Home Blog Page 14982

Kemenangan Kedua Missy

PALO ALTO – Bintang muda Amerika Serikat (AS) Melissa Franklin memberi bukti makin nyata bagi publik Amerika Serikat. Dia meraih kemenangan kedua di arena Kejuaraan Nasional Amerika Serikat. Perenang 16 tahun itu memenangkan lomba 100 meter gaya bebas di hari terakhir kejuaraan, Sabtu (6/8) waktu setempat.

Missy, sapaan akrab Franklin, mengalahkan tiga perenang senior yang berpengalaman di tim Amerika Serikat dan berlaga di olimpiade. Dia menciptakan waktu 53,63 detik setelah sempat tertinggal hingga 50 meter pertama lomba tersebut.

“Saya seorang yang suka mengintip peluang dan melihat posisi tiap lawan. Ketika tertinggal, saya mengambil keputusan untuk berlomba dengan diri sendiri dan menenggelamkan kepala. Itu sangat menyenangkan,” kata Missy, seperti dikutip AFP.

Di kejuaraan nasional, Missy sudah meraih emas di nomor 100 meter gaya punggung. Dia melengkapi dua pekan mengesankan yang dicetaknya, termasuk di Kejuaraan Dunia Akuatik 2011 yang berlangsung di Shanghai, Tiongkok pekan sebelumnya. Di Shanghai, Missy meraih tiga emas.

Usai dua pekan yang melelahkan, Missy bisa beristirahat. Dia segera menjalani masa liburan di Hawaii selama sepekan sebelum kembali memasuki bangku sekolah.

Di saat Missy makin bersinar, dua perenang senior AS juga menunjukkan masih layak menjadi bagian penting tim AS. Brendan Hansen dan Matt Grevers meraih kemenangan sempurna di gaya yang menjadi spesialisasi mereka. Hansen menyapu bersih kemenangan di gaya dada, sementara Grevers menyapu tiga lomba di gaya punggung.
DI hari terakhir, Hansen memenangkan lomba 200 meter gaya dada. Sebelumnya, dia sudah menguasai nomor 50 meter dan 100 meter gaya dada.

Sementara, Grevers memenangkan 200 meter gaya punggung untuk melengkapi kemenangannya di nomor 50 meter dan 100 meter.

Ajang kejuaraan nasional adalah even resmi pertama yang diikuti Hansen sejak memutuskan istirahat panjang selama tiga tahun sejak berakhirnya Olimpiade Beijing 2008.

Melissa Franklin  menjadi pilar Amerika Serikat di Olimpiade Athena 2004 dan 2008. Di karirnya terdahulu, dia memberikan dua medali emas untuk Amerika Serikat  melalui olimpiade dan enam kemenangan di kejuaraan dunia sejak 2001 hingga 2007. Kini, dia bisa berharap untuk masuk ke dalam tim nasional lagi menuju Olimpiade London untuk  2012. “Saya mencatatkan kemenangan dan waktu yang baik, mungkin lebih baik dari pencapaian saya pada 2006. Hasil sepekan di sini, benar-benar suntikan kepercayaan diri yang amat besar bagi saya,” kata Hansen. (ady/jpnn)

Rossi Niat Hengkang ke Honda

ROMA – Kegagalan untuk tampil baik bersama Ducati membuat frustrasi Valentino Rossi. Kemudian, muncul rumor kalau pembalap Italia itu tengah bernegosiasi dengan Honda buat tahun depan. Dari sepuluh seri pertama musim ini, Rossi nihil kemenangan. Prestasi terbaiknya cuma sekali naik podium, yakni podium ketiga di MotoGP Prancis. Sisanya, ia finis di posisi empat, lima, enam, tujuh dan sembilan.

Bisa dibilang, ini adalah pencapaian terburuk Rossi sepanjang karirnya sebagai pembalap. Kali terakhir ia tidak pernah juara dalam 10 seri pertama di sebuah musim adalah pada musim debutnya di kelas 125cc tahun 1996 ketika ia menang di seri ke-11 bersama Aprilia.

Timbullah desas-desus bahwa Rossi tidak senang dengan Ducati dan sedang bernegosiasi untuk bergabung dengan Honda Gresini tahun depan. Sumbernya tidak main-main, ia adalah mantan pembalap MotoGP Marco Melandri. “Saya tahu kalau Valentino Rossi sudah mengontak Gresini buat (satu tempat) di Honda 2012,” kata Melandri kepada Racing Tribune yang dikutip All About Bikes.

“Ini mengonfirmasi apa yang sudah pernah saya bilang beberapa waktu sebelumnya: ‘perkawinan’ The Doctor (julukan Rossi) bersama Ducati tinggal menghitung bulan,” tukas Melandri yang seperti Rossi juga berkebangsaan Italia.

Sejauh ini, belum bisa dibuktikan seberapa besar kebenaran klaim Melandri. Baik Rossi maupun Ducati memang mengaku kecewa dengan performanya di tahun ini, tetapi mereka tidak pernah mengindikasikan akan pecah kongsi. (net/jpnn)

Nama Tetap PSMS Medan

Kalau Jadi Merger

MEDAN – Kasak-kusuk kompetisi nasional musim depan pada akhirnya mewacanakan merger alias penggabungan dua klub. Antara klub lawas dengan klub kemarin sore yang baru dibentuk tahun lalu yang bernaung di Liga Primer Indonesia. Di Medan, PSMS dikabarkan siap merger dengan Bintang Medan. Tapi namanya diusahakan tetap PSMS.
Merger ditanggapi pula sebagai jalan pintas menuju profesional. Tak lagi dibolehkan menyerap APBD musim depan membuat klub amatiran seperti PSMS kelimpungan. Maka itu, gabung dengan Bintang Medan dijadikan salah satu upaya agar dianggap profesional oleh AFC.

Barisan kelompok fans PSMS terbesar, Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligan nyatanya setuju jika PSMS digabung dengan Bintang Medan. Harapannya tentu saja agar PSMS bisa tetap eksis dengan kualitas yang diharapkan bisa lebih baik lagi.

“PSMS sudah berusaha menuju profesional. Namun dengan keadaan yang sedang sakit seperti sekarang ini, perekonomian PSMS Medan harus dipulihkan. Saya rasa merger merupakan pilihan yang tepat,” ujar Ketua SMeCK Nata Simangsunsong kemarin.

Sebagai klub suporter yang terus-menerus memberikan dukungan kepada PSMS, SMeCK juga berharap, kendati merger, nama PSMS tetap dipertahankan dan tidak akan mengalami perubahan. “Nama PSMS itu sudah ada sejak lama. Kalau diganti, tentu akan banyak pihak yang protes. Jadi, PSMS tetap menjadi nama klub dan manajemen juga dikelola PSMS walaupun personel di manajemen tersebut berupakan orang-orang dari Bintang Medan sebagai investor,” tambah Nata.

Sebagai tim profesional, PSMS tentu saja harus dikelola orang profesional. Apalagi Nata juga menyatakan, pengelolaan yang dilakukan oleh mamajemen PSMS sebelumnya membuat pihaknya apatis. “Manajemen memang PSMS, tapi bukan semua uang itu PSMS yang atur. Tentunya pihak investor juga punya hak untuk menempatkan orang-orang yang dipercayainya mengelola PSMS. Apalagi, selama ini kami melihat manajemen PSMS sebelumya itu harus dirombak. Dan manajemen yang baru kepengurusannya juga harus dirembukkan,” bebernya.
Bintang Medan sendiri memang berencana mengganti nama atau menambahi jika jadi bergabung. (ful)

Gaston: Pengurus Amatir

Persoalan kontrak antara Gaston Castano dan pengurus PSMS masih berlanjut. Kekasih artis Julia Perez itu tetap menolak gajinya dipotong satu bulan. Jika tak dibayar penuh, Gaston dan agennya akan melaporkan pengurus PSMS ke FIFA.
“Aku mau mereka (PSMS) bayar semuanya sebelum kontrak aku berakhir,” ujarnya kemarin.

Penegasan tersebut menurutnya dilakukan lantaran PSMS dinilai mencederai kesepakatan kontrak yang terjalin antara kedua belah pihak. Menurutnya, sebagai pemain, dia telah berlaku profesional dan harus mendapat perlakuan profesional dari manajemen PSMS. “Saya profesional dan seharusnya PSMS juga profesional. Jangan bertingkah seperti amatir seperti ini. Sudah jelas di kontrak dituliskan apa yang menjadi hak dan kewajiban pemain, kenapa dilanggar,” koar pencetak 15 gol bagi PSMS di msuim Divisi UTama 2010/2011 lalu. (ful)

Dana Hibah tak Rasional Dievaluasi

Biro Binsos Perketat Penyaluran Bantuan

MEDAN- Guna meminimalisir terjadinya penyelewengan bantuan dana hibah, Biro Bina Kemasyarakatan dan Sosial (Binsos) Setdaprovsu melakukan evaluasi terhadap seluruh bantuan hibah yang nilainya tak rasional, kendatipun bantuan tersebut telah dianggarkan dalam APBD Sumut 2011.

Penegasan ini disampaikan Kabiro Binsos Setdaprovsu Sakhira Zandi kepada wartawan, Sabtu (6/8)n
Menurut Sakhira Zandi, secara umum dana hibah baru sedikit yang disalurkan. “Selebihnya, saat ini sedang kita evaluasi secara cermat sebelum diluncurkan, karena terindikasi ada sejumlah bantuan hibah yang masih perlu kita seleksi besaran dan kepatutannya termasuk beberapa aspek lainnya,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan, beberapa bantuan hibah yang tidak rasional tersebut misalnya terhadap satu yayasan pendidikan yang jumlahnya sangat signifikan mencapai Rp2,5 miliar termasuk beberapa hibah kepada pihak lainnya yang terindikasi telah berulang diberikan dalam jumlah yang perlu dipelajari kembali. “Dari sekitar Rp322 miliar dana bantuan hibah yang dianggarkan, hingga saat ini yang telah dicairkan baru sekitar Rp15 miliar atau 15 persen. Hal ini memang merupakan suatu permasalahan yang sedang kita benahi karena berkaitan dengan daya serap SKPD. Meski begitu, dalam mengejar pencapaian daya serap ini, kita tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan objektivitas, agar tidak menimbulkan permasalahan di belakang hari,” katanya lagi.

Selain adanya evaluasi dan seleksi, lanjutnya, masih rendahnya daya serap atau pencairan dana hibah ini akibat kelengkapan administrasi pihak penerima dana hibah banyak yang perlu dibenahi sesuai peraturan dan ketentuan berlaku. “Soal kelengkapan administrasi ini memang kita komit untuk tidak main-main karena ini sangat penting, terutama harus benar-benar sesuai dengan Peraturan Gubernur Sumut (Pergub),” terang Sakhira.

Lebih lanjut Sakhira Zandi menegaskan, pihaknya sama sekali tidak mempersulit proses pencairan dana hibah ini, melainkan mendudukkan sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku. “Sepanjang administrasi lengkap dan persyaratan terpenuhi, tidak ada alasan bagi staf saya untuk tidak mencairkannya. Jadi tidak ada yang dipersulit sepanjang seluruhnya lengkap dan memenuhi ketentuan,” tegasnya.

Dia juga menegaskan komitmennya dalam memimpin biro ini bekerja secara profesional dan proporsional dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat khususnya byang berhubungan dengan dana-dana bantuan. “Jadi saya tidak mau ada transaksi-transaksi tertentu dalam pengaturan bantuan, tidak perlu ada ‘deal-deal’ dari awal ataupun semacam kesepakatan-kesepakatan tertentu. Jadi semuanya berlaku secara prosedural,” tutur Sakhira.

Evaluasi lainnya yang sedang dilakukan terhadap dana hibah, lanjutnya, yakni keterwakilan daerah. “Kita tidak ingin bantuan hibah ini hanya terkonsentrasi pada kabupaten atau kota tertentu karena Sumut terdiri dari 33 kabupaten dan kota. Ini yang kita evaluasi agar bantuan terdistribusi secara proporsional,” ujarnya lagi.

Tentang bantuan langsung atau yang sering disebut sebagai bantuan glondongan, diakuinya dalam APBD 2011 jumlahnya sangat sedikit dan menurun drastis dibanding tahun sebelumnya. Tahun ini hanya dianggarkan Rp1,5 miliar dari Rp16 miliar pada tahun sebelumnya. “Dari Rp1,5 miliar bantuan langsung sudah tersalur sekitar Rp1,3 miliar atau 86 persen. Jadi sisanya sudah sangat sedikit. Ini kita harapkan mendapat tambahan pada P-APBD 2011,” ujarnya seraya mengakui bantuan sosial ini merupakan fungsi strategis karena langsung membantu masyarakat sehingga dia meminta aparatur yang terlibat dalam penyaluran hendaklah tanpa pamrih dan bekerja sungguh-sungguh jangan mengecewakan masyarakat. (saz)

H-4 Lebaran, Mobil Barang Dilarang Beroperasi

MEDAN- Untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan pada arus mudik mendatang, mobil barang diimbau n
agar tidak beroperasi pada H-4 Lembaran. Selain itu, kebijakan larangan untuk truk dengan berat 7.500 Kg ke atas menuju Berastagi, Tanah Karo, tetap diberlakukan pada Ramadan dan Lebaran.

“Kebiajakan ini diambil agar keberadaan mobil barang itu tidak memacetkan lalulintas pada arus mudik. Hal ini juga dilakukan karena keterbatasan ruas jalan yang akan digunakan masyarakat,” kata Kadis Perhubungan Pemprovsu Rajali melalui Kabid Perhubungan Darat Darwin Purba usai rapat koordinasi (Rakor) kesiapan angkutan Lebaran 2011 di Ruang Kenanga, Lantai 8, Kantor Gubsu, di Jalan Diponegoro Medan, akhir pekan lalu.

Lebih lanjut Darwin mengatakan, untuk memperlancar arus lalulintas menjelang Lebaran, Dinas Perhubungan akan menyiapkan berbagai sarana transportasi yang terdiri dari angkutan jalan, kereta api, ASDP, angkutan laut, dan angkutan udara.

Angkutan jalan terdiri dari angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dengan perincian 1.121 unit bus dan 1.712 unit mobil penumpang umum serta angkutan antar kota antar provinsi (AKAP) sebanyak 1.094 unit. Kereta api yang disiapkan sebanyak 96 armada, ASDP tiga unit jurusan Sibolga-Gunung Sitoli dan 29 unit jurusan Ajibata-Tomok. Angkutan laut terdiri dari 33 armada tujuan domestik dan 10 armada tujuan luar negeri.

Sedangkan angkutan udara yang disiapkan sebanyak 47 armada yang disediakan 10 perusahaan penerbangan untuk tujuan domestik dan 18 armada yang disiapkan delapan perusahaan penerbangan untuk tujuan luar negeri.
Sementara itu, Asisten II Pemprovsu Djaili Azwar mengatakan, cukup banyak kesimpulan yang didapatkan dalam rapat koordinasi yang melibatkan Dirlantas Poldasu, Dishub dan Dinas Bina Marga Pemprovsu serta seluruh kabupaten/kota itu.

Ia mencontohkan, keharusan seluruh kabupaten/kota untuk menyiapkan posko untuk siaga memberikan bantuan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Seluruh posko itu harus menyiapkan nomor kontak yang dapat dihubungi jika musibah terjadi. “Jangan ada yang buang badan, semua harus bertanggung jawab,” terangnya.
Dalam rapat itu, disepakati tentang adanya batas atas dalam penjualan tiket mudik. Contohnya tiket pesawat garuda untuk kelas ekenomi yang memiliki batas atas maksimal sekitar Rp1,9 juta. Jika melebihi itu, berarti tiket yang dijual calo.

Rapat juga memerintahkan Dinas Bina Marga, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk menyiagakan alat-alat berat jika terjadi musibah seperti longsor atau banjir terjadi. Sedangkan untuk Dishub, diperintahkan untuk menyiapkan jalur-jalur alternatif jika terjadi kemacetan lalulintas yang cukup parah di ruas jalan utama.(saz)

Keamanan Masih Terkendali

Rabu (3/8) malam lalu, tepatnya pukul 21.30 WIB di Taman Sri Deli Jalan Masjid Raya Medan. Even tahunan terbesar yang digelar Pemerintah Kota (Pemko) Medan, Ramadhan Fair dibuka secaran resmi dan dihadiri Menteri Koperasi dan UMKM Syarif Hasan serta dimeriahkan artis ibu kota Ebiet G Ade. Lantas, sejauh mana kondisi keamanan yang ada di pagelaran tersebut. Berikut petikan wawancara wartawan Harian Sumut Pos Ari Sisworo dengan Kepala Kepolisian Sektor Kota (Kapolsekta) Medan Kota Kompol M Hari Sandy Sinurat SIk.

Secara umum, bagaimana kondisi keamanan di lokasi penyelenggaraan Ramadhan  Fair kali ini?
Secara umum dan secara kasat mata, penyelenggaraan Ramadhan Fair kali ini lebih tertib, lebih nyaman dan pastinya lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Menu yang ditawarkan juga bervariasi dan menggugah selera warga Medan yang hendak berbuka puasa. Dan tidak salah bila, Ramadhan Fair kali ini benar-benar menjadi ikon Kota Medan, atau spesifiknya sebagai tempat wisata religi bagi umat Muslim yang sedang berpuasa di Medan. Dari sisi keamanan, semuanya berjalan lancar. Ada beberapa kasus kecil yang terjadi, namun bisa segera teratasi dan tidak mengganggu penyelenggaraan Ramadhan Fair.

Kejadian kecil seperti apa?
Semisal terjadinya penganiayaan, namun petugas kita langsung sigap untuk menangani hal itu. Kemudian, ada kasus penipuan yang terjadi terkait masalah lapak. Dan itu segera teratasi, antara korban dan pelaku sudah mau menyelesaikan secara kekeluargaan. Sejauh ini masih aman terkendali, dan diharapkan hingga akhir penyelenggaraan Ramadhan Fair tahun ini.

Jumlah Personel yang kita turunkan?
Setiap harinya, kita menyiagakan 25 personel. Dimulai pukul 17.00 WIB hingga tutupnya Ramadhan Fair. Personel-personel itu dimobilisasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), seperti keributan-keributan kecil dan lain sebagainya.

Saat kapan dibutuhkan bantuan personel dari Polresta Medan?
Untuk setiap harinya, personel kita bisa menghandle keamanan di lokasi penyelenggaraan. Namun, dalam penyelenggaraan Ramadhan Fair itu ada hari-hari yang dimeriahkan dengan kehadiran artis atau sebagainya. Seperti pada pembukaan Ramadhan Fair beberapa hari lalu, serta nanti pada 25 Agustus mendatang, Ramadhan Fair akan kedatangan Band Ungu. Dengan kondisi seperti itu, diprediksi pengunjung akan membludak. Maka Polsekta Medan Kota akan berkoordinasi dengan jajaran Polresta Medan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.(*)

Walau Ramai Lokasi Tetap Bersih

Sejak dibuka secara resmi oleh Wali Kota Medan, Ramadhan Fair di Taman Sri Deli selalu ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah, baik dari Kota Medan maupun luar Medan. Walaupun pengunjung cukup ramai, panitia tetap mengutamakan kebersihan agar para pengunjung tetap merasa aman dan nyaman.

Setiap saat petugas kebersihan akan datang ke stan-stan khususnya yang menjual berbagai macam makanan dan minuman untuk mengutip sampah. Bahkan tidak jarang para pertugas kebersihan yang biasanya terdiri dari tiga orang ini juga mengambil dan menyapu sampah yang bertebaran di sekitar tempat duduk para pengunjung.

“Kita biasanya datang setiap dua atau tiga jam sekali untuk mengambil sampah, sekalian juga menyapu sampah yang ada di sekitar pengunjung,” kata Rudi, seorang petugas kebersihan.

Karena kebersihan lokasi Ramadhan Fair terjaga, para pengunjung pun mengaku betah dan nyaman berada di lokasi Ramadhan Fair. “Kita ke Ramadhan Fair kan untuk makan, kalau makanan dan tempatnya tidak bersih, kita pasti jijik dan tak betah berlama–lama di sini,” ujar Umar, seorang pengunjung.

Menurutnya, kebersihan ini merupakan hal pokok yang paling harus dijaga pada setiap even Ramadan Fair. Jadi, walau ramai pengunjung, lokasi Ramadhan Fair tetap bersih. (mag-9)

Pemilik Rumah Sahur, Maling Gagal Beraksi

Bulan Ramadan benar-benar membawa berkah bagi Zikri (40), warga Jalan Yos Sudarso Km 7 Kecamatan Medan Deli. Pasalnya, gara-gara ingin sahur, dia berhasil mengagalkan aksi Alamsyah (29), warga Jalan Aluminium Raya, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Medan Deli yang ingin mencuri di rumahnya, Minggu (7/8) dini hari, pukul 03.00 WIB.

Saat itu, Alamsyah mengendap-enadap di samping rumah Zikri. Lantas, dia pun mulai mencongkel pintu belakang rumah tersebut. Namun naas, saat melakukan aksinya, pelaku kepergok pemilik rumah yang ingin sahur. Karena aksinya diketahui pemilik rumah, Alamsyah pun melarikan diri.

Zikri yang melihat pintu belakang rumahnya sudah rusak dicongkel pelaku langsung berteriak maling. Serontak, warga sekitar yang mendengar teriakannya langsung keluar dan menangkap pelaku. Pelaku yang mencoba untuk kabur langsung dipukuli oleh warga hingga bagian mukanya babak belur. Selanjutnya, warga membawanya ke Polsek Medan Labuhan untuk diproses secara hukum oleh pihak yang berwajib. (mag-11)

Perampok Bersajam Beraksi di KIM II

LABUHAN- Tommy Syaputra (25) warga Pulau Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Barat, dirampok pria bersenjata tajam saat pergi kerja di Kawasan KIM II, Minggu (7/8). Akibatnya, pria keturunan Tionghoa ini ditikam pelaku yang membawa kabur sepeda motor Supra BK 3330 GS milik korban.

Kejadian tersebut bermula saat Tommy mengendarai sepeda motornya menuju KIM II. Dalam perjalanan, dua kawanan perampok yang mengendarai sepeda motor Vega dilengkapi senjata tajam dengan ciri-ciri berbadan tegap dan memakai jaket, tiba-tiba menghadangnya.

Pelaku langsung mengancam dan mengarahkan pisau ke bagian pinggang Tommy. Korban mencoba melakukan perlawanan. Akibatnya, jari tangan Tommy terluka kena sabetan pisau.

Karena nyawanya terancam, Tommy menyelamatkan diri dan meninggalkan sepeda motornya. Dengan kondisi tangan kanan berlumuran darah, Tommy ditolong seorang Satpam.

Selanjutnya mereka mendatangi kembali lokasi perampokan tersebut, namun kawanan perampok tersebut sudah membawa kabur bersama sepeda motornya. Kemudian, kejadian yang dialaminya di laporkan ke Polsek Medan Labuhan. (mag-11)