkan Rabu (7/9) sekira pukul 17.00 WIB masih diterangkan Juli Agung,anak buahnya juga berhasil menciduk 2 pria yang terlibat kedalam peredaran narkoba jenis shabu-shabu.Dimana tersangka Ashari (21) warga Jalan Bunga Raya Lingkungan VI,Kelurahan Asam Kumbang,Kecamatan Medan Selayang berhasil ditangkap dari Hotel El Bruba yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan Medan.Dari tangannya petugas menyita shabu seberat 48 gram, sedangkan tersangka Jonny (39) yang ditangkap disekitar tempat tinggalnya dikawasan Marelan Pasar X,kecamatan Medan Marelan,petugas berhasil menyita 4 bungkus plastik shabu seberat 39 gram dan 1 buah tempat penyimpanan CD sebagai barang buktinya.
Menurut pengakuan tersangka terang Kasat Narkoba ini,kedua tersangka ini berhasil ditangkap setelah petugas  menyaru sebagai pembeli dan memesan 50 gram shabu kepada tersangka Jonny.Kemudian tersangka Jonny ini mengajak tersangka Anshari dan menyimpannya didalam kantong celana.
Selanjutnya keduanya pergi ke Hotel El Bruba di Jalan Perintis Kemerdekaan Medan.saat menunjukan barang pesanan itu petugas yang menyaru sebagai pembeli inipun langsung menangkapnya. Saat ditanya, tersangka Jhonny juga mengaku kalau ia menyimpan dan menyembunyikan sabu 4 bungkus di tempat penyimpanan CD. Untuk pemeriksaan lebih lanjut para tersangka inipun langsung diboyong ke Mapolresta Medan. (mag-7)

Berkas Pembunuhan Toke Ikan Dilimpahkan ke PN Medan

MEDAN- Kejaksaan Negeri Medan melimpahkan berkas dakwaan dua pelaku pembunuhan pengusaha ikan Kho Wie To alias A Wie dan istrinya Lim Chichi alias Dora Halim ke Pengadilan Negeri Medan, Rabu (14/9). Dari barkas acara perkara (BAP) penyidik kepolisian, kedua pelaku Sung An alias An Lang alias Ayong dan rekannya An Ho, dijerat pasal 340, pasal 338 jo 55 ayat I dengan ancaman pidana mati,  penjara seumur hidup, atau penjara 20 tahun.

Pernyataan tersebut dikatakan Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Medan, Riki Sapta Tarigan SH, pada wartawan Rabu (14/9) di Jalan Adinegooroo Medan. Selain pelimpahan berkas dakwaan pelaku pembunuh sepasang suami istri, Kejari Medan juga menerima barang bukti berupa 20 selongsong peluri denga kaliber 9 mm, proyektil, 4 helm, baju yang dikenakan korban, mobil kijang innova yang dirental pelaku, rekaman CCTV dan rekaman percakapan.

“Dari berkas dakwaa tersebut, kita melihat ada 22 orang yang akan dihadirkan dalam persidangan yang akan digelar minggu depan. Sementara itu kita juga menetapkan JPU yang menangani perkara tersebut adalah Herbeth SH dan Anthoni SH,” beber Riki.

Lebih lanjut dikatakan Kasi Pidum Kejari Medan ini, pelaku melakukan pembunuhan terhadap kedua korbannya, murni karena bisnis. “Mereka melakukan pembunuhan bermotifkan bisnis. Saat ini kedua pelaku saja yang bakal disidangkan sedangkan 7 orang lain saat ini sudah masul Daftar Pencarian Orang (DPO),” beber Riki.

Bukan itu saja, polisi juga masih melakukan pencarian barang bukti berupa senjata api, sepeda motor. Sementara 7 orang yang masuk DPO pelaku lainnya A Cui (otak pelaku), Halim, ketua RT Sinaboi Rokan Hilir Propinsi Riau, Lian Cuan, Toni alias Ting, Awi, To Pui, dua orang tidak diketahui.(Rud)

PNS di Sumut Mutasi Besar-besaran

Gatot Diminta Tegas Atur Pergeseran Antarkabupaten/Kota

JAKARTA- Beban Plt Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho cukup berat. Di saat belum usai menghadapi persoalan mutasi-mutasi jabatan di lingkungan Pemprov Sumut yang mendapat sorotan banyak kalangan, dia punya beban baru yakni melakukan mutasi-mutasi PNS antarkabupaten/kota yang ada di Provinsi Sumut.

Tugas Gatot ini diberikan oleh pusat dalam rangka pemerataan distribusi PNS guna penataan kepegawaian, yang harus diselesaikan di masa jeda waktu alias moratorium penerimaan CPNS. Pegawai di kabupaten/kota yang kelebihan PNS harus digeser ke kabupaten/kota yang kekurangan.

“Kabupaten/kota harus sudah merumuskan kebutuhan PNS-nya akhir tahun ini dan mutasi antarkabupaten/kota dalam provinsi harus selesai akhir 2012. Itu tugas gubernur,” terang Mendagri Gamawan Fauzi di kantornya, Selasa (13/9).

Bagaimana jika para PNS yang akan dimutasi tidak mau? Bagaimana jika gubernur tidak berani melakukan mutasi besar-besaran antarkabupaten/kota itu? Gamawan menjelaskan, gubernur harus berani karena dia punya kewenangan mengatur kabupaten/kota, sebagaimana diatur di PP Nomor 38 Tahun 2007 tentang pembagian urusan pemerintah, pemprov, pemkab/kota.

”Perpindahan pegawai antarkabupaten/kota itu kewenangan gubernur. Tinggal tegaskan saja, saatnya kini dilakukan,” tegas Gamawan.

Dijelaskan Gamawan, untuk bisa melakukan mutasi dimaksud, sebelumnya harus ada data kebutuhan pegawai di kabupaten/kota. Untuk menentukan berapa kebutuhan pegawai yang ideal, Gamawan mengatakan, bisa mengacu kepada jumlah instansi yang ada, yang mengacu pada PP Nomor 41 Tahun 2007 tentang organisasi perangkat daerah.
Nantinya, kata Gamawan, untuk kebutuhan pegawai akan dibicarakan dengan masing-masing instansi terkait. Untuk tenaga kesehatan misalnya, akan dibahas dengan kementrian kesehatan. Untuk tenaga sipir misalnya, dibahas dengan kementrian hukum dan HAM.

Dalam rangka penataan kepegawaian, yang intinya untuk efektivitas dan penghematan, pemerintah pusat juga mengkaji keberadaan komisi-komisi yang juga punya kantor di daerah, yang selama ini juga membebani keuangan APBD. Contohnya Komisi Penyiaran Daerah, yang sebenarnya berinduk pada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang berada di pusat.

“Komisi yang tidak menjadi kewenangan daerah, seyogyanya tidak membebani daerah,” ujar Gamawan. Jika uang APBD untuk komisi semacam itu dianggap hibah, juga dilarang karena hibah tidak boleh diberikan terus-menerus.(sam)