Home Blog Page 14966

Polda Sumut Lepas Syarifuddin

Hebat, Nazaruddin Hampiri Washington

MEDAN- Syarifuddin, warga Jalan Garu 1 Gang Jati Kelurahan Sitirejo Kecamatan Medan Amplas, akhirnya dilepas penyidik Polda Sumut. Pemilik paspor yang digunakan M Nazaruddin, mantan bendahara umum Partai Demokrat, untuk keluyuran ke luar negeri tersebut tidak diserahkan ke Mabes Polri.

Hal itu diketahui sekitar pukul 17.25 WIB. Syarifuddin keluar dari gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut dengan tergesa-gesa. Syarifuddin langsung masuk ke mobil Kijang Innova warna silver yang sebelumnya disiapkan di halaman depan gedung itu. Mobil langsung tancap gas dan keluar Kompleks Polda Sumut.

Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro menegaskan, pihaknya melepas Syarifuddin karena yang pemeriksaan bersangkutan belum menunjukkan adanya tindak pidana.

“Sampai hari ini, belum ada kita temukan tindakan pidana dia. Maka, 1 X 24 jam kita pulangkan. Kalau dia minta pengamanan, maka akan kita berikan. Dan kehadiran tim dari Bareskrim Mabes Polri itu juga membutuhkan keterangan yang sama,” ungkap Wisjnu usai acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) tiga Perwira Menengah (Pamen) di Aula Kamtibmas Mapoldasu.

Dijelaskannya lagi, dalam kasus ini Polda Sumut akan berkoordinasi dengan pihak Imigrasi guna mendalami hasil pemeriksaan. “Yang bersangkutan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi. Akan terus diuji alibi-alibinya, maka nanti bisa saja kita panggil lagi,” ujar Kapolda.

Polisi saat ini tengah mendalami kasusnya dan berkoordinasi dengan pihak imigrasi. “Nanti bisa saja kena dengan undang-undang imigrasi, dan itu ada ancaman hukumannya. Selangkah demi selangkah lah,” terangnya lagi.
Terkait pelepasan Syarifuddin ini, kuasa hukumnya, Zulkifli AR mengatakan, status kliennya harus ditetapkan setelah 1 X 24 jam setelah penangkapan. “Diperiksa kan sebagai saksi, dan sudah 1 X 24 jam, jadi harus dipulangkan,” belanya.
Kuasa hokum Syarifuddin lainnya yang dipanggil dengan sebutan Im menyatakan, Syarifuddin didampingi 9 kuasa hukum. Selama diamankan di Polda, Syarifuddin menjalani pemeriksaan di Subdit II/Harta Benda (Harda) dan Tanah Bangunan (Tahbang) lantai dua gedung Ditreskrimum Polda Sumut.

Sebelumnya, seorang wanita berusia sekitar 40 tahun mengaku bernama Emma, datang menjenguk Syarifuddin. Wanita berjilbab dan berpakaian serba cokelat yang mengaku teman dekat Syarifuddin itu dating bersama teman wanitanya.
Saat akan pulang sekitar pukul 12.00 WIB siang, Emma sempat menjawab pertanyaan wartawan koran ini. Menurutnya, Syarifuddin dengan Nazaruddin punya hubungan kekerabatan yang kental. Ibu Syarifuddin dan ibu Nazaruddin saudara sepupu. “Ibu Syarifuddin dengan ibu Nazaruddin itu sepupu. Makanya, kedua orang ini banyak miripnya,” jelasnya.

Ketika dimintai komentarnya mengenai proses pemeriksaabn Syarifuddin, perempuan berjilbab ini enggan berkomentar. Namun, Emma mengatakan, Syarifuddin tetap menjalankan ibadah puasa. “Dia (Syarifuddin, Red) tetap puasa,” tandasnya.

Nazar Hampiri Washington

Rute pelarian tersangka kasus suap wisma Atlet Sea Games Jakabaring Palembang M Nazaruddin ternyata lebih banyak dari yang diduga. Sebab, penelusuran polisi Kolombia yang menangkap Nazaruddin menyebut jika dia masuk negaranya melalui Washington DC Amerika. Tidak tanggung-tanggung, Nazaruddin menyewa pesawat untuk bisa masuk Kolombia.

Pernyataan tersebut ditulis besar-besaran dalam situs Polisi Kolombia oasportal.policia.gov.co. Dalam bahasa Spanyol, mereka menulis Polisi nasional mendapati dia memasuki negara melalui Washington dengan pesawat sewaan.
Direktur Umum Polisi Nasional Kolombia Jendral Ocar Naranjo mengatakan petugas mencurigai Nazaruddin setelah mendarat di bandara. Sebab, tidak ada kemiripan pada paspor yang digunakannya. “A uno de los delincuentes mobuscados en la Republica de Indonesia (salah satu penjahat paling dicari di Indonesia, Red),” ujarnya.

Dia lantas menjelaskan setelah itu pihaknya melakukan penguntitan. Akhirnya Nazaruddin di tangkap Minggu malam lalu di kota Cartagena, distrik Karibia, Kolombia. Nah, versi Polisi Kolombia berbeda denga pernyataan Dubes Michael Menufandu dan Mabes Polri yang menyatakan jika Nazaruddin ditangkap saat duduk-duduk.

Polisi Kolombia menjelaskan jika Nazaruddin ditangkap di area bandara internasional Rafael N” Disebutkan juga jika Nazaruddin berada di bandara karena akan terbang ke ibu kota Kolombia, Bogota. Bahkan mereka menyebut jika saat itu Nazaruddin sedang menunggu kedatangan pesawat. “Dia akan menonton salah satu pertandingan sepak bola U-20,” jelasnya.

Dari kecurigaan itu, pihak kepolisian mencocokkan dengan daftar pencarian orang. Kebetulan, Interpol sudah menginformasikan penerbitan red notice atas nama M Nazaruddin. Itulah yang mendasari penangkapan Nazaruddin oleh kepolisian Kolombia.

Setelah ini, Jendral Oscar Naranjo berjanji untuk tidak memperlambat langkah pemulangan Nazaruddin. Mengutip media Kolombia Primerapagina, Naranjo menjelaskan jika Nazaruddin akan dipulangkan minggu melalui penerbangan komersial dari Bogota ke Jakarta. “Sesampai di Jakarta, akan diserahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian Indonesia,” terangnya.

Kalau memang benar Nazaruddin pernah “mampir” ke Washington DC, aparat harus kembali memeriksa Syarifuddin. Terutama, kapan dia mengajukan visa ke Amerika yang terkenal sulit untuk didapat. Sebab, saat diperiksa oleh kepolisian Medan, dia mengaku jika paspor tersebut hilang.

Nah, bisa jadi benang kusut plesiran Nazaruddin akan terurai jika polisi bisa mengetahui pengajuan visa itu. Kabag Humas Direktorat Jendral Imigrasi Maryoto Sumadi melalui mengatakan jika perjalanan Nazaruddin masih misteri. Bisa dibuktikan kalau paspor yang digunakan diperiksa. “Dari dokumen itu akan jelas kemana saja dia berada,” ucapnya.

Oleh sebab itu, paspor yang digunakan oleh Nazaruddin harus benar-benar diamankan. Jangan sampai barang bukti tersebut hilang karena bisa menghilangkan semua bukti yang ada. Sebab, perjalanan keluar negeri setelah meninggalkan Indonesia tidak akan terdeteksi. “Setelah dari Singapura dia mau ke negara lain tidak terdeteksi,” urainya.

Kedutaan besar AS di Jakarta hingga kemarin belum bersedia menjelaskan secara khusus soal informasi mampirnya Nazar ke Washington DC itu. Atase Pers Kedubes AS Jakarta, Troy Pederson, mengatakan persoalan siapa yang mendapat visa adalah hak privasi seseorang. “Kami tidak bisa mengatakan apa-apa soal siapa yang dapat atau tidak dapat visa, karena aturan-aturan soal hak privasi,” kata Pederson di Jakarta kemarin.

Jika penjelasan polisi Kolombia benar, maka Nazaruddin bisa dibilang luar biasa karena bisa mencurangi sistem keimigrasian Amerika Serikat yang terkenal paling ketat di dunia setelah Israel. Bayangkan, dengan paspor milik sepupunya, Nazar bisa menyewa pesawat dan terbang dari Washington DC, ibukota Amerika Serikat.

Padahal selain harus lolos di  Imigrasi, untuk mendapatkan license terbang sebuah pesawat pribadi atau sewaan di atas Washington sangat ketat setelah peristiwa  pengeboman World Trade Center 9-11-2001.

“Kalau keterangan itu benar, Nazar luar biasa. Dia pasti dibantu sebuah jaringan yang sangat kuat,” kata pakar hukum internasional UI Prof Hikmahanto Juwana kemarin.

Menurut Hikmahanto, tidak bisa sembarang orang menyewa sebuah pesawat dari Amerika Serikat. Selain identitasnya harus valid, tujuannya juga harus jelas. “Apalagi, ini terbang dari Washington ke Bogota. Kita tahu Kolombia adalah negara yang sering bermasalah dengan kartel “kartel narkoba yang sangat rawan,” katanya.

Jadi, kalau ada pilot atau pemilik pesawat di Washington yang sampai rela menerbangkan Nazar ke Bogota tentu harus diimbangi dengan pertimbangan resiko yang sangat matang. “Itu nanti bisa jadi bahan penyelidikan yang terpisah. Yakni, tentang siapa saja atau jaringan apa yang membantu pelarian Nazar,” katanya.

Keterangan Polisi Kolombia kemarin memperjelas kronologi penangkapan pria asal Nagari Bangun Sumatera Utara itu. Setelah sebelumnya informasi berbeda disampaikan oleh Dubes RI Di Kolombia dan Mabes Polri.
Misalnya, Dubes RI untuk Kolombia menjelaskan Nazar ditangkap pukul 02 pagi saat sedang makan sahur di sebuah caf$˜i Cartagena (JP 09/08). Ternyata, menurut polisi Kolombia, ditangkap di pesawat. Keterangan  Dubes juga diamini oleh Kadivhumas Polri Irjen Anton Bachrul Alam. “Dia ditangkap bersama pengawalnya saat sedang duduk-duduk,” kata Anton Senin (08/08) lalu.

Anton juga sempat menyebut Nazar tertangkap bersama sang istri, neneng Sri Wahyuni. Belakangan, Anton mengkoreksi pernyataannya dan menyebut nasib istri Nazar belum diketahui.

Keterangan yang berbeda juga soal posisi Nazaruddin saat menuju Bogota. Polri sebelumnya menyebut Nazar terbang dari Kamboja, melalui Madrid lalu Bogota, tanpa lewat Washington.

Saat dikonfirmasi ulang soal perbedaan-perbedaan ini, Irjen Anton menyebut keterangan yang lebih definitive akan dijelaskan saat tim penjemput pulang. “Kami juga menunggu validitas informasi dari tim yang berangkat,” kata Anton.
Yang jelas, setibanya di Jakarta, Nazaruddin akan dijaga ketat. Termasuk, dari para awak media. “Demi keselamatan yang bersangkutan dan juga ini instruksi presiden SBY,” kata Anton.

Menurut informasi yang dihimpun Jawa Pos, setibanya di Jakarta, Nazar akan  dijaga ketat oleh Densus 88 Mabes Polri . Bahkan, kemungkinan , jika opsi menyewa pesawat jadi dilakukan, Nazar akan didaratkan di bandara Halim Perdanakusumah, bukan di Soekarno Hatta.

Setelah itu, Nazar akan dikawal Densus 88 dengan mobil khusus dan dibawa ke KPK. Setibanya di KPK, baru wajah Nazar akan diperlihatkan sebentar pada wartawan sebelum ditahan oleh KPK. (ari/dim/rdl/jpnn)

Nazaruddin Versi Polisi Kolombia

  1. Masuk Kolombia 22 Juli, mendarat di Bogota.
  2. Masuk dari Washington DC, AS. Bukan dari Madrid, Spanyol, seperti versi Polri-Dubes RI.
  3. Dari AS, Nazaruddin menggunakan pesawat carteran.
  4. Saat di bandara, petugas Imigrasi Kolombia mencurigai foto paspor Nazar yang tidak sama dengan wajah aslinya.
  5. Petugas Imigrasi Cartagena menyampaikan informasi itu ke Kepolisian Kolombia agar dicek.
  6. Setelah dicek, ternyata dia adalah buronan KPK.
  7. Nazaruddin dikuntit hingga Minggu 7 Agustus.
  8. Nazaruddin ditangkap di Bandara Rafael Nunez Cartagena sebelum terbang ke Bogota. Bukan diringkus di sebuah kafe di pinggir jalan, Cartagena, seperti versi Polri-Dubes RI.
  9. Ke Bogota, Nazar berencana melihat turnamen sepak bola FIFA U-20.
  10. Kepala Polisi Yudisial Kolombia Jenderal Carlos Mena menduga Nazar akan melarikan diri ke negara lain.

Sumber: Kepolisian Yudisial Kolombia

Lagi, 2 Pejabat BNI Diperiksa

MEDAN- Dua pejabat penting di lingkungan Bank Negera Indonesia (BNI) 46 cabang Jalan Pemuda Medan, diperiksa penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejatisu di Jalan AH Nasution Medan, Rabu (10/8). Kedua pejabat itu adalah Tintin, pejabat Relationchip Manager BNI Cabang Pemuda Medan dan Mercury, pejabat Credit Officier BNI Cabang Pemuda Medan.

Mereka menjadi saksi atas tersangka Drs Rusdianto, Kepala Cabang BNI Jalan Pemuda Medan. Kedua pejabat BNI itu dianggap paling berkompeten memeriksa dan menganalisa layak tidaknya pinjaman.
“Keduanya orang yang paling bertanggung jawab atas pinjaman kredit. Titin sebagai Relationship Manager bertugas sebagai peneliti dokumen permohanan kredit layak atau tidaknya kredit yang dikucurkan ini,” kata Kasi Penyidikan Pidsus Kejatisu Jufri Nasution SH, pada wartawan koran ini.

Dikatakan, Mercury sebagai Credit Officier, bertugas menganalisa hasil dokumen. Jadi kedua pejabat ini sangat berkompeten dalam penyaluran kredit yang menyalahi SOP pada PT Bahari Dwi Kencana. Ketika disinggung apakah kedua pejabat BNI akankah dijadikan tersangka, Jufri enggan menjabarkan.

Sebenarnya ada tiga orang dipanggil untuk dimintai keterangannya. “Satu lagi direktur PT AK Tanah, AK Sulaiman. Namun yang bersangkutan tidak bisa datang,” ujar Jufri.

Dalam waktu dekat, AK Sulaiman akan kembali dipanggil dan diperiksa. Direktur PT Bahari Dwi Kencana Boy Hermansyah, juga akan diperiksa. “Yang bersangkutan belum diperiksa karena yang bersangkutan belum datang,” tegas Jufri.
Didampingi kuasa hukumnya, Titin yang hendak diwawancarai wartawan koran ini saat waktu istirahat, enggan berkomentar terus tutup mulut terkait materi pemeriksaan. Wanita cantik yang kemarin mengenakan jilbab hitam baju-ungu dan bercelana panjang ini tetap bungkam, tak mau menjawabn pertanyaan wartawan.

Begitu juga dengan Mercuri. Hingga waktu istirahat telah selesai, kedua saksi ini tidak juga mau berkomentar. Kedua pejabat BNI Cabang Pemuda Medan itu diperiksa mulai pukul 10.00 WIB hingga sore hari.(rud)

Tanpa Henti Tanam Semangat Berbagi

Gerak Aktif Haji Anif di Madina (3/Habis)

Usai memberi pandangan lain soal mata pencarian bagi warga Muara Batang Gadis, Mandailing Natal, Haji Anif juga menularkan virus lain. Dia sebarkan semangat berbagi, saling menghargai, serta rasa persaudaraan yang tinggi. Berikut episode terakhir tulisan wartawan Sumut Pos, Ramadhan Batubara, dari Madina.

Setidaknya pada Kamis (4/8) lalu, tiba-tiba Haji Anif hadir di sebuah rumah warga yang ada di kawasan Pekan Tabuyung. Mengendarai dua mobil, rombongan langsung berbaur di rumah yang dimaksud. Di rumah itu sedang ada kemalangan. Ya, kepala rumah tangga, Kasrun Dundang, Kamis dini hari, telah lebih dulu menghadap Allah.

Di rumah duka tergambar kesedihan yang dalam. Istri Kasrun Dundang dan sang anak Ali Bahdrun menyambut rombongan dengan tatapan yang basah. Mereka tidak menyangka kalau Haji Anif menyempatkan diri ke rumah mereka.

“Sekitar jam tiga pagi tadi, Pak,” jelas istri Kasrun Dundang soal waktu kematian suaminya.
Perbincangan pun mengalir. Haji Anif terus mengobarkan semangat keluarga yang ditinggalkan. “Kamu masih sekolah?” tanya Haji Anif kepada Ali Bahdrun.

“Iya Pak, saya kuliah di Medan di Univa (Universitas Al-Washliyah, Red),” jawab Ali Bahdrun.
“Oh bagus itu. Ya sudah, saya beri beasiswa untukmu sampai tamat. Tapi, kamu harus benar-benar belajar. Bagaimana mau?” ujar Haji Anif.

Tak pelak, Ali Bahdrun dan ibunya terdiam. Pandangan mereka menunjukkan rasa terima kasih yang dalam. “Terima kasih Pak, tapi saya ingin menjaga ibu saja di sini. Jika boleh, saya diizinkan kerja di perkebunan saja, Pak,” jawab Ali Bahdrun pula.

“Itu juga bagus. Baiklah, mulai besok kamu langsung kerja ya,” kata Haji Anif yang disambut tangis haru keluarga Kasrun Dundang.

Begitulah, kini kegiatan Haji Anif cenderung lebih terfokus pada kegiatan sosial melalui dua yayasan yang telah dibentuknya yakni,Yayasan Haji Anif dan Yayasan Anugerah Pendidikan Indonesia (YAPI). Anak-anak berprestasi diberikannya beasiswa dari jenjang terendah hingga jenjang tertinggi. Yayasan inipun membentuk beberapa program demi kemajuan masyarakat seperti Unit Sekolah Formal, Unit Sekolah Lifeskill, Unit Pembangunan Masjid, Unit Pemeliharaan Masjid, dan Unit Bantuan Sosial Kemasyarakatan.

“Saya dulu miskin sekali. Tapi begitulah, miskin membuat orang jadi berani. Gigih. Siap bekerja apa saja. Karena itu saya terus bekerja. Saya tidak mau menjadi orang yang dibenci Allah yakni orang miskin yang sombong,” jelas lelaki gaek bertubuh besar itu.

Menariknya, di Madina, Haji Anif malah memberikan sekolah yang dibangunnya kepada masyarakat. “Saya juga akan membangun perguruan tinggi, fokusnya pada Islam dan pertanian. Di perguruan tinggi ini nanti anak-anak tak mampu kita gratiskan. Pembangunannya kami rencanakan tahun depan,” kata Haji Anif sepulang dari rumah duka.

Ya, Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Madina memang dipastikan akan mendapat perhatian lebih dari Haji Anif dalam beberapa waktu ke depan. Pasalnya, di desa yang sempat dihajar tsunami Aceh dan Nias tempo hari itu akan dibangun sebuah masjid raya. “Tanahnya milik masyarakat, saya yang membiayai pembangunan dan operasionalnya. Selain itu, dalam waktu dekat, jika Allah mengizinkan, kami juga akan membangun rumah sakit di sini,” urai Haji Anif.

Sebelumnya, Ayah dari sembilan anak ini pun telah memberikan satu unit ambulance untuk kepentingan warga di Kecamatan Muara Batang Gadis dan sekitar. Ambulance itulah yang terus bolak-balik mengantarkan warga yang sakit ke Penyabungan, bahkan sampai ke Medan.

“Tidak hanya pekerja PT ALAM saja yang kami layani, warga sekitar juga,” terang Ruslan Effendi, sang sopir.
Benar saja, Minggu pagi (31/8) lalu, tiba-tiba Ruslan mengemudikan ambulance ke arah Singkuang dengan cepat. Jarak Salasiak –kediaman Haji Anif—ke Singkuang (ibu kota Kecamatan Muara Batang Gadis) sekira 20 kilometer. Tak sampai setengah jam, ambulance itu kembali lagi, melintasi rumah Haji Anif. Meninggalkan debu beterbangan. “Bawa orang tertimpa pohon Bang,” ungkap Ruslan sore harinya kepada Sumut Pos.

Orang yang dimaksud Ruslan tak lain warga Sikara-kara. Suami istri – korban tertimpa pohon – adalah pekerja PT Madina Agro Lestari (MAL), perkebunan sawit tetangga PT ALAM. “Ya, kami siap mengantar siapa saja, Bang. Sebelum ada ambulance ini, kasihan warga. Bayangkan saja, Bang, untuk mengangkat mayat ongkosnya sampai lima juta,” terang lelaki berambul ikal ini.

Gerak aktif Haji Anif di Kabupaten Madina memang terlalu banyak untuk diceritakan. Misalnya, pada Sabtu (6/8) lalu. Sehari jelang kepulangan rombongan ke Medan, Haji Anif masih sempat untuk menerima tiga warga asal Nias yang telah menjadi pekerja di PT ALAM. Tiga warga yang dimaksud adalah Fikar dan istri serta Vides. Ustads Rusdan dari Tabuyung pun diundang ke Rumah Gadang milik Haji Anif di Salasiak untuk memimpin ritual tersebut. “Benar ingin memeluk Islam?” buka Ustads Rusdan.

Ketiga warga tadi mengangguk dengan yakin. Tanpa menunggu lama, mereka pun langsung mengucapkan dua kalimat syahadat. “Mereka jadi anak angkat saya. Saya ingin Pak Ustads langsung yang mengajarkan mereka salat dan mengaji. Jika bisa, tiap malam biar mereka cepat paham,” ungkap Haji Anif.

Begitulah, sekelumit cerita dari perjalanan Sumut Pos bersama Haji Anif ke Madina. Terekam kenangan, mulai perjalanan yang menempuh tiga jalur transportasi hingga debu yang terus menemani pembagian sembako dan zakat. Sebuah kenangan yang menarik.

Kini, KM Anugerah telah melepas jangkar. Perjalanan dua jam menuju Sibolga pun belum sebuah akhir. Ada jalur darat yang harus ditempuh dan ada Merpati yang menanti di Pinang Sori. (*)

Plong Saat Berbuka

Mitha Claudia Agustina

Saat berbuka adalah kegiatan yang paling istimewa diantara berbagai kegiatan yang ada di bulan Ramadan bagi Mitha Claudia Agustina, Runner Up Model PRSU 2011.

“Kalau sudah berbuka rasanya plong, gak mikir yang aneh-aneh lagi,” ujar gadis kelahiran Medan pada 10 Agustus 1994 ini.

Saat itu, Mitha benar-benar menghilangkan segara pikiran yang dapat mengurangi pahalanya. “Pahala puasa itu susah banget jaganya, harus banyak istigfar,” tambahnya.

Selain terbebas dari pikiran aneh, berbuka bagi siswi MAN 1 kelas 3 ini berarti memberikan kebebasan menyantap makanan favorit. “Ayam goreng plus sambal, hmmm yummy kan,” ucapnya.

Tak heran, makanan ini tidak pernah lepas dari menu berbuka Mitha. Melakukan puasa juga sangat disenangi oleh gadis yang tinggal di daerah Marelan ini, “Sekalian diet, jadi bisa ngurangi kadar minyak (lemak) di tubuh,” ujarnya.
Mitha akan merasakan dampak Ramadan saat lebaran. Tubuh terasa lebih ringan dan enak dipandang, karena lemak mulai berkurang, “Jadi PD pake baju dan lebih enak bergeraknya,” ujarnya.

Hal lain yang biasanya dihadapi saat puasa adalah orangtua yang lebih cerewet mengajak beribadah. “Kalau sudah dengar azan dan kita belum salat, siap-siap dech diceramahi ma ortu,” tambahnya.
Tapi bagi nya hal seperti itu malah dapat mendisiplinkannya dalam beribadah. “Segala sesuatu itu, harus kita ambil positifnya, ya orangtua cerewet juga untuk kita ke depannya,” ujarnya.(mag-9)

Tentang Rumah Kontrakan dan Tanggung Jawab

Sahur Bersama Ketua DPRD Kota Medan, Amiruddin

Kali ini Tim Sumut Pos berkesempatan mengunjungi kediaman Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Amiruddin. Sambal terong dan rumah kontrakan di Perumahan Graha Tanjung Sari, Pasar II Padang Bulan, pun menyambut rombongan dalam suasana yang menyenangkan.

Adlansyah Nasution, Medan

Begitulah, tak perlu lama mencari, Sumut Pos langsung berhadapan dengan sebuah rumah putih berlantai dua dan berpagar hitam. Tampak seorang pemuda yang mengaku sebagai satpam menunggu kedatangan tim dengan berdiri tegak di sisi dalam pagar.

Tim langsung dipersilahkan masuk. Amiruddin muncul dengan mengenakan baju koko lengan panjang warna coklat dan mengenakan peci warna hitam.

Amiruddin pun tersenyum sembari mempersilahkan duduk. Sambil menunggu istrinya, Tati Arifin mempersiapkan santapan sahur, rombongan berbincang-bincang di ruangan tamu. “Tidak susah kan mencari rumah saya, ini lah rumah kontrakan saya. Kami pun baru tinggal satu bulan di sini. Karena rasanya sudah tidak layak tinggal di rumah laman
karena sudah terlalu ramai,” buka Amiruddin.

Amiruddin lalu bercerita mengenai lambang suatu kelembagaan dalam menjaga etika. Secara pribadi, Amiruddin sangat memerlukannya seperti rumah dinas yang tak dimiliki seorang ketua DPRD di Kota Medan.

“Saya tidak nuntut rumah dinas karena kepentingan pribadi. Hanya rumah dinas tersebut digunakan bila melaksanakan suatu pertemuan dengan Muspida. Untuk rumah dinas tidak perlu mewah, yang penting standar ukurannya. Permasalahannya, untuk Kabupaten saja Ketua DPRD memiliki rumah dinas. Di Medan malah tidak,” ucapnya.
Tepat pukul 04.00 WIB, Tati Arifin, yang mempunyai hobi memasak sudah mempersilahkan Amiruddin bersama Sumut Pos untuk menikmati santapan sahur yang sudah dipersiapkan di atas meja makan.

Menu yang disediakan tidak berlebihan. Air putih yang diletakkan bersebelahan dengan piring, diikuti nasi putih di dalam mangkuk. Begitu juga dengan lauk seperti sambal terong, rendang, sambal belut, dan sayur sawi.
“Tidak ada menu spesial. Bapak selalu lahap untuk memakannya, silahkan dinikmati,” ungkap Tati.

Usai menikmati santapan sahur, Tati tidak lupa menghidangkan bubur kacang hijau sebagai penutup. Setelah itu, rombongan bersama Amiruddin melanjutkan kembali perbincangan di ruang tamu dengan hidangan teh manis hangat.
“Tak pernah terpikir oleh saya untuk menjadi ketua DPRD, yang terpenting jabatan yang diberikan kepada saya adalah sebuah amanah. Bukan luar biasa, karena mempertanggungjawabkan amanah sangat berat,”sambungnya lagi.
Amiruddin sangat berharap bagaimana pencitraan DPRD ke depan menjadi lebih baik agar saling menghargai sesama anggota dewan. “Saya sangat sedih. Pencitraan lembaga ini masih dianggap tak bagus. Padahal, tak semua anggota dewan tak seperti itu,” cetusnya.

Lanjut Amiruddin, paradigma di kelembagaan sudah berbeda karena ketua DPRD dipilih berdasarkan kursi terbanyak bukan seperti dulu yang dipilih berdasarkan keputusan anggota dewan. “Untuk mengembangkan kepentingan pribadi sangat sulit karena lembaga yang dipimpin bukan struktural. Ini merupakan lembaga kebersamaan yang harus bisa mengakomodir sesuai dengan keinginan anggota dewan lainnya,” katanya lagi.

Tanpa terasa waktu imsak pun tiba. Amiruddin dan Tim Sumut Pos pun bersiap-siap melaksanakan Salat Subuh berjamaah di masjid lingkungan perumahan yang tak jauh dari rumah tersebut.(*)

Sumut Pos Gelar Lomba Baca Al-Quran

Khusus Tingkat Anak-anak

MEDAN- Bulan Suci Ramadan dan Hari Ulang Tahun Sumut Pos ke-10 yang jatuh pada Oktober 2011, Sumut Pos ingin berpartisipasi dengan menggelar Lomba Baca Al Quran untuk tingkat anak-anak.

Ketua Panitia, Darwin Purba mengatakan, perlombaan itu untuk menumbuh kembangkan minat membaca Al Quran, dan pentingnya memperkenalkan Al-Quran kepada anak-anak.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di tiga wilayah masing-masing di lapangan kantor Lurah Helvetia Tengah Medan, Minggu I 14 Agustus 2011, Masjid Al-Musannif Jalan Cemara, Minggu II 21 Agustus 2011, dan Masjid Baiturrahman, Medan Johor, Kamis 25 Agustus 2011. Acara dimulai pukul 09.00 WIB sampai selesai.

Khusus untuk acara di lapangan kantor Kelurahan Helvetia Tengah, pendaftaran dimulai 10-13 Agustus 2011 di kantor Lurah dan Kepala Lingkungan Helvetia Tengah atau langsung ke kantor Harian Sumut Pos Jalan SM Raja Km 8,5 No 134 Medan Amplas. Gladi resik dilaksanakan tanggal 13 Agustus 2011 bertempat di lapangan kantor kelurahan.

Pendaftaran untuk lokasi Masjid Al-Musannif Jalan Cemara sampai 20 Agustus 2011 atau langsung ke kantor Harian Sumut Pos. Gladi Resik dilaksanakan 20 Agustus 2011 bertempat di Halaman Masjid Al-Musannif Jalan Cemara. Sementara pendaftaran untuk lokasi Masjid Baiturrahman, Medan Johor sampai tanggal 24 Agustus 2011 dan gladi resik dilaksanakan 23 Agustus.

Unsur penilaian oleh tim juri adalah tajwid, fasahah, lagu, kestabilan nafas dan waktu serta pakaian. Sementara peserta bebas memilih surat antara lain Surat Ad–Dhuha, Surat At–Tin, Surat Al-A’laq, Surat Alam Nasrah, Surat Al-Qadr, Surat Al-Qari’ah, Surat At-Takatsur. Surat Al-Maa’uun, Surat Al-Kafiruun, Surat Al-Zazalah.
Peserta pria/wanita dengan usia antara 7 sampai 13 tahun, dan boleh dari wilayah lainnya di luar dari lokasi acara tersebut.

Hadiah yang disediakan panitia jutaan rupiah plus berlangganan gratis Harian Sumut Pos selama 1 bulan, dan usai acara panitia juga akan melaksanakan lucky draw. Khusus kegiatan yang dilaksanakan di Helvetia Tengah akan ditambah piala dari Camat Medan Helvetia HM Reza Hanafi.

HM Reza Hanafi saat bertemu dengan panitia mengatakan sangat mendukung acara tersebut. Pihaknya juga akan menyurati seluruh lurah di wilayahnya agar mendaftarkan warganya yang mau menjadi peserta lomba. Sementara Lurah Helvetia Tengah, H Achyaruddin mengatakan pihaknya juga sangat senang wilayahnya dipilih oleh panitia sebagai tempat pelaksanaan lomba dan langsung menawarkan Dra Nahwati Sinambela sebagai utusan kelurahan sebagai juri dari tuan rumah.

Selain mendaftar ke lokasi acara, peserta juga bisa menghubungi tim dari Sumut Pos Adenan Cadonis Nainggolan (0812 6333 3939), Melly (0878 6807 9619). (eo/ila)

Soal IAIN, Kejatisu Jangan Tutup Mata

MEDAN-Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) didesak untuk segera melakukan penyelidikan terhadap dugaan proyek fiktif Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumut. Adalah Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kota Medan yang menyuarakan hal itu.

Setidaknya pernyataan tersebut disampaikan Wali Kota LIRA Kota Medan Ganda Manurung ST MBA didampingi Sekdanya Ibeng Syafruddin Rani SH, pada Sumut Pos, Rabu (10/8).
“Kejatisu harus proaktif dalam menyelesaikan perkara korupsi yang terjadi di Sumatera Utara khususnya di Kota Medan. Apalagi menyakapi adanya dugaan proyek fiktif di IAIN, tentang proyek pengadaan buku pedoman bagi mahasiswa,” tegas Ganda Manurung.

Sebagai LSM yang menyoroti tentang korupsi, sambung Ganda, pihaknya mendesak agar Kejatisu tidak tutup mata dalam perkara tersebut. “Ini menyangkut institusi pendidikan. Kita sangat malu adanya korupsi yang terjadi di pendidikan kita. Bagaimana nasib pendidikan kita mau bersih dan baik, apabila ada oknum-oknum pejabat di IAIN, yang mengambil keuntungan pribadi di dalam dunia pendidikan,” jelas Ganda Manurung.
Sementara itu Sekda Lira Kota Medan Ibeng S Rani menambahkan, saat ini banyak institusi pendidikan yang menjadi tempat sarang korupsi. “Apalagi saat sekarang ini sudah menjadi komitmen Kejagung dalam pemberantasan korupsi,” ujar Ibeng.

Sementara itu, Kasi Penyidik Pidana Khusus Kejatisu Jufri Nasution SH, pada Sumut Pos mengaku bahwa saat ini belum ada pihaknya melakukan penyelidikan kasus tersebut.
“Belum ada kita melakukan penyelidikan. Mungkin kasus itu masih ditangani pihak intel,” tegas Jufri menutup pembicaraan. (rud)

Pelajar asal Indonesia Mengungsi

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di London mengimbau warga Indonesia untuk meningkatkan kehati-hatiannya dalam menghindari kerumunan massa. Apabila menghadapi segala macam kesulitan, sebaiknya segera menghubungi KBRI London.

Demikian disampaikan Minister Counsellor KBRI London, Dwi K I Miftach, Selasa (9/8). Tapi, dia mengingatkan seluruh warga Indonesia yang berada di London agar tetap mematuhi hukum yang berlaku dan tidak terlibat aksi-aksi yang melanggar hukum.

Wakil Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) UK, Rendhika Harsono ketika dihubungi mengatakan seorang pelajar yang tergabung dalam PPI London mengambil S1 di London dan tinggal di daerah Tottenham sudah mengungsi ke rumah rekannya.

“Prasetyo yang tinggal di wilayah Tottenham sudah mengungsi ke tempat rekannya,” ujar Rendhika yang dihubungi KBRI London dan Atase Pendidikan. (net/jpnn)

Bocah Jarah Miras, Pelajar Malaysia Dipukuli

Atasi Rusuh, PM Inggris Izinkan Polisi Pakai Water Cannon

LONDON-Pemerintah Inggris mulai mengambil tindakan lebih keras untuk mengatasi amuk massa yang bermula di London dan kini menyebar ke berbagai kota di negeri monarki konstitusional tersebut. Kemarin (10/8) Perdana Menteri (PM) David Cameron mempersilakan polisi menggunakan water cannon alias meriam air untuk mengatasi massa yang anarkistis dan para penjarah.

Water cannon itu bisa digunakan aparat keamanan selama 24 jam penuh. Otorisasi tersebut tersebut merupakan kali pertama sepanjang sejarah Inggris Raya bahwa meriam air digunakan sebagai senjata untuk mengatasi kerusuhan.
“Apa pun yang diperlukan polisi (untuk menertibkan keadaan), harus mereka peroleh. Apa pun taktik yang diperlukan, akan mendapat dukungan secara legal,” tegas Cameron saat berpidato di luar kantornya, Downing Street 10, London, kemarin  dikutip The Independent.

Tapi, sejak pertama meletus pada Sabtu malam lalu (6/8) waktu setempat di Tottenham, London Utara, terbukti bahwa pendekatan persuasif itu gagal menghentikan bara kerusuhan. Bukannya mengecil, amukan massa itu kini menyebar ke kota-kota besar Inggris lainnya. Terutama berada di wilayah tengah, yaitu West Bromwich, Birmingham, Wolverhampton, Manchester, Liverpool, Leicester, dan Nottingham.

Akibatnya, 1.000 orang lebih ditangkap di seantero Inggris terkait kerusuhan massa terburuk di negeri itu selama tiga dekade terakhir dan diperkirakan mengakibatkan kerugian ratusan juta poundsterling itu.    Di Birmingham juga, seorang polisi dikabarkan tertembak.

Di London, seorang mahasiswa asal Malaysia yang baru sebulan menuntut ilmu di Kaplan International College, Aysraf Haziq, juga menjadi korban pengeroyokan dan perampokan dua kelompok pemuda berbeda di Barking, bagian timur ibu kota Inggris. Insiden menimpa Aysraf itu terekam kamera Abdul Hamid (23) yang tinggal di dekat kejadian.
Hamid mengunggah rekamannya itu ke YouTube dan langsung berbuah kecaman kepada kelompok penyerang dan simpati untuk Aysraf. Saat kejadian itu, Aysraf bersepeda bersama seorang teman hendak menuju ke rumah teman mereka untuk berbuka puasa bersama.

Wan Azim, pejabat konsuler di Komisi Tinggi Malaysia di London, mengatakan mahasiswa 20 tahun itu membutuhkan operasi di rumah sakit.

Pemandangan tak kalah memprihatinkan tersaji di Manchester. Sebagaimana dilaporkan Daily Mail, anak-anak yang diperkirakan berusia  9-13 tahun turut menjarah pertokoan minuman keras, perhiasan, dan ponsel. Butik milik vokalis band Oasis Liam Gallagher, PettyGreen, yang berada di jantung Kota Manchester juga dirusak dan dijarah. (c4/ttg/jpnn)

Duo Korut Saling Tembak di Perbatasan

SEOUL- Ketegangan antara duo militer Korea, Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut) di Laut kuning, Rabu (10/8) kembali pecah. Pemicunya, peluru artileri Korut itu jatuh di perairan dekat perbatasan kedua negara.

Munculnya ketegangan itu disampaikan Menteri Pertahanan Korsel, Kim Min-seok, yang dikutip kantor berita AP. Dia mengatakan Korut menembakkan tiga artileri ke arah perbatasan utara Korsel di Laut Kuning. Karena ada tembakan itu maka Korsel tak diam, langsung militer Korsel membalasnya dengan jumlah tembakan yang sama.

Semua tembakan artileri itu jatuh di laut. Hingga kini belum ada dilaporkannya korban terluka akibat insiden itu. Tembakan Korut jatuh di perairan dekat pulau Yeonpyeong yang sempat menjadi sasaran tembak November tahun lalu, menewaskan empat orang.

Seorang pejabat Kementerian Pertahanan yang tidak disebutkan namanya mengatakan tembakan terjadi secara tiba-tiba. kala itu kedua belah pihak tidak ada yang tengah melakukan latihan perang. Kini, militer Korsel tengah mencari motif yang melatarbelakangi penyerangan itu.

Garis perbatasan sengketa kedua negara di Laut Kuning kerap menjadi pemicu ketegangan sejak tahun 1999 yang menewaskan puluhan orang. Korut mengatakan garis batas seharusnya lebih ke arah selatan.

Tapi, pihak Seoul menolak dengan mengatakan jika menuruti Korut maka sektor perikanan di lima pulau Korsel terancam. Selain itu, jika dituruti, maka akses ke pelabuhan Incheon tertutup.

Sebelumnya, Korut meminta Korsel dan AS agar membatalkan latihan militer. Pembatalan itu diminta karena latihan militer rutin antara Korsel dan AS itu bertujuan untuk persiapan menyerang Korut.  (bbs/jpnn)