24 C
Medan
Friday, January 2, 2026
Home Blog Page 15326

Pecah Kongsi, Liburan ke Hongkong

Syahrini

Syahrini dan Anang Hermansyah kembali ramai diberitakan. Keduanya memang sudah memilih jalan sendiri-sendiri. Tapi, hingga sekarang penyebab pasti pecahnya kongsi mantan duet fenomenal itu masih menjadi teka-teki.
Akhirnya di sebuah tabloid, Syahrini curhat tentang permasalahan yang terjadi. Dia menyeret nama Ashanty sebagai orang yang ikut andil dalam perpecahan itu.

Namun, ketika pihak Anang mengonfirmasi pemberitaan itu, penyanyi kelahiran Bogor, Jawa Barat, ini tak muncul. Ke mana Syahrini? “Saya baru saja pulang liburan.

Akhirnya saya dapat kesempatan libur delapan hari. Benar-benar bisa memanfaatkan waktu bersama manajemen,” tuturnya kemarin (9/5) setelah mengisi acara Inbox di Depok, Jawa Barat.

Lebih dari seminggu dia mengunjungi Hongkong, Makau, dan Malaysia. Pelantun Aku Tak Biasa itu refreshing ke sejumlah destinasi wisata. Tak ketinggalan dia mengunjungi Disneyland. “Di sana main kayak anak kecil. Seru deh. Sekalian saya beli keperluan kerja. Biasalah. Belanja aksesori gelang, kalung, cincin. Kan lagi promo album. Jadi, perlu banyak stok aksesori biar yang dipakai nggak yang itu-itu aja,” katanya antusias bercerita.

Syahrini bilang, dia berangkat dari Jakarta pada 30 April. Sebelum libur ke Hongkong dan Makau, lebih dulu dia manggung di Malaysia.

Berlibur, bagi Syahrini, adalah momen sangat berharga. Sebab, setahun terakhir dia sibuk bekerja. Dia harus menyanyi dari satu tempat ke tempat lain.

Ketika manajemen memberinya waktu libur delapan hari, dia seperti bisa bernapas dengan tenang tanpa diburu-buru. Di sana dia juga bisa me-recharge semangat dan gairah kerja. Karena itu pula, saat berada di luar negeri, dia tidak memikirkan efek pemberitaan di tabloid tentang dirinya dan Anang.

“Sehari setelah meninggalkan Indonesia, saya mendengar pemberitaan itu. Tapi, saya nggak terpikir. Yang saya pikirkan, pekerjaan sudah selesai. Tidak ada tanggungan. Saatnya libur. Itu saja. Saya hanya melihat pemberitaan di Twitter,” ungkapnya.

Untuk meluruskan pemberitaan itu, dia mengatakan akan mengadakan konferensi pers. Tapi, dia butuh waktu untuk berbicara dengan manajemen. Syahrini sendiri baru kembali ke tanah air Minggu (8/5). “Manajemen baru mau melaporkan hari ini (kemarin). Bagaimana nanti, mau kami bicarakan dulu. Tapi, semoga ada hikmah di balik semua ini,” lanjutnya. (jan/c2/ayi/jpnn)

Disdik Medan Berpotensi Rugikan Negara Rp28,5 M

Sepanjang Tahun Anggaran 2007-2008

MEDAN-Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan mencatat ‘prestasi’. Bukan di bidang pendidikan, tetapi potensi kerugian negara yang mencapai Rp28,5 miliar.

Berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, dana yang diduga tidak bisa dipertangungjawabkan  Disdik Medan senilai Rp28.541.622.726. Nominal sebesar itu, terdiri dari beberapa item yakni, temuan pemeriksaan atas pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dalam item ini, terdapat enam poin temuan BPK antara lain, Dana Bos di Kota Medan minimal sebesar Rp1.406.441.025, digunakan tidak sesuai buku panduan BOS.

Poin kedua, jasa giro dari safeguarding Dinas Pendidikan Kota Medan sampai 31 Desember 2008 tidak disetor ke kas negara sebesar Rp6.244.701. Poin ketiga dengan nominal sangat besar, temuan BPK RI tentang beberapa sekolah belum menyusun dan mempublikasikan laporan pertanggungjawaban penggunaan dana Bos Tahun Anggaran 2007 dan 2008 sebesar Rp24.378.937.000. Keempat, Dana BOS yang disalurkan ke sekolah-sekolah mampu tidak efektif. Ke lima adalah tidak ada pemisahan pengelolaan dan pertanggungjawaban penggunaan Dana BOS antara SMP Tebuka dengan SNP Induk. Poin keenam dalam item ini adalah terdapat pengeluaran Dana BOS yang tidak didukung dengan bukti yang lengkap dan sah.

Item kedua dari Temuan BPK RI terhadap Dinas Pendidikan Kota Medan adalah temuan pemeriksaan atas pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan.

Poin pertama dari item ini adalah penetapan sekolah penerima DAK Tahun Anggaran (TA) 2007 dan 2008 tidak berdasarkan skala prioritas. Poin kedua yaitu Surat Keputusan Wali Kota atas penetapan sekolah penerima Dana Alokasi Khusus tidak segera diterbitkan. Poin ketiga penyaluran Dana Alokasi Khusus TA 2007 sebesar Rp2.750.000.000. ke sekolah penerima bantuan terlambat. Keempat adalah penyaluran DAK bidang pendidikan pada Kota Medan tidak sesuai ketentuan. Kelima adalah pelaksanaan pekerjaan DAK (Rehabilitasi sekolah dan pengadaan buku serta alat peraga pendidikan) tidak sesuai ketentuan, dan poin terakhir dalam item ini ialah pelaporan pertanggungjawaban DAK bidang pendidikan Tahun Anggaran 2007 dan 2008 tidak sesuai dengan ketentuan.

Item-item lainnya yang juga merupakan temuan BPK RI terhadap Dinas Pendidikan Kota Medan diantaranya, temuan pemeriksaan atas perencanaan pembangunan pendidikan dasar adalah Dinas Pendidikan Kota Medan belum memiliki database pendidikan nasional yang valid, update dan terintegrasi dengan Jardiknas untuk penyusunan perencanaan dan pengambilan keputusan manajemen pendidikan.

Ada juga temuan pemeriksaan atas pengelolaan dana pendidikan dasar lainnya, yang didalamnya terdapat beberapa poin diantaranya, surat keputusan Walikota atas penetapan sekolah penerima bantuan rehabilitasi gedung sekolah sumber dana penyesuain tidak segera diterbitkan, penyaluran dana penyesuaian bidang pendidikan pada Kota Medan tidak sesuai ketentuan, pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi gedung sekolah sumber dana penyesuaian tidak sesuai ketentuan, pelaporan pertanggungjawaban dana penyesuaian tidak sesuai dengan ketentuan, sekolah penerima bantuan belum mempertanggungjawabkan dana bantuan yang diterima dan realisasi penggunaan bantuan belum dimanfaatkan dan pencatatan penerimaan serta pengeluaran dana bantuan di sekolah tidak tertib.

Item lain yang juga menjadi temuan BPK RI di Disdik Kota Medan adalah temuan pemeriksaan atas transparansi pengelolaan dana pendidikan di sekolah dimana terdapat penerimaan dan pengeluaran yang tidak tercantum dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS) serta tidak diketahui komite sekolah.

Ada juga item temuan pemeriksaan atas pengelolaan aset yang poin didalamnya, aset tetap di sekolah yang berasal dari dana bantuan pemerintah pusat berupa blockgrant dan dekonsentrasi minimal senilai Rp4.626.000.000, tidak jelas status kepemilikannya.

Humas BPK RI Mikael Togatorop yang dikonfirmasi Sumut Pos dengan tegas menyatakan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari BPK RI tersebut akurat. “Sepanjang itu laporan pemeriksaan BPK, maka laporan itu akurat,” tegasnya.
Apakah BPK RI sudah melaporkan temuan-temuan tersebut kepada pihak penegak hukum?. Untuk yang ini, Togatorop juga dengan tegas menyatakan, BPK RI secara resmi belum melaporkan dengan pihak penegak hukum, baik Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan maupun Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu).

“Secara resmi belum, tapi mungkin laporan temuan dari BPK RI ini dilaporkan oleh pihak lainnya. Dan temuan BPK RI itu sudah detil,” jawabnya.

Togatorop juga menambahkan, dalam persoalan kerugian negara merupakan hak dari BPK RI, tapi untuk ranah hukumnya ketika ditemukan unsur pidana atau hukum maka menjadi wewenang penegak hukum.
“Temuan ini sudah diberikan kepada Legislatif yakni, DPRD Medan dan Eksekutif Walikota Medan. Ini bukan rahasia negara, harusnya memang DPRD Medan mempublikasikan ini,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Hasan Basri yang dikonfirmasi Sumut Pos berkilah, bahwa Dinas Pendidikan Kota Medan telah melakukan upaya klarifikasi kepada BPK. “Itu sudah lama kita klarifikasi ke BPK. Dan kita juga memiliki bukti yang saat ini dipegang oleh bendahara Dinas Pendidikan Kota Medan,” kilahnya.(ari)

Hanya Ambil Kornea, Tidak Dicongkel

Sulitnya Mengelola Bank Mata di Indonesia

Bank Mata berdiri sejak 1967. Namun, berbagai problem masih mengiringi instansi itu hingga kini. Mulai persoalan keagamaan, sulitnya mencari pendonor, hingga pandangan miring masyarakat.

Laporan: M HILMI SETIAWAN, Jakarta

Bank Mata mencatat, kebutaan mengancam sekitar 400 ribu orang Indonesia saat ini. Penyebab kebutaan tertinggi adalah kerusakan kornea, disusul dengan katarak dan glaukoma.

Di Jakarta, Bank Mata mencatat masih bisa mendapatkan 12.839 pendonor selama 2010. Dari jumlah tersebut, lebih dari 90 persen adalah pendonor asing. Sedangkan resipien atau penerima donor selama 2010 berjumlah 529 orang.
Meski jumlah pendonor banyak, artinya bukan persediaan selalu ada setiap dibutuhkan. Problemnya bermacam-macam. Salah satunya, sekitar 30 persen mata yang didonorkan telah rusak dan tidak bisa lagi dicangkokkan
kepada penderita kebutaan. Problem lain, Bank Mata kesulitan mendeteksi pendonor-pendonor yang sudah mendaftar. Sebab, sebagian besar pendonor waktu mendaftar masih berusia relatif muda. “Saat mendaftar, usia pendonor 35 tahun. Setelah umurnya 50 tahunan, tidak ketahuan di mana lagi rimbanya,” jelas Direktur Teknis Bank Mata Dr Tjahjono D Gondhowiardjo PhD SpM (K).

Belum lagi, Bank Mata kesulitan melacak para pendonor di luar negeri. Sebab, mereka umumnya mendaftar secara online dan tidak datang langsung ke Bank Mata.

Tjahjono menuturkan, secara agama, masih terjadi perbedaan pendapat soal donor mata. Ada yang pro dan yang kontra.

Menurut Tjahjono, sulit membongkar dua versi pandangan tersebut. Meskipun, saat ini Bank Mata sudah mendapatkan lampu hijau dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). “Aturan MUI itu masih bersifat universal. Belum mengikat dan belum bisa meningkatkan angka pendonor mata,” papar dia.

Tjahjono menerangkan, selain disebabkan perbedaan pendapat dalam agama, sulitnya pertumbuhan pendonor mata dipengaruhi persepsi miring masyarakat. Dia mengatakan, masyarakat saat ini takut terhadap proses donor mata.
Tjahjono mengungkapkan, memang zaman dulu proses donor mata dilakukan dengan mencongkel seluruh bola mata pendonor yang sudah meninggal. “Tapi, saat ini cara tersebut sudah tidak berlaku,” urai dia.

Dalam perkembangan dunia medis, proses donor mata cukup dilakukan dengan mengambil bagian kornea. Diameter bagian yang diambil sekitar 1 cm. Kornea itu bisa diambil di rumah duka.

Jadi, keluarga pendonor tidak perlu membawa jenazah ke rumah sakit. “Cukup relawan kami yang menuju rumah duka untuk mengangkat kornea,” ujar lelaki kelahiran 17 Maret 1955 tersebut. Pengangkatan kornea itu hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Setelah kornea diangkat, petugas mengganti kornea pendonor dengan semacam soft lens atau lensa kontak.

Lantas, apakah semua cangkok kornea selalu berhasil” Bank Mata mencatat, sekitar 90 persen upaya tersebut berhasil. Tingginya tingkat keberhasilan itu disebabkan kornea mata adalah bagian tubuh yang tidak dialiri darah. Sisanya, pencangkokan mata gagal karena muncul reaksi penolakan.

Sebagai direktur di lembaga nonprofit yang berdiri sejak 1967 itu, Tjahjono menyatakan, saat ini proses edukasi atau kampanye Bank Mata bertujuan mengubah pandangan masyarakat tersebut. Dia menjelaskan, masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa proses donor mata dilakukan dengan mencongkel bola mata secara utuh. “Saya tegaskan lagi, itu semua sudah diganti. Yang didonorkan cuma kornea mata,” imbuh dia.

Menurut Tjahjono, beban bangsa ini cukup berat ketika menghadapi risiko kebutaan. Sebab, penderita kebutaan rentan terpinggirkan, tersingkirkan, serta mengalami kemiskinan dan kecelakaan. “Sederhananya, orang buta adalah kelompok masyarakat yang sangat miskin di antara masyarakat miskin,” tutur Tjahjono.

Di tengah beragam kendala, pihaknya sudah mempersiapkan beberapa opsi untuk terus menambah simpanan kornea di Bank Mata. Ada beberapa rencana yang diajukan kepada pemerintah. Salah satunya, meminta semua rumah sakit mengajukan formulir pendaftaran donor mata bagi setiap pasien yang menjalani rawat inap. “Perkara si pasien itu tidak mau, yang penting sudah ada usaha mencari donor,” lanjut dia.

Alternatif lain, Bank Mata menunggu persetujuan untuk bisa langsung mengambil kornea jenazah-jenazah orang tanpa tempat tinggal tetap (T4) yang masuk rumah sakit. Selama ini, orang-orang T4 yang ditemukan tewas langsung dikubur oleh pihak rumah sakit. “Jika sebagian organ mereka bisa digunakan, tentu bisa bermanfaat,” tambah dia.
Tjahjono mengharapkan peran aktif pemerintah untuk menggenjot angka donor kornea. Dia menuturkan, selama ini Bank Mata terkesan berjalan sendiri dalam mengampanyekan pentingnya donor mata. (jpnn)

Badai Aere, Presiden tak Bisa Pulang

MANILA- Sedikitnya sembilan orang tewas dan puluhan ribu lainnya kehilangan tempat tinggal akibat badai tropis Aere yang melanda bagian barat laut Filipina. Badai tropis itu meluluhlantakkan pemukiman warga dengan kecepatan angin 85 kilometer per jam disertai hujan deras yang memicu banjir, longsor, dan tumbangnya tiang-tiang listrik.

Akibatnya dua wilayah Pulau Catanduanes dan wilayah Bicol mengalami kerusakan parah, 1600 orang mengungsi, jalur transportasi putus, sementara sejumlah jadwal penerbangan domestik dibatalkan. Badai Aere juga menyebabkan lebih dari 50 jadwal penerbangan domestik dan internasional ditunda, dialihkan atau dibatalkan.

Presiden Filipina, Benigno Aquino III yang mestinya pulang ke Manila setelah menghadiri acara KTT ASEAN di Jakarta Minggu (8/5), terpaksa menunda penerbangannya menjadi Senin (9/5). Sementara itu, pejabat pemerintah mengimbau warga tidak mengunjungi wilayah pegunungan yang kerap dilanda longsor serta daerah dataran rendah .
“Kami anjurkan warga di daerah beresiko tinggi segera mengungsi untuk berjaga-jaga sebelum badai datang,” kata juru bicara Badan Penanggulangan Bencana milik pemerintah, Chito Castro. (bbs/jpnn)

Obama: Selidiki Pakistan

AS Tuding Osama Dilindungi

ISLAMABAD- Keinginan Amerika Serikat (AS) bertemu dengan tiga istri Osama bin Laden. Kehadirannya agar mendapatkan bahan-bahan intelijen yang tertinggal dalam penyerbuan ke rumah persembunyian pimpinan Al Qaeda di Abbotabad.

Kehadiran AS itu bertujuan untuk menggali lebih dalam dari para istri Osama di rumah persembunyiannya, saat pasukan elite AS Navy Seal melakukan penyerbuan. Penggalian informasi itu juga sebagai bagian untuk menjawab pertanyaan apakah ada peran Pakistan menyem bunyikan Osama. Selain itu Amerika butuh informasi detail tentang apa saja yang dilakukan Osama sejak invasi ke Afghanistan dan informasi soal jaringan di Al Qaeda.

Istri Osama beserta beberapa anak yang ada di rumah tersebut, diyakini berada di tangan militer Pakistan. Badan Intelijen AS (CIA) dan koleganya di Pakistan, ISI melakukan kerja sama untuk memerangi terorisme. Namun, operasi militer yang dilakukan Amerika di Abbottabad sama sekali tidak diketahui Pakistan. Hal inilah yang membuat hubungan kedua negara menjadi renggang.

Sebelum operasi militer 1 Mei yang menewaskan Osama, ISI menyatakan telah memutuskan kerja sama dengan CIA. Hal ini dilakukan sebagai protes atas serangan pesawat tidak berawak Amerika di perbatasan Pakistan Afghanistan.
Sementara itu, Presiden AS Barack Obama untuk pertama kalinya menyatakan bahwa orang di dalam pemerintah Pakistan mungkin telah membantu melindungi Osama bin Laden.  Komentar Obama itu muncul saat pemerintahnya terus menekan Islamabad untuk melakukan penyidikan penuh tentang siapa yang memberikan tempat perlindungan bagi Osama ketika dia berada begitu dekat dengan Islamabad.

“Kami berpikir, pasti ada semacam jaringan dukungan untuk Osama dalam pemerintahan Pakistan. Namun, kami tidak tahu siapa atau apa jaringan itu. Kami tidak tahu apakah mungkin ada beberapa orang di dalam pemerintahan atau orang luar pemerintah, itulah yang kami harus selidiki, dan lebih penting, Pemerintah Pakistan harus selidiki itu,” kata Obama kepada CBS News, Minggu (8/5), sebagaimana dikutip CNN dan The Telegraph.

Para pemimpin Pakistan berkeras, mereka tidak terlibat dalam pembangunan ataupun penjagaan tempat tinggal yang aman bagi Osama, yang diserbu pasukan khusus AS pada Senin dini hari pekan lalu waktu Pakistan. Pemerintah Pakistan telah menjanjikan pemeriksaan lengkap tentang kondisi yang memungkinkan Osama bisa tinggal selama bertahun-tahun di Abbottabad, kota militer yang berjarak hanya 30 mil di utara Islamabad
Sedangkan Duta Besar Pakistan untuk AS, Husain Haqqani, Minggu, tidak bisa memberikan penjelasan apakah keberadaan Osama di Pakistan menunjukkan ketidakmampuan negara itu atau mencerminkan Pakistan yang bermuka dua.

“Saya pikir cara terbaik ke depan adalah menunggu temuan-temuan dari (investigasi) internal-melihat masalah itu. Saya tidak berpikir bahwa spekulasi akan memecahkan masalah apa pun,” kata Haqqani kepada CNN.
Dalam wawancara dengan CBS News itu, Obama menegaskan bahwa pemerintahnya tidak akan menyebarkan foto-foto mayat Osama. “Perlu diketahui bahwa kami benar-benar yakin itu adalah dia (Osama). Kami telah melakukan pengujian DNA. Jadi, tidak ada keraguan bahwa kami telah membunuh Osama bin Laden. Penting bagi kami untuk memastikan bahwa foto seseorang yang tertembak di kepala tidak bocor keluar sebagai pemicu untuk melakukan kekerasan tambahan. Sebagai alat propaganda. Anda tahu, itu bukan (cara) kami.” kata Obama.
Jumat, Al Qaeda mengeluarkan pernyataan yang mengonfirmasi kematian Osama dan berjanji akan merilis rekaman terakhirnya. Minggu, sebuah situs web Islam mengklaim telah memiliki salinan rekaman audio Osama yang ditujukan kepada Presiden Obama.

Dalam rekaman itu Osama berkata bahwa Amerika tidak akan aman sampai “… kami hidup aman di Palestina. Adalah tidak adil bahwa Anda hidup dalam damai, sementara saudara-saudara kami di Gaza hidup dalam kondisi tidak aman. Karena itu, dan dengan kehendak Allah, kami akan terus menyerang Anda selama dukungan Anda terhadap Israel berlanjut.” (bbs/jpnn)

Macet, Perdamaian Thailand-Kamboja

JAKARTA – Upaya Indonesia untuk membantu penyelesaian konflik perbatasan dua negara Thailand-Kamboja, berjalan di tempat. Pertemuan trilateral antara Menlu Indonesia, Thailand dan Kamboja tidak membuahkan hasil yang konkrit. Kedua negara yang tengah bertikai tersebut, belum menentukan sikap .

Kedua negara menyepakati rekomendasi yang disampaikan Indonesia serta mendiskusikan rekomendasi tersebut dengan kepala negara masing-masing.  “Hasil dari pertemuan tadi, adalah kesepakatan atas  a package of solution yang direkomendasikan Indonesia. Jadi tidak lagi bicara siapa yang ambil langkah lebih dahulu (untuk memenuhi permintaan masing-masing negara). Tapi diselesaikan melalui sebuah proses bukan berdasarkan event atau kejadian,”urai Menlu RI Marty Natalegawa, usai menggelar pertemuan dengan Menlu Thailand Kasit Piromya dan Menlu Kamboja Hor Namhong di gedung Pancasila, kompleks Kemenlu, kemarin (9/5).

Marty melanjutkan, dalam pertemuan yang hampir memakan waktu tiga jam tersebut, telah tercapai konsensus di tingkat Menlu, yang memuat kerangka acuan penyelesaian konflik secara keseluruhan. Isi konsensus tersebut akan disapampaikan kepada kepala negara masing-masing,untuk menentukan langkah lebih lanjut.

Meski konsensus tersebut, setidaknya kedua negara menyepakati sejumlah langkah yang harus diambil dalam jangka waktu tertentu. Misalnya, persetujuan untuk kembali menggelar pertemuan bilateral melalui forum Joint Commission on Demarcation for Land Boundary (JBC) dan The General Border Committee (GBC).

Selain itu, kedua negara juga sepakat untuk kembali membicarakan penempatan tim peninjau dari Indonesia di kawasan perbatasan Thailand-Kamboja, termasuk persyaratan yang diajukan masing-masing pihak. Di mana Thailand bersikukuh belum akan menyetujui penempatan tim peninjau, jika Kamboja belum  menarik pasukannya dari wilayah sengketa.

Marty menyatakan,yang dimaksud penyelesaian masalah dalam satu paket solusi, penyelesaian satu permasalahan dikuti penyelesaian masalah yang lain. Untuk itu, lanjut dia, setelah Thailand setuju untuk menandatangani Term of Reference (ToR) terkait tim peninjau, segera digelar pertemuan bilateral lewat forum JBC dan GBC.
Meski begitu, Mantan Dubes RI untuk PBB itu mengakui pada akhirnya penyelesaian masalah diselesaikan dalam forum internal kedua negara. Namun, dia menolak jika disebut pertemuan trilateral tersebut tidak membuahkan hasil yang signifikan.
“Permasalahan ini sudah berlangsung sejak tahun 1962. Setidaknya kita bertindak, dan kita memperoleh pengalaman berharga dengan memberikan kontribusi terhadap penyelesaian konflik,”tegasnya.
Marty pun mengakui, suasana pertemuan trilateral tersebut agak kaku pada awalnya. Namun, pihaknya berupaya mencairkan suasana dengan berpindah ruangan serta berbincang lebih santai. “Kita pindah ke ruangan lain ditambah kue lapis legit dan teh, mungkin itu cukup membantu,”candanya. (ken/jpnn)

NATO Yakin Kadhafi Segera Lengser

MISRATA – Pasukan koalisi NATO sepertinya mulai habis kesabaran dalam menghadapi perlawanan pasukan pemimpin Libya Muammar Kadhafi. Sekjen NATO, Anders Fogh Rasmussen menyatakan, tidak ada waktu lagi bagi Kadhafi untuk menunda pengunduran dirinya.

“Permainan sudah selesai bagi Kadhafi. Seharusnya, Kadhafi menyadari bahwa cepat atau lambat, tidak ada lagi masa depan bagi rezimnya,” tegasnya kepada stasiun televisi CNN, Senin (9/5). “Kami telah menghentikan gerak Kadhafi. Waktunya telah habis. Dia kini makin terisolasi,” lanjut Rasmussen.

Mantan perdana menteri (PM), Denmark itu optimistis bahwa Kadhafi akan kehilangan kursi kekuasaan yang telah didudukinya berpuluh-puluh tahun. Keyakinannya itu didasarkan pada efek “angin perubahan” yang ber embus dari revolusi di Afrika Utara dan Timur Tengah, kematian Osama Bin Laden, dan meningkatnya tekanan terhadap Taliban di Afghanistan.

Pasukan NATO terus meningkatkan serangan udaranya di Libya untuk mematahkan perlawanan loyalis Kadhafi sejak Maret lalu. Namun, mereka gagal mencegah pasukan pemerintah membunuh ratusan warga sipil di kota-kota yang dikuasai oposisi. Padahal, tujuan resolusi PBB yang diamanatkan kepada NATO adalah melindungi warga sipil Libya dan memberlakukan zona larangan terbang. (afp/ap/cak/dwi/jpnn)

Kantor Pemerintah Diblokir, Aparat Tembaki Demonstran

SANAA – Demonstrasi anti pemerintah di Yaman terus membawa korban. Alih-alih mundur dan mau menjalankan transisi kekuasaan, sesuai dengan proposal yang diajukan organisasi regional Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) Presiden Ali Abdullah Saleh justru mengerahkan polisi dan tentara untuk membubarkan demonstran.
Pasukan keamanan menembaki para demonstran yang menutup dan memblokir sebuah gedung pemerintah di Kota Taiz, sekitar 250 kilometer selatan Sanaa, ibu kota Yaman, Senin (9/5). Saksi mata mengungkapkan bahwa seorang penjaga toko dan dua demonstran tewas seketika akibat muntahan timah panas dalam unjuk rasa terbesar anti pemerintah di kota tersebut.

Selain itu, sedikitnya 80 pengunjuk rasa terluka ketika pasukan keamanan berupaya membubarkan secara paksa demonstrasi anti pemerintah di sana. Sebagian besar aparat membubarkan massa dengan kendaraan lapis baja.
“Polisi dan tentara dalam jumlah besar menyerang para pengunjuk rasa. Bahkan mengejar para demonstran hingga ke area permukiman. Mereka juga menembakkan  peluru dan gas air mata secara gencar dan membabi buta,” ujar Bushra al-Maqtari, seorang aktivis di Kota Taiz.

Seorang dokter yang merawat para korban luka bertutur penjaga toko kios kecil tewas akibat peluru nyasar dari aparat.
Dua pengunjuk rasa tewas seketika akibat ditembak aparat keamanan. Para demonstran yang menduduki   jalan utama di Kota Taiz  telah melumpuhkan kegiatan masyarakat dan ekonomi di wilayah itu. Polisi  akhirnya menembakkan peluru tajam dan gas air mata.(rtr/afp/ap/cak/dwi/jpnn)

Diduga Akibat Pilot Paksakan Pendaratan

Merpati Tetap Terbangkan MA-60

JAKARTA-Kecelakaan Merpati di Kaimana, Papua Barat, membuat banyak pihak menyoroti kelayakan pesawat MA-60 buatan Cina. Namun, pihak Merpati bersikukuh tetap mengoperasikan pesawat jenis tersebut. Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines (MNA), Sardjono Jhony Tjitrokusumo mengatakan, sebelum terbang, baik pesawat maupun kru sudah menjalani prosedur persiapan.

“Jadi, kami pastikan, saat berangkat dari Sorong, pesawat MA-60 maupun kru pesawat kami laik terbang,” ujarnya di Kementerian Perhubungan, kemarin (9/5).

Jhony mengakui, pesawat MA-60 memang belum mendapat sertifikat Federal Aviation Administration (FAA). Alasannya, sertifikat FAA hanya diperlukan bagi pesawat dari Amerika Serikat (AS). “Tapi, pesawat MA-60 tetap punya sertifikasi keselamatan standar Indonesia dan Cina,” katanya.

Menurut Jhony, sistem sertifikasi di luar FAA juga diterapkan oleh negara-negara yang menggunakan pesawat buatan non-AS. “Misalnya, di Filipina, Zimbabwe, maupun China. Pesawat MA-60 juga tidak menggunakan sertifikat FAA,” ucapnya.

Jhony mengatakan, pesawat MA-60 yang celaka di Papua adalah pesawat baru. Pesawat tersebut tiba di Indonesia pada 3 Desember 2010 dan mulai terbang pada 6 Desember 2010 untuk melayani rute Bali-Nusa Tenggara. “Kemudian, pada 16 Maret lalu, pesawat kami alihkan untuk melayani rute Papua,” terangnya.

Kelaikan pesawat untuk terbang, lanjut dia, juga ditunjukkan dari hasil catatan pemeriksaan sebelum terbang atau logbook yang tidak menunjukkan pernah ada gangguan teknis pada pesawat. “Kami sudah cek, logbook-nya clear (bersih dari catatan kerusakan, Red). Jadi, kondisi pesawat memang bagus,” jelasnya.

Jhony berharap kabar negatif seputar pesawat Merpati tidak terus diembuskan. Sebab, hal itu akan mengganggu proses restrukturisasi Merpati di tengah persaingan bisnis penerbangan yang ketat. “Kami ini BUMN yang struggle (berjuang untuk sehat, Red). Kami juga kesulitan keuangan. Tapi, kami jamin, hal itu tidak akan membuat kami mengorbankan aspek keselamatan,” ujarnya.

Pengamat penerbangan, Sri Subekti, memperkirakan kecelakaan pesawat Merpati itu disebabkan pilot memaksakan pendaratan di Bandara Kaimana. Padahal, saat itu hujan deras sehingga tidak mungkin menggunakan pendaratan visual. “Sudah sangat jelas, prosedur yang harus dilakukan penerbang adalah tidak memaksakan kehendak untuk tetap mendarat,” cetusnya.

Masalah utama di bandara-bandara kecil di Papua adalah minimnya alat bantu navigasi. Di Bandara Kaimana diketahui hanya ada ADF (automatic direction finder). “Alat bantu jenis ini hanya berguna untuk menuntun pesawat ke landasan pada saat cuaca bagus,” tambahnya.(wir/owi/c2/nw/jpnn)

Itu Konsekuensi Memperjuangkan Islam

Ba’asyir Dituntut Seumur Hidup

JAKARTA – Terdakwa kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir harus berhadapan dengan tututan penjara maksimal. Jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kemarin (9/5) menuntut amir Jamaah Ansyarut Tauhid itu kurungan badan seumur hidup. Banyak pertimbangan memberatkan.

“Kami meminta majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan, merencanakan, dan atau menggerakkan orang lain untuk mengumpukan dana dalam upaya tindak pidana terorisme,” kata ketua JPU Andi M Taufik dalam sidang. Ba”asyir dijerat Pasal 14 Jo Pasal 11 UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Terorisme. Pidana terorisme yang disebut JPU adalah pelatihan militer alias I’idad.

JPU mengungkapkan, hal yang meringankan Ba’asyir hanya satu. Yakni karena dia sudah berusia lanjut. Hal yang memberatkan adalah karena Ba’asyir tidak mendukung upaya pemerintah memberantas terorisme, mengganggu stabilitas negara, dan sebagai pemuka agama seharusnya dia menjadi panutan yang baik. “Yang memberatkan lainnya, terdakwa sebelumnya pernah dihukum,” ungkap Andi.

JPU menilai I’idad yang digelar di Bukit Janto, Aceh Besar termasuk dalam pidana terorisme. Dasarnya adalah putusan majelis hakim untuk para terdakwa terorisme lain di pengadilan terpisah. Salah satunya adalah Ubaid alias Lutfi Haidaroh yang divonis sepuluh tahun penjara di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

JPU menuding Ba’asyir merencanakan atau menggerakkan dan menghasut orang lain untuk sengaja menyediakan atau mengumpulkan dana menggelar I’idad. Itu berdasarkan kesaksian Haryadi Usman dan Syarif Usman, dua orang yang ditemui Ba’asyir untuk meminta sumbangan dana jihad. Haryadi Usman memberi Rp150 juta. Sedangkan dr Syarif Usman sebesar Rp200 juta. Ba’asyir juga memberi dana sebesar Rp5 juta, Rp120 juta, dan USD 5.000 untuk survei persiapan pelatihan militer di Aceh. Menanggapi tuntutan tersebut, Ba’asyir menyebut itu merupakan konsekuensi perjuangan. “Negara thoghut memang begini. Yang penting saya memperjuangkan Islam,” katanya. (aga/jpnn)