Home Blog Page 14875

PASI Terancam Kehilangan Medali

JAKARTA- PB PASI terancam kehilangan dua medali emas di SEA Games 2011 mendatang. Indikasinya ialah catatan waktu yang dibukukan dua atletnya Dedeh Irawati serta Muhammad Fadlin saat tampil di Kejuaraan Dunia di Korsel yang berakhir Minggu (4/8) kemarin.

Dedeh yang bertanding di nomor lari gawang putri hanya bisa mencatat waktu 13,56 detik. Catatan tersebut masih jauh dibanding raihan terbaik Dedeh yang mencapai 13, 21 detik. Itu adalah rekor nasional yang masih bertahan hingga sekarang.

Hal yang sama juga terjadi pada Fadlin. Tampil di nomor 100 meter putra, dia hanya mampu menorehkan catatan waktu 10, 56 detik. Padahal catatan waktu terbaik yang dimiliki Fadlin ialah 10, 3 detik.

Kabid Binpres PB PASI Budi Dharma menyatakan bahwa raihan di Korsel belum bisa membuat timnas bernafas lega saat tampil di SEA Games 2011 mendatang. Pasalnya catatan tersebut belum bisa dijadikan pegangan guna meraih medali emas.

“Belum aman kalau catatan waktunya seperti itu. Yang pasti memang masih harus banyak pembehanan. Salah satunya ialah strength and conditioning,” terang Budi di Jakarta kemarin (6/8).

Budi menambahkan, emas untuk dua atlet tersebut bisa dibilang aman jika mereka mampu menembus catatan watu terbaiknya. Apalagi, negara pesaing seperti Filipina, Thailand serta Malaysia juga terus bersiap secara maksimal. Timnas atletik Thailand malah saat ini tengah menempa diri di Jerman.

“Power memang masih lemah. Size anak-anak juga kalah jauh untuk tingkat dunia. Dedeh kalau di tingkat Asia Tenggara masih salah satu yang terbaik. Tapi tidak ada apa-apanya kalau di tingkat dunia,” tambah Budi. (ru/jpnn)

Wozniacki Bagaikan Tembok

NEW YORK-Unggulan pertama Caroline Wozniacki memelihara asa meraih Grand Slam pertamanya setelah lolos ke perempatfinal Amerika Serikat (AS) Terbuka 2011 usai melewati hadangan Svetlana Kuznetsova, Selasa (6/9) pagi WIB.
Wozniacki lebih dulu mengakui keunggulan Kuznetsova. Setelah bermain tie break, Wozniacki kalah 6-7 (6-8) di set pertama.

Setelah itu Wozniacki bangkit dan berhasil menyamakan kedudukan dari Kuznetsova, yang merupakan unggulan 15, pada set kedua. Wozniacki menang dengan 7-5 meski sempat ketinggalan 1-4.

Pada set penentu, Wozniacki langsung tancap gas dan dengan cepat memimpin 5-1. Di gim penentu Kuznetsova sempat berusaha bertahan dan melakukan deuce, tetapi pada akhirnya Wozniacki berhasil menutup permainan dengan 6-7, 7-5 dan 6-1.

Di perempatfinal, Wozniacki sudah dinanti unggulan sepuluh Andrea Petkovic. Pemenang partai ini akan berhadapan dengan Serena Williams atau Anastasia Pavlyuchenkova di semifinal.

Selepas laga, Wozniacki pun tidak memungkiri sempat melalui pertarungan sulit terlebih dahulu untuk menggengam tiket perempatfinal.”Itu pertandingan sulit. Tapi pertarungan yang bagus,” kata Wozniacki dikutip Eurosport.
Wozniacki pun membuka kenangannya di ajang yang serupa pada 2009 silam, di mana petenis peringkat satu dunia itu mendapat perlawanan sulit dari Kuznetsova di babak ke empat AS Terbuka dua tahun lalu. “Jujur, saya berpikir tentang pertandingan yang kami mainkan dua tahun lalu,” kata Wozniacki.

Kontras dengan suasana hati Kuznetsova yang kecewa lantaran harus mengakui keunggulan Wozniacki.”Saya memiliki peluang,” kata Kuznetsova yang berstatus sebagai kampiun French Open 2009 dan AS Terbuka 2004 ini. “Namun saya kehilangan banyak kesempatan.”

Kuznetsova pun mengakui kegagalannya kali ini tidak lepas dari kesalahan yang dilakukannya sendiri. “Ya, saya banyak melakukan kesalahan sendiri, karena saya mencoba untuk datang (dengan permainan) agresif dan mendikte permainan dan saya melakukannya,” lirih Kuznetsova.

“Dia perempuan yang tangguh bagaikan tembok, Anda tahu?,” tukas Kuznetsova menganalogikan kemampuan Wozniacki. (net/jpnn)

Pacman Seperti Wanita

LAS VEGAS – Manny Pacquiao tidak akan mampu mengalahkan Floyd Mayweather Jr, seandainya kedua petinju bertarung di atas ring. Pasalnya, Floyd Mayweather Sr ayah dari Floyd Mayweather Jr menganggap kekuatan pukulan Pacquiao setara dengan wanita.

Seperti diketahui, Pacquiao memang sangat bernafsu ingin menantang Mayweather Jr. Namun, pertemuan kedua petinju batal terjadi, lantaran Mayweather Jr meminta kepada Pacquiao untuk melakukan tes doping, yang tentu ditolak oleh ikon tinju Filipina itu.

Kemudian, Mayweather Sr mencoba menganalisa kelemahan petinju berjuluk Pacman itu. “Pacquiao tidak memiliki status, yang mana dia bisa mengalahkan anak saya Floyd. Karena, Pacquiao tidak mempunyai kelincahan sepertinya,” jelas Mayweather Sr dikutip ESPN, Selasa (6/9).

“Petinju seperti Pacquiao tidak akan mampu mengalahkan Floyd, karena kekuatan pukulannya setara dengan seorang wanita. Saya ingin dia terus mengeluarkan pukulan jab yang banyak dan saya ingin dia terus menggerakan kepala,” lanjutnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan akan berakhirnya drama antara Mayweather Jnr dan Pacquiao. Meski pihak promotor memberikan garansi pertarungan bakal terjadi, tapi Mayweather mengklaim Pacman sudah tidak tertarik dengan laga itu.

Sementara itu, Mayweather kembali akan naik ring untuk pertama kali dalam kurun waktu 16 bulan. Petinju asal Amerika itu akan adu jotos dengan juara kelas menengah versi WBC Victor Ortiz, bulan ini. (net/jpnn)

Merajut Tali Silaturahmi dan Peningkatan Mutu Pendidikan

Rahudman ‘Banjir Saweran’ di Halal Bi Halal di Kediaman Kadis Pendidikan Kota Medan

Kegiatan halal bi halal di kediaman Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kota Medan Drs H Hasan Basri MM di Medan, Selasa (6/9) berlangsung meriah. Penampilan apik Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harapan MM yang melantunkan tiga lagu termasuk lagu Anak Medan mendapat aplaus undangan.

RAHUDMAN Harahap yang mengenakan jas hitam tak sekadar memberi sambutan pada acara halal bi halal tersebut. Didampingi Kadis Pemuda dan Olahraga Hanas Hasibuan, Rahudman memberi warna tersendiri dalam acara yang rutin digelar Hasan Basri dalam bulan Syawal setiap tahun.

Nyanyian petinggi Pemko Medan ini juga mampu menyedot simpati para pimpinan Wakil Wali Kota Medan Drs H Dzulmi Eldin MSi, Sekda Kota Medan Ir H Syaiful Bahri Lubis MM beserta pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemko Medan dan tamu undangan untuk memberi saweran kepada Rahudman.

Kemana uang saweran Rahudman tadi? Selepas menyanyi dihadapan Ketua DPRD Medan Amiruddin dan undangan, Rahudman pun membagi uang saweran kepada penyanyi dan pemain musik yang mendampingi Wali Kota bernyanyi. Sebelumnya Rahudman juga memberi uang saweran kepada Wakil Wali Kota Medan yang tampil perdana bernyanyi menghibur tamu.

Dalam pengarahannya, Rahudman yang pernah menjadi Sekda Pemkab Tapsel ini berpesan agar para guru, kepala sekolah dan pegawai Dinas Pendidikan Kota Medan beserta undangan lain agar dapat merajut silaturahmi. ‘’Mari kita terus meningkatkan kualitas terutama pendidikan berbasis lingkungan mulai dari tingkat SD hingga SLTA,’’ katanya.
Ia juga berpesan agar Medan mampu menjadi kawasan lingkungan yang baik dapat menepis keresahan orangtua terhadap mutu pendidikan anak-anaknya. Karenanya kedepan kepala sekolah dan tenaga pendidik dapat menjadi panutan. ‘’Dalam P-APBD Kota Medan tahun 2011, kita alokasikan anggaran untuk pembenahan sanitasi lingkungan sekolah termasuk pembenahan pagar. Kita dapat memulai dari hal yang sederhana. Kesehatan itu pangkal dari kecerdasan,’’ ucapnya.

Rahudman memacu agar pendidikan di Medan memiliki basis pendidikan berkarakter yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu menjadi anak-anak yang beriman. Wali Kota Medan juga mengingatkan para guru dan tenaga pendidik di Kota Medan untuk dapat mematuhi semua kebijakan dan aturan yang diterapkan pemerintah. ‘’Tanggung jawab otoritas pemerintahan di Medan ada pada Wali Kota Medan,’’ tegasnya. Guna mengatasi berbagai permasalahan, Rahudman menegaskan pihaknya selama ini telah membuka komunikasi yang baik dengan semua pihak termasuk kepada para guru dan tenaga pendidik agar guru di Medan dapat lebih sejahtera.

Dalam pembinaan karir pegawai, Rahudman berjanji akan melaksanakan penyegaran pejabat termasuk di lingkungan rumah sakit dan sekolah. Disisi lain, ia juga menyatakan setuju dilaksanakan moratorium penerimaan PNS kecuali untuk para calon guru di Medan yang masih dibutuhkan. ‘’PNS di Medan yang lebih 20 ribu kebanyakan sehingga cari tempat duduk saja sulit,’’ ujarnya.

Kadis Pendidikan Kota Medan Drs H Hasan Basri MM menyampaikan terima kasih atas kehadiran undangan halal bi halal Dinas Pendidikan Kota Medan. Ucapan penghargaan terima kasih juga ditujukan kepada Wali Kota Medan, Wakil Wali Kota Medan, Sekda Kota Medan, DPRD Medan dan pimpinan SKPD yang memberi apresiasi terhadap kegiatan Dinas Pendidikan Kota Medan.

‘’Ini bagian dari tradisi dengan membangun silaturahmi religius yang kuat. Kita berharap motivasi kerja para guru dan tenaga pendidikan di Medan dapat optimal dalam melayani peserta didik,’’ ucapnya. (*)

Pengedar Judi Togel Bebas Beraksi

085372061xxx

Yth Polres Deli Serdang jangan tutup mata terhadap judi togel yang merajalela di Desa Serdang, Kecamatan Bringin. Mengapa para pengedar judi togel yang bernama Bangkinang alias Marga Sinaga (pengendara sepeda Motor Honda Fit X/BK 5403 MV) sampai sekarang tidak ditangkap? Sehingga yang bersangkutan bebas mengedarkan judi togel antar warung kopi. Apakah yang bersangkutan ada main mata dengan aparat? Kalau tidak ada, tolong yang bersangkutan tersebut segera ditangkap karena perbuatannya sudah sangat meresahkan masyarakat.

Dikoordinasikan

Terima kasih informasinya, kami akan teruskan laporan ini ke Polres Deli Serdang untuk segera ditindak lanjuti. Pada prinsipnya, kami dari Poldasu melarang dan komitmen memberantas judi yang ada di wilayah hukum kami.
Apabila masih ada Polres yang membebaskan praktek judi di wilayah hukumnya masing-masing, diyakini akan ada penindakan selanjutnya. Untuk itu, kepada warga kami meminta untuk tetap bekerjasama memberikan informasi terkait permainan judi di sekitar lingkungannya.

Kombes Pol Raden Heru Prakoso
Kabid Humas Poldasu

Nasib PKL Sukaramai Dibahas di PD Pasar

MEDAN- Pemko Medan akan melakukan pertemuan dengan perwakilan pedagang Pasar Sukaramai yang tergabung dalam P3TM di kantor Perusahaan Daerah (PD) Pasar, hari ini (7/9). Dalam pertemuan itu, akan dibahas masalah penertiban para pedagang di Pasar Sukaramai yang hingga kini tak kunjung terealisasi.

“Besok (hari ini, Red) kita akan mengundang perwakilan pedagang serta pengurus P3TM untuk mendengar keluhan mereka selama ini,” kata Plt Direktur Operasional PD Pasar, Irwan Ritonga kepada wartawan Sumut Pos, Selasa (6/9) siang.

Sementara, Sekda Kota Medan yang juga Plt Direktur PD Pasar Syaiful Bahri mengaku kesal dengan keberadaan para Pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di atas trotoar di Pasar Sukaramai. Menurutnya, para PKL tersebut adalah pedagang musiman yang tidak mempunyai izin.

“Untuk pedagang yang berjualan di atas totoar, mereka telah melanggar peraturan. Itu semuanya karena ada pedagang musiman, sama seperti pedagang liar,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi C DPRD Medan H Jumadi mengatakan, Pemko Medan harus bertanggung jawab atas konflik pedagang yang tak kunjung selesai di Pasar Sukaramai.
“Banyak tumbuh pasar-pasar tradisional yang dikelola perorangan. Itu membuktikan kinerja Pemko Medan yang tidak tuntas,” ucap Jumadi.

Lanjut Jumadi, Dewan sangat berprasangka baik dengan apa yang dilakukan Pemko Medan. Dengan begitu, dewan mendesak untuk segera dilantik Dirut PD Pasar yang definitif. “Itu akan meningkatkan kinerja dan kualitas tingkat kebutuhan permasalahan yang ditunggu-tunggu pasar,” tegasnya.

Sebelumnya, petugas Satpol PP Pemko Medan dibantu pihak kecamatan serta Dinas Perhubungan melakukan penertiban terhadap PKL di Pasar Sukaramai. Pasalnya, para PKL berjualan sampai menutupi badan jalan sehingga menyebabkan kemacetan.

Para pedagang yang merasa kesal dengan ulah petugas Satpol PP yang tidak melakukan sosialiasi sebelum melakukan penertiban, membuat para pedagang geram dan melakukan perlawanan.(adl)

Tim Seleksi USU Dipantau Badan Pengawas

MEDAN- Universitas Sumatera Utara (USU) yang ditunjuk sebagai tim seleksi pelatihan kepemimpinan terhadap 40 calon Direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Medan dipastikan tidak memiliki kepentingan dalam memberikan penilaian. Seluruh hasil penilaian terhadap ke-40 calon yang memenuhi persyaratan akan diawasi Badan Pengawas dari Pemko Medan untuk mencari 30 calon Direksi yang memenuhi kriteria.

“Tim seleksi dari USU tidak mempunyai kepentingan untuk memberikan penilaian lebih terhadap calon yang ditunjuknya. Karena ada Badan Pengawas yang akan memantaunya,” ujar Plt Direktur Operasional PD Pasar Irwan Ritonga, Selasa (6/9) siang.

Dijelaskannya, Tim seleksi dari USU yang berjumlah empat orang terdiri dari Pembatu Rektor (PR) sebanyak dua orang, Dekan Ekonomi satu orang dan Dekan Psikologi satu orang akan memberikan penlatihan kepemimpinan selama tiga hari. “Pertama, kita akan memberikan pelatihan Psikotest dan di hari selanjutnya akan ada pelatihan kemampuan akademik,” ucapnya.

Dijelaskan Irwan, setelah menjalani pelatihan kepemimpinan selama tiga hari dari tanggal 8, 9 dan 10 September 2011, tim langsung memberikan hasilnya kepada Wali Kota Medan untuk selanjutnya menyeleksi ke-30 calon. “Dari 30 calon itu, Pak Wali akan mencari 10 orang yang mempunyai kompetensi dan kinerja yang bagus untuk memimpin tiga BUMD tersebut,” katanya lagi.

Kendati demikian, Irwan tetap memngingatkan kalau nantinya setelah dilakukan pelantikan terhadap 10 calon yang akan duduk di masing-masing direksi tidak menunjukkan kompetensinya dan kinerja kurang dalam waktu enam bulan, akan segera diganti. “Jadi dengan demikian, kita tak perlu lagi mencari orang. Karena sudah ada gantinya dari 20 calon yang tidak lolos itu,” bebernya mengakhiri.

Terpisah, anggota Komisi C DPRD Medan Hasyim SE mengatakan, Pemko Medan harus bebas dari intervensi elite politik soal penentuan direksi BUMD tersebut. Menurutnya, apabila bila terjadi intervensi elite politik akan berdampak buruk kepada direksi. “Sebab kita khawatir dia bekerja tidak hanya menajeman bisnis tapi juga bercampur manajemen politik,” katanya.

Sebelumnya, fit and proper test terhadap 59 calon direksi PD Kota Medan pada 26 Mei 2011 lalu. Namun, hingga kini pihak panitia belum mempublikasikan siapa yang lulus untuk mengisi 10 jabatan yakni PD Pasar (4), PD Pembangunan (3), dan PD Rumah Potong Hewan (3).(adl)

Tiap Jumat Kapolres Berkantor di Polsek

MEDAN- Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro menginstruksikan, setiap Jumat, para Kapolres berkantor di masing-masing Polsek di wilayah jajaran hukumnya. Hal itu untuk mendukung partner ship building (kemitraan) ke masyarakat dan secara internal (ke dalam).

“Para Kapolres di semua satuan wilayah agar berkantor di polsek-polsek setiap hari Jumat. Jadi, Kapolres berkantor di salah satu polsek secara bergantian,” ungkap Direktur Binmas Polda Sumut Kombes Pol Hery Subiansori, Selasa (6/9) kepada wartawan.

Menurutnya, hal itu dilakukan agar para Kapolres mengetahui apa saja yang menjadi peluang dan kendala di setiap polsek bersangkutan. Dikatakan Hery, Kapolda Sumut dalam pekan ini berencana menindaklanjuti program tersebut dengan mengeluarkan Telegram Rahasia (TR).

“Kendala dan peluang itu dilihat dari empat aspek, yakni man (orang), money (pendanaan), material (Materi) dan methode (cara),” terangnya seraya menambahkan, langkah tersebut di apresiasi oleh Mabes Polri.

Menanggapi hal ini, Hery sangat mendukung langkah positif yang merupakan trobosan Kapolda Sumut Irjen Wisjnu itu. “Jajaran Direktorat Binmas Polda Sumut tentunya sangat apresiasi, karena kemitraan bukan hanya dibangun keluar, tapi juga ke dalam. Kemudian, kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang membumi (down to eart), serta berkaitan dengan polsek yang merupakan ujung tombak pelayanan masyarakat. Jadi, bagaimana dikatakan ujung tombak, kalau kita tidak pernah tahu permasalahan yang ada di polsek-polsek,” ujarnya sembari menyebutkan langkah tersebut merupakan satu-satunya di Indonesia.

Menurut Hery, dengan langkah tersebut, Kapolda berharap Kapolres dapat mengevaluasi polsek tempatnya berkantor. “Baik mengevaluasi fungsi satuan yang ada, keadaan kantor dan lain sebagainya. Juga masyarakat yang membutuhkan pelayanan Kapolres bisa langsung menemui di polsek bersangkutan,” ujar Hery.

Kata Hery, langkah-langkah yang dilakukan tersebut target utamanya adalah untuk melakukan pelayanan prima kepada masyarakat. “Kemitraan ke dalam tentunya untuk mendukung kemitraan keluar. Sehingga masyarakat mencintai Polri,” kata Hery mengakhiri. (ari)

Basmi Preman

087891900xxx

Pak Kapolresta Medan dan Kapolsek Percut Sei Tuan, tolong dibasmi preman-preman yang mengatas namakan pemuda pancasila yang telah meresahkan warga Pukat V Keluran Bantan Timur, Medan Tembung. Apalagi saat Hari Raya Idul Fitri, banyak pemuda mereka melakukan pungli secara paksa dengan dalih tunjangan hari raya, padahal pada zaman Pak Sutanto tidak terdengar lagi kata preman melakukan pungli dan kami merasa aman, nyaman tidak seperti sekarang. Tolong optimalkan TPP, jangan memberikan kesempatan preman untuk hidup kembali.

Buat Laporan Polisi

Terima kasih, kami akan tindak bila ada preman atau oknum yang melakukan pemerasan dengan dalih beragam. Kemudian, kami berharap warga membuat laporan ke Polresta Medan agar bisa ditindak lanjuti dengan penindakan.

Kompol Maringan Simanjuntak,
Kapolsekta Percut Sei Tuan

Tertibkan Ternak Babi

085763990xxx

Pak Wali Kota Medan Yth, memelihara babi di kota apakah diizinkan sebab di Jalan Gelas Gang Mangkok diizinkan. Banyak warga yang kecewa ke kantor lurah setempat. Namun, sangat disayangkan hingga kini tak ditanggapi keluhan warga. Padahal, aroma yang disekitarnya buat perut mual dan pusing, tolong Pak Wali Kota jelaskan apakah beternak babi masih diizinkan atau tidak dan apa tindakan Pak Wali Kota? Terima kasih atas perhatiannya.

Sudah Dilakukan Pendataan

Terima kasih pertanyaannya, sesuai Peraturan Wali Kota (Perwal) Medan No 23/2009 tanggal 16 Oktober 2009 tentang larangan ternak kaki empat di Kota Medan. Sehingga di seluruh wilayah Kota Medan dilarang adanya usaha ternak kaki empat.

Bila ada usaha peternakan yang di Kota Medan diminta untuk dipindahkan sendiri. Sesuai  Surat Keputusan Wali Kota Medan No 524/1256 K Tanggal 27 September 2010 bahwa kepada masyarakat peternak babi diberikan bantuan biaya pengangkutan atau pemindahan babi keluar kota Medan sebesar Rp76 ribu per ekor untuk babi berumur di atas empat bulan dan Rp60 ribu untuk yang berumur kurang dari empat bulan.

Sekarang ini sudah dilakukan pendataan dan pembayaran di sejumlah kecamatan. Terkhusus di kawasan Medan Petisah dan Helvetia ternaknya telah dilakukan pendataan dan ada sebagian yang telah dibayarkan. Untuk itu, kami minta warga langsung memindahkan ternaknya sendiri sebelum ada upaya penertiban dari aparat Pemko Medan.

Ir H Wahid M Si, Kadistanla Kota Medan

Harus Tegas

Penertiban ternak babi di Kota Medan tampaknya mulai redup dan belum memiliki penyelesaian yang baik. Padahal, secara aturan sudah lengkap dan telah ada. Selanjutnya, di APBD juga sudah ditampung anggarannya untuk penertiban.
Untuk itu, kami meminta kepada Wali Kota Medan untuk memimpin langsung penertiban tersebut sehingga aturan bisa benar-benar berfungsi. Selanjutnya, berikan sanksi yang tegas jika masih ada yang melanggar peraturan wali kota tersebut.

Sesuai dengan laporan warga, ternak babi yang ada di sejumlah kawasan sudah sangat meresahkan. Selain aroma tak sedap, kotoran ternaknya juga masuk ke rumah warga yang berdampak kepada kesehatan. Jadi sudah sangat wajar bila Wali Kota Medan bersama satuan pengamanan bertindak lebih tegas.

Ikrimah Hamidy ST M Si
Wakil Ketua DPRD Medan