Home Blog Page 14736

Kamaluddin Harahap Siap Pimpin PSSI Sumut

Didukung Bupati dan Walikota

MEDAN-Sepuluh hari jelang berlangsung musyawarah daerah luar biasa (Musdalub) PSSI Sumut yang berlangsung di Hotel Asean 18 September nanti, bursa calon Ketua Umum PSSI Sumut  kian panas.

Setelah Drs Darwin Syamsul dan Erwis Edi Fauza Lubis menyatakan tekadnnya untuk memenangkan Musdalub, kini Wakil Ketua DPRD Sumut Ir H Kamaluddin Harahap MSi menyatakan siap memimpin dan membawa PSSI Sumut ke arah yang lebih baik.

Hal tersebut disampaikan Kamaluddin, kemarin (7/9) di Medan. Diuraikannya bahwa niat memimpin PSSI Sumut karena adanya permintaan dari beberapa Pengcab dan klub yang merasa yakin jika Kamaluddin memiliki kemampuan memimpin PSSI Sumut.

“Jika kawan-kawan dari Pengcab dan klub memang menginginkan saya memimpin PSSI Sumut, maka saya tak punya alasan untuk menolaknya. Apalagi permintaan itu datangnya dari beberapa Bupati dan Walikota, yang kebetulan menjadi Ketua Pengcab,” jelas pria yang juga pembina tim sepak bola DPRD Sumut itu.

Mengenai visi dan misinya untuk memimpin PSSI Sumut, Kamaluddin yang hingga kini masih aktif bermain bersama tim old crack DPRD Sumut itu menjelaskan bahwa dirinya siap mengembalikan kejayaan sepak bola Sumut seperti yang pernah terjadi beberapa puluh tahun lalu.

“Sejak dulu Sumut terkenal sebagai gudangnya pemain andal. Banyak pemain besar yang pernah memperkuat timnas berasal dari Sumut seperti Ismail Ruslan, Parlin Siagian, Ponirin Meka, hingga generasi sekarang seperti Saktiawan Sinaga, Mahyadi Paggabean dan Markus Horison. Kita ingin melahirkan pemain-pemain seperti itu lagi,” bilang Kamaluddin.

Masih menurut Kamaluddin, minimnya kompetisi membuat kemampuan pemain asal Sumut menjadi kurang teruji. Kondisi semakin parah sebab Sumut tak memiliki lapangan berstandar internasional yang layak menggelar pertandingan prestisius.

“Jika kita ingin mengulang masa keemasan itu, maka dua masalah seperti yang disebutkan di atas harus teratasi. Dan saya yakin, dengan dukungan dan do’a dari teman-teman, maka masalah itu akan dapat teratasi,” bilang Kamaluddin.
Di kalangan pelaku sepak bola di Sumut, nama Kamaluddin memang bukan sosok yang asing. Pasalnya, meski tak lagi muda, namun pria bertubuh gempal ini masih sering merumput bersama timnya PS DPRD Sumut.

Tak sampai di situ, kepedulian Kamaluddin sebagai donatur tetap tim Pra PON Sumut membuat popularitasnya semakin menjulang di mata insan sepak bola Sumut yang merindukan tim Sumut berprestasi hebat di tingkat nasional.
“Saya ikhlas membantu tim Pra PON Sumut, karena saya pikir  anak-anak memiliki potensi untuk berkembang ke arah yang lebih baik,” bilangnya.

“Apalagi tim Pra PON Sumut itu merupakan cermin dari suksesnya sistem pembinaan sepak bola di daerah Kabupaten/Kota yang bernaung di bawah bendera PSSI Sumut. Jadi, jika tim itu diabaikan, maka sama halnya dengan mengabaikan pembinaan yang  telah dilakukan Pengcab maupun klub. Itu tak boleh terjadi. Pengcab ataupun klub harus terus dimotivasi agar lebih serius melakukan pembinaan, sehingga melahirkan pemain andal bukan impian semu semata,” pungkas Kamaluddin. (jun)

IMI Sumut Siap Gelar NSRC Seri III

MEDAN-Melanjutkan seri I dan II North Sumatera Rally Championship (NSRC) 2011, Pengurus Provinsi Ikatan Motor Indonesia Sumatera Utara (Pengprov IMI Sumut) akan menggelar partai final pada, 28-30 Oktober mendatang.
Hal itu disampaikan Ketua Pengprov IMI Sumut Musa Rajeckshah usai memimpin rapat persiapan panitia di Sekretariat IMI Sumut Jalan Taruma Medan, Rabu (7/9).  Turut hadir Ketua Harian Jhon Lubis, Ketua Bidang Olahraga Kisharianto Pasaribu, Sekretaris Drs H Zulhifzi Lubis, Wakil Sekretaris Isfan F Fachruddin, Biro Pembinaan dan Pengembangan Prihatin Kasiman, Biro Olahraga Mobil Elwin Siregar, Elfino Tanjung, Wahyu Danil, dan Dito.

“Dengan kesuksesan di seri I dan II, kiranya serie III yang menjadi penutup ini dapat berlangsung lebih baik lagi. Seperti sebelumnya, start kita laksanakan di Lapangan Merdeka dan untuk SS (Special Stages) kita gelar di Sirkuit Cemara Abadi dan Rambung Sialang Kabupaten Serdang Bedagai,” ucap pria yang akrab disapa Ijeck ini.

Untuk itu dirinya mengharapkan seluruh panitia menaruh perhatian penuh pada setiap persiapan. Baik sesi keamanan, kegiatan social, hingga kondisi cuaca yang diprediksi kuat akan turun hujan.

Seri penutup ini memperebutkan hadiah utama berupa satu unit sepeda motor untuk juara umum masing-masing kategori. Pendaftaran peserta dapat dilakukan Selasa (11/10) di Sekretariat Panitia Medan yang juga Sekretariat Pengprov IMI Sumut Jalan Taruma Medan. (jul)

Fergie Ogah Pensiun

MANCHESTER-Akhir tahun nanti, Sir Alex Ferguson akan berusia 70 tahun. Kendati demikian, Fergie kembali menegaskan dirinya belum memikirkan rencana untuk berhenti melatih Manchester United (MU).
Tepatnya 6 November nanti genap 25 Fergie menukangi Setan Merah (sebutan MU). Seiring uzurnya usai Fergie, pertanyaan seputar kapan dirinya akan pensiun tidak pernah berhenti dilontarkan.

Di waktu lampau pelatih macam Bryan Robson, Steve McClaren, Mark Hughes dan Martin O’Neill diisukan akan menggantikan dia. Sementara di masa kini, ada beberapa nama tenar yang muncul seperti Jose Mourinho dan Pep Guardiola.

Tapi Fergie selalu menjawab dirinya belum berpikir untuk pensiun. Hal itu kembali ditegaskannya ketika menghadiri acara penghargaan di sebuah universitas di Roma, kemarin (6/9).

“Selama ini saya banyak ditanya siapa yang akan menggantikan saya? Sekarang beberapa pelatih yang orang-orang bicarakan akan menggantikan saya tidak punya pekerjaan lagi,” ungkap Fergie di The Sun.

“Ini jadi sulit karena orang yang saya pikir berpotensi menggantikan saya telah dipecat dan kini menghilang. Saya pikir anda akan butuh seseorang yang sangat berpengalaman (melatih) dalam jangka panjang. Saya jelas tak tahu (sosok itu) dan lagi pula saya belum pensiun,” tegasnya.

Menyikapi kejahilan Mourinho kepada asisten pelatih Barcelona Tito Vilanova di tepi lapangan saat laga melawan Real Madrid di Piala Super, Fergie malah melakukan pembelaan.

Fergie tidak setuju jika Mourinho dikenai cap sebagai pelatih bengal. Bahkan pria yang bertaburan titel sejak menangani ‘Setan Merah’ sejak tahun 1986 itu menilai Mourinho mirip dirinya di masa lalu. “Aku tidak mendapati ada yang salah dengan antuasiasmenya,” ujar Ferguson kepada Corriere dello Sport yang dikutip ESPN Star.
“Saat aku muda aku juga menunjukkan antuasiasme besar di bench. Aku selalu menggerak-gerakkan tangan untuk memberi isyarat dan arahan,” lanjutnya.

Antuasiasme meluap-luap, nilai Fergie, adalah bagian yang tidak terlepas dari Mourinho. Hal inipun diyakininya dapat diterima fans karena dilakukan demi timnya.

Salah satu contoh dari keekspresifan Mourinho itu adalah ketika dirinya berlari kencang-kencang usai Porto, yang saat itu ditangani, memastikan gelar juara Liga Champions 2004.

“Itu adalah tabiat Mourinho. Saat aku melihat Mourinho belari-lari heboh di Old Trafford ketik masih melatih Porto, aku bergumam kepada diriku sendiri, ‘Apa aku juga biasa melakukannya?’,” ujar Fergie. “Orang-orang memahami antuasismenya. Fans mengerti bahwa ia bertarung untuk mereka dan juga skuad,” simpulnya. (net/jpnn)

Gas Diduga Beracun Keluar di Depan Rumah

BINJAI-Ratusan warga Perumahan Cengkeh Turi, Jalan Sabit, Lingkungan VI, Kelurahan Cengkeh Turi, Kecamatan Binjai Utara, dihebohkan dengan munculnya kepulun asap berbau gas diduga beracun dari dalam tanah di depan rumah J Sitomorang (50), Rabu (7/9).

Munculnya kepulan asap berbau gas tersebut, membuat warga setempat panik. Mereka langsung memberi tahukan hal ini kepada Kepala Lingkungan (Kepling) VI M Nur. Selanjutnya, diberitahukan kepada Camat, Polsek Binjai Utara, Koramil, dan pihak Pertamina Sei Wampu.

Setelah mendapat kabar atas kejadian itu, Camat Binjai Utara AD Dalimonte, Kapolsek dan Koramil serta pihak Pertamina, langsung meluncur ke lokasi, guna melihat langsung fenomena alam di depan rumah warga tersebut.
“Asap yang keluar dari bawah tiang listrik ini, sudah dua pekan terakhir terjadi. Awalnya, saya pikir hanya asap biasa. Tapi lama-kelamaan, asap itu berbau gas. Makanya saya beritahu kepada Kepling agar segera di tindak lanjuti,” ujar J Sitomorang.

J Sitomorang juga mengaku, dia merasa panik jika asap itu terus keluar tanpa diketahui penyebab dan zat apa sebenarnya yang terkandung dalam asap tersebut. “Tentunya saya khawatir. Sebab, asap itu bisa saja berbahaya bagi kesehatan. Apalagi, tempatnya precis di depan rumah saya,” ucapnya gemetar.

Kepling VI M Nur, saat berada di lokasi kejadian mengatakan, asap yang keluar dari dalam tanah itu terlihat saat hari mulai gelap. “Biasanya pagi dan sore, asap ini sangat jelas terlihat. Kalau siang hari, asapnya hilang terkena sinar matahari,” ucap M Nur.

M Nur menerangkan, semenjak adanya asap tersebut, warganya merasa resah. “Iya, warga saya memang resah. Sebab, setelah adanya asap ini warga saya menjadi berpikir yang bukan-bukan. Ada yang berpikiran akan keluar lumpur panas seperti di Siduarjo dan lain sebagainya,” jelas M Nur, seraya berharap, semoaga asap tersebut tidak berbahaya bagi masyarakatnya.

Ramli, salah seorang pekerja Pertamina Sei Wampu, Langkat, saat dikonfirmasi terkait asap tersebut, belum dapat memberikan keterangan. “Kita belum bisa pastikan asap apa itu. Sebab, kita belum mengeceknya ke lab,” ujar Ramli.
Ketika diminta untuk memberikan gambaran terkait asap tersebut, Ramli menerangkan, asap yang keluar belum dapat disebut gas, karena saat dinyalakan api, asap yang keluar tidak menyambar. “Tadi sudah kita coba menghidupkan mancis di areal asap itu keluar, tapi tidak menyela. Jika kita lihat lokasinya, kemungkinan besar asap itu hanya uap dari tumpukan sampah. Karena lokasi itu dulunya tempat pembuangan sampah,” terang Ramli.

Pun begitu, sambungnya, dia juga khawatir jika asap yang keluar itu gas yang mengandung racun. “Untuk melakukan pengecekan di lab, kami harus menunggu permintaan dari Pemko Binjai secara resmi. Setelah itu, kami akan melakukan penelitian di lab. Untuk sementara ini, yang kita takutkan hanyalah asap itu gas mengandung racun,” ucapnya.
Ditempat yang sama, Camat Binjai Utara AD Dalimunte, kepada wartawan Sumut Pos mengatakan, kalau dia sudah berkoordinasi dengan intansi terkait. “Rencananya, kami akan melayangkan surat resmi besok (hari ini-red). Agar pihak Pertamina segera melakukan pengujian lab atas asap tersebut,” ujar AD Dalimunte.(dan)

Dana Baru Turun Setengah

JAKARTA- Rencana Kemenpora dan Kesra untuk membentuk tim advokasi guna percepatan pencairan dana SEA Games 2011 akhirnya tak berbuah hasil. Kemenpora menyatakan bahwa tim tersebut tidak terlalu dibutuhkan. Sebagai gantinya, mereka hanya diwahibkan untuk sesering mungkin melakukan koordinasi dengan Kesra dan pihak terkait lainnya guna pencairan dana tersebut.

“Tim itu tidak urgent banget. Karena itu dianggap tidak perlu-perlu amat. Yang penting adalah koordinasi dengan pihak-pihak terkait,” terang Djoko Pekik Irianto, Plh. Seskemenpora saat ditemui di Senayan, Jakarta kemarin siang (7/8).

Batalnya pembentukan tim tersebut menimbulkan kekhawatiran tersendiri terkait nasib pencairan dana untuk SEA Games 2011. Apalagi, sebelumnya salah satu pengurus Inasoc menyatakan bahwa dana tersebut baru turun setelah multieven dua tahunan tersebut kelar.

Djoko menyatakan bahwa dana bagi cabor untuk menggelar test event SEA Games 2011 sudah tersedia. Hanya saja, pihaknya masih menunggu kelengkapan syarat-syarat dari masing-masing cabor.

“Dari 43 cabor, yang sudah cair mencapai setengahnya. Dana untuk penyelenggaraan test event itu mencapai kurang lebih Rp7 miliar,” tambah lelaki berkumis tersebut.

Kendala dana juga mengakibatkan belum adanya peralatan pertandingan. Djoko menyatakan, pengadaan peralatan tersebut harus melalui mekanisme tender yang benar. Hanya saja, dia belum bisa memberikan kepastian kapan peralatan tersebut bakal turun.

“Kami sudah memiliki dana untuk peralatan. Yakni Rp 16,4 miliar untuk SEA Games, Rp 1,6 miliar untuk Prima Pratama serta Rp 600 juta untuk Paragames,” ucap Djoko. (ru/jpnn)

Sakti Incar Posisi Inti

MALANG KOTA – Target tinggi langsung dipasang penyerang anyar Arema Saktiawan Sinaga. Mantan tukang gedor Semen Padang tersebut menyatakan ingin merebut posisi inti di lini depan Arema. Itu artinya, Saktiawan membuka persaingan sehat dengan penyerang yang dipertahankan Arema seperti Sunarto, Yongki Aribowo, dan Talouhu Abdul Musafry.
Kemarin sore (7/9), Saktiawan sudah mengikuti agenda latihan resmi Arema di lapangan Tunjungsekar, Lowokwaru. Dia menyatakan, untuk tahap awal bergabung di Singo Edan—julukan Arema— dia harus beradaptasi dulu dengan Purwaka Yudhi dan kawan-kawan.

“Ya, harapan saya semoga bisa cepat beradaptasi dengan teman-teman lainnya. Juga segera bisa beradaptasi dengan permainan Arema. Saya ingin bermain bagus dan Arema bisa meraih posisi papan atas,” ucap pemain yang pernah berkostum Persik Kediri tersebut.

Sakti “panggilan Saktiawan” juga mengaku cukup terkejut dengan sambutan  Aremania, yang menyaksikan latihan Arema kemarin sore. Sebab, dia menilai jumlah Aremania cukup banyak untuk sesi latihan reguler. Dari pantauan Radar Malang (Jawa Pos Group), setidaknya ada seratusan lebih Aremania yang menyaksikan langsung latihan kemarin sore.
“Saya sangat berterima kasih kepada suporter yang luar biasa. Dengan kehadiran mereka, saya ingin bermain bagus dan ingin bisa bersaing di tim inti Arema,” tandas mantan penggawa Timnas Indonesia berusia 29 tahun tersebut.
Berdasarkan data musim lalu, Sakti menjadi pemain sangat penting bagi Semen Padang. Dia bermain dalam 27 pertandingan tanpa tergantikan. Selama membela Semen Padang ,  Sakti mencatatkan tiga kartu kuning dan dua kartu merah. Ia menyumbang enam gol untuk Semen Padang. (did/yn/jpnn/ko)

Angin dan Hujan Es Landa Kota Medan

25 Pohon dan 3 Tiang Listrik Tumbang

MEDAN- Angin kencang disertai hujan deras melanda Kota Medan dan sekitarnya, Rabu (7/9) siang pukul 13.20 WIB. Akibatnya, sejumlah pohon dan tiang listrik bertumbangan. Bahkan, teratak di di Lapangan KS Tubun Mapolda Sumut yang baru saja digunakan untuk acara halal bi halal, terbang dan ambruk sekitar dua meter dari lokasi semula.

Untungnya, tidak ada korban dalam kejadian itu, karena acara halal bi halal yang digelar Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro dan segenap jajarannya telah usai sekira pukul 10.30 WIB. Pantauan Sumut Pos, tenda pentas berukuran 5×6 meter itu tercampak dan terbalik ke dinding pagar depan Mapolda Sumut.

Beberapa pot bunga yang terletak persis didepan pentas juga pecah dan berhamburan dihantam angin dan hujan deras tersebut.

Sebelumnya, pada 30 Agustus 2011 lalu, sekira pukul 17.30 WIB, angin puting beliung juga sempat menghantam sejumlah bangunan di Mapolda Sumut yang menyebabkan beberapa kerusakan seperti, atap dan asbes Aula Kamtibmas Polda Sumut, kanopi (atap lokasi parkir) di depan Gedung Laboratorium Forensik Cabang Medan juga rusak. Kemudian kanopi serta tiang-tiang besi parkiran di depan kanan Gedung Narkoba Polda Sumut terbang sampai terlipat ke bagian atapnya dan kondisi itu masih terlihat sampai saat ini.

Sementara itu, pantauan wartawan Sumut Pos di beberapa titik di Medan, seperti di Jalan Brigjen Katamso terlihat, sejumlah pohon bertumbangan. Akibatnya, arus lalulintas di sana menjadi macet. Kenderaan roda dua dan roda empat, tampak padat merayap.

Kemacetan yang terjadi di Jalan Brigjen Katamso juga berimbas sampai ke Jalan AH Nasution, Jalan Pelangi dan Jalan Sisingamangaraja, tepatnya di depan Taman Makam Pahlawan.

Sementara itu, di Jalan Bahagia dan Jalan Selamat terlihat genangan air, baik di area rumah warga maupun di tengah-tengah jalan. Terkait hal itu, Kapolsekta Medan Kota Kompol M Sandy Sinurat menuturkan, pihaknya mendapat laporan bahwa terdapat sebanyaknya 25 pohon tumbang di Jalan Brigjen Katamso Lingkungan XX Kelurahan Kampung Baru, Medan Maimun, tiga unit gardu tiang listrik tumbang. 12 unit rumah warga rusak dan kabel jaringan listrik dan telepon jatuh, ada satu unit mobil Terios hitam BK 1504 HB tertimpa tiang listrik saat hendak mundur. Dibeberkannya, kejadian ini berdasarkan keterangan warga sekitar, yang memberitahukan kepada pihaknya.

“Kata warga, angin kencang dan petir serta hujan deras yang bercampur gumpalan kecil seperti es yang menyebabkan pohon tumbang dan lainnya lagi. Namun, sejauh ini tidak ada korban jiwa dalam peristiwa. Saat ini masih dilakukan evakuasi pohon yang tumbang,” pungkasnya.

Pantauan wartawan koran ini di lokasi, 25 pohon besar tumbang dan menimpa 12 rumah warga tidak ada korban jiwa maupun luka berat. Petugas Satpol PP, Dinas Pertamanan dan Dinas Perhubungan Kota Medan dibantu Polisi serta masyarakat setempat mengevakuasi pohon-pohon yang tumbang. Sementara, arus lalulintas mengalami kemacetan. Petugas kepolisian juga menutup ruas jalan satu arah guna mengantisipasi kemacetan yang lebih parah.
Ari, pemilik rumah yang tertimpa pohon terlihat pasrah. “Saya berharap pemerintah dapat membantu saya untuk memperbaiki rumah yang telah rusak parah ini,” katanya.

Sementara Hasan Basri (21), pengendara mobil Terios BK 1504 HB yang tertimpa tiang listrik menjelaskan, awalnya hujan rintik kemudian hujan es dan awan gelap dengan angin kencang. “Begitu mau jalan, pohon di depan kami tumbang. Sedangkan jarak pandang hanya 6 meter. Tak lama, mobil saya tertimpa tiang listrik,” kata Hasan yang saat itu hendak mengantar ibunya ke kantor.

Dengan kondisi terjepit di dalam mobil, Hasan bersama ibunya, Nursyamsah Damanik mencoba keluar. “Cuma ini saja lukanya, tangan dan kaki lecet. Kalau untuk perasaan tak bisa dibilang lagi, hanya bisa mengatakan Alhamdulillah, masih bisa hidup,” pungkasnya.

Sementara itu, Wali kota Medan Rahudman Harahap mengatakan, akan memangkas pohon-pohon di pulau jalan agar beban pohon tersebut tidak terlalu berat. “Dilihat dari kejadian ini, jenis pohon yang ditanam akarnya serabut dan ditanam di atas aspal,” katanya saat melakukan peninjauan ke lokasi.

“Dengan begitu, evaluasi selanjutnya adalah melakukan pengecekan terhadap pohon yang masih wajar dan tidak layak lagi untuk dilakukan pembongkaran. Untuk pohon yang tidak layak lagi akan dibongkar, sedangkan pohon yang masih layak akan dibiarkan. Tapi untuk pohon yang mesti diganti akan diganti dengan pohon pinang atau lainnya,” ucapnya.
Sementara, akibat diguyur hujan selama dua jam, kawasan Jalan Letda Sujono dan Williem Iskandar tergenang air. Ketinggian air mencapai betis orang dewasa, sehingga, para pengendera roda dua mapun roda empat yang melintas di daerah tersebut kerap kali terjadi mati mesin kenderaan atau mogok.

Sebelumnya, Kabid Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah Sumut Hendra Suwarta menyebutkan, hujan deras disertai angin kencang akan terjadi selama September hingga Oktober mendatang. Peluang terjadinya hujan biasanya terjadi pada sore menjelang malam hari dan pagi dini hari. Berlangsungnya juga relatif tidak begitu lama, dalam hitungan satu sampai dua jam.

Untuk suhu udara saat hujan terjadi, diperkirakan antara 20 derajat sampai 28 derajat Celsius. “Kondisi yang ada, hujan selalu turun pada sore menjelang malam hari. Itu pun tidak berlangsung berjam-jam,” katanya.
Pada rentang waktu yang sama, antara September dan Oktober tahun ini, kondisi cuaca juga akan dibarengi dengan angin putting beliung serta petir.

Kecepatan angin yang berpotensi akan terjadi, akan mencapai ukuran 25 Knot, atau 50 kilometer per jam. Artinya, dengan kekuatan seperti itu akan menimbulkan kerusakan pada rumah-rumah, terlebih lagi yang masih dalam keadaan semi permanen.(ari/jon/adl/omi)

Geng Motor akan Ditindak Tegas

Kelompok pemuda yang mengendarai sepeda motor yang kerap disebut geng motor sudah membuat resah kalangan masayarakat Kota Medan. Bahkan, sudah banyak yang menjadi korban atas tindakan brutal yang mereka lakukan. Pos Polantas pun turut menjadi korban kebrutalan sekompok pemuda bersepeda motor ini.

Menyikap hal tersebut Polsek Percut Sei Tuan bekerja ekstra untuk mengatasi aksi anarkis para pemuda ini. Berikut petikan wawancara Wartawan Sumut Pos Bagus Syahputra dengan Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Maringan Simanjuntak, Rabu (7/9).

Bagaimana aktivitas geng motor di wilayah hukum Polsek Percut Sei Tuan?
Wilayah hukum Polsek Percut sei Tuan termasuk titik rawan dari aktivitas geng motor. Ada berapa titik yang sering menjadi tempat mangkalnya para pemuda yang tergabung dalam geng motor ini, seperti Jalan Pasar V Medan Estate, Kecamatan Percut Sei, dekat Kampus Universitas Negeri Medan (Unimed), Jalan Rumah Sakit Haji Medan, Pancing, dan kawasan Bandar Selamat. Kegiatan geng motor ini dengan sigap kita respon jika ada laporan warga yang mengetahui tindakkan para pemuda ini. Namun saat ini, kita belum mengatahui jelas identitas dari geng motor, pasalnya geng motor ini berpindah-pindah tempat.

Menurut Anda, bagaimana cara mengantisipasi tindakkan geng motor yang merugikan warga dan dapat menimbulkan korban?      
Segala bentuk gerak-gerik geng motor selalu kita monitoring, sehingga terpantau. Setiap Jumat malam dan Sabtu malam, seluruh personel kita kerah untuk memantau kegiatan mereka secara mobile. Kita juga melakukan kordinasi dengan polsek sekitar kita untuk mengejar dan menangkap geng motor yang melakukan tindakkan yang merugikan warga.

Apa aparat kepolisian bekerja sendiri dalam masalah ini?
Tidak. Kita juga mengikutsertakan perangkat pemerintah setempat seperti camat, lurah dan kepala lingkungan. Ini dimaksudkan untuk memantau pergaulan para pemuda tersebut, seperti beteman dengan siapa dan sering berkumpul di mana. Hal ini harus dimonitor oleh kepala Lingkungan, termasuk tindakkan yang menyimpang dan dapat merugikan orang lain.

Untuk mempersempit ruang lingkup aktifitas geng motor ini, apa yang dilakukan Polsek Percut Sei Tua?
Setiap gerombolan pemuda yang mengendarai sepeda motor tak luput dari pantau kita. Kemudian, jika ada sejumlah pemuda bersepeda motor berkumpul akan kita bubarkan secara paksa. Selanjutnya, gerombolan pemuda ini akan kita lakukan razia di tempat untuk melihat kelengkapan surat-surat mereka. Kalau terbukti tidak memiliki surat-surat kenderaan, kita akan lakukan penilangan. Untuk anggota geng motor yang terbukti melakukan tindakkan kriminal maupun pengrusakkan fasilitas umum akan kita tindak tegas dengan hukum yang ada.

Apa imbauan Anda terhadap masyarakat, guna meminimalisir aksi anarkis geng motor ini?
Para pemuda yang hobi dan senang dengan sepeda motor, tidak semestinya melakukan hal yang merugikan orang lain dengan membuat kelompok sepeda motor dan kemudian melakukan aksi brutal. Kita lihat saja banyak kelompok-kelompok sepeda motor yang melakukan aktivitas positif, tidak merugikan orang lain dan tertib berlalu lintas, baik comunity maupun club motor.

Nah, untuk pemuda yang memiliki kelompok sepeda motor, dihimbau untuk beraktivitas dan berkumpul dengan baik, tidak merugikan orang lain. Kami selaku polisi tidak akan melarang atau menindak kelompok sepeda motor yang tertib berlalulintas dan tidak bergaya preman.(*)

Berawal dari Kena Tilang

Pusing karena tak punya uang, Hendra warga Jalan Simpang Dobi, Kelurahan. Titipapan, Medan Deli, nekat melarikan sepeda motor milik tetangganya sendiri, Hendra Sahputra (25). Namun sial, saat hendak menjual sepeda motor tersebut ke Lubuk Pakam.

Hendra terjaring razia dan ditilang karena tak ada surat-surat kendaraan. Hendra pun diamankan petugas Satlantas Lubuk Pakam.

Ceritanya, pada Minggu (4/9) lalu, Hendra berpura-pura meminjam sepeda motor Force One BK 4695 HI milik Hendra Syahputra untuk membeli air mineral. Karena percaya, Hendra Sahputra pun menyerahkan sepeda motornya kepada Hendra. Namun, setelah ditunggu-tunggu hingga berjam-jam, Hendra tak kunjung kembali.

Ternyata, Hendra melarikan sepeda motor tersebut ke Lubuk Pakam. Dia berencana menjual sepeda motor itu kepada temannya di sana. Belum lagi sampai di rumah temannya di Lubuk Pakam, pria lajang ini terjaring razia Polisi Lalulintas. Karena tak bisa menunjukkan surat-surat kendaraan, Hendra pun diamankan.

Setelah sehari menginap di Kantor Satlantas Lubuk Pakam, Hendra akhirnya dipersilahkan pulang untuk mengambil surat-surat kendaraannya. Saat Hendra kembali ke rumahnya, Hendra Sahputra bersama warga langsung mendatangi rumahnya. Saat itu, Hendra sedang asik tidur di rumahnya. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu, Hendra Syaputra dan warga langsung meringkuisnya. Tak sampai di situ, Hendra pun sempat mengalami bogeman dari warga sebelum diserahkan ke Polsek Medan Labuhan. “Aku mencuri sepeda motor itu karena tak ada uang Bang. Rencananya mau ku jual di Lubuk Pakam, siapa tahu ada yang mau,” kata Hendra di Polsek Medan Labuhan.(ril/smg)

Polsekta Medan Baru Kesulitan Kumpulkan Bukti

MEDAN- Kapolsekta Medan Baru AKP Doni Alexander mengaku telah mengantongi identitas pelaku perampokan bersenjata api yang beraksi di Komplek perumahan The Crown Jalan S Parman Medan, Sabtu (3/9) lalu. Namun, pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti lain untuk memastikan keterlibatan para pelaku tersebut.

“Sudah kita ketahui identitasnya, tapi masih terus diselidiki untuk memastikannya,” kata AKP Doni Alexander saat dikonfirmasi wartawan koran ini. Rabu (7/9). Karenanya, untuk mengumpulkan bukti-bukti tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan tim dari Polresta Medan. “Tim sudah dibentuk dan telah diselidiki dari barang bukti lainnya,” jelasnya lagi.

Doni mengakui kalai pihaknya mengalami kesulitan saat mencari pembuktian alat bukti yang dapat dikaitkan dengan tersangka. Namun, nama-nama para pelaku perampokan sudah diketahui. Pihaknya juga telah menduga adanya kesamaan modus aksi perampokan di wilayah hukum lainnya.

Doni mengimbau kepada masyarakat untuk tetap mewaspadai dan menjaga keamaan di lingkungannya masing-masing dan jika mencurigai sesuatu segera dilaporkan. “Jadi jangan menggunakan perhiasan yang mencolok, jika ada yang mengetuk pintu rumah jangan dikasi masuk begitu saja dan segera laporkan ke kantor polisi jika ada kecurigaan,” imbuhnya.

Setelah dilakukan olah TKP, pihaknya juga telah memeriksa sejumlah saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut. “Masih empat saksi yang diperiksa. Kecurigaan pelaku ada tiga orang atau lebih. Ini disamakan dengan aksi perampokan di daerah hukum lainnya,” tandasnya.

Sementara itu, Pengamat Hukum Pidana Umum dan Kriminolog dari Fakultas Hukum UMSU Nursariani Simatupang menilai, Polsekta Medan Baru lambat mengungkap pelaku perampokkan di sejumlah tempat di wilayah hukumnya. “Polsek Medan Baru mengaku sudah mengantongi nama para pelaku, namun kenapa belum juga dibekuk? Pihak kepolisian jangan memberikan angin surga saja bagi korban yang mengharap secepatnya pelaku ditangkap dan dihukum,” ujar Nursariani.

Dia juga menilai, aksi perampokan yang terjadi di Komplek perumahan The Crown Jalan S Parman Medan ini sangat terorganisir, sehingga semua tindakan yang dilakukan sudah diperhitungkan. “Mulai dari rumah yang ditargetkan sampai resiko yang akan dialami sudah diperhitungkan dengan baik,” katanya. (mag-7)