24 C
Medan
Saturday, January 3, 2026
Home Blog Page 15342

Truk Pengangkut Beras Dibajak Kawanan Bersenpi

BELAWAN-Satu unit truk pengangkut beras bernomor polisi BL 9297 L dari Aceh yang seyogianya dikirim ke Tebing Tinggi, dibajak kawanan penjahat bersenjata api (bersenpi) di kawasan Kampung Salam, Kecamatan Medan Belawan.

Menurut keterangan yang diterima wartawan koran ini dari pemilik barang, Arfan Pasaribu dan rekannya Samsuar, sebelum mereka berangkat, supir truk bernama Muzakir Abu Bakar, warga Bireun Aceh, terlebih dahulu mengambil surat jalan di Gudang mereka di Jalan Gagak. Selanjutnya, truk membawa muatan beras sekitar 40 ton itu ke Tebing Tinggi sekitar pukul 04.00 WIB, Jumat (6/5).

Namun, saat truk melintasi jalan Fly Over Pulo Brayan, tiba-tiba truk diberhentikan secara paksa oleh sejumlah orang yang menggunakan senjata api dan mengancam dengan pistol.

“Supir dan kernetnya diikat dan selanjutnya dibuang ke semak-semak dan pada saat itu mereka tidak tahu berada di mana,” ujarnya.

Setelah berhadil melepaskan diri, mereka kembali lagi ke gudang menggunakan becak untuk melaporkan bahwa truk mereka dibajak. “Menerima laporan tersebut, kami langsung melakukan pengecekan di Polsek Medan Labuhan,” katanya.

Menurut informasi, kepolisian telah menemukan truk sedang diparkir di sebuah gudang di kawasan Kampung Salam. Saat ini truk dan sebagian muatannya diamankan di Polsek Medan Belawan.

Sayangnya, Kapolsek Belawan AKP A H Pulungan dan Kanit Reskrim Polsek Medan Belawan AKP Jono Sirait tidak dapat dikonfirmasi mengenai peristiwa itu. (mag-11)

Massa Ormas Islam Salat Jumat di Jalan

Masjid Al Ikhlas Dirobohkan

MEDAN-Massa yang tergabung dalam berbagai ormas Islam di Kota Medan seperti HMI, FUI, Laskar Amanar, GPK meng gelar aksi unjuk rasa terkait perobohan Masjid Al Ikhlas di bekas area Hubdam I/BB Jalan Timor Medan, Jumat (6/5). Selain melakukan aksi unjuk rasa massa juga menggelar salat Jumat berjamaah di badan Jalan Timor Medan. Dalam aksi tersebut massa mendapatkan pengawalan ketat dari aparat TNI/Polri.

Sebelum melaksanakan salat Jumat, umat Islam terpaksa mengambil air wudu dari truk tangki air mineral di pinggir jalan yang telah distandbykan sejak pagi. Jamaah salat Jumat dibawa terik sinar matahari beralaskan kertas koran Khatib salat Jumat Sekretaris Forum Umat Islam Pusat, Al Khatath dalam kutbah Jumatnya mengatakan, perobohan masjid perbuatan anarkis.

“Kita selaku umat Islam harus berjuang.Umat Islam jangan terpecah-pecah, umat Islam harus bersatu. Mesjid adalah rumah Tuhan, milik umat Islam. Kita sangat menyesalkan perobohan ini, apakah disini tidak ada umat Islam,” kata Al Khatath.

Al-Khatab juga mengatakan, pemerintah kota Medan hanya diam saja sehingga bakalan banyak masjid yang berdiri kokoh di tengah kota akan tergusur untuk perluasan lahan. “Sudah saatnya pemerintah bertindak untuk menjaga dan melindungi masjid,” katanya.

Sementar itu, Indra Suheri, Ketua I Forum Umat Islam (FUI) Sumut, usai salat Jumat mengatakan, tidak ada dalih atau rujukan apapun seperti yang dilakukan oleh MUI Kota Medan dan MUI Sumut sesuai dengan Undang-undang wakaf  No 41 tahun 2004, untuk tukar menukar masjid.

Muchrijal Syahputra, Kordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Sumut yang ikut salat Jumat berjamaah, saat ditemui Sumut Pos mengecam pembokaran Masjid Al-Ikhlas dan meminta membangun kembali Masjid Al-Ikhlas seperti semula serta meminta tanggung jawab kepada pihak-pihak yang sudah membongkar masjid.

Usai salat berjamaah selanjutnya massa bergerak bersama menuju gedung DPRD Sumut untuk melakukan aksi.Usai salat Jumat massa melanjutkan aksinya ke Gedung DPRD Sumut. Dalam orasinya massa memprotes Panglima Kodam I/BB, Mayjen TNI Leo Siegers soal perobohan masjid Al Iklhas di bekas komplek Hubdam I/BB Jalan Timor Medan. Massa mengacungkan tangan kanan dan mengucapkan Allahu Akbar sambil meneriakkan copot Pangdam I/BB, Mayjend TNI Leo Siegers dari jabatannya, mendesak Presiden RI dan Panglima TNI untuk mencopotnya.

“Kami minta Presiden dan Panglima TNI agar mencopot Pangdam I/BB dengan tidak hormat serta muspika plus Sumut bertanggung jawab atas penghancuran masjid itu dan meminta Pemerintah Propsu untuk membangun masjid itu kembali,” teriak massa.

“Ada indikasi beberapa pihak tertentu untuk memecah belah persatuan umat Islam di Sumut dengan membenturkan sesama umat Muslim,”ujar Suheli, seorang jamaah. Dikatakannya, pihaknya akan terus menambah jamaah untuk melakukan salat di depan masjid yang dirobohkan hingga masjid berdiri kembali.
“Kami akan terus menambah jamaah dan setiap Jumat kami akan melakukan salat Jumat di tempat ini,” katanya.

Dijelaskannya, perjuangan membangun keimanan jauh lebih penting dibandingkan urusan perut yang selalu mengeluarkan barang kotor, serta meminta pihak-pihak yang mengiginkan perpecahan umat Islam itu hengkang dari Sumut.

Ketua SETARA Institute, Hendardi, berencana mengajukan protes ke Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono dan Menko Polhukam, Djoko Suyanto.”Kami akan menyampaikan surat protes ke Panglima TNI dan Menko Polhukam agar aparat tidak arogan dan menggunakan kekerasan menghadapi masyarakat sipil,” terang Hendardi kepada koran ini, Jumat (6/5).

SETARA Institute sendiri telah mendapatkan informasi detil saat kejadian pembongkaran masjid dimaksud. Kronologis kejadian versi lembaga yang dipimpim Hendardi ini sudah dirilis ke wartawan pada Kamis (5/5). Hendardi mengatakan, pihaknya bisa mendapatkan detil kronoligis karena punya jaringan di Medan. “Kita punya akses di semua daerah,” ujarnya. Inilah kronologis kejadian versi SETARA Institue.

“Setara Institute mengecam aparat Kodam I/BB yang telah melakukan tindakan kekerasan dan mempertontonkan arogansi kekuasaan terhadap permasalahan yang terjadi dengan masyarakat. Sementara itu tindakan arogansi ini juga tidak menghargai upaya-upaya penyelesaian dan pencarian solusi yang sedang dilakukan oleh berbagai pihak,” demikian bunyi rilis, yang diteken Hendardi dan Bonar Tigor Naipospos, Wakil Ketua SETARA Institute.
SETARA Institute meminta parat pemerintah daerah lebih aktif melindungi fasilitas publik yang dibutuhkan masyarakat.

“Fasilitas penting yang menyangkut tempat ibadah adalah kebutuhan asasi umat beragama. Pilihan Kodam I/BB menggunakan kekerasan dalam penyelesaian konflik pertanahan menunjukkan kultur militeristik yang tidak berubah meski reformasi TNI teah berlangsung satu dekade. Tindakan kekerasan terhadap warga mutlak dimintai pertanggung jawaban,” demikian rilis resmi SETARA Institute.

Sementara, Kasdam I/BB, Brigjen TNI Murdjito menyerahkan bantuan sebesar Rp700 juta untuk pembangunan masjid di kota Medan yang membutuhkannya. “Untuk pembangunan Kota Medan, Kodam siap membantu apalagi membangun dalam pengembangan masjid ini Kodam I/BB siap baik segala tenaga ataupun peralatan. Kami juga mohon maaf pada masyarakat yang apabila ada melukai masyarakat dalam hal ini,”tegas Murdjito.

Acara penyerahan santunan tersebut di saksikan Wakil Wali Kota Medan, T Dzulmi Eldin, Al Ustadz Zulfikar Hazar LC, Ormas Islam dari FPI Sumut yang digelar di Masjid Al Amin, Jalan Prof HM Yamin Medan. “Kami juga mengucapkan terima kasih pada Kodam I/BB karena telah memberikan bantuan berupa dana Rp700 juta pada masjid,”tegas Zulfikar Hazar.

Dana yang Rp700 juta itu akan kita salurkan pada masjid-masjid. Hal inilah yang kita luruskan dana itu bukan untuk kepentingan ormas-ormas Islam ataupun untuk kepentingan pribadi akan tetapi bantuan itu untuk masjid. Umat Islam saat ini harus paham dalam masalah-masalah masjid, infaq wakaf. Jangan masalah ini dijadikan kambing hitam. Tanah tersebut tidak pernah di wakafkan oleh Kodam. (sam/mag-8/mag-7/rud)

Ramah Lingkungan

Peggy Melati Sukma

Menjalani kehidupan sehari-hari, Peggy Melati Sukma berusaha keras untuk bisa berlaku ramah terhadap lingkungan. Seperti misalnya dalam kurun waktu 4 tahun belakangan, dirinya konsen di lingkungan hidup, terakhir proyek konservasi Taman Bukit Barisan Selatan.

“Dari sana saya temukan bahwa kearifan lokal Indonesia sangat luar biasa. Semisal keterikatan rantai makanan berpengaruh besar terhadap kelangsungan hidup semua makhluk. Setelah di kota saya implementasikan,” ujarnya saat ditemui di acara Natur Model Search 2011 di Decanter, Plasa Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (5/5).

Salah satu usaha yang dilakukannya adalah dengan mengurangi penggunaan peralatan beremisi tinggi, seperti penggunaan AC. (net/jpnn)

Mayat A Hok Dibuang di Jalan Tol

BELAWAN- Sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki warga keturunan Tionghoa yang belakangan diketahui bernama A Hok (30), warga Jalan Karya Dame Pondok Surya, Medan Barat ditemukan tewas mengenaskan di kawasan Jalan Tol Mabar Kecamatan Medan Labuhan, Jumat (6/5). Saat ditemukan jenazah korban dalam keadaan terikat dan terbungkus plastik di masukkan dalam lemari pakaian.

Keterangan yang dihimpun, jenazah korban pertama kali ditemukan warga sekitar Selanjutnya, polisi yang menerima informasi mengecek ke lokasi penemuan mayat. Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Hamam, saat ditemukan jenazah korban terikat, kepalanya ditutup pakai plastik dan dilakban serta terbungkus plastik di dalam lemari. Selanjutnya, jenazah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Pirngadi Medan untuk dilakukan otopsi.

Menurut Hamam, diduga korban dibunuh kemudian mayatnya dibuang.“Diduga korban dibunuh dengan cara memukul bagian kepala hingga mengalami pendarahan yang serius. Korban sendiri meninggal akibat luka serius di kepalanya,” tambahnya. “Polisi masih melakukan penyelidikan guna pengembangan lebih lanjut,” tandasnya.

Adik korban, Chandra (20) mengaku, abangnya bekerja sebagai pedagang handphone di Millenium Plaza. Abangnya, sudah dua hari menghilang dari rumah. Saat pergi, abangnya mengendarai sepeda motor Suzuki dan membawa uang Rp5 juta.

Namun saat ditemukan sepeda motor serta uang korban telah raib. “Abang saya kerja di Millenium Plaza. Dia kalau pergi membawa uang Rp5 juta. Rabu yang lalu dia tidak pulang ke rumah. Kami pikir dia di rumah temannya. Ternyata saat ditemukan abang saya sudah tewas,” jelasnya.

Menurut Chandra, abangnya merupakan seorang mualaf dan baru menikah sekitar satu tahun yang lalu. Saat ini istri korban, Dhani sedang hamil muda. “Malam itu, kakak ipar saya mimpi kalau dia memakai baju selayar serta giginya copot.

Tapi ternyata abang saya meninggal dan dibunuh,” katanya
Menurutnya, abangnya, merupakan ssosok yang ramah. Dia juga tulang punggung keluarga di rumah dan semua menyayanginya.Istri korban, Dhani terus-menurus menangis di depan kamar mayat RSU Pirngadi Medan. (mag-7/mag-11)

Kajatisu: Itu Utang Saya…

Kasus Korupsi di Disdik Medan

MEDAN-Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara AK Basuni kembali menegaskan dirinya akan menyelesaikan sejumlah kasus yang tertunda di Kejatisu pasca ditinggalkan Sution Usman Adji semasa menjabat sebagai Kejatisu.

Salah satu kasus yang tertunda diantaranya dugaan korupsi di Dinas Pendidikan Kota Medan yang diduga melibatkan Kepala Disdik Kota Medan, Hasan Basri. Dan itu menjadi target karena merupakan utang pejabat lama.
“Iya, itu salah satu kasus yang menjadi utang. Saya akan datan semua kasus yang tertinggal yang menjadi utang. Memang kasus itu baru saya dengar,” tegas Kajatisu, AK Basuni pada wartawan, Jumat (6/5).

Dikatakan Basuni lagi, dirinya sudah meminta sejumlah laporan dari anggotanya untuk dipelajari. “Saya baru menjabat di sini (Kejatisu) jadi harus banyak mempelajari kasus-kasus yang menjadi hutang kita,” tegas Basuni. Begitupun, dalam kasus tersebut dirinya tidak mau gegabah karena manyangkut dunia pendidikan.

“Saya tidak mau gegabah untuk memanggil orang. Apalagi menyangkut dunia pendidikan. Dalam penyelidikan tersebut, kita tidak perlu memanggil orang banyak. Cukup tiga orang saksi yang terpenting ada barang bukti bentuk penyimpangan,” tegas Basuni.

Basuni juga mengaku dirinya tidak akan memanggil orang banyak. Dirinya memberikan tenggang waktu 30 hari untuk melakukan penyelidikan. “Cukup 30 hari saja melakukan penyelidikan tidak perlu lama-lama dan memanggil orang banyak mengungkap kasus korupsi itu, apalagi dalam dunia pendidikan,” tegas Basuni.

Seperti diketahui dugaan korupsi di Dinas Pendidikan Kota Medan yakni pemotongan dana BOS untuk Kadisdik sebesar 10 persen dari dana APBD Medan senilai Rp1,5 miliar TA 2007/2008.

Selian itu juga pengutipan dana sertifikasi guru Rp500 ribu per orang, pengutipan buku paket SMA sebesar 10 persen pada SMA negeri se-Kota Medan. Juga dugaan pengutipan uang kartu pelajar Rp500 ribu per siswa. Dana tersebut sebenarnya telah dianggarkan pencetakan dalam APBD Kota Medan setiap tahunnya senilai Rp2 miliar.

Ada juga pengangkatan kepala sekolah yang diduga terjadi KKN karena tidak sesuai Daftar Urutan Kepangkatan (DUK). Selain itu dugaan korupsi pembangunan ruang kelas Internasional SMA Negeri 1 Medan tahun 2007-2008 senilai Rp1,4 miliar yang sempat ditangani Kejatisu tapi mengendap. (rud)

Antisipasi Pajak Hangus Rp50 Triliun

Presiden Dorong KPK Lakukan Tangkap Tangan

JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memelototi pelaksanaan pembangunan dan proyek-proyek pemerintah. Hal itu dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk meminimalisir terjadinya praktik tindak pidana korupsi.

Wakil Ketua KPK Bibit S Rianto mengatakan, dalam program Indonesia memantau misalnya terkait dengan pembangunan jalan dan infrastruktur. Kemudian program pendampingan bersama BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) untuk masalah Papua dan Papua Barat.

Pengelolaan penarikan tagihan pajak juga tak luput dari perhatian KPK. “Agar (pajak) tidak hangus,” kata Bibit usai diterima Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, kemarin (6/5).

Menurut dia, tahun lalu ada sekitar Rp 2 triliun pajak yang hangus. Sementara tahun ini, ada potensi mencapai Rp 50 triliun. “Tahun lalu ada yang sudah hangus sekitar 2 triliun. Ini perlu dicegah,” tegas Bibit.

Kepada presiden, KPK melaporkan sejumlah kajian sistem yang sudah dilakukan bersama instansi-instansi pemerintah. Antara lain terhadap sistem penyelenggaraan ibadah haji, pengelolaan dana abadi umat, sistem penyelenggaraan jalan nasional, dan sistem dana alokasi khusus bidang pendidikan.

Selain itu juga sistem perpajakan, sistem penempatan dan pemulangan TKI, sistem perencanaan dan pengelolaan kawasan hutan, observasi layanan pemasyarakatan, layanan keimigrasian, dan layanan bea cukai. “Ada beberapa yang sudah ditindaklanjuti, juga ada yang belum. Kita laporkan kepada presiden untuk menindaklanjuti, untuk mengecek kementerian-kementeriannya,” terang Bibit.

Masih urusan pencegahan, KPK juga berhasil mengamankan dana sehingga tidak ditilep. “Ini yang paling banyak dari migas, ada Rp 3,5 triliun kita bisa amankan,” beber Bibit.

Kemudian ada penertiban aset di beberapa kementerian sekitar Rp3,5 triliun. “Dari migas juga ada tambahan dana abonemen senilai USD 174 juta. Kemudian fee bank sekitar Rp 300 miliar kita amankan dari enam provinsi,” sambungnya.

Dari hasil penindakan, uang pengganti yang dikembalikan ke negara mencapai Rp 899 milira dan gratifikasi sejumlah Rp 12 miliar.

Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Denny Indrayana mengungkapkan, presiden menggarisbawahi pada penindakan di bidang-bidang pengadaan. (fal/jpnn)

Tenggelam di Sungai Bingai

BINJAI- Suguh tragis nasib Aswati (26) warga asal Desa Wawar Lorong RT 03/04, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Pasalnya, ia menjadi korban ganasnya Sungai Bingai, Kelurahan Tangsi, Kecamatan Binjai Kota, hanya gara-gara untuk mencari uang operasi anaknya. Meski sudah empat hari berlalu, jenazah ibu malang itu belum juga berhasil ditemukan, Jumat (6/5).

Risky (6), anak korban mengidap penyakit tidak memiliki lubang anus sejak lahir. Kondisi ini membutuhkan biaya besar untuk menyembuhkannya. Untuk itu, ia terpaksa membuang air besar memakai selang yang dibuat di sebelah kanan perutnya.

“Risky seharusnya menjalani perawatan di rumah sakit untuk secepatnya dioperasi agar penyakitnya hilang. Karena saya juga masih kekurangan dana untuk membawanya ke rumah sakit. Maka untuk sementara Risky hanya dirawat di rumah dengan perawatan yang seadanya,” ujar Mashudi (32) suami korban, sembari menundukkan kepalanya.

Sementara itu, untuk mencari keberadaan jenazah korban, pihak keluarga sudah mencoba berbagai macam cara, mulai dari memanggil orang pintar (para normal-red) dan meminta bantuan kepada masyarakat setempat. Kini pihak keluarga hanya dapat menanti  jasad korban sembari berharap secepatnya ditemukan.(dan)

Nulis Togel Cari Uang Tambahan

MEDAN- Sunar harus berurusan dengan polisi. Pasalnya, pria berusia 65 tahun warga Jalan Sederhana, Pasar VII, Dusun IX Seroja, Tembung itu dibekuk polisi di rumahnya saat menulis togel.

Pria yang sudah mempunyai cucu itu mengaku, nekad menjadi penulis togel untuk mencari uang tambahan. Pasalnya, hasil bertani tak bisa mencukupi kebutuhan hidupnya. Diakuinya, dia tidak tahu kalau yang membekuknya adalah polisi yang menyamar sebagai pembeli.

“Saya menjadi penulis togel di sekitar rumah saya dan saya setor kepada agen besar di Tembung dengan upah 15 persen dari setiap putaran,” kata Sunar di dalam sel Mapolsekta Percut Seituan.

Kapolsekta Percut Seituan, Kompol Maringan Simanjuntak  SH mengatakan, saat dibekuk tersangka sempat berkilah dia bukan penulis togel.

Dituturkannya, pihaknya mengamankan barang bukti 1 lembar kertas rekapan togel, 1 unit handphone Nokia tipe 1616,  1 buah pulpen serta uang tunai Rp51.000.

“Tersangka dijerat pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara. Tersangka masih diperiksa intensif guna meringkus bandar besarnya,” tukas Maringan. (jon)

Tewas Digilas Pick Up

LUBUK PAKAM– Amran Siregar (48) staf kantor Badan Pengelola Keuangan Daerah (PKD) Jalan Bandar Setia Gang Subur, Kecamatan Percut Sei Tuan, tewas digilas pick up L 300 warna hitam BK 8531 MM, di Jalan Medan–Lubuk Pakam, Dusun VI Desa Wonosari Kecamatan Tanjung Morawa, Jumat (6/5) sekira pukul 08.30 WIB.

Murpi Sitanggang (51) pengemudi truk pick up L 300 melaju dari arah Tebing Tinggi menuju Medan, sementara itu Amran mengendarai sepeda motornya Yamaha Mio merah BK 2482 AAZ dari arah Kota Medan menuju Kota Lubuk Pakam. Namun, saat berada di tikungan depan hotel kelas melati Cibulan, tiba-tiba sepeda motor yang dikendarai Amran kontra dengan mobil pick up yang dikendarai Murpi. Akibatnya Amran tewas ditempat dengan kondisi mengenaskan dengan kepala remuk.

Dari Rantau Prapat, akibat pengemudi kehilangan kendali Truck Dyna BK 9411 DO menabrak Tronton Fuso BK 8170 XM di Dusun Mangga-mangga Desa Terang Bulan Kecamatan Aek Natas, Rabu (4/5) sekitar pukul 01.45 WIB. Akibatnya, Supir Truck Dyna tewas di tempat sedangkan tiga korban lainya mengalami kritis akibat luka yang diderita.(btr/riz)

Ban Mobil Dikempesi, Pencuri Diteriaki

TEBING TINGGI- Nasabah Bank Mandiri Kota Tebing Tinggi, James Othello alias Jimy (38) warga Jalan Deblod Sundoro, Kelurahan Bagelen, Kota Tebing Tinggi, Jumat (6/5) hampir dirampok.

Awalnya, Jimy pagi itu mengambil uang di Bank Mandiri Jalan Sutomo mengendarai Toyota Fortuner BK 800 YY sebanyak Rp250 juta.
Setelah selesai Jimy kembali masuk ke dalam mobil dan langsung menuju halaman BRI Jalan Sutomo yang ketepatan letaknya berdekatan dengan Bank Mandiri untuk mentransfer uang melalui BRI untuk pembayaran gaji karyawannya.

Setelah selesai menyetor uang ke BRI, Jimy melihat seseorang yang tak dikenal di samping mobil yang di parkir sedang menusuk ban mobilnya dengan mengunakan besi.

“Kita tahu dia Bang, langsung kita teriaki, spontan pelaku langsung melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter MX. Nomor plat kendaraan tidak sempat kuingat,” jelas Jimy kepada wartawan koran ini.
“Memang masih ada uang tertinggal di dalam mobil itu, jumlahnya tidak begitu banyak. Kita bersyukur tindakan cepat yang dilakukan oleh anggota kepolisian Polres Tebing Tinggi untuk menangani kasus tersebut,” bilangnya.

Kasubag Humas Polres Tebing Tinggi, AKP Ngemat Surbakti menjelaskan kejadiaan percobaan perampokan terhadap nasabah bank hampir sempat terjadi. Dalam kejadian ini, korban mengalami kerugian atas kempesnya ban mobil miliknya, sementara uang korban belum sempat diambil pelaku karena keburu  ketahuan.(mag-3)