Home Blog Page 15204

Nulis Togel untuk Biaya Sekolah Anak

Apes benar nasib Sumaralim (39). Warga Jalan Asrama, Medan Denai itu ditangkap polisi karena kedapatan menulis togel, kemarin (25/5)

Pedagang bakso itupun harus mendekam di tahanan Mapolresta Medan.
Sumaralim mengaku, dia menjadi penuli togel untuk mencari uang tambahan. Pasalnya, hasil menjual bakso tak mencukupi.

“Untuk cari tambahan soalnya menjual bakso sangat sedikit untungnya. Makanya aku menjadi penuli togel. Tak tahunya yang masang polisi,” ujarnya.

ikatakannya, kerjaan tambahan itu dilakoninya sekitar dua minggu yang lalu lantaran desakan ekonomi untuk menghidupi tiga orang anaknya yang saat ini duduk di kelas 3 SMP.

“Anakku ada tiga dan paling besar kelas 3 SMP dan dua lagi masih SD, mereka butuh uang buku, uang saku dan uang bajunya apalagi ini menjelang naik kelas. Jadi banyak kebutuhannya makanya aku nekat,” katanya.
Kanit Vice Control Polresta Medan, AKP Hartono mengatakan, pihaknya melakukan penangkapan terhadap tersangka berdasarkan informasi dari masyarakat, sehingga dilakukan penyamaran.

Dikatakannya, dari tersangka polisi mengamankan barang bukti berupa uang kontan Rp58.000, sebuah buku tafsir mimpi dan sebuah kertas yang berisi lembaran rekapan nomor-nomor togel yang disimpan tersangka di steling gerobak jualan baksonya.

Tersangka dijerat pasal 303 tentang tindak pidana judi dan diancam dengan hukuman maksimal 7 tahun penjara. (mag-8)

Nelayan Tradisonal pun Bisa Punah

Hingga saat ini persoalan sampah dan limbah pabrik yang mencemari perairan Belawan berdampak kepada kehidupan biota laut dan nelayan di Belawan. Apa dampaknya? Berikut wawancara wartawan Sumut Posn
Nopan Hidayat dengan Wakil Ketua DPC HNSI Medan Bidang Lingkungan Hidup dan Pemberdayaan Sumber Kelautan, Alfian MY.

Apa tanggapan Anda soal sampah dan limbah pabrik yang mencemari perairan Belawan?
Kita sangat prihatin terhadap para pelaku usaha industri di Kota Medan yang hanya mencari keuntungan belaka, tanpa memikirkan aspek lingkungan hidup bagi masyarakat dan juga kesadaran masyarakat terhadap lingkungan pun kurang, sehingga seenaknya saja membuang sampah ke sungai. Saya kecewa dengan sikap Pemko Medan yang hanya diam saja dan tidak tegas menyikapi permasalahan tersebut.

Apa dampaknya?
Dampak pencemaran tersebut cukup banyak bagi kehidupan masyarakat yang tinggal di pinggiran sungai dan pantai Belawan. Berdasarkan hasil investigasi kita di sungai Belawan tercatat ada 12 jenis ikan air asin yang sudah punah. Hal tersebut dikarenakan, biota laut tersebut sudah tercemar zat-zat berbahaya yang berasal dari limbah industri. Juga berdampak kepada kehidupan ekonomi masyarakat nelayan tradisional dan kami berkeyakinan tidak terlalu lama lagi, nelayan tradisional pun punah.

Apa yang harus dilakukan Pemko Medan?
Pemerintah Kota Medan dan DPRD Kota Medan wajib membuat Perda tentang pelarangan pembuangan sampah dan limbah industri ke sungai-sungai yang ada di Kota Medan dan diberikan sanksi terhadap pelaku berupa denda, kurungan dan juga pencabutan izin usaha. Namun, komitmen tersebut harus terimplementasikan ke masyarakat dengan membuat perangkat hukumnya antara lain satuan tugas penindakan hukum langsung terhadap pelanggaran tersebut guna menimbulkan efek jerah kepada pelakunya. Setiap pelaku industri yang ingin dan atau memperpanjang izin usahanya harus benar-benar selektif, apakah usaha yang dibangun atau yang sudah berjalan telah memenuhi unsur kepedulian terhadap lingkungan termasuk sistem pengolahan limbah, kalau belum jangan diberikan izin.

Apa solusi lainnya?
Menurut saya, solusi atas pencegahan kawasan perairan Belawan bebas sampah yakni dengan Gerakan Masyarakat Bersih Pantai yang sebelumnya disosialisasikan. Selain itu, imbauan atas larangan buang sampah dan juga limbah pabrik juga diperlukan agar mereka tidak sesuka hatinya saja membuang sampah dan juga limbah ke sungai.

Apa harapan Anda?
Laut dan sungai adalah sumber kehidupan bagi nelayan, mari sama-sama kita menjaga dan melindunginya demi masa depan kehidupan anak cucu kita. Mulai saat ini, stop membuang sampah dan juga limbah ke sungai demi kelangsungan hidup bersama. Saya berharap di tahun 2012 aliran sungai di Kota Medan merupakan kawasan bebas sampah dan limbah Industri. (*)

Rahudman Dinilai tak Objektif

Lagi, Lima SKPD Bakal Dicopot

MEDAN-Pencopotan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemerintah Kota (Pemko) Medan, bukan rumor belaka. Diawali pencopotan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH), Purnama Dewi, kemudian yang paling baru adalah Asisten Umum (Asmum) Sulaiman.

Siapa lagi yang bakal menyusul? Informasi yang berkembang akhir-akhir ini, ada 5 SKPD yang santer diberitakan akan dicopot antara lain, Pelaksana Tugas (Plt) Humas Pemko Medan Khairul Buhori. Begitu pula dengan Kepalan
Badan Ketahanan Pangan (BKP), Eka Rezeki YD serta Kepala Dinas Perhubungan Medan, Syarif Armansyah alias Bob. Kemudian muncul lagi dua nama yakni, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Qamarul Fattah serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora), Hanas Hasibuan, juga masuk nominasi akan dicopot.

“Ini A1. Kepala BLH dan Asmum sudah dicopot. Tinggal Kadishub dan Kadispora yang belum. Ada nama-nama lainnya, Humas juga diganti, Kepala BKP sudah pasti. Kemungkinan minggu-minggu depan sudah ada yang keluar SK pencopotannya,” ungkap salah seorang SKPD di Pemko Medan kepada Sumut Pos sembari berbisik-bisik, Rabu (25/5).

Sejumlah SKPD yang ada di Pemko pada saat itu, juga terlihat gusar. Beberapa di antara SKPD tersebut, menghampiri Sumut Pos sembari mempertanyakan kebenaran hal itu. “Iya, benar yang kalian tulis waktu itu ya. Tiba-tiba Kepala BLH dan Asmum langsung dicopot. Aku masuk nggak ya?” tanya SKPD yang juga berbisik-bisik dan enggan disebutkan namanya kepada Sumut Pos di lantai II Balai Kota Medan.

Informasi yang dihimpun wartawan koran ini, pencopotan SKPD itu dilatarbelakangi emosional sesaat. Pencopotan dilakukan karena SKPD yang bersangkutan tertangkap basah atau dilaporkan telah menggunjingkan kehidupan pribadi dan keluarga Wali Kota Medan. “Makanya kalau menggunjingkan wali kota jangan di depan orang-orangnya, kalau sampai terdengar atau dilaporkan, pasti kayak Bu Dewi (Purnama Dewi, Red),” ujar seorang pejabat Pemko Medan.

Sumber itu mengatakan, Purnama Dewi menggunjingkan persoalan rumah tangga wali kota kepada orang dekat istri Rahudman. Pejabat lainnya mengatakan, pencopotan Sulaiman sebagai Asisten Umum juga karena persoalan yang sama. “Memang sebagai bawahan seharusnya tak menggunjingkan atasannya, apalagi sampai kepada persoalan pribadi,” tukasnya.

Benarkan? Wali Kota Medan, Rahudman yang dikonfirmasi langsung Sumut Pos mengenai kebenaran isu tersebut dengan sedikit meradang membantah hal itu. “Nggak ada. Tahu kau, itu karena orang itu tidak menunjukkan kinerja yang baik. Jangan kau politik-politikan. Sekali lagi, tidak menunjukkan kinerja yang baik,” tegasnya.
Pengamat politik asal Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Rafdinal SSos menilai, keputusan yang diambil Rahudman dalam upaya pencopotan karena alasan pribadi tersebut adalah sikap dan tindakan yang tidak tepat.

“Kalau pencopotan atas dasar suka atau tidak suka, itu tidak tepat. Ukurannya seharusnya kinerja. Berarti ini menandakan ketidakobjektifan Wali Kota Medan dalam mengambil keputusan dan kebijakan,” ungkapnya.
Rafdinal juga menyesalkan sikap para SKPD tersebut. Menurutnya, seharusnya para SKPD itu tidak perlu menggunjingkan persoalan orang lain terutama lagi atasannya.

“Meskipun itu sudah menjadi konsumsi publik, tapi secara etika memang tidak baik. Kalau memang berani, ya laporkan ke penegak hukum agar penegak hukum yang memproses itu. Kemungkaran perlu dicegah, iya memang. Tapi bukan dengan cara berbisik-bisik. Laporkan saja, baik ke inspketorat atau penegak hukum. Seharusnya juga bawahan itu tidak terikut-ikut dengan kasus itu. Biar kasus itu ditangani penegak hukum, SKPD tetap bekerja memberikan pelayanan publik yang baik kepada masyarakat,” terangnya. (ari)
(ari)

Syaiful Syafri Mau Gantikan Rahudman

Nyeletuk Saat Pidato di SMA Negeri 1 Medan

MEDAN- Wali Kota Medan Rahudman Harahap mendapat tantangan dari Kepala Dinas Pendidikan Sumut Syaiful Syafri. Tak tanggung-tanggung, tantangan itu menyangkut kursi kekuasaan di Pemko Medan. Tantangan menggebu-gebu itu dikemukakan Kadisdik Sumut Syaiful Syafri, saat menyampaikan, pidatonya pada saat acara yang digelar di halaman di SMAN 1 Medan, Jalan Cik Di Tiro Medan, Kamis (26/5) dalam rangka apresiasi dan ucapan terima kasih Wali Kota Medan kepada Kepala Sekolah SMP, SMA dan SMK se-Kota Medan.

“Dalam periode kedua masa kepemimpinan Wali Kota Medan, nanti saya yang akan menggantikan bapak Wali Kota Medan,” ungkap Syaiful Syafri.

Pernyataan yang terkesan tidak pada tempatnya, membuat suasana berubah dari khidmat menjadi senyap. Semua undangan yang hadir yakni, para Kepala Sekolah SMP se-Kota Medan sebanyak 354 orang, SMA 203 orang, SMK 138 orang sontak terdiam.

Karena tidak mendapat respon positif dari para undangan, Syaiful Syafri langsung sadar dan menyatakan, pernyataan itu adalah sebagai bentuk aspirasi yang harus disampaikan. “Ini kan bentuk aspirasi saja,” kilahnya.
Wali Kota Medan Rahudman Harahap yang dikonfirmasi Sumut Pos ketika hendak meninggalkan SMAN 1 menganggap pernyataan Syaiful Syafri hanyalah sebuah guyonan yang tidak lucu. Bahkan, Rahudman sempat tertawa terbahak-bahak mendengar pernyataan tersebut.

“Hahahahahaha,” tawa Rahudman pecah yang diikuti Kepala Dinas Pendidikan Medan, Hasan Basri. Tak lama berselang, Rahudman beberapa kali mengeluarkan kata-kata menembak, yang entah apa maksudnya sembari mencontohkannya dengan tangannya ke atas seperti pistol.

“Nembak itu dia. Nembak dia, hahahaha!” katanya sembari memasuki mobil dinasnya Toyota Camry BK 1 D dan meninggalkan halaman depan SMA N 1 Medan.(ari)

Warga Mengeluh Pembangunan Berlangsung Siang-Malam

Dinas TRTB tak Konsisten Bongkar Bangunan Nanyang International School

MEDAN- Dinas Tata Kota dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan dinilai tidak konsisten membongkar pembangunan gedung Sekolah Nanyang International School, di Jalan Abdullah Lubis Medan yang bermasalah.

Sejumlah warga yang tinggal di sekitar bangunan sekolah Nanyang Zhi Hui mengatakan, pihak sekolah Nanyang Zhi Hui sama sekali tidak mengindahkan instruksi Dinas TRTB Kota Medan untuk membongkar sendiri bangunannya dalam waktu 2×24 jam sejak Senin (26/5) lalu.

“Kepala Dinas TRTB Kota Medan melalui Kabid Pengendalian Dinas TRTB Kota Medan Ahmad Basaruddin sudah memberi waktu 2×24 jam kepada pihak sekolah untuk membongkar bangunannya dan pihaknya akan segera membongkar paksa jika tidak diindahkan.

Instruksi Dinas TRTB itu sepertinya hanya lips service, terbukti hingga saat ini aktivitas pembangunan masih berlanjut,” kata Mangasi Sianipar kepada wartawan, Kamis (26/5).

Meskipun sudah ada instruksi pembongkaran itu, dari pantauan wartawan hingga Kamis (26/5) sore, aktivitas pembangunan gedung tahap kedua Sekolah Nanyang Zhi Hui Modern International School terus berjalan. Bahkan, tiang-tiang bangunan yang sebelumnya sudah berupaya dirubuhkan oleh Dinas TRTB Kota Medan, Senin (23/5) lalu, terlihat sudah kembali diperbaiki oleh pihak sekolah dan tangga tangga ke lantai II bangunan itu juga dibangun.
Mangasi Sianipar dan sejumlah warga lainnya, seperti Suwito Ryan Kacaribu, Jeffry menilai, sikap pengelola sekolah yang terus memerintahkan para pekerja bangunan melanjutkan proyek pembangunan bermasalah pada siang maupun malam tanpa hambatan itu merupakan suatu bentuk pembangkangan dan tidak perduli pada Pemerintah Kota (Pemko) Medan.

“Kita sudah cukup menderita akibat pembanguan ini. Pemilik sekolah tampaknya juga tidak lagi menghargai pemerintah,” cetus Ryan.

Selain persoalan pembangunan tahap kedua gedung sekolah tersebut berdekatan dengan rumah penduduk, kata Ryan, aktivitas sekolah tersebut seperti kegiatan bulutangkis dan karate di malam hari sangat mengganggu ketenteraman warga di sekitarnya.
“Karena itu, kami berharap Wali Kota Medan Rahudman Harahap dan pihak-pihak terkait lainya dapat segera menuntaskan permasalahan bangunan sekolah Nanyang Zhu Hui yang sudah menyalahi ini, sehingga masalah ini tidak tidak berkepanjangan,” ujar Sianipar. (ari)

Pelajar Jangan Cuma Berani Menulis di Blog Pribadi

Penyuluhan Akan Pentingnya Menulis Bagi Kaum Muda

Suasana riuh terpancar serta aplaus yang bersambutan hingga teriakan luapan kegembiraan pun mengakhiri Penyuluhan Tentang Pentingnya Menulis Bagi Kaum Muda yang dilaksanakan Kelompok Anak Muda Cinta Menulis (Kamis) di SMA Harapan 1 Medan, Selasa (24/5) lalu.

INDRA JULI, Medan

Tampak ke-40 peserta dari siswa/i SMA Harapan 1 Medan yang direkomendasi begitu antusias mengikuti kegiatan. Apalagi ketiga pemateri yang sengaja didatangkan dari Pers Mahasiswa Suara Universitas Sumatera Utara (USU) seperti Wan Ulfa Nur Zuhra mengenai “Menulis dan Perubahan” dilanjutkan Shahnaz Asnawi Yusuf bahwa menulis semudah berbicara, dan Richka Hapriyani dengan pengenalan penulis-penulis muda sebagai motivasi bagi peserta. Dilengkapi fasilitas yang memadai, pemaparan yang disampaikan ketiga pemateri pun diserap dengan baik.

Tak pelak semua pemahaman yang didapat langsung ditumpahkan sebagai tulisan di sesi berikutnya saat seluruh peserta diminta untuk membuat tulisan mengenai kondisi di sekitarnya dalam hal ini lingkungan sekolah SMA Harapan 1 Medan. Gejolak aspirasi yang dimiliki pun tertuang dalam bentuk kritik terhadap berbagai kebijakan, program, hingga fasilitas yang ada. Dikemas menjadi sebuah masukan yang tentunya untuk kebaikan di masa yang akan datang. Turut pula digelar beberapa cuplikan mengenai penulis muda pada slide proyektor yang ada.

Ahdika Hakam M, siswa kelas XH yang mengangkat judul “Tuntutan Banyak, Banyak Macam” dan Mentari Dwianjani Puteri siswi kelas XH dengan judul tulisan “Minimnya Penggunaan Lembar Kerja Siswa (LKS) dalam Proses Belajar Mengajar” keluar sebagai terbaik dan masing-masing mendapatkan buku kumpulan tulisan kritik sosial dari panitia.
Salah satu peserta Mahla Fina siswi kelas II IPA 5 mengaku sangat senang terlibat dalam kegiatan. Selain mendapatkan pengetahuan dan memperluas wawasan mengenai menulis, dirinya mengaku termotivasi untuk melanjutkan aktivitas menulis dalam media yang nyata. “Saya jadi paham ragam bentuk tulisan dan bahwa sebenarnya menulis itu tidak sulit. Selama ini cuma menulis di blog pribadi,” ucap Fina yang pada kegiatan mengangkat judul “Kamar Mandi Sekolah”.

Seperti halnya antusias para siswa, pihak SMA Harapan 1 Medan turut memberi apresiasi terhadap kegiatan. Selain menyediakan fasilitas ruang kelas, pihak sekolah juga turut merekomendasikan 40 siswanya untuk mengikuti kegiatan. “Kita dari sekolah menyambut baik kegiatan mengingat dapat memotivasi para siswa untuk menulis. Mulai dari yang kecil untuk mengembangkan kemampuan siswa itu sendiri,” ucap Guru Bimbingan Konseling SMA Harapan 1 Medan, Diaudin, usai kegiatan.

Seperti yang disampaikan Ketua kelompok Kamis, Dimas kegiatan yang dilaksanakan merupakan tugas dari mata kuliah Komunikasi Penyuluhan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik USU. Dalam hal ini mereka mengangkat minat membaca dan menulis di kalangan pelajar yang semakin hilang. Sementara peran para pelajar tadi sangat diharapkan untuk melakukan kritik membangun.

“Kita merupakan kelompok IV dan melihat kesadaran membaca dan menulis di kalangan pelajar kian menurun. Ini tentunya sangat memprihatinkan. Untuk itu bersama Pers Mahasiswa Suara USU kita menggelar penyuluhan ini untuk membangkitkan minat dan kesadaran para pelajar akan pentingnya membaca dan menulis tadi. Ternyata seluruh peserta menunjukan feed back yang cukup baik,” ucap Dimas didampingi Dosen Pendamping, Rehia Barus. (*)

Rahudman Kembali Umbar Janji Selesaikan Sari Rejo

MEDAN-Untuk menyelesaikan sengketa Tanah Sari Rejo yang berkepanjangan, Wali Kota Medan Rahudman Harahap kembali berjanji akan melakukan pembicaraan secara langsung dengan pihak TNI AU.
Hal itu dikemukakan Rahudman saat dikonfirmasi Sumut Pos di Balai Kota Medan, Rabu (26/5). “MoU Pemko sudah diantarkan ke TNI AU, dan sebaliknya MoU TNI juga sudah kita terima. Saya akan ke Jakarta dalam jangka waktu dekat ini, untuk membicarakan itu,” ungkapnya.

Dijelaskannya, dalam poin-poin MoU tersebut antara lain, tanah tersebut sudah sekian lama dikuasai oleh masyarakat, Bandara Polonia akan dipindahkan ke Kualanamu serta persoalamn ganti rugi lahan.
Masyarakat Sari Rejo melalui Ketua Forum Masyarakat Sari Rejo (Formas), Riwayat Pakpahan menuturkan, Senin (30/5) pekan depan, Formas akan beraudiensi guna melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi A DPRD Sumut.

“Surat kami telah dibalas Komisi A, dan rencananya akan ada pertemuan membahas soal Sari Rejo pada Senin  pekan depan pukul 14.00 WIB,” kata Riwayat Pakpahan kepada Sumut Pos.(ari)

Konsumen yang Dirugikan Bisa Menuntut

BBPOM Belum Dapat Sampel Aqua Cup Berlumut

MEDAN-Balai Besar Pengawasanm Obat dan Makanan (BBPOM) Sumut  melalui Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen, Sacramento Tarigan mengatakan, produk air minum mineral merek Aqua kemasan cup plastik 240 ml yang ditemukan warga di dalamnya seperti ada lumut, sampelnya belum  sampai ke tangan mereka.

Menurut Sacramento, hal seperti itu memang bisa saja terjadi karena produk itu mudah dipalsukan. “Kemungkinan ada kebocoran sistem dalam memproduksi minuman tersebut sehingga terdapat kotoran di dalamnya,” katanya.
“Kita menyesalkan, kenapa produk yang sudah dikenal di mancanegara itu bisa seperti itu. Berarti ada yang salah. Berarti, proses pengerjaannya tidak steril,” ungkap anggota Komisi B DPRD Sumut, Andi Arba yang dimintai pendapatnya mengenai hal ini oleh Sumut Pos, Kamis (26/5). Ditambahkannya, dengan munculnya masalah itu juga akan membuat citra Aqua menurun di mata konsumen. Dan secara otomatis lagi, telah membuat masyarakat atau konsumen merasa dirugikan. Terlebih lagi, konsumen yang telah membeli kemasan Aqua tersebut. Tidak sampai di situ saja, sambung Politisi asal Fraksi PKS DPRD Sumut ini, bukan tidak mungkin akan masuk menjadi pembahasan dalam ranah hukum. Terlebih lagi menyangkut persoalan perlindungan konsumen serta para konsumen bukan tidak mungkin akan melakukan penuntutan terhadap pihak Aqua.

Dijelaskannya, alur dari penuntutan itu yakni, masyarakat mengajukan  kepada lembaga berwenang seperti Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) atau sebagainya, yang kemudian akan mengajukan tuntutan. (mag-7/ari)

8 Waria dan Puluhan Botol Miras Diamankan

MEDAN-Polsekta Delitua berhasil mengamankan puluhan botol miras berbagai merk dan 8 waria dari beberapa tempat di tiga kecamatan di Kecamatan Delitua, Kecamatan Medan Johor, dalam Operasi Pekat Toba 2011 selama sebulan.
Delapan waria diamankan dari Jalan Flamboyan Raya masing-masing Muliadi (31), warga Jalan Setia Budi Komplek Pemda, Handoko (19), warga Jalan Flamboyan Raya, Dedi alias Jupe (23), warga Jalan Jamin Ginting, Nurmansyah (30), warga Jalan Flamboyan Raya Tanjung Selamat, Suardi alias Lily (40), warga Komplek Pemda, Apriani alias Melyn (30), warga Desa Namo Puli, Pancurbatu, Pagit Tarigan alias Erguana (38), warga Jalan Flamboyan Raya dan Yafta alias Galois (30), warga Jalan Flamboyan. (adl)

Tiga Danyon di Kodam I/BB Diganti

MEDAN-Tiga Komandan Yonif di jajaran Kodam I/BB diserahkanterimakan, Kamis (26/5). Ketiga Danyon yang diserahterimakan diantaranya, Danyon Kavaleri 6/Serbu, Danyon Armed 2/105 dan Danyon Arhanudse 13/BS. Acara serahterima jabatan ini dilakasanakan di lapangan Makodam I/BB dan langsung dipimpim Inspektur Upacara Panglima Kodam I/BB, Mayor Jenderal Leo Siegers.

Ketiga Komandan Yonif (Danyon) yang diserahterimakan, Danyon Kav 6/ Serbu dari Letkol Kav Rayen Obersyl kepada Letkol Kav Trisno Wibowo. Danyon Armed 2/105 dari Letkol Arm Surya Damanik kepada Mayor Arm Loebis Muhhamad Hasbi serta Danyon Arhanudse 13/BS dari Letkol Arh Jusak Prasetya Girsang kepada Mayor Arh Trias Wijanarko.

“Acara serahterima jabatan ini merupakan suatu hal yang wajar, sebagi realisasi kebijakan pembinaan personel sesuai dengan tuntutan perkembangan dan kebutuhan organisasi. Alih tugas dan tanggungjawab jabatan bertujuan untuk mengembangkan wawasan dan profesionalisme keprajuritan dalam mengoptimalkan pencapaian tugas pokok TNI AD,” ucap Mayjen Leo Siegers.

Leo Siegers juga mengatakan prajurit TNI lingkungan Kodam I/BB memiliki tingkat kemampuan dan keterampilan yang handal dan senantiasa setiap saat siap melaksanakan berbagai bentuk penugasan di seluruh wilayah NKRI dengan dilandasi oleh kemanpuan yang dimiliki oleh seluruh prajurit yang mengawaki batalyon masing-masing.
Kepemimpinan komandan satuan, sambung Pangdam, dalam penyelenggaraan pembinaan satuan sekaligus sosok yang paling bertanggungjawab terhadap kinerja satuannya. Untuk itu tingkatkan komunikasi dua arah antara pemimpin dengan yang dipimpin secara terbuka, penuh kekeluargaan sehingga tugas pokok tercapai dengan optimal.
Sementara itu saat Panglima Kodam I/BB masih membacakan amanatnya dalam acara upacara sertijab 3 Danyon di lingkungan Kodam I/BB, seorang prajurit dari lingkungan Yon Kav 6/ Serbu, yang mengikuti upacara, tiba-tiba saja jatuh pingsan di barisannya. Prajurit itu sempat terkapar di tengah barisan di atas rumput. (rud)