Home Blog Page 14738

Kejurnas Drag Race Mendapat Sambutan Antusias

MEDAN-Pelaksanaan kejuraan nasional (Kejurnas) Drag Race yang akan berlangsung di sirkuit buatan Apron, Lanud Polonia Medan, pada  9 Oktober 2011 mendatang mendapat sambuatan antusias dari dragster yang ada di Medan dan Sumut  secara keseluruhan.

Ketua Panitia Constantin Pasaribu didampingi sekretaris Hanindito dan tim scrutinering Willy Puaha mengungkapkan hal tersebut kepada Sumut Pos, Selasa (4/9) di Sekretariat IMI Sumut.

Diungkapkannya bahwa sejauh ini beberapa klub drag eace seperti tim Sebu, Auto Garage, Caprindo serta 70 tim lainnya telah menyatakan berpartisipasi di even ini. “Dapat dimaklumi jika klub-klub drag race antusias menyambut even ini karena sudah lebih delapan tahun even seperti ini tidak digelar di Sumut,” bilang Constantin.

Rencananya, even yang memperlombakan 10 kelas itu menyediakan total hadiah Rp100 juta. “Karena even ini menyediakan hadiah yang sangat besar maka kami mendatangkan pimpinan lomba dar Jakarta, yakni Sigit W dan Bambang Dira,” tambah Constantin.

Disamping gelaran di atas, even ini juga dirangkai dengan gelaran drag bike yang mempertandingkan lima kelas lomba, yakni bebek standar 125 Cc Open, bebek tune up 125 Cc Open, matic standar 130 Cc Open, sport tune up 155 Cc dan Free For All.

Bagi yang ingin mengikuti even ini dapat mendaftar ke ke Radio Star FM Jalan Batang Serangan No 35 Medan. (omi)

Roddick tak Berkutik

Ivanovic Masih Tangguh

BEIJING-Kejutan terjadi pada babak pertama turnamen Cina Terbuka yang digelar Selasa (4/10). Juara dua kali grand slam, Andy Roddick harus takluk lebih dini atas petenis Afrika Selatan, Kevin Anderson.

Roddick bahkan dikalahkan dengan dua set langsung oleh Anderson. Meski begitu, Peringkat 15 dunia ini bukan dengan mudah kalah begitu saja di hadapan petenis berusia 25 tahun itu. Roddick sempat memberikan perlawanan di set awal, dengan memberikan servis mematikan.

Tapi Roddick tampaknya belum menemukan permainan terbaiknya dan harus mengakui ketangguhan Anderson. Dengan begitu Roddick harus takluk di set pertama atas Anderson dengan skor 6-4.

Pada set berikutnya, Roddick berusaha bangkit dari keterpurukan performanya. Dia mencoba mendominasi permainan dengan kembali melakukan servis-servis tajamnya. Usahanya pun membuahkan hasil dengan terjadinya tie break di set kedua ini.

Sayang Roddick gagal memanfaatkan keuntungan yang datang menghampirinya. Dan memaksa kembali mengakui konsistensi permainan sang lawan. Roddick kembali gagal dan harus takluk 7-5 untuk keunggulan Anderson. Roddick merasa terkejut dengan hasil ini dan tidak percaya dengan hasil ini. “Saya tidak melakukan servis dengan baik. Ini tidak bisa diterima,” ujar Roddick seperti disitat Yahoo Sports.

Dia tampaknya tidak menerima kekalahannya tersebut. Terbukti saat ditanyai wartawan mengenai apakah dia berpikir untuk pensiun setelah kegagalan yang selalu menghampirinya akhir-akhir ini, dia pun menjawab “Saya pikir anda yang harus pensiun,” ujarnya sambil meninggalkan wartawan.

Atas kegagalan ini, Roddick terpaksa takluk lebih dini, sedangkan lawannya, Anderson berhak lolos ke babak kedua akan menghadapi Albert Montanes dari Spanyol. Montanes berhasil mengalahkan petenis asal Cina, Paul Capdeville 6-3 6-3.

Pada laga putri petenis Serbia, Ana Ivanovic melaju ke babak ketiga turnamen WTA Cina Terbuka usai mengalahkan Svetlana Kuznetsova 6-2 6-3 di babak kedua, Senin (3/10) kemarin.

Meski menghadapi Kuznetsova yang juga peraih dua kali grand slam, tak membuat Ivanovic tampil ciut. Dia justru bermain lepas dengan andalan tangan kanannya. Di set awal, Ivanovic langsung ngebut dengan membabat set pertama dengan mengalahkan petenis asal Rusia itu dengan skor 6-2.

Memasuki pertandingan di set kedua, Kuznetosva mencoba bangkit dengan memberikan lebih banyak perlawanan, dibandingkan pada set awal. Namun, tampaknya petenis berperingkat 21 dunia ini memang berada di bawah performa terbaiknya.

Kuznetsova harus mengakui kekalahannya di turnamen yang berlangsung di Negeri Tirai Bambu ini. Dia kalah dengan skor telak 6-3 untuk keunggulan Ivanovic. Bagi Ivanovic sendiri, dia berhak mendapatkan tiket ke babak ketiga dan siap menunggu pemenang antara Vera Zvonareva asal Rusia dan Klara Zakopalova dari Rep.Ceska.(net/jpnn)

Button Tebar Ancaman

WOKING-Jelang balapan yang berlangsung di GP Jepang akhir pekan nanti, pilot McLaren, Jenson Button memberikan sinyal kepada Red Bull agar jangan memandang sebelah mata perform McLaren.

Button beri bukti, di GP Singapura dua pekan silam, McLaren masih bisa memberikan determinasi untuk menantang Red Bull yang notabene masih mampu bersaing dengan Sebastian Vettel dan Mark Webber. Button menyampaikan, McLaren memiliki modal berupa kecepatan yang meningkat pesat untuk menandingi laju duo Red Bull.

“Dalam beberapa balapan terakhir, saya pikir kami telah menunjukkan kami memiliki kecepatan ekstrim dan kami tim yang memiliki kapasitas dan mampu untuk bertarung dengan Red Bull,” tegas pembalap asal Inggris tersebut dikutip Crash, Selasa (4/10).

Kendati demikian, Button tetap waspada terhadap ancaman massif Red Bull. Menurutnya, sirkuit Suzuka memiliki karakteristik yang sesuai dengan RB7 geberan Sebastian Vettel dan Mark Webber.

“Di atas kertas, saya pikir sirkuit akan sangat sesuai untuk Red Bull, Secara umum, terutama dalam kecepatan tinggi di sektor pertama dari sirkuit. Tetapi saya pasti tidak berpikir orang-orang akan meremehkan paket (teknis) kami,” tukas mantan pembalap Brawn GP tersebut.

“Kami telah menunjukkannya di Spa, mobil sangat efektif di tikungan cepat. Kami juga mengembangkan kecepatan di trek lurus dan kami memiliki efisiensi lebih pada sayap belakang untuk kualifikasi. Jadi saya berpikir, kami memiliki firasat positif tentang akhir pekan nanti,” sambung Button menyinggung peluangnya untuk mengulang penampilan brilliannya.

Terkahir, Button pun turut memberikan atensi atas musibah yang melanda Jepang di awal tahun lalu. Dengan penuh semangat, Button mengatakan, “untuk setiap orang yang mengikuti F1, saya berharap kami bisa menempatkan balapan spektakuler untuk membawa kekuatan bagi masyarakat Jepang .” (net/jpnn)
di masa depan. Dan untuk setiap orang Jepang, saya mengatakan: Ganbatte! (semoga sukes).”(net/jpnn)

Dua Sprinter Jamaika Terbaik Dunia

LONDON – Dua sprinter Jamaika Usain Bolt dan Yohan Blake tercatat dalam daftar atlet yang akan mendapat penghargaan sebagai Atlet Terbaik Dunia 2011. Beritu itu diumumkan Federasi Atletik Internasional (IAAF), Senin (3/10) waktu setempat.

Blake memenangi kerjuaran dunia lari nomor 100 meter di Daegu Korea, September, sedangkan penyandang rekor dunia yang juga rekan senegaranya didiskualifikasi karena kesalahan start.      Dua atlet itu membukukan rekor lari tercepat pada perlombaan atletik Diamond League di London. Bolt tercepat di nomor 100 meter 2011 dan Blake tercepat kedua dalam sejarah di nomor 200.

Pelari Inggris, Mo Farah, juga mencatatkan rekor setelah atlet berusia 28 tahun itu meraih medali emas dunia di nomor 5000 meter di Korea Selatan dan meraih medali perak dalam pertandingan sengit nomor 10.000 meter.
Termasuk dalam daftar itu, pemegang rekor dunia maraton dari Kenya, Patrick Makau, pelari jarak menengah David Rudisha, atlet lempar cakram dari Jerman, Robert Harting, atlet lempar martil Jepang, Koji Murofushi dan pelari cepat Grenada, Kirani James.

Atlet lompat jauh AS Christian Taylor di loncat jangkit dan rekan senegaranya Jesse Williams yang berkompetisi di lompat tinggi, juga tercatat dalam daftar penghargaan IAAF.

Daftar atlet putri termasuk tiga atlet Rusia yaitu atlet juara dunia heptatlon Tatyana Chernova, atlet lompat tinggi Anna Chicherova dan atlet lempat lembing, Maria Abakumova, atlet Amerika Serikat yaitu duo Lashinda Demus dan Carmelita Jeter, atlet tolak peluru Selandia Baru, Valerie Adams dan pelari cepat Jamaika Veronica Campbell-Brown. (net/jpnn)

Lorenzo Optimis Juara

SAN MARINO-Jorge Lorenzo memang gagal meraih pole position, namun pembalap Yamaha tersebut optimis bisa kembali merebut juara dunia.

Pada babak kualifikasi di Sirkuit Misano, Sabtu (3/9) malam WIB, pembalap Repsol Honda Casey Stoner menjadi yang tercepat sekaligus menetapkan diri sebagai pembalap yang berada di posisi terdepan saat start berlangsung Minggu ini. Stoner menorehkan catatan waktu 1:33.138 detik. Ia sukses mengungguli Jorge Lorenzo yang ada di posisi dua
Kendati berada di belakang Stoner, Lorenzo sempat mencatatkan hasil positif dengan menjadi yang tercepat di sesi latihan kedua MotoGP San Marino.

Pembalap berkebangsaan Italia itu sukses mencatatkan waktu tercepat 1 menit dan 33.929 detik. Lorenzo pun optimistis bisa kembali merebut juara dunia. “Saya merasa sangat nyaman dengan motor saya kali ini dan dengan berbagai perubahan yang te;ah kami buat,” ungkapanya sebagaimana dilansir Autosport.

“Setting yang kami buat hampir mirip dengan di Mugello, dimana saya berhasi memenangkannya. Sejujurnya, saya tak mengharapkan banyak perubahan karena saya merasa kami telah banyak kemajuan,” imbuhnya. Lorenzo juga menambahkan bahwa kini dirinya merasa optimistis dalam menatap MotoGP San Marino dan berkeyakinan besar bahwa Yamaha akan mampu mematahkan dominasi Honda musim ini. “Kami kini sangat dekat dengan juara, saya rasa. Casey (Stoner) dan Dani (Pedrosa) sangat cepat. Tetapi, saya rasa kami juga tak kalah cepat,” tandasnya.(net/jpnn)

Menang, Nadal Kecewa

NEW YORK – Rafael Nadal dan Andy Murray sama-sama lolos ke babak ketiga Grand Slam Amerika Serikat (AS) Terbuka. Bedanya, Nadal cuma main dua set karena lawannya mundur akibat cedera otot, sedangkan Murray harus bertarung lima set, Sabtu (3/9) dinihari WIB. Nadal menghadapi Nicolas Mahut (Prancis). Pada dua set awal, Nadal menang 6-2 dan 6-2.
Nadal memang mendominasi pertandingan sejak awal pertandingan. Namun, Mahut memutuskan untuk mundur pada set ketiga. Meski mendapat hadiah tiket langsung ke babak ketiga, tapi petenis asal Spanyol mengaku kecewa.

“Dia merasa sakit ketika sedang melakukan servis. Itu yang diceritakan oleh Mahut kepada saya. Saya mendoakan yang terbaik buatnya. Saya berharap dia segera kembali ke lapangan. Tapi, saya tidak senang lolos dengan cara seperti ini,” kata Nadal dilansir Reuters.

Nadal pantas cemas. Pasalnya, pada babak ketiga, petenis asal Spanyol itu akan berhadapan dengan lawan tangguh David Nalbandian. Nalbandian lolos setelah mengalahkan Ivan Ljubicic 6-4 1-6 6-3 6-2.

Sedangkan petenis unggulan lainnya Murray nyaris kalah kala menghadapi Robin Haase (Belanda). Unggulan keempat ini menyerah pada dua set pembuka dengan skor 6-7 dan 2-6. Tapi, Murray bangkit pada tiga set berikutnya. Dia mengalahkan Haase dengan skor 6-2, 6-0, 6-4.

Pada babak ketiga, Murray akan ditantang unggulan ke-25, Feliciano Lopez (Spanyol). Lopez lolos setelah mengalahkan Vasek Pospisil (Kanada) 5-7, 6-4, 7-6, dan 7-6.

Petenis lain yang juga lolos ke babak ketiga antara lain Juan Martin del Potro, Julien Benneteau, Juan Ignacio Chela, Gilles Mueller, Igor Kunitsyn, Gilles Simon, Donald Young, John Isner, dan David Ferrer.(net/jpnn)

Sharapova Kecewa Berat

HASIL mengecewakan didapat oleh Maria Sharapova. Mantan juara Amerika Serikat (AS) Open itu gagal melaju ke babak perempatfinal, Sabtu (3/9). Si Cantik (sebutan Sharapova) ditumbangkan oleh Flavia Pennetta. Ini merupakan kejutan terbesar untuk turnamen AS Open tahun ini.

Perlu diketahui, ini memang kemenangan terbaik dalam karier Penetta dalam pertandingan di Arthur Ashe Stadium. Petenis peringkat 26 itu meraih kemenangan dengan skor 6-3 3-6 6-4 atas si cantik Sharapova.

Praktis, hasil ini sangat memukul perasaan Sharapova, yang pernah menjadi juara di turnamen AS Open pada 2006 lalu. Dalam pertandingan ini, performa petenis asal Rusia itu memang sangat mengecewakan.

Betapa tidak, Sharapova membuat 60 kali unforced errors dalam laga ini. “Ini sangat mengecewakan menelan kekalahan di New York. Kalah memang tidak pernah menyenangkan karena kami bekerja untuk meraih kemenangan,” sesal Sharapova.

Dalam pertandingan ini, Penetta langsung menguasai laga dengan baik. Petenis asal Italia itu langsung unggul dengan skor 4-0, sebelum menang 6-3. (net/jpnn)

Selamat Tinggal Hedifeld

ENSTONE-Renault telah mengakhiri kerjasama dengan Nick Heidfeld menjelang balapan di Italia. Tim principal Eric Boullier, tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Heidfeld atas kontribusinya selama memperkuat timnya.
Seperti diketahui, Renault dan Heidfeld memang telah menemukan kata sepakat untuk mengakhiri hubungan kerja sama. Kendati demikian, Boullier sendiri tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Heidfeld atas kontribusinya.

“Proses perpisahan kami sudah menyakitkan dan tidak ada dari kami ingin mengadukan masalah ini ke jalur hukum,” demikian penjelasan Boullier, sebagaimana dilansir dari Reuters, Sabtu (3/9)

“Kami sangat berterimakasih kepada Heidfeld untuk kontribusinya yang sangat berharga buat tim ini. Kami memang sempat mengalami hari menyenangkan saat bersama, khususnya mengingat satu kali podium di Malaysia,” lanjutnya.

“Heidfeld adalah seorang pembalap yang sangat tangguh dan punya determinasi tinggi sekali. Kami mendoakan supaya dia sukses pada karier di masa mendatang,” tandas pria asal Prancis tersebut.

Heidfeld sendiri memang kecewa dengan pemutusan sepihak ini. Tapi, pembalap asal Jerman itu bertekad untuk melupakan masalah ini. “Kami sudah mengambil keputusan yang tepat dengan mengakhiri kerja sama ini,” jelas Heidfeld.
Setelah ini, Heidfeld berjanji fokus menjalani kariernya di masa mendatang. “Satu hal yang pasti, saya akan kembali balapan pada tingkat tertinggi secepat mungkin,” tandas mantan bintang Sauber itu. (net/jpnn)

Marquez Anggap Sebagai Pemenang

MANILA-Jelang laga jilid ketiga 12 November mendatang, petinju Juan Manuel Marquez mulai mengadakan perang urat syaraf dengan petinju Filipina, Manny Pacquiao. Petinju Meksiko tersebut mengatakan bahwa dialah yang jadi pemenang pada dua pertandingan terdahulu melawan raja pound-for-pound tersebut.

Marquez membuat pernyataan itu dalam acara World Press Tour untuk mempromosikan pertarungan mereka di kelas menengah. Ini (pernyataan) merupakan jawaban atas pertanyaan bahwa kariernya akan sempurna, meskipun tanpa sebuah kemenangan pun atas juara dunia delapan kelas berbeda itu. “Saya memenangkan dua pertandingan pertama… Pada 2004 dan 2008,” ujar Marquez.

Meskipun demikian, Marquez mengakui bahwa dia merasa sangat senang karena mendapat kesempatan ketiga melawan Pacquiao, yang juga merupakan anggota perlemen.

“Saya merasa sangat senang dengan kesempatan ini… Saya mengharapkan seorang Manny Pacquiao terbaik untuk pertarungan ini,” tambah Marquez, yang akan beradu jotos dengan Pacquiao di MGM Grand di Las Vegas, Nevada.
Pada tahun 2004, Pacquiao tampil sangat impresif karena tiga kali menjatuhkan Marquez, meskipun petinju Meksiko itu bisa bertahan dan mampu menyelesaikan duel selama 12 ronde. Tetapi yang menjadi kontroversi adalah hasil penilaian hakim, karena duel itu dinyatakan berakhir imbang.

Empat tahun berselang, kedua petinju ini bertemu lagi. Duel berlangsung ketat dan seru, dan kali ini Pacquiao dinyatakan sebagai pemenang meskipun hanya dengan keputusan split decision (hanya 2 hakim yang memenangkannya).
Nah, 12 November nanti mereka akan bertemu lagi untuk membuktikan kepada dunia siapa yang terbaik. Tak seperti pada pertemuan terakhir, kali ini mereka akan bertarung di kelas yang lebih tinggi yaitu 144 pound, 13 pound lebih tinggi dari divisi sebelumnya. (net/jpnn)

Tiga Tim Masih Belum Clear untuk Musim Depan

Lamban, Perkembangan Peserta Kelas CRT MotoGP 2012

Seharusnya, ada enam skuad CRT (claiming rule team) baru untuk MotoGP 2012. Hingga mendekati akhir musim 2011, baru tiga yang “agak” jelas.

Beberapa bulan lalu, Dorna selaku promotor MotoGP telah mengumumkan hadirnya enam tim baru untuk musim 2012. Mereka tim yang akan ikut regulasi baru CRT, kebanyakan naik kelas dari barisan Moto2.
Untuk 2012, demi menambah peserta, MotoGP memang memberi kelonggaran untuk tim-tim baru. Mereka boleh ikut kelas CRT itu, memadukan frame (sasis) prototipe dengan mesin Superbike yang di-upgrade. Tahun depan, kapasitas mesin MotoGP memang setara dengan Superbike, yaitu 1.000 cc.

Bahkan, peserta di kelas ini diberi kelonggaran ekstra agar bisa bersaing dengan tim-tim pabrikan MotoGP. Bila setiap pembalap di tim pabrikan hanya boleh memakai enam mesin setahun, pembalap CRT boleh menghabiskan 12 mesin. Kapasitas tangki bahan bakar juga begitu. Pabrikan MotoGP maksimal 21 liter, motor CRT boleh sampai 24 liter.
Enam tim yang sudah di-approve itu adalah By Queroseno Racing (BQR), Forward Racing, Kiefer Racing, Marc VDS Racing, Paddock GP Racing, dan Speed Master. Namun, sampai sekarang, baru tiga tim yang “agak” jelas. Yaitu Marc VDS, Forward Racing, dan BQR.

Skuad Marc VDS mungkin terlihat paling serius. Dalam beberapa bulan terakhir mereka sudah aktif menguji motor mereka (Suter-BMW) melawan motor-motor pabrikan MotoGP. Hasilnya pun terus menunjukkan progres positif. Mika Kallio, pengendara tim itu, terakhir hanya tertinggal tak sampai empat detik per lap di Sirkuit Brno, Republik Ceko.
Di Grand Prix San Marino akhir pekan ini, satu lagi tim menunjukkan kejelasan ekstra. Forward Racing resmi merekrut Colin Edwards sebagai andalan mereka tahun depan. Hanya saja, masih belum jelas Edwards (juara dunia Superbike dua kali) akan memakai sasis apa.

Edwards mengaku kalau Forward Racing pasti akan memakai mesin Yamaha R1 yang dicomot dari arena Superbike. Tapi soal sasis, masih cari dan lobi kanan-kiri.

“Soal sasis kami masih menimang-nimang berbagai opsi. Tapi pilihan nomor satu saya adalah memakai sasis yang dibuatkan oleh Tech 3. Kami masih dalam tahap negosiasi soal ini,” ungkap Edwards dalam jumpa pers di Misano, Jumat lalu (2/9).

Penggemar MotoGP tentu tahu, Tech 3 adalah tim privateer yang kini menurunkan Yamaha M1 untuk Edwards dan Cal Crutchlow. Tahun depan, Tech 3 juga belum menentukan siapa akan menggantikan Edwards. Tim ketiga yang sudah mengumumkan rencana adalah BQR. Kabarnya, mereka akan memakai sasis buatan FTR yang dipadu dengan mesin Superbike dari Kawasaki.

Tiga tim lain, Kiefer, Paddock GP, dan Speed Master, sampai sekarang masih sangat belum jelas. Ada yang bilang, salah satu dari mereka sedang melobi keras Aprilia untuk menyokong mesin. Bisa jadi pula mereka memilih mesin BMW ala Marc VDS. Kita hanya bisa menunggu.

Meski perkembangan peserta kategori CRT tergolong lamban, banyak percaya ini tetap masa depan MotoGP. Sebab, hanya dengan cara ini MotoGP tidak bergantung “mati” pada para pabrikan.

Edwards termasuk salah satu yang percaya itu. “Inilah masa depan motorsport, di mana kita bisa memilih mesin lalu menaruhnya di sebuah sasis. Dan ini jalan yang kita pilih,” ujarnya.

Pembalap asal Amerika Serikat berusia 38 tahun itu sadar kalau tim CRT akan sulit meraih kemenangan tahun depan. Tapi target 2012 bukanlah mengejar kemenangan. “Yang penting adalah membangun fondasi yang baik untuk CRT dan tim ini (Forward, Red) untuk masa depan,” tandasnya. (aza/jpnn)