Home Blog Page 15205

Milla Puji Thiago

BENAR jika Adrian lopez dan Juan Mata adalah pemain tersebur dikubu Spanyol. Namun begitu, kedua pemain ini tak pernah sekalipun mendapat pujian dari sang pelatih Luis Milla.

Ya, Luis Milla adalah sosok seorang pelatih yang jarang melontarkan pujian kepada anak asuhnya. Baginya, sukses yang diraih Spanyol pada tiga pertandingan di babak penyisihan lalu semata karena kerja sama tim.
Hanya saja, meski tak pernah melontarkan pujian langsung kepada pemainnya, namun Milla ternyata menaruh harapan yang membubung terhadap gelandang Thiago Alcantara, poros unit menyerang Spanyol.

Menurut Milla, ketajaman yang dimiliki duet striker La Furia Rioja tak terlepas dari besarnya kontribusi yang dimiliki Thiago. “Dia mampu memanjakan siapapun yang dipasang sebagai striker. Umpan-umpan akurat yang dilepaskannya kerap membuat pertahanan lawan kocar-kacir. Inilah yang menjadi keistimewaannya,” bilang Luis Milla, entrenador Spanyol.

Terkait ungkapan yang dilontarkan pelatihnya itu Thiago mengatakan bahwa memberi layanan kepada pemain depan merupakan tugas utamanya. “Saya bangga menjadi bagian dari tim ini. Sejak memberi assist kepada Herrera saat menghadapi Inggris, saya sangat yakin jika saya dalam performa terbaik di turnamen ini,” bilang pemain yang musim lalu 12 kali menjadi starter di Barcelona.

Sebelum resmi berkostum Spanyol, sesungguhnya Thago pun berkesempatan menggunakan kostum timnas Brasil dan Italia.

Thiago anak dari pemain pilar timnas Brasil Mazinho yang dilahirkan di Bari Bari , Italia Selatan. Thiago resmi berkostum Barcelona pada usia 18 tahun bersama sang adik Rafinha yang kini menjadi pemain pilar di Barcelona B. (jun)

Copa Hanya Ajang Pemanasan

RIO DE JANEIRO – Sebagai juara bertahan Brasil akan mencoba mengulang sukses yang sama saat mengikuti Copa America . Tapi target terbesar Samba ada dua tahun setelahnya, saat mereka menjadi tuan rumah Piala Dunia 2014.
Dari lima penyelenggaraan Copa America yang terakhir, empat di antaranya berhasil dituntaskan Brasil sebagai kampiun. Ditambah skuad yang mumpuni dan kemampuan individu pemainnya, tak mengherankan  kalau mereka jadi favorit bersama tuan rumah Argentina .

Kembali jadi kampiun jelas sangat diharapkan tim Samba. Tapi itu bukan target utama karena Copa America hanya jadi batu lompatan untuk membentuk tim yang lebih baik lagi demi meraih titel Piala Dunia 2014.
“Kami akan menggunakan semua kesempatan untuk mempersiapkan diri kami sendiri dengan baik untuk Piala Dunia,” tegas pelatih Mano Menezes seperti diberitakan AFP.

Brasil terlihat kurang meyakinkan dalam dua laga terakhirnya. Setelah cuma bisa bermain tanpa gol dengan Belanda dalam laga persahabatan, mereka hanya unggul satu gol atas Romania juga dalam laga ujicoba yang sekaligus menjadi ajang perpisahan Ronaldo.

Menezes tak risau dengan hal tersebut. Pelatih 49 tahun itu masih yakin kalau timnya punya kekuatan untuk memberikan yang terbaik, meski tetap menganggap Argentina sebagai kandidat terkuat juara.

“Kami punya pondasi yang sudah digunakan dalam beberapa pertandingan dan itu akan menjadi tulang punggung saat menghadapi Venezuela (lawan pertama Brasil selain Paraguay dan Ekuador). Secara teori, Paraguay adalah tim terkuat (di grup) tapi itu tak berarti kalau tim lain tak akan menimbulkan masalah,” ungkapnya.

“Kami bisa bilang kalau Argentina adalah favorit karena mereka bermain di rumah – kondisi yang sama dengan Brasil yang menjadi favorit untuk Piala Dunia 2014 – well begitulah teorinya,” pungkas Menezes.Ujung tombak Brasil Alexandre Pato juga sudah kembalibugar. (bbs/jpnn)

Argentina Bantai Albania

BUENOS AIRES-Tim Tango (julukan Argentina) melakoni partai ujicoba terakhirnya sebelum Copa America dengan meyakinkan. Tim Tango melibas Albania empat gol tanpa balas alias 4-0.

Empat gol yang dicetak Argentina di Stadion Monumental, Selasa (21/6) dinihari WIB, dicetak oleh empat penyerang berbeda, bak menunjukkan tajamnya tim besutan Sergio Batista tersebut.

Baru lima menit pertandingan dimulai, Ezequiel Lavezzi sudah menjebol gawang Albania yang dikawal oleh Isli Hidi. Lima menit sebelum paruh pertama tuntas, Lionel Messi menggandakan keunggulan.

Setelah dua pemain itu bikin gol, di babak kedua giliran sepasang pemain pengganti yang unjuk gigi. Sergio Aguero mencetak gol pada menit 75 untuk mengubah kedudukan jadi 3-0 buat Argentina .

Carlos Tevez lantas menutup kemenangan Argentina lewat golnya pada menit 90. Melalui gol itu, ia seperti ingin membuktikan diri kepada Batista yang sempat “membekukannya” dari timnas. Albania, yang turun tanpa sejumlah pemain topnya seperti gelandang Lorik Cana dan penyerang Erjon Bogdani, benar-benar bukan tandingan Argentina yang relatif bermain dengan kekuatan penuhnya. Skor akhir 4-0 untuk Argentina . Argentina akan menjadi tuan rumah Copa America yang bergulir mulai 1 Juli mendatang. Di laga pertamanya nanti, Messi cs akan menghadapi Bolivia. (net/jpnn)

DFB Cari Jalan Damai

MICHAEL Ballack telah menolak tawaran untuk tampil di laga perpisahan bersama timnas Jerman dengan ucapan ketus. Tak mau situasi meruncing, Federasi Sepakbola Jerman (DFB) berusaha berdamai dan sekali lagi memberi penawaran serupa.

Akhir pekan lalu Ballack mencak-mencak setelah tahu peluangnya tampil untuk timnas sudah habis. Seraya mencibir pelatih Joachim Loew, pemain 34 tahun itu juga menolak undangan tampil di laga perpisahan untuknya.
“Michael Ballack berhak mendapat perpisahan terhormat, terlepas dari apa yang sudah terjadi (dalam beberapa hari terakhir). Apa yang Loew tawarkan kepadanya adalah tawaran yang tulus,” ujar Presiden DFB Theo Zwanziger di Reuters.

Selain menolak tampil di laga perpisahan untuknya, Ballack menilai tawaran tersebut hanyalah olok-olok belaka karena karena toh partai dimaksud sudah lama dijadwalkan ada sebagai sebuah laga ujicoba sehingga tidak terkesan khusus untuknya.

“Michael Ballack jelas berpikir kalau ia masih punya peluang tampil di Piala Eropa (2012),” papar Zwanziger. (net/jpnn)

Romario Sepelekan Brasil

MANTAN pesepakbola Brasil Romario Faria pesimistis bahwa negaranya bisa menggelar Piala Dunia dengan bagus. Romario mengatakan hanya Tuhan yang bisa menolong Negeri Samba.

Piala Dunia 2014 tinggal dua tahun lagi. Namun begitu masih banyak hal-hal yang perlu dibenahi oleh Brasil, di antaranya masalah transportasi, bandara, dan pembangunan stadion yang tertunda.

Selain itu juga ada tuduhan korupsi yang mengarah ke presiden konfederasi sepakbola Brasil (CBF) RIcardo Teixeira yang menambah kendala dan gangguan terhadap persiapan negeri Samba untuk menggelar  hajatan empat tahunan itu.
Romario mengaku tidak yakin bahwa negaranya bisa menggelar Piala Dunia dengan baik. “Kita mundur ke waktu lalu, ketika Brasil ditunjuk menjadi tuan rumah, negeri ini pesta besar. Saya ketika itu menilai dua hal: Brasil bukan hanya memiliki kondisi untuk menggelar Piala Dunia namun juga mendapatkan waktu yang tepat,” ujar pemain yang mengantar Brasil juara dunia 1994 itu.

“Saya tetap bertahan dengan pemikiran yang pertama, namun saya cabut yang kedua,” tandas pria yang semasa berkarir pernah berseragam  Barcelona itu.

Romario menilai bahwa negaranya perlu pertolongan Tuhan agar bisa menggelar Piala Dunia dengan baik dan lancar. “Dari apa yang saya lihat, faktanya tak berjalan dengan baik. Kami akan segera menggelar Piala Dunia, namun sedihnya kami memiliki masalah. Semoga saja kami mampu berikan yang terbaik,” tandas pria 45 tahun itu. (net/jpnn)

FA Ngotot Pertahankan Capello

LONDON-Sungguh tak mudah jalan Inter Milan mencari pelatih baru selepas kepergian Leonardo yang menerima tawaran sebagai direktur teknik di Paris Saint-Germain.

Menyusul kegagalan upaya menarik Marcelo Bielsa, Sinisa Mihajlovic, dan Andre Villas-Boas, bidikan ke arah manajer Inggris, Fabio Capello, juga terancam berakhir dengan hasil serupa.

Menurut laporan yang dilansir dari Sky Sport 24, FA tak mau memberikan izin pada Sang Ular Raksasa untuk memulai negosiasi pribadi dengan mantan pembesut AS Roma dan Juventus itu.

Padahal kubu Nerazzurri sempat berharap dengan kian dekatnya akhir masa kontrak Capello menangani The Three Lions —hingga usai Euro 2012, maka FA tak keberatan berpisah lebih dini dengan Don Fabio.

Nyatanya, PSSI-nya Inggris itu ogah membiarkan Inter melakukan negosiasi dengan pria 65 tahun itu. Selain Capello, alternatif lain buat Inter, yang sebelumnya menjadikan Mihajlovic sebagai target utama mengisi bangku pelatih di Giuseppe Meazza, adalah Guus Hiddink, Luciano Spalletti, dan Gian Piero Gasperini. (net/jpnn)

Leo Rayu Eto’o dan Menez

MILAN – Leonardo membuat Inter Milan kerepotan pada bursa transfer musim panas ini. Ketika seharusnya mereka fokus berburu pemain untuk memperkokoh tim, Inter malah disibukkan dengan perburuan allenatore anyar.
Parahnya lagi, sejumlah pelatih bidikan mereka gagal digaet, mulai dari Marcelo Bielsa, Sinisa Mihajlovic, Fabio Capello serta Andre Villas-Boas. Situasi yang membuat tidur Presiden Inter Massimo Moratti tidak tenang.
Belum selesai urusan pelatih, tim berjuluk Nerazzurri tersebut juga disibukkan dengan upaya menjaga para bintang lapangannya supaya tidak lepas pada bursa transfer musim panas ini. Kali ini Leonardo juga masih saja terlibat di dalamnya.

Ya, sebagai direktur olahraga baru di Paris Saint-Germain, Leonardo punya tugas untuk menentukan pelatih, membeli dan menjual pemain, dan pembinaan pemain muda dalam klub. Salah satu pemain yang diincarnya adalah Eto’o.

Leonardo berani melakukan pendekatan lantaran Eto’o mengirimkan sinyal siap hengkang dari Inter. Hanya, tujuan utamanya adalah bermain di klub Premier League. Meski begitu, Leonardo melihat ada peluang untuk menarik Eto’o ke Paris.

Berdasarkan laporan Il Corriere dello Sport, pertemuan Leonardo dan Eto’o sudah dilakukan di Paris, kemarin (21/6). Mantan pelatih AC Milan itu telah menjelaskan proyeknya kepada Eto’o dan memberikan penawaran gaji yang menggiurkan.

Soal tantangan, Eto’o tentu lebih memilih pergi ke Inggris, yang saat ini disebut sebagai kompetisi paling elite di dunia. Namun, tawaran gaji 15 juta euro atau setara Rp183,3 miliar pertahun tentu juga menjadi daya tarik yang luar biasa.

Selain Eto’o, bintang dari Serie A Liga Italia lainnya yang menjadi incaran Leonardo adalah gelandang serang AS Roma Jeremy Menez. Saat ini pemain asal Prancis itu sedang gamang di Roma karena musim lalu di tangan Vincenzo Montella dia jarang dimainkan.

Dia belum tahu nasibnya musim depan, tapi tampaknya Menez sudah kurang betah di ibu kota Italia itu. Menez dengan tegas sudah menyatakan bahwa dirinya siap angkat kaki bila ada klub yang tertarik. Apalagi bila itu datang dari Prancis.

“Proyek PSG membuat saya tertarik. Bermain sepak bola di Paris dan kembali ke Ligue 1 bukanlah langkah mundur dalam karir saya. Memang sudah ada pembicaraan, tapi belum ada yang konkret,” bilang Menez, seperti dilansir Tribalfootball. (ham/jpnn)

Jones Yakin Bisa Bersaing

Menjadi bagian dari Manchester United merupakan kebanggaan bagi Phil Jones. Meski sudah bergabung, Jones harus bersaing masuk skuad utama United. Dan Jones merasa mampu untuk masuk dalam starting eleven klub asuhan Sir Alex Ferguson itu.

Eks pemain Blackburn berusia 19 tahun itu pekan lalu melengkapi proses kepindahannya ke Old Trafford, dan Jones yakin ia tak mengorbankan permainan reguler di tim utama saat memutuskan untuk pergi dari Ewood Park.
“Saya tak yakin kapan hari pertama saya (sebagai pemain United),” kata pemain yang baru saja memperkuat timnas Inggris yang tersingkir di turnamen Euro U-21 di Denmark itu. “Saya harus pulang dulu, menjalani liburan dan menenangkan diri sedikit. Semoga saya akan mendapat telepon dari pelatih, dan saya menantikan itu.”
“Semuanya tahu jika mereka adalah klub terbesar di planet ini. Ini adalah sebuah langkah besar untuk saya dan saya tak sabar untuk segera memulainya. Sungguh ini tantangan yang amat besar.”

Jones harus menembus skuad utama di tengah persaingan dengan Rio Ferdinand, Nemanja Vidic dan rekan setimnya di timnas, Chris Smalling – namun ia tak gentar akan hal itu. “Chris sudah menunjukkan jika Anda bisa pergi ke sana dan bermain untuk United. Ia sudah tampil amat baik,” imbuh Jones.

“Pelatih sudah menunjukkan jika ia tak takut memasang pemain muda dalam tim. Ketika saya mendapat kesempatan, saya yakin saya akan memanfaatkannya.” “Chris adalah pemain fantastis. Saya menikmati bermain bersamanya dan kami saling melengkapi dengan baik. Semoga kami bisa melakukannya di masa depan,” pungkasnya. (net/jpnn)

Hari Ini, Sumut Hadapi Sumbar Saatnya Menebus Kegagalan

MEDAN-Tim sepak bola Sumut pertama kali melakoni latihan pada 25 Juli 2010 di Stadion Teladan Medan. Artinya, hingga kini sudah 11 bulan lamanya trio pelatih Rudi Saari, Subono AT dan Mardiyanto menggenjot para pemain yang awalnya direkrut dari ajang Porwil Suamter Utara 15-25 Juni 2010 itu.

Dalam perjalanannya, tim ini telah 22 kali melakoni pertandingan ujicoba dan mencatatkan hasil 17 kali menang, 4 kali imbang dan 1 kali kalah. Total gol yang mereka lesakkan ke gawang lawan 44 kali, dan hanya kebobolan sebanyak 13 kali.

Buah dari catatan prestasi di atas adalah dua tropi yang diraih dari turnamen sepak bola Bank Sumut yang berlangsung 3-24 November 2010 serta satu tropi saat memenangi turnamen sepak bola Inalum Cup yang digelar 6 Januari-2 Februari 2011 lalu.

Semua catatan apik prestasi tim Pra PON Sumut tadi akan menjadi percuma bila pada laga sesungguhnya yang berlangsung hari ini di Lapangan Sepak Bola Dharmatala Banda Aceh gagal meraih kemenangan, apalagi bila sampai kalah atas Sumatera Barat (Sumbar) yang menjadi lawan perdana pada babak Pra PON kali ini.
Selama ini Sumbar dan Aceh adalah tim-tim yang secara historis kerap menyulitkan tim-tim asal Sumut. Namun khusus mengahdapi babak Pra PON kali ini saya yakin kita (sumut, Red) akan mampu mengalahkan mereka,” bilang Rudi Saari, head coach tim Pra PON Sumut.

Dasar optimisme pelatih yang dua kali mengatarkan PSMS sebagai juara Piala Emas Bang Yos (PEBY) itu adalah matangnya persiapan tim sehingga membuat tim Sumut tampil solild di dalam maupun di luar lapangan.
Apalagi, berdasarkan dari informasi yang didapat, ternyata tim Pra PON Sumbar tampil minus pemain Semen Padang U-21 yang tampil sebagai runner up ISL U-21 saat dikalahkan Persela U-21.

“Inilah adalah saat yang tepat untuk menebus kekalahan 0-1 di Stadion Teladan Medan pada tahun 2007 yang mengakibatkan Sumut absen pada PON XVII lalu,” bilang Rudi.

Mengenai kondisi pemainnya Rudi mengungkapkan bahwa seluruh pemain dalam keadaan bugar dan siap tempur.  “Latihan serius pasti ada hasilnya,” pungkasnya. (jun)

Van Bronckhorst Janji Cetak Gol di GBK

JAKARTA – Sore nanti pecinta sepak bola tanah air bisa menyaksikan langsung aksi oleh bola dari mantan pemain top dunia. Ya, Giovanni van Bronckhorst mantan kapten timnas Belanda akan berkolaborasi dengan pemain  pemain asing terbaik dari Indonesia Super League (ISL) dan Liga Primer Indonesia (LPI) di ajang eksebisi Starbol.
Tergabung dalam tim putih, Giovanni van Bronckhorst dkk akan menghadapi tim Merah yang bermaterikan pemain-pemain local pilihan dari ISL dan  LPI. Pertandingan akan mulai digelar pukul 17.00 WIB di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan dan disiarkan langsung oleh RCTI.

Kepada wartawan dalam press conference di Grand Hyatt Hotel Jakarta kemarin siang Van Bronckhorst menyatakan sudah tidak sabar ingin tampil di ajang Starbol. Mantan pemain FC Barcelona dan Arsenal itu berjanji akan tampil maksimal dan mencetak gol. “Saya akan tampil sebaik mungkin di laga besok sore (sore nanti-Red). Saya akan berusaha mencetak gol spektakuler seperti di Piala Dunia Afrika lalu (ke gawang Uruguay di babak semifinal),” kata Van Bronckhorst.

Tapi karena stamina yang tidak sepenuhnya prima karena baru menempuh perjalanan jaun dari Belanda Van Bronckhorst menyatakan tidak akan memaksakan diri dan berencana hanya main selama 45 menit atau satu babak saja. “Saya belum istirahat. Capek sekali rasanya,” lanjutnya.

Sejak mendarat di Jakarta kemarin pagi, mantan pemain kelahiran 5 Februari 1975 itu langsung menjalani sederet  acara padat. Mulai dari press conference, coaching clinic, mencoba lapangan SUGBK, dan dilanjutkan memenuhi undangan salah satu stasiun  televisi.

Bergabungnya mantan pemain sekelas Giovanni van Bronckhorst membuat para pemain Indonesia yang sore nanti turut berpartisipasi merasa bangga. “Ini kesempatan sangat berharga bagi saya. Kapan lagi saya bisa berhadapan dengan pemain bertalenta tinggi seperti Van Bronckhorst,” ujar Andik Vermansyah, gelandang Persebaya 1927.
Pelatih Tim Putih Jacksen F Tiago menyatakan karena waktu yang begitu mepet tidak ada persiapan khusus dalam menyiapkan tim. “Dengan pengalaman dan kualitas yang dimiliki para pemain saya rasa tim ini akan cepat berdaptasi. Persiapan kita berdasarkan masukan pemain saja karena toh  mereka juga sudah berlatih di klub,”   tutur Jacksen.  (ali/jpnn)