Home Blog Page 15516

Hakim Korsel Belajar Hukum Syariah

QATAR- Kelompok anti-Islam dan sebagian kalangan muslim menentang dan mencibir syariat Islam, sejumlah hakim asal Korea Selatan (Korsel) justru mempelajari hukum syariah di Qatar. Para hakim ini sudah belajar untuk kali ke empat.

Angkatan keempat hakim-hakim Korea yang mengambil program khusus bidang hukum dan keuangan Islam di Fakultas Studi Islam di Qatar Foundation, pertengahan bulan April kemarin telah menyelesaikan pendidikan selama dua bulan.
Fakultas Studi Islam di Qatar Foundation bekerja sama dengan Judicial Research and Training Institute (JRTI) Korea memberikan beasiswa belajar hukum syariah bagi para sarjana yang lulus ujian profesi bidang legal di Korea.

Di akhir masa pendidikan, para hakim magang itu diantar berkeliling mengunjungi Kejaksaan Agung, Kejaksaan Kejahatan Anak dan Mahkamah Agung Qatar untuk mengenal lebih jauh tentang sistem peradilan yang diterapkan di negara itu. (bbs/jpnn)

Pasukan Libya Serbu Misrata, 6 Tewas

Usai Kebumikan Anak Kadhafi

MISRATA – Jelang pemakaman putra bungsu Mumamar Kadhafi, Saif al-Arab yang tewas akibat serangan udara NATO, Minggu (1/5), pasukan pemerintah kembali menyerbu Kota Misrata. Perang di kota terbesar ketiga Libya tersebut menewaskan setidaknya enam orang dan melukai puluhan lainnya.

“Tank-tank Kadhafi mencoba masuk ke Misrata melalui Al-Ghiran, pinggiran kota di wilayah barat daya” terang seorang petinggi militer pemberontak. Setidaknya 4 sampai 5 tank yang sebelumnya disembunyikan di Bandara Misrata untuk menghindari serangan udara NATO, dikerahkan dalam penyerbuan tersebut.

AFP melaporkan, suara tembakan tank terdengar sejak pukul 06:00 waktu setempat. Tembakan tersebut dibalas dengan senapan mesin dari kubu pemberontak. “Kami mencatat ada 6 orang tewas dan puluhan terluka,” seorang anggota tim medis menuturkan kepada AFP. Otoritas setempat belum bisa dikonfirmasi terkait jumlah korban sipil yang ikut tewas dalam serangan tersebut. “Kami punya 7 tempat untuk menampung korban yang memerlukan perawatan intensif. Tapi saat itu ada 8 orang yang harus dirawat,” tambahnya.(cak/jpnn)

Berubah Pikiran, Kesepakatan Damai Batal

SANAA – Upaya Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) untuk mengakhiri kemelut politik di Yaman sia-sia. Penandatanganan kesepakatan damai, kemarin (2/5) seharusnya terjadi di Kota Riyadh, Arab Saudi, batal. Sebab, Presiden Ali Abdullah Saleh mendadak batal meneken kesepakatan tersebut.

Sabtu lalu (30/4), bersamaan dengan kedatangan Sekjen GCC Abdullatif bin Rashid al-Zayani di Kota Sanaa, pemimpin 65 tahun itu menyatakan kesanggupannya meneken kesepakatan dengan oposisi. Meski tidak puas dengan draf transisi yang memberikan waktu 30 hari kepada Saleh untuk mundur, oposisi Yaman pun menyambut baik keputusan Saleh.
Tapi, tak sampai 24 jam kemudian, Saleh berubah pikiran. Politikus yang pandai bersiasat politik itu menegaskan bahwa dia hanya akan mengirimkan orang kepercayaan ke Riyadh. Nantinya, utusan itulah yang akan meneken draf transisi. Selanjutnya, Saleh akan meratifikasi kesepakatan tersebut setelah melakukan evaluasi.

“Tampaknya akan segera lahir serangkaian kekerasan baru (di Yaman),” kata pakar politik Yaman Fares al-Saqqaf. Cepat atau lambat, lanjut dia, kekuatan asing akan turun tangan. Dengan demikian, kerusuhan dan pertumpahan darah akan terus berlanjut. Setidaknya, sampai Saleh bersedia mundur dari jabatannya.

Minggu lalu (1/5), usai pertemuan menteri luar negeri enam negara anggota GCC, Zayani kembali bertolak ke Sanaa. Dia langsung menemui Saleh dan menanyakan perubahan sikapnya. Sayangnya, hasil pertemuan tertutup itu tidak diberitahukan kepada media. Yang jelas, penandatanganan yang seharusnya terjadi kemarin batal terlaksana. (ap/hep/jpnn)

Ibu dan Anak Kompak Bawa Sabu Rp2 Miliar

Jakarta- Petugas Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta berhasil mengamankan dua orang warga negara Iran, Z Moradinejad (70) dan anaknya H Fariborz (36). Penangkapan dilakukan karena keduanya membawa sabu sebanyak 1,3 kg, Kamis (28/4) lalu sekira pukul 23.00 WIB.

Penumpang pesawat Qatar Airways (QR 670) rute Doha-Jakarta ini membawa sabu dengan cara disimpan di dinding palsu koper (false concealment). “Petugas BNN dibantu tim Bea Cukai Soekarno-Hatta mengembangkan ke salah satu hotel di sekitar Salemba, Jakarta berhasil ditangkap seorang penerima inisial M (43) WNI. Nilai diperkirakan total sekitar Rp2 miliar. Tersangka mengaku sebagai penjual ban, atas kerja mereka itu akan diupah US$ 1.000. Tiket pesawat dan hotel disediakan oleh yang menyuruh yakni WN Iran berinisal MS,” ujar Kepala Seksi Penindakan Dan Penyidikan Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Gatot Sugeng Wibowo, Senin (2/5).

Pelaku dan barang bukti, kata dia,  dilimpahkan ke penyidik Badan Narkotika Nasional untuk proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. “Sepanjang tahun 2011, Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta telah berhasil melakukan penggagalan upaya penyelundupan narkotika sebanyak 19 kali,” kata Gatot. (net/jpnn)

Ribuan TKI dari Arab Dipulangkan

PADANG-Kapal KM Labobar milik PT Pelni yang mengangkut 2.351 tenaga kerja Indonesia (TKI) dari Saudi Arabia yang overstayers (melebihi izin tinggal) dipulangkan Kementerian Sosial transit di pelabuhan Teluk Bayur, Padang, Sumbar, Senin (2/5). Ribuan TKI yang diangkut itu, rata-rata tidak memiliki paspor dan visa. Sebanyak 1.139 di antaranya berasal dari Jawa Barat, sementara sisanya tersebar di wilayah Indonesia.

Pejabat dari Kementerian Koordinasi Bidang Politik, Hukum dan Keamanan RI, Nugroho Mujianto mengungkapkan dengan dipulangkannya rombongan TKI ini, Kemensos masih memiliki pekerjaan rumah (PR) untuk memulangkan sekitar 40 ribu TKI ilegal yang saat ini masih bekerja atau tinggal pada penampungan di Saudi Arabia. Jumlah itu, merupakan jumlah perkiraan sementara, karena ada kemungkinan jumlah TKI ilegal akan membengkak setiap tahunnya.(mr/rpg)

Mandi Peluh Bersama Buruh

Rieke Dyah Pitaloka

RIBUAN buruh yang berunjuk rasa di depan Istana Negara kemarin (1/5), mendapatkan sedikit hiburan. Hal itu terkait dengan tampilnya Rieke “Oneng” Dyah Pitaloka sebagai salah seorang yang ikut berorasi. Bukan hanya demonstran, ratusan polisi yang berjaga juga ikut terhibur oleh kehadiran anggota DPR dari PDI Perjuangan tersebut.

“Kesejahteraan sosial tidak akan pernah terwujud tanpa jaminan sosial. Untuk itu, jaminan sosial mutlak harus ada di negara yang menginginkan rakyatnya sejahtera,” teriak Rieke di atas panggung mobil Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia.

Peluh yang mengucur deras tak menyurutkan semangat Rieke untuk terus berorasi. Dengan lantang dia berteriak bahwa perjuangan para buruh adalah perjuangan melawan kemiskinan dan kebodohan. (guh/jpnn/c9/nw)

Lagi, Perompak Somalia Sandera 13 WNI

JAKARTA- Perompak Somalia kembali beraksi. Sehari sebelum melepas kapal MV Sinar Kudus, ternyata perompak Somalia telah membajak kapal berbendera Singapura, MT Gemini, yang mengangkut 28 ribu ton minyak sawit. Didalam kapal tersebut terdapat 13 ABK (anak buah kapal) asal Indonesia.

Menteri Perhubungan, Freddy Numberi mengaku telah mengetahui hal itu, namun dia menilai pembebasan awak kapal yang disandera perompak Somalia merupakan tanggung jawab perusahaan Singapura. Meski begitu pemerintah Indonesia tetap akan berkoordinasi karena itu menyangkut nasib 13 WNI yang ada di kapal itu. “Kita akan lakukan kerjasama agar awak kapal itu bebas,” tukasnya.

Menurut perusahaan pemilik kapal, Glory Ship Management, MT Gemini itu membawa 28.000 ton minyak sawit dari Indonesia menuju Kenya. Kapal tersebut dibajak saat meninggalkan perairan Kenya menuju Somalia, Sabtu lalu (30/4). Di dalam kapal tersebut terdapat 25 awak kapal yang terdiri dari 13 orang Indonesia, tiga orang Myanmar, lima orang Tiongkok dan empat orang Korea Selatan.

Dia mengaku kejadian penyanderaan kapal milik Singapura tidak pertama kali terjadi saat ini saja, tetapi sudah beberapa kali sebelumnya. Mengenai nasib WNI yang menjadi awak kapal berbendera Singapura itu, Freddy menilai pemerintah tetap menginginkan agar pembebesannya dilakukan melalui kerjasama antar negara. “Tidak bisa kita bergerak sendiri-sendiri,” cetusnya.

Dalam rangka mengatasi perompak Somalia ini, Freddy mendorong agar Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) bertindak atas nama dunia untuk mengatasi gangguan pelayaran di perairan timur Afrika itu. Sebab, menurutnya, perlu kerjasama internasional yang solid untuk mengatasinya. “Masuk perairan Somalia saja sulit dan melanggar kedaulatan negara. Makanya perlu kerja sama dengan PBB,” tambahnya.

Lebih lanjut Freddy mengatakan, pemerintah akan mengkaji untuk menempatkan kapal perang TNI di perairan internasional di jalur-jalur rawan. Penjagaan dikhusukan untuk mengawal kapal-kapal berbendera Indonesia yang melewati perairan Somalia. “Kita saat ini masih mencari pola, apakah akan ada kapal perang TNI yang harus bersiaga disana untuk mengawal di tengah laut,” katanya. Namun begitu dia mengaku, jika itu jadi dilaksanakan pihaknya tetap tidak bisa menjamin keselamatan WNI yang jadi awak kapal asing. (wir/jpnn)

Rapat Paripurna Pemekaran Molor

MEDAN- Rapat Paripurna Pengesahan Tiga Provinsi Pemekaran DPRD Sumut, Senin (2/5), berlangsung molor dari jadwal semula pukul 14.00 WIB, tapi baru digelar pukul 17.25 WIB. Sampai pukul 15.30 WIB, rapat paripurna masih belum dilaksanakan, sementara di luar sebagian anggota pansus pemekaran, para undangan seperti Kasdam I/BB Brigjen TNI Murdjito, Kapoldasu, tokoh nasional Adnan Buyung, Bomer Pasaribu, Todung Mulia Lubis, kepala daerah kabupaten/kota yang tergabung dalam wilayah Protap, Prop Sutra dan Prop Kepni, juga pejabat Pempropsu sudah menunggu di ruang rapat paripurna.

Molornya rapat tersebut membuat sejumlah anggota DPRD Sumut geram. Salah satunya anggota DPRD Sumut dari Fraksi PDIP, Syamsul Hilal. Bukan itu saja, tokoh nasional Adnan Buyung Nasution dan Todung Mulya Lubis yang hadir sebagai undangan, akhirnya meninggalkan ruang paripurna di lantai 1 kantor DPRD Sumut.

Tepat sekira pukul 17.25 WIB, rapat paripurna tersebut akhirnya dimulai. Namun, rapat paripurna tersebut tidak bisa memberikan kesimpulan, apakah rencana pemekaran Provinsi Tapanuli (Protap), Sumatera Tenggara (Sumtra) dan Kepulauan Nias (Kepni) jadi disahkan atau tidak. Karena hal itulah, akhirnya rapat tersebut diskors dan belum diketahui kapan akan dilanjutkan.

Menurut Wakil Ketua Pansus Pemekaran DPRD Sumut, Taufik Hidayat kepada Sumut Pos, penyebab dari itu semua karena, pansus pemekaran dibatasi oleh waktu. Dimana jadwal paripurna tersebut, usulannya bukan dari pansus tapi dari pimpinan dewan melalui Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Sumut.(ari)

Usai Berobat, Pegawai Bandara Diajak Jihad

Langkat – Nanda (19), pegawai bagian Boarding Pass di Bandara Polonia mengaku, diajak berjihad oleh Suriyadi (48) karyawan Pabrik Gula, Kwala Madu (PGKM) Desa Tandem, Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang, saat membuat pengaduan ke Mapolres Langkat, Senin (2/5).

Menurut penuturan  Ginting (51), ayah kandung Nanda, peristiwa ini berawal dari perkenalannya dengan Tanjung (49), kepala gudang di PGKM. Saat itu Ginting mengeluhkan penyakit anaknya (Nanda) yang tak kunjung sembuh akibat penyakit aneh yang diderita.

Mendengar keluhan Ginting, Tanjung lantas memperkenalkan dia dengan Suriyadi. Kebetulan, mereka sama-sama karyawan di pabrik gula tersebut, sehingga Ginting bersedia mencoba keahlian Suriyadi guna kesembuhan anaknya. Akhirnya Tanjung pun mempertemukan Suriyadi dengan Ginting. Saat itu, Suriyadi menyanggupi kesembuhan Nanda asalkan semua perintahnya dipenuhi. “Kalau Nanda ingin sembuh, bapak harus menuruti semua saran saya,”kenang Ginting menirukan ucapan Suriyadi.

Karena ingin segera menyembuhkan anaknya, Ginting pun setuju. Lantas pengobatan untuk Nanda pun dimulai, Suriyadi menyuguhkan segelas air putih yang telah dijampi-jampinya kepada Nanda. Sejak meminum air ramuan itu, penyakit Nanda mulai berkurang, namun Nanda seperti kehilangan akal sehatnya.
Dari sinilah ajakan jihad terhadap Nanda dimulai. Sejak diberi ramuan itu, Nanda mulai tidak bisa melupakan Suriyadi, hingga dia nekat lari dari rumah untuk mencari Suriyadi. (ndi)

Bayi Gizi Buruk Dirawat di RSUD Sultan Sulaiman

SERGAI- Bayi berusia 1,2 tahun bernama Andrewan, penderita gizi buruk dilarikan keluarganya ke RSUD Sultan Sulaiman untuk men dapat perawatan intensif, Senin (2/5). Menurut keterangan yang diperoleh wartawan koran ini di ruang Melur Anak, tempat bayi itu dirawat, bayi laki-laki itu memiliki berat badan hanya 5 kg.
“Normalnya bayi seusia ini beratnya sekitar 10-11 kg,” kata perawat yang menanganinya.

Amatan wartawan koran ini, bayi yang kelihatan sangat kurus itu diberi susu dengan menggunakan dot pengganti ASI. Sejumlah keluarganya tampak menunggu bayi tersebut. Sedangkan ibunya, Mawati br Siagian (23) dirawat karena menjalani persalinan anak yang kedua pada hari yang sama.

Pasien gizi buruk berasal dari Dusun V, Desa Gempolan, Kecamatan Sei Bamban termasuk keluarga miskin. Orangtua bayi tersebut tidak memiliki pekerjaan yang tetap, sehingga penghasilannya tidak mencukupi untuk membeli asupan gizi keluarga.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, Drg Zaniyar ketika dikonfirmasi mengatakan, jika sudah mendapat perawatan sudah bagus. “Sudah dirawat berarti sudah baik. Tetapi memang sebelumnya harus dilihat dulu riwayat pasiennya. Apakah sebelumnya orangtua sudah berperan mendatangi Posyandu yang berada di desa,” bilang Zaniyar.

Ia juga meminta aparat desa untuk menggiatkan peranannya untuk mengajak warga mengunjungi Posyandu ataupun pelayanan kesehatan di Puskesmas. Sehingga dengan peran aktif semua pihak hal seperti ini dapat diminimalisir. (mag-15)