Home Blog Page 15226

Perlu Revolusi Mental Tahap Kedua

Perjalanan Penuh Nikmat tanpa SPPD

TIDAK terasa “puasa perjalanan dinas sebulan penuh” di PLN sudah berjalan 20 hari. Setelah dijalani dengan sungguh-sungguh, ternyata tidak juga terlalu berat. Seluruh jajaran PLN, tampaknya, akan mampu menjalani “puasa perjalanan dinas” hingga akhir Mei 2011 ini. Toh tinggal sepuluh hari lagi. Ini berarti pegawai PLN yang melakukan perjalanan dinas yang sebulan mencapai 28.200 orang itu kini tidak ada yang meninggalkan posnya.

Apa sajakah pengalaman berat selama dua minggu dilarang melakukan perjalanan dinas? Adakah kejadian mahaberat yang sampai membuat batal puasa” Adakah yang sampai kelaparan yang tidak tertahankan?

Ternyata baik-baik saja. Memang ada tanah longsor di Aek Sibuan, nun di luar kota Padang Sidempuan, Sumut, yang membuat delapan tiang listrik roboh sekaligus. Tetapi, Sudirman, kepala PLN cabang Padang Sidempuan, yang baru sebulan bertugas di sana (pindahan dari Jatim) bisa mengatasi tanpa mengeluarkan SPPD (surat perintah perjalanan dinas).

Pimpinan Wilayah PLN Sumut Krisna Simbaputra juga tetap bisa menegakkan integritas anak buahnya di bulan puasa SPPD ini. Minggu kedua Mei 2011, seorang kepala ranting di kawasan yang jauhnya hampir 100 km dari Medan dilaporkan menerima suap dari pelanggan. Meski nilainya tidak sampai puluhan juta rupiah, yang beginian tidak bisa ditoleransi lagi di PLN. Tindakan untuk kepala ranting itu tetap bisa dilakukan tanpa terhambat oleh program puasa SPPD.

Ujian terberat tentu di Lampung. PLN Lampung memang sedang mendapat tugas darurat dalam skala besar. Tiba-tiba saja PLN harus mengambil alih pelayanan listrik untuk lebih dari 70.000 pelanggan koperasi yang mendadak pindah ke PLN. Izin kelistrikan koperasi itu dicabut pemerintah. Padahal, jaringan maupun meteran milik koperasi yang ada di rumah-rumah pelanggan sebanyak itu sudah dalam keadaan parah yang harus diganti semua. Ada syarat lain: tidak boleh ada gejolak. Peralihan itu harus berjalan mulus.

Jajaran PLN Lampung, terutama di tiga kabupaten sekitar Metro, bekerja sangat keras di bulan puasa SPPD ini. “Tapi, teman-teman PLN Cabang Metro bertekad menyelesaikannya tanpa bantuan dari cabang lain,” ujar Pimpinan Wilayah PLN Lampung Agung Suteja.

Bagi Kepala PLN Cabang Metro Syarbani Sofyan, inilah kesempatan untuk menorehkan sejarah hidup yang berarti: mampu melaksanakan tugas sangat besar dengan risiko politik yang tinggi tanpa harus bersandar kepada cabang lainnya. Padahal, Syarbani baru sebulan menduduki jabatan itu.

Selama dua minggu ini saya sendiri hanya dua kali keluar kota. Pertama, ke Bandung untuk berbicara di hadapan rapat kerja jajaran PT Pos dan Giro se-Indonesia. Saya diminta sharing mengenai pengalaman memimpin perubahan besar di PLN. PT Pos dan Giro bukan BUMN pertama yang minta sharing seperti itu. Sudah banyak. Di forum seperti itu biasanya saya ceritakan apa saja yang dilakukan teman-teman PLN pada masa perubahan seperti sekarang ini.

Keluar kota saya yang kedua adalah ke Ambon, Seram, Saparua, dan Makassar. Semua itu saya lakukan hanya dengan menginap semalam di Masohi, Pulau Seram. Tiba di Ambon pukul 15.00, saya langsung ke proyek PLTU Wai. Saya tidak menduga bahwa ada persoalan di sini. Semula saya ingin menyenangkan diri untuk melihat proyek yang sedang seru-serunya dibangun. Eh, ternyata sedang ada sengketa harga tiang pancang. Mau tidak mau harus saya selesaikan.

Dari proyek ini, kami langsung naik speedboat ke Pulau Seram. Menjelang magrib barulah kami tiba. Langsung melakukan perjalanan darat menyusuri Pulau Seram. Karena harus berhenti di setiap kantor subranting PLN, perjalanan ini memakan waktu empat jam. Menjelang pukul 24.00 kami baru tiba di Masohi. Maka, dialog dengan karyawan PLN Masohi baru bisa dilakukan tengah malam itu di halaman kantor yang diterangi cahaya lampu mercury dan diselingi suara deburan ombak dari pantai Masohi.

Saya melihat betapa banyak PLTD kecil di sepanjang Pulau Seram. Kondisi mesinnya juga sudah sangat tua. Begitu rumit penyediaan listrik di Seram. Karena itu, kami memutuskan segera mengganti diesel-diesel itu dengan membangun pembangkit listrik besar di Seram. Kami putuskan untuk mendayagunakan sumber air terjun di sana sebagai pembangkit listrik yang baru.

Saya melihat, sepanjang sistem penyediaan listrik masih menggunakan diesel-diesel kecil yang berserakan di berbagai tempat seperti itu, pelayanan listrik kepada masyarakat akan sangat ruwet. Misalnya, di salah satu ranting di situ, Ranting Kairatu, yang hanya punya dua penyulang masih megap-megap.

Meski listrik sudah cukup, sebulan terakhir ini jumlah gangguannya masih 63 kali. Itu berarti setiap hari satu kali mati lampu di kawasan Kairatu. Semula saya merasa aneh mengapa kepala ranting PLN Kairatu tidak terlihat gelisah. Lalu, saya pun mengira-ngira: mungkin di dalam hatinya justru bangga. Bisa jadi dia punya pikiran bahwa gangguan yang 63 kali itu sudah merupakan prestasi. Ini terjadi karena dulu-dulunya gangguannya 102 kali sebulan!

Saya merenungkan dalam-dalam situasi seperti itu. Saya hampir tidak bisa tidur di sisa malam yang pendek itu. Saya memang tidak puas akan sikap mental yang tidak gelisah ketika melihat ada gangguan 63 kali sebulan. Apalagi, yang demikian itu menjadi gejala yang luas di luar Jawa. Tapi, di lain pihak saya bisa mengerti mengapa harus gelisah kalau jumlah gangguan itu sudah berhasil diturunkan secara drastis. Dari 102 kali ke 63 kali”

Walhasil PLN memang masih perlu melakukan revolusi mental tahap kedua. Revolusi mental tahap pertama sudah berhasil dilakukan tahun lalu: menyadari gangguan ratusan kali sebulan itu tidak boleh terjadi. Revolusi mental tahap kedua ini harus menghasilkan kesadaran bahwa mati lampu 63 kali itu pun belum bisa diterima masyarakat. Jumlah mati lampu sebanyak itu masih jauh daripada target hanya boleh sembilan kali setahun. PLN memang bertekad untuk membatasi jumlah mati lampu hanya sembilan kali per pelanggan per tahun untuk bisa disebut berhasil mengalahkan Malaysia.

Teman-teman PLN di Jawa/Bali sudah berhasil melakukan revolusi kedua itu. Tapi, saya melihat teman-teman PLN luar Jawa, baik di Indonesia Barat maupun Indonesia Timur, masih harus berjuang untuk menghadapi dan memenangkan revolusi kedua tersebut tahun ini. Termasuk, misalnya, yang terjadi di Palembang. Bagaimana bisa dan bagaimana masih terjadi di Palembang mati lampu, di satu lokasi, di dalam kota, yang sampai sembilan kali selama sebulan.

Saya hampir bisa tidur, tapi pintu kamar sudah diketok: sudah pukul 05.00. Sudah waktunya harus menuju ke dermaga. Pagi-pagi itu kami dari Masohi ingin ke Pulau Saparua. Ini agar tidak telat menghadiri acara pokok di Ambon pukul 10.00. Pagi itu, ketika mulai meninggalkan dermaga, cuaca sangat cerah. Pagi yang indah di Pantai Masohi.

Namun, ketika speedboat sudah meraung selama 15 menit, mulailah gelombang datang. Teman PLN Maluku masih bisa menenangkan hati saya. “Biasa Pak Dis, kalau meninggalkan wilayah teluk mesti bergelombang begini,” katanya. “Inilah gelombang yang diakibatkan bertemunya arus laut terbuka dengan laut di kawasan teluk,” tambahnya.

Ternyata tidak begitu. Ketika speedboat kian ke tengah laut pun, gelombang kian tinggi. Speedboat pun terhentak-hentak keras. Saya sudah mulai melirik di mana pelampung-pelampung diletakkan. Oh, tidak jauh dari jangkauan tangan saya. Kalau?mendadak situasi darurat, saya akan bisa meraih pelampung itu dengan mudah. Cuaca ternyata benar-benar dengan cepat memburuk. Langit gelap. Mendung tebal menggelayut. Hujan pun bresss, turun di tengah laut.

Pengemudi speedboat tiba-tiba menoleh ke belakang. Dia mengucapkan kata-kata dengan nada minta keputusan. “Kian ke depan gelombang kian tinggi. Kita tidak bisa meneruskan perjalanan ke Saparua. Baiknya membelok ke arah Pulau Haruku,” katanya. Yah, apa boleh buat. Niat ke Saparua pun batal. Bahkan, ke Haruku pun tidak mampu. Speedboat membelok langsung ke arah Pulau Ambon. Berarti masih akan menempuh perjalanan 1 jam lagi. Saya lihat dari delapan jeriken bensin masih tersisa dua jeriken. Rasanya masih cukup untuk sampai di Ambon.

Jam 9 pagi kami sudah tiba di Ambon. Acara kami berikutnya adalah dialog dengan seluruh wali kota di wilayah Indonesia Timur di Swissbel Hotel, Ambon. Namun, saya minta disempatkan mampir di Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Tulehu. Pengeboran di sini sudah dimulai, tetapi mengalami hambatan.

Di kedalaman 900 meter mata bornya terjepit batu. Kini pengeboran dihentikan. Minggu depan akan dimulai lagi, mengebor dalam posisi miring. Meski ada hambatan, PLTP ini sudah kelihatan memberikan harapan. Dari kedalaman 900 meter tersebut sudah “tercium” potensi geotermal yang sesungguhnya.

Dalam waktu yang sangat mepet (karena begitu banyak wali kota yang mengajukan pertanyaan) dan dalam keadaan lalu lintas Kota Ambon yang padat, ditambah hujan, kami harus mengejar pesawat Sriwijaya Air yang terbang ke Makassar. Teman-teman PLN Makassar sudah menunggu rapat penting untuk konsep ke depan kelistrikan di Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara.

Malam itu juga, tanpa SPPD, saya menyelesaikan perjalanan ini dengan penuh nikmat. (*)

 

Infrastruktur Sumut Buruk

081361763xxx

Dengan sering macetnya ruas Jalan Jamin Ginting Medan-Tanah Karo atau sebaliknya, terutama pada hari-hari Minggu dan libur umum, tolong Pemprovsu dan pemerintah pusat jangan diam saja. Selain itu, jalan alternatif Tanah Karo-Langkat yang sudah ada agar secepatnya ditingkatkan. Sumut adalah Provinsi terjelek sarana jalannya di negeri ini.

Kami Buat Kajian

Terimakasih sarannya. Pada tahun ini Pemprovsu sudah merencanakan beberapa alternatif untuk penataan infrastruktur di Sumut. Khusus untuk jalan lintas Medan-Tanah Karo, infrastrukturnya sedang diperbaiki. Sedangkan untuk jalur alternatif Tanah Karo- Langkat, tentunya hal ini perlu kajian lagi untuk pembangunan infrastrukturnya. Kajian yang dimaksud mulai geografisnya, anggaran yang dibutuhkan serta kajian sosial lainnya. (*)

Gatot Pujo Nugroho ST, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara

Jangan Cari Alasan

Infrastruktur di Sumut memang sangat buruk, mulai jalan negara, propinsi, kabupaten/kota hingga jalan gang pun ikut rusak. Persoalan itulah yang harus segera diselesaikan agar masyarakat mendapatkan fasilitas yang layak. Bila sekarang ini ada potensi jalan yang mesti ditingkatkan, tapi tersandung anggaran dari APBN atau APBD, seharusnya pemerintah lebih gencar meningkatkan kinerja dalam menarik dana CSR yang sudah diatur dalam undang-undang. Selanjutnya, alasan anggaran sebenarnya bukan sesuatu hal yang mesti disampaikan. Karena pajak masyarakata sudah sangat tinggi dikutip.

Jadi, pada intinya kinerja dari aparatur harus lebih ditingkatkan, sehingga tak mesti cari alasan terkait pembangunan jalan.(*)

Rafriandi Nasution
Direktur LPPPK

Hopkins Ambil Alih Rekor Foreman

MONTREAL – Usia tak menghalangi Bernard Hopkins untuk menyandang gelar juara dunia tinju. Di usianya yang sudah 46 tahun, dia berhak memiliki gelar juara kelas berat ringan versi WBC. Petinju Amerika Serikat (AS) itu menundukkan juara bertahan asal Kanada Jean Pascal, dalam duel yang berlangsung di Bell Centre, Montreal, kemarin (22/5) WIB.

Kekuatan dan kelincahan Hopkins terbukti memberikan kesulitan besar bagi Pascal yang berusia 18 tahun lebih muda. Mantan juara dunia di kelas menengah itu mampu mendominasi, hingga dia dinyatakan menang angka mutlak atas sang juara bertahan. Tiga hakim memberi kemenangan padanya, 115-113, 116-112 dan 115-114.
“Saya selalu bertarung dengan hati dan nyali untuk mengalahkan setiap lawan. Anda menyimpan yang terbaik untuk saat terakhir. Saya berambisi menang, tak terkena pukulan dan pertahanan saya tak terbuka,” ujar Hopkins seperti dikutip AFP.

Rekor sebagai petinju tertua yang merengkuh gelar juara dunia pun kini menjadi milik Hopkins. Dia meruntuhkan rekor tertua sebelumnya yang disandang legenda kelas berat George Foreman. Saat kemenangannya kemarin, Hopkins berusia 46 tahun lebih 126 hari. Dengan usia tersebut, dia lebih tua 24 hari dari dari Foreman saat mempertahankan gelar juara dunia versi IBF melawan Axel Schulz (Jerman) pertarungan itu terjadi pada 1995.
Sebelumnya, Foreman juga menjadi petinju tertua yang merebut gelar juara dunia. Itu dilakukannya saat berusia 45 tahun dengan mengalahkan Michael Moorer. Di pertarungan yang berlangsung pada November 1994 itu, Foreman menang KO (knockout) pada ronde kesepuluh.

Gelar dan rekor tersebut belum akan membuat Hopkins berhenti memberikan pembuktian. Dia masih mencari penampilan terbaik di usia yang lebih tua.

“Saya akan terus bertarung hingga 50 (tahun). Saya sekarang tak merasa 46 tahun, lebih dekat ke 36 tahun,” ujar Hopkins.

Dia mengakui kondisinya saat ini jauh lebih baik dari pada saat menghadapi Pascal pada Desember 2010. Saat itu, kedua petinju memetik hasil draw.  “Saya bekerja amat keras hingga sampai di sini. Saya akui sempat bosan, tapi saya membeli waktu dan tahun. Sebelum saya meninggalkan dunia (tinju) ini, anda masih akan melihat pertarungan terbaik dari karir Hopkins,” jelasnya.  Di lain pihak, Pascal tak mau larut dalam kekecewaannya. Dua kali pertarungan ketat melawan Hopkins menjadi pelajaran baginya untuk berkembang. (jpnn)

Milik Ronaldo

MADRID-Winger Real Madrid Cristiano Ronaldo mengakhiri musim ini dengan menyabet gelar individual sebagai top skorer La Liga. Tak hanya itu, bintang Real Madrid itu juga memecahkan rekor gol di Liga Spanyol.
Ronaldo ikut menyumbang dua gol saat mengantarkan Real Madrid menghantam Almeria 8-1 di Santiago Bernabeu dinihari tadi.

Gol-gol tadi membuat koleksi gol pemain 26 tahun itu di La Liga musim ini menjadi 40. Itu membuatnya dinobatkan sebagai El Pichichi alias top skorer di musim ini.

Ronaldo meraih gelar pemain tersubur itu diiringi dengan sebuah pemecahan rekor. Sebelum melawan Almeria, CR7 sudah mengoleksi 38 gol di La Liga. Angka tersebut sudah menyamai rekor lama milik Telmo Zarra dan Hugo Sanchez.

Dengan 40 gol, maka Ronaldo kini menjadi pemain dengan jumlah gol terbanyak dalam satu musim di kompetisi La Liga.

Keran gol Ronaldo di La Liga temporada 2010/2011 dibuka saat mengalahkan Espanyol 3-0, 21 September silam. Ketika itu eks pemain Manchester United tersebut membukukan satu gol melalui titik penalti.
Dilansir dari Soccernet, gol pembuka Ronaldo  sebenarnya bisa terjadi dalam laga kontra Real Sociedad pada 18 September. Namun ketika itu yang dicatat sebagai pencetak gol adalah Pepe. Kejadiannya, saat itu tendangan bebas pemain kelahiran 5 Februari 1985 itu membentur rekan satu timnya sebelum menjebol gawang lawan.
Selanjutnya Ronaldo terus menunjukkan ketajamannya. Bahkan dia juga telah memecahkan rekor untuk kategori hat-trick paling banyak dalam satu musim kompetisi Liga Spanyol.

Ada pun seperti dikutip dari Reuters, pria asal Portugal itu juga berkontribusi dengan menyumbang enam gol di Liga Champions dan tujuh di Copa del Rey.

“Kami sangat gembira dan memainkan laga yang hebat. Hal ini sangat spesial untuk saya dan tim. Saya bermurah hati (lewat assist) karena mereka telah bermurah hati kepada saya,” ujar Ronaldo seperti disitat dari Goal, Minggu (22/5).
CR 7 berhasil mencetak dua gol dan membagikan tiga assist yang berbuah gol bagi rekan-rekannya di laga terakhir melawan Almeria. Hat-trick Adebayor juga membuat El Real berhasil mencatatkan 102 gol sepanjang musim ini.
“Bukan hal yang mudah mencetak 102 gol sepanjang musim, jadi saya harus memberi semangat kepada rekan-rekan setim. Musim ini tidak berjalan seusai keinginan kita, tetapi pelatih ingin kita menutup musim dengan banyak gol sehingga memulai musim depan dengan ambisi,” tandasnya.

Tim arahan Jose Mourinho pada akhirnya harus puas dengan bertengger di posisi dua dengan 92 poin.
Namun, mencatatkan pemainnya sebagai top skor La Liga, dan merengkuh trofi Copa del Rey bukanlah hal yang buruk untuk menutup musim ini.

Bagi Ronaldo, prestasi yang diraihnya sebagai El Pichichi dipersembahkan untuk fans dan rekan-rekannya. “Satu-satunya alasan saya mencetak begitu banyak gol adalah karena rekan-rekan satu tim saya, dan saya merasa sangat apresiatif untuk itu semua. Gelar El Pichichi ini untuk rekan-rekan dan juga fans,” seru eks pemain Manchester United itu.

“Saya tak mungkin bisa mencetak 40 gol di La Liga tanpa rekan-rekan satu tim. Kami bahagia bisa mengakhiri musim ini dengan gaya. Tidak mudah mencetak 102 gol, jadi saya angkat topi kepada teman-teman satu tim. Pelatih ingin mengakhiri musim dengan mencetak banyak gol untuk memulai musim baru dengan ambisi, dan kami melakukannya,” pungkasnya. (bbs/jpnn)

Gara-gara Rp2.000 Nyawa Melayang

Unit Reskrim Polsek Medan Baru meringkus tesangka pembunuh penjual sate keliling, Hendrik Guci (31) di Jalan Buku, Lorong Gereja, Kelurahan Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah, Minggu (22/5) siang. Pelaku yang diketahui bernama Agus Rahman (32), buruh bangunan warga Jalan Buku, Gang Johar, Kelurahan Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah diringkus polisi tidak jauh dari rumahnya, tepatnya di Kedai Tuak.

Keterangan yang diperoleh, Hendrik warga perantau dari Desa Taluala, Padang Pariaman, Sumbar yang baru dua bulan tinggal di Jalan Ayahanda, Medan. Saat itu, Hendrik kebetulan melintas di Jalan Buku untuk menjajakan jualannya. Lantas, Agus memanggilnya dan memesan sate satu porsi. “Aku baru pulang dari pesta pernikahan teman di Jalan Tinta, Kecamatan Medan Petisah. Kemudian aku memanggil sate dan memesannya,” ujar Agus usai menjalani pemeriksaan di Polsek Medan Baru.

Usai menikmati sate tersebut, Agus membayarnya dengan uang pecahan Rp2 ribu. Kontan saja, Hendrik tidak terima, karena sate tersebut seporsi Rp5 ribu.

“Aku mau bayar, tapi uang ku cuma Rp2 ribu, dia menolaknya. Kemudian dia memukul wajah sebelah kananku, kubalas memukul ke mukanya tapi nggak kena, karena dia mengelak,” ungkap Agus.

Lantas, Hendrik mengambil pisau yang digunakannya untuk memotong lontong dan menyerang Agus. “Langsung kutangkis, sehingga pisau tersebut terjatuh, dengan reflek pisau tersebut langsung kuambil dan langsung kutikamkan ke punggung kirinya,” ungkap Agus yang mengaku, saat itu dirinya dalam keadaan sadar.

Setelah menikam, Agus langsung meninggalkan Hendrik yang sudah meraung kesakitan dengan bersimbah darah di bawah gerobak satenya. Warga yang melihat peristiwa tersebut langsung membawa Agus ke rumah sakit teredekat. Namun, saat diberikan pertolongan, Hendrik pun menghembuskan nafas terakhirnya. Selanjutnya, jenazah Hendrik dibawa ke RSU Pirngadi Medan untuk divisum.

Dari penyelidikan polisi di TKP, akhirnya Agus diringkus di warung tuak tak jauh dari rumahnya. “Saya tidak menyangka kalau dia (Agus) yang membunuh, biasanya kalau ada masalah dengan temannya dia pulang marah-marah dengan saya. Namun, malam itu dia pulang dalam keadaan biasa saja. Sempat kami sarapan pagi kok. Kalau memang begini, saya anggap ini cobaan,” kata Jumaini bersama anaknya Tia (6) untuk melihat kondisi suaminya yang belum diiznkan polisi karena masih dalam pemeriksaan.

Kanit reskrim Polsek Medan Baru Iptu Andik mengatakan, tersangka masih menjalani pemeriksaan. “Tersangka kita jerat dengan Pasal 338 KUHpidana dengan ancaman 15 tahun penjara,” bebernya.(adl/jon/mag-7)

Menuju Sekolah Internasional

SMK Telkom Sandhy Putra Medan

Menyandang status Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) tidak lantas membuat SMK Telkom Sandhy Putra Medan cepat berpuas diri.

Sekolah yang berdiri tahun 1992 lalu itu terus berbenah dalam mempersiapkan kebutuhan RSBI di SMK tersebut. Sekolah yang berada di Jalan Letjen Jamin Ginting Km 11 itu, tengah giat melaksanakan program peningkatan  prasarana dan sarana pendidikan. Ini bisa dilihat dengan penambahan lahan sekolah seluas 4.000 meter persegi.  Wakil Kepala SMK Shandy Putra Bidang Sarana dan Prasarana, Drs Muhammad Yusuf SKom mengatakan, penambahan lahan ini sebagai wujud keseriusan yayasan dalam program peningkatan mutu ke arah yang lebih baik.
“Kita telah mendapatkan predikat sebagai sekolah RSBI sejak tahun 2009, sehingga untuk pemenuhan kebutuhannya kita baru saja menyiapkan sebuah gedung berlantai tiga dengan menyiapkan tujuah ruang laboratorium sebagai bentuk kesiapan sekolah,” ujarnya.

Mengingat beberapa tahun kedepan, lanjut Yusuf, SMK Telkom Sandhy Putra memiliki target mencapai predikat sebagai sekolah berstandar Internasional. Meskipun bukanlah hal yang mudah, namun Yusuf merasa yakin jika sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Sandhykara Putra Telkom (YSPT) ini akan mampu penuhi target yang diharapkan.

Selain membenahi sarana dan prasarana, Yusuf juga mengatakan jika SMK Sandhy Putra juga tengah mempersiapkan sejumlah staf pengajar dengan tingkatan minimal S2. “Untuk memenuhi standar kompetensi tenaga pendidik, minimal 30 persen  guru berpendidikan S-2 dan S-3 dari perguruan tinggi yang berakreditasi A, serta mampu menguasai Bahasa Inggris dengan baik,” terangnya.

Selain untuk pemenuhan standar, masih menurut Yusuf, dengan tersedianya staf pengajar secara otomatis berpengaruh terhadap mutu siswa didik yang dihasilkan. Terbukti pada tahun 2011, siwa SMK Telkom Sandhy Putra mampu meraih tingkat kelulusan 100 persen. Bahkan pada tahun 2010 lalu meskipun angka kelulusan tidak mencapai 100  persen, namun SMK Telkom Sandhy Putra mampu meraih nilai tertinggi UN, dan merupakan nilai terbaik untuk tingkat SMK di Kota Medan.

Untuk bisa bergabung di SMK Telkom Sandhy Putra, Yusuf menjelaskan, ada beberapa seleksi  tahapan yang harus dilakukan calon siswa. Selain harus mengikuti seleksi pengetahuan umum, setiap siswa juga harus menjalani test psikologi.  Hasil tersebut menjadi dasar   sekolah untuk menentukan layak atau tidaknya  diterima di SMK tersebut.(uma)

Peluang Kerja Terbuka Lebar

Sekolah Tinggi Bahasa Asing Persahabatan Internasional Asia (STBA-PIA)

MEDAN- Kehadiran Sekolah Tinggi Bahasa Asing Persahabatan Internasional Asia (STBA-PIA) di Medan, memang baru tiga angkatan. Tapi trennya, dari tahun ke tahun jumlah mahasiswa baru kian bertambah. Hal ini seiring dengan peluang pekerjaan bagi alumni STBA PIA yang berkampus di Jalan KL Yos Sudarso Glugur Kota ini terbuka lebar.
Wakil Ketua Yayasan Pendidikan Nasional yang membawahi STBA-PA, Arjan Leo mengatakan, tahun pertama (2009) jumlah mahasiswa baru mencapai 192 orang, tahun kedua naik menjadi 500 orang dan di tahun ketiga menjadi 860 orang. Nah, di tahun keempat ini targetnya 1.100 orang. Bahkan, sesuai jadwal, tahun depan STB-PIA akan menamatkan alumni yang pertama.

Arjan Leo menuturkan, peluang lulusan STBA-PIA terbuka lebar dan bahkan ditunggu pasar kerja. Soalnya, kampus swasta yang  berdiri atas SK Dikti No 151/D/O/2008 ini, mengelola program studi sarjana Bahasa Inggris dan Bahasa China. “Tiga tahun menerima mahasiswa, sudah banyak perusahaan yang datang ke STBA PIA untuk menawarkan pekerjaan. Tapi sayang, kami yang belum siap, karena belum ada mahasiswa yang tamat,” ungkap Arjan di sela-sela Open Hause dan Geleri Pendidikan di Kampus STBA PIA Medan, kemarin (22/5).

Dijelaskannya, sarjana Bahasa Inggris dan Bahasa China yang dihasilkan STBA- PIA ini memiliki keahlian khusus di bidang bahasa, sehingga kedepannya mereka diharapkan bisa menjadi guru, pebisnis yang menguasai ragam bahasa serta pemandu wisata.

“Saya punya pengalaman sendiri, saat tour ke China dan negara lain. Di sana  pemandu wisata sangat banyak. Mereka menguasai ragam bahasa.

Tetapi tidak demikian di Medan dan Sumatera Utara khususnya. Ini pulalah salah satu ide, kami membuka STBA-PA ini,” ungkapnya. Dari data yang ada, setiap tahun ada sekitar 80 juta masyarakat luar negri yang berkunjung ke Indonesia.

Dengan demikian, ini merupakan peluang  dan tantangan lapangan pekerjaan baru bagi sarjana Bahasa Inggris dan Bahasa China lulusan STBA-PIA nantinya.

Tak hanya itu, sambung Arjan, STBA-PIA juga menggandeng Konsul Jenderal China dan instansi pemerintah Indonesia dalam mempromosikan keindahan Indonesia khususnya Sumatera Utara. Sementara itu, dalam Open Hause dan Geleri Pendidikan di Kampus STBA PIA, kemarin (22/5), diisi dengan berbagai perlombaan dan pemberian penghargaan serta aksi panggung pendidikan.

“Lihat itu, acara ini diisi oleh etnis batak dari Pematangsiantar. Ini menujukkan STBA- PIA tidak hanya dikhususkan untuk warga etnis tionghoa saja, tetapi semua etnis bisa kuliah di kampus ini,” ungkap Arjan Leo. (dra)

Enam Politisi Turki Mundur

Video Skandal Seks Makan Korban

ANKARA-Ternyata bukan hanya di Indonesia saja persoalan skandal seks yang dilakukan politisi yang notabene di anggap orang yang penting, pintar dan terhormat, tetapi juga terjadi di Turki.

Enam politisi oposisi Turki yang tergabung dalam Partai Pergerakan Nasionalis mengundurkan diri atas skandal seks yang menimpa mereka. Sebuah situs video online yang menayangkan keenam pejabat Turki ini  melakukan hubungan seks dengan selingkuhannya.

Keenam politisi tersebut adalah Wakil Ketua Osman Cakir, Umit Safak dan Mehmet Ekici, Deniz Bolukbasi, bersama dengan Sekretaris Umum Cihan Pacaci dan Wakil Sekretaris Umum Mehmet Taytak.

Mereka telah menyatakan mengundurkan diri dari keanggotaan partai dan kandidat untuk menjadi anggota parlemen Turki.

Deniz Bolukbasi seorang wakil ketua yang juga mengundurkan diri menduga bahwa dia adalah korban yang terjebak karena motif politik yang disponsori oleh Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan.

“Saya mengundurkan diri dari partai saya karena tuduhan seperti itu memungkinkan hancurnya sebuah partai,” kata Deniz Bolukbasi, seperti dikutip Aljazeera (Minggu, 22/5).

Partai Keadilan dan Pembangunan yang mendukung  PM Erdogan membantah tuduhan tersebut sekaligus menantang Bolukbasi untuk memaparkan bukti. Pihak Kejaksaan Turki sendiri telah mulai mengadakan penyelidikan. (wid/jpnn)

24-26 Juni Perbakin Sumut Gelar Kejuaraan

MEDAN-Ketua Harian Persatuan Olahraga Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin) Sumut, Musa Idishah menekankan tentang pentingnya pembinaan atlet menembak di daerah-daerah untuk meningkatkan prestasi olahraga menembak itu sendiri.

Pria yang akrab disapa dengan Doddi itu menegaskan, salah satu bentuk pembinaan atlet adalah dengan pola lima atlet menghasilkan satu atlet, harus tetap dijalankan dan ditingkatkan lagi.

Hal tersebut diungkapkan Doddi dalam gelaran silaturahmi dan ramah tamah Perbakin Sumut yang dihadiri oleh sesepuh, pembina, dan pelatih olahraga menembak di Sumut, diantaranya THD Panggabean, seluruh Pengprov Perbakin Sumut, dan pengurus-pengurus cabang, seperti Pengcab Perbakin Medan, Perbakin Labuhan Batu, Perbakin Madina, dan Perbakin Dairi, serta klub-klub anggota Perbakin di pelataran kolam renang Perumahan Cemara Asri, Sabtu (22/5).
Doddi memaparkan beberapa program kerja Perbakin Sumut  antara lain kejuaraan menembak target 24 hingga 26 Juni mendatang. Kemudian dilanjutkan dengan even safari berburu pada 20 hingga 25 Juli yang akan digelar di kawasan hutan Palas.

“Selain itu, untuk memeriahkan HUT Bhayangkara akan digelar bakti sosial dengan membagi sembako ke polsek-polsek yang ada di Sumatera Utara,” ungkap Doddi. (jun)

Banjir Prestasi Ekstrakurikuler

SMK Telkom Sandhy Putra Medan meraih berbagai prestasi membanggakan di bidang ekstrakulikuler. Sedikitnya 50 lebih penghargaan diraih para siswa untuk tingkat SMK  dan sederajat.

Wakil Kepala Sekolah Hubungan Industri, SMK Telkom Sandhy Putra, Ir Januar mengatakan, penghargaan yang diperoleh berasal dari bidang seni, keterampilan, maupun olahraga. “Untuk debat Bahasa Inggris, Indonesia dan  Fisika, dalam even Olimpiade Sains Terapan Nasional (OSTN) kita tidak hanya mampu berprestasi di tingkat Kota Medan saja, namun juga kita berhasil meraih hasil memuaskan di tingkat provinsi,”ujarnya.

Menurut Januar, para siswa didiknya tengah mempersiapkan diri dalam olimpiade tingkat nasional. Salah satunya katagori Debat Bahasa Inggris yang sebelumnya mampu mengangkat citra sekolah sebagai juara I tingkat provinsi.
Ada juga prestasi di bidang drama, band, dan olahraga seperti futsal dan basket. Keberhasilan itu tak lain menurut Januar dikarenakan tingginya minat serta keseriusan para peserta didik yang dibarengi akan efektifnya pola dan sistem pengajaran yang telah diberikan oleh sebuah lembaga pendidikan khusunya SMK Telkom Sandhy Putra Medan.

Selain itu sarana dan prasarana yang cukup memadai menjadi faktor penunjang keberhasilan siswa didik dalam meraih berbagai prestasi.(uma)