Home Blog Page 14729

Pemkab Langkat Tunggu Uang Pengembalian

LANGKAT- Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten (Sekdakab) Langkat Surya Djahisa, menyatakan, pihaknya menunggu pengembalian uang Rp80 M lebih, sesuai putusan majelis hakim pengadilan tipikor dalam perkara korupsi APBD Langkat yang dibacakan 15 Agustus 2011 lalu.

“Kita masih belum dapat menentukan sikap, terkait uang itu. Makanya, saat ini hanya dapat menunggu. Apabila berlangsung dalam waktu dekat atau tahun ini juga, penggunaannya akan kita koordinasikan lagi ke legislatif karena ada sejumlah uang sudah teragendakan untuk proyek dialihkan menyusul penyitaan kemarin,” kata Surya ditemui di ruang kerjanya, Kamis (8/9).

Disebutkan dia, mengenai pengembalian uang sebagaimana dinyatakan KPK akan ditransferkan, pun pihaknya juga belum mengetahui detail mekanisme diberlakukan. Namun begitu, prosesnya akan tetap memberlakukan berita acara, sebab ketika penyitaan berlangsung juga menggunakan berita acara.

Tentang skala prioritas penggunaan uang, lanjut Surya, akan dituangkan ke pos-pos yang telah teragendakan seperti, proyek fisik di Dinas Pekerjaan Umum (PU). Pasalnya, di dinas dimaksudlah paling besar anggaran yang tersedot guna memenuhi penyitaan diinginkan.

“Pun demikian, kita tetap koordinasi dengan legislatif tentang penggunaan uang tersebut. Nah, apabila persidangan berjalan mulus dan dalam tahun ini juga dikembalikan apakah masih dapat dipergunakan mengingat tenggat waktu anggaran tersisa cukup singkat,” urai dia.

Pendapat berbeda sebelumnya dikemukakan Ketua Fraksi PDI-P DPRD Langkat Ralin Sinulingga, bahwa uang pengembalian (jika terjadi sekarang ini) langsung dapat dipergunakan. Mengingat, anggarannya sudah tertuang dalam rancangan proyek (Dinas PU).

“Kenapa tidak dapat dipergunakan langsung, kan kemarin sudah dituangkan dalam draft R-APBD. Nah, ketika uang itu masuk atau kembali, langsung saja ditutupkan kepada item-item yang ter-schedlu sebelumnya. Apabila nantinya tidak langsung dipergunakan semisal untuk anggaran tahun berikutnya, apakah secara administrasi menyalahi ketentuan,” tukas Ralin.

Misno Adi, Direktur Investigasi Lembaga Pengkajian Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) Pusat berpendapat, Pemkab harus transparan mengenai uang pengembalian bahkan alangkah baiknya menyertakan kementrian dalam negeri dalam penggunannya.

“Bila nanti uang itu jadi dikembalikan, menyusul adanya keputusan tetap dari pengadilan, maka Pemkab harus transparan dan alangkah baiknya di paripurnakan. Untuk penggunaannya, juga tidak salah menyertakan atau meminta petunjuk dari kementrian dalam negeri,” pungkas Misno. (mag-4)

Hingga Januari 2012, Medan Musim Hujan

BELAWAN- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Belawan, memprediksi bulan ini hingga Januari 2012 mendatang di Kawasan Belawan dan Medan sekitarnya memasuki musim penghujan.
“Kami menghimbau kepada nelayan agar berhati-hati dalam melaut karena cuaca buruk akan terjadi dalam beberapa hari kedepan,” ujar Kepala BMKG Maritim Belawan Sampe Simangunsong, melalui Staf Focaster Budi Prasetyo di kantornya, Kamis (7/9).

Budi menjelaskan, data statistik BMKG Maritim Belawan menunjukkan, suhu minimum 23 Derajat Celcius, sedangkan maksimumnya 31 Derajat Celcius. Sementara itu, untuk kecepatan angin 5 sampai 15 Knot.
“Kondisi cuaca buruk ini dapat mengakibatkan para nelayan kita dihantam ombak besar. Pasalnya, tinggi gelombang disertai angin kencang dan hujan dapat menambah ketinggian gelombang, jadi nelayan harus sangat berhati-hati,” jelasnya.

Untuk tinggi gelombang air laut di perairan Belawan mencapai 0,6 hingga 1 meter. Sedangkan, untuk Selat Malaka Utara, tinggi gelombang 0,8 hingga 2,5 meter. “Dengan tinggi gelombang seperti ini, sangat membahayakn bagi para nelayan untuk pergi melaut. Namun, untuk dunia pelayaran sendiri, tidak masalah karena untuk kapal-kapal besar tinggi gelombang seperti ini belum terlalu berpengaruh,” katanya.

Selain itu, tinggi gelombang 2 hingga 3 meter masih berpeluang terjadi di Perairan Kepulauan Mentawai, Perairan Bengkulu hingga Barat Lampung, Perairan Selatan Jawa Barat hingga Jawa Timur, Selat Karimata, Laut Jawa, Perairan Selat Kalimantan, Laut Banda, Perairan Sulawesi, Perairan Kepulauan Aru, Perairan Kepulauan Sermata dan Leti dan juga laut Arafuru. Untuk tinggi gelombang 3 hingga 4 meter berpeluang terjadi di Samudera Hindia Barat, Bengkulu hingga Selatan Jawa Barat, Laut Cina Selatan dan juga Perairan Merauke.

Lebih lanjut, dia mengatakan, pada umumnya hujan di daerah pesisir terjadi pada malam hingga dini hari karena dipengaruhi angin darat dan angin laut. Biasanya kalau di Kota atau daratan hujan pada sore hari karena suhu udara di daratan lebih cepat panas pada siang hari sehingga suhunya lebih tinggi, otomatis apabila suhu tinggi pasti tekanan rendah. Sedangkan di laut, panasnya lebih lambat karena menyimpan udara dingin dan pada malam hari lah baru dilepaskan suhu tersebut hingga menimbulkan hujan di laut pada umumnya.
“Untuk beberapa hari ke depan, Kota Medan dan perairan Belawan akan dilanda hujan mulai malam hingga dini hari,” tandasnya. (mag-11)

Pembunuh Ridho Terlibat Perampokan Bank Sumut

LUBUK PAKAM- Pasca penangkapan tersangka Jefri Sagala (26), pelaku pembunuhan terhadap Ridho Immanuel Gultom (12), anak pengusaha ‘Gultom Oil’ Minggu (4/9) silam, ternyata terlibat dalam kasus perampokan Bank Sumut Marelan, Medan, beberapa waktu lalu.

Kapolres Deli Serdang AKBP H Wawan Munawar dalam keterangan pers kepada sejumlah wartawan di Mapolres Deli Serdang, Kamis (8/9) menyebutkan, tersangka Jefri Sagala yang memiliki dua alamat, yaitu Desa Bengkel, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat dan Pasar Minggu PT Hutahaya, Kandis, Riau, juga terlibat perampokan Bank Sumut di Marelan, Medan. Tersangka Jefri Sagala berperan sebagai sopir.

Masih Kapolres, khusus kasus pembunuhan terhadap korban Ridho Immanuel Gultom, tersangka Jefri Sagala melakukan aksinya dengan motif ingin memiliki, menguasai harta milik korban dengan cara melakukan perampokan. Berhubung korban Ridho Immanuel Gultom melakukan perlawanan, sehingga tersangka melakukan penganiayaan dengan cara menusuk korban menggunakan gunting pemotong ban. Akibat tindakan tersangka, korban mengalami luka berat dan akhirnya meninggal dunia setelah dibawa ke Rumah Sakit Grand Medistra.

Barang bukti berupa sepeda motor Yamaha Jupiter Z warna hitam les merah BK 3175 ABA ditemukan di daerah Sumbul Kabupaten Dairi. Dua teman tersangka berinisial S dan U masih dalam penyelidikan.

Terkait informasi sebelum dibunuh, bahwa tersangka melakukan sodomi terhadap korban, Wawan Munawar menyebutkan, tersangka Jefri Sagala hanya memukul pantat korban dengan martil. “Kita fokus kepada kasus
pembunuhan yang dilakukan tersangka. Hingga saat ini kita belum ada bukti terkait sodomi dilakukan tersangka,” tegas Kapolres. (btr)

Tahanan Kabur Didor Polisi

BINJAI- Setelah kabur dari LP Kelas II Binjai sebulan yang lalu, Dedi Kusuma Atmaja (34), tahanan yang ditangkap karena terjerat kasus narkoba itu ditangkap polisi di kampungnya Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Binjai Timur. Polisi menghadiahi timah panas di kaki sebelah kirinya karena mencoba kabur ketika hendak ditangkap.

Akibatnya, Dedi terpaksa mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Djoelham Binjai Kota, Kamis (8/9) malam.
Informasi dihimpun wartawan koran ini, penangkapan ini dilakukan polisi atas informasi dari masyarakat. Sat Narkoba Binjai yang menerima informasi dari masyarakat kalau tersangka telah berada di Kota Binjai, langsung melacak keberadaannya. Setelah mengetahui keberadaannya polisi langsung mencoba menyergap Dedi yang kala itu sedang kumpul bersama teman-temannya di sebuah warun. Namun saat polisi hendak menyergapnya. Keberadaan polisi terlebih dahulu diketahui oleh Dedi.

Takut tertangkap, Dedi kemudian mengambil sangkur yang ada di pinggangnya dan hampir melukai petugas yang hendak menyergapnya. Kemudian, dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter Dedi mencoba melarikan diri dari kejaran petugas  kepolisian.

Tak ingin kehilangan jejak dan kabur lagi  polisi kemudian menghadiahinya dengan timah panas. Polisi tepat menembak kaki kiri Dedi. Dedi pun terkapar dan harus dilarikan ke rumah sakit. Dedi yang ditemui wartawan koran ini di rumah sakit mengaku, selama sebulan ini melarikan diri ke Aceh. Selama pelariannya itu dia tidak memiliki pekerjaan tetap.(dan)

Dua Pembuang Mayat Dilepas

MEDAN- Terkait tewasnya Arfansyah Hasibuan (46), bos rental mobil Rantau Parapat di Diskotik Super beberapa waktu lalu, membuat Ganda Napitupulu (40), Manager Diskotik Super di Jalan Nibung Medan Baru, masih belum menampakkan batang hidungnya.

Bahkan, dua orang diduga pembuang mayat Arfansyah yakni Ramadani (26) warga Jalan Teuku Cik Di Tiro, Rantau Parapat dan Dalimunte (40) warga yang sama, turut dilepas polisi.  Kasat Reskrima Polresta Medan AKP M Yoris Marzuki ketika dikonfirmasi, Kamis (8/9) mengatakan, keduanya dipulangkan karena tak memenuhi syarat untuk ditahan.
“Mereka dikenakan pasal 181 KUHPidana tentang penyembunyian jenazah, dengan ancaman hukuman sembilan bulan. Kalau sembilan bulan tidak bisa kita lakukan penahanan,” ungkapnya.

Lanjut Yoris menjelaskan, saat ini polisi masih menunggu hasil otopsi rumah sakit untuk memastikan apakah Arfansyah tewas karena over dosis (OD) atau karena ada penganiayaan sebelumnya. Apabila terbukti ada penganiayaan, polisi akan kembali memanggil dua pelaku pembuang jenazah Arfansyah. “Kalau terbukti ada penganiayaan akan kita panggil lagi mereka,” ujar Yoris.

Pantauan Sumut Pos di lantai dua gedung tempatnya Yoris berkantor, terlihat dua orang utusan dari Diskotik Super mondar-mandir. Namun, keduanya tak bersedia dimintai keterangan saat sejumlah wartawan melakukan peliputan. Keduanya malah memilih menghindar dari awak media.

Sekedar mengingatkan, Arfansyah ditemukan tewas di Dusun IV, Desa Kuta Mbelin, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (4/9) lalu. Saat itu, seorang warga menemukan Arfansyah telentang tak bernyawa. Setelah dilapor, polisi kemudian melakukan olah TKP dan tak lama, Ramadani dan Dalimunte ditangkap dengan tuduhan telah membuang mayat Arfansyah. (mag-7)

Dua Pelaku Jambret Ditangkap Warga

TEBING TINGGI-  Dua pelaku jambret berhasil ditangkap warga, masing-masing berinisal BA (18) dan AR (19) warga Kampung Baru, Desa Paya Pinang, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Sergai usai merampok tas pekerja salon Fitri Yani (24) warga Jalan Bawang Putih, Lingkungan VI, Kelurahan Bandar Sakti, Kota Tebing Tinggi, Rabu (7/9) sekira pukul 23.00 WIB.

Fitriyani saat ditemui ditempat kerjanya Kamis (8/9) mengaku, kejadian malam itu saat dia bersama teman kerjanya, Mai Saroh usai makan malam di Kota Tebing Tinggi. Begitu hendak pulang menuju rumah, ditengah jalan tepatnya di Jalan Kapten Tandean depan Pasar Sakti Kota Tebing Tinggi, dia dipepet dua orang pria mengendarai sepeda motor Yamaha Vega ZR warna merah tanpa nomor polisi dan langsung menjambret tas sandangnya. “Langsung kedua pelaku mengambil tas sandang saya, spontan saya berteriak maling. Dari teriakan saya, warga langsung mengejar pelaku, tak lama pelaku berhasil diamankan warga,” jelas Fitriyani.

Kasat Reskrim Polres Tebing Tinggi AKP Lili Astono ketika dimintai keterangannya membenarkan dua pelaku jambret kini mendekam di sel tahanan Mapolres Tebing Tinggi bersama barang bukti sebuah sepeda motor Yamaha Vega ZR. (mag-3)

Polisi Gelar Razia Setiap Hari

Ada 40 Geng Motor di Kota Medan

Keberadaan geng motor di Kota Medan, sudah sangat meresahkan masyarakat dikarenakan kebrutalan dan gaya premanisme. Informasi yang diperoleh Sumut Pos di Mapolresta Medan menyebutkan, terdapat 40 kelompok geng motor di Kota Medan.

Geng motor yang sering membuat kerusuhan dan membuat resah masyarakat adalah Esto, RNR07, KPN (Kami Punya Nyali), JPM (Jaringan Penyikut Malaikat).

Dari kelompok geng motor yang selalu membuat onar, KPN lah yang paling menguasai Kota Medan. Geng ini diketahui diketuai seorang mahasiswa berinisial D.

Untuk mempersempit ruang gerak dari kawanan geng motor tersebut, Polresta Medan berserta jajarannya melakukan sosialisasi kesekolah-sekolah untuk menghimbau kepada seluruh siswa tidak mengikuti aktivitas geng motor di Kota Medan. Sosialisasi ini sesuai dengan instruksi Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga yang dikeluarkan pada 7 Sepetember 2011.

Atas instruksi dimaksud, Polsekta Percut Sei Tuan, Kamis (8/9), melakukan sosialisasi di sejumlah sekolah di wilayah hukum Polsekta Percut Sei Tuan seperti di SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan, SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan, SMA Negeri 11 Medan, SMA Teladan Medan dan SMA Prayatna Medan.

Kanit Reskrim Polsekta Percut Sei Tuan AKP Faidir Chaniago, saat melakukan sosialisasi di SMA Negeri 11 Medan mengatakan, tindakan dilakukan club motor atau geng motor selama ini sangat meresahkan masyarakat dan selalu menujukkan gaya premanisme.

Kemudian Faidir dihadapan ratusan siswa-siswi menjelaskan, ciri-ciri kelompok geng motor di Kota Medan ini seperti, membawa bendera club atau kelompoknya, saat mengendarai sepeda motor selalu membawa benda-benda tajam (alat pemukul, doubel stick dan batu, Red). mereka selalu mengendarai sepeda motor beramai-ramai kemudian saat mengendarai sepeda motor selalu melanggar rambu-rambu lalu lintas serta tidak menggunakan helm dan tidak menyalakan lampu kenderaan sepeda motor.

Lanjut Faidir, kepada siswa-siswi diharapkan, sepeda motor menggunakan kaca spion, knalpot tidak blong, rangka motor tidak dibenarkan dikrum, dan selalu gunakan helm. Kemudian jangan melakukan hubungan dengan kawanan geng motor dan tidak mengikuti aktivitas geng motor seperti merugikan masyarakat serta tidak melakukan balap liar.
Guna mengantisipasi geng motor,  Faidir menegaskan, akan menindak setiap club atau geng motor yang kedapatan dijalanan dengan melakukan razia rutin  setiap hari.

“Kami akan lakukan razia terhadap sepeda motor dengan kondisi  motor krum, knalpot blong, tidak dilengkapi kaca spion dan disertai surat-surat kenderaannya, akan kami proses hukum,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Medan Sudirman Aritonga, merespon baik sosialisasi dilakukan jajaran Polresta Medan melalui Polsekta Percut Sei Tuan terkait kawanan geng motor.

Sudirman menjelaskan, sampai saat ini anak didiknya tidak ada yang terlibat aksi bersama geng motor dan siswanya tidak ada satu pun tergabung dalam kelompok geng motor. “Kalau ada anak didik saya terlibat geng motor, akan saya tindak tegas.  Kemudian kalau mereka terlibat kegiatan yang merugikan orang lain, akan saya keluarkan dari sekolah ini,” ancamnya.

Selain Polsek Percut Sei Tuan, hal serupa juga dilakukan Polsekta Medan Sunggal dengan bersosialisasi di SMA Negeri 1 Sunggal, Deli Serdang. Polsek Medan Sunggal dipimpin langsung Kapolsek AKP Budi Hendrawan. Dalam pidatonya, Hendrawan mengajak siswa-siswi untuk tidak melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri dan orang lain.  Sebelumnya, Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga mengaku, akan menindak tegas geng motor yang melakukan aktivitas merugikan orang lain hingga menimbulkan korban. Tagam juga mengatakan, akan menurunkan seluruh anggotanya untuk melakukan penyisiran dan razia disejumlah tempat di Kota Medan yang biasa digunakan geng motor berkumpul. (mag-7).

Geng Motor akan Taubat

DI Tasikmalaya, Kabag Ops Polresta Tasikmalaya Kompol Yono Kusyono yang juga Ketua Paguyuban Otomotif Tasikmalaya (POT) mengungkapkan bahwa geng motor yang ada di Kota Tasikmalaya mewacanakan akan taubat dan tidak akan berbuat onar lagi.

“Ada wacana di antaranya mereka yang belum sadar itu (geng motor, red) bergabung dengan kita (POT),” ungkap Yono saat kepada Radar Tasikmalaya (Grup Sumut Pos).

Wacana tersebut disambut Yono dengan tangan terbuka. Dia sangat sangat menghargai keberanian tekad dari kelompok tersebut untuk berubah. “Mari kita bergabung, bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, tertib dan nyaman. Warga bebas dari keresahan dan takut,” kata dia.

“Sesuai dengan Perda No 12 tahun 2009 Kota Tasikmalaya tentang Tata Nilai,” jelasnya.

Dia melanjutkan, langkah untuk menghadapi geng motor salah satunya dengan sikap lunak. “Karena apabila terlalu dipres atau ditekan efeknya akan berontak. Kita berbuat lunak saja. Mari kita bicara mencari solusi bersama,” lanjutnya.
Yono mengajak kepada penggemar otomotif agar eksistensi di jalan tidak membuat masalah apalagi melanggar hukum. “Boleh senang dengan otomotif tetapi, jangan sampai bertentangan dengan hukum,” ajaknya.

Langkah lain untuk mengantisipasi maraknya geng motor ungkap Yono yaitu dengan memberikan penerangan kepada anak-anak sekolah tingkat menengah. “Kita sering berkunjung ke sekolah-sekolah tingkat SMP dan SMA. Karena pelaku geng motor di antaranya berusia belasan tahun atau usia anak sekolah,” ungkapnya. (dem/jpnn)

BMP Harus Berperan Basmi Geng Motor

Pendiri sekaligus Pembina Bikers Mitra Polri (BMP) Sumatera Utara Kompol Drs Safwan Khayat Mhum mengajak puluhan komunitas sepeda motor binaannya untuk melakukan konsolidasi dan pencerahan terkait geng motor.
Hadir dalama pertemuan itu Penasihat BMP, Deni Siagian, Ketua BMP Sumut Ahmad Bengar Harahap dan pengurus 15 klub motor di Medan.

Merlihat pertemuan itu kepedulian Safwan terhadap bikers memang tidak diragukan lagi. Apalagi mantan Kasat Lantas Polresta Medan itu sengaja datang dari Tebing Tinggi ke Medan membahas geng motor yang mulai berkembang di Kota Medan.”Melihat ini saya harus mengambil tindakan dengan memanggil dan mengumpulkan seluruh ketua klub bikers di Medan yang tergabung dalam BMP guna membahas masalah geng motor ini,” seru Safwan.

Dalam arahannya mantan Waka Polres Pematang Siantar ini menghimbau kepada seluruh klub motor untuk tidak terlibat dalam berbagai bentuk kegiatan yang dilakukan geng motor. “Seperti kita ketahui geng motor itu sangat meresahkan masyarakat dengan aksi brutalnya dan kerap membuat kerusuhan, makanya saya menegaskan bagi anggota bikers binaan saya jangan sekali-sekali terlibat dalam aksi geng motor, bila ada anggota kedapatan terlibat BMP akan menindaktegas,” katanya dihadapan 15 klub motor.

Safwan menguraikan perbedaan klub motor binaannya dengan geng motor bisa dilihat di lapangan. Di antaranya, anggota BMP kerap mendukung program lalulintas dengan melengkapi seluruh perlengkapan kendaraannya mulai dari dokumen surat kendaraan, dan perlengkapan saat berkendara. Sedangkan geng motor berlawanan dengan itu, seperti tidak menggunakan helm, minimnya perlengkapan kendaraan dan kerap membawa senjata tajam dan benda lainnya yang bisa digunakan untuk senjata.”Mereka (geng motor) bila di jalan selalu urak-urakan dan bikin takut masyarakat,” imbuhnya.

Agar lebih menandai perbedaan antara BMP dengan geng motor, Safwan berencana akan membuat stiker, baju dan kartu keanggotaan khusus buat BMP. Selain itu seluruh anggota BMP yang aktif akan diasuransikannya agar lebih terjamin keselamatannya.”Satu lagi saya himbau agar setiap anggota BMP yang sedang berkumpul agar kerap membawa spanduk, artinya di mana kita berkumpul spanduk BMP kerap dibentangkan di areal parkir BMP,” tambahnya.
Safwan juga mengajak seluruh anggota klub motor lebih peduli mengawasi keberadaan geng motor.”Saya perintahkan seluruh ketua dan pengurus di bawah naungan BMP nantinya agar mengkonsolidasinya dengan pengurus di daerah-daerah yang ada di Sumatera Utara,” serunya.
Jika melihat ada klub geng motor yang mencoba membuat rencana ataupun aksi segera mencatat ciri-ciri kendaraannya mau orangnya dan segera melaporkan ke kepolisian terdekat.”Atau menghubungi 112 milik Poldasu atau menghubungi handphone saya 08153101163,” pungkasnya. (net/bbs)

Sosialisasi Harus Terus Dilakukan

MEDAN- Aktivitas geng motor yang meresahkan dan selalu bertindak anarkis, mendapatkan tanggap dari berbagai pihak. Pengamat Hukum Pidana Umum dan Kriminolog dari Fakultas Hukum UMSU Nursariani Simatupang kepada Sumut Pos, Kamis (8/9) menilai, aksi geng motor yang mengusik keamanan dan kenyaman kota Medan dengan aktivitas negtifnya, merupakan kenakalan remaja yang luar biasa.

Nursariani menjelaskan, hal ini terjadi dikarenakan dua faktor. Pertama, kurangnya kontrol orangtua terhadap anak dalam lingkungan keluarga, sehingga anak bebas melakukan aktivitas apa saja tanpa terpantau orangtua. Hal ini yang membuat anak menyalahgunakan setiap kegiatannya hingga mengarah ke hal negatif seperti, membuat geng motor untuk menunjukkan jati diri yang hebat dibandingkan orang lain.

Kedua, emosi tidak stabil, dimana anggota geng motor ini masih dibawah rata-rata usia 20 tahun. Nah, di usia ini, remaja masih labil untuk menentukan tindakan yang dilakukannya meski dia mengetahui tindakkan tersebut merugikan dirinya dan orang lain “Karena emosinya labil dan mudah dipengaruhi orang lain atau teman sebayanya, sehingga hal negatif dianggapnya menjadi hal yang positif,” ujarnya.

Nursariani pun sangat merespon baik tindakan dilakukan Polresta Medan dengan jajarannya untuk melakukan sosialisasi mengantisipasi geng motor ke sekolah-sekolah. “Hal ini baik, agar siswa-siswi yang belum terlibat geng motor tidak mencoba menjadi anggota geng motor, namun sayang antisipasi geng motor ini disosialisasikan saat wabah geng motor sudah meluap dipermukaan, bahkan sudah menimbulkan korban. Seharusnya, sewaktu geng motor mewabah di Palau Jawa, pihak kepolisian khususnya polresta sudah bisa membendung dengan sosialisasi tersebut. Kini sudah terjadi baru dilakukan, tapi apa yang dilakukan itu positif, tentunya kita dukung,” ucapnya.  Direktur Pesantren Ar Raudhatul Hasanah Drs H Rasyidin Bina mengatakan, dirinya sangat mendukung kinerja polisi Polresta Medan untuk menindak tegas dan menindak keras para kelompok remaja ini. Namun, dalam penindakannya harus tetap mengarahkan para remaja. (mag-7)