Home Blog Page 15183

14 Ibu dan Anak Tewas Tenggelam

  • Bus ALS Masuk Jurang di Aek Latong
  • 10 Korban Warga Medan, 4 Diantaranya Sekeluarga

SIPIROK-Kecelakaan moda transportasi darat kembali terjadi dan memakan korban. Kali ini menimpa bus PT Antar Lintas Sumatera (ALS) BK 7088 DL  bernomor pintu 90 tujuan Medan-Bengkulu, Minggu (26/6) sekitar pukul 02.30 WIB. Bus berjalan mundur di jalan mendaki di Km 7-8, Aek Latong, kecamatan Sipirok, Tapanuli Selatan (Tapsel) dan masuk jurang yang digenangi air (telaga) di sisi kiri jalan. Akibat kejadian itu, sedikitnya 14 penumpang bus yang terdiri dari ibu-ibu dan anak-anak, tewas tenggelam bersama bus yang masuk telaga dengan kedalaman sekitar 8 meter.

Para korban meninggal kemudian dibawa ke RSUD Tapsel di Sipirok untuk proses identifikasi. Beberapa penumpang lain diperkirakan hilang dan masih dalam pencarian. Sementara bangkai bus masih berada di telaga di jurang tersebut dan masih menunggu proses pengangkatan.

Setelah identifikasi dilakukan, 10 dari 14 korban tewas adalah warga Medan. Bahkan tujuh orang diantaranya beradal dari satu keluarga. Tiga warga Jalan Bhayangkara No 424 B, Medan Tembung dan empat lainnya terdiri dari ibu dan anak, warga Gg Pajak Tasbih Tembung Pasar III.

Berdasarkan informasi dihimpun METRO TAPANULI (grup Sumut Pos) dari beberapa penumpang selamat seperti Sudirman (62), Mariam (62) Supriyadi (34) Eriyanto (37), Cecep (17) dan Syaripan (27), bus yang ditumpangi berangkat dari Medan Jumat (24/6) siang dengan kondisi hampir penuh.

Ketika di Tebing Tinggi dan Pematangsiantar, banyak penumpang naik sehingga bus sarat penumpang. Seluruh bangku tempel pun dipenuhi penumpang yang hendak menuju Panti, Padang hingga Bengkulu.

Di sepanjang jalan, sempat terjadi beberapa kali kerusakan, antara lain di perbatasan Taput dan Tapsel, sekitar 8 kilometer dari lokasi bus masuk telaga di Aek Latong. Untuk perbaikan kerusakan, mereka harus istirahat selama sekitar 10 jam.

“Katanya saat itu rusak kolahar roda depan bagian kiri,” ujar Darwin (25), warga Desa Laut Tador, Kecamatan Laut Suka, Kabupaten Batubara salah satu penumpang selamat dari musibah maut tersebut.

Kernet bus kemudian membeli nasi sebanyak 70 bungkus, untuk penumpang dan awak bus. Perbaikan pun selesai dan bus melanjutkan perjalanan. Di lokasi jalan yang rusak dan mendaki di Aek Latong, supir berusaha mengendalikan bus yang sarat penumpang. Unggul (38), sang supir, berupaya melewati tanjakan dengan permukaan jalan bergelombang. Baru sekitar 30 meter menaiki tanjakan ke arah Sipirok, tiba-tiba roda depan terganjal gelombang permukaan jalan yang tak rata dan bus tidak mampu melanjutkan perjalanan.

Karena kesulitan menanjak, kernet bus turun berupaya mengganjal roda dengan batu yang ada di sekitar. Bus kemudian berhenti di tengah tanjakan curam sembari meminta penumpang untuk turun.
Meskin cuaca dingin dan gelap, sebagian besar penumpang pria turun dan berjalan kaki. Selebihnya bertahan di bus dengan alasan ketiduran. Ada juga  yang enggan keluar karena cuaca dingin, jalan licin dan menanjak serta mempertimbagkan kondisi anak-anak mereka yang ikut termasuk anak-anak yang sakit.

“Memang saat itu ada anak-anak yang sakit jadi tidak turun dan tetap di gendong ibunya,” tutur Darwin.
Setelah tak ada lagi penumpang yang turun, supir bernama Unggul tersebut memendam pedal gas. Tetapi bukan berjalan ke depan, bus malah mundur. “Saat mundur jalannya pelan sekali,” kata Darwin.

Dalam cuaca gelap dan dingin, tanpa diduga bus malah mengarah ke pinggir jalan sebelah kanan dan hitungan detik masuk ke telaga dengan kedalaman sekitar 4 meter sehingga seluruh badan bus hilang tenggelam dalam air.

“Mesin bus tidak pernah mati, maka kami terus berjalan lebih ke atas di kegelapan malam itu. Baru sekitar 50 meter kami beranjak namun salah seorang diantara kami menjerit dan berlari menuju mobil yang sudah mundur dan masuk jurang, kamipun mendekat namun karena kondisi tanah yang berjurang dan medan yang belum kami pahami akhirnya kami pasrah, menunggu hingga hari terang dan berupaya menghubungi beberapa keluarga,” kata penumpang lain yang mengaku sebagian keluarganya berada di bus naas itu.

Berdasarkan keterangan beberapa penumpang, jumlah penumpang dan seisi bus nas tersebut diduga adalah 70 orang. Hal ini berdasarkan jumlah makanan yang dibelikan kernek Bus selama mereka menunggu proses perbaikan kerusakan di perbatasan Tapsel-Taput.

“Yang jelasnya kami diberikan makanan satu bungkus satu orang, dan yang kami tahu kernek selalu membeli makanan dengan jumlah 70 bungkus, dan semua habis dibagikan,” ujar penumpang tersebut.

Tak ada penumpang yang berani memberi pertolongan. Mereka hanya menatapi bus naas yang ditelan telaga Aek Latong. Pukul 09.00, sekitar 12 orang yang merupakan sopir dan kernek Bus ALS lainnya, berupaya menyelam dengan memecah jendela kaca dan berselang dan satu per satu penumpang yang didominasi anak-anak dan wanita ditemukan dalam kondisi tubuh kaku. Evakuasi bus hingga tadi malam belum berhasil dilakukan. Kendati berbagai upaya dilakukan sejak pagi hari dengan mengerahkan bantuan melalui truk yang lewat, truk milik POLRI, dan alat berat milik PU namun belum berhasil karena kondisi jurang yang curam. (ran/smg)

Maut di Aek Latong

Nama Bus:    ALS BK 7088 DL, nomor pintu 90
Kapasitas:     45 penumpang
Pengemudi:    Unggul (38), penduduk Lubuk Pakam

Kronologis kejadian

Jumat, 24 Juni Pukul 15.00 WIB:

  • Berangkat dari Pool PT ALS di Jalan Sisingamangaraja Medan membawa 36 penumpang.
  • Di Kota Tebing Tinggi dan Pematangsiantar, penumpang naik hingga mobil penuh dan seluruh bangku tempel terisi penumpang tujuan Panti, Padang hingga Bengkulu.

Sabtu (25/6)

  • Mobil berulang kali mengalami kerusakan mesin. Termasuk 8 kilometer mendekati Aek Latong dan diperbaiki hingga memakan waktu sekitar 12 jam.
  • Kernet bus membeli 70 bungkus makanan untuk para penumpang

Minggu (26/6) Pukul 02.30 WIB:

  • Bus dipaksa mendaki namun malah mundur perlahan hingga akhirnya masuk telaga dengan kedalaman sekitar 8 meter.

Korban Meninggal

  1. Maulida Asmar (30)    Jl Bunga Raya Medan Sunggal
  2. Eka Santi (31)        Jl Bunga Raya Medan Sunggal
  3. Putri Balkis (15)        Jl Bhayangkara No 424 B, Medan Tembung
  4. Dahniar (56)            Jl Bhayangkara No 424 B, Medan Tembung
  5. Assifa Azhara (7)        Jl Bhayangkara No 424 B, Medan Tembung
  6. Desi Indriani (30)        Gg Pajak Tasbih Tembung Pasar III
  7. Yuni Sipiani (9)        Gg Pajak Tasbih Tembung Pasar III
  8. Rendy (5)            Gg Pajak Tasbih Tembung Pasar III
  9. Dimas (3)            Gg Pajak Tasbih Tembung Pasar III
  10. Trisnawati (55)        Bandar Selamat Tembung
  11. Husni Amaliyah (9)        Bengkulu
  12. Kumala Sari (11)        Bengkulu
  13. Rohana            Bengkulu
  14. Dedi (Bertato)        Belum diketahui

Korban Belum Ditemukan

  1. Siti Rahayu (30)        Lubuk Pakam
  2. Poppy Mustika (9)        Lubuk pakam
  3. Rifki Anugerah (2)        –
  4. Adinda Pratiwi (5)        –
  5. Rendi (4)            –

Korban Selamat

  1. Sudirman (62)
  2. Mariam (62)
  3. Supriyadi (34)
  4. Eriyanto (37)
  5. Cecep (17)
  6. Syaripan (27)

Digandeng Fachri Akbar

Luna Maya

Kabarnya, Luna Maya dan Fachri Albar sering berduaan menjenguk bekas Pemred Majalah Playboy Erwin Arnada saat ditahan di Lapas Cipinang. Kedekatan itu mengulang memori cinta mereka beberapa tahun
silam.

Hidup Ariel ‘Peterpan’ di bui bisa jadi makin tidak tenang mendengar kabar ini. Sang kekasih, Luna Maya, disebut-sebut mulai lengket lagi dengan bekas pacarnya, Fachri Albar. Bisa benar, bisa juga cuma gosip. Tapi setidaknya Luna dan Fachri sudah kepergok jalan bareng, ikut menyambut bekas Pemimpin Redaksi Majalah Playboy Erwin Arnada saat baru dibebaskan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang Jakarta Timur, Jumat (24/6)n
Pemandangan di siang hari itu cukup menarik perhatian. Sekitar pukul 11.45, Luna datang bersama Fachri, dan sutradara Joko Anwar. Luna datang dengan gaya casualnya. Ia mengenakan kemeja lengan pendek bermotif tutul dan celana jeans ketat. Senada dengan Luna, Fachri yang kini berpacaran dengan Marscha Timothy, terlihat santai dengan kemeja putihnya. Keduanya tampak kompak menyambut detik-detik pembebasan Erwin Arnada.

Menurut pengakuan pemilik sebuah kantin di Lapas, bukan kali pertama Luna dan Fachri mendatangi Lapas tersebut. Sebelumnya, mereka juga sering terlihat datang bersama untuk menjenguk Erwin.
“Luna dan Fachri juga datang jenguk Pak Erwin,” ujar pemilik kantin di Lapas tersebut.

Manajer Luna Maya, Vita saat dikonfirmasi membantah Luna balik ke pelukan Fachri. Dia bilang, hubungan Luna dan Fachri sebatas teman biasa. “Aduh, itu gosip. Nggak, nggak ada ceritanya balikan. Lagian jalannya nggak cuma berdua kok. Bareng Joko Anwar juga,” kata Vita saat dihubungi Rakyat Merdeka (grup Sumut Pos), akhir pekan lalu.
Vita juga membantah kabar Luna sering jalan bareng Fachri. “Nggak pernah mereka sering keluar bareng berduaan. Itu gosip, Mas,” cetusnya lagi.

Menurut Vita, Luna masih ‘resmi’ milik Ariel. Buktinya, Luna masih rutin datang menjenguk Ariel di Rutan Sukamiskin Bandung. “Hubungan mereka baik-baik saja. Luna masih ama Ariel,” tegasnya.
Seperti diketahui, sebelum populer seperti sekarang, Luna memang dipacari Fachri yang putra rocker gaek Ahmad Albar. Keduanya cukup lama menjadi sepasang kekasih. Mereka putus sekitar tahun 2005. (bcg/jpnn)

Rangkap Ketua Parpol, Kepala Daerah Disanksi

JAKARTA-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi terus mengusung wacana larangan bagi kepala daerah yang merangkap ketua partai politik. Wacana yang diusung pun tak berhenti sebatas pelarangan saja, namun juga perlunya sanksi jika larangan itu dilanggar.

Menurut Mendagri, pihaknya mengusulkan agar larangan dan sanksi itu dimuat dalam draft revisi UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (UU Pemda). Ditemui sebelum membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kependudukan dan Pencatatan Sipil 2011 di Jakarta, Minggu (26/6) malam, Mendagri mengatakan, seiring pemberlakuan otonomi maka kewenangan kepala daerrah memang semakin besar.

Namun besarnya kewenangan, sambungnya, juga diikuti dengan semakin meningkatnya persoalan yang dihadapi kepala daerah. “Di sisi lain dana yang ke daerah juga makin besar. Jika 2005 hanya Rp 139 triliun, nanti 2012 mencapai Rp 437 triliun. Tentu persoalan juga akan bertambah. Kalau kepala daerah jadi ketua partai pula, tambah pula beban dia,” ucapnya.

Mantan Gubernur Sumatera Barat itu mengungkapkan, untuk menjadi kepala daerah saja seorang calon sudah harus merogoh banyak dana. Namun bukan itu saja yang membuat kepala daerah juga terbebani. “Dia (kepala daerah) juga masih dibebani oleh partai politik untuk menghimpun dana,” ucapnya.

Karenanya, Mendagri melontarkan wacana larangan bagi kepala daerah agar tidak merangkap ketua parpol itu juga disertai sanksi. “Usulan ini dalam UU Pemerintahan yang baru. Tentu nanti kita tawarkan ke DPR (untuk dibahas bersama),” sambungnya.

Mendagri juga mengatakan, perlu adanya pembedaan jenis sanksi bagi kepala daerah. Sebab, bisa saja pelanggaran yang dilakukan kepala daerah hanya persoalan sistem atau administrasi birokrasi.

Namun demikian, cetusnya, perlu juga disiapkan sanksi bagi kepala daerah yang jenis pelanggarannya tidak terkait dengan sistem atau administrasi tetapi karena kebijakan pribadi. “Kalau pribadi yang melanggar, sanksinya ke pribadi juga,” cetusnya.

Untuk opsi sanksinya, imbuh Mendagri, bisa saja kepala daerah yang melanggar larangan dinonaktifkan selama tiga bulan atau enam bulan. Namun saat ditanya apakah ada kemungkinan sanksi itu juga berbentuk pemecatan, Mendagri belum memastikannya. “Nanti kita lihat saja. Tapi tetap terlu ada sanksi,” pungkasnya.(ara/jpnn)

Bom Bunuh Diri Guncang RS di Afghanistan

KABUL – Menjelang ditariknya pasukan Amerika Serikat (AS) mulai bulan depan, intensitas serangan bom di Afghanistan makin meningkat. Seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan mobilnya di sebuah rumah sakit (RS) di distrik di Afghanistan timur,  Sabtu (25/6). Sedikitnya 38 tewas dan 50 lainnya terluka.

Jumlah korban diperkirakan terus bertambah dalam serangan yang terjadi di Provinsi Logar, 75 kilometer selatan Kabul tersebut. Pejabat setempat awalnya menyebut korban jiwa mencapai 60 orang. Tetapi, laporan itu direvisi menjadi 20 orang tewas.

Seiring proses evakuasi terhadap para korban, jumlah yang tewas terus bertambah. Kebanyakan korban tewas adalah perempuan dan anak-anak. Pasalnya, serangan itu menarget rumah sakit ibu dan anak.
Serangan mematikan itu terjadi selang beberapa pekan, sebelum pasukan internasional mulai menyerahkan tanggung jawab terhadap keamanan Afghanistan kepada aparat lokal di tujuh provinsi.

Seorang saksi mata menggambarkan kondisi para korban yang tewas sangat mengenaskan. Selain terbakar, bagian tubuh berhamburan ke segala arah. Hal itu terjadi sesaat setelah sebuah mobil jenis sport utility vehicle (SUV) meledak di Distrik Azra, Provinsi Logar, kawasan dekat dengan perbatasan Pakistan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Logar, Mohammad Zaref Narebkhail membenarkan, jumlah korban mencapai 38 orang dan 50 lainnya terluka. Jumlah korban bertambah signifikan dalam waktu semalam.

“Ada perbedaan jumlah korban yang diberikan sejumlah sumber pemerintah lain. Sesaat setelah ledakan, warga membawa pulang jenazah keluarganya sehingga mereka tidak terhitung,” jelasnya.

“Jenazah lainnya ditemukan di bawah reruntuhan bangunan. Selain itu, beberapa korban terluka meninggal kemudian di rumah sakit,” tambahnya.

Seorang warga yang tinggal di dekat rumah sakit, Abdul Rahman bertutur dirinya kehilangan tujuh anggota keluarganya dalam insiden tersebut. “Tujuh saudara saya, termasuk tiga perempuan dan dua anak-anak, mengunjungi rumah sakit tersebut,” katanya sambil menangis. “Saya berada di rumah ketika mendengar ledakan dahsyat itu. Saya bergegas menuju lokasi dan menemukan banyak korban tewas dan terluka,” kisahnya.
Taliban membantah bertanggung jawab atas serangan tersebut. Juru bicara Taliban Zabidullah Mujahid malah mengutuk serangan itu.

Insiden terpisah, seorang bocah perempuan berusia delapan tahun tewas saat pemberontak meledakkan bom dalam tas yang diberikan kepadanya. Bocah tidak bersalah itu diminta berjalan dekat kantor polisi sebelum tas tersebut meledak.

“Anak itu masih polos dan dikenal baik. Dia membawa tas tersebut dan berjalan ke arah kendaraan polisi,” kata Kementerian Dalam Negeri Afghanistan dalam pernyataan resminya.   Sementara itu, Departemen Pertahanan Spanyol kemarin menyatakan dua tentaranya tewas dan seorang lainnya terluka ketika kendaraan lapis baja yang mereka tumpangi mengenai ranjau pinggir jalan kemarin. (afp/cak/dwi/jpnn)

Ribuan Anak Filipina Terserang Diare

Pasca Banjir

MINDANO- Puluhan ribu anak terlantar akibat banjir bandang di Filipina selatan. Sejumlah anak itu menghadapi resiko penyakit seperti diare dan pnemoni.

Banjir bandang yang menerjang Filipina belakangan ini mucul akibat meluapnya Sungai Rio Grande. Otoritas setempat menyatakan, beberapa daerah masih dilanda banjir. Demikian seperti diberitakan oleh AFP, Minggu (26/6).

Utusan Perserikat Bangsa-Bangsa (PBB) untuk anak (UNICEF),  Vanessa Tobin menyatakan, 450 ribu anak-anak di Filipina, ribuan di antaranya terkena penyakit diare dan pnemonia akibat banjir yang melanda kota di Mindanao. “Kami mencoba mencegah kematian dan penyakit yang membahayakan anak anak, bersama dengan pemerintah serta mitra kami,” ujarnya.

Sementara itu, ribuan warga masih tinggal di pusat evakuasi di Luzon setelah Badai Meari berhasil memporak porandakan kota. Badai Meari menewaskan satu orang dan regu penyelamat sedang mencari 17 orang yang hilang, termasuk di antaranya para nelayan yang tengah melaut.

Dia menambahkan, sekarang ini pihaknya masih berupaya bisa mendirikan pusat-pusat belajar sementara untuk anak-anak dalam beberapa minggu mendatang, sehingga mereka dapat melanjutkan sekolah.

UNICEF telah mengirimkan lebih dari 5.500 selimut, 5.000 terpal dan 3.500 tikar plastik, menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan. Menurut laporan, hampir 90.000 orang meninggalkan rumahnya karena banjir setelah Badai Tropis Meari, dengan 15 orang tercatat hilang, kata kantor pertahanan sipil.

Di Marikina, satu daerah pinggiran Manila yang rendah 25.000 orang diungsikan ke tempat-tempat penampungan setelah air mencapai tingkat bahaya, tambah kantor itu. (bbs/jpnn)

ASI Mengandung Morfin, Bayi Tewas

WASHINGTON – Otoritas Keamanan di Amerika Serikat (AS) menyebutkan, bayi perempuan tewas akibat morfin dengan dosis yang cukup besar. Diduga zat adiktif berbahaya itu bersumber dari air susu ibu (ASI). Seorang ibu dari bayi malang itu, Stephanie Greene ditangkap aparat kepolisian dengan dakwaan kekerasan terhadap anak. Penyidik menyatakan, putri Greene yang berusia 6 minggu, Alexis tewas di ranjangnya pada November 2010 lalu.  Dari hasil otopsi, ditemukan mofrin dalam kadar yang tinggi di darah sang bayi. Demikian seperti dilansir dari ANN, Minggu (26/6).

Zat morfin dari obat penghilang rasa sakit yang dikonsumsi Greene meresap pada ASI Yang diproduksinya. Greene menggunakan obat penghilang rasa sakit sejak bayinya lahir. Menurut hasil investigasi, Greene mendapatkan obat itu secara ilegal selama 38 kali dalam kurun waktu dua tahun. (bbs/jpnn)

Ratusan Massa Minta Mubarak Dibebaskan

KAIRO – Pasca lengsernya Presiden Mesir, Hosni Mubarak. Ratusan massa pendukung Mubarak dan massa anti-Mubarak bentrok di Kairo. Akibatnya, belasan orang terluka.

Awalnya massa itu hanya sekira 100 orang, kini membengkak menjadi sekira 800 orang. Mereka menginginkan mantan Mubarak dibebaskan. Sementara itu, massa anti-Mubarak hanya berjumlah 300 orang. “Belasan orang terluka dan beberapa mobil rusak dilempari batu,” ujar satu media, seperti dikutip dari Agence Frence Presse, Minggu (26/6).
Sekira 200 orang berkumpul setelah umat muslim menunaikan ibadah di siang hari. “Mubarak, negara ini hancur tanpamu,” demikianlah seruan para pendukung Mubarak. Mubarak kini dirawat di rumah sakit yang terletak di Sharm El-Sheikh, dirinya diduga mengalami serangan jantung. (bbs/jpnn)

Pernikahan Sesama Jenis Meningkat

NEW YORK- Pasca disahkannya undang-undang pernikahan sesama jenis, Jumat (23/6) lalu. Rencana pernikahan antar sesama jenis di negara bagian New York tersebut mengalami peningkatan. Seperti dilansir dari kantor berita Associated Press (AP),  pasangan sesama jenis, Yvonne Lindesay dan Elaine Livingston misalnya,  berencana menikah setelah mengetahui hasil pemungutan suara anggota senat. “Saya menangis. Telepon kami berdering,” ujar Lindesay.

Perancang busana asal New York, Malcolm Harris, juga tak membuang waktu  melamar kekasihnya yang telah dipacari selama sembilan tahun. Adapun seorang perencana pernikahan sesama jenis di Boston, Bernadette Smith, berencana memindahkan bisnisnya ke Kota New York. Sejumlah pasangan sesama jenis membatalkan rencana mereka menikah di luar negara bagian New York. Mereka mulai memesan tempat  untuk pernikahan di kota itu.

Seperti diketahui anggota senat Amerika Serikat di negara bagian New York akhirnya mengesahkan undang-undang pernikahan sesama jenis. Dengan undang-undang tersebut, para kaum homoseksual di seantero AS dapat mengikat cinta mereka di kota yang dijuluki Big Apple ini.

Pengesahan undang-undang pernikahan sesama jenis disahkan setelah melalui pemungutan suara anggota senat pada Jumat, 24 Juni 2011. Dengan kemenangan 33-29, undang-undang ini dapat segera berlaku 30 hari sejak disahkan. (bbs/jpnn)

Dimasukkan ke Koper Lalu Dibuang ke Hutan

Istri Pejabat Polda Kepri Dibunuh

NONGSA- Istri pejabat Polda Kepri Kompol Mindo Tampubolon tewas mengenaskan dengan sejumlah luka tusukan di tubuhnya. Korban bernama Putri Mega Umboh, anak dari mantan Kapoltabes Pekanbaru Kombes James Umboh.
Informasi yang dihimpun Batam Pos (Grup Sumut Pos), sebelum ditemukan tewas istri Kasubdit 2 Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri itu diculik bersama anaknya.

Wanita 26 tahun itu dinyatakan hilang dari rumahnya di perumahan Anggrek Mas 3 sejak Jumat (24/6) lalu bersama mobil Nisan X Trail milik Mindo. “Dinyatakan hilang sejak hari Jumat (24/6),” ujar Kabid Humas Polda Kepri AKBP Hartono kemarin (26/6).

Dikatakan Hartono, Kompol Mindo kehilangan kontak dengan istrinya itu sejak siang hari. Sebelumnya almarhum sempat mengantarkan suaminya ke kantor di Mapolda Kepri, Nongsa pada pagi hari. Sepulang dinas lanjut Hartono, mantan Kasat Pamobvit Polresta Barelang itu tak lagi bertemu istri, anaknya serta Ros pembantu rumah tangga (PRT) di rumah.

“Sudah dua orang yang kami amankan. Mereka masih orang dekat dengan korban,” tandas Hartono. Anak korban telah ditemukan dalam keadaan hidup tanpa cacat.  Dari pengembangan penyidikan terhadap sang pembantu bernama Ros itu, terkuaklah peristiwa tersebut. Ros mengungkap keterlibatan Ujang pacarnya. Ujang adalah mantan residivis kasus pembunuhan di Jawa.

Dia ditangkap pada subuh kemarin (26/6). Polisi kemudian menggiring pria berusia 20-an tahun itu ke lokasi kejadian dimana aksi sadis mereka dilakukan. Dari hasil penyelidikan jenazah Putri dimasukan dalam sebuah koper berukuran sedang warna jurang setinggi hampir 15 meter dekat jalan raya Pattimura, Tanjungpunggur.

Lokasi penemuan tepat di sebelah kiri jalan dari arah perkampungan Tanjungpunggur dengan SMP Negeri 17. Setelah dibuang, pelaku berusaha menutup koper tersebut dengan sejumlah kertas koran bekas.
Sebelum menemukan mayat istri Mindo ini, polisi terlebih dulu menemukan mobil Nissan X Trail milik korban yang juga dibawah kabur oleh pelaku sekitar 2 kilometer dari tempat dimana mayatnya ditemukan. Mobil itu ditemukan di dekat PT TMM. Kuat dugaan, korban dihabisi pelaku di kawasan tersebut sebelum mayatnya dibuang.
Korban dan anaknya diduga kuat disekap di rumah mereka kemudian dibawa dengan kendaraan pribadinya agar tidak dicurigai para tetangga mereka.

Polisi kata Hartono masih melakukan pengembangan penyidikan terhadap kasus tersebut. Ia menyebutkan, motif pembunuhan istri pejabat Polda Kepri itu adalah harta. “Pelaku ingin memiliki dan menguasai harta atau barang-barang berharga milik korban,” katanya. Tapi Hartono tidak menyebutkan barang berharga apa saja yang telah digasak oleh pelaku.

Ditegaskannya, Ujang dan Ros yang telah diamankan hingga saat ini masih berstatus saksi. “Belum ada tersangka. Masih dikembangkan penyidikannya,” katanya. Mayat almarhum setelah dievakuasi dari TKP, langsung dilarikan ke Rumah Sakit Otorita Batam (RSOB) kemudian disemayamkan di gedung Graha Lancang Kuning, Polda Kepri di Nongsa (spt/jpnn).

Hamil 3 Bulan

Putri Mega Umboh merupakan anak tunggal dari mantan Kapoltabes Pekanbaru James Umboh. Istri bhayangkari itu tewas mengenaskan bersama janin yang ada di kandungannya. Wanita 26 tahun ini saat ini tengah hamil tiga bulan. Ia telah dikaruniai seorang putri.

Sejumlah teman dekat almarhum yang juga ibu-ibu bhayangkari menyebutkan, wanita berperawakan cantik berkulit putih dengan tinggi sekitar 160 sentimeter itu adalah sosok periang dan akrab dengan siapa saja.

Kematian almarhum membawa duka mendalam bagi teman-teman dekatnya. Beberapa rekan korban yang ditemui koran ini mengaku telah mendengar kehilangan korban dari rumah sejak Jumat (24/6) lalu. “Kami bahkan ditelepon dan ditanyai terus. Apakah lihat almarhum atau pernah mendapat telepon darinya,” ujar beberapa bhayangkari saat melayat di Mapolda Kepri kemarin.

Kematian istri Kompol Mindo Tambulon tak hanya membawa duka mendalam bagi keluarga besar Polri di daerah ini. Korps Bhayangkara yang bakal berulangtahun ke-65 tanggal 1 Juli itu juga geram dan mengutuk perbuatan pelakunya. Sejumlah rekan Mindo Tampubolon bahkan dengan tegas meminta pelaku perampokan dan pembunuhan keji itu dibunuh dengan cara ditembak atau sebagainya. “Bunuh saja pelakunya. Perbuatannya diluar batas kemanusiaan,” ujar sejumlah perwira di Mapolda Kepri kemarin. Tak hanya para perwira yang geram. Sejumlah bintara serta mantan anak buah Mindo Tampubolon juga mengungkapkan hal senada. “Sangat tak manusiawi,” ujar Aipda Edi, anggota Pamovit Polresta Barelang.

Putri Mega Umboh tewas mengenaskan dengan 4 luka tusukan di bawah payudara serta luka di leher. Mayatnya disimpan dalam koper warna merah kemudian di buang ke jurang di hutan Tanjungpunggur.(spt/jpnn)

Dikenal Sebagai Pejuang HAM

Busyro Muqoddas

BAGI yang belum kenal dekat, Busyro Muqoddas mungkin terlihat sebagai sosok pendiam dan serius. Tapi jangan salah, pria kelahiran Yogyakarta 17 Juli 1952 yang duduk di pucuk pimpinan KPK itu ternyata sosok humoris.
Busyro yang menghabiskan sebagian besar masa hidupnya di Yogyakarta, tak jarang bercanda khas warga Kota Gudeg itu.

Jauh sebelum berkiprah di Komisi Yudisial (KY) hingga akhirnya berlabuh sebagai pemberangus koruptor di KPK, Busyro muda dikenal sebagai sosok pejuang HAM. Ia pernah mengadvokasi serangkaian kasus pelanggaran HAM. Di antaranya adalah Sugianto, keluarga korban Penembakan Misterius (Petrus) asal Jombang, Jawa Timur pada dasawarsa 1980-an.

Sugianto harus diadvokasi Busyro lantaran diburu aparat, setelah menyaksikan langsung ayahnya ditembak aparat akibat kebijakan Petrus. Di rumah Busyro, Sugianto disembunyikan dan diganti namanya. Untuk itulah perjuangan Busyro dalam membela warga yang mengalami pelanggaran HAM  tidak diragukan lagi. (ara/jpnn)