Home Blog Page 14728

Seleksi Gagal

MEDAN- Seleksi pembentukan kerangka tim PSMS kembali gagal. Direncanakan awalnya digelar Rabu (7/9), seleksi sempat ditunda menjadi Kamis (8/9) kemarin. Namun rencana itu kembali gagal karena jumlah pemain yang akan diseleksi masih kurang dari ketentuan.

Pihak PSMS baru akan menggelar seleksi jika pemain yang ikuti seleksi berjumlah minimal 15 pemain. Hal itu diutarakan langsung calon pelatih PSMS, Abdul Rahman Gurning. Gurning juga tak bisa memastikan kapan seleksi baru bisa digelar.

“Tidak tahu pasti, tapi besok (hari ini) kemungkinan juga belum bisa digelar. Paling sedikit harus ada 15 pemain yang bergabung baru seleksi bisa dilakukan,” bebernya.

Namun dia menjamin, semua pemain yang bergabung selain pemain rekomendasinya, harus melewati tahapan seleksi teknis lantaran dia mengaku belum mengetahui pasti kemampuan pilar-pilar yang diproyeksikan pengurus.
“Selain pemain rekomendasi saya seperti Dedi Gusmawan dan Fajar Handika yang otomatis lolos seleksi teknis karena mereka sudah tiga tahun bersama saya,  pemain lain harus diseleksi kemampuannya. Saya belum tahu kemampuannya, apalagi mereka kebanyakan pemain Divisi Utama,” tegas mantan pelatih  PSPS Pekanbaru itu.

Masalah tampaknya akan kembali menghantui PSMS. Soal persiapan, jangka waktu satu bulan dirasa sangat kurang untuk membentuk tim yang solid. “Satu bulan masa persiapan tidak akan cukup untuk membentuk tim yang solid. Jadi kalau bisa secepatnya, apalagi penentuan pemain akan dilakukan dengan jalan seleksi,” pungkasnya.

Seleksi yang sedianya akan digelar di Stadion Kebun Bunga kemarin hanya dihadiri 12 pemain. Mereka adalah Dede Sulaiman (PSPS Pekanbaru), Simon Kujiro (Semarang United), Ikpefua Osas Marvelous Saha, M Syahbani (kiper), Zulkarnain (gelandang) Mahadi Rais Syahputra (striker), gelandang Ramadhan Saputra (Persita Tangerang), striker Arie Priatna, gelandang Zainal Anwar (Persipasi), gelandang Anton Samba (Persikabo Bogor), Syila Bamba dan eks bek Aceh United Pierre Njangka.

PSMS juga sedang menunggu kedatangan gelandang timnas Kamerun tahun 2008 Alain Mosely N’kong yang sebelumnya memperkuat tim Liga Primer Indonesia (LPI) Aceh United. (ful)

Rahudman Segera Undang Klub Anggota PSMS

Wali Kota Medan Rahudman Harahap mengaku segera mengundang klub anggota PSMS, untuk membahas nasib PSMS ke depannya. Hal itu diutarakan Dirut PT PSMS, Dolly Sirega kemarin.

Hal itu dijelaskan Wali Kota ketika Dolly dan beberapa pengurus klub pemilik PSMS dan mantan pemain seperti Halim Panggabean, Jonny Sembiring, Parlin Siagian dan Sugeng Rahayu menemui Wali Kota di Balai Kota.
Menurut Dolly, Rahudman dalam pertemuan itu cukup antusias untuk memperhatikan PSMS. Bahkan ia dalam waktu dekat ini akan mengundang klub-klub anggota PSMS untuk tatap muka sekaligus meminta memasukkan dari klub-klub anggota PSMS.

“Kami sambut gembira kepedulian Wali Kota. Sebelum dilaksanakan pertemuan kita juga harus satu persepsi antara sesama klub anggota PSMS,” kata Dolly.

Dolly Siregar yang juga pemilik Klub PS Padang Lawas Putera ini mengharapkan kepada Rahudman Harahap sebagai Ketua Umum PSMS agar meluangkan waktu tenaga dan pikiran untuk mengembalikan kejayaan PSMS. (omi)

Mahasiswa Baru Disuguhi Ubi Jalar

Pecahkan Rekor Muri

MEDAN-Ribuan mahasiswa/i baru mengikuti pelaksanaan orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek) di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Kamis (8/9). Mahasiswa/i berbaris dengan kepala plontos dan mengenakan seragam putih hitam diramaikan lagi oleh perlengkapan lain sesuai dengan latar studi yang dipilih. Ada yang mengenakan tali pinggang dari kaleng, tas dari goni plastik, atau rambut yang dikepang dengan pita beraneka warna.
Tampak pancaran kebahagiaan di wajah mereka yang dibariskan menurut 13 jurusan yang ada. Fakultas Kedokteran, Fakultas Hukum, Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Parmasi, Fakultas Psikologi, dan Fakultas Keperawatan.

Aba-aba yang datang dari senior pun disambut dengan penuh semangat. Masing-masing kelompok bekerjasama mengeluarkan suara terkuat saat jurusannya disebut. Semua untuk satu tujuan yaitu memperlihatkan eksistensi sebagai pribadi juga kelompok terbaik. Tidak ada egosentris atau pun kelompok-kelompok dengan hura-hura di kala sebagai pelajar dulu.

Namun ada yang berbeda pada penyambutan mahasiswa baru tahun ini dimana kegiatan tersebut diikuti dengan manggadong. Tradisi dari suku Batak yang membiasakan memakan umbi-umbian sebelum memakan nasi. Gadong sendiri berarti ubi yang dalam kegiatan diaplikasikan sebagai ubi jalar.

Dengan mengenakan kaos yang sudah disediakan, para mahasiswa baru tadi pun dibagikan ubi jalar dalam satu kemasan yang menarik. Sesaat mereka pun tertawa melihat isi kemasan tadi yaitu beberapa buah ubi jalar yang siap untuk dimakan. Tidak sedikit pula yang seperti terkejut dan asing dengan salah satu hasil bumi terbaik di Sumut ini. Tapi bunyi sirena yang diperdengarkan dengan segera menghilangkan keraguan mereka dan dengan lahapnya menyantap ubi jalar tadi.

Sebelumnya mereka mendapat penjelasan dari Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho yang membuka langsung kegiatan Manggadong bersama ini. “Agar pembangunan satu daerah berjalan dengan baik harus ada kerjasama yang baik antara akademi, bisnis, dan government. Sebagai salah satu tradisi, manggadong ini bagian dari kearifan lokal untuk menjawab masalah pangan,” ucapnya.

Untuk itu dengan sosialisasi manggadong ini, ke depannya masyarakat Sumut tidak terlalu bergantung pada makanan pokok sebab sudah beragam pemenuhannya.  Karena sesuai fakta, tingkat ketergantungan konsumsi masyarakat sangat tinggi yakni konsumsi berasa rata-rata Sumatera Utara mencapai 139 kg/kapita per tahunnya dan nasional 120kg/kapita setiap tahunnya.

Gatot lalu menuturkan bagaimana negara maju seperti Amerika Serikat yang sudah menjadikan industri pangan sebagai prioritas dibanding industri lainnya. Selain itu, para ahli gizi Center for Science in Public Interest (CPSI) di Washington DC, juga menempatkan ubi jalar pada posisi nomor satu diantara berbagai jenis pangan berdasarkan kandungan zat gizinya. Indeks glikemik terrendah dengan kecepatan menaikkan kadar gula darah berfungsi untuk mencegah penyakit gula darah (diabetes), anti aging, dan banyak mengandung antioksidan.

Kegiatan yang juga dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Ketua Badan Pertahanan Pangan Sumut, Ir Setio Purwadi MM, Staf Khusus Menteri Pertanian Dr Ir Andi Irawan MSi, dan tokoh masyarakat seperti Prof Dr FG Winarno ini dilaksanakan di berbagai universitas dan sekolah di 23 titik di Kota Medan. Diikuti sebanyak 20 ribu kegiatan pun memecahkan rekor Muri untuk memperkuat ketahanan pangan dan sebagai kearifan local masyarakat Sumatera Utara dengan memakan ubi jalar terbanyak.

Sebanyak 18.829 mahasiswa/i baru memakan ubi jalar sebelum makan nasi. Pencapaian tersebut mampu memecahkan rekor Muri yang pernah dilakukan sebelumnya di Sulawesi dengan jumlah peserta sekitar 10.400 orang.

“Acara ini tidak hanya bertujuan untuk memecahkan rekor Muri saja namun sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional dalam upaya diversifikasi pangan berbasis sumber daya dan budaya lokal. Serta demi terwujudnya membangun kesadaran dan kemauan seluruh elemen masyarakat dalam melaksanakan konsumsi pangan beragam, bergizi dan berimbang,” ujar Ir Setyo Purwadi, MM, Kepala Badan Ketahanan Pangan Provsu.

Sementara itu Rektor USU, Syahril Pasaribu mengakui program pemerintah yang diambil alih oleh ketahanan pangan ini diharapkan mampu mendorong masyarakat khususnya untuk tingkat mahasiswa, untuk membiasakan diri mengkonsumsi ubi sebelum makan.

“Ke depannnya kita berencana akan terus mensosialisasikan Manggandong di setiap kesempatan acara. Dalam hal ini kita bukan menyuruh seluruh mahasiswa untuk Manggandong melainkan untuk memperkenalkan pangan aman konsumsi,” terangnya.

Menurut Syahril, penganekaragaman konsumsi pangan akan memberi dorongan dan intensif pada penyediaan produk pangan yang lebih beragam dan aman untuk dikonsumsi termasuk yang berbasis sumber daya lokal. (jul/uma)

Poldasu Periksa Pejabat Pembuat Komitmen

Kasus Dugaan Korupsi IAIN Sumut Senilai Rp72 Miliar

MEDAN- Bagian Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Sumut kembali melakukan pemeriksaan terhadap Moraluddin Harahap, pejabat pembuat komitmen (PPK), salah seorang yang diduga terlibat kasus dugaan korupsi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumut.

“Hari ini kita memeriksa lagi satu orang dalam kasus dugaan korupsi IAIN Sumut, dalam rangka klarifikasi,” terang Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Sumut, Kombes Pol Sadono Budi Nugroho melalui Kasubbid PID Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan kepada Sumut Pos, Kamis (8/9). Pemeriksaan terhadap Moraluddin Harahap merupakan kedua kalinya. Namun, masih dalam satu pemanggilan.

Hal itu disebabkan, saat pemeriksaan pertama yakni, Kamis (25/8) lalu, Moraluddin Harahap mengalami sakit dan ditambah lagi saat itu dalam kondisi berpuasa, jadi pemeriksaan terhadap dirinya ditunda.

Sementara itu, Kepala Biro Rektor IAIN Sumut Dra Salmawah Hasibuan saat itu juga tidak hadir pada rencana pemeriksaan dirinya oleh Tipikor Polda Sumut pekan ini.

“Waktu itu, yang bersangkutan sakit dan dalam keadaan berpuasa. Sehingga pemeriksaan waktu itu hanya sampai sore saja sekitar, pukul 16.00 WIB atau pukul 17.00 WIB. Jadi, kita lanjutkan hari ini untuk memintai keterangan dalam kasus yang kita tangani,” terangnya.

Mengenai Kepala Biro Rektor IAIN Sumut tersebut, MP Nainggolan kembali menegaskan, pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Kepala Biro Rektor IAIN Sumut tetap akan dilakukan.

“Tetap akan dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. Karena pada laporan yang telah kita terima, yang bersangkutan itu salah seorang yang mengetahui persoalan ini. Waktunya nanti kita beritahukan,” jawabnya.

Bagaimana dengan kehadiran Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro ke Kampus IAIN Sumut yang diterima Rektor IAIN Sumut Prof Nur Ahmad Fadli Lubis. Apakah ada hubungannya dengan kasus ini? Dir Reskrimsus Polda Sumut Kombes Pol Sadono Budi Nugroho melalui Kasubbid PID Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan menegaskan, kunjungan Kapoldasu ke IAIN Sumut adalah kunjungan silaturahmi. Tidak ada kaitannya dengan penanganan kasus dugaan korupsi yang ditangani Tipikor Polda Sumut.

“Ya itu kan silaturahmi. Tidak ada hubungannya dengan penanganan kasus ini. Silaturahmi adalah silaturahmi, proses hukum terhadap kasus dugaan korupsi tersebut tetap jalan,” tegasnya.

Menyikapi kunjungan Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro ke IAIN Sumut yang diterima Rektor IAIN Sumut Prof Nur Ahmad Fadil, Ketua Umum (Ketum) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Angkatan Muda Advokasi Hukum Indonesia (AMDHI) Muhammad Azmi Hadli  menyatakan, diharapkan pertemuan antara Kapolda Sumut dan Rektor IAIN Sumut tersebut tidak ada tendensi apa pun yang berhubungan dengan kasus dugaan korupsi yang ditangani Tipikor Polda Sumut.

Diharapkan Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro harus bersikap profesional. Hal yang sama juga diharapkan kepada Rektor IAIN Sumut Prof Nur Ahmad Fadil, untuk kiranya mendukung proses hukum yang tengah berjalan di Tipikor Polda Sumut.

“Kita berharap, baik Kapolda maupun Rektor IAIN professional dan mendukung proses hukum terhadap kasus dugaan korupsi IAIN Sumut yang ditangani Tipikor Polda Sumut,” tegasnya.

Kasus ini mencuat setelah pada Senin (8/8) lalu, ketika Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Angkatan Muda Advokasi Hukum Indonesia (AMDHI) dan Forum Mahasiswa Peduli IAIN Sumatera Utara (Formalin) membuat laporan ke Polda atas dugaan korupsi senilai Rp72 miliar pada Tahun Anggaran 2010.(ari)

Bangunan Milik Pemerintah Saja Tak Ada IMB

Pengawasan yang dilakukan Dinas Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) terhadap bangunan liar  di Kota Medan sangat lemah. Pasalnya, banyak bangunan milik pemerintah maupun bangunan tanpa memiliki izin mendirikan bangunan (IMB) tidak ditindak tegas.

Kenapa? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Adlansyah Nasution dengan Anggota Komisi D DPRD Medan, Juliandi.

Kenapa Dinas TRTB dinilai sangat lemah?
Sebab banyak bangunan milik pemerintah maupun bangunan tanpa IMB yang tidak ditindak tegas. Saat ini ada beberapa bangunan milik Pemko Medan tanpa izin berdiri bebas tanpa ada teguran. Seperti Kantor Camat Medan Kota, Kantor Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, Kantor Dinas Kominfo Medan, dan Gedung Dharma Wanita. Semuanya pengerjaan penambahan ruangan hampir rampung. Padahal dalam aturan tidak ada bangunan kantor pemerintah bebas dari IMB.

Apa yang seharusnya dilakukan Dinas TRTB?
Bagian pengawasan di Dinas TRTB selaku pihak yang bertanggungjawab tidak bekerja maksimal. Banyak bangunan liar bertumbuhan tanpa ada tindakan tegas. Penindakan hanya mengandalkan laporan dari masyarakat saja. Ini membuktikan kalau pengawasan tidak bergerak, seharusnya mereka turun langsung ke lapangan.

Apakah kantor instansi pemerintah harus memiliki IMB?
Seharusnya kantor instansi pemerintah harus memiliki IMB sebagai contoh kepada masyarakat. Bagaimana masyarakat mengurus izin sementara punya Pemko saja tidak ada IMB. Contohnya saja, banyak bangunan masyarakat tidak punya IMB karena pemerintahnya tidak menujukkan contoh yang baik. Harusnya ini ditindak tegas. Jangan bangunan masyarakat baru berdiri setengah dinding tanpa IMB langsung dibongkar.

Bagaimana dengan hasil PAD ?
Seharusnya kondisi ini tidak luput dari perhatian instansi tersebut yang tengah menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup besar. Apabila akhir tahun ini PAD yang ditargetkan cukup besar tidak terpenuhi kita meminta kepada Wali Kota Medan mengevaluasi kinerja kepala dinas TRTB. Saat ini kami minta peningkatan pengawasan harus dilakukan.

Apa tindakan dewan?
Akan kita laporkan kepada Komisi D untuk menjadwalkan kunjungan ke lapangan dalam waktu dekat ini. Untuk memastikan kondisi sebenarnya.(*)

Curi Besi Tua Untuk Beli Rokok

Aksi yang dilakukan dua pelajar STM Bina Taruna, Amsal Sibuea (16) dan Alponso Sinaga (15), tak pantas ditiru. Pasalnya, kedua warga Pekan Labuhan itu nekat mencuri besi tua di gudang milik Budi Panjaitan (48), di Jalan KL Yos Sudarso Km 20, Pekan Labuhan hanya untuk membeli rokok.

Tapi, aksi keduanya ketahuan oleh warga hingga keduanya babak belur dihajar warga dan diserahkan ke Polsek Medan Labuhan, Rabu (7/9).Keterangan yang dihimpun, keduanya datang ke gudang tersebut dengan mengendarai becak bermotor. Setelah sampai di gudang, keduanya menghentikan laju becak bermotornya. Setelah keadaan benar-benar aman, keduanya masuk ke dalam gudang yang sudah lama kosong tersebut.

Kemudian, keduanya masuk dan mengambil besi tua bekas seksi-seksi mobil yang sudah tidak dipakai. Namun, pada saat mengangkat besi tersebut ke betornya, salah seorang warga, Haris Siagian (39) memergoki mereka dari atas loteng rumahnya. Kemudian, dia langsung meneriaki maling. Keduanya, yang sudah ketahuan langsung melarikan diri dengan betor dan besi curiannya. Haris Siagian pun langsung turun dari loteng rumahnya dan mengejar kedua pelaku sambil terus meneriaki maling.

“Tadi saya lihat mereka masuk gudang dan mengambil besi tua, kemudian saya langsung berteriak maling,”ujar Haris Siagian.

Warga yang mendengar teriak Haris langsung menangkap kedua pelaku dan mengahajar keduanya hingga babak belur. Kemudian, warga memberitahukan kepada polisi. Tak lama berselang polisi datang ke lokasi, langsung membawa kedua pelaku dan juga barang bukti berupa betor dan besi yang mereka curi. Saat ini kedua pelaku mendekam di sel tahanan Polsekta Medan Labuhan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (mag-11)

Giliran Komisaris PT Bahari Dwi Kencana Lestari Diperiksa

BNI Kucurkan Kredit Rp129 Miliar Tanpa SOP

MEDAN-Komisaris PT Bahari Dwi Kencana Lestari, Junes Safrina diperiksa bagian Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejatisu, Kamis (8/9).

Pemeriksaan terhadap Junes Safrina untuk dimintai keterangannya sebagai saksi terkait kredit senilai Rp129 miliar yang dikucurkan BNI 46 Cabang Pemuda Medan, pada perusahaan perkebunan kelapa sawit yang dipimpinnya.
“Pemeriksaan terhadap komisaris PT Bahari Dwi Kencana Lestari berlangsung dari pagi hingga sore. Dia kita periksa untuk dimintai keterangan sebagai komisaris perusahaan, apakah ia mengetahui soal pinjaman kredit pada BNI 46 Cabang Pemuda Medan, tanpa melalui Standar Operasional Prosedur (SOP),” ucap Kasi Penyidikan Pidsus Kejatisu, Jufri Nasution SH kepada wartawan.

Jufri Nasution menmabhkan pemeriksaan terhadap Junes Safrina, soal pinjaman kredit yang dikucurkan BNI 46 Cabang Pemuda Medan sebesar Rp129 miliar.

“Sementara itu PT Bahari Dwi Kencana Lestari, masih mempunyai utang sebesar Rp61 miliar pada BNI 46 Medan yang masih tertunggak. Mereka juga melakukan pinjaman sebesar Rp129 miliar dengan agunan lahan yang sama,” tegas Jufri.

Menurutnya, Junes Safrina selaku Komisaris PT Bahari Dwi Kencana Lestari mengetahui pinjaman kredit ke BNI 46 tanpa melalui SOP.

“Selain itu kita juga memeriksa Pimpinan Divisi Usaha Kredit Menangah (DUKM) BNI Pusat, Bino Indono. Dia diperiksa hingga sore, atas persetujuan pencairan dari pusat. Bukan itu saja masalah akte jual beli juga kita minta keterangannya,” tegas Jufri.

Sebelumnya Relationship Manager Titin sudah berkali-kali diperiksa. Kejatisu juga sudah menetapkan salah seorang pimpinan BNI 46 atas kredit yang tidak memakai SOP menjadi tersangka.

Para pejabat BNI dan pimpinan PT Bahari Dwi Kencana Lestari bakal ada yang menyusul menjadi tersangka. Namun hingga saat ini pelaku pengajuan kredit dari PT Bahari Dwi Kencana Lestari Boy Hermansyah, hingga saat ini belum juga memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara  untuk memberikan keterangan.
Sedangkan Direktur PT AK Tanah, AK Sulaiman, sudah diperiksa. PT AK Tanah sendiri mempunyai tunggakan kredit pada Bank Mandiri. (rud)

Hari Ini, Gelar Perkara

Dugaan Korupsi Dinas Bina Marga

MEDAN-Bagian Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Sumut akan melakukan gelar perkara terkait kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan Kepala Dinas Bina Marga Medan Gindo Maraganti Hasibuan.

Berdasarkan keterangan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Sumut, Kombes Pol Sadono Budi Nugroho melalui Kasubbid PID Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan kepada Sumut Pos, Kamis (8/9) menyatakan, gelar perkara terhadap kasus-kasus dugaan korupsi di Dinas Bina Marga Medan antara lain, dugaan korupsi pengadaan alat berat senilai Rp2 miliar pada tahun 2009, pengadaan aspal senilai Rp3,5 miliar dan dugaan korupsi proyek drainase senilai Rp38,8 miliar akan digelar sebelum berakhirnya pekan ini.

“Semua proses kita lakukan, untuk mengetahui siapa yang paling bertanggungjawab. Sebelum pekan ini, sudah akan kita gelar perkara terhadap kasus ini,” terangnya tanpa menyebutkan tanggal pastinya.

Saat ditegaskan, apakah gelar perkaranya akan dilakukan besok (hari ini, Red)? “Bisa jadi besok (hari ini, Red),” jawabnya.
Mengenai peningkatan penanganan kasus ini, MP Nainggolan menuturkan, dari hasil gelar perkara itu, nantinya akan dianalisis dan kemudian akan disimpulkan sejauh mana perkembangannya.

“Tunggu hasil kesimpulannya dari analisis gelar perkara itu. Kalau memang menguatkan, bisa saja kasus itu meningkat,” tukasnya.(ari)

Kepala Puskesmas Siap-siap Dimutasi

MEDAN-Kepala puskesmas yang ada di Kota Medan siap-siap bakal dimutasi. Pasalnya, Wali Kota Medan, Rahudman Harahap sudah mengultimatum bakal ada mutasi besar-besaran untuk jabatan kepala puskesmas dengan alasan penyegaran.

“Hal itu perlu untuk menimbulkan kompetensi. Terutama yang sudah 6 tahun menjabat untuk pindah dulu ke tempat yang lain,” kata Rahudman Harahap dalam acara halal bi halal di rumah Kadis Kesehatan Kota Medan, Kamis (8/9).
Rahudman juga memberikan apresiasi pada Kadis Kesehatan yang telah meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. “Pelayanan kesehatan kita rasakan sudah semakin baik. Artinya kehadiran  tim medis atau jajaran kesehatan sudah mulai dirasakan masyarakat dan masyarakat yang membutuhkannya. Beri pelayanan kesehatan yang tulus,” ujar Rahudman.

Ditambahkannya, minimal seminggu sekali dokter spesialis datang ke puskesmas memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat. “2012 Medan harus punya konsep, punya dasar untuk perubahan infrastruktur, pendidikan dan kesehatan dan harus diwujudkan,” ungkapnya sambil menambahkan 2012 akan memberikan penghargaan bagi petugas kesehatan yang sudah lama mengabdi. (jon)

Bayi Korban Gempa Terlantar

MEDAN- Anggota DPRD Sumut Ricard M. Lingga menyatakan rasa kesalnya terhadap manajemen Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan. Pasalnya, rumah sakit tersebut dinilai tidak memberikan perawatan maksimal terhadap seorang bayi korban gempa asal Kabupaten Dairi, Sumut.

Kemarahan Lingga pecah karena tim medis RSUP Haji Adam Malik tak kunjung melakukan scaning terhadap bayi berusia tiga minggu tersebut hingga pukul 23.00 WIB. Padahal, sang bayi telah masuk ke ruang perinatologi anak pada Rabu sore sekitar pukul 17.30 WIB, setelah menempuh perjalanan jauh dari Dairi.

Sementara Direktur Medik dan Perawatan RSUP Haji Adam Malik, dr Lukman Nurhakim SpK mengatakan, kondisi bayi setelah diperiksa mulai membaik dan tidak ada luka. “Kondisi bayi korban gempa kini sudah sehat dan sudah mulai kuat minum susu. Memang kepalanya ada sedikit benturan namun hanya memar saja dan tidak ada luka yang terbuka. Tidak ada dijumpai kelainan,” ucap dr Lukman Nurhakim.

Modesta Silaban (35), keluarga bayi mengaku, ibu bayi telah dikebumikan sedangkan ayahnya masih di Pekanbaru dan belum tiba di Medan. Ibu bayi, Theresia Tionom Silaban (26) merupakan satu korban tewas dalam kejadian gempa tersebut. (jon/net/jpnn)