Home Blog Page 1552

Pemko Binjai Gelar Rakor Pemberantasan Korupsi

FOTO: Wali Kota Binjai, H Amir Hamzah saat bersama usai rakor.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah kota Binjai terus melakukan pembenahan guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Binjai, H Amir Hamzah saat menghadiri Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi di aula balai kota, beberapa waktu lalu.

Amir menyambut baik kedatangan Tim MCP KPK dalam rapat koordinasi tersebut. Mereka datang dalam rangka memberikan arahan dan masukan pada Pemerintah Kota Binjai terkait pencegahan korupsi di Kota Binjai.

Amir menyebut, progres data tentang manajemen aset dan pendapatan asli daerah di Pemerintah Kota Binjai. Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Binjai terus berupaya melakukan penertiban administrasi aset tetap untuk tahun 2022 dan 2023.

Pada tahun 2022, target sertifikasi yang ditetapkan sebanyak 100 persil. Hasil yang diperoleh jauh melampaui dari target yang ditetapkan sebanyak 309 persil. Sementara pada tahun 2023, target sertifikat sebanyak 500 persil, yang terdiri dari 50 persil tanah dan bangunan, 450 persil tanah jalan. Saat ini sudah ada sebanyak 3 persil yang telah selesai, yang terdiri dari tanah bangunan dan tanah taman.

Juga ada 50 berkas yang akan dilakukan pensertifikatan yang sudah masuk ke BPN Kota Binjai dan 25 aset telah telah dilakukan pengukuran. Pemerintah Kota Binjai saat ini telah melakukan inovasi peningkatan pajak daerah berupa penerapan aplikasi e-pajak dab e-retribusi yang bertujuan untuk efektifitas, efisiensi dan transparansi pemungutan pajak hingga retribusi daerah. Sehingga pembayaran pajak dan retribusi daerah dapat dilakukan secara non-tunai.

Pemko Binjai juga telah melakukan pemantauan terhadap pemasangan alat perekam data transaksi usaha (tapping box) yang saat ini aktif sebanyak 61 wajib pajak. Hal ini terlihat dari capaian peningkatan pajak daerah kota Binjai tahun 2023 kondisi per 19 Mei 2023 khususnya pajak restoran sebesar 71,55 persen.

Amir menekankan, Pemerintah kota Binjai terus berupaya dengan melakukan yang terbaik dan terus meningkatkan upaya perbaikan. “Hal ini sebagai salah satu usaha untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, khususnya menjadikan Kota Binjai yang maju, berbudaya dan religius,” pungkasnya. (ted/ram)

Manchester United vs Fulham: Akhiri Musim dengan Manis

MANCHESTER United akan menjamu Fulham di Old Trafford pada pekan terakhir Premier League 2022/2023, Minggu (28/5) malam pukul 22:30 WIB. Setan Merah ingin menyudahi musim dengan lebih manis. Karenanya, tim asuhan Erik ten Hag ini bertekad mengalahkan Fulham demi finis ketiga dan mengulang sebuah torehan kandang ciamik yang pernah dicatatkan pada musim 2002/03.

Kemenangan 4-1 atas Chelsea pada Jumat (26/5) dini hari WIB, memastikan Manchester United finis empat besar untuk berlaga di Liga Champions musim depan. Setan Merah kini naik ke peringkat ketiga klasemen dengan perolehan 72 poin, sekaligus mengirim Liverpool (peringkat lima) ke Liga Europa, karena kedua tim kini berjarak enam poin dengan satu laga sisa.

Namun, untuk finis di peringkat ketiga klasemen akhir, MU wajib melebihi hasil Newcastle United (peringkat empat), yang di saat bersamaan akan bertamu ke markas Chelsea. Bruno Fernandes dkk cuma unggul dua poin dari The Toon’s Army, tapi kalah superior dalam selisih gol.

Selain itu, MU berpeluang mengulang rekor kandang ciamik berupa 27 kemenangan di semua kompetisi yang pernah dicatatkan pada musim 2002/03. Sementara saat ini, MU sudah mengoleksi 26 kemenangan di kandang sendiri.

Manajer MU Erik ten Hag juga mengincar kemenangan atas Fulham dengan kondisi fisik yang bugar. Pasalnya, pekan depan mereka bakal bertarung kontra Manchester City di Stadion Wembley pada laga final Piala FA.

“Pertandingan hari Minggu penting. Kami masih bisa finis ketiga di liga,” kata manajer asal Belanda itu dikutip Football365.

“Penting untuk menjaga (fokus) dan juga tidak mendapatkan cedera. Jadi itu memberi kami target yang bagus untuk pertandingan Hari Minggu, tapi juga mendapatkan sebuah rekor kandang. Jadi ini akan menjadi sebuah pertandingan yang penting. Kami ingin memenangi pertandingan itu,” pungkas Ten Hag.

Sebaliknya, semangat tanding Fulham mungkin tak sebesar tuan rumah. Pasalnya, kalah pun, Fulham takkan bergeser dari peringkat 10, posisi di mana mereka berada sekarang. (bbs/adz)

Nek Latifah Sinaga, Berangkat Haji dari Berjualan Bunga Rampai

seorang lansia sedang duduk di kasur hotel asrama haji jalan A. H. nasution medan, kamis (25/5/2023).

DI usianya yang sudah 76 tahun, Latifah Sinaga masih terlihat bugar, dan penuh semangat untuk berangkat ke Tanah Suci. Apalagi, melaksanakan ibadah di Tanah Suci merupakan impian terbesar dalam hidupnya.

Kegigihan Latifah Sinaga, jamaah asal Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, menabung dari hasil jualan bunga rampai di pinggir jalan, ternyata mampu mewujudkan impiannya melaksanakan ibadah haji tahun ini. “Nenek sudah berjualan cukup lama, dan mulai menabung untuk haji ini, nenek menyelengi sikit-sikit sejak zamannya presiden SBY pertama kali. Alhamdulillah, sekarang nenek bisa berangkat haji,” kata Latifah saat ditemui Sumut Pos di lobi gedung Al-Munawarrah, tempat para jamaah haji menginap sebelum berangkat ke Tanah Suci, Kamis (25/5).

Secara fisik, Nek Latifah terlihat sehat. Hanya pendengarannya saja yang mulai berkurang. Mungkin karena faktor usia uang sudah uzur. Untuk berbicara dengannya, Sumut Pos harus menguat suara agar dia bisa mendengar apa yang ditanyakan kepadanya.

Namun begitu, ingatannya juga masih cukup baik. Terbukti, saat ditanyai terkait suaminya, Nek Latifah mengingat betul tahun meninggal suaminya, yaitu tahun 1987.

Nek Latifah bercerita, dia mulai menabung sedikit demi sedikit dari hasil berjualan bunga rampai. “Kalau Hari Jumat, nenek bisa dapat sebanyak-banyaknya Rp100 ribu sehari. Tapi kalau hari-hari biasa, nenek bisa dapat Rp30 ribu. Jadi, sedikit-sedikit nenek sisihkan. Baru di tahun 2017 nenek daftar hajinya,” kata Nek Latifah.

Menurutnya, bunga rampai yang dijualnya ada yang mengantar setiap hari, dan tempat dia berjualan cukup jauh dari rumahnya. “Nenek jualan setiap hari, cuma hari minggu saja nenek istirahat,” sebutnya.

Nek Latifah mengaku, setibanya nanti di Tanah Suci, dirinya ingin berdoa untuk semua keluarga dan kerabatnya. “Doa nenek, supaya anak cucu saya sehat wal’afiat, semakin taat beragama, dan murah rezeki,” ungkap Nek Latifah yang saat itu ditemani petugas haji Murnisyah Nasution, Wakil Kepala Bidang Penerimaan dan Pemberangkatan Haji, yang begitu setia menemani dan selalu memberikan arahan terkait bagaimana menggunakan fasilitas kamar di hotel.

“Nenek berterima kasih juga sama Bu Murni Nasution ini, yang sudah memberikan nenek kamar di lantai bawah. Jadi nenek tidak susah-susah untuk naik turun tangga. Karena pemerikasaan kesehatan Alhamdulillah nenek sehat, cuma keluhan sakit-sakit biasa orangtua, lutut, punggung, pinggang, bahu,” terangnya sambil tertawa.

Fasilitas kamar yang disediakan panitia pemberangkatan, menurutnya cukup memuaskan. Nek Latifah mengaku puas dan senang dengan kamar yang disedikan panitia.

Nenek yang memiliki 3 orang anak dan 8 cucu ini sangat bahagia dan senang bisa berangkat tahun ini walaupun berangkat seorang diri tanpa keluarga mendampingi. “Anak perempuan nenek satu orang, dan tinggalnya di Kota Bandung. Nenek menunggu berangkat ini enam tahun, Alhamdulillah bisa beangkat,” katanya lagi.

Nek Latifah pun mengaku mendapatkan perhatian dari ketiga anaknya. Seperti saat ingin berangkat ke Tanah Suci ini, dia diberikan uang saku oleh anak-anaknya. Dan yang paling membuatnya merasakan bahagia yang luar biasa, karena sebentar lagi akan melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci.

Usai berbincang dengan Sumut Pos, Nek Latifah menenayakan kepada petugas haji terkait cara keluar-masuk kamar hotel menggunakan kunci elektrik. Dengan sabar dan lembut petugas haji memberikan penjelasan dan memperaktekkan cara mengoperasikan kunci pintu kamar elektrik itu.

Terlihat jelas Nek Latifah memiliki kecerdasan dalam menangkap penjelasan. Dengan tiga kali praktek, dia langsung bisa menggunakan kunci elektik tersebut. Selanjutnya mampu menggunakan kunci elektrik secara terusan, yaitu menghidupkan dan mematikan lampu. (ika/adz)

CERI Desak Kejagung Tuntaskan Dugaan Transaksi Mencurigakan Rp349 Triliun di Kemenkeu

Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) mengapresiasi Kinerja Kejaksaan Agung RI atas pengungkapan dugaan korupsi BTS Kominfo menuai acungan jempol berbagai kalangan.

“Kejagung sudah menetapkan sejumlah tersangka dan juga sudah melakukan penahanan terhadap para tersangka dugaan korupsi BTS Kominfo ini. Jadi menurut kami Kejaksaan Agung jangan terus diintervensi,” ungkap Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman, Sabtu (27/5) pagi di Jakarta.

Yusri juga menegaskan, jika terlalu banyak interensi dan cawe-cawe lagi, apalagi jika dibawa keranah politik, bisa buyar konsentrasi Kejagung. “Kita sabar saja menunggu proses persidangannya di Pengadilan,” kata Yusri.

Pada saat bersamaan, menurut Yusri, alih-alih melayani berbagai intervensi tersebut, Kejaksaan Agung lebih baik mengerahkan segala daya upaya yang dimilikinya untuk membongkar beberapa skandal dugaan korupsi lain yang sudah menjadi buah bibir di kalangan masyarakat selama ini.

“Sebut saja misalnya kasus transaksi janggal senilai Rp 349 triliun di Kementerian Keuangan yang pernah diungkap olen Ketua Komite Kordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencuian Uang (Komite TPPU), Mahfud MD,” kata Yusri.

Apalagi menurut Yusri, kasus tersebut telah memancing kontroversi soal data agregat yang diungkap oleh Mahfud MD awalnya sempat disanggah oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani di berbagai forum.

Namun setelah rapat gabungan antara DPR RI Komisi III dengan Mahfud MD dan Sri Mulyani serta Ketua PPATK, Ivan Yustiavandana, semua jelas data agregat mencapai Rp 349 triliun yang harus ditindak lanjuti untuk mengembalikan potensi kerugian negara.

Menurut Mahfud MD saat di RDP DPR Komisi III sekitar April 2023, data transaksi janggal yang diperoleh dari laporan hasil analisis (LHA) PPATK itu terbagi ke dalam 3 kelompok.

Jadi menurut Yusri, sudah tugas Kejagung mencari pidana asal dari dugaan transaksi janggal itu. Kemudian, soal kasus dugaan penggelapan pajak dari proses importasi emas batangan senilai Rp 47,1 triliun antara pengusaha dengan PT Aneka Tambang Tbk.

“Anggota DPR RI Arteria Dahlan sudah membuka informasi itu saat berlangsung rapat di Komisi III dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin pada 14 Juni 2021 silam. Publik hingga saat ini belum melihat titik terang penyelidikan dan penyidikannya, belum ada tersangkanya,” beber Yusri.

Kasus yang dibeberkan Arteria itu menurutnya juga tak bisa dianggap remeh sebab berpotensi merugikan negara hingga Rp 2,9 triliun. “Siapa-siapa yang patut diduga terlihat pun sebenarnya sudah lama diungkapkan melalui forum di Komisi III itu. Nah, jadi ini akan lebih baik jika Kejagung fokus juga ke kasus ini juga,” tambah Yusri.

Selain itu, ungkap Yusri, Kejagung juga seharusnya fokus pada upaya menangani dugaan proyek fiktif tahun anggaran 2017-2018 senilai Rp 1,7 triliun pada anak usaha PT Telkom (Persero) Tbk, yakni PT Sigma Cipta Caraka (Telkom Sigma).

“Pada pertengah April 2023 lalu, kami juga sudah mengingatkan Kejagung soal penanganan perkara ini. Masak Kejagung kalah gesit dari Kejati Banten yang sudah menetapkan status tersangka Vice President PT Sigma Cipta Caraka berinisial BB pada kasus dugaan korupsi pengadaan aplikasi smart transportation senilai Rp 19,2 miliar?,” ketus Yusri.

“Kejagung tentu harus mempertahankan citra baik yang sudah didapat saat ini dong,” bebernya lagi.

Ia pun mengaku yakin masyarakat akan lebih menaruh harapan akan tercapainya pemberantasan tindak pidana korupsi kepada Kejagung RI, jikamemang Kejagung fokus untuk menyelesaikan kasus-kasus yang sudah membuat heboh seantero negeri itu. (rel/dek)

Atlet Angkat Besi Sumut Butuh Asupan Gizi dan Nutrisi

KETERANGAN: Pelatih Kepala Tim Angkat Besi Sumut, Supeni, saat memberi keterangan di Posko Media PON 2024.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Cabang Olahraga (Cabor) Angkat Besi Sumatera Utara (Sumut) belum berani memasang target besar pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 Aceh-Sumut. Selain masih belum maksimalnya perkembangan atlet selama program Pelatda, hingga kendala sisi nonteknis, membuat tim pelatih tidak ingin terlalu membebankan medali bagi atlet sejak dini.

Hal itu disampaikan Pelatih Kepala Tim Angkat Besi Sumut, Supeni, di Posko Media PON XXI 2024 Aceh-Sumut, Jumat (26/5) siang. Pelatih yang juga pernah menjadi pelatih nasional ini, mengaku, satu kendala nonteknis yang mempengaruhi peningkatan performa lifternya adalah asupan gizi dan nutrisi. Hal ini yang masih belum maksimal mereka peroleh, karena memang membutuhkan anggaran tidak sedikit.

“Sementara saya hanya bisa menetapkan satu medali emas dari 10 atlet tersebut. Sejak Juli 2022 saya tangani mereka, baru signifikan capai 91 persen. Karena banyak kekurangan nonteknis yang belum bisa disediakan. Terutama adalah asupan gizi untuk atlet. Penambahan nutrisi atlet itu sangat penting,” ungkap Supeni.

Terkait dengan peluang medali emas pada PON nanti, tentu masih ada meski butuh perjuangan keras. Bermaterikan 2 lifter Pelatnas, yakni Yolanda Putri dan Razis Azasi, lantas tidak menjamin keping emas bisa mudah digenggam.

Namun, Supeni melihat ada potensi peluang emas justru di kelas 55 kilogram putra, yakni atas nama Abdian Bonsar Hasibuan. Lifter asal Tapanuli Selatan (Tapsel) ini, mampu mencapai rekor angkatan terbaik di snatch dengan 108 kilogram maupun clean and jerk 130 kilogram.

“Rata-rata target di kelas 55 kilogram itu 116 kilogram untuk snatch, dan 140 kilogram untuk angkatan clean and jerk. Jadi, saat ini 91 persen atlet tersebut sudah dalam tahap itu. Makanya, saya dengan ini berharap kelanjutannya adalah atlet tersebut dapat pembinaan khusus,” harapnya.

Secara mentalitas, Supeni juga mendorong agar lifter yang memiliki kans medali bisa diberlakukan khusus, agar target yang diusung tidak meleset. Sedangkan secara fisik, dia juga telah mendatangkan ahli fisik dari Unimed, guna menunjang performa mereka.

“Kami berharap beberapa atlet kami mendapat binaan khusus, terutama eks PON dan atlet muda potensial yang telah disiapkan. Untuk capai hal itu sangat berat, karena materi yang ada saat ini saya latih baru mencapai paling terbaiknya 80 persen dari peraih-peraih medali yang notabennya atlet Pelatnas. Yolanda Putri sudah mulai bergabung dan Razis Azazi perkembangannya juga sudah mulai lumayan dan kondisi sekarang mulai pulih,” beber Supeni.

Sementara Pengawas dan Pendamping (Wasping) Cabor Angkat Besi, Doni Damanik, mengapresiasi program latihan yang dijalani lifter, meski harus diakui untuk sisi nonteknis masih ada kendala. Dia menilai, target satu emas sudah sangat realistis. Sebab, saat ini dari 10 atlet yang masuk dalam Pelatda penuh, hanya 2 lifter yang masuk kategori prioritas.

Saat ini, total ada 10 atlet yang menjalani Pelatda PON Sumut sekaligus dari hasil Kejurda. Tahapan seleksi dan degradasi masih terus dilakukan, termasuk rencana menambah kuota. Karena pada PON XXI 2024, cabor angkat besi pertandingkan 20 kelas.

Adapun 10 lifter Pelatda PON Sumut, yakni Yolanda Putri (55 kilogram), Faradhillah (64 kilogram), dan Erik Oktavianda (76 kilogram) putri. Kemudian di kelas putra, Abdian Bonsar Hasibuan (55 kilogram), Ilham Taufik (61 kilogram), Oktorio Sondro (67 kilogram), Dimas Prasetyo (73 kilogram), Alfredo Sitorus (81 kilogram), Ali Rahman (89 kilogram), dan Razis Azasi (109+ kilogram). (dek)

Hasyim Apresiasi Pemko Medan Raih Opini WTP Tiga Kali Berturut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE, memberikan apresiasi kepada Wali Kota Medan, Bobby Nasution yang telah membawa Pemerintah Kota (Pemko) Medan meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumut sebanyak tiga kali berturut-turut, yakni Tahun Anggaran 2020, 2021, dan 2022.

Menurut Hasyim, diraihnya Opini WTP dari BPK tersebut, merupakan bukti kerja keras Pemko Medan dalam memberikan laporan keuangan yang baik dan akuntabel, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Tentunya tidak mudah untuk bisa mendapatkan Opini WTP tersebut hingga tiga kali berturut-turut, butuh keseriusan dan kerja keras. Atas hal ini, DPRD Kota Medan memberikan apresiasi kepada Pemko Medan dibawah kepemimpinan Bobby Nasution,” ucap Ketua DPRD Medan, Hasyim SE, Jumat (26/5/2023).

Dikatakan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan tersebut, raihan Opini WTP dari BPK RI tersebut sekaligus sebagai wujud nyata dari keberhasilan program kolaborasi yang selalu didengungkan Bobby Nasution.

“Sebab sebagai lembaga eksekutif, Pemko Medan tentunya membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari semua pihak, khususnya jajaran yang ada di lingkungan Pemko Medan untuk bisa menciptakan sistem keuangan pemerintah daerah yang baik,” ujarnya.

Untuk itu, Hasyim berharap agar seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan dapat terus bekerja keras dan berkolaborasi dalam membantu tugas-tugas Wali Kota Medan, khususnya dalam menciptakan sistem keuangan yang sehat dan menyusun laporan keuangan yang akuntabel, sehingga bisa mempertahankan raihan Opini WTP tersebut di tahun-tahun berikutnya.

“Dan tentunya kami di DPRD Medan akan selalu siap mendukung dan berkolaborasi dengan Pemko Medan dalam mempertahankan raihan Opini WTP tersebut,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Pemko Medan kembali meraih opini WTP atas LKPD Kota Medan Tahun Anggaran 2022 dari BPK RI Perwakilan Sumut. Dengan begitu, Pemko Medan telah mendapatkan prestasi tersebut sebanyak tiga kali berturut-turut.

Hal ini terungkap saat Bobby Nasution menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI Perwakilan Sumut atas Audit Rinci LKPD Kota Medan Tahun Anggaran 2022  yang diserahkan Kepala Perwakilan BPK Sumut Eydu Oktain Panjaitan di Auditorium BPK RI Perwakilan Sumut, Kamis (25/5).

Pada kesempatan itu, Eydu Oktain Panjaitan, menyampaikan Pemko Medan telah menyerahkan Laporan Keuangan Unaudited TA 2022 kepada BPK pada 27 Maret 2023. Tentunya, hal itu sesuai dengan UU No.15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara dan UU No.15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksaan Keuangan. (rel)

Medan Krisis Air Bersih, Legislator Minta Pemko Sikapi Keluhan Warga

RUANG KERJA: Anggota DPRD Medan Mulia Syahputra Nasution saat di ruang kerjanya.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Medan Mulia Syahputra Nasution (Gerindra) minta Pemko Medan seriusi penanganan masalah krisis air bersih di Kota Medan. Belakangan ini banyak keluhan masyarakat Medan soal air bersih, mulai dari kualitas dan distribusi air Perumda Tirtanadi yang macet  hingga masalah masih banyak warga belum mendapat distribusi air bersih.

Untuk itu kata Mulia Syahputra, Pemko Medan dan Perumda Tirtanadi diminta duduk bersama  menyikapi persoalan sekaligus mencari solusi mengatasi krisis air yang sudah lama diderita masyarakat Medan.

“Air itu sumber kehidupan yang sangat mendasar. Omong kosong masyarakat dapat hidup sejahterah kalau untuk mendapatkan air bersih saja susah,” tandas Mulia Syahputra Nasution (foto) kepada wartawan di Medan, Jumat (26/5/2023).

Disampaikan Mulia, setiap Dianya melakukan pertemuan dengan masyarakat saat Sosper maupun Reses kerap menerima keluhan warga soal air bersih. “Masalahnya cukup banyak yakni soal kualitas air Perumda Tirtanadi yang buruk, distribusi air macet dan masih banyak warga yang belum mendapat sambungan distribusi air. Bahkan banyak warga mengeluhkan sudah lama bermohon untuk langganan air bersih namun tidak terealisasi,” papar Mulia.

Menurut Mulia Syahputra, benar pengelolaan air bersih ditangani Perumda Tirtanadi perusahaan milik Pemprovsu. Tetapi kata Mulia, Pemko Medan tidak boleh lepas tangan dengan penderitaan warga nya. “Saya yakin dengan kemampuan Walikota Medan Bobby Afif Nasution yang memiliki akses kuat meloby ke pemerintah pusat, persoalan air bersih di Medan dapat segera teratasi,” sebutnya.

Dikatakan Mulia, sangat pentingnya Pemko dan Tirtanadi duduk bersama guna memetakan persoalan pengadaan air bersih dan lalu memberi solusi. Perumda Tirtanadi harus jujur meyampaikan sejauhmana kemampuan Tirtanadi soal memproduksi air bersih.

Di luar kemampuan Tirtanadi agar dapat bekerjasama dengan Pemko. Pemko Medan sendiri agar dapat mengalokasikan pembuatan sumur bor lebih besar. Seperti akhir akhir ini ada pembuatan sumur bor yang dilakukan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan dan bekerjasama dengan Tirtanadi soal pendistribusiannya. (rel)