Home Blog Page 14884

Perbedaan, Sikap Kita dan Kenisbian

Kembali Berlebaran di Makkah (2)

INILAH tempat yang orangnya tidak saling menyalahkan. Inilah tempat yang orangnya tidak mempersoalkan Anda penganut Islam aliran yang mana. Inilah tempat yangg di pintu masuknya tidak ada yang bertanya NU-kah Anda atau Muhammadiyah, Wahabikah Anda atau Ahmadiyah, Ahlussunnahkah Anda atau Syi’ah, Hisbuttahrirkah Anda atau Ikhwanulmuslimin, Jamaah Tablighkah Anda atau Islam Jamaah.

Inilah tempat yang pintunya hampir 100 buah, melebihi jumlah aliran yang ada. Inilah tempat yang halamannya seluas dada ummatnya. Inilah rumah Tuhan untuk orang Islam yang mana saja dari mana saja.

Ada yang sembahyang dengan celana digulung sampai mata kaki tanpa mencela mereka yang celananya dibiarkan panjang sampai menyentuh lantai. Ada yang pakai jubah serba tertutup tanpa menghiraukan yang hanya pakai kaus lengan pendek. Ada yang sembahyang dengan pakai sarung tanpa mencela yang pakai kaus sepakbola Barcelona dengan nama Messinya atau kaus Arsenal dengan nama Fabregasnya.

Inilah masjid yang orangnya sembahyang dengan bermacam-macam gerakan tanpa ada yang merasa salah atau disalahkan. Ada yang ketika takbiratul ikram mengangkat tangannya sampai menyentuh telinganya tanpa menghiraukan jemaah di sebelahnya yang tidak melakukan gerakan tangan apa-apa. Ada yang tangannya konsisten bersedekap di dada tanpa mempersoalkan orang yang tangannya begitu sering masuk ke saku jubahnya seperti sedang mencari-cari benda yang hilang. Ada yang sambil sembahyang matanya terpejam tanpa menegur sebelahnya yang sibuk mematikan handphone-nya tiba-tiba berdering.

Inilah tempat yang jemaahnya tidak mempersoalkan mengapa ada yang dapat tempat sembahyang di dekat Ka’bah dan ada yang hanya dapat tempat di pinggir jalan atau di tangga atau bahkan harus sembahyang di atas pagar yang lebarnya hanya setapak. Inilah tempat yang orangnya hanya konsentrasi memikirkan bagaimana agar dirinya sendiri bisa diterima menghadap Tuhannya tanpa peduli apakah Tuhan juga menerima penghadapan yang lain.

Inilah tempat yang semua orangnya ingin mendapat tempat yang terdekat dengan Tuhan tanpa perlu melarang atau menyingkirkan atau membunuh orang lain yang juga menginginkan posisi yang terdekat dengan Tuhan. Inilah tempat sembahyang Muslim yang bersejud di aspal sama nikmatnya dengan bersujud di permadani tebal.

Inilah tempat yang orangnya tidak mempermasalahkan apakah tempat sembahyang bagi wanita harus disembunyikan di balik dinding atau di balik tabir. Ada yang sembahyang berkelompok sesama wanita dengan pembatas kain rendah tanpa menyalahkan wanita yang sembahyangnya tercampur dengan pria. Ada tempat sembahyang khusus laki-laki tanpa menganggap tidak sah beberapa laki-laki yang sembahyang di tengah-tengah jemaah wanita bahkan dengan posisi berdempetan dengan wanita di sebelahnya itu.

Inilah tempat yang membuat saya termenung lama mengapa jutaan manusia yang datang ke tempat ini tidak mempersoalkan aliran orang lain sebagaimana kalau mereka berada di tempat asal mereka. Mungkinkah karena begitu egoisnya mereka yang datang? Mungkinkah begitu individualistisnya mereka yang ke tanah haram” Mungkinkah muncul kesadaran bahwa pada akhirnya Tuhanlah yg memutuskan siapa yg berhak dekat denganNya dari mana pun alirannya?

Inilah tempat yang membuat saya tertegun sejenak: mungkinkah karena di sini tidak ada yang merasa dominan sebagai mayoritas? Mungkinkah perasaan kehilangan dominasi mayoritas itu yang menyebabkan segala yang minoritas harus disingkirkan” Mungkinkah karena di sini tidak ada yang merasa menjadi tuan rumah sehingga semua orang adalah tamu?

Inilah tempat yang membuat saya berpikir: begitu indahnyakah keberagaman yang seimbang itu?

Inilah tempat yang membuat saya ingat begitu kerasnya persaingan dunia usaha: mungkinkah kedamaian di tempat ini karena masing-masing aliran tidak sedang me-marketing-kan aliran masing-masing” Mungkinkah marketing aliran itu yang membuat terjadinya perebutan pasar sehingga yang minoritas merasa harus meningkatkan market share-nya dan sang market leader mati-matian melawan setiap penggerogotan pasarnya?

Wallahualam. Tuhan bukan pasar dan tidak akan mempedulikan posisi pasar.

Sebagai orang yang sejak kecil berada di lingkungan ahlussunah dan dilatih praktik ibadah ahlussunah dengan gerakan sembahyang yang begitu tertib (sampai posisi jempol kaki saat duduk takhiyat akhir pun dibetulkan dengan keras) di tempat ini ternyata saya juga bukan lagi mayoritas.

Inilah tempat yang membuat saya paham bahwa mayoritas atau minoritas itu ternyata nisbi. Sepenuhnya tergantung tempat dan waktu. (lk)

Dahlan Iskan
CEO PLN

Era Baru Superblok, Mal dan Foodcourt di Ring Satu

Kembali Berlebaran di Makkah (1)

Inilah catatan Dahlan Iskan dari Makkah yang dimuat hari ini dan besok. Sejak 15 tahun lalu, sebagai CEO Jawa Pos, dia sering berlebaran di Makkah, tapi baru sekali ini ke Makkah dalam statusnya sebagai CEO PLN. Apa yang berubah di Makkah?

Telah lahir di Makkah: foodcourt.

Maka, cara makan di sekitar Masjid Al Haram pun mulai berubah. Dari cara lama berdiri bergerombol di depan warung-warung kecil atau makan di lantai, menjadi makan di foodcourt.

Memang, makan cara lama belum hilang, tapi foodcourt-nya juga sudah penuh. Inilah foodcourt pertama dalam skala besar di dekat Masjid Al Haram. Lokasinya di lantai 3 dan 4 superblok baru yg sangat megah.  Superblok ini belum bernama karena memang belum sepenuhnya selesai. Tapi, masyarakat menyebutnya gedung Zam-Zam karena salah satu di antara tujuh hotel di superblok itu adalah hotel Zam-Zam.

Di antara tujuh hotel itu, lima sudah beroperasi, sedangkan yang dua lagi masih diselesaikan. Ada juga yang menyebut superblok ini dengan gedung Menara Jam. Ini karena di puncak superblok ini dibangun menara jam yang besar dan menjulang tinggi. Inilah menara jam terbesar dan tertinggi di dunia. Menara ini juga sangat cantik dan atraktif di waktu malam. Warna layar digitalnya yang hijau dan permainan lampu kristal dan lampu lasernya yang gemerlap membuat daya magnetnya sangat besar.

Ketika hari pertama Lebaran saya ke Padang Arafah sejauh 40 km dari Makkah, saya kaget: menara ini bisa terlihat bahkan dari Arafah. Tentu terlihat juga dari Muzdalifah, apalagi dari Mina. Padahal, Kota Makkah yang berada di lembah itu di kelilingi gunung. Menara ini juga berfungsi sebagai papan informasi.

Menjelang salat Isya 29 Agustus lalu, tiba-tiba di layar digital hijau itu muncul tulisan Arab putih: Ied Mubarak, Kullu Aamin Waantum bil Khair! Ini pertanda bahwa Lebaran telah tiba. Tidak perlu ada salat Tarawih malam itu. Sekitar 2 juta umat yang sudah memadat di Masjid Al Haram dan di seluruh halaman sekelilingnya langsung salat Isya saja.

Dari layar itu juga bisa dibaca bahwa menara ini persembahan dari Al Malik Abdul Azis yg tidak lain adalah almarhum ayahanda Raja Fath. Superblok ini memang menggunakan tanah kerajaan yang dibangun Bin Ladin, konglomerat utama Arab Saudi, dengan sistem bot 25 tahun.

Kehadiran superblok Zam-Zam ini bagi saya yes and no. Yes karena Makkah yang sudah dipenuhi gedung dan hotel-hotel bintang lima kini bertambah-tambah kemegahannya. Juga berarti bertambahnya lebih 10.000 kamar baru berbintang lima di sekeliling Masjid Al Haram. Dengan adanya foodcourt yang sangat luas di dua lantainya berarti soal makan kian mudah.

Begitu luasnya foodcourt ini sampai-sampai dimanfaatkan pula untuk lokasi rekresi: ada kereta-kereta  gantung yang memutar ke seluruh lokasi foodcourt sambil melihat hadirnya jenis makanan apa saja dari seluruh dunia. Foodcourt ini, rasanya,  didesain khusus agar fungsional:  tempat makan sekaligus tempat sembahyang. Karena itu, lantainya dibuat luas dan meja-meja makannya ditata berjauhan.

Orang banyak menunggu datangnya saat berbuka puasa di meja-meja makan, tapi langsung membuat barisan salat begitu saat Magrib tiba. Pemandangan ini menjadi pilihan lain dari pemandangan lama yang masih ada: menggelar plastik di halaman dan di dalam Masjid Al Haram untuk makanan pembuka, lalu menggulungnya sebagai sampah saat waktu salat tiba.

Superblok Zam-Zam ini no bagi saya karena terlalu besar, tinggi, dan dominan. Superblok ini seperti menenggelamkan kemegahan Masjid Al Haram yang anggun itu. Saat malam hari saya sembahyang di dekat Ka’bah, superblok dengan permainan cahayanya itu terasa mendominasi sampai ke dalam masjid. Menara-menara masjid yang dulu terasa cantik dan indah seperti tidak ada artinya lagi.

Dulu saya suka memandang langit dari lokasi di sekitar Ka’bah ini. Sekarang setiap kali ingin menatap keagungan langit, mata tertarik ke puncak menara jam di atas superblok itu. Apalagi arsitektur bagian atas keseluruhan superblok ini memang sangat modern dan indah. Kehadiran superblok baru ini telah mengubah suasana di Masjid Al Haram.

Tidak sama dengan ketika hotel-hotel megah dulu mulai hadir di sekeliling masjid. Superblok, foodcourt, mal, dan arena rekreasi di dalamnya seperti tanda zaman baru Makkah.

Melengkapi zaman baru lainnya: handphone.

Merajalelanya handphone benar-benar mengubah Masjid Al Haram. Memang tidak sampai ada dering telepon yang bersahutan, tapi tidak jarang orang bertawaf (ritual mengelilingi Ka’bah tujuh putaran) sambil menerima telepon. Orang juga saling mencari keluarga yang terpisah melalui telepon. Dan ini yang berubah: saling memotret di dekat Ka’bah.

Dulu memotret dengan kamera dilarang keras. Memasuki pintu masjid diperiksa ketat. Saya pernah memberikan pujian yang tinggi kepada wartawan Jawa Pos Surya Aka yang kala itu berhasil menyelundupkan tustel dan berhasil memotret orang yang lagi tawaf dengan sangat sempurnanya tanpa ketahuan petugas. Kini petugasnya yang kuwalahan karena semua orang punya kamera di handphone mereka.

Petugas kini hanya bisa pasrah. Tulisan dilarang memotret memang masih ada, tapi orang saling berfoto di dekat Ka’bah tak tercegah. Termasuk berfoto di depan petugas itu sendiri. Bahkan, ada yang minta tolong petugas untuk memotretkannya!

Begitu banyak perubahan di Makkah, termasuk perubahan gaya hidupnya. (c1/lk)

Dahlan Iskan
CEO PLN

Akhirnya Saya Lebaran Bersama Keluarga…

TKI Asal Batubara Lolos Hukuman Gantung Tiba di Medan

MEDAN- Husein Sitorus (62), nelayan asal Kabupaten Batubara yang lepas dari hukuman gantung di Malaysia, kembali ke Tanah Air. Kedatangan Husein disambut pelukan bahagia keluarga di pintu kedatangan internasional Bandara Polonia, Medan, Sabtu (27/8) sore.

Warga Dusun IX, Desa Bogak, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara (Sumut) ini tiba di Bandara Polonia Medan bersama Asisten I Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batubara, Zulhendri, Kepala Bidang Hukum, Renold asmara, Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Kabupaten Batubara, Abdul Ghani, sekitar pukul 16.55 WIB menggunakan pesawat AirAsia AK 454 dari Kuala Lumpur, Malaysia.

Saat tiba di Bandara Polonia Medan, Husein Sitorus, disambut isak tangis bahagia oleh keluarga yang menunggunya. Husein yang menggunakan kursi roda begitu tiba langsung disambut isak tangis sang istri dan anaknya. Aulia Sitorus (9), anak ketujuh Husein, terlihat tidak henti-hentinya menangis dan memeluk Husein yang sejak tujuh tahun tidak pernah dilihatnya.

Aulia berpisah dengan ayahnya, Husein, saat berusia 2 tahun akibat proses hukum yang dialami Husein. Begitu juga dengan istrinya, Khadizah (58), juga terlihat memeluk dan menangis haru dipelukan suaminya.
“Saya mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Pemerintah Indonesia serta semua orang yang membantu saya. Akhirnya saya bisa merayakan lebaran ini bersama dengan keluarga dan sanak famili saya di kampung halaman. Setelah hampir tujuh tahun dijerat hukum, akhirnya saya tidak terbukti bersalah oleh Majelis Banding Malaysia,” kata Husein, saat tiba di Terminal Kedatangan International Bandara Polonia Medan.

Dilanjutkannya, dirinya tidak mengetahui kalau kotak mie instan yang dititipkan temannya yang bernama Sidin berisi ganja.  “Saya tidak tahu kalau yang berada di dalam kardus mie instan itu ganja. Saya hanya dititipi saja,” ujarnya.
Anak tertua Husein, Siti Aisyah dan isteri Husein, Khadizah, juga menyakan terima kasih kepada semua pihak, terutama Pemkab Batubara yang telah berupaya melepaskan Husein dari jeratan hukuman gantung di Malaysia.
“Terima kasih untuk semua pihak yang membantu proses hukum ayah saya. Keluarga bahagia bisa lebaran bersama ayah, karena sebelumnya keluarga telah pasrah akan nasib ayah,” kata Aisyah.

“Semua warga Batubara yang tersangkut masalah hukum di Malaysia telah pulang ke rumahnya masing-masing. Sebelumnya Pemkab Batubara juga membantu proses hukum 14 nelayan yang terjaring di Malaysia,” kata Bupati Batubara, OK Arya.

Husein sendiri ditangkap Polisi Laut Malaysia pada Oktober 2004 lalu. Kapal tongkang yang dinakhodai Husein dari Batubara kedapatan membawa ganja seberat 147 Kg dikemas delapan dus mie instan di Pelabuhan Klang Malaysia.
Akibat kejadian tersebut, Husein divonis hukum gantung sampai mati oleh Mahkamah Tinggi Shah Alam pada 2009 lalu. Namun, pada 25 Agustus 2011 lalu, Majelis Hakim di Mahkamah Banding Malaysia menjatuhkan vonis bebas kepada Husein karena tuduhan jaksa yang menyebutkan ganja tersebut milik Husein, meragukan.

Majelis Hakim Mahkamah Rayuan Patra Jaya, Malaysia, yang diketuai Ramli Ali, menyatakan Husein tidak bersalah, Kamis (25/8) lalu. Sebelumnya, Pengadilan Rayuan Patra Jaya menyatakan Husein bersalah atas kepemilikan 143 kilogram daun ganja kering yang dibawa di kapalnya pada Oktober 2004 lalu.

Kemarin, Husein pun langsung diboyong ke kampung halamannya di Desa Bogak, Kecamatan Tanjung Tiram, Batubara, dengan menggunakan mobil dinas Pemkab Batubara. (jon)

 

Diboyong Konvoi Enam Mobil Lapis Baja

Kadhafi Diduga Menyeberang ke Aljazair

TRIPOLI-Pemimpin Libya yang di ujung tanduk kekuasaan, Muammar Kadhafi, dikabarkan menyeberang ke negara tetangga, Aljazair, Jumat lalu (26/8). Rombongan pria 69 tahun itu diboyong konvoi enam mobil Mercedes Benz berlapis baja.

Kabar tersebut bersumber dari Kantor Berita Mesir MENA yang mengutip sumber di kalangann pemberontak Libya yang berjaga di Ghadamis, kota perbatasan Libya-Aljazair, kemarin (27/8). Selain Kadhafi, di dalam rombongan itu diduga juga ada pejabat-pejabat senior negeri bekas jajahan Italia itu dan juga putra-putra sang kolonel.

Sayang, seperti dilansir Reuters, tak satu pun otoritas Aljazair bersedia merespons kabar itu. Upaya kantor berita Tiongkok, Xinhua, menelpon pejabat Kementerian Luar Negeri Aljazair tak ditanggapi.

Begitu pula ketika Xinhua mengontak klepala bagian humas kementerian yang sama. Juga belum ada respons yang terdengar dari Dewan Transisi Nasional (NTC), organisasi yang memayungi pemberontak Libya.

Menurut MENA, konvoi enam mobil itu dilindungi seorang komandan militer suku gurun pasir setempat yang dikenal dekat dengan Kadhafi. Sedangkan pemberontak gagal mengejar dan menghentikan rombongan tersebut.

Kalau berita itu benar, berarti Kadhafi bergerak dari Sabha, kota di Gurun Sahara, tempat asal leluhurnya. Kota tersebut bisa dijangkau lewat terowongan bawah tanah yang berpusat di bawah kompleks kediamannya, Bab Al Aziziya.
Kadhafi memiliki pendukung luas di kota itu, terutama dari suku-suku setempat. Selain ke Aljazair yang terletak di sebelah barat Libya, Kadhafi juga bisa dengan gampang menyeberang ke Chad atau Niger yang berada di sebelah selatan. Kebetulan, negeri-negeri itu belum mengakui kepemimpinan NTC.

Jumat lalu (26/8), Kementerian Luar Negeri Aljazair menepis rumor yang mengatakan kalau negeri bekas jajahan Aljazair itu baru akan mengakui NTC kalau ada jaminan organisa tersebut bakal turut memberantas kelompok militan Islam radikal yang selama ini kerap menganggu Aljazair.

Sementara itu, seiring runtuhnya kekuasaan yang dipegangnya selama 42 tahun, satu per satu kebohongan Muammar Kadhafi terbongkar. Yang terbaru sekaligus mungkin juga paling mengejutkan, Hana, putri angkat yang disebutnya tewas akibat serangan udara Amerika Serikat ke Tripoli pada Mei 1986, diduga kuat masih hidup.

Itu berdasar temuan wartawan Irish Times Mary Fitzgerald yang ikut blusukan ke Bab Al Aziziya setelah kompleks kediaman Kadhafi itu jatuh ke tangan pemberontak pada Jumat lalu (26/8). Sebagaimana dikutip The Guardian, di bekas kamar yang diyakini bekas kamar Hana ditemukan ijazah fakultas kedokteran atas nama Hana Kadhafi dalam bahasa Arab.

Selain itu, ditemukan sertifikat kursus bahasa Inggris dari British Council dengan grade A juga atas nama Hana Kadhafi yang di dokumen resmi tertulis dilahirkan pada 11 November 1985. Ada  pula foto paspor perempuan yang diduga sebagai Hanna serta foto perempuan yang sama bersama Aisha, putri kandung Kadhafi. Temuan lain di kamar tersebut adalah satu set DVD serial TV Sex and the City dan CD Backstreet Boys di kamar tersebut.

Sayang, British Council di Tripoli sudah ditutup dan ditinggalkan para stafnya sejak konflik Libya meletus pada Februari lalu. Semua dokumen tentang siapa saja yang pernah kursus di sana tersimpan di dalam kantor itu.

Tapi, seorang juru bicaranya yang pernah bekerja di Tripoli dan dikontak The Guardian di London yakin bahwa memang dulu ada murid bernama Hana Kadhafi. “Saat itu kami beranggapan bahwa Hana Kadhafi yang kursus di British Council itu merupakan Hana yang lain yang diadopsi Kolonel Kadhafi sebagai penghormatan kepada Hana Kadhafi yang diklaim tewas. Sudah pasti tak ada kemungkinan bagi kami untuk memverifikasi,” kata sang juru bicara.

Kadhafi meraup banyak simpati dari rakyatnya setelah menyatakan bahwa Hana tewas akibat serangan udara AS pada Mei 1986 itu. Sang kolonel juga mendirikan sebuah monumen untuk menghormati sang anak angkat di dalam kompleks kediamannya.

Serangan tersebut dilancarkan AS yang ketika itu dipimpin Ronald Reagan sebagai balasan atas pengeboman di sebuah kelab malam di Berlin, Jerman, beberapa waktu sebelumnya yang dilakukan warga Libya. Namun, “kematian” Hana membuat Negeri Paman Sam itu menuai banyak kecaman.

Bukti-bukti yang ditemukan Fitzgerald memperkuat laporan yang diturunkan koran Jerman Die Welt pada awal tahun ini. Die Welt menulis bahwa Hana berprofesi sebagai dokter dan sangat berpengaruh dalam asosiasi dokter di Libya. “Sejumlah rumah sakit juga berada di bawah arahannya,” tulis Die Welt tentang Hana yang lancar berbicara bahasa Inggris dan rutin belanja ke London itu.

Die Welt juga menyertakan dokumen yang terkait pembekuan aset Kadhafi di Swiss pada Februari lalu. Ada 23 nama anggota keluarga sang kolonel yang tertulis di sana, termasuk Hana Kadhafi. Ada pula file laporan dari kantor berita Tiongkok Xinhua pada 1999 tentang jamuan makan siang bagi Nelson Mandela di Tripoli. Dalam kesempatan tersebut, istri Kadhafi yang menjamu Mandela didampingi dua putrinya, Aisha dan Hana.

Daily Telegraph yang menyambangi bekas Kedubes Libya di London juga mendapat dokumen yang menyebutkan bahwa pada 2008, seorang dokter gigi Inggris diterbangkan ke Tripoli untuk merawat Hana Kadhafi. Tapi, sang dokter yang tak disebutkan namanya itu menolak berbicara ke media.

Sementara itu, pemberontak meneruskan upaya perburuan Kadhafi dengan menyiapkan serangan besar-besaran ke Sirte yang berada di timur Tripoli. Di kota kelahirannya itulah, pria 69 tahun tersebut saat ini diduga bersembunyi.
NATO sebelumnya telah melancarkan serangan udara ke kota terbesar kedua di Libya itu untuk melemahkan kekuatan loyalis sang kolonel. Pemberontak juga beruntung mendapat tambahan persenjataan dari tank, peluncur roket, serta artileri berat lainnya milik pasukan Kadhafi yang ditinggalkan begitu saja di sepanjang jalur Tripoli”Sirte.

Dengan bantuan koordinasi dari pasukan elite Inggris dan Prancis, Sirte akan dikepung dari dua sisi, barat dan timur. Dari barat, pasukan dari Tripoli sudah sampai Misrata, kota tetangga Sirte. Sedangkan dari timur, pejuang anti-Kadhafi bergerak dari markas besar mereka di Benghazi.

Menaklukkan Sirte dan menangkap Kadhafi sangat penting artinya bagi Dewan Transisi Nasional, organisasi yang memayungi pemberontak, agar bisa sepenuhnya mendapat pengakuan internasional. Hingga kini, lebih dari 30 negara memang sudah mengakui mereka, tapi tidak demikian halnya dengan Uni Afrika, organisasi berpengaruh di Benua Hitam tersebut.

Selain itu, kalau Sirte bisa ditaklukkan, berarti jalur antara Tripoli di barat dan Benghazi di timur sepenuhnya di tangan pemberontak. Jalur itu merupakan urat nadi perekonomian Libya.

“Saya tidak akan berhenti berjuang hingga Kadhafi tertangkap,” kata Abdullah Maiteeg, seorang mantan insinyur perminyakan yang kini menjadi tentara pemberontak kepada Daily Telegraph.

Di saat persembunyian Kadhafi tak kunjung diketahui, krisis kemanusiaan semakin menghantui Libya. Di rumah sakit di Abu Salim, pinggiran Tripoli, Daily Telegraph kemarin melaporkan adanya 80 jenazah tak terurus. Suplai listrik, air bersih, dan obat-obatan juga kian minim. (c4/ttg/jpnn)

Hari Ini, Puncak Arus Mudik

Transportasi Darat dan Udara Diserbu

MEDAN- Memasuki H-3 Lebaran pemudik mulai memadati terminal-terminal bus, bandara dan stasiun kereta api dan bandara. Di Bandara Polonia Medan, jumlah penumpang yang berangkat maupun tiba melalui terminal domestik (dalam negeri) dan terminal internasional (luar negeri) sudah mencapai 31.908 orang, Sabtu (27/8)

Ketua Posko Mudik di Bandara Polonia Medan Ali Sofian mengatakan, bila dilihat secara persentase antara tahun ini dengan tahun sebelumnya, maka jumlah penumpang dengan tujuan dalam negeri lebih banyak, mencapai 13.303 orang, sementara di tahun 2010 hanya 11.673 orang.

“Diperkirakan mengalami kenaikan tetapi kenaikan saat ini tidak begitu drastis,” katanya.
Untuk penumpang ke mancanegara pada liburan lebaran nanti juga diperkirakan akan mengalami peningkatan. Sejauh ini pihak PT Angkasa Pura (AP) II Bandara Polonia Medan telah menyiapkan 26 penerbangan tambahan (ekstra flight) ke luar negeri.

Sedang jurusan domestik (dalam negeri) masih tetap. Berdasarkan jadwal rencana ekstra flight untuk jurusan internasional memang sudah terlihat, maskapai yang baru mengajukan penerbangan Firefly (FY), Silk Air (MI) dan Malaysia Airline (MH).

“Penambahan jadwal penerbangan (ekstra flight) pada tahun ini berkisar 30-35 persen, baik jurusan internasional maupun domestik. Sebagai bentuk antisipasi, PT Angkasa Pura II menyediakan posko mudik yang dimulai pada H-7, dan berakhir pada H+7 Idul Fitri di kantor Airport Duty Manager (OIC) Bandara Polonia Medan,” kata Humas Bandara Polonia Medan, Firdaus.

Menurutnya, selain menyediakan posko lebaran juga ada posko kesehatan.
“Demi pengamanan, di bandara telah ditambah empat kamera CCTV yang sempat rusak dan penambahan personel petugas keamanan. Kurang lebih jumlah keseluruhannya saat ini ada 30 CCTV,” ujarnya.
Untuk kelancaran, Firdaus menegaskan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan semua pihak. “Sebelum itu kita sudah lakukan rapat koordinasi dengan beberapa instansi terkait mulai dari maskapai penerbangan, Pertamina, dan lainnya untuk persiapan lebaran dan pada hari H-nya nanti,” jelasnya.
“Kita berharap, pada saat penumpang membeludak tidak sampai terjadi penumpukan slot time. Kita juga berharap masing-masing maskapai penerbangan bisa mengaturnya dengan baik dan tidak ada penundaan terbang (delay) saat lebaran nanti,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, antisipasi terjadinya penjualan tiket dengan tarif terlampau mahal karena ulah para calo, pihak Angkasa Pura (AP) II Bandara Polonia bersama Adbandara melakukan sweeping rutin. “Kita melakukan razia dan pemeriksaan rutin terhadap para calo. Bila ada calo yang ketahuan dan ketangkap akan diberikan sanksi teguran,” tuturnya.

Sementara itu di Stasiun Besar Kereta Api (KA) Medan sejak H-10 hingga H-3, rata-rata mengalami peningkatan sebesar 30-35 persen. Humas PT KAI Divre I Sumut, Irwan mengatakan ada peningkatan kenaikan 30 persen dibanding tahun lalu.

“Dari H-10 hingga H-3 terjadi peningkatan lebih dari 30-35 persen dibandingkan dengan tahun 2010 lalu. Dari catatan pada H-10 hingga H-5 tahun 2010 total penumpang yang keluar dari Medan sebanyak 12.313 penumpang. Sementara pada tahun ini pada waktu yang sama tercatat sekitar 16.000 hingga 17.366 penumpang,” katanya.
Meskipun jumlah penumpang KA mengalami kenaikan, lanjut Irwan, pihak PT KA tetap meningkatkan dan tidak mengabaikan pelayanan terhadap konsumen.

“Pihak PT KAI memberi batasan terhadap muatan kereta ekonomi maksimal 150 penumpang dan KA Bisnis menambah 25 persen dari jumlah normal yaitu 64 penumpang,” ujarnya kembali.

Ditambahkannya, PT KAI hanya mengangkut penumpang semampunya saja, karenanya jika persediaan tiket habis silakan cari alternatif angkutan lain dan jangan memaksakan untuk tetap naik kereta yang berakibat berdesak-desakan.
“Upaya PT KAI kedepannya akan mengedepankan pelayanan dan kenyamanan konsumen. Ini dapat dilihat dari ditiadakannya tiket peron yang selama ini dijual PT KAI untuk para pengantar seharga Rp2.500,” pungkasnya.

Di terminal Amplas juga sudah dipadati para pemudik yang ingin pulang ke kampung halaman.  Salah satunya di Terminal Bus Antar Lintas Sumatera (ALS), Makmur dan bus-bus untuk jurusan ke Aceh. Terlihat calon penumpang yang ingin mudik sudah antre sejak pukul 09.00 WIB untuk menunggu bus.

Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Utara Razali memprediksi puncak arus mudik terjadi Minggu (28/8) hari ini.
“Arus mudik puncaknya di perkirakan pada Minggu pagi hingga malam, calon penumpang akan terus memadati terminal bus, dimana seminggu sebelum lebaran bahkan ada yang lebih calon pemudik sudah memesan (booking) tiket untuk berbagai tujuan,” tegas Razali.

Menurut Razali, terminal bus yang dipadati calon pemudik ini bukan hanya bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) akan tetapi untuk jurusan pendek dan sedang, Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) juga tidak luput diserbu calon pemudik.
Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho menginstruksikan kepada pihak pengelola angkutan lebaran untuk lebih memprioritaskan kenyamanan penumpang. Hal ini, katanya, bisa dilakukan dengan memaksimalkan pelayanan dan memberdayakan seluruh sarana prasarana pendukung untuk memperlancar arus mudik.

“Dari tinjauan hari ini (kemarin, Red) meski arus mudik belum sampai pada puncaknya, namun terlihat para pengelola transportasi telah mempersiapkan diri secara baik, sehingga penumpang tetap merasa aman,” kata Gatot, usai meninjau sejumlah titik arus mudik di Kota Medan, Sabtu (27/8). Tinjauan tersebut dimulai dari Bandara Polonia Medan, Stasiun Kereta Api Medan dan Terminal Terpadu Amplas.

Dalam tinjauannya di Bandara Polonia Medan, Plt Gubsu yang didampingi Kepala Dinas Perhubungan Rajali, Kepala Diskominfo Asren Nasution, Kepala Dinas Kesehatan Chandra Syafi’i dan sejumlah jajaran pengelola Bandara Polonia Medan, pertama kali mendatangi terminal keberangkatan domestik, setelah sebelumnya sempat mampir di VIP room. Di terminal kedatangan ini, Gatot sempat berdialog dengan petugas penjual tiket di sejumlah loket maskapai penerbangan, pada dialog tersebut petugas loket menuturkan penumpang masih terkendali dan terlayani dengan baik.
Selanjutnya, Plt Gubsu bersama rombongan melanjutkan tinjauan ke ruang tunggu keberangkatan domestik. Dalam kesempatan tersebut, Plt Gubsu juga menyempatkan diri berdialog dengan para penumpang yang akan berangkat dan mempertanyakan terkait pelayanan yang mereka rasakan di bandara tersebut. Hal yang sama juga dilakukan Plt Gubsu saat menyambangi terminal keberangkatan luar negeri.

“Sejauh ini para penumpang mengaku masih merasa nyaman, ini tentu patut diapresiasi, mengingat Bandara Polonia Medan pada saat ini telah over capacity, apalagi diperkirakan akan terjadi lonjakan penumpang pada akhir tahun ini, sehubungan momen Lebaran, Natal, Tahun Baru, Cheng Beng dan Imlek. Bahkan, diperkirakan bisa mencapai 7 juta penumpang dari kapasitas hanya 900.000 penumpang,” sebutnya.

Setelah meninjau kesiapan arus mudik di Bandara Polonia Medan, Plt Gubsu dan rombongan melanjutkan tinjauan ke Stasiun Kereta Api Medan. Pada kesempatan ini, Plt Gubsu juga menyempatkan diri berdialog dengan para penumpang dan mendapatkan informasi dari penumpang tersebut, jika mereka masih merasa nyaman. Dalam tinjauan di Stasiun Kereta Api, Plt Gubsu juga menyempatkan diri memberangkatkan Kereta Api Sri Bilah tujuan Rantau Parapat.
Sementara itu di Terminal Terpadu Amplas, Plt Gubsu mengecek kesiapan sejumlah bus yang sedang terparkir di terminal tersebut. Selanjutnya, mengecek posko-posko pemeriksaan kesehatan yang disiapkan untuk memeriksa kesehatan setiap penumpang bus yang akan mudik.

“Harapan kami dan kita semua tentunya kenyamanan penumpang ini bisa terjaga tidak hanya pada saat mudik maupun arus balik, tetapi setiap saat. Sehingga kenyamanan transportasi bisa terwujudu di Sumut,” ujar Gatot, usai tinjauan tersebut.

Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro beserta rombongan melakukan sidak ke sejumlah Pos Pam di jajaran Polres Karo. Di Pos Pam Tugu Perjuangan Berastagi, Kapoldasu melakukan pemeriksaan kelengkapan pos dan personel, Sabtu (27/8) siang.

Usai melakukan pemeriksaan,  Jenderal bintang dua itu memberikan arahan dan bimbingan kepada petugas gabungan di pos pengamanan dan selanjutnya melakukan Salat Zuhur di Mesjid Istihrar Berastagi.
Dalam arahannya singkatnya , Wisjnu memerintahkan seluruh personel yang bertugas dalam Pam Ops Ketupat 2011, agar dapat menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat secara optimal, sehingga dapat memberi rasa aman dan nyaman.

Curi Sepeda Motor Untuk Lebaran

Sementara Tengku Ahmad Arifin  (44),warga Jalan Kepodang II Perumnas Mandala Medan, ditangkap polisi karena mencuri sepeda motor di rumah Ridamsyah (30), di Jalan Bantan Medan Tembung, Jumat (26/8) sekitar pukul 22.00 WIB.

Menurut keterangan saat tersangka melintas di depan rumah korban, dia melihat sepeda motor Yamaha Mio BK 6805 OJ terparkir dengan kunci masih lengket di sepeda motor.

Niat tersangka pun muncul untuk membawa lari sepeda motor korban. Tersangka pun melarikan sepeda motor korban. Naas tak sampai 10 meter dari rumah korban, tersangka menabrak dua pengendara. Meski tak terluka parah warga sekitar berkeluaran termasuk korban. Dia kaget melihat sepeda motornya ternyata sudah di tangan orang lain. Tanpa ragu lagi korban meneriaki tersangka maling, akibatnya tersangka hampir menjadi bulan-bulanan warga sekitar. Beruntung polisi yang melakukan patroli langsung mengamankan tersangka untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dari tangan tersangka polisi mengamankan barang bukti berupa sepeda motor Yamaha Mio warna Silver, tiga lembar STNK dengan nama yang berbeda, satu kunci pas, dan dua kunci T.

Tersangka  mengaku terpaksa mencuri sepeda motor untuk memenuhi kebutuhan lebaran. “Saya mencuri untuk memenuhi kebutuhan lebaran, ya mau gimana lagi saya pengangguran kebetulan pas saya melintas kunci sepeda motornya masih lengket,” katanya. Sebelumnya ia mengaku juga pernah masuk penjara pada tahun 2002 dalam kasus pencurian.

Kanit Reskrim Polsekta Percut Seituan AKP Faidir Chan membenarkan penangkapan ini. Faidir mengatakan tersangka merupakan residivis tahun 2002. (mag-7/wan/saz/rud/jon/uma)

Berpotensi Berbeda dengan Muhammadiyah

Besok, Pemerintah Tetapkan 1 Syawal

JAKARTA- Lebaran tahun ini berpotensi berbeda. Ormas Muhammadiyah sudah menetapkan 1 Syawal 1432 H jatuh pada 30 Agustus 2011. Perhitungan ini merujuk pada konsep wujudul hilal atau hisab. Sementara Nahdlatul Ulama yang kerap sejalan dengan kebijakan pemerintah, berpotensi berlebaran pada 31 Agustus 2011.

Lapan memprediksi mekanisme Imkanul Rukyah (visibilitas hilal) yang bakal dilakukan dengan sidang isbat Senin besok (29/8) tidak akan melihat hilal. Hasilnya, Ramadan digenapkan menjadi 30 hari.

Perhitungan dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) melansir jika bakal muncul dua versi perayaan 1 Syawal 1432 H. Lapan memprediksi mekanisme Imkanul Rukyah (visibilitas hilal) yang bakal dilakukan dengan sidang isbat Senin depan (29/8) tidak akan melihat hilal. Hasilnya, Ramadan digenapkan menjadi 30 hari.

Peniliti senior Lapan Thomas Djamaluddin di Jakarta kemarin (26/8) menuturkan, pihaknya memprediksi jika tinggi hilal pada 29 Agustus kurang dari 2 derajat. “Bahkan di beberapa kawasan di Indonesia, tinggi hilal lebih rendah lagi,” ujar dia. Dengan kondisi ini, mustahil hilal bisa terlihat saat sidang isbat nanti.
Jika dalam sidang isbat yang dipimpin Menag SDA nanti ada laporan tim pemantau yang melihat hilal, Thomas berani mempertanyakan hasil pengamatan tersebut. “Hasil itu sudah pasti salah,” kata dia. Thomas menjelaskan, dari pengalamannya, tinggi hilal yang bisa terlihat rata-rata 4 derajat ke atas.

Selain melansir potensi perbedaan penetapan 1 Syawal 1432 H, Thomas juga mengatakan jika 1 Ramadan 1433 H, 1434 H, dan 1435 H bakal berbeda. Ormas yang menggunakan perhitungan hisab, bakal menjalankan ibadah puasa lebih dulu. Sedangkan ormas yang memakai imkanul rukyah, berpuasa menyusul satu hari kemudian. Perbedaan juga bakal terjadi pada penetapan Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijah 1435.

Thomas sendiri mengaku perbedaan dalam penetapan tanggal perhitungan Islam ini harus diselesaikan secepatnya. Dia mengatakan, pemerintah harus bisa mengambil jalan tengah untuk menghitung penetapan awal bulan di kalender Islam yang berpatokan pada bulan.

Dia mengusulkan, opsi paten untuk menetapkan awal bulan kalender Islam. Yaitu, apabalika ketinggian bulan sudah 4 derajat lebih tinggi dari matahari. Kriteria berikutnya adalah, jika jarak bulan dan matahari 6,4 derajat. “Perbedaan penetapan hari-hari besar Islam sering terjadi. Kondisi ini bisa berpotensi menimbulkan keresahan umat,” pungkasnya.

Di bagian lain, Kasubdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyah Kemenag Muhyiddin membenarkan jika sidang isbat digelar Senin 29 Agustus depan. Dia juga tidak menampik bakal terjadi perbedaan dalam penetapan 1 Syawal 1432 H. “Pemerintah memang memimpin sidang isbat. Tapi tidak bisa memaksakan hasil sidah itu ke seluruh masyarakat,” jelasnya. Untuk itu, dia berpesan jika masyarakat bisa menerima perbedaan penetapan ini dengan arif. (wan/fal/jpnn)

Lebaran di Pentas Lumba-lumba

MEDAN- Kemana Anda menghabiskan liburan Lebaran 1432 Hijriah? Atraksi pentas lumba-lumba dan aneka satwa Gelanggang Samudra Ancol-Jakarta di Lapangan Benteng Medan bisa jadi alternatif pilihan. Selama 37 hari mulai 27 Agustus 2011, masyarakat sudah dapat menyaksikan kepiawaian satwa cerdik dan pintar.

Selain lumba-lumba (Tursiop Aduncas), ada juga burung Makao (Arahlopterus) dan Linsang (Amblonyx cinerea) yang akan memberi hiburan istimewa di hari Lebaran.

Presiden PT Seabreez Indonesia H Falaah K Djafar SH MH mengatakan, tim medis drh Yus Anggoro Saputra beserta kru pengelola pentas lumba-lumba dan aneka satwa Gelanggang Samudra Ancol-Jakarta menjamu 450 anak yatim dan kurang mampu di lokasi pertunjukan.

Acara yang dikemas dalam kegiatan buka puasa bersama ini juga menyuguhkan atraksi satwa cerdik dan pintar tersebut. Tak cuma itu, Ustadz Zulkarnain memberikan tausyiah kepada ratusan anak-anak yang berasal dari Yayasan Al-Washliyah, Yayasan Al-Jamiatus Solihin dan Yayasan Al-Jamiatu Khoir dan undangan.

‘’Sebelum di Medan selama 37 hari, kita sudah tampil di Makassar, Batam dan daerah lainnya. Kita akan memberikan hiburan yang terbaik buat masyarakat Medan dan sekitarnya selama lebih sebulan,’’ katanya.
Ia menambahkan sebelum dibuka untuk umum dilaksanakan kegiatan buka puasa bersama dengan anak yatim dan kurang mampu. ‘’Kita ingin anak yatim dan kurang mampu di Medan juga mendapatkan kesempatan menikmati liburan menyaksikan atraksi satwa dari Ancol,’’ terangnya.

Falaah mengatakan, selama 45 menit tiap satu pertunjukan akan menyajikan sensasi. ‘’Untuk hari Minggu dan libur, harga tiket Rp.40 ribu per orang. Dari dua kali tampil di Medan, animo masyarakat Medan cukup besar untuk melihat atraksi satwa Ancol. Mudah-mudahan tahun ini akan dapat lebih meriah. Terima kasih atas dukungan Pemko Medan, Kodim 0201 BS dan pihak terkait lain sehingga pertunjukan lumba-lumba dan satwa lain dapat kembali hadir di Medan,’’ jelasnya. (tom)

Jadi Politikus Diajak Teman Kampus

Sahur Bersama Ketua PPP Kota Medan, Aja Syahri SAg

Memasuki akhir Ramadan Tim Sahur Sumut Pos sahur bersama di rumah Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Medan di Jalan Lukah Kompleks Astra Blok V No 88 Medan.

Tomi Sanjaya Lubis, Medan

Pukul 03.10 WIB Tim Sahur Sumut Pos tiba di rumah Aja Syahri SAg. Tim Sahur Sumut Pos langsung disambut oleh Aja Syahri yang saat itu mengenakan training warna hijau dan kaos oblong warna abu-abu.

“ Sudah lama menunggu tadi di luar Adinda. Tadi tidak kesasarkan cari alamat rumhnya,”bilang Aja Syahri sambil mempersilakan Tim Sahur Sumut Pos masuk dan duduk di sofa.

Di dalam rumah bercat hijau muda tersebut, Aja Syahri langsung menceritakan pengalaman masa lalunya sebelum terjun ke partai politik. Tahun 1999 sampai tahun 2003 dirinya hanya seorang pekerja marketing di PT KataPerkasa J/N.

“Selama bekerja 4 tahun lamanya di perusahaan tersebut, saya merasakan pahit getirnya kehidupan,”  terang suami Syafrida SAg tersebut.

Setelah berhenti dirinya  diajak bergabung di PPP tahun 2003. Dimana saat itu dirinya diajak sahabatnya Fadly Nurzal (Ketua DPW PPP Sumut) dan Hazrul Azwar (DPP PPP).

“Kebetulan teman saya itu merupakan teman aktivitis saat di Kampus IAIN-SU,” kata Aja.

Menurut Aja Syahri saat bergabung di PPP tahun 2003 dia diberikan mandat untuk menjabat Wakil Ketua I Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Kota Medan.  Tahun 2005 dipercayakan menjabat Ketua GPK Kota Medan.

“Nah, saat menjabat Wakil Ketua I GPK Medan, saya juga menjabat Pengurus Biro Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Sumut,” bilang ayah dari Aja Muhammad Alvie Syahri, Aja Muhammad Fariz Syahri, dan Aja Muhammad Diffa Syahri itu.

Tahun 2005 Aja bergabung di pengurusan DPC PPP Kota Medan sebagai wakil sekretaris. “ Saat bergabung di DPC PPP Kota Medan saya terus berkiprah,” bilang Aja.

Setelah DPC PPP Kota Medan melakukan musyawarah wilayah akhirnya dia dipercayakan untuk menjadi Ketua DPC Kota Medan. “Rasanya saat dipercayakan untuk menjadi Ketua DPC PPP Kota Medan saya merasa terharu. Soalnya, PPP yang dipercayakan Partai Islam dan partai pemenang saat pemilu 2014 harus saya kembangkan di tengah-tengah masyarakat Kota Medan,” kata Aja.

Menurutnya, untuk memperkenalkan dan mengembangkan PPP di tengah-tengah masyarkat ada banyak program yang telah disepakati oleh pengurus.  Salah satunya, programnya yang telah dijalankan  dalam bulan Ramadan tahun ini, DPC PPP Kota Medan melakukan safari Ramadan ke berbagai masjid yang ada di Kota Medan seperti ke Medan Marelan, Medan Deli, Medan Perjuangan, Medan Area, Medan Denai, dan Medan Amplas.

“Dalam safari Ramadan tersebut DPC PPP Kota Medan memberikan bingkisan sembako dan kain sarung kepada badan kenaziran masjid (BKM). Selain itu juga kita memberikan santunan kepada anak yatim di sekitar masjid,” bilang Aja.
Asyik bercerita, istri Aja, Syafrida SAg mengajak Tim Sahur Sumut Pos untuk makan sahur yang telah dihidangkan di meja makan. Menu dinihari itu ada ikan gembung gulai asam, dendeng, telur puyuh sambal, ayam, kerupuk dan air putih serta teh manis hangat. “ Menu makan Sahur yang dihidang ini saya yang masak. Bang Aja sukanyamakan ikan gembung gulai asam,” bilang Syafrida sambil mempersilakan Tim Sahur Sumut Pos untuk mencicipi menu makan yang telah dihidangkan.

Setelah menikmati menu makan sahur, Tim Sahur Sumut Pos kembali ke ruang tamu. Saat di ruang tamu, Aja berharap usai Ramadan umat muslim serta kader PPP tetap menggap bulan-bulan yang lain sebagai bulan Ramadan. Kepada kadar PPP khususnya untuk terus melakukan silaturahim dan meningkatkan iman supaya PPP tetap di hati umat. Begitu azan subuh berkumandang, tim Sahur Sumut Pos pun pamit kepada mantan aktivis itu. (*)

Isi Waktu dengan Melukis

Dara Zhafira  Aini

Berbagai cara bisa dilakukan saat ngabuburit di Bulan Ramadan. Bagi Dara Zhafira Aini ngabuburit bertujuan agar ibadah puasa yang sedang dijalani tidak merasakan lapar dan haus.

Nah, bagi cewek mungil yang suka nyanyi itu ngabuburit biasanya dia menyalurkan hobinya melukis.
“Kalau puasa, terasa banget lapar dan hausnya, jadi untuk mengantisipasinya aku melukis saja. Walau hasilnya tidak seberapa,” ujar Dara, panggilan akrabnya. Karena hobinya melukis, wanita kelahiran Medan 11 Oktober 1999 itu bercita-cita menjadi pelukis. “Aku kepinginnya jadi pelukis dan penyanyi,” tambah cewek yang suka melukis pemandangan alam itu.

Selain melukis, salah satu hobi yang disukai oleh juara I lomba menggambar tingkat Provinsi Sumatera Utara ini adalah menyanyi. Dengan suara khasnya, Dara sering diundang untuk mengisi acara di pemerintahan tingkat I atau tingkat II. “Aku sering diundang untuk dinyanyi di acara yang formal, jadi lebih sering untuk pemerintahan dan acara wisuda,” tambahnya.

Berbicara tentang hobinya, kegiatan ini sering dilakukannya saat dirinya menjalankan ibadah puasa, agar dirinya tetap tahan menjalankan ibdah puasa. “Kalau di luar rumah, banyak godaan. Mending melukis atau belajar nyanyi di rumah, kan puasanya terjaga,” ungkap gadis yang tinggal di Jalan Gatot Subroto Medan itu. (mag-9)

Persembahkan Bait Allah untuk Kemuliaan Tuhan

GPSI Bajak 5 Deli Serdang Diresmikan

Keluarga besar Pdt Pardamean Simanjuntak menunaikan rasa cinta kepada sesama dan kepada Tuhan dengan mempersembahkan gereja sebagai tempat beribadah umat Tuhan. Persembahan tersebut disampaikan keluarga Pdt Pardamean didampingi isteri tercinta, Onike Priska Nainggolan bersama putra-putrinya untuk kemulian nama Tuhan.
Dalam peresmian gereja berukuran 8 x 15 yang diberi nama Gereja Pentakosta Sion Indonesia (GPSI) di Jalan Bajak 5, Deli Serdang, belum lama ini digelarlah kebaktian peresmian, pentasbisah hamba Tuhan Pdp Joel Fransiscus Simanjuntak DTh (22) dan kebaktian kebangunan rohani (KKR) dengan sukacita.

Acara diawali pemotongan pita oleh Ketua BPP GPSI, Pdt Robinson Nainggolan SE MSc dari Jakarta. Kebaktian diwarnai pujian dan penyembahan. Renungan Firman Tuhan disampaikan Pdt Robinson. Koor kaum wanita GPSI Bajak 5 yang dipimpin Onike Nainggolan.

Kata sambutan masing-masing disampaikan Sekretaris BPP GPSI, Pdt Pardamean Simanjuntak, mewakili Gembala GPSI Sicanang Pdt T Hutabarat, mewakili gereja sahabat GPDI Ebenezer Bajak 5, Pdt T Simanjuntak.

Sebelumnya Pdp Joel Fransiscus Simanjuntak ditahbiskan menjadi gembala sidang GPSI Bajak 5, Deli serdang dan Pdp Condrat Nainggolan yang melayani di GPSI Terjun, Marelan, Deli Serdang. Pentasbisan dipimpin Ketua BPP GPSI didampingi oleh Badan Penasehat Rohani GPSI, Pdt M Pardede dan Sekretaris Penasehat Rohani GPSI, Pdt T Hutabarat.
Acara ini dihadiri oleh ratusan jemaat didampingi sepuluh Gembala GPSI Wilayah Medan dan sekitarnya. Hadir Pdt M Pardede dari GPSI Jalan Bromo Medan, Pdt P Siburian dari GPSI Menteng 7, Pdt Ripka Siburian dari GPSI Lembayung, Pdt MS Pasaribu dari GPSI Mandala, Pdt Bambang Irawan dari GPSI Belawan, Pdt Nainggolan dari GPSI Terjun, Marelan, Pdt Hutagalung dari GPSI Martubung, Pdt T Hutabarat dari GPSI Sicanang dan Pdt Sianturi dari GPSI Griya Martubung.

Tuhan punya rencana indah bagi semua umat ciptaannya. Seperti juga Onike Priska Nainggolan. Tuhan memberkati hidup mereka sekeluarga. Onike mengikuti teladan orangtuanya almarhum Pdt D Nainggolan dan T boru Sinaga, pendiri dan mantan Gembala GPSI Jalan Bromo Medan.
Dalam pelayanan keluarga besarnya, Onike yang merupakan anak kelima dari 10 bersaudara ini diberkati Tuhan. Mereka terlahir dengan kasih dan kemurahan Tuhan sehingga kesepuluh saudaranya sukses di berbagai bidang kehidupan.

Ketua departeman perempuan GPSI dan anggota departemen perempuan PGPI Sumut-NAD ini awalnya tinggal menyendiri di Medan, sedangkan saudaranya merantau keluar kota Medan.

Awalnya, ia tidak setuju tinggal menyendiri di rumah orangtuanya di Jalan Sisingamangaraja/Pulau Harapan No 12 Medan. Rupanya Tuhan punya rencana yang lebih indah. Tuhan buka jalan dan putri dari Hamba Tuhan ini dipertemukan dalam ikatan perkawinan dengan Pdt Pardamean Simanjuntak dan memperoleh pekerjaan di dinas perpajakan Medan. Kebahagiaan mewarnai kehidupan rumah tangganya dan dikarunia putra-putri Deni Liolistin boru Simanjuntak AMd Kep yang telah menikah dengan Sugiarto SE di Bengkulu, Wesly Andri Simanjuntak SE MSi, Maria Perba Simanjuntak SH dan bungsu Pdp Joel Simanjuntak DTh.

Pasangan berbahagia ini tetap berkomitmen dalam melayani Tuhan. Darah pelayanan mewarnai sukacita kehidupannya. Tuhan memanggil Pdp Joel Simanjuntak dalam rahim Onike Nainggolan. Sekitar 1988 ia positif hamil mengandung putranya Joel Simanjuntak. Tapi kala itu Onike berkeinginan menggugurkan Joel lantaran berkeinginan mengikuti pendidikan di dinas perpajakan untuk jenjang kariernya.

“Tapi suami saya marah dan membatalkan keinginan untuk menggugurkan Joel. Rupanya Tuhan mempersiapkan masa depan pelayanan GPSI Bajak 5 dalam diri Joel. Sejak usia 3 tahun jiwa pelayanan Joel sudah mulai kelihatan dalam bermain musik di gereja. “Ketika berusia 9 tahun, Joel selalu ikut saya melayani dalam gereja dan luar pelayanan gereja. Lalu Tuhan juga menunjukkan keistimewaan dalam diri putra bungsu saya. Sejak berada di bangku SD sampai Perguruan Tinggi, Pdp Joel Simanjuntak tidak pernah bayar uang sekolah,” ukar Onike.

Andainya ia nekat menggugurkan Joel kala itu, ia dan jemaat lain pasti kehilangan satu Hamba Tuhan. “Rupanya Tuhan punya rencana yang indah untuk memakai Pdp Joel Simanjuntak menjadi Hambanya di GPSI Bajak 5,” urai Onike Nainggolan.

Untuk memantapkan pelayanannya, Joel melanjutkan pendidikannya di STT Paulus, Perumnas Simalingkar, Medan. Betapa terharunya mamanya, ketika mendengar kali ini pun mukjizat terjadi bahwa untuk menyelesaikan pendidikan di STT Paulus, ia kembali tidak bayar uang kuliah. “Tuhan memang sungguh baik dan saya akan sungguh-sunguh melayani Dia untuk membesarkan GPSI Bajak 5 melalui motivasi pelayanan dengan membentuk pos pengabaran injil di lingkungan jemaat,” ujar Pdp Joel Simanjuntak optimis didamping ibunda, Onike Nainggolan dan kakaknya Maria Perba Simanjuntak, SH di Medan. (rahel sukatendel)