Home Blog Page 14962

Pertemuan Bali Abaikan Konflik Thailand-Kamboja

PHNOM PENH – Perdana Menteri Kamboja Hun Sen menyatakan, Kamboja tak akan mengangkat isu konflik perbatasannya dengan Thailand dalam pertemuan ASEAN Summit di Bali, Indonesia pada November mendatang.

“Saya rasa topik sengketa perbatasan Kamboja dan Thailand tak lagi dibahas dalam pertemuan ASEAN, konflik itu tidak akan menjadi beban bagi ASEAN,” ujar Hun Sen, seperti diberitakan Bernama, Kamis (11/8).

Pertemuan ASEAN Summit di Jakarta Mei lalu, Hun Sen mengecam Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva yang diduga memicu konflik perbatasan itu.

“Mulai saat ini, isu Thailand dan Kamboja dalam hal perbatasan tidak lagi dirundingkan dalam pertemuan ASEAN karena Mahkamah Internasional (ICJ) 18 Juli sudah menegaskan, Thailand dan Kamboja harus menarik pasukannya di zona demiliterisasi yang terletak 17 kilometer di sekitar kuil Preah Vihear,” tambahnya.

Kabinet Yingluck sebelumnya menyarankan sang Perdana Menteri wanita itu agar melanjutkan dialog perbatasannya dengan Kamboja. (bbs/jpnn)

Korut: Bukan Suara Ledakan

SEOUL – Korea Utara (Korut) membantah serangan yang dilakukan militernya ke Korea Selatan (Korsel). Suara yang terdengar itu sebenarnya hanya suara konstruksi bangunan. Bukan seperti yang disebutkan Korsel ada tiga tembakan mengarah ke perbatasan Korsel.

“Ledakan itu hal biasa yang terjadi di Provinsi Hwanghae. Karena wilayah itu tengah mengadakan proyek pembangunan sebuah bangunan raksasa meningkatkan standar hidup rakyatnya,” demikian dilaporkan media massa Korut dikutip Reuters, Kamis (11/8).

Namun, pejabat militer Korsel menyatakan, Korut tengah melakukan latihan di pantai yang terletak di wilayah perbatasaan dan beberapa peluru Korut mendarat di wilayah perairan di perbatasan.

Pada November 2009, Korut menyerang Pulau Yeonpeong dan menewaskan empat warga sipil Korsel. Hal itu memicu ketegangan antara kedua negara di Semenanjung Korea itu.

Sementara itu, satuan tugas dari Korut diperintahkan mem bunuh Menteri Pertahanan Korsel. Hal itu karena Korsel melakukan serangan balasan ke Korut. Kini, pengawalan terhadap Menhan Korsel Kim Kwan Jim terus ditingkatkan setelah munculnya ancaman pembunuhan itu.

Korut sebelumnya mengirim agen untuk melakukan pembunuhan itu. (bbs/jpnn)

RE Siahaan Tantang Dikonfrontir dengan Asisten

JAKARTA- Berkas penyidikan mantan Wali Kota Pematang Siantar, RE Siahaan, belum juga dinaikkan ke tahap penuntutan. Kuasa hukum RE Siahaan, Junimart Girsang, menilai, ada sesuatu yang belum klir dalam masa penyidikan perkara dugaan korupsi pengelolaan bantuan sosial APBD 2007 itu.

Junimart menyebut, masalah kwitansi pengeluaran uang sebesar Rp1,5 miliar yang oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijadikan barang bukti, dibantah mentah-mentah oleh RE Siahaan.
Mantan calon gubernur Sumut itu malah menantang agar dirinya dikonfrontir dengan asisten I, asisten II, dan asisten III Setko Pematang Siantar yang menjabat saat RE Siahaan masih menjadi wali kota.

“Pak RE Siahaan tidak tahu soal kwitansi uang Rp1,5 miliar itu. Kita sudah minta agar asisten I, asisten II, dan asisten III dimintai keterangan. Kalau perlu, konfrontir langsung dengan keterangan Pak RE Siahaan,” ujar Junimart Girsang kepada koran ini di Jakarta, Kamis (11/8).

Dijelaskan saudara kandung Juniver Girsang itu, pihaknya sudah menyampaikan ke penyidik, baik secara lisan maupun tertulis, agar para asisten itu dimintai keterangan terkait dana Rp1,5 miliar itu. “Tapi sampai sekarang belum ada tanggapan dari penyidik KPK,” ujarnya. Bagaimana jika penyidik menolak permintaan itu? Junimart mengatakan, jika ketiga asisten itu tak dimintai keterangan, berarti berita acara pemeriksaan (BAP) lemah. “Ya silakan kalau KPK berani menaikkan perkara ini ke penuntutan. Masih sangat lemah,” ujarnya.

Sebelumnya, usai menjalani pemeriksaan di KPK pada 1 Juli 2011, anggota kuasa hukum RE SIihaan, Hor Agusmen Girsang, mengatakan bahwa kliennya itu membantah telah mengetahui isi sebuah dokumen yang diperlihatkan penyidik kepadanya. “Klien saya kemudian menolak pemeriksaan dilanjutkan jika penyidik masih menanyakan soal dokumen itu. Kalau isi dokumennya saya belum tahu pasti. Yang jelas dokumen itu menurut klien saya, tidak pernah ditandatanganinya,” kata Hor.

Mantan orang nomor satu di Pemko Pematang Siantar itu ditahan KPK pada 8 Juni 2011, setelah berstatus sebagai sebagai tersangka sejak 6 Pebruari 2011. Ketua DPC Partai Demokrat Pematangsiantar itu ditahan di Lapas Cipinang, Jakarta Timur. RE Siahaan disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 dan atau pasal 5 dan atau pasal 9 dan atau pasal 11 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 Tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas UU Nomor 31 tahun 199 tentang Tindak Pidana Korupsi.(sam)

Wanita Penjual Sabu Palsu Tewas Dipalu

MEDAN-Warga di kawasan Sungai Tembung digegerkan dengan temuan wayat seorang wanita, Kamis (11/8). Wanita yang belakangan diketahui bernama Lisa (26) itu ditemukan warga sekitar pukul 08.00 WIB.

Saat ditemukan warga, korban yang diketahui merupakan warga Jalan Bromo Gang Ikhlas ini ditemukan tewas dengan memar dan luka pada sekujur tubuhnya. Tak berselang lama, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Medan melalui  Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jahtanras) berhasil mengamankan dua orang pelakunya.

Korban merupakan kurir sabu-sabu. Pembunuhan ini diduga akibat korban menjual sabu-sabu palsu kepada kedua tersangka. Akibatnya kedua tersangka marah dan menghabisi korban.

Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan AKP Faidir Chan mengatakan, kedua tersangka adalah Dedi (27) warga Jalan Menteng VII Gang Jamik, Kecamatan Medan Area dan Fahri (20) warga Siantar.  “Pembuhunan itu dilakukan dua tersangka pada Rabu malam (10/8) sekira pukul 23.00 WIB,” ujarnya

Kanit Reskrim Polsekta Medan Area AKP Jonser Banjarnahor menuturkan, kedua tersangka diamankan di kawasan Jalan Menteng VII Kecamatan Medan Area. “Tersangka yang pertama diamankan yaitu Dedi di kawasan Jalan Menteng VII. Setelah dilakukan pengembangan, maka seorang tersangka lagi yaitu Fahri berhasil diamankan tanpa ada perlawanan” ujarnya.

Kepada petugas tersangka mengatakan melakukan pembunuhan karena geram pada saat membeli sabu-sabu satu paket kecil ternyata palsu. “Mereka geram, ternyata sabu yang mereka beli ternyata palsu,” jelas Jonser.

Ceritanya, karena geram ditipu oleh korban maka kedua tersangka mendatangi korban di rumahnya. Setelah jumpa, tanpa basa basi kedua tersangka melampiaskan kemarahannya dengan memukuli korban dengan palu dan menikam korban berkali-kali hingga tewas seketika. Untuk menghilangkan jejak, kedua tersangka membuang mayat korban ke Sungai Tembung.

Selain mengamankan kedua tersangka, Polisi juga menyita barang bukti satu buah palu, sebilah pisau, satu potong celana panjang milik tersangka, sepeda motor, dompet, dan sandal milik korban. Kanit Jahtanras Polresta Medan AKP Yudi Frianto saat dikonfirmasi melalui telepon selularnya mengatakan saat ini kedua tersangka masih menjalani pemeriksaan untuk pengembangan kasus.

Humor Ala Anas

 Anas Urbaningrum

Di balik penampilannya yang dingin dan terkesan serius, Anas Urbaningrum memiliki sisi-sisi humor tinggi. Kepada wartawan yang tengah memburunya untuk meminta statemen terkait tudingan-tudingan M Nazaruddin, Anas menyapa dengan penuh kelakar.

“Sudah makan siang,” sapa Anas kepada puluhan wartawan yang telah menunggunya sedari tadi di ruang konfrensi pers, Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (11/8). Wartawan yang mendengar candaan Anas kontan tertawa. Suasana politik dan hukum yang tengah panas saat ini seolah menjadi sejuk. Anas ke BEI untuk turut memantau pergerakan saham. Dia didampingi Edhie ‘Ibas’ Baskoro Yudhoyono, Sutan Bhatoegana dan Ihsan Mojo.

Pada kesempatan itu Anas sempat menyindir Sutan yang duduk disebelah kanannya. “Pak sutan memang lihat saham tapi tidak beli saham. Ada memang SSS tapi bukan Sutan melainkan Syariah,” kelakar Anas yang disambut tawa.(net/jpnn)

Polisi Bongkar 180 Kg Ganja

BOGOR- Jelang Lebaran, ratusan kilo gram daun ganja kering asal Aceh yang memilki kwalitas istimewa siap edar berhasil disita Jajaran Polres Bogor Kota dan dan Polres Bogor. Penggerbekan ratusan kilo daun haram tersebut yang pertama berhasil dingkap oleh jajaran Satuan Narkoba Polres Bogor Kota yang berhasil menyita sebanyak 180 kilogram ganja asal Aceh, senilai Rp 700 juta dari seorang bandar bernama Iin Solihin (33).

Sementara itu jajran satuan Narkoba Polres Bogor berhasil menyita sebanyak 201 kilogram ganja di sebuah kontrakan di Kampung/Desa Cipambuan RT 2/3 kecamatan Babakanmadang Kabupaten Bogor yang diketahui meruapakn lokasi bendah kampung yang diresmikan oleh Presiden SBY . Bahkan polisi juga berhasil mengamankan empat pelaku yakni Rendi (26), Regina (23) Malik (31) dan Jenal (28).

Kapolres Bogor Kota AKBP Hilman dalam keterangan persnya mengatakan, terbongkarnya sindikat ganja dengan jumlah cukup besar itu bermula dari penyelidikan yang dilakukan petugas Satuan Narkoba Polres Bogor Kota. “Selama satu minggu kita lakukan penyelidikan, sampai akhirnya kita berhasil membongkar sindikat ganja ini,” ujar Hilman kepada wartawan, Kamis (11/8) petang. Dalam mengungkap kasus ganja ini, petugas melakukan berbagai upaya, salah satunya under cover buy.(sdk/jpnn)

Jaksa Fadil dan Kompol Arafat Sudutkan Cirus

JAKARTA- Cirus Sinaga, terdakwa kasus pemalsuan surat rencana tuntutan Gayus Halomoan Tambunan semakin tersudut. Pasalnya, dalam persidangan lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) kemarin (11/8), saksi-saksi yang dihadirkan mengungkapkan bahwa Cirus adalah otak dihilangkannya pasal korupsi dan ditambahkannya pasal penggelapan untuk Gayus.

Beberapa saksi yang dihadirkan dalam persidangan kemarin diantaranya adalah penyidik Bareskrim Kompol Arafat dan jaksa peneiliti Fadil Regan. Fadil, di depan majelis hakim menceritakan bagaimana peran Cirus dalam menangani perkara tersebut. “Pak Cirus tak mau berkoordinasi dengan bagian pidana khusus,” kata Fadil.

Jadi kata Fadil, perkara tersebut ditangani bagian pidana umum (Pidum). Padahal, lanjutnya dalam surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) dan berkas perkara yang dikirimkan penydik Bareskrim, tertuang jelas bahwa Gayus melakukan tindak pidana korupsi dan pencucian uang.

Menurutnya, Cirus yang saat itu berperan menjadi jaksa peneliti malah mengacuhkan dugaan korupsi dan pencucian uang. “Ah, biarin saja,” ujar Fadil menirukan Cirus kala itu. Fadil pun berkilah bahwa dirinya tidak bereaksi dengan perintah Cirus yang saat itu bertindak sebagai koordinator jaksa peneliti.

Sementara itu, Kompol Arafat yang juga dihadirkan sebagai saksi menerangkan mengapa para penyidik menyerahkan kasus Gayus ke pidum, bukan pidsus. Alasan dia adalah, selama ini, unit money laundering bareskrim selalu bermitra kerja dengan pidum. Jadi meski ada unsur korupsi, penyidi tetap menyerahkannya ke sana, bukan ke pidsus.
Dalam persidangan yang dipimpin Albertina Ho ini, Arafat lalu menerangkan seputar hilangnya pasal korupsi dalam berkas Gayus. Perwira menengah yang juga terdakwa penyuapan Gayus Tambunan ini pun mengaku heran dengan hilangnya korupsi dalam surat P-21 perkara Gayus. Malahan, kata dia, pasal penggelapan tiba-tiba muncul dalam berkas.

Arafat lalu mencoba menghubungi Fadil terkait hilangnya pasal tersebut. Fadil lalu meminta Arafat datang ke kantornya. Nah, setelah datang, Fadil lalu meneruskan pertanyaan Arafat itu kepada Cirus selaku koordinator jaksa peneliti.

“Terus apa maunya Arafat,” kata Cirus yang ditirukan Arafat. Dia pun menjelaskan jika dirinya hanya ingin pasal korupsi dikembalikan ke berkas Gayus. Lalu memutuskan untuk memenuhi keinginan Arafat dan kembali memasang pasal korupsi dalam berkas Gayus.

Nah, karena itulah mau tidak mau Fadil harus menuruti perintah atasannya itu dengan membuat P -21 yang baru. Tapi, konsekuensi dari perubahan itu, tim jaksa peneliti harus memalsukan tanda tangan Direktur Pra Penuntutan JAM Pidum Poltak Manulang.(kuh/jpnn)

Umar Patek Ditahan

JAKARTA- Tokoh terorisme Asia Tenggara Umar Patek sudah berada di Indonesia. Tadi malam, pria alumni kamp Sadda Afghanistan angkatan 1990 itu sudah meringkuk di sel blok A Rutan Mako Brimob,Kelapa Dua, Depok. Umar ditahan secara terpisah dengan istrinya Saudah yang berkebangsaan Filipina.

Penahanan Umar Patek di Jakarta ini justru menimbulkan kekhawatiran sejumlah kalangan peneliti dan pemerhati terorisme. Umar yang ahli meracik bom itu bisa membangkitkan jaringan teror di Indonesia yang sudah mati suri.
“Saya heran dengan rencana Polri membawa Umar ke Indonesia. Ini seperti membangkitkan macan tidur,” kata peneliti terorisme Mardigu Wowiek Prasantyo saat dihubungi Jawa Pos (grup Sumut Pos) kemarin (11/08).

Setelah tokoh-tokoh sekelas Noordin dan Dulmatin tewas di tangan aparat Densus 88, jaringan teror kehilangan patron. “Sekarang, ketika dia pulang ke Indonesia, seperti ada pahlawan yang baru datang. Ini justru berbahaya,” kata Mardigu.

Umar Patek dideportasi ke Jakarta bersama istrinya kemarin pagi pukul 6.45 WIB. Umar datang menggunakan pesawat carter yang mendarat di bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur. Darisana, Umar dan istrinya langsung dibawa ke Mako Brimob.

Kadivhumas Polri Irjen Anton Bachrul Alam menjelaskan, pemulangan Patek dilakukan secara rahasia dengan pengamanan tingkat tinggi. “Dia ini teroris kakap, kelas tinggi. Entu, kewaspadaan kita ekstra hati-hati,” katanya.
Dikatakan Anton, Patek telah ditetapkan sebagai tersangka dengan jeratan KUHP.
Patek diduga terlibat kasus bom malam Natal tahun 2000 dan bom Bali I tahun 2002. Patek tak bisa dijerat dengan UU Terorisme 2003 karena UU itu tidak berlaku surut. (rdl/jpnn)

Puting Beliung Rusak Rumah Warga

KARO- Hujan deras disertai angin puting beliung menerpa kawasan kota Kabanjahe, Kamis (11/8) sekitar pukul 13.00 WIB.

Tidak ada kor ban jiwa, namun dalam pe ristiwa  kema rin, dua rumah warga Jalan Samura gang Nuri, milik Pa Teger  Bangun dan Heskia Sinuraya mengalami rusak berat. Sementara  puluhan rumah lainnya rusak ringan.
Selain merusak pemukiman penduduk, hantaman badai tersebut juga menumbangkan sejumlah pepohonan disekitar kediaman masyarakat dan di jalan raya pusat kota.

Bahkan akibat tumbangnya sejumlah pohon yang membentangi badan jalan, arus lalu lintas sempat mengalami kemacetan cukup serius.

Sesuai keterangan Kepala Lingkungan (Kepling) Gung Negri Yakin Sembiring, kepada war tawan pasca ben cana, rumah kedua warganya yang dihantam badai, mengalami rusak berat di bagian atas. Bahkan kedua rumah itu, dapat dikatakan tidak beratap seratus persen, karena diterbangkan angin. Bahkan isi perabotan rumah tangga, dipastikan banyak mengalami kerusakan karena terpaan air hujan.

“Setelah hujan reda, warga  berdatangan memberikan pertolongan dan mengevakuasi barang-barang milik korban ke rumah tetangga. Untuk sementara, warga yang rumahnya mengalami kerusakan serius, tinggal menumpang bersama keluarga terdekat,” ujar Kepling. (wan)

Kabiro Umum: Bukan Masa Saya

Gaji Puluhan Honorer Pemprovsu Tertunggak Empat Bulan

MEDAN- Terkait adanya temuan tunggakan pembayaran puluhan gaji pegawai honorer Bagian Kemotoran di Jajaran Pemprovsu disikapi dingin oleh Kepala Biro Umum Setda Provsu Hj Nurlela. Ia mengatakan, ‘itu dosa yang lalu’.
Menurut puluhan pegawai honorer tersebut, gaji yang tertunggak ini menjadi sangat penting bagi mereka. Mengingat kebutuhan saat Ramadan dan menjelang Idul Fitri yang semakin banyak dan meningkat baik dari segi harga maupun kuantitasnya.

“Kami sangat membutuhkan gaji itu. Apalagi ini sedang bulan puasa dan mejelang hari raya, tentunya kebutuhan sehari-hari serta kebutuhan keluarga perlu dipenuhi,” ujar seorang pegawai honorer Bagian Kemotoran Pemprovsu yang tak mau namanya disebutkan, Kamis (11/8).

Sementara itu, Kabiro Umum Setda Provsu Hj Nurlela menjelaskan, dia tak tau mengenai hal itu. “Saat ini tubuh Pemprovsu sedang diperiksa pihak inspektorat, kita lihat saja nanti hasilnya. Mengenai gaji pegawai honorer yang tertunggak itu, saya tidak tau, menurut saya itu masalah dari kepemimpinan yang lalu, bukan saya,” katanya.
Ia juga menjelaskan, menurut PP Nomor 48 Tahun 2005, pegawai honorer sejak 2005 lalu tak lagi boleh diangkat alias anggaran pembiayaannya tak lagi masuk dalam APBD. “Namun, sebelum PP itu disahkan, jika ada pegawai honorer yang sudah direkrut tetap boleh dipekerjakan. Dan tentang pegawai honorer di sini yang gajinya tertunggak itu tak lagi tersedia anggaran untuk itu. Dan itu memang dosa dari kepemimpinan yang lalu,” ujarnya.

Saat wartawan membandingkan, pembayaran TPP sejumlah PNS yang baru saja dilunasi oleh Pemprovsu, Nurlela menuturkan, untuk TPP tersebut masih ada sisa dana anggaran di Biro Keuangan Setda Provsu sejumlah Rp500 juta.
“Kita memang sudah melunasi TPP PNS dari bulan Januari hingga Juli 2011 lalu. Gaji dan TPP berbeda, kalau gaji dibayarkan terlebih dahulu, kalau TPP dibayarkan setelah bekerja,” katanya.

Dengan pembayaran TPP yang sebenarnya juga termasuk belum menjadi tanggung jawab Kabiro Umum Setda Provsu yang baru (Nurlela, red), karenanya, jumlah anggaran yang terpakai tersebut nantinya akan diajukan kembali di P-PABD.

“Hingga saat ini belum ada sertijab terhadap jabatan yang saat ini sudah saya duduki. SPJ dari pimpinan yang lama belum juga selesai, namun, saya tetap mengerjakan apa yang bisa saya kerjakan dengan maksimal. Dan saya bersyukur TPP ini nantinya bisa digunakan sebaik-baiknya oleh pegawai,” jelas Nurlela.
Dia juga berharap, kejadian-kejadian seperti tunggakkan gaji pegawai honorer, tak lagi terjadi semasa kepemimpinannya. (saz)