Home Blog Page 15393

Revolusi Jadi Solusi

MEDAN- Kegagalan menyakitkan PSMS menuju semi final Babak Delapan Besar Divisi Utama masih sulit dilupakan. Ribuan fans PSMS kecewa berat menyaksikan penampilan Vagner Luis dkk.

Di sejumlah situs jejaring media terutama Facebook, para fans saling tuduh dan menduga-duga ke arah negatif atas apa yang telah terjadi di tubuh PSMS. PSMS harus pulang dari Tenggarong dengan kepala tertunduk. Bayangkan di laga pamungkas kontra Persiba Bantul, PSMS sempat unggul 3-0 di babak pertama, namun secara tragis keunggulan itu berhasil disamakan menjadi 3-3 oleh hatrik Fortune Udo.

Dengan demikian, tuduhan ada pemain yang menerima suap bahkan sempat dilontarkan. Namun semua itu hanya sebatas amarah sesaat dari para fans yang tak puas dengan hasil itu. Suasana di hotel tempat skuad menginap juga sempat tak kondusif. Kabarnya para pemain tak mau keluar kamar.

Meski tak mudah dilupakan, rasa sakit itu harus segera diakhiri. Ketua Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligan, Nata Simangunsong langsung mewacanakan revolusi besar-besaran di tubuh PSMS. Mulai dari pengurus, manajemen hingga pemain.

“Tidak ada yang harus disalahkan. Yang pasti PSMS sudah gagal. Dan kegagalan itu harus dibayar. Salah satu solusi dari kami adalah melakukan revolusi di tubuh PSMS. Copot pengurus dan manejemen yang memang tak layak. Ganti pemain yang tak bisa main. Pokoknya harus ada revolusi besar nantinya. Kami akan mengawal hal itu,” koar Nata.
Soal dugaan-dugaan adanya hal negatif pada laga pamungkas itu, Idris selaku manajer menampiknya. Menurutnya, PSMS memang belum beruntung. “Apa lagi mau kita katakan. Memang belum beruntung. Tidak ada yang bisa disalahkan, siapa yang menyangka akan begini,” kata Idris yang dihubungi kemarin.

Kapten PSMS, Affan Lubis menjelaskan bahwa dirinya juga tidak menyangka akan begini. Menurutnya ada hal-hal lain yang harus diperhatikan dalam sepak bola. Meski sudah unggul, Affan mengakui timnya terlena sehingga harus menerima kenyataan pahit seperti itu. “Ini pelajaran kita ke depannya. Kami jujur sangat terpukul dengan hasil ini,” beber Affan. (ful)

Bintang Medan Dibekap di Kandang

Batavia Union sukses membekap tuan rumah Bintang Medan di Stadion Teladan dengan skor 2-1, Rabu (18/5) kemarin. Javier Rocha dan Juan Manuel Cortez menjadi aktor kemenangan Batavia lewat dua gol yang membalikkan keadaan. Sebelumnya Bintang Medan lebih dulu unggul lewat penalti Cosmin Vansea.

Pelatih Bintang Medan, Michael Feichtenbeiner tak dapat menyembunyikan kekecewaannya. Ia mengecam kepemimpinan wasit yang dinilainya buruk. “Kami tidak bermain buruk terutama di babak pertama. Setidaknya kami harusnya mendapatkan tiga penalti dan kiper mereka harusnya diganjar kartu kuning dua kali. Di babak kedua kami membuat sejumlah kesalahan di barisan belakang sehingga kami akhirnya gagal menang,” ujar Michael.

Selain itu tak dipungkiri skuadnya kehilangan konsentrasi di babak kedua. Keputusannya menarik keluar Ahn di awal babak kedua direspon negatif oleh pemain Korsel itu. Ia memutuskan meninggalkan stadion.

“Saya pikir anak-anak bertanya-tanya apa yang terjadi pada Ahn. Sehingga mereka kurang berkonsentrasi. Itu turut mempengaruhi penampilan di babak kedua,” tandas pelatih berkebangsaan Jerman itu.

Laga tadi sore berlangsung keras. Menit-menit awal ditandai dengan dua kartu kuning untuk pemain Batavia Union. Kartu kuning pembuka diberikan wasit Dede Syarifuddin kepada Iqbal yang melanggar Ruslan Samuel. Selanjutnya giliran Ledy Utomo yang diganjar kartu kuning.

Gol tuan rumah bermula dari akselerasi Cosmin di kotak penalti yang terpaksa harus dihentikan penjaga gawang Batavia Union, Ade. Wasit menunjuk titik putih dan juga memberikan kartu kuning untuk Ade.  Cosmin dengan dingin mengeksekusi penalti dan membawa tuan rumah memimpin 1-0 menit 25.

Batavia yang tertinggal mencoba bangkit. Umpan tendangan  bebas, Javier Rocha ditanduk Iqbal. Namun masih mampu diamankan Decky. Di menit 37 giliran Iskandar yang mengancam. Sukses melewati tiga pemain Bintang Medan, Iskandar melepaskan tembakan namun masih mampu diblok Decky. Di masa injury time babak pertama, Bintang Medan berpeluang menambah keunggulan. Namun sepakannya digagalkan Ade.

Di babak kedua, performa Bintang Medan justru menurun. Sebaliknya tim tamu tampil agresif. Di menit 59, kapten Batavia, Javier Rocha menyamakan kedudukan setelah tendangan datarnya gagal diantisipasi dengan baik oleh Decky. Keadaan justru berbalik di menit 71. Juan Manuel Cortez menorehkan gol ke 13-nya musim ini dan membawa Batavia Union unggul 2-1 setelah dengan mudah meneruskan umpan Tantan. (ful)

Suryo Agung Balik ke Pelatnas

JAKARTA – Pelari tercepat se-Asia Tenggara Suryo Agung Wibowo akhirnya berubah sikap. Sebelumnya dia menyatakan keluar dari pelatnas dan enggan turun di SEA Games 2011. Namun kini dia mengurungkan niat dan kembali bergabung ke pelatnas PB Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI).

Keputusan peraih medali emas SEA Games 2007 dan 2009 itu untuk kembali bergabung dengan PB PASI tentu sangat mengejutkan. Sebab, dia sebelumnya bersikeras mundur dengan alasan harus menunaikan nazar menunaikan ibadah haji, pada tahun ini.

“Saya sebenarnya sangat menyesal harus membatalkan. Tapi ini sudah perintah dari atasan saya. Saya harus melaksanakannya karena ini adalah konsekuensi pekerjaan saya sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil),” katanya, kemarin (18/5).

Suryo menjelaskan bahwa niat bulatnya mundur itu kandas setelah Menpora Andi Mallarangeng yang menjadi atasannya di kementerian pemuda dan olahraga (Kemenpora) tidak menerima permohonan cutinya. Padahal, untuk menunaikan ibadah haji yang memakan waktu sekitar 40 hari, Suryo harus mendapat persetujuan Menpora.
“Percuma saya ngotot berangkat haji kalau pimpinan tidak mengizinkan. Saya bisa di sanksi. Tapi, kalau tahun depan Pak Andi menjamin pasti mengizinkan,” papar pelari asal Solo, Jawa Tengah, tersebut.

Kembalinya Suryo bisa jadi bukan hanya karena masalah izin cuti. Pasalnya, Rita Subowo, ketua umum KONI, juga sempat mengutarakan sedang membujuk Suryo untuk kembali ke pelatnas. Bahkan, Rita juga menyediakan fasilitas yakni mengganti semua biaya haji ayah dua anak tersebut pada 2012 dengan BPIH (biaya penyelenggaraan ibadah haji) plus, bukan haji biasa.

Ditanya kemungkinan itu, Suryo membantah dan menegaskan tidak ada motif ekonomi dibalik keputusannya. (aam/tom/jpnn)

Kongres PSSI Rawan Ricuh

JAKARTA—Kongres PSSI untuk menentukan siapa Ketua Umum olah raga paling populer di Indonesia yang akan berlangsung Jum’at (20/5) riskan terjadi kericuhan.

Pasalnya, sejauh ini sebanyak 40 pemilik suara mengeluarkan mosi tidak percaya kepada Ketua Komite Normalisasi (KN) Agum Gumelar. “Malam ini bisa mencapai 60 pemilik suara yang melakukan mosi tidak percaya,” kata Presiden Bontang FC Udin Mulyono kepada wartawan, Rabu (19/5).

Udin membeberkan beberapa pemilik suara yang mengajukan mosi tidak percaya kepada KN antara lain Persijap Jepara, PSPS Pekanbaru, Persiba Balikpapan, Bontang FC, Pengurus Provinsi Sumatera Barat, Persiba Bantul, Persipura Jayapura, Mitra Kukar, Pengprov Sumatera Barat, dan Persidafon.

Udin menjelaskan bahwa mosi tidak percaya dilakukan karena Agum dinilai gagal melaksanakan tugasnya sebagai Ketua Komite Normalisasi. “Agum bertugas menormalkan situasi. Namun, dia bekerja tidak sesuai statuta. Lebih baik mundur atau dimundurkan,” tegas Udin.

Sebelumnya, Agum mengendus keterlibatan militer dalam pengumpulan mosi tidak percaya. Namun, juru bicara kelompok 78, Syahrial Damapolii, membantahnya.

“Tidak benar ada tekanan dari pihak tertentu, seperti aparat atau TNI yang menekan pengprov dan klub,” ujar Syahrial.

Syahrial menilai isu tersebut sengaja digulirkan oleh calon-calon yang ingin menjatuhkan George Toisutta dan Arifin Panigoro. “Isu ini sengaja digelontorkan Komite Normalisasi. Karena salah satu calon yg diusung adalah seorang militer sehingga dimanfaatkan isu ini,” tambah Syahrial.

Sementara itu di tempat terpisah Anggota Komisi X DPR RI  Zulfadhli meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga membantu Komite Normalisasi (KN) dalam melaksanakan Kongres PSSI dengan menjamin keamanan selama kongres digelar.

“Sebagai bentuk tanggung jawab, pemerintah melalui Menpora harus membantu KN dengan membantu dalam mengamankan kongres,” ujarnya dalam rapat kerja dengan Menpora di Gedung DPR, Jakarta, Rabu.
Hal ini, lanjut Zulfadhli, sangat penting karena ada isu ancaman terhadap KN terutama dengan tidak lolosnya Arifin Panigoro dan George Toisutta.

“Ini sudah ada gerakan untuk melakukan mosi tidak percaya pada KN dengan mengintimidasi pemilik suara agar mau menandatangani mosi tersebut. Jadi, pemerintah harus membantu KN,” kata anggota DPR RI dari Fraksi PKS itu.
Senada dengan Zulfadhli, anggota Komisi X lainnya, Dedi Gumelar juga meminta agar Menpora membantu KN dalam menggelar kongres PSSI. Sebab, KN merupakan pemegang mandat dari badan sepakbola internasional, FIFA.  (bbs/jpnn)

Catat Sejarah di ABL, Siap Bantu Raih Hasil Terbaik

Pemain Baru CLS Asal Amerika Serikat Christhoper E. Commons

Pada kompetisi ASEAN Basketball League (ABL) musim lalu Christhoper E. Commons masuk dalam catatan sejarah. Dia memegang rekor sebagai pencetak skor terbanyak dalam satu pertandingan. Bersama CLS Knights di turnamen internasional LA Lights World Challenge 2011, Commons .

AINUR ROHMAN, Surabaya

CHRISTHOPER E. Commons langsung tancap gas pada laga perdananya di turnamen internasional LA Lights World Challenge 2011. Melawan tim asal Tiongkok Sunlot Guang Tian Dui, Commons tampil garang dan menjadi top scorer bagi timnnya dengan torehan 34 poin.

Bagi Commons, start tersebut sangat baik. Ini menjadi modal berharga untuk menghadapi Melaka Selection hari ini (18/5). Dalam laga tersebut, pemain dengan tinggi 204 cm itu memang sangat dominan terutama aksinya di bawah ring. “Saya hanya berusaha melakukan yang terbaik,” ujarnya.

Bermain untuk CLS adalah tantangan tersendiri bagi Commons. Terutama untuk lebih memahami budaya basket Indonesia.

Maklum, pada musim 2010-2011, pemain asal Amerika Serikat (AS) tersebut baru menjajal atmosfer basket Asia Tenggara dengan membela Brunei Barracudas di ajang ASEAN Baketball League (ABL).

Musim lalu memang cukup mengecewakan bagi Commons. Brunei yang diasuh Geraldo ‘Bong’ Ramos tidak masuk babak semifinal. Padahal penampilan Commons cukup apik.

Bahkan, dia mencatat sejarah di ajang ABL sebagai pencetak skor tertinggi dalam satu pertandingan dengan donasi 38 poin saat mengalahkan Satria Muda Britama Jakarta. Secara keseluruhan, Commons adalah mesin skor paling rakus nomor dua di ABL dengan rata-rata 22 poin per-pertandingan.

Mendapatkan Commons bisa jadi merupakan keuntungan tersendiri bagi CLS. Selain penampilan mantapnya bersama Brunei, pada 2010 Commons adalah starter di tim basket Jerman BSW Wulfen. Dengan torehan 21,1 poin pergame, alumnus Findlay University, Ohio ini membawa Wulfen juara WBV Cup. “Saya berharap penampilan yang baik akan berlanjut,” ujarnya.

Bersama CLS, Commons bertekad memberikan hasil terbaik. Setelah bertanding sekali dan melakukan latihan bersama anak asuhan Risdianto Roeslan, Commons menuturkan CLS memiliki potensi besar.

“Mereka banyak diisi oleh pemain-pemain muda berbakat besar. Team work juga berjalan dengan baik. Saya yakin bisa berkembang di sini,” katanya.

Commons menambahkan, bermain di turnamen ini adalah sebuah pengalaman berharga. Indonesia adalah negeri asing keempat yang dia kunjungi. (*/diq/jpnn)

Pembalap Daerah Diberikan Fasilitas

Honda Racing Championship 2011

MEDAN-Ajang Honda Racing Championship (HRC) 2011 yang akan berlangsung di Sirkuit Lanud Medan pada 28-29 Mei mendatang tampaknya akan menjadi tontonan menarik sekaligus menghibur warga Kota Medan.

Pasalnya, hampir dapat dipastikan jika seluruh pembalap terbaik yang ada di Sumut bakal berpartisipasi. Itu bisa terjadi karena para pembalap yang berasal adri luar Kota Medan mendapat transportasi untuk mengangkut sepeda motornya menuju ke lintasan.

Fasilitas ini diberikan oleh dealer–dealer Honda yang berada di luar Kota Medan seperti Padang Sidempuan, Rantau Prapat, Pematang Siantar dan Kisaran.

“Semoga dengan cara ini seluruh pembalap dapat mengikuti even ini sehingga persaingan bakal semakin ketat,” harap Gunarko Hartoyo, Promotion Manager CV. Indako Trading Co., main dealer Honda di Sumatera Utara.
Selanjutnya Gunarko menerangkan bahwa beberapa dealer yang  mendukung gelaran HRC 2011 ini antara lain CV Teknik (Pematang Siantar), Anugerah Karya Abiwara (Asahan), CV. Indako Trading Co. Rantau Prapat. Sementara itu khusus wilayah Padang Sidempuan, para pembalap dapat menghubungi Putra Surya Jaya.

“Kami berharap agar para pembalap secepatnya menghubungi dealer yang telah dihunjuk sehingga mempermudah proses  mengangkut sepeda motornya,” imbuh Gunarko.

Gelaran HRC 2011 berlangsung di sembilan kota besar yang ada di Indonesia dengan memperlombakan kelas MP1 bebek tune-up 125cc 4-tak terbuka, MP2, bebek tune-up 110cc 4-tak terbuka, MP3 bebek tune-up 125cc 4-tak pemula, serta MP4 atau bebek tune-up 110cc 4-tak pemula.

Tiga kelas lainnya adalah MP5 yaitu bebek standar 125cc 4-tak pemula, MP6 atau bebek standar 110cc 4-tak pemula dan MP7 yaitu motor matic bermesin standar sampai 130cc terbuka. (mag-9)

Gara-gara Kompor Meledak

Jangan biasakan mematikan kompor minyak tanah dengan cara menghembus. Pasalnya, hal tersebut dapat mengakibatkan kompor meledak dan membahayakan diri sendiri. Seperti yang dialami Romaida (37), warga Jalan Turi Gang Perhubungan, Kecamatan Medan Denai.

Dia mengalami luka bakar akibat kompor minyak tanah miliknya meledak. Kini Rimaida harus dirawat di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Pirngadi Medan.

Saat kejadian, Romaida yang sedang berbadan dua ini baru selesai memasak untuk keluarganya. Kemudian dia hendak mematikan kompor dengan cara menghembusnya. Bukannya padam, api malah menyambar kepermukaan minyak tanah dan meledak. Tak ayal, api menyambar ke tubuhnya.

Keluarga korban yang mengetahui hal itu langsung membawa korban ke RSU Pirngadi Medan untuk mendapatan perawatan. Tim medis telah memberikan pertolongan secara medis dengan memberikan salap untuk luka bakar yang dialami korban.  Tampak suami korban dalam keadaan kebingungan ketika melihat istrinya yang tengah hamil muda terbaring di tempat tidur, dengan keadaan kulit melepuh.(mag-7)

Tagih Janji Wali Kota

Tiga bulan sudah para pejabat eselon II dan III dilantik Wali Kota Medan. Namun, belum terlihat kinerja yang maksimal dari para pejabat yang dilantik pada 18 Februari 2011 lalu. Karenanya, Wali Kota Medan diminta untuk melakukan evaluasi sesuai janji yang pernah diucapkannya beberapa waktu lalu.

Hal ini diungkapkan analis politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Rafdinal S Sos kepada wartawan Sumut Pos Ari sisworo, Rabu (18/5). Berikut petikan wawancaranya.

Apakah kinerja para kepala SKPD yang dilantik pada 18 Februari lalu itu sudah maksimal?
Skala prioritas kinerja, yang menentukan adalah Pemerintah Kota (Pemko) Medan dalam hal ini Wali Kota Medan Rahudman Harahap. Namun, dari perkembangan yang ada terlihat beberapa SKPD yang kemarin tepat menjabat tiga bulan belum menunjukkan hasil yang maksimal.

SKPD apa saja?
Kita ketahui Kepala Dinas Kebersihan Kota Medan Pardamean Siregar sempat diusir anggota DPRD Medan, dalam sebuah rapat yang digelar beberapa waktu lalu. Kemudian, program 1 April Medan bebas sampah juga belum terlihat hasilnya. Ini salah satu rujukan bagi wali kota untuk memberikan penilaian yang kemudian dilanjutkan dengan upaya evaluasi.

Selain Dinas Kebersihan, SKPD mana lagi yang patut diberi perhatian serius?
Dinas Perhubungan juga bisa menjadi salah satu nominasi. Kita lihat memang, perkembangan lalulintas di Medan belum menunjukkan perubahan yang signifikan. Kemacetan masih terus terjadi, dan beberapa kendala lainnya juga bisa teratasi. Untuk Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) juga bisa diberi perhatian terkait adanya dugaan korupsi itu.

Apa perlu dilakukan evaluasi?
Evaluasi dilakukan harus secara objektif. Evaluasi dilakukan berdasarkan target-target pencapaian yang telah ditentukan oleh wali kota dengan disinkronkan dari hasil yang terlihat saat ini. Kalau memang tidak ada perubahan atau peningkatan kinerja, harus ditegur. Kalau memang dianggap tidak mungkin kagi memberikan perbaikan ada baiknya diganti saja.

Bagaimana dengan janji evaluasi setelah tiga bulan yang disampaikan wali kota?
Pernyataan itu harus ditagih. Karena sebagai seorang pemimpin harus sesuai antara perkataan dengan perbuatan. Apalagi, dengan perkembangan yang ada banyak hal yang bisa menjadi masukkan bagi wali kota untuk melakukan evaluasi. Maka dari itu, kita sebagai masyarakat menagih janji itu.(*)

Usai Gelar Perkara, Tersangka Ditetapkan

Dugaan Korupsi Proyek Drainase di Dinas Bina Marga Medan

MEDAN- Penyidik polisi dari Polda Sumut akan segera menyeret tersangka kasus dugaan korupsi di Dinas Bina Marga Kota Medan dengan pagu P-APBD 2009 sebesar Rp38,8 miliar. Untuk mengetahui siapa pejabat yang dianggap bertanggung jawab tersebut, penyidik Reserse dan Kriminal Khusus (Reskrimsus) Poldasu terlebih dulu menggelar perkara yang dijadwalkan berlangsung pekan ini.

Hal ini memungkinkan dilakukan, menyusul telah diterimanya hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) atas kerugian negara mencapai Rp2,4 miliar.

“Reskrimsus akan menggelar perkara kasus tersebut. Ini untuk mengetahui siapa yang terlibat dan yang akan dijadikan tersangka,” ujar Kabid Humas Poldasu, AKBP Raden Heru Prakoso kepada Sumut Pos, Rabu (18/5).
Dijelaskan Heru, gelar perkara tersebut dilakukan terkait adanya kendala dalam penyidikan Sat III Tipikor Dit Reskrimsus Poldasu. “Biar ada masukan, mungkin ada bukti-bukti yang kurang makanya kita gelar perkaranya sekalian mengetahui yang terlibat,” ucap Heru lagi.

Saat disinggung kapan akan dilaksanakan gelar perkara tersebut, Heru mengaku belum mengetahui secara pasti kapan waktunya. Namun, Heru dapat memastikan gelar perkara tersebut akan dilaksanakan dalam minggu ini. “Untuk lebih jelasnya Reskrimsus yang tahu pelaksanaannya. Tapi dalam minggu ini akan digelar, “ beber Heru.
Seperti diketahui, penyidik Poldasu sudah mendapatkan hasil audit dari BPKP dengan total kerugian negara Rp2,4 miliar atas proyek drainase di Dinas Bina Marga Kota Medan. “Hasil audit dari BPKP, kerugian negaranya mencapai Rp2,4 miliar,” ujar Kabid Humas Poldasu AKBP Raden Heru Prakoso, Selasa (17/5).

Sebelumnya, untuk mengungkap kasus dugaan korupsi Dinas Bina Marga Medan senilai Rp39 miliar dari P-APBD 2009. Polda Sumut terpaksa menyita barang bukti dokumen dari sembilan perusahaan (rekanan) terkait pelaksanaan proyek. Sebab diketahui, proyek tersebut dibagi menjadi 495 paket yang terletak di 21 kecamatan dengan pagu sebesar Rp38.810.760.150 atau bila dibulatkan menjadi Rp38,8 miliar. Penyidik juga telah mengumpulkan sejumlah dokumen seperti fotokopi surat perjanjian kontrak, surat pengangkatan KPA (Kuasa Pengguna Anggaran, Red), PPTK (Pejabat Pembuat Teknis Kegiatan, Red), dan Panitia Pengadaan Barang dan Jasa.

Dalam pengerjaan proyek yang dilakukan secara penunjukan langsung (PL), penyidik menemukan adanya keterlibatan sembilan perusahaan dalam pengerjaan proyek tersebut. Kesembilannya adalah, CV Rahmat Abadi, CV Mustika Cemerlang, CV Rifki Faldo Abadi, CV Surya Gemilang, CV Mitra Anugrah, CV Rahmat, CV Wiraspati Kencana, CV Sumber Rezeki dan UD Perdana.

Tujuh terperiksa yang telah diwawancarai secara tertulis oleh penyidik adalah Dr Ir Gindo Maraganti Hasibuan, MM selaku Kadis Bina Marga (sekarang mantan, Red), Ahmad Buhari Siregar ST selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Ir Utuh Januar Sitompul, Mardian Habibi Gultom ST, Suwito, Gindo Purba, ketiganya selaku pejabat pembuat teknis kegiatan (PPTK), dan Eddy Zalman Saputra ST MT selaku Ketua Panitia Pemilihan Langsung.(adl)

Dijamin Bebas Kedipan

LG Luncurkan Produk TV Terbaru

PT LG Electronics Indonesia kembali meluncurkan produk terbarunya. Peluncuran ini ditandai dengan pameran yang dilaksanakan di Atrium Utama Sun Plaza Medan sejak 17 hingga 22 Mei 2011 mendatang.

“Dalam pameran ini, masyarakat Medan dapat merasakan secara langsung kecanggihan teknologi terkini LG,” ujar Tito, Branch Manager Area Medan dan sekitarnya dari PT LG Electronics Indonesia.

Peluncuran ini untuk produk LG Cinema 3D TM TV dan LG Smart TV dengan masing-masing teknologi yang digunakan. LG Sinema 3D TM TV hadir dengan teknologi terbaru yaitu FPR (Film Patterned Retarder), dimana teknologi ini tidak akan membuat mata lelah ketika menonton televisi. Berbeda dengan teknologi lainnya. Dimana merk lain masih menggunakan teknologi shutter glasses.

“Untuk kacamata yang menggunakan FPR, harganya jauh lebih mahal, dan terkadang membuat kepala jadi pusing dan menimbulkan rasa mual,” ujar Terry Putera Santoso, Product marketing Flat Panel Display PT LG Electronics Indonesia. Selain itu, produk TV ini mendapat sertifikat uji resmi dari dua lembaga berskala Internasional untuk jaminan bebas kedipan.

Sementara itu, untuk produk LG Smart TV, memiliki teknologi point, click, control dan simply smarter. TV ini memungkinkan pengguna memperoleh akses pada kekayaan konten melalui sambungan internet, atau layaknya seperti smartphone. LG juga menaruh perhatian lebih pada tampilan dan susunan antar muka LG Smart TV dengan merancang tampilan utama (home dashboard) yang menawarkan akses mudah untuk menimati konten didalamnya.
Untuk konten sendiri, konten dilengkapi dengan konten global pilihan seperti YouTube, Picassa dan AccuWheater, selain itu untuk konten juga dilengkapi dengan konten lokal terbaik dan pilihan. Untuk pameran, Medan merupakan daerah pertama di Indonesia dalam peluncuran produk ini, “Ini merupakan suatu prestasi yang sangat membanggakan, karena Medan menjadi kota pilihan pertama,” lanjut Tito.(mag-9)