Home Blog Page 15178

Barita: Itu Cerita Bohong…

Oknum Lurah Diduga Peras Kepling

MEDAN- Lurah Sudirejo II, Kecamatan Medan Kota, Barita Laut Dalimunthe dengan tegas membantah tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Menurut Barita, tuduhan Kepala Lingungan (Kepling) II Ropuji Pane, Kepling V Syaiful Anwar dan Kepling VII Syamsul Bahri bahwa dirinya meminta uang Rp5 juta agar mereka tetap menjadi kepling hanya cerita bohong belaka.

“Itu semuanya cerita bohong. Saya berani berhadapan dengan orang-orang itu (Kepling, red). Pemecatan itu karena memang kinerja mereka tidak maksimal,” terang Barita Laut, kemarin.

Bahkan kata Barita, meski mereka telah dipecat tertanggal 21 April, namun ketiga kepling tersebut masih menerima honor penuh pada April 2011. Sedangkan mengenai kecelakaan yang dialami Syamsul Bahri, Barita mengakui hal itu.
“Tapi berita itu terlalu dilebih-lebihkan. Karena yang kecelakaan waktu itu, bukan hanya satu orang. Ada dua orang, dan satunya bahkan patah kakinya. Tapi, yang patah kaki itu malah tetap bekerja dengan baik,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Medan Kota Irfan Syarif Siregar saat dikonfirmasi Sumut Pos via telepon Minggu (29/5) menjelaskan,  pemberhentian kepling usulan lurah. Dan ini adalah kolektif, bukan secara pribadi atau tendensi apa-apa. “Pemberhentian kepling ini mutlak karena kinerja,” tegasnya. (ari)

Cocok Untuk yang Bekerja

Akademi Akuntansi YPK Medan

Akademi Akuntansi YPK Medan, 42 tahun berpengalaman dalam menyelenggarakan pedidikan di bidang akuntansi. Sebagai bukti pengakuan terhadap Akademik Akuntansi YPK Medan, tak jarang para alumni langsung bekerja baik di lembaga pemerintahan maupun swasta, pasca menjalani pendidikan selama tiga tahun di kampus swasta tersebut.

Direktur Akademik Akuntansi Yayasan Pendidikan Keluarga (YPK), Dra Hj Nurul Izzah MM mengatakan, meskipun tidak memiliki kerjasama secara tertulis dengan instansi manapun, namun minat yang ditunjukkan berbagai lembaga perusahaan terhadap mahasiswanya begitu tinggi.

Hampir setiap tahunnya beberapa instansi khususnya yang bergerak di bidang Akuntansi sering meminta jasa sumber daya manusia yang ada di Akademik Akuntansi YPK.

“Bahkan sering mahasiswa yang tengah menjalani pendidikan sudah diterima untuk bekerja di  setiap instansi yang membutuhkan keahliannya,” ungkap Nurul di kampus Akademik Akuntansi YPK Jalan Sakti  Lubis Medan, kemarin (31/5).

Berbagai kemudahan bagi peserta didik yang memiliki pekerjaan  juga diberikan Akademi Akuntansi YPK kepada setiap mahasiswanya.

Mengingat perguruan tinggi yang memiliki izin terakreditasi sejak 2007 itu, jam kuliah berlangsung  pagi dan sore hari.

“Kita berikan kebebasan waktu jam belajar kepada mahasiswa yang bekarja shift  di sebuah instansi. Sehingga mereka bisa mengikuti mata kuliah tanpa mengganggu aktifitas kerja, dengan  jam kuliah pagi ataupun sore hari ,” ungkapnya.

Di akhir masa kuliah, lanjut Nurul, setiap mahasiswa diberikan kesempatan menerapkan konsentrasi ilmu yang telah didapatnya selama menimba ilmu di Akademik Akuntansi YPK Medan, lewat pengabdian masyarakat.
Yangmana setiap mahasiswa akan turun ke beberapa daerah terpencil untuk mengajarkan mengenai pembukuan secara sederhana kepada para pedagang kecil serta pembukuan koperasi kepada masyarakat terpencil. Hal ini sesuai visi yang diusung Akademi Akuntansi YPK, untuk menghasilkan tenaga kerja yang bermoral di bidang akuntansi sesuai perkembangan Iptek.

“Dengan penerapan tersebut, pendidikan akan lebih terkonsentrasi ke profesionalisme  dan siap kerja,” ucapnya. (uma)

Skorsing Bosnia- Brunei Dicabut

SWISS-Ketika Indonesia waswas dengan ancaman skors dari FIFA, Bosnia Herzegovina dan Brunei Darussalam malah menghirup udara kebebasan. Skors yang diterima federasi sepak bola kedua negara, NFSBiH (Bosnia) dan NFABD (Brunei), telah dicabut FIFA Senin waktu setempat (30/5).

“Kami sangat gembira dengan pencabutan skors oleh FIFA karena kami kini bisa berkonsentrasi menghadapi dua laga kualifikasi Euro (2012),” ungkap Jasmin Bakovic, sekum NSBiH, sebagaimana dilansir AFP.

Dua laga yang dimaksud adalah away ke Rumania (3/6) dan menjamu Albania (7/6). Bosnia kini menempati peringkat keempat di klasemen grup D dengan 7 poin dari empat laga. Edin Dzeko dkk berada di bawah Prancis, Belarusia, dan Albania.

Bosnia diskors FIFA dan UEFA pada 1 April lalu karena memiliki tiga presiden dalam federasinya. Itu sebagai bentuk perwakilan dari tiga etnis utama di negara pecahan Yugoslavia itu (Bosnian Serbs, Bosnian Croats, dan Bosniaks). Itu jelas melanggar statuta UEFA yang menyatakan presiden federasi hanya boleh dijabat satu orang.
Setelah dua bulan, NFSBiH baru bersedia mengubah statuta dan sudah diumumkan pada kongres pada 26 Mei lalu. Dua hari kemudian, UEFA mencabut skors dan baru diikuti FIFA Senin lalu. Sebagai catatan, presiden NFSBiH saat ini adalah Ivica Osim, pelatih Jepang di Piala Asia 2007.

Jika Bosnia hanya terhukum selama dua bulan, lain halnya dengan Brunei. Negara Asean itu sudah dicekal bertanding di level internasional sejak 30 September 2009 ketika federasi sepak bolanya masih bernama BAFA.
Tidak hanya itu, BAFA dicoret dari keanggotaan FIFA pada 19 Maret 2010 dan diancam. Hukuman kepada Brunei dijatuhkan karena intervensi Kerajaan Brunei terhadap klub DPMM FC di liga Singapura. Butuh 20 bulan bagi Brunei untuk bebas dari sanksi. Itu pun setelah adanya campur tangan Komisi Darurat FIFA membentuk nama baru federasi, NFABD, sebagai pengganti BAFA. (dns/jpnn)

Awas Penipuan Berkedok Bisnis Voucher Hotel

Medan- Masyarakat diimbau untuk berhati-hati terhadap bisnis jual beli voucher card member hotel yang belakangan ini kian marak. Pasalnya, bisnis tersebut terindikasi mengarah kepada penipuan. Karenanya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provsu diminta segera meneliti keberadaan perusahaan tersebut guna mengantisipasi banyaknya masyarakat yang menjadi korban.

Demikian ditegaskan anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai Demokrat H Arifin Nainggolan SH MSi kepada wartawan di ruang kerjanya, menanggapi pengaduan beberapa masyarakat yang mulai resah terhadap bisnis jual beli voucher card members tersebut, Selasa (31/5).

Disebutkan, perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata ini mencari anggota dengan menawarkan fasilitas hotel atau apartemen terbatas, baik di dalam negeri maupun di luar negeri melalui voucher card dengan harga jual mencapai puluhan juta rupiah.

Namun, katanya, dari informasi awal yang ditawarkan tidak sesuai dengan realita pelaksanaannya, karena selain yang ditawarkan hanya janji-janji muluk dan menggiurkan, juga bisnis tersebut ternyata berjalan cukup lama antara 10-20 tahun, sehingga diindikasikan adanya rencana penipuan member.

“Untuk menghindari jatuhnya korban lagi, kita minta Disbudpar Provsu dan instansi terkait segera menyelidiki keberadaan perusahaan tersebut. Demikian halnya Bank Indonesia diminta segera turun tangan, karena bisnis yang dijalankan mengumpulkan dana masyarakat. Apakah ada izinnya atau tidak?” tandasnya. (ade)

Berjaya Bersama Conte

Juventus diyakini akan kembali ke masa jayanya bersama arsitek baru, Antonio Conte. Sejumlah pengamat dan mantan pemain Si Nyoya Besar meyakini hal itu. Salah satunya kiper legendaris Italia dan Juventus, Dino Zoff. Dino merasa optimis jika mantan klubnya itu akan segera bisa kembali ke jalur juara bersama Antonio Conte di kursi pelatih.

Bianconeri mengakhiri musim lalu di posisi ketujuh sehingga mereka tak akan berlaga di kompetisi Eropa musim depan. Kondisi itu berbuntut pada pemecatan Luigi Del Neri dan digantikan oleh Conte.
“Juventus akan kembali menjadi tim besar bersama Conte,” tandas Zoff pada calcionews24. “Ia punya mental juara, mental seseorang yang menghabiskan begitu banyak waktu bersama klub dan paham apa artinya berada di Juventus.”

“Sebagian kecil orang tak memahami apa arti klub. Tergantung Conte untuk memastikan spirit yang tepat itu bisa kembali.”

Langkah kembali berjaya sudah mulai digeber. Juve kembali memperkuat skuad mereka dengan mendatangkan Andrea Pirlo dari AC Milan dan juga Reto Ziegler dari Sampdoria. “Mereka adalah dua pemain bagus, individu yang juga berstatus bebas transfer dan itu merupakan keuntungan karena tak mengurangi budget transfer,” tambahnya.
“Sangat penting untuk klub mengambil keputusan yang tepat dan direktur tak bisa lagi melakukan kesalahan. Kemarin adalah musim yang mengecewakan dan sungguh sedih melihat Juventus keluar dari Eropa.”
“Dengan transfer yang tepat, saya yakin jika kita akan melihat Juve yang berbeda. Tapi saya tak akan membiarkan diri saya memberi saran. Yang akan saya katakan hanyalah lebih baik membeli satu jawara daripada empat pemain biasa-biasa.”

Soal transfer, Juve juga dikabarkan telah melego duo pemain Udinese, Alexis Sanches dan Gokhan Inler.
Rumor yang beredar di Italia menyebutkan bahwa Juve sudah menyiapkan 50 juta Euro untuk bisa menggaet dua bintang Udinese tersebut dari Friuli. Juve juga tidak berkeberatan jika dua pemain mereka, Amauri dan Giovinco diikutsertakan dalam kesepakatan.
Giovinco dan Amauri mengakhiri musim ini dengan menjalani masa peminjaman di Parma. Kabar lain menyebutkan jika Juventus dan Sanchez telah mencapai kesepakatan personal, sehingga proses transfer tinggal menunggu kesepakatan kedua klub. (bbs/jpnn)

Berbatov Ditawar Newcastle

MANCHESTER-Tampaknya The Red Devils harus bersiap kehilangan banyak pemain musim depan. Selain beberapa pemain yang pensiun seperti Paul Scholes dan Edwin van der Sar, juga sejumlah pemain yang bakal dilepas. Dimitar Berbatov adalah nama hot yang terus dikaitkan dengan pintu keluar Old Trafford.

Yang paling gres, Berbatov mendapat tawaran dari Newcastle United kemarin. Nominalnya 7,5 juta pounds (Rp104,6 miliar).

Tawaran itu memang sangat jauh dibandingkan saat United memboyong Berbatov dari Tottenham Hotspur pada September 2008.
Kala itu, United merogoh kocek 30,75 juta pounds (Rp 428 miliar) sekaligus menjadi transfer termahal United dalam sejarah. Namun, tawaran dari Newcastle sudah sesuai dengan taksiran banderol Berbatov yang kontraknya di United menyisakan setahun lagi (hingga Juni 2012).

Pelatih Newcastle Alan Pardew membidik Berbatov karena membutuhkan striker nama besar setelah kehilangan Andy Carroll ke Liverpool Januari lalu. Pardew menilai Berbatov terlalu sayang untuk disia-siakan setelah masa depannya di United tidak menentu seiring kalah bersaing dengan Javier Hernandez dan Wayne Rooney.
“Dia (Berbatov) adalah top scorer Premier League (2010-2011 dengan 20 gol bersama Carlos Tevez, Red). Bagaimana mungkin Anda mengabaikannya,” ungkap Pardew kepada Tribalfootball.

Bagi Berbatov, bergabung dengan Newcastle bakal membuka memori masa kecilnya.
Ya, semasa masih berusia belasan tahun, striker yang akrab disapa Berba itu mengidolakan legenda Newcastle Alan Shearer. (dns/jpnn)

Tim Pra PON Sumut Jinakkan Medan Selection

MEDAN-Tim sepak bola Sumut yang sedang dipersiapkan berlaga pada babak Pra PON mendatang memetik hasil maksimal saat meraih kemenangan atas tim Medan Selection.

Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Teladan Medan, kemarin (31/5) anak asuh trio pelatih Rudi Saari, Subono AT dan Mardiyanto menang dengan skor 2-1. Dua gol bagi tim Sumut dicetak Zulkifli pada menit ke-32’ dan M Solih di masa injury time. Sedang satu-satunya gol untuk Medan Selection dilesakkan Taufik saat pertandingan baru berlangsung sembilan menit.

Kemenangan ini merupakan yang keenam belas kalinya dari 21 pertandingan yang telah dilakoni, sedang lima pertandingan lainnya berakhir dengan empat hasil imbang dan satu kekalahan.

Satu-satunya kekalahan yang dialami Safri Koto dkk adalah  saat takluk 0-1 atas Bank Sumut pada turnamen sepak bola Piala Bank Sumut, yang berlangsung 10 November 2010.

“Seperti yang sering saya katakan bahwa pertandingan ujicoba bukan bertujuan mengejar kemenangan. Lebih dari itu, kami berharap lewat pertandingan ujicoba ini ditemukan kelemahan yang masih bisa diperbaiki sehingga tim benar-benar solid saat berlaga di ajang sesungguhnya,” bilang Rudi Saari, usai anak asuhnya menaklukkan Medan Selection.

Ya, pada pertandingan kemarin meski kalah jam terbang dari lawannya, namun tim Sumut justru mendominasi permainan. Bahkan jika para pemain mampu bersikap tenang, setidaknya lima gol bisa tercipta pada pertandingan itu.

“Anak-anak terlihat tegang, sehingga cukup banyak peluang yang terbuang. Mungkin mereka gugup bermain dengan para pemain senior. Tapi, ini akan terus dievaluasi,” bilang Rudi.

Ya, pada pertandingan kemarin Medan Selection yang dikordinir Edi Junaidi menurunkan sejumlah pemain yang berkiprah di ajang Divisi Utama dan Divisi I seperti Jacky Pasarella (PSM),  Irwanto (Persiraja), Dodi (Persipro), Roby, Ganda, Taufik (PSLS), Bambang, Mahmud (Tangerang Wolves), Nanda, Veri (Persikaba), Heri Swandana (PSAP), Muslim (PS Sibolga), Hamdan Sinaga, Habdul Hadi, Yoser Manalu (Padang Panjang), Johnson, Daniel Sinaga (Aceh Besar), Ekwan Roy (Persiwa Wamena).

“Saya harap para pemain tidak cepat berpuas diri dengan kemenangan yang diraih, sebab pertandingan sesungguhnya adalah babak Pra PON nanti. Jadi, teruslah berbenah,” harap Chandra Syuhada Sinaga, menejer tim Sumut.

Hal senada juga diungkapkan oleh Plt Ketua PSSI Sumut Idrus Junaidi. Bahkan Idrus menambahkan bahwa sukses yang diraih pada babak Pra PON nanti akan mengantarkan pemain ke jenjang yang lebih baik lagi.
“Jadi, tanamkan tekad untuk terus melakukan yang terbaik. Sebab berbuat maksimal untuk tim, berarti membuka jalan ke masa depan yang lebih cerah,” imbuh Idrus. (jun)

140 Karateka Ikuti Seleksi Kejurda

SERGAI- Pengurus Cabang Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (Pengcab FORKI) Kabupaten Serdang Bedagai menggelar seleksi yang diikuti 140 karateka yang berasal dari empat perguruan yakni Tako, Inkado, Inkanas, dan KKI, Selasa (31/5) di Aula kantor Pemkab Sergai.

Seleksi tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga, Drs Herlan Panggabean dan dihadiri Ketua harian KONI Sergai Khairi A Zulmi SH, Ketua Pengcab FORKI Sergai Drs Janter Siregar, MM,  dan pimpinan perguruan.
Sebelumnya, Janter mengatakan bahwa kegiatan ini sudah diagendakan. “Karateka yang lolos akan mengikuti Kejurda. Mereka yang diambil dari 52 nomor yang dipertandingkan,” bilangnya kepada wartawan koran ini.

Ia juga menjelaskan bahwa saat ini ada ribuan karateka yang berasal dari 30 dojo yang berada di SD, SMP, SMA, SMK. (mag-15)

Rp1,5 M Retribusi Merdeka Walk Menguap

MEDAN- Pusat jajanan menengah ke atas, Merdeka Walk, terus menuai kontroversi. Mulai penolakan dari veteran saat didirikan 2004 lalu, hingga pertanyaan kontribusi apa yang didapat dari lokasi yang erat kaitannya dengan sejarah terbentuknya Kota Medan itu.

Setelah berjalan sekitar tujuh tahun, PT Orange Indonesia Mandiri (OIM) sebagai pengelola pusat jajanan Merdeka Walk, skema pembayaran retribusi dibiarkan terbengkalai. Dari dua klausul pembayaran retribusi yang dibuat, Pemko Medan dan pengelola belum mencapai kata sepakat terkait cara pembayaran dan besaran nilai retribusi.

Bila dihitung menggunakan klausul kedua, nilai retribusi yang harusnya dibayar PTOIM mencapai lebih dari Rp1,5 miliar. Sementara nilai retribusi yang dibayarkan PT OIM kepada Pemko Medan tak lebih dari Rp620 juta. Dengan demikian, terdapat selisih nilai hampir Rp900 juta. Sayangnya, uang Rp620 juta hanya sebatas nilai di kwitansi, belum tercatat di kas pendapatan asli daerah (PAD).

“Kami belum bisa tagih, dan kami memang belum mengambil keputusan untuk memungut retribusi di Merdeka Walk,” kata Sekda Medan, Syaiful Bahri Lubis kepada Sumut Pos, Senin (30/5).

Syaiful Bahri Lubis berdalih, Pemko Medan tidak bisa mengambil keputusan sebelum perjanjian pemanfaatan lahan dikaji ulang antara Pemko Medan dengan pengelola Merdeka Walk. Sementara dalam beberapa kali upaya pembahasan, manajemen Merdeka Walk mengirimkan Direktur PT OIM, Yogi, yang dianggap pihak Pemko Medan bukan pengambil keputusan.

“Yang dikirimkan (manajemen pengelola ) Merdeka Walk Cuma pegawainya, ya itu, si Yogi. Kami mau pemiliknya langsung, jadi bisa dibahas secara mendatail,” tegas Syaiful Bahri beralasan.
Disinggung kewajiban retribusi mestinya diterima Pemko Medan sebagai PAD, Syaiful Bahri memberi penjelasan. Berdasarkan klausul perjanjian, retribusi dikutip sesuai Perda No 21 Tahun 2002, PT OIM harus menyetorkan retribusi ke kas Pemko Medan sebesar Rp388.214.000 per tahun sebagai pajak dari penggunaan area sisi barat Lapangan Merdeka seluas 5.318 meter.

Dasar penghitungannya, 365 hari x 5.318 meter x Rp200 per meter per hari. Dalam aturan ini dinyatakan kalau pihak penagih retribusi adalah Dinas Pertamanan.

Sedangkan klausul lainnya, sifatnya perjanjian kerjasama antara Pemko Medan dengan PT OIM, retribusinya hanya dikutip sebesar 0,25 per meter persegi dikalikan nilai NJOP hingga retribusinya hanya berkisar Rp100 juta lebih per tahun. Dalam aturan ini dinyatakan kalau pihak penagih retribusinya adalah bagian umum Pemko Medan.
Syaiful mengakui adanya perbedaan dua klausul itu, hal tersebut yang sebenarnya menjadi persoalan dan mesti segera diselesaikan. “Inilah yang akan kami kaji ulang,” sebutnya.

Terpisah, Direktur PT OIM, Yogi, memaparkan sebenarnya pihaknya sudah menyetor retribusi sejak 2005 lalu ke Pemko Medan. Jumlah retribusi itu sesuai hitungan sebesar 0,25 per meter persegi dikalikan nilai NJOP. “Kami sudah bayarkan sejak 2005 lalu,” ujarnya.

Dia memaparkan, pembayaran itu dilakukan karena adanya perjanjian yang dibuat, dengan alasan Merdeka Walk memakai lahan tersebut selama 20 tahun kemudian dibebankan pembayaran Pajak Bumi Bangunan (PBB). “Janganlah kami dibebankan lagi secara harian dengan hitungan Rp200 per meter per hari, padahal kami inikan bayar PBB juga. Inilah yang harus dipertimbangkan lagi,” sebutnya.

Berdasarkan data yang diperoleh wartawan Sumut Pos, pembayaran retribusi pihak manajemen PT OIM harusnya sesuai yang tertera dalam kwitansi. Dalam kwitansi itu disebutkan retribusi dikutip berdasarkan surat Sekretariat Daerah Kota Medan tentang Izin Pemakaian Ruang Terbuka Pemerintah Daerah No.426.23/5321 dan mengacu kepada Perda No.46/2002. Di surat itu dinyatakan rincian penerimaan retribusi berdasarkan Perda No 426/2002 pasal 9 ayat 5 yakni Rp0,025 dikali nilai NJOP. Perinciannya, pihak manajemen PT OIM harus menyetorkan retribusi ke kas Pemko Medan melalui Dinas Pertamanan Kota Medan untuk tahun 2004 sebesar Rp856.865.55, 2005 sebesar Rp104.251.975.00, untuk 2006 sebesar Rp104.251.975.00, pada 2007 sebesar Rp115.559.537.50 dan 2008 sebesar Rp124.733.087.50 serta pada 2009 sebesar Rp124.733.087.

Tapi, PT OIM sesuai kwitansi penerimaan tertanggal 29 desember 2004 hanya membayar sebesar Rp42.048.000, uang retribusi ini diterima Dinas Pertamanan Kota Medan dengan hitungan 288 dikali Rp200 per meter, bukan berdasarkan Rp0,025 dikali nilai NJOP.

Selanjutnya, pada 15 maret 2006 dengan besaran Rp219.146.00 Dinas Pertamanan juga menerima pembayaran sewa lahan sisi barat lapangan merdeka dari PT OIM selama dua tahun (selama 29 desember 2004 sampai dengan 29 desember 2006, Red). Dalam kwitansi ini disebutkan hitungan luas sewa lahan Lapangan Merdeka yakni 3002 meter persegi tanpa disebutkan angka perkaliannya. Dua kali penerimaan ini diterima melalui kasir Dinas Pertamanan yakni Regen Hutasuhut.
Selanjutnya, pada 1 April 2008 PT OIM membayar sebesar Rp 179.285.890,50 dengan Nomor Rekening 1.08.02.4.1.2.02.01 diterima Bendahara Penerimaan Dinas Pertamanan, Kusmayadi. Pada 04 Agustus 2009 Dinas Pertamanan juga menerima uang sebesar Rp 133.906.637,50 untuk pembayaran retribusi pemakaian lahan ruang terbuka MW. Uang ini diterima melalui bendahara penerimaan, Kusmayadi. Sementara itu, untuk tagihan 2007 sebesar Rp115.559.537.50 pihak PT OIM belum ada diketahui melakukan pembayaran.  (ril)

Retribusi yang Terabaikan

Pengelola: PT Orange Indonesia Mandiri (OIM)
Luas lahan yang dipakai: 5.318 meter

Klausul Pertama

  • Retribusi Rp388.214.000 per tahun.
  • Hitungannya: 365 hari x 5.318 meter x Rp200 per meter per hari.
  • Penagih retribusi: Dinas Pertamanan.

Klausul Kedua

  • Retribusi: Rp100 juta lebih per tahun
  • Hitungannya 0,25 per meter persegi dikalikan nilai NJOP.
  • Pihak penagih: Bagian umum Pemko Medan.

Pembelaan PT OIM

  • Sudah setor retribusi sejak 2005.
  • Nilai retribusi sesuai klausul kedua

Disetor Tapi tak Masuk PAD (Investigasi Wartawan)

Tahun Kewajiban Yang disetor
2004 Rp856.865.550 Rp42.048.000
2005 Rp104.251.975
2006 Rp104.251.975 Rp219.146.000
2007 Rp115.559.537
2008 Rp124.733.087 Rp179.285.890
2009 Rp124.733.087 Rp 179.285.890
Total 1.430.395.211 Rp619.765.780

Syamsul Arifin Makin Kritis

Jantungnya Dipasang Alat Pemicu

JAKARTA-Hingga hari ketiga dirawat di Rumah Sakit (RS) Jantung Harapan Kita, Jakarta Barat, kondisi kesehatan Gubernur Sumut nonaktif, Syamsul Arifin, makin kritis. Di tubuh Syamsul masih terpasang alat pacu jantung temporer (temporary pacamaker/TPM). Dalam dua hingga tiga hari ini, jika kondisi jantung mantan Bupati Langkat itu belum stabil, maka akan dipasang alat pacu jantung permanen (permanen pacmaker/PPM).

Kondisi kesehatan Syamsul tersebut disampaikan Samsul Huda, anggota tim kuasa hukum Syamsul, di hadapan majelis hakim pengadilan tindak pidana korupsi (tipikor) dalam persidangan perkara dugaan korupsi APBD Langkat, kemarin (30/5). Ketua majelis hakim Tjokorda Rae Suamba, langsung mengeluarkan surat penetapan penahanan Syamsul di rumah sakit, alias dibantarkan.

“Mengingat kondisi kesehatan terdakwa yang demikian, majelis hakim menetapkan pembantaran. Silakan disiapkan surat permohonan pembantaran,” demikian Tjokorda dalam persidangan singkat yang tanpa dihadiri Syamsul tersebut, setelah mendengarkan paparan Samsul Huda.

Tim kuasa hukum Syamsul sudah menyiapkan surat keterangan dokter, sekaligus surat permohonan pembantaran. Karenanya, penetapan pembantaran langsung dikeluarkan.

Tjokorda sempat bertanya, sampai kapan kira-kira Syamsul dirawat. Samsul Huda menjelaskan, tim dokter tidak memberikan keterangan kapan kiranya Syamsul sehat dan siap lagi untuk mengikuti persidangan. “Yang jelas kami berharap segera normal sehingga bisa mengikuti persidangan,” terang Samsul Huda.

Lantas, Tjokorda menjelaskan, persidangan dengan agenda pemeriksaan terdakwa, yakni Syamsul, tetap dijadwalkan pada Senin, 6 Juni 2011. Hanya saja, jika hingga tanggal tersebut kondisi kesehatan Syamsul belum membaik, maka pembantaran akan diperpanjang.

Abdul Hakim Siagian, aggota kuasa hukum Syamsul yang lain, menjelaskan, lantaran pihaknya sudah menyiapkan surat pembantaran, maka hakim langsung menetapkan izin pembantaran itu.

“Tadi langsung disetujui (begitu surat permohonan diserahkan ke hakim, red),” terang Abdul Hakim kepada wartawan. Sedang Rudy Alfonso, juga anggota pengacara Syamsul, menjelaskan, kemungkinan besar kliennya itu akan dipasang alat pacu jantung permanen (PPM).

Sejumlah pengunjung sidang rupanya banyak yang belum tahu mengenai kondisi Syamsul. Misalnya rombongan ulama dari Ponpes Tarikat Naqsabandiyah Langkat, yang dipimpin KH Syekh Hasyim Al Syarwan. Mereka datang ke Jakarta khusus untuk mengikuti persidangan Syamsul. Lantaran Syamsul tidak bisa mengikuti persidangan, rombongan para ulama berbaju gamis putih-putih itu langsung meluncur ke RS Harapan Kita.

Menurut Syekh Hasyim, dirinya sudah bertemu dengan Syamsul. “Kami datang untuk mendoakan beliau. Dan beliau minta selalu didoakan,” ujar ulama sepuh ini, sesaat setelah keluar dari ruang perawatan Syamsul, kemarin siang.
Sementara, KH Zulfiqar Jajar Lc menjelaskan, pihaknya datang rencananya untuk mengikuti sidang. Saat berangkat dari Medan, ulama bertubuh tegap ini mengaku belum tahu jika Syamsul dirawat di RS. Dijelaskan, pihaknya datang membesuk lantaran Syamsul menurutnya sosok yang punya hubungan baik dengan kalangan ulama, dan juga semua lapisan masyarakat.

Ketua Komisi Dakwah MUI Medan itu berharap, di saat Syamsul sedang sakit, maka konflik-konflik politik agar colling down dulu. “Kepada lawan-lawan politik beliau, saya berharap, maafkanlah jika ada kesalahan beliau, karena beliau sedang sakit,” imbuh KH Zulfiqar, yang datang ke RS bersama rombongan KH Syekh Hasyim.

Kondisi Syamsul sendiri belum banyak bicara dan lebih banyak tidur. Dia di ruang perawatan ditemani istrinya, juga menantunya yang juga dokter spesialis jantung. Suami putri Syamsul, Beby Ardiana, itu tampak keluar masuk ruang perawatan. Tidak banyak pengunjung yang diperkenankan masuk ke ruang perawatan. Di pintu masuk, ada kertas di tempel bertuliskan pemakluman agar pengunjung tidak perlu masuk karena pasien butuh istirahat total.

Saat Sumut Pos bersama beberapa wartawan lain bermaksud masuk, hanya diperkenankan satu saja sebagai perwakilan. Lewat wartawan yang punya kedekatan personal dengan Syamsul itulah, Syamsul titip salam kepada warga Sumut dan minta didoakan. “Beliau belum banyak bicara, ditemani istri,” ujar kawan wartawan itu, yang hanya beberapa menit saja di ruang rawat Syamsul. Para pembesuk yang lain hanya berdiri di depan pintu ruang rawat inap VIP kamar 1355 itu. (sam)