Home Blog Page 14972

Griya Tiara Tuntungan Sediakan Angkutan Khusus

Pameran Property Sumut Pos

MEDAN- Griya Tiara Tuntungan selalu memberikan pelayanan terbaik dan memanjakan konsumennya. Salah satunya dengan menyediakan angkutan khusus untuk memudahkan para penghuni komplek perumahan tersebut yang hendak berpergian tanpa naik kenderaan bermotornya.

“Sebenarnya ada angkutan umum yang lewat dari perumahan tersebut. Namun, karna kita ingin memanjakan konsumen. Maka kita memberikan kemudahan,” kata Manager Marketing PT Pangripta Cons Riyanto Wie kepada wartawan Sumut Pos di sela-sela pameran Properti Sumut Pos di area pelataran parkir Plaza Millineum, Jalan Kapten Muslim Medan, Jumat (15/7).

Dijelaskan Riyanto, bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah bertipe 36 di Griya Tiara Tuntungan yang dibangun sebanyak 104 unitn
cukup membayar DP Rp2 juta. “DP tersebut belum termasuk biaya proses KPR. Untuk mengurus biaya proses KPR, konsumen harus membayar administrasi sekira Rp10 juta,” jelasnya.

Riyanto juga mengatakan, bagi konsumen yang telah membeli rumah tersebut, PT Pangripta Cons akan memberikan hadiah menarik berupa spring bed, TV LCD, kompor gas, lemari es satu pintu dan stand fan. “Hadiah menarik tersebut diberikan melalui undian langsung,” bilang Riyanto.

Dia juga mengungkapkan, selain harga rumah yang sangat terjangkau, lokasi perumahan juga bebas banjir dan memiliki lungkungan yang asri. Selain itu, lokasinya juga dekat dengan tempat wisata, pusat pasar perbelanjaan dan sekolahan. “Pokoknya keunggulan yang dimiliki di perumahan Griya Tiara Tuntungan sangat cocok untuk selera para konsumen,” ujar Riyanto lagi.

Sedangkan fasilitas yang tersedia, diantaranya lapangan olahraga, jalan paving blok, air bersih, sertifikat hak milik, penerangan kompleks, taman kompleks, serta keamanan.

Salah satu stand yang ikut pameran ini yaitu PT Gunung Pantara Sinabung, yang mengeluarkan produk semen pantara. Semen yang telah berdiri selama 1 tahun ini, memiliki kelebihan seperti lebih cepat kering dam lebih kuat bila digunakan untuk pengecoran. Dengan harga yang ekonomis, semen yang asli dari Sumut tepatnya di Batu bara ini memiliki harga Rp39 ribu persak nya. “Harga ini merupakan keunggulan semen ini dibandingkan dengan yang lain,” ujar sales eksekutif Semen Pantara, Masran Lubis.

Keunggulan lain yang dimiliki oleh Semen ini tidak menyebabkan alergi atau gatal-gatal pada tangan serta permukaan kulit lainnya, semen ini juga mudah diaduk dan dicampur dengan material lain.

Dengan butiran halus yang ada pada semen, sehingga menghasilkan permukaan yang lebih halus. Sehingga semen ini cocok untuk digunakan pada dinding, pelesteran, jalan dan lainnya.
Dalam pameran Bursa Property Expo 2011, yang diselenggarakan oleh Sumut Pos hingga 17 Juli ini, para pengunjung juga berkesempatan mengikuti undian dengan hadiah yang menarik, seperti BlackBerry, Handphone qwerty dan lainnya. (omi/mag-9)

Atasi Kurang Pegawai, Terapkan Mutasi

JAKARTA-Rencana pemerintah melakukan moratorium (penghentian sementara) penerimaan PNS terus dimatangkan. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi mengatakan, kebijakan itu akan diterapkan setelah terbitnya keputusan presiden.

“Sekarang sedang dalam pembahasan secara mendalam, dari undang-undang, peraturan, dan data-data kepegawaian,” kata Gamawan sebelum mengikuti rapat terbatas bidang polhukam di Kantor Presiden, kemarin (15/7). Jika proses tersebut sudah rampung, lanjut dia, nanti akan difinalisasi di tingkat presiden.

Gamawan mengatakan, pembahasan itu diharapkan bisa selesai sebelum bulan Oktober. Sehingga daerah tidak menunggu dan segera mendapatkan kepastian  “Daerah kan banyak yang sudah mengusulkan pegawai, biasanya Oktober sudah bukaan. Mudah-mudahan sebelum Oktober (selesai),” urai mantan gubernur Sumatera Barat.

Dengan pemberlakuan moratorium selama satu tahun, kata dia, nantinya memberikan kesempatan pemerintah untuk melakukan pembenahan. Gamawan menyebutkan, sebanyak 249 daerah menghabiskan APBD untuk biaya gaji aparaturnya.
Sebagai contoh, pengangkatan pegawai honorer yang masih banyak dilakukan. “Ini kan jadi beban terus,” kata Gamawan. Namun menurutnya, ada juga daerah yang sudah menghentikan perekrutan pegawai honorer.

Bagaimana solusi untuk daerah yang masih kekurangan pegawai jika diberlakukan moratorium? Gamawan mengatakan, hal itu bisa disiasati dengan mutasi pegawai antardaerah. “Dari daerah yang lebih dipindahkan yang kurang. Baru nanti kita lihat. Nah, fungsinya moratorium itu,” tuturnya.
Namun mutasi itu tetap diatur dalam provinsi dulu. Misalnya antarkota dalam provinsi atau antarkabupaten dalam provinsi. “Baru setelah itu antarprovinsi,” katanya. Begitu juga pengaturan untuk mutasi ke daerah tertentu, misal Papua, diberikan semacam insentif tertentu. “Regulasi itu juga harus dibuat. Antarprovinsi juga diatur,” imbuh Gamawan. (fal/jpnn)

Kuota Sumut 8.234 Calhaj

MEDAN- Musim haji tahun ini, panitia pemberangkatan haji Sumatera Utara bisa memberangkatan 8.234 jamaah calon haji (calhaj) ke Tanah Suci Mekkah. Sementara itu, jumlah penabung yang hendak menunaikan ibadah haji hingga saat ini sebesar 57.998 orang. Dan sisanya masuk dalam daftar tunggu yakni, 49.764 orang. Petugas yang mengikuti keberangkatan haji tahun ini sebanyak 92 orangn
36 diantaranya merupakan petugas kesehatan.

“Dari kuota Sumut tahun ini, belum bisa dipastikan bisa berangkat semua. Tergantung apakah semua orang yang telah masuk kuota itu melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) hingga batas waktu yang ditentukan,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Hazawa Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Sumut Abdul Rahman kepada Sumut Pos, Jum’at (15/7).

Kapan waktu terakhir pembayaran BPIH? Abdul Rahman belum bisa memastikan karena Kantor Wilayah masih menunggu hasil keputusan dari Kementerian Agama pusat. “Kita menunggu perkembangan dari pusat. Untuk itu dibahas antara Kementerian Agama RI dengan Komisi VIII DPR RI, baru hasilnya diserahkan kepada presiden. Kalau kita sudah mendapatkan hasil itu, barulah kita bisa mengetahui segala sesuatunya, baik itu waktu terakhir pembayaran BPIH, berapa jumlah BPIH nya dan lain. Kalau yang pasti, per 1 Oktober 2011 nanti para jamaah calon haji harus sudah masuk asrama,” terangnya.

Mengenai keberadaan Asrama Haji, Abdul Rahman menjelaskan, sejak pertengahan Juni lalu, sudah dilakukan beberapa perbaikan dan perawatan.

“Sudah ada yang bekerja, untuk perbaikan dan perawatan. Kalau perbaikan misalnya mengenai pengecatan. Memang satu tahun lalu sudah dicat, tapi kan perlu perawatan. Begitu pula dengan perawatan fasilitas lainnya seperti tempat tidur para jamaah calon haji dan sebagainya,” bebernya.(ari)

Pemprovsu Baru Bentuk Tim Perumus

MEDAN-Keseriusan pemprovsu dan 10 kabupaten/kota untuk mendapatkan porsi penuh dalam mengelola PT Inlaum pada 2013 mendatang masih samar. Hingga saat ini, pemprovsu bersama 10 kabupaten/kota serta pansus baru membentuk tim perumus langkah-langkah persiapan.

Menurut Sekretaris Pansus PT Inalum DPRD Sumut, Guntur Manurung, saat ini Pemprovsu yang diketuai oleh Kepala Bapeda Sumut bersama 10 kabupaten/kota dan pansus sendiri baru membentuk tim perumusan. “Tim ini untuk menentukan apa saja sikap Pemprovsu bersama dengan 10 kabupaten/kota menuju pengelolaan PT Inalum pada 2013 mendatang,” terangnya, Jumat (15/7).

Sikap-sikap yang dirumuskan tersebut seperti agar kontrak dengan Jepang tak lagi diteruskan, pembuatan perusahaan baru atau melanjutkan pengelolaan PT Inalum dan sebagainya. “Harus dibuat master of agreement tentang pengelolaan PT Inalum pada 2013 mendatang. Pemprovsu bersama 10 kabupaten/kota harus menentukan sikap jelas sebelum dihadapkan ke pemerintah pusat,” tegas Guntur.

Dengan sikap dari Pemprovsu dan 10 kabupaten/kota yang telah rampung nanti, diharapkan kebijakan pemerintah pusat mau memberikan kewenangan penuh kepada pemerintah daerah dalam pengelolaan PT Inalum selanjutnya.(saz)

Warga Medan Dibantai di Langkat

BINJAI-Sutrisno (44), warga Jalan Platina I, Lingkungan XVI, Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli, sekarat di Desa Serapit, Kecamatan Serapit, Langkat, Jumat (15/7) pukul 03.00 dini hari. Leher dan kepalanya memar, diduga dihantam benda tumpul.

Penemuan ini sempat menggemparkan warga Serapit. Warga tidak mengenal korban dan langsung menghubungi petugas Polsek Kuala. Kemudian, Sutrisno dilarikan ke RS Indra, Pasar II, Kecamatan Kuala, Kabupetan Langkat.

Namun sayangnya, belum lagi tiba di RS Indra, korban sudah menghembus akan nafas terakhir. Di RS Indra, Kepala Desa dibantu petugas Polsek Kuala, akhirnya membawa korban ke RSU Pringadi Medan, guna menjalani visum.

Sumber Sumut Pos yang bertugas di Kodim 0203/Langkat menyebutkan, korban sehari-harinya diketahui sebagai pemungut barang bekas (tukang botot). Kapolsek Kuala, AKP Turnip, saat dikonfirmasi via selulernya terkait kejadian menyatakan masih mencari motif penganiayaan itu. “Iya, kasus ini sudah kita tangani. Untuk sementara, pelaku masih kita lidik dan kita juga belum tahu apa motifnya. Korban sendiri sudah kita kirim ke RSU Pringadi Medan,” ujar AKP Turnip.

Sementara itu, dua pelaku pembunuh Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila, Sopan Perangin-angin (35), berhasil diamankan petugas Polres Langkat yang bekerja sama dengan Polsek Salapian, Jumat (15/7) sekitar pukul 02.00 dini hari.

Kedua tersangka masing-masing Rukun Sinulingga (29) dan Sadakata Perangin-angin (35), keduanya warga Dusun Uruk Sinembah, Kecamatan Kutambaru, Langkat. Mereka diamankan petugas dari kawasan perkebunan PT. LNK (Langkat Nusantara Kepong).

Penangkapan dipimpin langsung kasat Reskrim AKP Aldi Subartono SH SIK didampingi sejumlah personil dan perwira diantaranya Kanit VC Iptu Juriadi Sembiring SH, Kanit Reskrim Polsek Stabat Ipda Firman PA, Kanit Jahtanras Iptu Edi Sukamto dan puluhan anggota Opsnal. Saat ini untuk proses penyelidikan dan pemeriksaan tersangka masih meringkuk disel Polres Langkat.

Keterangan yang dihimpun dari Polres Langkat, menyebutkan, peristiwa itu berawal dari rasa ketersinggungan pelaku terhadap korban. Dimana, korban memang kerap meresahkan warga karena sikapnya yang dikenal arogan dan suka kebut-kebutan setiap kali melintas di perkampungan.(dan)
Dikarenakan korban kerap mengebut, akhirnya putra Sadakata Perangin-angin yakni Gail (3), nyaris ditabrak oleh korban.Waktu itu bocah bawah lima tahun ini sedang asyik bermain di depan rumahnya yang persis menghadap jalan umum di Dusun tersebut.

Namun, korban bukannya mengakui kesilapan, tetapi korban malah marah-marah kepada anak Sadakata Perangin-angin. Setelah itu, Sadakata mengungsikan anaknya ke rumah neneknya di Desa Namu Ukur, Kecamatan Sei Bingei, Langkat, guna menjaga hal-hal yang tak diinginkan.

“Sekitar dua bulan lalu dia hampir menabrak anakku, sudah dia yang salah, malah anakku yang dibentak-bentak, karena malas ribut, saya akhirna menitipkan anakku kerumah neneknya di Namu Ukur, “ ujar Sadakata, seraya menambahkan, kalau mereka sebenarnya sudah terlalu banyak mengalah sama korban (Sopan Perangin-angin, Red), karena malas rebut, tapi dia terus-terusan bersikap arogan seperti itu.

Selain itu, Sadakata juga mengakui, kalau warga setempat banyak yang takut untuk melawan korban. Karena korban sendiri masih menjabat sebagai ketua salah satu Organisasi kepemudaan dan juga dikabarkan tahan tikam senjata tajam (sajam).

Sadakatan menambahkan, kalau korban dan ia masih berhubungan saudara. “Kami ini masih saudara semua. Kalau dituturkan, korban itu memanggil Mama (mertua-red),” ungkapnya.(dan)

Didemo, Najib tak Gentar

KUALA LUMPUR- Serangan media internasional pada pemberitaan demonstrasi 9 Juli lalu kepada pemerintahan Malaysia tak menimbulkan kendala bagi Perdana Menteri Najib Razak. Bahkan tak mencengkeram Barisan Nasional (BN) di Putrajaya.

Demikian disampaikan dua analis politik. Kedua pengamata itu mengemukakan publisitas negatif akan berdampak pemilihan yang minimal, meskipun didukung sentimen anti-BN, kalangan pemilih muda akan memperkuat ketidakpercayaannya kepada media mainstream lokal.

“Saya tidak berpikir itu akan mempengaruhi apa-apa di lapangan,” kata dosen kebijakan publik Ucsi, Ong Kian Ming. “Membunuh kritik sebenarnya menunda mayoritas pemilih,” ucapnya.

Dia mengatakan serangan media asing dengan mudah bisa ditafsirkan sebagai perambahan imperialisme barat, tema yang diadopsi oleh mantan perdana menteri Dr Mahathir Mohamad untuk melawan tekanan internasional atas pemerintahannya selama reformasi 1998.

Respon Putrajaya menyebabkan kritik dari media internasional, termasuk surat kabar berpengaruh seperti Wall Street Journal dan Guardian, televisi saluran Al-Jazeera dan surat kabar regional seperti Singapura Straits Times dan Jakarta Post.

Para pengamat telah mencatat 9 Juli telah menunjukkan perhatian lebih dari internasional daripada 2007 kelompok Bersih itu, meskipun peserta lebih signifikan dalam protes pertama.
Rakyat boleh dipercayai, sebutnya pemimpin media dan internet ditambah dengung dalam meningkatnya dukungan bagi oposisi, tapi Ong tidak setuju, mengatakan perhatian pada Bersih akan berdampak pemilihan yang minimal meskipun akan mempertahankan momentum anti-pemerintah.

Ong menjelaskan perbedaan antara pers yang diberikan kepada demonstrasi Bersih pertama dan kedua. Baginya, yang terakhir menerima cakupan yang lebih luas karena konteksnya bukan karena meningkatnya dukungan bagi oposisi. “Saya pikir kami telah dibandingkan dengan Spring Arab,” katanya.

Sementara itu, Direktur jajak pendapat independen rumah Merdeka Pusat, Ibrahim Suffian menggemakan pandangan Ong yang negatif perhatian media tidak berarti kemunduran pemilihan untuk BN.

Dia mengatakan media asing dalam memberitakan demonstrasi mengungkapkan “kesenjangan” yang besar antara apa klaim pemerintah.

Sementara media asing telah menunjukkan bukti agresi polisi. “Ini mengungkapkan dikotomi antara bagaimana media lokal dan asing melaporkan acara,” katanya kepada FMT.

Hal lainnya, pemimpin Bersih Ambiga S  mengatakan dukungan kuat publik untuk demonstrasi tersebut keran tindakan keras pemerintah Najib dalam membangun.
Pasca aksi demonstrasi besar di Kuala Lumpur, Malaysia. Perdana Menteri (PM) Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak mengunjungi London. Lawatannya kali untuk merangkul multilateralisme membawa kemakmuran bagi rakyat. (bnm/ts/ril/jpnn)

Palestina Bom Pemukiman Yahudi

Kota Gaza- Serangan balasan ke Israel kembali diluncurkan oleh pejuang Palestina dari Gaza. Roket-roket pejuang menghantam Israel selatan, Kamis (14/7) waktu setempat, dalam insiden itu saling serang antara kedua pihak itu mengenai pemukiman Yahudi.
“Ada dua roket yang ditembakkan ke arah satu permukiman Yahudi,” kata juru bicara kepolisian Micky Rosenfeld kepada AFP, tanpa menyebutkan kerusakan atau korban.

Sebelumnya, pejabat Palestina dan militer menyebutkan sebuah proyektil ditembakkan dari Gaza ke Israel selatan, dalam insiden itu tak ada korban. Jet-jet Israel membom tiga lokasi di Gaza pada Rabu malam. “Jadi untuk penembakan roket dari wilayah pesisir itu sebelumnya, kami menembahkan roket juga,” katanya.

Militer Israel mengatakan, pesawatnya menyerang tiga terowongan, dua digunakan untuk penyelundupan di Gaza selatan dan satu lagi untuk kegiatan teroris di bagian utara Gaza.  (bbs/jpnn)
Sumber-sumber medis Palestina mengatakan, lima orang cedera dalam serangan itu dan dua orang dilaporkan hilang. Sementara serangan udara Israel pada tengah malam itu dilakukan setelah serangan serupa sehari sebelumnya.

Israel meluncurkan perang 22 hari di Jalur Gaza dua tahun lalu dengan dalih untuk menghentikan serangan-serangan roket dan mortir. Jumlah serangan dari wilayah kantung Palestina itu mengalami penurunan dramatis sejak perang itu, meski sepanjang tahun 2010 hampir 200 roket ditembakkan ke Israel. (bbs/jpnn)

Polisi India Kesulitan Ungkap Pemilik Bom

MUMBAI – Ledakan tiga bom di Kota Mumbai Rabu petang waktu setempat (13/7) memaksa pemerintah dan aparat keamanan India bekerja keras. Hingga kemarin (15/7) tim penyidik masih sibuk mengumpulkan bukti forensik dari lokasi kejadian. Tim bentukan pemerintah itu juga memeriksa rekaman gambar kamera CCTV.

“Sejauh ini kami memeriksa sekitar sebelas compact disc yang kami ambil dari kamera-kamera CCTV yang memang terpasang di lokasi kejadian. Kebetulan, lokasinya strategis,” papar Raj Kumar Singh, pejabat senior tertinggi Kementerian Dalam Negeri India.

Singh mengatakan, tim penyidik sama sekali tak mengantongi petunjuk apa pun soal pelaku atau motif serangan bom yang merenggut 17 nyawa tersebut. Tetapi, kemarin (15/7) polisi sudah bisa mengidentifikasi beberapa bukti forensik yang dikumpulkan dari tiga lokasi. Satu disimpan di dalam skuter, 15 menit kemudian bom di tumpukan sampah dan di bawah payung. Tiga bom ammonium nitrate tersebut dilengkapi pemicu elektronik. “Polisi berhasil mengidentifikasi pemilik skuter,” kata Singh mengutip laporan tim penyidik.

Menteri Dalam Negeri India Palaniappan Chidambaram mengatakan ledakan tiga bom itu dilakukan oleh kelompok yang anti perdamaian. (ap/afp/hep/c8/ami/jpnn)

Hakim Imas Terima ‘Recehan’

JAKARTA- Manajer Administrasi PT Onamba Indonesia (OI) yang menjadi tersangka suap, Odi Juanda, membantah tudingan bahwa dirinya berinisiatif untuk menyogok hakim ad hoc Pengadilan Hubungan Industrial Bandung, Imas Dianasari. Kepada wartawan, Odi justru mengaku bahwa dirinya yang diminta menemui Imas.
“Itu tidak benar (menjadi inisiator suap). Saya yang dipanggil ke sana (dipanggil Imas),” ujar Odi di KPK, Jumat (15/7).

Sementara penasehat hukum Odi, Syarifuddin Harahap, menegaskan bahwa sangat tidak logis jika kliennya harus menyogok Imas yang hanya hakim ad hoc di PHI Bandung. Sebab, kasus sengketa antara PT OI dengan serikat karyawan yang diberhentikan sudah sampai tingkat kasasi di Mahkamah Agung (MA).

“Bodoh banget kalau memang masalah kasasi, kita berhubungan ke hakim tingkat PHI. Kalau mau (menyuap) itu harusnya ke MA. Paling tidak gunakan dari panitera MA,” ujar Syarifuddin.
Karenanya, Syarufiddin justru menganggap Odi menjadi korban pemerasan yang dilakukan Hakim Imas. “Ini saya buka saja satu lagi, bahwa (Imas) minta pertama Rp50 juta untuk blocking hakim MA. Tapi perusahaan (PT OI) ketika diminta itu tidak punya duit jadi Rp10 juta pun diminta,” beber Syarifuddin.

Selain itu, lanjutnya, Imas juga tak peduli soal nilai uang. “Setiap pertemuan itu si Imas Rp200 ribu saja diterimanya. Dengan alasan uang transport,” sambung Syarifuddin. Tak hanya itu, Imas juga pernah minta uang untuk menginap di sebuah hotel di kawasan Ancol, Jakarta Utara. “Tapi nilai rupiahnya saja nggak tahu,” ucap Sayrifuddin.

Seperti diketahui, Imas dan Odi ditangkap di Bandung pada akhir Juni lalu. Keduanya berhubungan terkait proses sengkete perburuhan antara PD OI dengan karyawan yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Saat penangkapan, KPK menemukan uang Rp 200 juta yang diduga sebagai suap.
Oleh KPK, Imas dijerat dengan pasal 12 huruf C dan/atau pasal 6 ayat 2 dan/atau pasal 15 dan/atau pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, yang melarang hakim menerima pemberian dari pihak lain terkait perkara yang ditangani. Sedangkan Odi dijerat dengan pasal 6 ayat (1) huruf a dan/atau pasal 15 dan atau pasal 13 UU Pemberantasan Tipikor karena diduga memberi atau menjanjikan sesuatu kepada hakim dengan maksud untuk mempengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepadanya untuk diadili.(ara/jpnn)

Terkenal karena Gaya Bicara

Chairuman Harahap

Bagi Anda yang mengikuti rapat Panitia Kerja Mafia Pemilu Komisi II DPR dapat dipastikan hafal dengan gaya bicara Ketua Panja Mafia Pemilu Chairuman Harahap. Gaya itu kini ditiru oleh rekan sejawatnya termasuk kalangan pers.

Pertanyaannya kerap menusuk. Teknik bertanya Chairuman juga tak jarang membuat tak berkutik pihak yang diundang. Itulah sosok Chairuman Harahap, politikus Partai Golkar yang juga Ketua Panja Mafia Pemilu Komisi II DPR. Hampir  satu bulan lamanya Panja Mafia Pemilu bekerja.

Di rentang waktu itu pula, Chairuman menancapkan gaya bicara dalam memimpin Panja. “Jangan gitulah kawan”, “Sudahlah kawan”, dua kata itulah yang menjadi ciri khas Chairuman Harahap saat mengatur lalu lintas persidangan Panja Mafia Pemilu. Semakin khas, dengan intonasi Chairuman yang dengan suara berat dan serak-serak basah.(net/jpnn)