Home Blog Page 15442

Hari Ini Sudah Boleh Ambil Hadiah

Gebyar Pembaca Sumut Pos Periode I

MULAI hari ini, Senin (9/5), pemenang Gebyar Sumut Pos Periode I dapat mengambil hadiah utama sepeda motor Honda Beat dan hadiah lainnya. Hadiah utama ini dimenangkan mahasiswi bernama Debora Siringoringo, warga Jalan HM Jhoni Nomor 70B Medan.

“Hadiah dapat diambil pada 9-23 Mei 2011 pukul 09.30-16.00 WIB di Graha Pena Medan Jalan Sisingamangaraja Km 8,5 Nomor 134 Medan Amplas. Para pemenang diwajibkan membawa kopian kartu identitas dan menunjukkan identitas aslinya dengan data diri sesuai yang tertera di kupon. Hadiah dapat diambil dari saudari Melinda atau saudara Deddi Mulia Purba di Kantor Sumut Pos,” kata Manager Event Organizer Sumut Pos Darwin Purba didampingi Koordinator Event Organizer Sumut Pos Deddi Mulia Purba di Graha Pena Minggu (9/5).
Para pembaca Sumut Pos yang beruntung diimbau untuk mengambil hadiah sesuai waktu yang telah ditetapkan. “Bila hadiah tidak diambil sampai batas yang ditentukan panitia maka hadiah akan menjadi milik Sumut Pos,” ujar Darwin.
Bagi-bagi hadiah bagi pembaca Sumut Pos ini masih akan diundi di Bulan Agustus 2011 untuk penarikan undian periode Mei-Juli 2011. Karenanya, Deddi mengajak pembaca Sumut Pos baik yang membeli eceran maupun langganan untuk tetap mengikuti program Gebyar Pembaca Sumut Pos periode II. “Caranya dengan mengisi data diri pada kupon Gebyar Pembaca Berhadiah Sumut Pos. Pengiriman kupon dapat dititip melalui puluhan toko yang dihunjuk panitia, diantar langsung ke Graha Pena maupun dikirim melalui pos,’’ kata Koordinator EO Sumut Pos tersebut.

Dalam undian kali ini, 10 pembaca Sumut Pos yang berhasil meraih hadiah masing-masing satu unit telepon flexi yakni Asriani Jalan Pimpinan Gang Murni Nomor 28 Kelurahan Sei Kera Hilir I Medan Perjuangan, Yulisna Jalan Pertemuan Nomor 46 Medan Perjuangan, Syarifuddin S Jalan Brigjen Katamso Gang Amir Nomor 9 Kampung Baru Medan, Muhammad Yusuf Siregar Jalan Selamat Nomor 173 Lingkungan IX Medan Amplas, Suherman Jalan Pasar V Dusun XII Tembung, Taufik Hidayat Jalan Pelopor Nomor 47 Medan Kota, Supiatman Jalan Pasundan Gang Sedulur Nomor 46 Medan, Alma Hotnida Sari Bulan Jalan Perjuangan Griya Setia Budi C-1 Medan, Sukardi SE Jalan Raya Batang Kuis Gang Tirta Jaya Nomor 7 B Bedimbar Tanjung Morawa dan Rahmad Ramadhan Nasution Jalan Letda Sujono Nomor 36 Gang Palapa Medan Tembung. ‘’Untuk hadiah dispenser diraih Siti Masfufah Jalan SM Raja Km 5,5 Gang Garu II Nomor 12A Medan dan hadiah telepon Blackberry diraih Abd Rahman Rais Jalan Beringin Pasar VII Gang Murni Nomor 14 Tembung,’’ rinci Deddi.

Adapun 30 pemenang Gebyar Pembaca Berhadiah Sumut Pos untuk hadiah kaos terdiri ME Sinurat Jalan Pembangunan Nomor 119 USU Padang Bulan, Ari Syahputra Jalan Pematang Pasar Alfaka VIII Nomor 96 Tanjung Mulia, Eli Saragih SH Jalan Pintu Air IV Nomor 197 Kuala Bekala, Syafrizal Jalan Karya Bhakti Nomor 71 Indra Kasih Tembung, Muhammad Aswin Jalan Rawa Gang Setia Nomor 5 Medan, Ahmad Iqbal Lc Jalan Suka Cerdas Kelurahan Suka Maju Kecamatan Medan Johor, Rizki Haryani Jalan Beringin Nomor 48 Pasar VII Tembung Deli Serdang, Endang Sugiyanti SPd Kompleks Puskoppabri Blok A Nomor 5 Dusun VII Tanjung Morawa, SabaruddinJalan Deli Tua Km 9,3 Nomor 85, Herawati Jalan Halat Nomor 175 Kota Matsum 11 Medan Area.

Sarian Seno Jalan Pelajar 110 Teladan Timur Medan, Fadly Syahputra Jalan Pimpinan Gang Amal Nomor 13/14 Medan, Nurlina Br Manullang Jalan Jamin Ginting Lingkungan I Nomor 20 Simpang Selayang Medan, Lamsari Masution Jalan Air Bersih Nomor 159 A Medan, Hotma Hervita Sihotang Jalan Karya Dame Gang Ayem Nomor 56 D Medan, Misni Hayati Jalan Letda Sujono Gang Pejuang Nomor 8 Medan Tembung, Wandarmansyah Barus Jalan Dame Nomor 57 Lingkungan VIII B Kelurahan Timbang Deli, Nurman SPdI Jalan Pamah SDN 108075 Deli Tua, Wilson Manurung Jalan Syailendra Nomor 32 Pringgan, Rahmat Sembiring Jalan Limau Manis Pasar XIV Dusun VII Medan Sinembah Tamora.

Ilmiati Jalan Pelajar Pasar III Mariendal I, Jhonson Pardomuan Pasaribu Jalan Tempuling Nomor 142 Sidorejo Hilir Medan, Nazaruddin Abas Jalan Utama Gang Cendana 220 A/10 Medan, Michael Endro Jalan Bersiap Nomor 95 Desa Tengah Pancur Batu, Nebus Sembiring Jalan Bunga Rampe 157 Simalingkar B Medan, Darwin TariganJalan Perwira Dusun VI Desa Mekar Sari Deli Tua, drg Jemmy Sembiring Jalan Binjai Km 7,5 Pasar 2 Nomor 285 Medan, Bun Tjhin Jalan Batang Kuis Pasar VI Desa Telaga Sari Tanjung Morawa, Sularno Jalan Utama Nomor 184 Kedai Durian Deli Tua dan Rusmaidar Jalan Panglima Denai 127 B/Jalan AR Hakim 153 C.

Sedangkan 30 pemenang hadiah jam dinding yakni Megawati Gang Masjid Nomor 47 Medan, Lestari Ruma Horbo Jalan Parkit VIII Nomor 235 Perumnas Mandala Medan, Tumpal Marpaung SE Jalan Jamin Ginting Nomor 689 Kelurahan Titi Rante Medan Baru, Ahmad Gani Martinus Jalan Tulip Nomor 122 Komplek TMI, Samuel Purba Jalan Perkutut Gang Ikhlas Nomor 4 Helvetia Tengah, Nurmansyah SSos Jalan Persamaan Nomor 8 Simpang Limun Medan, Jasudin Sitorus Jalan Enggang XIII/304 Perumnas Mandala, Rusli Jalan Eka Suka IV Nomor 27 Gedung Johor Medan, Poppy Dian A Siregar Jalan Letda Sujono Gang Pisang Nomor 3 Medan dan Okvandri A Nainggolan Jalan Pendidikan Dusun III Sei Rotan Percut Sei Tuan Deli Serdang.

Iyutlina Situmorang Jalan Jala IV Lingkungan 04 Gang Kambing, Lorong Keluarga, Paya Pasir Medan Marelan, Yan Yunarto Pasar VII Simpang Beringin Tembung, Tugimin SM Jalan Garu III Nomor 88 Medan, Ansari SS Perumahan Villa Setia Budi Flamboyan Jalan Flamboyan Raya Blok II Nomor 9 Medan, Harningsi Fitri Situmorang Jalan AR Hakim Gang Pendidikan Nomor 20 Medan, Sudin Sinaga Jalan Bajak V Nomor 12 Lingkungan VIII Medan, Mutia ST Jalan Bajak Nomor 52A Medan Amplas, Syahyu Nelvi Jalan SM Raja Km 6,1 Nomor 31 Medan, Paing Jalan Sejati Nomor 39 Dusun V Desa Mariendal Kecamatan Patumbak, Diba Suraya Jalan Medan Area Selatan Gang Gelas Nomor 14 Medan.

Selanjutnya Dahrul Faisal Tjg Jalan Utama Gang Setia Nomor 40A Medan, Achmadin Situmorang Jalan Pimpinan Gang Melur Nomor 10 Medan, Hasan Lubis Jalan Selamat Gang Haji Nomor 2 Kelurahan Sitirejo II Medan Amplas, Sudes Wanti Jalan Cinta Karya Nomor 49 Sari Rejo Polonia Medan, Ratna Wati Jalan Sempurna Nomor 182 Medan, Irwan Dusun I Desa Bakaran Batu Lubuk Pakam Deli Serdang, M Rais Jalan Brigjen Bejo Gang Kelapa II Nomor 81A PBD II, Amrizal Nasution Jalan Akasia Raya Nomor 66 Blok II Perumnas Helvetia Medan, Riky Bayudianto Jalan Karya XII Gang Mustafa III Nomor 6C Medan Johor dan Bun Tjhin Jalan Batang Kuis Pasar VI Desa Telaga Sari.

Untuk 25 pemenang hadiah payung yakni Farida Hanum Jalan KL Yos Sudarso Km 7,8 Gang Tape Nomor 1 Lingkungan I Medan, Amri Bachtar Kompleks Pinang Baris Nomor 5 Medan Sunggal, Freddy Abdullah Jalan Panglima Denai Gang Zainal Abidin Nomor 15D Medan, Syahyu Nelvi Jalan SM Raja Km 6,1 Nomor 31A Medan, Loisa Simanjuntak Jalan Darussalam Gang Turi II Nomor 2 B Medan, Faizah Zahria Nasution Jalan Pimpinan Gang Amal Nomor 13/14 Medan, Adriana Armawita S di Negeri Gugu Kecamatan Sibolangit, Ida M Tambunan Gang Pendidikan Lorong Bersama Medan, Hendra Effendi Jalan SM Raja Nomor 353A Simpang Limun Medan, Suradman Chaniago Jalan Beringin I Dusun VIII Gang Kasuari Tembung.

Kemudian Drs Harmaini Margolang Jalan Tirta Deli Dusun II Desa Tanjung Morawa A Kecamatan Tamora, Ali Sunandar Jalan Sei Mencirim Km 15,2 Diski Sunggal, Drs Chaidir Zein Nasution Jalan Garu IIA Gang Melur Nomor 36B Medan, Raja Jalan Seriti VI Nomor 65 Perumnas Mandala Medan, Frengki Saragi Jalan Trikora Nomor 6 Medan, Ria Royani Jalan Garu IIB Gang Jasa Nomor 36 Harjosari I Medan Amplas, Anas Abd. Rachman Jalan Puyuh XIV/243 Kenangan Baru, Perumnas Mandala, Lasmiati Jalan Limau Manis Pasar XIII Tanjung Morawa, Jasudin Sitorus Jalan Enggang XIII/304 Perumnas Mandala, Murni Sitompul Patumbak, Benni Yus Jalan Sari Nomor 57 Lingkungan I Kedai Durian, Medan Johor, Sahat Maruli Hasugian Jalan Besar Deli Tua Nomor 82, Junianto Marpaung Jalan Nanggar Jati Nomor 70C Medan, Budi Masya Dusun III Desa Mariendal II Patumbak dan Muhammad Rolit Nasution Jalan Selamat Gang Sederhana Nomor 9 Medan. (dmp/eo)

Jaga Azas Praduga tak Bersalah

Pemeriksaan Kasus Penganiayaan Ir Masfar

MEDAN-Kasus penganiayaan dan penyiraman soda api dengan korban Ir Masfar Sikumbang, harus diperiksa secara objektif. Proses pemeriksaan yang dilakukan pihak kepolisian tetap harus berjalan dan semua pihak hendaknya tidak memperkeruh suasana.

“Penyelidikannya harus disertai bukti. Nah, mencari pembuktian itu adalah tugas kepolisian,” kata Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan Amiruddin, Minggu (8/5).

Objektif dalam konteks azas pra duga tak bersalah. “Kita tahu ada azas pra duga tak bersalah.
Maka ini juga harus jadi perhatian, paling tidak seperti yang saya katakan tadi pemeriksaan harus objektif,” ungkapnya.

Ketua DPRD Medan pengganti Deni Ilham Panggabean ini menambahkan, polisi juga harus transparan ke publik.

“Masyarakat di luar memiliki asumsi masing-masing. Setelah pemeriksaan yang objektif nanti, sebaiknya pihak polisi membeber persoalan yang sesungguhnya,” pintanya.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan 12 saksi, penyidik Jahtanras (Kejahatan dan Kekerasan) Polresta Medan masih menganalisis keterangan saksi mata penyiraman soda api terhadap Masfar, Selasa 26 April lalu. “Kita masih mendalami keterangan satu saksi yang diduga melihat pelaku di lokasi kejadian,” ujar Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Fadillah Zulkarnaen dari telepon selulernya, Minggu (8/5)
Fadillah mengharapkan peran masyarakat membantu mengungkap pelaku dengan melaporkan ke polisi bila melihat seseorang dengan wajah seperti sketsa yang disebarkan.

Disinggung pengakuan Ir Masfar yang masih dirawat di RS yang sudah dipertemukan dengan seorang tersangka, Fadillah mengatakan orang tersebut bukanlah pelakunya. “Korban ragu saat memberikan keterangan. Setelah dilakukan pemeriksaan kedua orang yang dicurigai, ternyata bukan mereka pelakunya. Jadi kita masih menetapkannya sebagai saksi,” ungkapnya. (ari/adl)

Rp1 Juta untuk Tidur di Moncong Merlion

Ikan Kepala Singa yang Sedang Jadi Hotel mewah Satu Kamar

Salah satu kepiawaian Singapura memang jualan. Patung Merlion di Merlion Park, dekat Marina Bay, misalnya. Si singa berbadan ikan itu sedang dialihfungsikan sebagai hotel luks. Berikut laporan wartawan Jawa Pos (grup Sumut Pos) DOAN WIDHIANDONO yang baru berkunjung dari sana.

WAJAH Merlion tak tampak Selasa (3/5) siang itu. Separo atas patung yang terletak di dekat Esplanade, gedung seni dengan atap berkontur kulit durian tersebut, sedang ditutup papan-papan. Warnanya oranye.
Badan yang berbentuk ikan masih tampak. Tapi, tubuh itu dikelilingi rangka-rangka besi yang begitu rapat. Persis seperti orang merenovasi bangunan. Kesannya, Merlion sedang dipercantik. Mungkin diperbaiki, dicat, atau dibersihkan.

Meski begitu, antrean di sekitar buntut Merlion tetap begitu panjang. Orang berbaris satu per satu, membentuk ular dengan tiga kelokan, untuk kemudian “lenyap” beberapa saat di kotak oranye yang sedang menutupi kepala Merlion tersebut.

Memang, Merlion sedang tak tampil dalam wujud biasanya: singa jantan berbadan ikan yang sedang meludah, eh menyemburkan air. Ia sedang didandani Tatzu Nishi, seniman yang lahir di Nagoya pada 1960 dan kini menetap di Berlin serta Tokyo. Selama sekitar sebulan, 13 April-15 Mei, patung merlion itu menjadi The Merlion Hotel, penginapan sangat mewah dengan hanya satu kamar.

Nizhi adalah salah satu di antara 63 seniman dari 30 negara peserta Singapore Biennale 2011. Para artis itu memamerkan 161 karya yang tersebar di empat venue. Yakni, Singapore Art Museum, The National Museum of Singapore, Old Kallang Airport, dan Marina Bay. Nah, karya yang dipajang di Marina Bay ya The Merlion Hotel tersebut. Ia adalah karya seni berbentuk kamar hotel atau hotel yang sejatinya adalah karya seni. Sama saja.

Dalam penjelasan yang dirilis Singapore Biennale, Nizhi disebut menawarkan persepsi berbeda tentang monumen Merlion, tetenger Singapura yang dibangun pada 1972 tersebut. Nishi meruntuhkan persepsi orang tentang ruang awam dan ruang pribadi. Caranya, dia mengawinkan Merlion, monumen yang kondang sebagai ruang publik itu, dengan ranah yang begitu intim dan personal. Yakni, kamar hotel.

The Merlion Hotel pun bukan sekadar benda seni. Ia hadir benar-benar sebagai hotel yang bisa di-booking dan diinapi. Jatahnya, hanya satu penyewa tiap malam, mulai pukul 19.00 dan check-out keesokan paginya sebelum pukul 10.00. Ongkosnya SGD 150 atau sekitar Rp 1,045 juta. Cukup murah untuk menikmati kemewahan kamar hotel di sebuah lokasi strategis di Singapura.

Kemewahan hotel itu pun bisa dirasakan pengunjung secara gratis, tiap hari mulai pukul 10.00 hingga 19.00. Saat itulah orang-orang antre panjang demi masuk sejenak ke hotel satu kamar tersebut.
Para pengunjung pagi – yang gratisan- akan diberi koin plastik, mirip biji permainan karambol, saat mengantre. Warnanya hijau atau kuning. “Maaf, ini untuk apa?” tanya Jawa Pos kepada salah seorang petugas pameran yang bertugas mengatur antrean.

Nancy, petugas berparas manis itu, menjelaskan bahwa koin plastik tersebut adalah nomor antrean dan sebagai tanda masuk hotel. Aneh, memang. Sebab, koin itu polos. Tak ada nomor, tak ada huruf. Juga tidak ada nominal dolar penanda pembayaran. “Ya memang. Kan masuknya gratis. Jadi, ini pura-puranya uang masuk hotel,” ujar Nancy lalu tersenyum.

Karena yang dimasuki adalah hotel, pengunjung terikat sejumlah aturan. Itu sudah dijelaskan saat pengunjung mulai berbaris masuk hotel. Jadi, setiap beberapa langkah, ada petugas pameran yang terus-menerus menyuarakan aturan tersebut. Yakni, jumlah pengunjung yang masuk dibatasi, tidak boleh mengotori hotel, tidak boleh memindah barang, tidak boleh menggunakan kamar mandi, tidak boleh keluar ke balkon. Sampai di sini, masih belum terbayang bahwa moncong Merlion itu bisa menjadi hotel yang fasilitasnya begitu lengkap.

Di ujung antrean, ada dua petugas lagi. Semua masih muda, berusia anak kuliahan. Satu orang bertugas mengambil uang-uangan, seorang lagi mengatur jumlah pengunjung, yakni sekitar 10″15 orang sekali masuk. Bersama wartawan koran ini, siang itu ada 12 pengunjung lain.

Aturan pertama sudah dirasakan di kepala antrean itu. Yakni, pengunjung harus melepas alas kaki. Tak ada tempat untuk menaruh sepatu atau sandal. Semua diletakkan sendiri di trotoar di tepi muara Sungai Singapura (Singapore River) tersebut. Setelah itu, berjalan berjingkat-jingkat menuju tangga besi untuk masuk hotel. Jalan berjingkat itu bukan peraturan. Tapi, kalau siang, paving stone trotoar di pinggir jalan tersebut begitu panas.

Setelah tangga besi “yang juga panas kalau siang”, pengunjung akan langsung disambut meja resepsionis. Ada dua orang yang bertugas menerima tamu untuk malam. Persis hotel betulan. Kalau siang, mereka hanya mempersilakan pengunjung langsung masuk kamar.

Di dalam kamar itulah aroma kemewahan langsung menyambut. Kamar tersebut berukuran sekitar 5 x 5 meter persegi. Temboknya bernuansa cokelat dengan kertas dinding bermotif ikon-ikon Singapura. Mulai Singapore Flyer alias wahana kincir setinggi 165 meter (tertinggi di dunia), patung Sir Thomas Stamford Raffles, hingga gambar Merlion itu. Langit-langit hotel tersebut putih bersih dengan lampu temaram mengelilingi sudutnya. Lantainya praquet kayu yang menguatkan kesan klasik dan mewah. Di tengah-tengah ada karpet merah sebagai alas tempat tidur king sized.

Tapi, titik perhatian utama di ruang tersebut adalah si kepala singa yang menyembul di tengah-tengah lantai, tepat di atas bagian kepala tempat tidur. Kepala singa itu sundul langit-langit. Singa tersebut menganga dan menatap tajam ke arah laut. Di dalam mulutnya ada kepala saluran air. Di situlah biasanya air mengucur terus-menerus.

Biasanya, orang memang tak bisa sedekat ini dengan kepala Merlion setinggi 8,6 meter tersebut. Mereka hanya bisa melihat dari jauh atau mendekat ke tubuhnya sebagai latar belakang foto. Jarang sampai bisa melihat detail kepala, mengamati matanya, hingga mendekat ke gigiginya.

Di seberang pintu masuk, tepat di depan wajah singa, ada jendela kaca yang bisa dibuka. Di luar adalah balkon berlantai kayu dengan pagar besi. Pemandangan dari balkon cukup spektakuler. Khas Singapura. Yakni, Singapore Flyer, tribun penonton Grand Prix F1 Singapura, gedung Esplanade, serta Marina Bay Sands “hotel dan kasino yang berdiri menantang langit dengan tiga tower kembar itu.

Kamar mandi hotel pun cukup mewah. Nuansanya putih. Bagian dinding yang menghadap laut adalah kaca. Karena itu, kalau dibuka, orang seolah-olah mandi di ketinggian, berbatasan langsung dengan laut.
Di seberangnya juga masih tampak Marina Bay Sands, hotel mewah yang ongkos menginapnya empat hingga delapan kali lipat The Merlion Hotel yang hanya satu kamar itu. Bolehlah kalau para tamu mandi sambil membayangkan menginap di Marina Bay Sands. Seperti makan nasi-kerupuk di sebelah orang jual sate.

Sebagai sebuah penginapan, The Merlion Hotel memang harus lengkap. Selain balkon dan kamar mandi itu, tamu juga mendapat fasilitas standar berupa perangkat mandi dan coffee-maker plus dua botol air mineral. Semua pakai logo The Fullerton, hotel bintang lima di seberang jalan. Logo dan nama The Fullerton juga ada di dua pasang sandal putih untuk para tamu hotel.

Selain sebagai ekspresi seni, pengubahan patung Merlion sebagai hotel itu sejatinya menggugah kembali potensi monumen tersebut sebagai wahana wisata Singapura. Sebab, Merlion itu mulai terengah-engah mengejar tempat wisata lain yang tampil jauh lebih elok. Sebut saja Universal Studio Singapura di Pulau Sentosa yang hampir selalu full. Di kawasan Marina Bay, patung Merlion “bersaing” dengan Singapore Flyer dan Marina Bay Sands.

Memang sulit mengukur berapa pengunjung yang datang di monumen Merlion itu. “Tak ada data pasti. Tapi, rasanya turis hanya mampir sekejap di sini. Satu”dua jepretan, langsung pergi,” kata Koh Leuw, seorang penjaga pameran. Pendapat itu pun pribadi, bukan berdasar data resmi.

Memang, para turis masih tetap menjadikan patung Merlion di kawasan Marina Bay itu sebagai “lokasi wajib” yang harus disambangi ketika di Singapura. Selain di situ, ada empat lainnya yang dinyatakan sebagai patung Merlion resmi oleh pemerintah Singapura. Di Marina Bay ada dua. Satu yang sedang jadi hotel, satu lagi kembaran kecilnya (setinggi 2 meter) yang berada di belakangnya.

Yang paling jangkung adalah Merlion setinggi 37 meter di Pulau Sentosa. Selain itu, ada dua Merlion lagi “masing-masing setinggi 3 meter” di kawasan Grange Road dan Mount Faber.

Di luar Singapura, kembaran Merlion ada di Merlion Restaurant di Cupertino, California, Amerika Serikat. Di negeri kita, Merlion “persis yang di Singapura” berada di kawasan perumahan CitraLand, Surabaya, Jawa Timur.

Kalau berminat menginap di bawah mulut singa, silakan datang ke Singapura. Harus cepat karena, kata petugas pameran, yang mengantre untuk tidur sangat banyak. Hotel tak pernah kosong satu malam pun. Kalaupun menginap di The Merlion Hotel, tak perlu khawatir singa itu tiba-tiba menyemprotkan air ketika para tamu sedang tidur di bawah moncongnya. (*/c5/ttg)

Berondong? Yang Penting Cocok

Tiwi T2

Tua dan muda dalam urusan bercinta itu tidak penting. Kalau sudah jodoh dan merasa cocok satu sama lain, soal umur harusnya sudah tidak lagi dipermasalahkan.

“Secara pribadi, gue nggak begitu ngerti kenapa seseorang itu suka pasangan yang muda atau tua. Semua tergantung selera dan usahanya dapat pasangan. Yang penting masing-masing dari mereka dapat kecocokan. Itu jodoh namanya,” kata Tiwi T2 saat ditemui setelah manggung di Dahsyat RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta, baru-baru ini.

Penyanyi kelahiran 5 Februari 1986 ini menjelaskan, dalam bercinta jangan melihat pandangan orang lain. Karena, katanya, kesan itu selalu bermakna baik dan buruk. “Bisa positif atau negatif, tergantung pasangan itu ngejalanin hubungannya sebaik mungkin. Jangan mikirin orang lain deh,” ungkap jebolan Akademi Fantasi Indosiar (AFI) Tahun 2005 ini.

Nah kalau sudah menikah,kata Tiwi,  hendaknya saling bisa mengerti.  “Gue nyaranin aja, rahasia biar tetap harmonis, harus ada rasa cinta, saling pengertian. Tumbuhkan kasih sayang dengan pasangan dan saling mengisi di saat senang maupun susah,” saran  kekasih gitaris grup band Domino.(ade/rm/jpnn).

80-an Rumah Ludes Terbakar di Sibolga

SIBOLGA-Sekitar 80 rumah milik warga di jalan Mojopahit atau jalan Baru kelurahan Pancuran Bambu kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga ludes terbakar, Minggu (8/5) pukul 16.30 WIB. Informasi dihimpun METRO TAPANULI (grup Sumut Pos) menyebutkan, api dengan cepat membesar akibat angin kencang. Selain memusnahkan 80-an rumah, 2 usaha perikanan (tangkahan ikan) milik warga setempat juga musnah terbakar.

“Rumah-rumah warga kebanyakan terbuat dari papan,” ujar sejumlah warga di lokasi kejadian.
Dengan penyiraman dengan air seadanya ditambah dengan bantuan 2 unit pemadam kebakaran dan 2 mobil tangkai Air PDAM Tirta Nauli,api baru padam pukul 17.30 WIB.

Menurut Lurah Pancuran Bambu, Dicky Lubis SSos, data sementara diperkirakan 80-an rumah warga yang ludes. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir miliaran rupiah.
Aparat Polres Sibolga Kota masih mencari penyebab kebakaran.“Di lokasi kejadian kita melihat puluhan rumah warga sudah rata akibat besarnya api,” tandas Kapolres AKBP Joas Feriko.
Wali Kota Sibolga Drs HM Syarfi Hutauruk bersama Ketua DPRD Sibolga dan unsur Muspida yang meninjau langsung lokasi kebakaran. Korban kebakaran kemudian ditampung di Aula Kantor Kelurahan Pancuran Bambu dan Masjid Al Mukhlisin Eks PHR Sambas sebagai sebagai posko sementara korban kebakaran.
“Kita juga mendirikan dapur umum,” kata wali kota. (tob/muh/smg)

2 Pengganti Osama Ditakuti AS

Al Qaeda Siapkan Pemimpin

WASHINGTON – Delapan hari setelah penggerebekan di Abbottabad, Pakistan yang menewaskan Osama bin Laden, Al Qaeda belum mengumumkan pengganti sang pemimpin. Disebut-sebut ada dua pengganti yang akan ditunjuk Dewan Syuro organisasi yang sudah berusia 22 tahun tersebut.
Analis intelijen di Pentagon Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) percaya, Ayman Al Zawahiri yang selama ini menjadi orang nomor dua di Al Qaeda-lah yang akan menggantikan kedudukan Osama.
“Tapi, ada indikasi kuat bahwa dia tak disukai sejumlah kalangan di organisasi itu,” kata seorang pejabat senior Pentagonseperti dilansir Washington Post kemarin.

Fawaz Gerges, guru besar studi Timur Tengah di London School of Economics menganggap tak ada yang bisa menandingi kecerdasan intelektual dan ideologi Zawahiri. Maklum, dia terlahir dari keluarga intelektual. Dia adalah keturunan salah seorang pendiri Liga Arab dan imam besar Masjid Al Azhar, Kairo. Dia juga rajin berorganisasi sejak mahasiswa serta pernah ditangkap dan disiksa di awal kepresidenan Hosni Mubarak.
Banyak kandidat lain di luar Zawahiri (lihat grafis). Di antaranya, pemimpin Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP), Anwar Al Awlaki. Petinggi Pentagon lain menyebut dua nama lain, Atiyah Abd Al Rahman dan Abu Yahya Al Libi, jihadis veteran asal Libya.

“Atiyah dan Abu Yahya disukai karena pendekatan personal mereka dan lebih berpengalaman di lapangan,” kata si petinggi Pentagon kepada Washington Post. Faktor lain yang mungkin membuat Al Qaeda belum menunjuk pengganti Osama, secara struktural yang memegang kekuasaan di organisasi itu adalah dewan syura. Mayoritas anggota dewan tersebut sudah bersumpah hanya mengakui kepemimpinan Osama.
Bisa juga itu terjadi karena para jihadis di bawah Al Qaeda tak membutuhkan pemimpin baru. “Buktinya, sejak kematian Osama, nyaris tak ada perbincangan di forum kelompok jihad radikal tentang pemimpin baru Al Qaeda,” kata Rita Katz, direktur eksekutif SITE Intelligence Group, lembaga yang memonitor situs kelompok jihad di internet.

Bagaimana calon kuat lain, Anwar Al Awlaki? Meski mungkin secara struktural masih berada di bawah Zawahiri, dia justru dianggap lebih berbahaya oleh Pentagon. Sebab, 300 anggota AQAP yang dia pimpin merupakan sel Al Qaeda yang paling aktif beraksi.

Dialah sosok di balik aksi Umar Farouk Abdulmutallab yang nyaris meledakkan pesawat Northwest Airlines di langit Detroit, 25 Desember 2009. Juga pembantaian oleh Mayor Nidal Hassan di Fort Hood, Texas, yang menewaskan 13 orang sebulan sebelumnya.

Karena itu pula, seperti Zawahiri yang keberadaannya diupayakan dibongkar lewat dokumen yang disita di Abbottabad, AS bernafsu memburu lelaki kelahiran AS dari orang tua asal Yaman tersebut. Kamis lalu (5/5), dia beruntung karena lolos dari maut setelah sebuah rudal menghajar kendaraan yang semula diduga dinaiki lelaki bergelar insinyur teknik sipil itu. (c11/ttg/jpnn)

Selangkah Lagi

Man United vs CHELSEA
MANCHESTER-Juara bertahan English Premier League (EPL) Chelsea tampaknya bakal kehilangan gelar. Kemungkinan itu semakin besar setelah sang rival Manchester United, menaklukkan anak asuh Carlo Ancelotti dengan skor 2-1 pada matchday ke-36 yang berlangsung di Stadion Old Traffiord, kemarin (9/5) malam.

Pada pertandingan itu tuan rumah mencetak gol cepat melalui aksi Javier ‘Chicharito’ Hernandez pada detik ke-37 serta Nemanja Vidic di menit ke-23. Sementara Chelsea meraih gol hiburan lewat Frank Lampard di pertengahan babak kedua.

Dengan hasil ini maka The Red Devils selain melakukan revans atas kekalahan 1-2 pada putaran pertama yang berlangsung 1 Maret 2011 lalu, di sisi lain, kemenangan itu kian mengokohkan posisi The Red Devils dipuncak klasemen, setelah mengumpulkan 76 poin. Praktis Wayne Rooney dkk hanya membutuhkan satu poin tambahan dari dua laga tersisa, yaitu kontra Blackburn Rovers (14/5) dan Blackpool (22/5).
Sementara The Blues tertahan di posisi kedua dengan 70 poin.

Peluang juara hampir pasti tertutup, karena selain harus memenangkan seluruh laga tersisa, yakni saat menjamu Newcastle (14/5) dan melakoni partai tandang kontra Everton (22/5), anak buah Carlo Ancelotti pun harus menunggu agar sang pemuncak klasemen kalah dalam dua pertandingan tersisa. Sungguh mustahil.

Sebelumnya, bek yang juga pemain senior di kubu Manchester United Rio Ferdinand telah memprediksi jika timnya akan mampu mengatasi Chelsea.

Perkiraan mantan pemain West Ham dan Leeds United ini disebabkan dua kekalahan yang dialami Chelsea di ajang Liga Champions, beberapa waktu lalu.

“Chelsea tahu kami bisa mengalahkan mereka. Pasalnya, mampu bermain cukup baik pada dua pertemuan di ajang Liga Chamnpions, utamanya pertandingan yang berlangsung di Stamford Bridge. Saya tahu, mereka akan terbebani dengan kemenangan yang kami raih itu,” bilang Rio Ferdinand, centre back Manchester United. (bbs/jpnn)

Thailand-Kamboja Gagal Akhiri Sengketa

JAKARTA – Kohesivitas ASEAN mendapatkan ujian. Upaya forum konferensi tingkat tinggi (KTT) organisasi negara-negara di Asia Tenggara tersebut untuk mencarikan solusi terhadap sengketa perbatasan Thailand dan Kamboja tidak mem bawa hasil alias gagal. Kedua pemimpin negara itu justru terkesan sama-sama tidak ingin mengalah dalam perundingan yang dimediasi oleh Indonesia kemarin (8/5).

“Belum ada jalan keluar,” tegas Menlu Thailand Kasit Piromya kepada wartawan setelah pertemuan trilateral (Indonesia-Thailand-Kamboja) berakhir tanpa menjelaskan secara detail. “Kami memerlukan pembicaraan lebih jauh setelah ini,” terangnya.

Indonesia menjadi tuan rumah KTT ASEAN tahun ini. Dalam pidato pembukaannya, Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan bahwa tujuan pembentukan masyarakat ASEAN tidak akan tercapai tanpa perdamaian dan stabilitas dia antara negara-negara anggota.

SBY akhirnya setuju memediasi dialog antara perdana menteri (PM) dua negara itu terkait sengketa perbatasan yang telah menewaskan 20 orang dalam dua pekan terakhir. Akibat krisis di perbatasan tersebut, 100 ribu orang telah mengungsi. Sengketa atas kepemilikan kuil kuno yang diklaim kedua negara telah meletupkan sentimen nasionalis di antara rakyat kedua negara.

Namun, para analis berpendapat bahwa situasi politik domestik, khususnya di Thailand, justru memperparah isu sengketa itu. Misalnya, terkait popularitas pemerintahan PM Abhisit Vejjajiva jelang pemilu bulan depan. Kedua belah pihak terlihat enggan meredakan tensi yang memanas. Dalam sidang paripurna KTT ASEAN pada Sabtu lalu (7/5), PM Kamboja Hun Sen menyatakan bahwa tuntutan Thailand agar pihaknya menarik pasukan dari perbatasan sebagai permintaan yang tak masuk akal dan tak bisa diterima. “Thailand lah yang harus menarik pasukannya dari lokasi sekitar (wilayah sengketa),” tegasnya.
Dia mengingatkan, jika ASEAN tidak mengintervensi, sengketa perbatasan tersebut akan mengganggu pencapaian tujuan mulia negara-negara anggotanya.

“Siapapun tahu bahwa masalah perbatasan Thailand-Kamboja mengganggu suasana KTT dan sekaligus juga tantangan bagi ASEAN,” ujar Hun Sen. “Saya tidak yakin apakah masalah ini bisa diselesaikan. Tapi, pertemuan trilateral sangat baik,” tambahnya.

Merespons kritik tersebut, PM Abhisit menyatakan tidak bermaksud jelek terhadap negara tetangganya. Namun, setelah dialog tiga pihak (Thailand, Indonesia, dan Kamboja), “Kami mempunyai mekanisme bilateral yang berfungsi dengan baik,” terang Abhisit. (ap/afp/cak/dwi/jpnn)

Ranjau Antikendaraan Disebar di Misrata

TRIPOLI – Pasukan Muammar Kadfhafi dituding pasukan pemberontak memasang ranjau antikendaraan buatan Cina. Tudingan itu sesaat setelah adanya usulan verifikasi ranjau tersebut ke lembaga HAM Human Rights Watch. Demikian dilansir New York Times yang dikutip BBC, Minggu (8/5).

Ranjau tersebut dijatuhkan dengan parasut mini dari roket yang mengembang ketika mengudara, kata laporan koran Amerika New York Times, seperti dilansir BBC, Minggu (8/5).

Pasukan oposisi Libya mengatakan pasukan yang setia kepada pemimpin Libya Muammar Kadhafi membom tangki bahan bakar di Misrata, dan menyebabkan fasilitas tersebut terbakar. Misrata merupakan kota terbesar ketiga di Libya dan merupakan pelabuhan sangat penting bagi Libya.

Sebagian besar kota itu dikuasai oposisi yang mengangkat senjata untuk menumbangkan Kolonel Kadhafi, tapi mereka telah menjadi sasaran pengepungan selama beberapa minggu.

Lembaga HAM Amnesty International mengatakan serangan terhadap Misrata yang melibatkan penggunaan artileri berat, roket dan cluster bomb mungkin bisa dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Pemerintah Libya sejauh ini selalu membantah laporan bahwa pasukannya menggunakan cluster bomb.
Menurut laporan di koran New York Times, lebih dari 20 ranjau Tipe 84 Model A asal Cina dijatuhkan di Misrata dari roket yang dilengkapi parasut mini Kamis larut malam. (bbc/bbs/jpnn)

Kesulitan Regenerasi, Promosi Lewat Hotel

Awa Odori, Tarian Tradisional Jepang yang Makin Tergerus Zaman

Mengunjungi Prefektur Tokushima, Pulau Shikoku, Jepang, tidak lengkap rasanya bila belum menyaksikan Awa Odori. Tarian tradisional tersebut menjadi puncak dari serangkaian festival rakyat yang menandai telah berakhirnya musim panas.

Jari-jari lentik empat bocah cilik bergerak lincah. Meski tidak seluwes para penari dewasa, tiga bocah perempuan dan seorang bocah lelaki itu terlihat amat bersemangat menggerakkan tangan dan kaki mereka mengikuti irama musik yang rancak.

Sesekali mereka terlihat saling lempar senyum dan mengangguk. Saat bocah lelaki melakukan kesalahan, berderailah tawa dari bibir tiga bocah perempuan tersebut.

“Awa Odori memang tarian rakyat. Siapapun boleh ikut menarikannya, seperti empat bocah kecil itu. Tidak perlu takut salah,” tutur Henki, pegawai Renaissance Naruto Resort Tokushima, kepada Jawa dua pekan lalu.
Saat itu, tepatnya pada 19 April lalu, hotel mewah di jantung Kota Tokushima (ibu kota Prefektur Tokushima) itu menyuguhkan Awa Odori. Menurut Henki, hotel tempatnya bekerja itu memang rutin menyajikan tarian khas tersebut kepada tamu.

Selain gerak tangan dan kaki yang relatif mudah, daya tarik dari tarian asli Tokushima tersebut adalah kostum para penarinya. Berwarna-warni dan sangat cerah. Kontras dengan warna kulit penduduk Negeri Sakura itu yang putih dan pucat. Perempuan dewasa yang memainkan tarian pemanggil roh tersebut itu juga memakai topi khas, seperti topi petani (caping) yang dilipat pada dua sisinya. Jadi, bentuknya lebih runcing dan ramping.

Sebagai rangkaian dari pesta rakyat, Awa Odori hanya dapat disaksikan setiap Agustus. Berbeda dengan penyajian di hotel, dalam festival tersebut, Awa Odori ditarikan oleh lebih banyak orang. Para penonton yang berjajar di pinggir jalan pun bisa ikut menari bersama.
“Gerakannya sangat simpel. Hanya tangan dan kaki yang aktif bergerak. Semua orang pasti bisa menarikannya,” kata pimpinan sanggar tari Uzuhio Ren.

Beberapa tahun terakhir, Uzushio Ren menjadi penghibur tetap hotel berarsitektur Romawi tersebut. Sanggar tari yang terdiri atas 100 orang itu memang cukup tersohor di Tokushima. Maklum, dari sekitar 800 ribu penduduk di sana, hanya 1-10 persen yang bisa menarikan Awa Odori. Uzushio Ren pun tidak pernah absen untuk meramaikan festival tahunan di prefektur yang dulunya dikenal sebagai Prefektur Awa tersebut.
“Tidak mudah mempertahankan tarian turun-temurun warisan dari nenek moyang ini. Apalagi, tidak banyak lagi generasi muda yang melirik Awa Odori,” ungkap pria paro baya yang didapuk sebagai pimpinan sanggar itu.

Buktinya, hanya ada empat bocah yang bergabung dengan sanggar tari tertua di Tokushima tersebut. Itu pun karena orang tua mereka sudah lebih dulu menjadi anggota Uzushio Ren.
Dari 100 orang yang menjadi anggota sanggar tari tersebut, tidak semuanya sebagai penari. Sekitar 10 orang berperan sebagai pemusik.

“Musik pengiring Awa Odori juga khas. Tidak seperti tarian lain pada umumnya,” kata Henki yang mendampingi rombongan Indonesia menyaksikan tarian tradisional tersebut. Musiknya sangat enerjik seperti gamelan pengiring kuda lumping di Jawa Tengah.

Alat musik yang ditabuh untuk mengiringi tarian unik tersebut pun tidak sembarangan. Semuanya adalah alat musik tradisional Jepang. Sebagian besar adalah alat musik yang dibunyikan dengan cara dipukul. Diantaranya odaiko, taiko, shimedaiko dan tsutsumi. Ukuran empat alat musik pukul itu beragam. Yang paling besar adalah taiko. Bentuknya mirip tifa dari Maluku. Tapi, ukurannya jauh lebih besar dan ditabuhkan dengan sepasang kayu.

Selain empat alat musik pukul tersebut, Uzushio Ren juga melengkapi iringannya dengan cika atau take. Meski cara membunyikannya juga dengan cara dipukul, materi pembuatan cika atau take itu berbeda dengan empat alat musik lain. Cika atau take terbuat dari bambu sepanjang 1-1,5 meter. Bentuk bambu itu dibiarkan seperti aslinya. Tapi, dengan desain khusus, bambu utuh itu mampu menghasilkan suara menarik.
Untuk melengkapi iringan musik yang rancak itu, Uzushio Ren juga menyelipkan kane. “Orang Jepang biasa menyebutnya lonceng kane,” kata seorang pria tua yang bertugas untuk memukul alat musik itu. Meski hanya terdapat satu kane, suaranya cukup dominan dalam rangkaian musik pengiring Awa Odori. Maklum, kane terbuat dari logam. Apalagi, kane sering dibunyikan selama tarian berlangsung.

Selain alat musik pukul, Uzushio Ren melengkapi keragaman musiknya dengan alat tiup. “Ini namanya yokobue,” kata seorang pemusik perempuan yang bertugas meniup seruling khas Jepang itu. Karena suaranya lirih, peniup yokobue selalu berdiri di depan alat pengeras suara. Dengan demikian, suara khasnya tidak tenggelam dalam alunan musik yang cenderung keras itu.

Regenerasi pemusik Awa Odori, kabarnya, sesulit mencari para penarinya. Dari sekitar 10 orang yang berperan sebagai pemusik, hanya ada seorang bocah lelaki yang ikut memainkan alat musik. “Namanya Shuugo. Usianya baru tujuh tahun,” ujar pemusik yang memainkan kane. Meskipun bersanding dengan rekan-rekan pemusik lain yang lebih senior, Shuugo tetap antusias memainkan odaiko yang melekat pada badannya seperti tambur.

Di akhir pementasan Awa Odori malam itu, Shuugo tiba-tiba menjadi populer. Itu karena alunan musik pengiring memainkan pertunjukan ekstra sekitar 15 menit. Setelah semua penari meninggalkan arena, para pemusik giliran memamerkan kemahiran mereka. Irama rancak dan penuh semangat membuat seluruh tamu hotel tetap bersemangat menirukan gerakan para penari Awa Odori sambil bergoyang.

Begitu musik berhenti, seorang nenek berkimono menyelipkan lembaran-lembaran yen ke balik baju Shuugo. Pipi bocah berambut cepak itu pun langsung memerah. Tidak mau kalah dengan nenek berambut ikal itu, beberapa tamu usia lanjut ikut menyawer Shuugo. Senyum bocah itu makin lebar. Malam itu, Shuugo pun panen yen.

Di era internet seperti kini, melestarikan budaya warisan leluhur memang bukan perkara mudah. Alat musik tradisional dan kostum berwarna-warni harus bersaing dengan senandung musik Barat dan pakaian ala Eropa yang lebih popular di kalangan generasi muda. Tetapi, upaya penggiat pariwisata Tokushima menampilkan Awa Odori di hotel-hotel populer patut diapresiasi. (hep/dwi/jpnn)