Home Blog Page 15292

Produksi Beras Belum Sampai Separuh dari Target

Indonesia Siap Tambah Beras ASEAN

Indonesia siap menambah pasokan untuk lumbung pangan ASEAN dari semula hanya 12.000 ton menjadi 25.000 ton beras sehingga kawasan ini dapat meningkatkan kemampuan mengatasi kondisi darurat maupun gejolak harga pangan.

“Sudah disepakati volume cadangan pangan bersama itu sebesar 780 ribu ton dan Indonesia dapat 12.000 ton, tapi Presiden berharap bisa ditingkatkan dan Indonesia siap menambah hingga 25.000 ton,” kata Menteri Pertanian Suswono di Jakarta, Selasa. Mentan menyebutkan, lumbung pangan ASEAN itu ditujukan untuk mengatasi jika sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat di anggota ASEAN atau untuk mengatasi jika terjadi gejolak harga pangan.
“Tren harga pangan kan naik, cadangan ini bisa digunakan untuk operasi pasar, jadi ketika harga naik bisa gunakan untuk operasi pasar untuk kawasan ASEAN,” jelas Suswono.

Ia menjelaskan, saat ini Indonesia adalah pengkonsumsi beras terbesar  di ASEAN. “ASEAN kan produksinya paling bagus, jadi kita akan kerja sama, dan diharapkan ada peningkatan investasi. Inilah yang disampaikan Presiden,” kata Suswono.

Mentan menyebutkan, saat ini pembahasan yang dilakukan baru di tingkat kepala negara dan diharapkan pada Oktober 2011 nanti ada pembicaraan tingkat yang lebih teknis.

“Dulu sudah mau ditanda tangan di Kamboja tapi Singapura minta ditunda karena menunggu persetujuan parlemen, sekarang mereka sudah siap,” katanya.

Dilanjutkannya, pemerintah menargetkan produksi beras pada tahun 2011 sebesar 70,6 juta ton gabah kering giling (GKG). Sampai bulan April 2011, diprediksi sudah ada panen sekitar 30 juta ton GKG. “Sampai April prediksinya sekitar 30 juta ton GKG lebih, mudah-mudahan target 70,6 ini bisa kita capai,” katanya.

Menurut Suswono, dipastikan ada panen raya untuk gabah kering karena pada musim kemarau pertama ini cuacanya cukup bagus untuk dapat melakukan panen raya. “Ada dong, ini musim kemarau 1 ini yang sekarang potensinya bagus dengan iklim yang bagus ini,” ujarnya.

Karena itu, tambah Suswono, dipastikan panen yang terjadi tidak berbarengan di seluruh wilayah Indonesia. Diperkirakan juga pada bulan Mei dan Juni masih akan ada panen. “Tidak ada semacam tanam serempak, jadi panen terus,” imbuhnya.

Lebih lanjut Suswono menjelaskan, panen yang tidak berbarengan ini membuat pasokan akan tetap terjaga dan membuat harga yang akan didapat petani juga tetap bagus. “Harga pasar di atas harga HPP sehingga petani menikmati harga cukup bagus karena panen tidak serentak,” pungkasnya. (net/jpnn)

Awas Cedera

MEDAN- PSMS segera melakoni laga babak delapan besar Divisi Utama Liga Indonesia. Jumat (13/5) ini PSAP lawan perdana yang mesti disingkirkan. Selanjutnya Persiba dan Mitra Kukar menanti untuk ditundukkan.

Tentu saja bukan perkara gampang. Bermodal 18 pemain dan harus tanding di kandang lawan tentu bukan hal menyenangkan. Hal rawan yang mesti dipikirkan adalah soal kemungkinan cedera pemain. Atmosfer babak delapan besar tentu lebih dahsyat dari partai reguler. Saling ngotot antar klub rentan membikin pemain cedera.

Soal cedera memang hal nomor satu yang harus diantisipasi. Masalahnya PSMS hanya punya 18 pemain yang bisa turun. Di dua lini, belakang dan depan PSMS bisa dibilang yang paling bermasalah. Di depan hanya ada tiga nama: Gaston Castano, Rinaldo dan Mahadi Rais. Yang biasa reguler diturunkan dari ketiganya hanya Gaston karena dua nama belakangan merupakan striker muda yang belum stabil penampilannya.

Di belakang tepatnya di posisi defender, PSMS hanya punya satu pelapis: Putra Habibi. Kalau Novi Hendriawan atau Vagner Luis cedera, maka hanya Putra yang bisa mengisi pos yang ditinggalkan. Di sisi wing back juga hanya ada satu pelapis: Nopianto. Kalau Rahmat atau Ari Yuganda cedera maka Nopi bisa diandalkan.
Sedangkan di lini tengah relatif aman. Ada tujuh pemain tengah yang dibawa ke markas Mitra Kukar. Namun dari ketujuh gelandang, yang berkarakter bertahan hanya Faisal Azmi. Selebihnya lebih bertipikal gelandang serang. Termasuk Almiro Valadares.

Nah itu baru dari ancaman cedera. Bagaimana kalau seandainya ada pemain yang terkena akumulasi kartu? Ehm, ini bakal jadi bencana besar karena keterbatasan amunisi tadi.

“Kalau lapangannya bagus mudah-mudahan momok cedera bisa diminimalisir,” kata Asisten Pelatih Edy Syahputra sebelum berangkat lalu. Benar. Namun kalau cedera akibat tekel keras tim lawan atau hal lain yang tak terduga, mau tak mau  harus ada perhatian serius. Belum lagi kondisi fisik pemain yang bakal kelelahan karena harus bermain setiap dua hari.

Yang jelas bakal ada pertaruhan oleh arsitek PSMS soal susun strategi. Tergelincir sedikit, peluang lolos ke semi final bakal makin sulit. Mudah-mudahan tim pelatih dan pemain sudah mengantongi kekuatan lawan. Video pertandingan antara Mitra  Kukar dan Persiba Bantul sudah diamati. Kalaupun tak sempat menyaksikan video rekaman itu, PSMS masih punya waktu mengamati bakal lawannya. Beruntung, karena PSMS bermain pertama kali kontra PSAP yang sudah pernah dihadapi sebelumnya. Pada laga perdana Grup B 13 Mei nanti, PSMS v PSAP mendapat jatah tanding pada pukul 20.00 WITA. Sementara laga Mitra Kukar v Persiba digelar sore harinya pada tanggal yang sama. “Sepertinya masih ada waktu untuk mengintip kekuatan lawan. Terutama Mitra Kukar dan Persiba,” kata Suharto. (ful)

Strategi Bali Devata Terbaca

Arsitek Bintang Medan, Michael Feictenbeiner mengaku sudah mengantongi kekuatan Bali Devata yang akan dilawan di Stadio Teladan Sabtu (14/5) nanti.

Ya Feichtenbeiner telah menyaksikan langsung pertandingan Bali Devata saat menjamu Cenderawasih Papua di Bali Sabtu (7/5) lalu. Penilaian langsung dia sampaikan terhadap tim besutan koleganya Willy Scheepers itu. “Bali Devata tim yang bagus tapi bukan tim yang sangat bagus. Tentu ada peluang untuk memenangkan laga atasnya,” ujarnya.

Penampilan cukup baik skuad besutannya di beberapa pertandingan lalu membuat Michael menilai, tidak ada pemain yang paling perlu diwaspadai pada klub sepak bola profesional satu-satunya di pulau Dewata itu. “Ada pemain mereka yang bagus dan berpengalaman.Yang terpenting, kami bisa fokus mempersiapkan tim kami sendiri,” sebutnya.
Menurut pelatih yang disebut-sebut sebagai salah satu rekrutan terbaik Liga Primer Indonesia (LPI) musim ini, peluang Soldier Kinantan untuk meraih kemenangan ketujuh cukup terbuka.

Tidak adanya pemain yang cedera membuatnya optimis Bintang Medan bisa meraih kemenangan dan mencapai target masuk papan atas klasemen di penghujung putaran pertama.  (ful)

Antisipasi Momok Bernomor Punggung 10

PSMS masuk grup maut. Tiga bakal lawan di Grup B memiliki materi yang bisa dibilang lebih baik dari Ayam Kinantan. Terutama di lini depan. Dan uniknya para striker tajam masing-masing bakal lawan PSMS bernomor punggung 10.

Di Persiba Bantul ada Fortune Udo, di PSAP ada Osas Saha dan di Mitra Kukar ada Franco Martin Hita. Ketiganya mengenakan nomor kostum 10.

Ketajaman lini depan lawan sudah sejak jauh hari diwanti-wanti. Yang paling menonjol adalah lini depan Persiba Bantul. Ada sosok Fortune Udo di sana yang kini bercokol jadi top skor sementara Divisi Utama dengan catatan 31 gol. Jumlah yang tak sedikit dari seorang striker impor asal Nigeria ini. Pemain yang sempat membela Arema itu memang tampil trengginas bersama Persiba musim ini. Rata-rata dua gol perlaga menjadi milik pemain kelahiran Lagos 2 Februari 1988 itu pada musim ini.

Kenapa Fortune hebat? Tentu tak lepas dari sokongan lini tengahnya. Sodoran bola dari tengah kepadanya adalah kartu as yang mesti diputus. Jika hal itu terjadi, maka marking ketat dan disiplin dari Vagner Luis cukup menghentikan langkah striker lincah ini. Tapi Vagner tak boleh sesumbar. Kerja keras dan disiplin harus jadi harga mati bagi Vagner untuk menjaga pergerakan Udo.

Nah, satu lagi kelemahan Udo adalah tempramennya. Akibat tempramental, Udo menjadi pengkoleksi kartu kuning cukup banyak musim ini. Kalau wasit bertindak jujur, maka peluang Udo mendapatkan kartu baik kuning dan merah terbuka.  Apabila Udo tak kunjung mendapat bola dan dikawal ketat, dipastikan dia akan emosi. Jika sedang emosi dan sedikit dipancing dengan cerdik, maka kartu akan berbuah kepadanya. Beranjak ke ulasan kepada Franco Hita. Striker Mitra Kukar ini juga terbilang tajam. Meski sudah berumur, 18 gol musim ini masih bisa dikumpulkannya. Ketajamannya didapat dari pengalamannya menggedor gawang lawan. Soal spirit bertanding, tentu sudah mulai kendur karena faktor usia tadi. Dikawal ketat oleh bek muda seperti Novi Hendriawan, kemungkinan Hita bakal terhenti.

Yang terakhir adalah runner top skor musim ini. Dia adalah mantan striker PSMS musim lalu. Ya, Osas Saha yang kini sudah berganti kostum PSAP. Pemain asal Nigeria ini sudah kumpulkan 29 gol. Mencetak 4-5 gol dalam satu laga biasa dilakoninya bersama PSAP musim ini. Entah apa penyebabnya sehingga mantan pemain PSDS itu bisa begitu tajam. Bandingkan ketika dia membela PSMS. Hanya empat gol semusim yang bisa dipersembahkannya untuk Ayam Kinantan.

Tentu untuk mematikan langkah Saha sudah tak lagi harus mencari-cari cara karena gaya mainnya sudah diketahui. Sprint kencang dan sontekan tajam menjadi ciri khas Saha didepan gawang. Namun jika pergerakannya sebelum masuk kotak penalti bisa dihentikan, maka Saha tidak akan terlalu bahaya.

Dan penyerang milik PSMS adalah Gaston Castano. Kekasih artis Julia Perez ini tidak mengenakan kostum nomor 10 seperti tiga striker bakal lawannya di atas. Gaston memilih nomor 32 karena nomor ini sama dengan nomor kostum idolanya: Carlos Tevez.

Musim ini Gaston terbilang tajam dibanding musim-musim sebelumnya di klub terdahulu. Sudah 13 gol dikemasnya. Bahkan Gaston sempat catat rekor dengan selalu mencetak gol di tujuh laga kandang.

Kelebihan Gaston adalah tendangan keras dari kaki kirinya. Bola mati juga bisa menjadi santapan terbaiknya. Sundulannya juga cukup baik karena pemain asal Argentina ini cukup tinggi melompat. Gaston juga cukup alot dijaga  dan punya kemampuan meloloskan diri dari kawalan lawan. Tiba-tiba Gaston bisa berada di posisi tepat untuk mencetak gol.

Namun kelemahannya juga mendasar. Pertama adalah kualitas kaki kanannya yang lemah. Di samping itu stamina juga jadi soal pemain 26 tahun itu. Terlepas dari hal itu, belakangan Gaston sedang dalam kondisi terbaiknya. Dua gol di laga pamungkas Grup I kemarin cukup membuktikan.
Lalu apa komentar pelatih? Suharto menegaskan bahwa peluang setiap kontestan di babak delapan besar ini masih sama. “Memang saya tahu para striker yang akan kita hadapi cukup tajam. Tapi yang main di lapangan berapa? 11 lawan 11 kan? Makanya semua masih berpeluang,” bebernya. (ful)

Tak Ngasi Rokok, Bonyok

MEDAN- Saklan (15), warga Jalan Letda Sujono ditemani orangtuanya mengadukan temannya Muhammad Dedi Syahputra (19), warga Jalan Letda Sujono, Percut Seituan, ke Mapolsekta Percut Seituan, Selasa (10/5) siang. Gara-garanya Saklan digebuki temannya itu karena tidak memberikan rokok.

Pengakuan Saklan kepada polisi, kejadian itu terjadi Senin (9/5). Muhammad Dedi Syahputra mendatanginya ketika dia duduk di depan gang rumahnya. Dedi minta rokok tapi tidak dikasihnya. “Tiba-tiba saja dia memukul saya,” tukasnya.
Ditambahkannya, Dedi Syahputra memukul wajahnya hingga bengkak dan luka. “Lalu saya pulang ke rumah dan memberitahukannya kepada orangtua saya. Setelah menunggu sampai pagi tadi (Selasa, 10/5) pagi tidak ada juga itikad baik untuk membawa berobat makanya saya mengadukannya, Pak. Wajah saya bengkak dan ada lukanya sedikit di dekat bibir saya ini,” tukas Saklan, kepada polisi.

Kapolsekta Percut Seituan, Kompol Maringan Simanjuntak SH mengaku, belum menerima laporan korban. “Laporannya belum ada kita terima. Jika memang benar laporannya, akan kita perintahkan anggota untuk memeriksa dan menyelidiki kasus ini,” ungkapnya.(jon)

Besok, Fit and Proper Test

Seleksi Direksi BUMD

MEDAN-Poses fit and proper test perekrutan Direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Medan yakni, Perusahaan Daerah (PD) Pasar, PD Pembangunan dan PD Rumah Potong Hewan (RPH) akan dimulai, Kamis (12/5) besok. “Kamis 12 Mei ini akan dimulai fit and proper test-nya. Dan itu akan dilakukan oleh tim seleksi yang berasal dari Universitas Sumatera Utara (USU),” ungkap Ketua Panitia Perekrutan Direksi BUMD Pemerintah Kota Medan, Arif Tri Nugraha kepada Sumut Pos, Minggu (8/4).

Dijelaskannya, jumlah yang akan mengikuti seleksi itu sebanyak 59 orang, yang nantinya akan dipilih sebanyak 10 orang. Dari ke 10 orang tersebut, empat di antaranya akan menduduki jabatan di Direksi PD Pasar, tiga diantaranya menduduki jabatan di PD Pembangunan dan tiga lainnya di PD Rumah Potong Hewan (RPH).

Dimana dan kapan hasil fit and profer test tersebut bisa diketahui? Pria yang juga menjabat sebagai Assisten Ekonomi Pembangunan Pemko Medan ini mengaku, belum mengetahui dimana lokasi fit and profer test tersebut akan dilaksanakan. Begitu pula, kapan waktu nya akan berakhir.

“Saya belum mengetahui detilnya.  Mungkin besok (hari ini, Red), bisa kita ketahui. Nanti akan saya konfirmasi lagi dengan tim seleksi dari USU,” jawabnya.

Seberapa besar anggaran yang digunakan, untuk pelaksanaan fit and profer test tersebut? Arif membeberkan, Pemerintah Kota (Pemko) Medan telah menyepakati jumlah biaya untuk penjaringan calon direksi Perusahaan Daerah (PD) antara lain PD Pasar, PD Pembangunan dan PD Rumah Potong Hewan (RPH) dengan tim fit and profer test USU sebesar Rp230 jutaan.

“Dari kesepakatan biaya sebesar Rp230 juta. Tapi seperti yang saya bilang tadi masih belum diketahui berapa lama fit and profer test akan dilalui oleh tim dari USU tersebut,” jelasnya.

Ditambahkannya, setelah nantinya diperoleh orang-orang yang lulus fit and profer test, maka hasilnya akan diberikan kepada Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, untuk mendapat persetujuan yang kemudian dilaksanakan kapan pelantikkannya.

“Hasilnya nanti USU yang menentukan siapa yang bisa dan layak dari 59 nama orang yang kita ajukan tersebut ke mereka. Setelah hasil nilai dari USU tersebut, Walikota yang akan menyetujui siapa saja yang akan dipilih untuk diangkat menjadi direksi PD sebanyak 10 orang,” bebernya.(ari)

Peran Polri Terhadap Masyarakat

Polri sebagai pelayan, pengayom dan pelindung masyarakat. Dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat, peran Polri sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Seperti apa?

Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Adlansyah Nasution dengan Dir Binmas Poldasu, Kombes Pol Heri Subiansauri.

Apa saja langkah yang diberikan Polri untuk pelayanan kepada masyarakat?

Langkah pertama memberikan langkah prefentif (mengajak bersama-sama, Red) terhadap keluarga, masyarakat dan diri sendiri. Semua itu sangat dominan,agar jangan mengambil tindakan untuk gangguan Kambtibmas. Dimana, masyarakat sangat menginginkan rasa yang cepat dalam menerima pelayanan dari Polri. Jadi dalam membangun kepercayaan, Polri memberikan ketauladanan terhadap masyarakat.

Apa langkah lainnya?

Langkah kedua adalah preventif (mencegah, Red). Jadi, Polri mengajak masyarakat untuk mengambil sikap untuk mencegah gangguan kambtibmas. Polri akan berkoordinasi dengan pengamanan objek vital, seperti satpam yang harus berkoordinasi dengan Polisi untuk melakukan patroli di wilayahnya masing-masing. Kemudian, langkah ketiga adalah defensif (jalan terkahir, Red). Langkah ini digunakan apabila langkah pertama dan kedua tidak berjalan. Jadi, Polri akan mengambil tindakan apabila masyarakat yang mencoba untuk melakukan perbuatan melawan hukum.

Apa yang sudah dilakukan?

Polri sudah memberdayakan program police in vilage (polisi desa, Red). Untuk Polda Sumut saja sudah mempersiapkan personel sebanyak 2.300 polisi desa di wilayah yang sudah ditentukan dengan persiapan 700 personel yang terdidik.

Polri dalam memberikan pelayanan, itu merupakan kewajiban moral. Polri dalam memberi pelayanan berawal dari anggota Polri yang dilayani dengan baik. Dengan itu, Polri akan sangat memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Pelayanan yang baik terhadap masyarakat agar masyarakat menyayangi Polri, dengan melaksanakan tugasnya masing-masing, seperti lalulintas yang selalu mengawal di jalanan dan reskrim serta narkoba yang dapat mengungkap pelaku. Sehingga, masyarakat melapor kepolisian dapat diberikan solusi. Bukan sebaliknya memberatkan masyarakat.

Apa langkah ke depan Polri untuk meningkatkan kepercayaan terhadap masyarakat?

Memberikan pelayanan prima, yaitu pelayanan yang transparan pada masyarakat, akuntabel (dipertanggung jawabkan, Red), cepat dan tidak bertele-tele. Dimana, masyarakat menginginkan seluruh permasalahannya cepat diproses sewaktu ditangani polisi. Selama ini, masyarakat menunggu lama pelayanan yang diberikan Polri. Sehingga tidak memakan waktu yang panjang, itu semua dilakukan agar masyarakat lebih mudah. Dengan memberikan pelayanan yang ada rasa nyaman dan terlindungi. Bukan sebaliknya, masyarakat menjadi ketakutan terhadap polisi. Dimana, Polri mempunyai tugas pokok yang harus dipedomani. Seperti, trans wilding (membangun kepercayaan). Bagaimana Polri bisa dipercaya kalau tidak bisa mempercayai masyarakat. Kemudian, partner ship wilding (kemitraan, Red) antara Polri dan masyarakat saling membantu. Dan yang terakhir, dalam memberikan pelayanan prima yang merupakan tujuan dari strategi polri. (*)

Pelopor Pendidikan Fisioterapi di Sumatera

Di lingkungan Yayasan RSU Dr Rusdi, Akademi Fisioterapi (AKFIS) merupakan Akademi yang pertama di buka oleh Almarhum Dr Rusdi yaitu sejak tahun 1987, dan kemudian disusul dengan akademi Keperawatan, Analis Kesehatan, dan jurusan lain.

Pada tahun 2009 AKFIS Dr Rusdi berubah menjadi Jurusan Fisioterapi di bawah nama Politeknik Kesehatan Yayasan RSU Dr Rusdi.

Salah satu Jurusan Politeknik Kesehatan yayasan RSU Dr Rusdi adalah Jurusan Fisioterapi dengan Program Studi D-III Fisioterapi dan membuka program barunya yaitu Program Studi D-IV Fisioterapi, dengan izin Dikti dan Rekomendasi PPSDM Depkes Jakarta.

Seiring berjalannya waktu sampai pada tahun 2011 AKFIS Dr Rusdi kini memasuki usia yang ke-23 tahun atau usia yang tergolong dewasa.

Bahkan program Studi D-IV Fisioterapi Poltekkes Dr Rusdi sendiri merupakan Program Studi yang pertama dan satu–satunya di Wilayah Sumatera. “Wajar dan tak berlebihan jika kita mengakui bahwa kita merupakan Pelopor Pendidikan Fisioterapi di Sumatera, dan sebagai Pelopor untuk jenjang D-III Fisioterapi sekaligus juga Pelopor jenjang D-IV Fisioterapi,” ujar Ketua Jurusan Fisioterapi, Harryjun K Siregar Sst FT SPd, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (10/2).

Dalam mewujudkan eksistensinya sebagai Poltekkes pelopor, lanjut Harryjun, Poltekkes Dr Rusdi masih terus melakukan peningkatan standar kualitas akademik dengan menyiapkan staf pengajar yang profesional.
”Hingga saat ini semua staf pengajar Poltekkes Dr Rusdi memiliki latar belakang pendidikan minimal D4 atau S1 Fisioterapi bahkan kita tengah menyiapkan staf pengajar berjenjang S-2,” sebutnya.

Sementara untuk kegiatannya Akademiknya, masih menurut Harryjun, Poltekkes Dr Rusdi Medan berpedoman pada kurikulum nasional yang dikeluarkan oleh pusat pendidikan tenaga kesehatan Depkes RI Jakarta 2004. Sesuai misinya menjadikan Institusi pendidikan Fisioterapi yang mampu menghasilkan fisioterapis terampil dan siap pakai dimasyarakat,  Poltekkes Dr Rusdi terus melakukan pembenahan baik secara struktural maupun Infrastruktur.(uma)

Kelompok 78 Mulai Tuding Agum

JAKARTA-Pendukung duet George Toisutsa – Arifin Panigoro tetap ngotot. Mereka seolah  tak peduli lagi dengan instruksi berkali-kali dari FIFA. Pemilik suara yang tergabung dalam kelompok 78 menuding Ketua Komite Normalisasi (KN) Agum Gumelar tidak cakap menjalankan tugas sehingga situasi menjadi makin runyam.

“Mestinya pak Agum bisa mengendalikan diri. Biar saja Komite Banding menjalankan tugasnya dengan professional. Tak usah didikte atau diintimidasi,” kata Usman Fakaubun, salah satu pentolan kelompok 78 asal Pengprov PSSI Papua kemarin. Siapa pun pihak di luar Komite Banding jangan melakukan pernyataan intimidatif dan tendensius,” lanjutnya.

Diantara pernyataan Agum  yang dianggap intimidatif adalah rencana pemecatan terhadap anggota KN yang pro kelompok 78 dan tidak mementingkan bangsa yang lebih mengedepankan ambisi kelompok.
“Kami melihat leadership Agum gagal memimpin KN yang hanya berjumlah 8 orang. Pak Agum mestinya harus mundur dari KN,” timpal Wisnu Wardhana, Ketum Persebaya Surabaya.

Keberadaan Wishnu yang masih mengatasnamakan pemilik suara ini juga dipertanyakan. Sebab Persebaya saat ini sudah tidak ada dalam daftar voter pada kongres setelah dikenai sanksi pengurangan enam poin dari Kommdis PSSI.
Pernyataan kelompok 78 suara itu membuat gerah bakal calon lain. “Orang-orang yang meminta pak Agum Mundur itu tidak punya hati dan tidak tahu sejarah bagaimana pengorbanan Pak Agum untuk sepak bola Indonesia. Mereka tidak usah lah ngomong kasar begitu,” cetus Togar Manahan Nero.

Anggota Exco PSSI di masa kepemimpinan Nurdin Halid ini menegaskan, apapun keputusan KN harus dihargai. “Saya pribadi tidak mau banding karena menghargai keputusan yang sudah dibuat. Saya legawa untuk suksesnya organisasi,” lanjutnya.

Widodo Santoso, Pembina PS Semen Padang yang namanya lolos menjadi salah satu calon Exco menghimbau agar semua pihak berpikir jernih. “Jangan sampai kita dikenai sanksi oleh FIFA. Sebab dampaknya akan sangat tidak bagus untuk sepak bola kita,” ujar Widodo.

Dirut PT Semen Padang ini mengungkapkan, sebagai salah satu calon Exco dirinya sudah menyiapkan sederet rancangan program yang bertujuan memajukan sepak bola tanah air.
“Jangan sampai semua program bagus itu kemudian menjadi sia-sia dengan turunnya sanksi FIFA,” lanjutnya.
Khusus untuk PS Semen Padang, menurut Widodo, dengan dukungan semua elemen yang ada dirinya bertekat membawa klub berjuluk Kabau Sirah itu ke kompetisi Asia musim depan. “Tim senior maupun junior (U-21) sudah menunjukan performa bagus musim ini. Kami akan berjuang agar tim senior Semen Padang bisa musim depan bisa berkompetisi di level Asia,” tegasnya. (ali/jpnn)

Kadishubsu Diperiksa Lagi

  • Kasus Pungli di Jembatan Timbang Sibolangit
  • Bantah Terima Aliran Dana Rp300 Juta

MEDAN-Diam-diam Kepala Dinas Perhubungan Sumut, Razali sudah diperiksa Pidsus Kejaksaan Tinggi Sumatera, beberapa waktu lalu. Rizaldi diperiksa sebagai saksi atas tertangkap tangannya tiga oknum PNS Dishub Sumut yang melakukan pungutan liar di jembatan timbang Sibolangit beberapa waktu lalu.

“Kita memeriksa Kadis Dinas Perhubungan Sumut Razali, bukan terkait aliran dana Rp300 juta per bulan yang katanya diterimanya. Namun pemeriksaan terhadap yang bersangkutan sebagai saksi atas tertangkap tangannya tiga oknum pegawai Dishub Sumut yang melakukan pungli,” kata Asisten Tindak Pidana Khusus Kejatisu, Erbindo Saragih SH, Selasa (10/5).

Menurut Erbindo, pihaknya belum ada menerima laporan dari Inspektorat Perhubungan Darat, bahwa Razali menerima aliran dana sebesar Rp300 juta yang diduga berasal dari pungutan liar di jembatan timbang.
“Dia kita periksa sebagai saksi. Memang dalam pemeriksaan tersebut kita juga menyinggung soal menerima aliran dana sebesar Rp300 juta. Namun dia tidak mengakui kalau dia menerima aliran dana tersebut,” ucap Erbindo Saragih.

Dikatakan Erbindo lagi, sejauh ini pihak kejaksaan meminta sejumlah keterangan-keterangan secara tertulis. Untuk mencari buktinya, saat ini Kejatisu sedah mencarinya. “Sejauh ini kita meminta keterangan secara tulisan saja. Nah, untuk buktinya nanti dulu soalnya kita juga akan mencari bukti itu. Apabila kita temukan bukti-bukti yang mengarah keterlibat yang ersangkutan, baik bukti lain ataupun bukti berupa kwitansi maka kita akan panggil kembali yang bersangkutan,” tegas Erindo Saragih.

Sementara itu dalam kasus pungli di jembatan timbangan Sibolangit, Kejatisu sudah memeriksa 16 orang diantaranya dua pejabat Dishub Sumut, yakni Wakil Kepala Jembatan Timbang, Maju Tarigan dan Bendahara Penerimaan, Reti Meliana dan Kadishub, Razali. Pemeriksaan ketiga pejabat dan saksi lainnya untuk mencari tahu aliran dana yang dikutip tiga oknum pegawai jembatan timbang Sibolangit. Sebab, ketiganya yang telah berstatus tersangka itu menyebutkan aliran uang tersebut.

Ketiga oknum pengawai Dishub yang bertugas di jembatan timbang Sibolangit itu adalah Marlon Sinaga, Ahmad Sofyan dan Panal Simamora. Ketiganya tertangkap tangan saat menerima uang suap dari para supir truk.

Berdasarkan pengembangan penyelidikan, perbuatan tersangka termasuk korupsi. Tim Kejaksaan juga menyita Rp16,4 juta serta uang hasil retribusi sesuai yang tertera dalam buku registrasi senilai Rp1,2 juta. Sebelum melakukan penyergapan, tim intelijen Kejati Sumut lebih dulu melakukan pengintaian selama beberapa hari. (rud)