Home Blog Page 15304

Banjir Show di Luar Negeri

Pinkan Mambo (30), rupanya, mendapatkan banyak tawaran manggung di luar negeri. Bulan lalu dia baru saja kembali dari Belanda dan Selandia Baru. Penyanyi yang melejit sejak bergabung dengan Duo Ratu itu mendapatkan tawaran show di sana.

Selain dua negara tersebut, sebelumnya janda dua anak itu juga manggung di Hongkong, Taiwan, dan Singapura. Pelantun Kau Tercipta Untukku tersebut menyatakan sangat senang. Sebab, sebagai penyanyi, bisa tampil di negara lain adalah sebuah kebanggaan.

Memang masih terlalu dini jika itu disebut sebagai langkah Pinkan untuk go international. Tapi, bagi dia, itu merupakan langkah baik untuk melebarkan sayap perjalanan karirnya.

“Kalau bicara go international, siapa sih yang nggak mau. Pasti semuanya mau. Tapi, kalau buat saya pribadi, bisa mendapatkan kesempatan nyanyi di luar negeri itu sangat menyenangkan. Kalaupun nanti ada tawaran untuk benar-benar berkarir di sana, kenapa tidak,” jelasnya kemarin (5/5), saat ditemui di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Pinkan bilang, ketika berada di Belanda dan Selandia Baru, dirinya hanya menjadi bintang tamu di sebuah acara pasar malam Indonesia. Di acara tersebut, ada hiburan berupa konser mini dan Pinkan menjadi pengisinya.

Sedangkan di Hongkong, Taiwan, dan Singapura, pertunjukan Pinkan lebih besar jika dibandingkan dengan helatan di dua negara tersebut. Pun, sebagian besar penonton aksi Pinkan adalah orang-orang Indonesia. Jadi, kebanyakan yang dibawakan justru lagu Indonesia.

“Biasanya, kalau manggung di luar negeri, kan harus nyanyi banyak lagu berbahasa Inggris. Tapi, saya kemarin justru sebaliknya. Soalnya, memang lebih banyak orang Indonesia yang nonton. Pun, mereka justru kangen dengan lagu-lagu Indonesia,” terangnya.

Nah, jika ingin benar-benar berkarir secara internasional, salah satu persiapan yang harus dilakukan oleh mantan istri Sandy Sanjaya itu berkaitan dengan bahasa.

“Bahasa kan penting, ya. Paling tidak, pernah menyanyikan lagu berbahasa Inggris di album. Tapi, saya juga belum pernah, tuh. Di album terbaru yang akan rilis, sebenarnya ingin disisipkan satu atau dua lagu berbahasa Inggris, tapi telanjur dibungkus. Mungkin lain kali,” ucapnya.

Sembari menanti kesempatan itu datang, Pinkan lebih memilih memperkuat karirnya di tanah air. Sebab, di tanah air saja dia masih harus bekerja keras dan terus memperbaiki kualitas. Sebab, banyak sekali pendatang baru potensial yang siap bersaing di industri musik. (jan/c11/ib/jpnn)

Osama Dikhianati Orang No 2 Al Qaeda

Obama Tolak Umumkan Foto

RIYADH – Lima hari sudah Osama bin Laden tewas di tangan pasukan elit Angkatan Laut Amerika Serikat (AS), Navy SEAL. Namun, kematiannya tetap misterius.

Penyergapan yang dilakukan mengundang tanya, bagaimana persisnya disergap dan akhirnya ditembak. Tapi, bagaimana pemimpin Al Qaeda itu mulanya ditemukan di persembunyiannya di Abbottabad, Pakistan.
Teori terbaru diajukan koran terbitan Riyadh, Arab Saudi, Al Watan. Sebagaimana dikutip AFP, Kamis (5/5), Al Watan yang mengutip “sumber regional” menyatakan, terbongkarnya persembunyian Osama itu merupakan buah pengkhianatan orang nomor dua di Al Qaeda, Ayman al-Zawahiri.

Kurir Osama yang ikut tertembak bersamanya saat penyergapan, Arshad Khan, merupakan orang Zawahiri yang disusupkan. Si kurir yang menurut Al Watan berkebangsaan Pakistan, bukan Syekh Abu Ahmed yang berkewarganegaraan Kuwait sebagaimana diklaim AS itu sebenarnya tahu bahwa dirinya terendus intelijen AS. Tapi, dia berpura-pura menutup mata dengan tujuan menuntun AS ke persembunyian Osama.

Itu semua merupakan buntut per pecahan di internal Al Qaeda. Ada dua faksi yang bersaing, Arab Saudi yang dipimpin Osama dan Mesir yang dinakhodai Zawahiri. Sejak Osama sakit parah pada 2004, Zawahiri cs ingin mengambil alih kontrol Al Qaeda. “Sejak Osama sakit, faksi Mesir-lah yang secara de facto menjalankan Al Qaeda,” ungkapnya ke Al Watan. Zawahiri pula, klaim Al Watan, yang berhasil membujuk Osama agar keluar dari persembunyiannya di kawasan perbatasan Pakistan? Afghanistan dan beralih ke Abbottabad.  Meski banyak  mempertanyakan kebenaran tewasnya Osama, Presiden AS Barack Obama tetap bersikukuh tak mau merilis foto jenazah Osama yang diklaim telah dikubur di  laut. Alasannya, hal itu bisa membahayakan keamanan nasional karena bisa digunakan sebagai alat propaganda.

“Sangat penting bagi kami untuk memastikan bahwa foto seseorang yang tewas tertembak di kepala beredar yang bisa digunakan baik sebagai tontonan maupun alat propaganda untuk melakukan kekerasan,” katanya dalam acara 60 Minutes di kanal televisi CBS sebagaimana dikutip New York Times.

Menurut Obama, yang penting untuk digarisbawahi dari kematian Osama ini adalah dia mendapat hukuman setimpal atas apa yang telah dilakukan selama ini. Untuk mereka yang masih meragukan kematiannya, Obama yang kemarin juga menghadiri acara di New York bersama keluarga para korban teror yang dilakukan Osama dan Al Qaeda itu menegaskan, “Anda tak akan pernah melihat Bin Laden berjalan di atas muka bumi ini.”

Tapi, tetap saja penolakan politikus Partai Demokrat itu menimbulkan pro-kontra. Kubu Partai Republik dengan tegas meminta foto jenazah Osama diperlihatkan agar tak lagi ada pertanyaan.

Apalagi alasan keamanan nasional yang disampaikan Obama itu terkesan sumir. Sebab, tak lama setelah dia tampil di CBS, Gedung Putih merilis tiga foto korban pria lain yang tewas bersama Osama dalam penyergapan di Abbottabad tersebut. Mereka adalah Arshad Khan, si kurir Osama; Khalid, anak Osama; dan seorang pembantu Osama.

Foto-foto yang dirilis Reuters itu memperlihatkan kondisi ketiganya yang mengerikan setelah tewas tertembak. Mereka tergeletak berlumuran darah tanpa senjata. Menurut Reuters, foto-foto tersebut diambil sekitar sejam setelah penyergapan.

Masih dari AS, sejumlah pejabat keamanan nasional Negeri Paman Sam itu kemarin mengakui bahwa AS memang tak berniat menangkap Osama hidup-hidup. Dua puluh anggota Navy SEAL yang menyerbu kediaman Osama di Abbottabad sudah dibrifing sebelum melancarkan operasi yang diberi nama Operasi Geronimo itu. Kecuali Osama dalam kondisi telanjang, dia harus ditembak.

LA Times, mengutip sumber di Gedung Putih, menyatakan, Osama harus ditembak karena dikhawatirkan memakai rompi bom bunuh diri. Direktur CIA Leon Panetta juga mengakui pada Selasa lalu (4/5), Osama bahkan mungkin tak mengucapkan sepatah kata pun sebelum dihabisi. (c5/ttg)

Menlu AS: Usir Kadhafi dari Libya

ROMA – Kelompok Kontak mengenai Libya menggelar pertemuan di Roma, Italia, Kamis (5/5). Pertemuan itu membahas dukungan terhadap Dewan Transisi Nasional dan memerintakan penangkapan bagi para pejabat Libya atas tuduhan kejahatan kemanusiaan.

Seperti dilansir Aljazeera, pertemuan kontak itu dilaksanakan sehari setelah deklarasi Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan perintah penangkapan bagi para pejabat Libya. Pada kesempata itu juga terungkap, Dewan Transisi berharap dapat memperoleh tiga miliar dolar setelah dikurangi dari penjualan minyak nanti untuk menyokong keuangan yang dapat memenuhi kebutuhan Libya.

Jurubicara Dewan, Abdel Hafiz Gogha mengatakan tujuannya di Roma untuk menentukan langkah-langkah rakyat Libya agar dapat menggunakan aset-asetnya yang dibekukan di seluruh dunia, mereka yakin memperoleh antara 2 dan 3 miliar dolar yang diminta Dewan Selasa lalu.

Pada saat yang sama, Menteri Luar Negeri Italia, Franco Frattini mengumumkan bahwa pertemuan kedua Kelompok Kontak akan berusaha menegaskan bahwa intervensi militer bertujuan untuk mencapai gencatan senjata dan mekanisme bantuan keuangan kepada pihak oposisi.

Sementara itu,  Menteri Luar Negeri AS, Hillary Rodham Clinton menyatakan, pengusiran pemimpin Libya, Muammar Kadhafi adalah cara terbaik untuk melindungi warga sipil Libya.

Sumber Associated Press melaporkan, menlu Clinton menyerukan Kadhafi untuk menghentikan serangan kejam dan brutal terhadap penduduk sipil, menarik pasukannya dari seluruh kota yang dikepung dan meninggalkan kekuasaan. Ini merupakan hasil yang dicari. Pertemuan Group Kontak Libya di Kementerian Luar Negeri Italia, pada Kamis ini (5/5) diharapkan menemukan cara untuk memberikan dukungan keuangan kepada para pemberontak.
Amerika Serikat sendiri telah mengumumkan bantuan dana sebesar dolar US 25 juta dalam bentuk surplus, sejumlah barang non militer dan sejumlah komoditas untuk mendukung dan melindungi pemberontak.
Pada prinsipnya dana tersebut didasarkan terhadap penggunaan dana beku Kolonel Muammar Kadhafi dan keluarganya. Dana itu juga digunakan sebagai jaminan mem buka jalur untuk kepentingan pemberontak Libya. (bbs/jpnn)

Harta Gbagbo Diblokir

JENEWA –  Setelah berhasil melacak dan membekukan kekayaan pemimpin Libya Muammar Kadhafi serta mantan Presiden Mesir, Hosni Mubarak serta mantan Presiden Tunisia, Zine El Abidine Ben Ali, republik federal di Eropa Barat memberlakukan kebijakan sama kepada mantan Presiden Pantai Gading, Laurent Gbagbo.

Kementerian Luar Negeri Swiss membeberkan, Kami (5/5) bahwa mantan orang nomor satu Pantai Gading memiliki aset atau kekayaan dolar US 82 juta atau sekitar Rp701 miliar yang disimpan di wilayah mereka.
“Saat ini aset-aset berharga yang bersangkutan sudah kami blokir,” kata jubir kemenlu Swiss, Adrian Sollberger.
Menurutnya, pemblokiran tersebut merupakan bagian dari kebijakan yang ditetapkan sejak revolusi bergolak di Pantai Gading pada Januari lalu.

Sama seperti alasan pemblokiran aset Ben Ali, Mubarak, dan Ka/dhafi, seluruh harta atas nama Gbagbo atau istri dan anak-anaknya pun sengaja dibekukan untuk menghindari penarikan secara diam-diam. Pasalnya, harta tersebut bisa jadi bagian dari tindak kejahatan.

“Sambil menunggu kepastian status hukum harta milik Laurent Gbagbo, pemerintah sengaja membekukan seluruh aset yang ada. Baik itu harta bergerak atau tak bergerak,” terang Sollberger. (ap/rtr/hep/dwi/jpnn)

Indonesia Tunggu Singapura

Pembebasan ABK Kapal Gemini

JAKARTA – Pemerintah Indonesia menegaskan kesiapannya ikut dalam operasi penyelamatan awak kapal MT Gemini yang dibajak di perairan Somalia. Tapi, menurut Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, langkah tersebut harus menunggu kerjasama dengan pemerintah Singapura sebagai pemilik kapal.

“Jadi sifatnya lebih multinasional karena dibandingkan kapal Sinar Kudus yang 100 persen WNI. Ini ada warga negara lain yang terkait, terutama Singapura sebagai negara bendera kapal,” kata Marty di sela Asean-Uni Eropa Business Summit di Jakarta Convention Center, Kamis (5/5).

“Seperti diketahui, kapal Gemini yang dibajak itu, terdapat 13 orang WNI yang menjadi awak kapal. Marty membantah jika pemerintah tidak memberi perhatian dalam kasus pembajakan itu. Justru pemerintah Indonesia mendorong agar awak kapal Gemini segera dibebaskan. “Tapi kita ini harus kerjasama dengan negara lain,” ujarnya.
Marty tidak menjawab saat ditanya tentang kemungkinan melakukan operasi militer untuk membebaskan kapal Gemini dari para perompak. Sama seperti saat membebaskan kapal MV Sinar Kudus. Pemerintah sangat mengutamakan keselamatan dalam membebaskan awak kapal tersebut.

“Apakah Indonesia akan menawarkan bantuan dalam operasi pembebasan kapal Gemini, menawarkan atau diminta, faktanya kita bekerja sama,” jawab mantan dubes RI untuk PBB itu.

Saat ini, lanjut Marty, pihak Singapura sudah melakukan komunikasi dengan pihak kapal. “Dikonfirmasi bahwa ABK semua dalam kondisi selamat dan baik,” kata mantan juru bicara Kemenlu itu.

Kapal Gemini berisi muatan 28.000 ton minyak sawit mentah dari Indonesia. ABK kapal berjumlah 25 orang yang terdiri atas 13 WNI, 5 warga Tiongkok, 4 warga Korea Selatan, dan 3 dari Myanmar. Insiden pembajakan kapal Gemini itu hanya beberapa hari setelah kapal MV Sinar Kudus berhasil dibebaskan, juga dari perompak Somalia. (fal/ken/jpnn)

Mantan Mendagri Mesir Dihukum 12 Tahun

KAIRO- Mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Habib al-Adly dihukum 12 tahun penjara karena terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencucian uang. Keputusan itu adalah yang pertama terkait kasus korupsi yang melibatkan mantan pejabat negara Mesir.

Selain kasus pencucian uang, Al-Adly menghadapi tuntutan soal keputusannya memerintahkan pasukan militer untuk menembaki pengunjuk rasa.

Putusan pengadilan yang menghukum mantan Mandagri di zaman kekuasan Hosni Mubarak itu tetap diawasi warga Mesir, sekaligus hendak mengetahui keterlibatannya terkait tindakan aparat keamanan kepada warga sipil saat aksi unjuk rasa.

Al-Adly, yang juga bekas kepala badan keamanan negara yang ditakuti, karena sekutu penting mantan Presiden Hosni Mubarak. Seperti diketahui, Mubarak digulingkan Februari lalu lewat gerakan aksi massa. (bbc/bbs/jpnn)
Setidaknya 846 orang tewas dalam aksi unjuk rasa selama 18 hari. Sebagian besar mereka tewas dengan luka tembak di kepala dan dada. Sekitar 20 orang menteri dan pengusaha yang terkait dengan Mubarak ditahan. (bbc/ril/bbs)

SBY Dukung Presiden Myanmar

JAKARTA – Presiden Myanmar,  U Thein Sein melakukan kunjungan kenegaraan pertamanya ke Indonesia sejak dilantik, 30 Maret 2011. Pada pertemuan itu, Indonesia bersediamenyodorkan sejumlah pengalaman.
Demikian terungkap saat diterima Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Merdeka, Kamis (5/5), U Thein bercerita tentang perkembangan di dalam negeri Myanmar. “Khusus dalam beberapa tahun terakhir, penyelenggaraan pemilu dan pembentukan pemerintahan baru Myanmar,” tutur Menteri Luar Negeri,  Marty Natalegawa di Kantor Presiden.

Penjelasan itu, lanjut Marty, sangat rinci dan menggambarkan berbagai permasalahan. Bagaimana respon SBY? Marty mengungkapkan, dalam  pertemuan bilateral itu SBY menyampaikan dukungan dan apresiasi atas perkembangan di Myanmar.  (fal/jpnn)

Konflik Thailand-Kamboja Dibahas

JAKARTA- Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)  Asean akan membahas konflik perbatasan Thailand-Kamboja. Konflik kedua negara itu sendiri, masih berlangsung hingga kini. Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa usai pembukaan konferensi bisnis, Asean-Uni Eropa, di JCC, Kamis (5/5).

Hanya saja, pembahasan yang dibuat belum bisa disampaikan, karena dia mengaku belum bisa mendahului apa yang akan dibahas kepala negara itu. Menurut Marty, konflik Thailand dan Kamboja layak dibahas dalam forum ini, karena memang menjadi perhatian masyarakat Asean. Tapi, perseteruan kedua negara tak  mengganggu berlangsungnya KTT Asean di Jakarta. “Saya rasa tidak, lihat sendiri tanggapan dari kalangan bisnis Eropa sangat baik,” kata Marty. Lebih lanjut, dia menambahkan, KTT Asean  tidak hanya membicarakan masalah bidang politik, keamanan, sosial budaya, dan ekonomi.

Pada pelaksanaan KTT Asean, Sementara itu,  polisi sempat mengamankan 3 warga negara  Malaysia terkait unjuk rasa KTT ASEAN di depan kantor Sekretariat ASEAN. Namun, polisi akhirnya melepaskan 3 orang tersebut karena tidak terkait demonstrasi. (bbs/jpnn)

Batik untuk Anak Muda

Ardina Rasti

Ardina Rasti punya kesibukan baru di luar dunia tarik suara dan seni peran. Dia ternyata tengah mempromosikan kain batik, khususnya untuk anak muda. “Model batik kan unik-unik. Aku merasa cocok banget untuk anak muda,” ujar nya.
Selain didaulat menjadi model kebaya perancang Radith Sirait, Rasti dipercaya menjadi ikon batik.

Sebelum menjadi ikon, Rasti memang sudah lama mengenal kain batik. Keluarganya yang berdarah Jawa adalah pencinta kain batik. “Sejak batik bergaya modern mulai booming dan dapat pengakuan dari UNESCO sebagai warisan budaya, jumlah pakaian batikku makin banyak,” katanya. (mug/c6/agm/jpnn)

Bupati Nias Disidang di Medan

MEDAN-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dipimpin Direktur Penindakan KPK, Ade Raharja bertemu dengan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu), AK Basuni. Kedatangan KPK ke Kejatisu untuk melakukan kordinasi dan memberitahukan segera menyidangkan perkara dugaan korupsi dengan terdakwa Bupati Nias, Bina Haiti Baeha, di gedung Tipikor yang berada di Pengadilan Negeri Medan, yang beberapa hari lalu sudah diresmikan.
“Kordinasi yang dimaksud meminta agar pihak kejaksaan meminjam tempat dan membantu memanggil saksi selama proses persidangan berlangsung nantinya termasuk menyediakan mobil tahanan kejaksaan untuk menjemput terdakwa dari rutan menuju pengadilan,” kata Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumatera Utara, Erbindo Saragih pada wartawan di Kejatisu, Kamis (5/5).

Kemungkinan tempat yang bakal disediakan selama proses persidangan tipikor berlangsung yakni gedung kejatisu yang lama yang sekarang jadi Gedung Sentral Diklat Kejatisu. Lebih lanjut, Erbindo mengatakan bisa saja nantinya penuntut umum dari KPK ini menyewa hotel selama proses persidangan korupsi dengan terdakwa Bupati Nias.  “Pada Senin, 2 Mei 2011 tim ke sana mengecek persiapan peradilan tipikor di Medan. Kasus pertamannya yang menyangkut Bupati Nias,” kata Jubir KPK, Johan Budi SP ketika dihubungi, Rabu (4/5). Johan mengatakan, tim yang melakukan pengecekan di Medan, dipimpin langsung oleh Deputi Penindakan Ade Raharja. Persidangannya sendiri nantinya akan dilakukan oleh majelis hakim dari Medan, tetapi jaksa penuntutnya tetap berasal dari KPK. “Jaksanya tetap jaksa kita. Nanti kita yang ke sana,” terangnya.

Johan menambahkan karena perkara ini akan disidangkan di Medan, maka Binahati yang saat ini masih menjadi tahanan KPK juga akan dipindahkan ke Medan. Binahati yang ditetapkan sebagai tersangka sejak 16 November 2010 ini disangkakan Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 UU No 31 tahun 1999, Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ia diduga terlibat dalam penggelembungan harga pengadaan barang untuk rekonstruksi Nias, seperti pengadaan sarana penangkapan ikan dan pengadaan mesin jahit. Pengadaan barang itu pun dilakukan tanpa melalui proses tender, padahal keadaan saat itu sudah melewati masa tanggap darurat alias tidak mendesak. Johan Budi mengaku, kemungkinan pada pekan depan sidang sudah dimulai.

Sementara itu, KPK juga menyoroti kasus-kasus korupsi yang terjadi di Sumut. KPK memberikan supervisi atau petunjuk kepada kejaksaan. Di antaranya, dugaan korupsi pelaksanaan MTQ dan Double penghasilan ganda yang melibatkan mantan Wali Kota Tanjungbalai, SH serta dugaan korupsi yang melibatkan mantan Sekda Sergai, OK AZ. (rud)