23 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 15066

Teka-teki Menezes

LA PLATA-Tampil dengan predikat juara bertahan Copa Amerika ternyata tak menjamin tim berjuluk Selecao itu mampu berlaga pada partai puncak tahun ini.

Pasalnya, kemarin (18/7) saat berlaga di babak perempatfinal, anak asuh Mano Menzes itu kalah adu penalti 0-2 atas Paraguay. Tak pelak kekalahan ini selain membuat tim favorit itu tersingkir, di sisi lain posisi sang pelatih pun dipertanyakan.

Apalagi, sebelum berangkat ke Copa America, Menezes sudah membuat banyak dahi berkerut ketka ia banyak menumpukan kekuatan pada para pemain minim pengalaman (walau punya bakat hebat) seperti Neymar atau Paulo Henrique Ganso.

Meski juga mengangkut sejumlah pemain senior seperti Julio Cesar, Lucio dan Robinho, kritik kepada Menezes tidak lantas jadi surut. Pasalnya, Brasil gagal tampil sesuai ekspektasi awalnya.

Di laga pertama, Brasil menghadapi Venezuela. Meladeni tim yang di atas kertas sekelas di bawah, Neymar dkk tampil bak orang bingung. Hasil akhir 0-0 mencerminkan kebuntuan Brasil saat itu.

Penampilan Brasil membaik di pertandingan kedua melawan Paraguay, tetapi Selecao malah nyaris kalah dan membutuhkan gol telat Fred untuk memetik hasil imbang 2-2.

Harapan perbaikan mencuat ketika di laga terakhir Grup B Brasil melipat Ekuador 4-2 walau sempat bikin ketar-ketir di awal. Pato dan Neymar seperti menjawab kritik dengan masing-masing menyumbangkan dua gol.

Dan seperti sudah dibeberkan di atas, Brasil akhirnya terhenti di tangan Paraguay di perempatfinal. Menezes kembali jadi pihak yang disalahkan karena dianggap gagal memaksimalkan potensi timnya.

Walau dibulan-bulani kritik, Menezes sepertinya harus bersyukur karena tampaknya ia cukup aman. Presiden CBF Ricardo Teixeira dengan tangkas langsung menyuarakan dukungan buat pria 49 tahun itu.

Menurut CBF, tidak ada guna mengganti Menezes mengingat Brasil sudah harus bersiap menghadapi Olimpiade 2012 dan Piala Dunia 2014.

Sementara itu Menezes sendiri mengatakan bahwa hasil akhir pertandingan kemarin tak dapat dijadikan refrensi untuk mengatakan Paraguay lebih baik daripada Brasil.

“Kami harus keluar dari pertandingan seperti ini dengan indikasi jelas betapa Brasil berjuang gigih, hingga poin di mana kami jauh lebih superior di keseluruhan 120 menit.

Itu tak cukup karena kami tak mencetak gol yang kami usahakan dengan sangat keras,” bilang Menezes.
“Kami kehilangan tempat di semi-final atas lawan yang hanya meraih hasil imbang empat kali (di kompetisi ini). Jadi, sepakbola bukan semata tentang keinginan. Ini sebuah rangkaian dari banyak hal. Kita melihat dua tim besar, Argentina dan Brasil, gagal lolos ke semi-final,” pungkas Menezes. (bbs/jpnn)

Inter-Roma Pesta Gol

MILAN – Dua klub Seria A Italia, Inter Milan dan AS Roma sama-sama memetik kemenangan besar dalam laga ujicoba pramusim, Minggu (17/7). Ricky  Milan mengalahkan Trentino 6-1 dalam uji coba pramusim pertama mereka. Alvarez jadi bintang Nerazzurri (sebutan Inter) dengan dua golnya, sementara AS Roma menang 10-0 dari Val Pusteria. Marco Borriello membuat trigol untuk Giallorossi (julukan AS Roma).

Dalam laga ujicoba keduanya di Pinzolo, pelatih anyar Inter, Gasperini melakukan beberapa eksperimen taktik. Mantan arsitek Genoa itu juga memberi kesempatan tampil untuk sebagian pemain muda Inter. Selain Alvarez, Gasperini juga menurunkan punggawa anyar, Luc Castaignos yang menyumbang satu gol.

Alvarez yang baru didatangkan Inter dari Velez Sarsfield beberapa pekan lalu jadi bintang kemenangan Inter dengan dua gol yang dia lesakkan di menit 33 dan 54. Pemain Inter lain yang melesakkan sepasang gol adalah Goran Pandev pada menit ke 2 dan 41.

Gol-gol Inter lainnya dilesakkan Samuel Eto’o pada menit ke 9, Wesley Sneijder menit ke 25. Sementara gol balasan datang dari Timpone pada menit ke 64.

Pemain Inter asal Jepang, Yuto Nagatomo dalam laga ini tak dimainkankan dalam laga tersebut karena dikhawatirkan mengalami masalah otot pada paha kirinya.

Pada laga uji coba lainnya AS Roma juga menang besar saat menghadapi klub lokal Val Pusteria. Menjalani laga debut bersama pelatih Luis Enrique, Francesco Totti cs memetik kemenangan mencolok 10-0.

Francesco Totti membuka pesta gol Roma yang kemudian berturut-turut diikuti oleh gol dari Rodrigo Taddei, Simone Perrotta, Viviani, Verre dan Jeremy Menez. Borriello menjadi pemain dengan performa terbaik setelah melesakkan tiga gol meski hanya dimainkan setengah babak.

Atas kemenangan tersebut gelandang AS Roma Simone Perrotta mengatakan AS Roma kini menghadapi revolusi baru dengan masuknya pemilik baru, Thomas Di Benedetto dan pelatih Luis Enrique.

Perotta mengaku sangat senang melihat adanya era baru yang terwujud di Giallorossi pada musim panas sekarang. “Anda dapat menjelaskan ada atmosfer baru sekarang, karena telah terjadinya perubahan pemilik klub, direktur dan pelatih,” kata Perrotta.

“Skuad yang bekerja di pramusim ini sedikit banyak sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tetapi semua pemain menyukai gara baru di Roma ini,” lanjutnya.

Sang gelandang kemudian membicarakan strategi yang disukai Enrique yang ingin diterapkannya ke dalam skuad. “Kami mengikuti metode Luis Enrique dengan rasa keingintahuan besar. Ia mengingatkan saya pada Luciano Spalletti,” sambungnya.

“Sang pelatih ingin kami menjaga penguasaan bola sebagai pokok utama, sedangkan di Italia kami terbiasa bermain dengan mencari celah melalui umpan-umpan dari sayap agar lebih dekat ke gawang lawan, tetapi sang pelatih juga mengingatkan kalau ia tidak suka bermain dengan bola-bola panjang,” papar Perrotta. (net/jpnn)

City Lepas Tevez ke Klub Lama

MANCHESTER – Saat pentas Premier League bergulir bulan depan, Manchester City sudah tidak lagi diperkuat Carlos Tevez.  Sebab, menurut klaim yang disampaikan kubu City, mereka sudah mencapai kesepakatan soal masa depan bomber timnas Argentina itu. Di mana, Tevez bakal kembali ke klub lamanya Corinthians.

Klub Brasil tersebut pekan lalu sudah mengajukan tawaran sebesar 40 juta pounds.  Tawaran itu ditolak City.  Mereka baru mau melepas Tevez jika ada penawaran sebesar 50 juta pounds. Namun, di sela tur pramusim di Amerika Utara, Roberto Mancini selaku manajer City membenarkan telah terjadi kesepakatan antara kedua kubu.
“Ya, kami sudah mencapai kesepakatan dengan Corinthians.  Tapi, sejauh ini Carlos masih berstatus pemain City,” ungkap Mancini kepada Sky Sports.

Mancini tak bisa memastikan apakah Tevez sudah mencapai kesepakatan personal dengan Corinthians, meski sudah ada kesepakatan antara kedua klub.  “Saya tak tahu soal itu. Saya ulangi, saat ini Carlos masih pemain City. Saya juga  menunggu.  Kami harus memikirkan hal ini,” timpal pria asal Italia itu.

Kubu Corinthians sendiri mengakui kalau Tevez akan segera bergabung.  Tevez yang pernah membela Corinthians pada 2004 hingga 2006, diharapkan bisa segera bergabung. “Hari ini (Minggu waktu setempat) memang tidak ada aktivitas apa-apa.  Saya berharao semua bisa dituntaskan besok (hari ini WIB) dan kami bisa melengkapi berkas kontrak sekaligus mengumumkan kehadirannya,” papar Edu Gaspar, Direktur Corinthians kepada Globoesporte.

Di sisi lain, City akan segera mencari pemain baru untuk mengisi pos yang ditinggalkan Tevez.  Nah, saat ini pemain yang masuk dalam radar City adalah bomber Atletico Madrid dan timnas Argentina Sergio Aguero.  Aguero sendiri sempat mengatakan kalau dia akan menentukan masa depannya setelah perhelatan Copa America 2011.  Nah, menyusul kegagalan Argentina meraih tiket semifinal, Aguero diharapkan segera menentukan klub mana yang akan dia bela.
“Dia (Aguero) ingin bernegosiasi setelah Copa America.  Sepanjang pekan ini segalanya memang masih simpang siur,” papar Hernan Reguera yang merupakan agen Aguero kepada Ole. (bas/jpnn)

Pelti Sumut Gelar Turnamen Sumut Bangkit

MEDAN-Sebagai bentuk kepedulian dan hasrat untuk membawa tenis Sumut ke arah yang lebih baik, maka Pelti Sumut akan menggelar turnamen tenis bertajuk “Turnamen Tenis Remaja Sumut Bangkit”.

Menurut Ketua Pelti Sumut Indra Kelana SH di Sekretariat Pelti Sumut Jalan Sei Belutu Medan, kemarin (18/7), even yang akan berlangsung di Lapangan Tenis Kebun Bunga Medan pada 22-24 Juli itu terkait dengan pengukuhan pengurus provinsi (Pengprov) Pelti Sumut yang berlangsung pada 23 Juli mendatang di Medan Club.

Diungkapkannya bahwa petenis yang diperbolehkan tampil pada even ini berusia tak lebih dari 18 tahun. “Turnamen ini terdaftar sebagai even yang diakui PP Pelti. Karenanya, tak heran bila sejauh ini sudah 41 petenis dari berbagai daerah yang menyatakan ikut serta lewat web PP Pelti,” bilang Indra.

Jumlah di atas masih akan bertambah lagi karena para petenis yang berasal dari Medan atau pun daerah-daerah lainnya yang ada di Sumut belum diregistrasi.

“Yang pasti Sumut akan diperkuat dua petenis andalannya Fernando Bangun dan T M Bintang. Mereka juga didukung beberapa petenis potensial seperti M Yusuf Siahaan dan Chairun Abdi Maulana,” beber Indra.
Selanjutnya Indra mengungkapkan bahwa apa yang dilakukan pihaknya ini adalah upaya untuk menjaring petenis potensial yang nantinya akan dibina secara intensif dan berkesinambungan hingga mampu mengharumkan nama Sumut di tingkat nasional.

“Daripada membeli atlet dengan menghabiskan uang dalam jumlah yang besar, akan lebih baik bila uang itu dipergunakan menggelar turnamen yang berpotensi melahirkan banyak petenis andal,” bilang pria yang juga Ketua  Soksi Sumut itu.
Selain penjaringan atlet seperti yang disebut di atas, Pelti Sumut pun akan memperbanyak Pengcab Pelti yang ada di kota/kabupaten di Sumut.

Turut hadir pada pertemuan kemarin Wakil Ketua V Drs H A Mulyadi, Wakil Sekretaris Ir Azmi A Madjid, Bendahara Sangkot Sirait SSos dan Humas Simon Pramono.  (jun)

68 Tim Berebut Piala Ketua KONI Sumut

MEDAN-Ketua Umum KONI Sumatera Utara Gus Irawan Pasaribu SE Ak MM secara resmi membuka turnamen QS Futsal Competion dan Graffiti Contest memperebutkan Piala Ketua Umum KONI Sumutdi QS Futsal Jalan Bunga Asoka, Senin (18/7).

Even yang berlangsung 18-23 Juli itu diikuti sebanyak 45 tim yang bertanding di kategori umum dan 23 tim bertanding di kelompok SMU/Sederajat yang berasal dari berbagai daerah seperti Medan, Lubuk Pakam, Sei Rampah dll.
Pada saat membuka turnamen kemarin Gus Irawan menambah jumlah hadiah bagi tim yang bertanding di kelompok SMU/Sederajat sebesar Rp5 Juta, sehingga total hadiah yang diperebutkan pada turnamen itu berjumlah Rp21 juta.
Apalagi, masih menurut Gus, sesungguhnya Sumut memiliki potensi untuk menorehkan prestasi di tingkat nasional sebab dari beberapa kesempatan mengikuti even tim-tim asal Sumut, utamanya untuk kelompok pelajar selalu menjadi yang terbaik.

“Saya ingat beberapa waktu lalu SMA Muli menjadi juara nasional sebanyak dua kali berturut-turut. Selain itu, tahun lalu SMAN 1 Medan juga mampu menempati peringkat ketiga. Ini menjadi suatu bukti bahwa futsal memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang ke arah yang lebih baik,” tambah Gus.

Terkait prestasi tim futsal Sumut pada babak Pra PON lalu Gus mengatakan bangga jika futsal lolos ke PON XVIII. Namun Gus mengingatkan segenap pengurus untutk tidak berpuas diri, melainkan secepatnya melakukan evaluasi.
“Kita lolos setelah menempati peringkat ketiga di bawah Sumsel dan Sumbar. Jadi, jika tidak ada perbaikan, bisa dibayangkan akan berada di peringkat ke berapa Sumut pada PON nantinya,” imbuh Gus.

Hal senada juga diungkapkan oleh Wakil Sekretaris KONI Sumut Irwan Pulungan dan IPTEK Olahraga KONI Sumut Dr Riyadh Ikhsan. Bahkan secara tegas keduanya berharap agar even yang digelar menjadi momentum kebangkitan futsal Sumut ke arah yang lebih baik. (jun)

K-40 Dukung Darwin

MEDAN- Kelompok yang menamakan diri K-40 yang diketuai Syawal Rifai, Senin (18/7) siang mendatangi Kantor Pengcab PSSI Medan di Jalan Timor untuk mengutarakan dukungan kepada Ketua PSSI Medan Drs H Darwin Syamsul untuk maju di pemilihan PSSI Sumut.

Didampingi Wakil Ketua I Nunuk Sanhaji, Wakil Ketua II Sugeng Rahayu, Sekretaris Lintong Sitanggang, Bendahara Binsar S dan Wakil Bendahara Asrul Batubara, Syawal mengungkapkan bahwa bentuk dukungan tertulis yang disampaikan kepada Darwin Syamsul adalah sebagai wujud kepedulian K-40 terhadap sepak bola Sumut.
K-40 sendiri merupakan gabungan pemilik suara yang terdiri dari Pengcab PSSI dan Klub yang ada di Sumut.
“Menurut K-40, sosok Darwin Syamsul yang maju menjadi salah satu calon Ketua Pengprov PSSI Sumut adalah yang paling tepat dibanding calon-calon yang ada saat ini, dan kita siap memenangkannya” jelas Syawal.
Apabila Darwin terpilih menjadi Ketua, maka diharapkan bisa melakukan pembaharuan serta pembenahan di dalam tubuh Pengprov PSSI Sumut.

“Lihat saja, saat ini terdapat kubu-kubu dalam kepengurusan Pengprov PSSI Sumut. Sosok Darwin sangat tepat untuk melakukan pembenahan dari sisi organisasi, sehingga nantinya sepak bola Sumut bisa berkembang,” sambungnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Nunuk Sanhaji juga menyampaikan bahwa dipilihnya sosok Darwin untuk didukung tak lain karena kinerja yang sudah terbukti. “Kita memilih saudara Darwin juga karena telah terbukti hasil kerja kerasnya dalam memajukan Pengcab PSSI Medan,” kata Nunuk. (ful)

Deli Serdang tak Perlu Dilibatkan

Perluasan Wilayah Kota Medan

MEDAN- Pansus Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kota Medan menilai, peran Deli Serdang tidak terlalu penting dalam perluasan wilayah Kota Medan. Pasalnya, Pemprovsu lebih memahami persoalan perluasan wilayah Kota Medan, khususnya daerah-daerah kecil milik Kota Medan yang sering terabaikan. Selain itu, Pansus juga, menilai rencana perluasan ini tidak perlu dipertanyakan kepada Pemkab Deli Serdang, karena hanya perlu ke Pemprovsu dan Pemerintah Pusat.

“Saya rasa jangan diangkat dari Pemkab Deli Serdangnya. Pastimereka tidak akan mau melepaskan ini, karena mereka pasti akan menilai negatif terhadap rencana perluasan atau penyesuaian wilayah Kota Medan ini. Mereka (Pemkab) pasti menafsirkan dampak perluasan ini, kalau dilepaskan maka PAD mereka pasti berkurang, padahal kan tidak,” ujar Sekretaris Pansus RTRW Kota Medan Aripay Tambunan, Senin (18/7).

Politisi PAN ini menilai, solusinya dan yang harus ditempuh Pemko Medan adalah dengan melakukan pengajuan rencana perluasan dan konsultasi pada Pemprovsu dan Pemerintah Pusat.

“Sebenarnya, Deli Serdang kan tidak perlu terlibat. Karena solusinya ini pada Pemprovsu dan Pemerintah Pusat. Pansus membuat rekomendasi dan Pemko harus melanjutkannya, karena tidak mungkin selamanya beban sosial ini kita (Kota Medan, Red) terus yang menanggungnya,” ucapnya. Menurutnya, Pemprovsu jugan harus cepat dan responsif menangani persoalan ini. Sebab, saat ini yang perlu dipikirkan adalah bagaimana menimalkan dampak sosial dan mengatasi beban sosial ekonomi yang tidak mungkin ditanggung Kota Medan selamanya. “Pemprov harus lebih paham dampak sosial yang diakibatkan Deli Serdang. Jadi, Deli Serdang tak perlu diajak, karena provinsi yang menanganinya. Temuan kita juga di lapangan, banyak warga Deli Serdang yang mau menjadi warga Kota Medan dan ingin wilayahnya menjadi Kota Medan,” ungkapnya.

Ditambahkannya, jika upaya dari solusi Kementrian PU ditempuh, maka pasti Pemko Medan akan meraih wilayah Deli Serdang itu. Namun, hal itu dihindarkan dan alternatifnya, Pansus mengarahkan Pemko Medan untuk melalui jalur birokrasi saja. “Bisa saja itu kita tempuh, dan pasti berhasil. Tapi kan kita tidak mau, karena kemungkinan besar akan menimbulkan beragam konflik sosial dan politik. Lebih baik dari jalur birokrasi tadi saja, seperti ke Pemprovsu dan Pemerintah Pusat. Ini kan persoalan pemerataan pembangunan karena banyak jalan yang tidak terawat di Deliserdang,” jelasnya.

Aripay juga menegaskan persoalan ini perlu diluruskan. Sebab, dengan adanya rekomendasi perluasan wilayah Kota Medan dari daerah-daerah terpencil milik Deli Serdang di inti kota Medan sudah dipandang negatif. “Perluasan Kota Medan ini bisa saja hanya di beberapa kecamatan seperti Medan Marelan, Medan Labuhan, Medan Denai, Medan Tembung hingga Medan Perjuangan, namun di kecamatan lainnya ada yang dikecilkan wilayah Kota Medan. Ya kita bilanglah seperti kecamatan Medan Denai, kalau nanti batas wilayah ditetapkan sungai maka kawasan Jalan Menteng dan Jalan Bajak di Denai itu bisa masuk ke Deli Serdang,” tegasnya.

Sementara, Wakil Bupati Deli Serdang Zainuddin Mars menegaskan, hingga kini Pemkab Deli Serdang tidak akan melepaskan wilayahnya menjadi bagian Kota Medan. Meski alasannya untuk perluasan Kota Medan sebagai kota metropolis.

“Tidak sejengkalpun wilayah Deli Serdang dilepas untuk daerah lain,” kata Zainuddin Mars. Bahkan, orang nomor dua di jajaran Pemkab Deli Serdang itu, menambahkan, sampai saat ini belum ada peraturan yang menyebutkan perluasan sebuah wilayah ditentukan pemerintah pusat tanpa melibatkan pihak eksekutif dan legislatif di daerah bersangkutan.
Apalagi, saat ini sistem pemerintah daerah menganut sistem desentranisasi. Karenanya untuk perluasan sebuah daerah, akan melibatkan daerah tetangganya yang bersinggungan langsung dengan daerah yang rencana bakal diluaskan. “Tidak ada alasan untuk menyerahkan wilayah Deli Serdang ke daerah lain,” tegasnya lagi.

Dilanjutkanya, hingga kini Pemkab Deli Serdang sedang membahas rencana Perda Tata Ruang dan Tata Wilayah (RTRW) untuk diajukan ke DPRD Deli Serdang. Di sana disebutkan tidak ada rencana memberikan sebagian wilayah Deli Serdang kepada daerah lain.

Untuk pembangunan Kabupaten Deli Serdang, sesuai Perda Rencana Pembangunan Jangka Menegah (RPJM) Deli Serdang yang telah disahkan DPRD Deli Serdang. Bahkan dalam pelaksana  pembangunan tersebut, Pemkab Deli Serdang selalu beriringan dengan “Tiga Pilar” yang meliputi kekuatan pemerintah, kerjasama dengan pihak swasta dan dukungan masyarakat.

Melalui program pembangunan tiga pilar tersebut. Pelaksanan pembangunan berjalan lancar diseluruh wilayah Deli Serdang. Sehingga banyak bermunculan ucapan terima kasih berasal dari masyarakat kepada Dinas PU.
Secara terpisah, anggota Komisi A DPRD Deli Serdang Mikail PT Purba menegaskan, saat ini zamannya otonomi daerah. Bukan daerah tidak patuh dengan pemerintah pusat. Tetapi bila sebuah rencana hendak dibuat sebuah daerah, pemerintah pusat akan melibatkan Pemkab serta anggota DPRD setempat.

“Bukan main tunjuk saja. Kan semua ada aturan mainnya. Wali Kota Medan itu hendaknya membaca undang-undang lah baru bisa bicara perluasan wilayahnya. Jangan-jangan mau minta perluasan daerah. Kalau itu boleh,” ucapnya. (adl/btr)

Lagi, Warga Segel Nanyang

MEDAN- Puluhan warga Jalan Tomat, yang tinggal berdekatan dengan Nanyang International School di Jalan Sriwijaya, Kecamatan Medan Baru, kembali berunjuk rasa dengan menyegel sekolah tersebut, Senin (18/7) pagi. Mereka juga memasang poster di pagar sekolah yang bertuliskan ungkapan kekecewaan terhadap pembangunan sekolah Nanyang yang meresahkan mereka.

“Kami sudah kecewa dan disengsarakan dengan pembangunan sekolah Nanyang. Dengan ini kami lakukan penyegelan agar orangtua murid yang mengantar anaknya tahu kalau pembangunan sekolah ini bermasalah,” ujar Risman Tarigan, perwakilan warga.

Namun sayang, ternyata kemarin belum semua orangtua siswa mengantar anaknya sekolah. Pasalnya, Sekolah Nanyang belum memulai kegiatan belajar mengajar. “Memang ada juga orangtua muridn yang datang, tapi sedikit. Makanya, besok pagi kami akan melakukan aksi kembali agar orangtua murid mengetahui kalau Sekolah Nanyang ini tidak memiliki rasa toleransi terhadap warga sekitar,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Risman, hari ini mereka juga akan kembali mendatangi kantor DPRD Medan untuk membicarakan masalah sekolah Nanyang kepada anggota dewan. “Besok (hari ini, Red), usai melakukan aksi, kami akan mendatangi kantor DPRD Medan lagi. Kami sudah sangat menderita dan sengsara atas pembangunan Sekolah Nanyang,” bebernya.
Sementara Ketua Komisi D DPRD Kota Medan, Parlaungan Simangungsong meminta kepada Dinas TRTB dan pemilik Nanyang membuat pernyataan tertulis yang disampaikan kepada dewan atas kesepakatan yang telah mereka capai agar diketahui masyarakat. “Seharusnya mereka (Nanyang dan Dinas TRTB, Red) menyampaikan apa yang telah mereka sepakati kepada dewan, karena ini menyangkut publik. Dengan begitu kita akan mencari solusi ke depannya terhadap warga sekitar yang sudah sengsara akibat pembangunan sekolah Nanyang,” cetusnya.

Dijelaskan Parlaungan, setelah dua kali sekolah Nanyang dibongkar cantik oleh Dinas TRTB. Pembangunan tersebut distanvaskan, namun nyatanya pembangunan tetap berlanjut. “Dimana ketegasan Dinas TRTB? Mengapa tidak melakukan pembongkaran sendiri? Kami meminta ketegasan Wali Kota Medan Rahudman Harahap untuk menginstruksikan Dinas TRTB melakukan pembongkaran sebagai bentuk solusi terhadap masyarakat,” ungkapnya.
Sebelumnya, Kadis TRTB Kota Medan Syampurno Pohan mengungkapkan, berdasarkan kesepakatan, pemilik sekolah Nanyang berjanji akan membongkar sendiri bangunannya yang menyalahi izin. “Pemilik Nanyang telah memenuhi panggilan Dinas TRTB bersama konsultannya, Senin (11/7) lalu. Mereka berjanji akan membongkar bangunannya sendiri yang menyalahi izin,” ujar Syampurno Pohan. (adl)

Ingin Lebih Bermanfaat bagi Masyarakat

HUT ke-3 RSU, Yayasan Sinar Husni Gelar Zikir Akbar dan Khitanan Massal

Sebagai bentuk syukur atas peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Rumah Sakit Umum (RSU) Sinar Husni, Yayasan Sinar Husni menggelar zikir dan khitanan massal din Masjid Sinar Husni Jalan Helvetia Medan, Sabtu (16/7).

Pada acara itu, terlihat hadir Ketua Yayasan Sinar Husni Drs H M Arif Husni MPd, Direktur rumah sakit Sinar Husni dr H Soufi Rijal Husni Mars, Ir H Agus Husni pengurus yayasan, Kadis Kesehatan Deli Serdang yang juga mewakili dari Bupati, Drs H Masdulhak Siregar, Perwakilan dari kesehatan Sumut Drs H Zulfan, dan Al Ustad H.M Saleh Daulay serta para tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya Drs H M Arif Husni MPd mengatakan, sebanyak 500 jemaah mengikuti zikir akbar, sedangkan kegiatan khitanan massal diikuti 150 anak dari keluarga kurang mampu. “Mudahan-mudahan tahun ini, Yayasan Sinar Husni dapat terus berkembang labih maju dan bermanfaat bagi masyarakat,” harap Arif Husni.

Diungkapkannya, Yayasan Sinar Husni kini telah memiliki perguruan tinggi, sekolah mulai SD hingga SMA, serta rumah sakit. Hal ini diharapkan dapat terus berkembang dan bermaanfaat bagi masyarakat. Khusus RSU Sinar Husni, saat ini telah terdapat berbagai alat  seperti pemeriksaan kehamilan (USG), Kadar Gula Darah (KGD), serta ruang pasien yang akan rawat inap. “Ini semua kita lakukan untuk membantu masyarakat kurang mampu,” tambah Arif.

Untuk itu, Arif berharap, pada tahun depan Insya Allah Sinar Husni akan mendirikan Akademi Kebidanan. “Mudahan-mudahan Akademi Kebidanan dapat terwujud,” ujar Arif.

Sementara Ir H Agus Husni pengurus yayasan menambahkan, pada 2011 ini, perguruan mulai tingkat SD-SLTA terdapat 2.400 murid siswa baru. Perguruan tinggi masih membuka jurusan Teknik Informatika komputer, Teknik Mesin, dan Elektro. “Untuk pendaftaran perguruan tinggi tersebut telah dbuka mulai Juli hingga akhir September 2011 nanti. Syarat pendaftarannya, membayar administrasi Rp1 juta dan membawa pas photo 3×4 sebanyak 4 lembar,” terangnya.

Pembayaran administrasi Rp1 juta tersebut sudah termasuk baju almamater, dan baju seragam kuliah. Terkait akan didirikannya Akademi Kebidanan di Sinar Husni, Kadis Kesehatan Deli Serdang Drs H Masdulhak Siregar menyebutkan salut terhadap program yang akan dibuat Sinar Husni itu. “Kita ketahui Sinar Husni merupakan yayasan yang mempunyai nilai bagus di mata masyarakat Deli Serdang dan banyak juga melahirkan pelajar yang berkualitas,” pujinya. (tomi sanjaya)

Disdik Bangun Lab IT Percontohan

Sebagai bagian dari program peningkatan mutu pendidikan, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan membangun laboratorium sarana pembelajaran berbasis Informasi Teknologi (IT). Seperti apa? Berikut petikan wawancara wartawan Sumut Pos Adlansyah Nasution dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Drs Hasan Basri MM, kemarinn

Bagaimana kualitas pendidikan Kota Medan saat ini?  
Saat ini pendidikan di Medan sudah menuju dunia internasional, sesuai dengan jargon kita ‘PRIMA’ (Prestasi, Iman, Integritas dan Mandiri). Berbagai program sedang kita laksanakan untuk peningkatan mutu relevansi pendidikan seperti pembangunan sarana pembelajaran berbasis IT. Saat ini, kita juga sedang membangun fasilitas Laboraturium IT senilai Rp1,3 miliar di SMAN 3. Laboratorium ini sebagai percontohan pembangunan sarana pembelajaran berbasis IT.

Untuk apa laboratorium itu dibangun?
Gunanya untuk mempermudah masyarakat mendapatkan informasi tentang dunia pendidikan di Kota Medan. Jadi, jika ada masyarakat yang memiliki keluhan atau pertanyaan mengenai apa saja terkait pendidikan, seperti mengurus mutasi sekolah anak dan lain sebagainya, dapat diakses melalui fasilitas IT yang telah dibuat. Jadi, tidak perlu lagi bertanya atau mendengar dari orang lain. Semuanya bisa dilihat langsung pada IT yang sudah tersedia di Disdik Kota Medan. Saat ini sedang dalam proses, kita sudah meminta pada pemerintah pusat untuk bantuan anggaran ke kursusan di Kota Medan dengan anggaran block grant.

Selain itu, apa saja program Disdik ke depan?
Disdik Kota Medan juga sedang memfokuskan program peningkatan kewirausahaan. Untuk itu, jangan heran jika menemukan sekolah, khususnya SMK yang memiliki usaha dan jangan ditafsirkan bahwa sekolah itu berbisnis. SMK sudah kita berikan usaha sebagai tempat praktik. Jadi, jangan nanti dikira kalau sekolah berjualan itu berbisnis. Kita bangun itu karena memang usaha itu menjadi tempat praktik kerja siswa. Karena sekolah harus produktif salah satunya keunggulan SMK. Jadi, sekarang ini kalau kita mau memesan kue, bisa saja kita minta pada sekolah yang sudah menerapkan ini.

Lantas, bagaimana dengan kualitas guru yang ada saat ini?
Saat ini, Disdik Kota Medan terus melakukan pemerataan kualitas guru termasuk dengan tidak adanya lagi guru di Medan yang berpendidikan D3 dan sudah hampir seluruhnya berlatar belakang S1. Selain itu, juga sudah meminta sekolah-sekolah untuk mempromosikan sekolahnya, karena jika SMAN memiliki fasilitas lengkap, namun minim minat murid maka hal itu kesalahan kepala sekolahnya.

Dengan begitu, Kepala sekolah harus mampu mempromosikan sekolahnya karena itu bagian dari tanggungjawabnya. Saat ini, semua kepala sekolah di Medan memiliki email sendiri. Karena dalam hal surat menyurat saya selalu mengirimkannya melalui email pada mereka semua. Di tahun 2012 juga nantinya, kita akan programkan semua sekolah wajib memiliki website sendiri sebagai sarana mempromosikan keunggulan sekolah masing-masing. (*)