31 C
Medan
Thursday, April 2, 2026
Home Blog Page 15645

Dua Sungai Meluap Malaysia Banjir

KUALA LUMPUR- Dua sungai di Kuala Lumpur, Sungai Gombak dan Sungai Bonus meluap, akibatnya Kuala Lumpur dilanda banjir, Kamis (24/2) sore waktu setempat. Kondisi tersebut sempat menimbulkan kemacetan parah di ibukota Malaysia itu.

Hujan deras yang terus melanda menyebabkan banjir yang memenuhi wilayah jalan di Kuala Lumpur. Bahkan, arus lalulintas terganggu karena banjir ini datang secara tiba-tiba.

Juru bicara pengawas kota Kuala Lumpur (DBKL) menyampaikan, wilayah yang digenangi air adalah Jalan Tun Razak, Jalan Gurney dan Jalan Gurney Kiri, Jalan Ampang dan Jalan Semarak.
Kondisi lalu lintas juga terganggu akibat banjir ini. Tetapi beberapa ruas yang menuju Jalan Pahang tidak terpengaruh oleh kondisi ini. Pihak DBKL menyatakan lima mobil tampak terjebak dalam banjir yang datang tiba-tiba ini.

Kantor berita Bernama pada hari Jumat (25/2) melaporkan 40 orang termasuk 16 anak-anak diketahui terperangkap di Multimedia College yang berada di Jalan Gurney Kiri. Mereka terjebak selama 15 menit di lantai pertama dari gedung dua lantai tersebut. (bbs/jpnn)

Derita Yudha, Bocah Asal Pematang Siantar yang Menderita Tumor di Pipi

Awalnya Sakit Gigi, Kini Menutupi Mata

Berawal dari sakit gigi, bocah berusia 10 tahun mengalami tumor di bagian pipi sebelah kanan. Akibat tumor tersebut, mata sebelah kanannya tidak berfungsi lagi.

Bagus Syahputra, Medan

Bahkan, bernafas pun dia harus melalui mulut, karena hidungnya tertutupi tumor yang dideritanya sejak 7 bulan lalu. Bocah malang ini bernama Yudha, anak dari pasangan Asiong dan Nasriana, warga Jalan Jawa, Gang Sate Bawah, Kampung Banten RW 7, Siantar Barat, Pematang Siantar. Saat ditemui di ruang Isolasi Lantai IV RSU dr Pirngadi Medan, Jum’at (25/2), dia ditemani ibunya Nasriana (42).

“Pertama sekali Yudha mengeluh karena giginya sakit. Saya langsung spontan memberinya obat sakit gigi yang saya beli di warung dekat rumah,” kata Nasriana membuka cerita kepada wartawan Sumut Pos.

Setelah diberi obat sakit gigi tersebut, sambungnya, ternyata sakitnya tak kunjung hilang, sampai rasa sakit yang dialami Yudha beranjak dua bulan.

“Setelah dua bulan, tiba-tiba muncul seperti nanah di bagian gigi graham sebelah kanan. Mulai dari situlah Yudha sering menangis karena penyakit yang dideritanya sering meradang,” ungkap Nasriana. Bahkan, lanjut Nasriana, setiap hari pembengkakan yang terjadi di pipi kanan Yudha mengeluarkan darah dan mata sebelah kanan Yudha sudah tidak bisa digunakan lagi karena tertutup tumor di pipi sebelah kanannya yang kian membesar.

Sebelumnya, Nasriana sudah membawa Yudha berobat ke beberapa pengobatan, namun tak kunjung sembuh. “Sudah capek saya membawa Yudha berobat.

Pertama sekali saya hanya memberinya obat sakit gigi biasa karena dia hanya mengeluh sakit gigi bukan yang lain. Setelah saya beri obat, ternyata penyakit gigi Yudha tak kunjung sembuh dan saya tetap berusaha untuk mengobatinya. Saya sudah membawa Yudha ke paranormal, sense, alternatif, ceragem, dokter gigi, puskesmas, dan bidan,” bebernya seraya mengatakan mereka semua tidak bisa menyembuhkan penyakit anak saya.

Karena tak kunjung sembuh, sementara uang telah banyak keluar, Nasriana akhirnya membawa anaknya ke RSUD dr Jasamin Saragih Siantar pada Selasa (15/2) lalu. “Saya membawa Yudha ke rumah sakit itu, berharap agar Yudha bisa sembuh. Yudha hanya mendapat perawatan selama enam hari di sana,” tuturnya seraya mengatakan, pihak RSUD dr Jasamin Saragih tidak bisa menangani Yudha karena fasilitas medis di rumah sakit tersebut kurang memadai.

Selanjutnya, pihak RSUD dr Jasamin Saragih Siantar merujuk Yudha ke RSU Pringadi Medan. “Saya bawa anak saya ke rumah sakit ini (RSU Pirngadi Medan, Red) dengan harapan anak saya bisa sembuh,” ungkap Nasriana memelas.

Sesampainya di rumah sakit milik Pemko Medan ini, Nasriana disambut baik dan pihak rumah sakit langsung memberi perawatan kepada Yudha dan sekarang Yudha dirawat di ruang isolasi lantai IV.

Dirinya mengaku, semua biaya perobatan Yudha, memakai kartu Jamkesda dan di RSU Pirngadi Medan, dirinya memakai kartu Jamkesmas rujukan dari Dinkes Sumut. Ditanya mengenai biaya kehidupan selama berada di RSU dr Pirngadi Medan, wanita asal Siantar ini memaparkan, biaya untuk kebutuhannya hidup di Medan itu mendapat bantuan dari Wali Kota dan masyarakat Siantar.

Diterangkannya, selama di RSU Pirngadi Medan, Yudha mendapatkan perawatan yang intensif dimana sejak masuk tanggal (22/2) Yudha langsung diberi infus dan langsung di ronsen oleh pihak rumah sakit untuk mengetahui penyakit yang diderita anak satu-satunya ini. “Pelayanan rumah sakit ini bagus, anak saya langsung dilayani dan dirawat dengan baik,” terangnya seraya mengataan dirinya tidak mengtahui siapa nama dokter yang merawat anaknya.

“Saya sangat mengharapkan kesembuhan anak saya, sehingga dia bisa kembali sekolah dan bermain bersama teman sebayanya,” ujar wanita yang mengaku bekerja sebagai baby sister ini.
Sementara, Humas RSU Pirngadi Medan tidak mengetahui kalau Yudha, bocah 10 tahun asal Siantar yang menderita tumor ini dirawat di ruang Isolasi Lantai IV RSU dr Pirngadi Medan.(mag-7)

Hari Amarah di Irak, 7 Tewas

BAGHDAD- Revolusi di Mesir, Tunisia dan Libya menjalar juga ke Irak. Kemarin (25/2), ribuan demonstran berunjuk rasa di Tahrir Square, Kota Baghdad, dalam aksi yang mereka sebut Hari Amarah alias Day of Rage. Tidak kurang dari tujuh orang tewas akibat bentrok dengan aparat dalam aksi serupa di beberapa kota besar Irak. Sementara di Yaman, seorang tewas dan dua lainnya luka-luka akibat dilempar granat.

“Mengapa gaji para anggota parlemen mencapai jutaan dinar, kalian harus memotong gaji kalian. Kami tidak punya apa-apa. Mengapa kalian memiliki banyak uang sedangkan kami tidak sepeser pun,” teriak para aktivis antipemerintah di Tahrir Square, seperti dilansir Agence France-Presse. Selain di ibu kota, aksi serupa juga pecah di Kota Mosul dan Kota Hawija.

Untuk mengamankan aksi demonstrasi di Baghdad, sejumlah polisi dan serdadu militer disiagakan di Tahrir Square. Mereka mendirikan Bremer Wall, dinding paten yang terbuat dari baja, untuk mencegah sedikitnya 5 ribu pengunjuk rasa mendekati Jembatan Jumhuriyah.

Sebab, jembatan tersebut menjadi jalur utama yang menghubungkan lokasi unjuk rasa dengan Green Zone. Aparat berusaha keras menghalau demonstran dari jembatan yang dikenal dengan Green Zone merupakan lokasi pengamanan paling ketat di Baghdad.

Tapi, para demonstran yang jumlahnya terus bertambah usai salat Jumat itu nekat merobohkan dua diantara tembok-tembok baja tersebut. Sebagian diantaranya langsung menerobos penjagaan petugas dan berusaha menyeberangi Jembatan Jumhuriyah.

lah nekat itu dihentikan para aparat yang membentuk lebih dari dua lapis barisan. Bentrok aparat dan demonstran pun tak terelakkan. Massa yang terpaksa berjalan kaki menuju Tahrir Square, karena pemerintah memberlakukan larangan berkendara.

Akibatnya mereka meluapkan emosinya kepada polisi. Beruntung, bentrok di Tahrir Square tidak sampai menimbulkan korban jiwa seperti di wilayah utara dan barat Irak.

Akibat bentrok di Kota Mosul dan Hawija menyebabkan sedikitnya tujuh orang tewas. Sedangkan, belasan lainnya terluka. Terpisah, bentrok aparat dan demonstran di wilayah barat Irak mengakibatkan delapan orang terluka. Perdana Menteri (PM), Nuri al-Maliki menuding Al-Qaidah dan kelompok loyalis Saddam Hussein berada di balik serangkaian aksi antipemerintah di beberapa kota Irak tersebut.

Aksi itu terealisasi setelah para aktivis antipemerintah menyerukan revolusi lewat Facebook, mereka membentuk kelompok Iraki Revolution of Rage dan Change, Liberty and a Real Democracy. Hampir seluruh anggota kelompok adalah pemuda.

“Kami tidak ingin meng gulingkan pemerintahan, karena kami yang memilih mereka. Kami ingin membuat pemerintah bekerja,” kata mahasiswa, Darghan Adnan (24) yang ikut berunjuk rasa di Tahrir Square.

Sementara itu, Di Yaman dikabarkan seorang tewas setelah dilempar granat. seperti diakui pejabat keamanan Yaman. (hep/ami/jpnn)

7 Pekerja Bangunan Terjangkit DBD

Sedikitnya tujuh pekerja proyek pembangunan apartemen PT Torganda di kawasan Jalan HM Joni diserang demam berdarah dengue (DBD). Akibatnya, para pekerja yang berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Ba rat ini harus mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Ibnu Saleh yang berada di Jalan HM Joni Medan.

Yunus (23), seorang pekerja bangunan yang terjangkit DBD mengtakan dirinya bersama rekan kerjanya yang lain tinggal di lokasi proyek tersebut. Namun, sejak satu pekan terakhir, 13 rekan menderita deman dan harus dirawat di rumah sakit.

“Awalnya yang demam itu satu, Herman. Dia dirawat di Rumah Sakit Umum Advent. Setelah dia sembuh, menular, sama yang lain,” katanya, saat menjenguk rekannya Arif di Ruang Lily di Rumah Sakit Ibnu Saleh, Jumat (25/2).

Seorang pasien, Arif Ramadhan (18), menyebutkan dirinya mulai merasa demam sejak Minggu (20/2), bagian kakinya digigit nyamuk. “Gejala awalnya gatal-gatal akibat digigit nyamuk, sorenya saya pusing dan demam. Meski demkian, dia tetap bekerja,” katanya seraya menambahkan dikulitnya timbul bintik-bintik merah.
Namun pada Selasa (22/2), dia tidak lagi bekerja. Keesokan harinya dia pun dirawat di rumah sakit.

Hal senada diungkapkan Ibram, pekerja asal Jateng. Dia mengaku mengalami gejala yang sama. Berdasarkan keterangan pasien yang dirawat di rumah sakit tersebut, tempat tinggal mereka sumpek disamping banyak nyamuk. Selain itu, di kawasan proyek tersebut, juga ada kubangan air karena drainase air di proyek tidak lancar.

dr Efvida Sinaga dokter yang merawat para pekerja bangunan yang diserang DBD ini menyebutkan, dari semua yang dirawat trombositnya turun. Sementara hasil diagnosanya, positif DBD. Namun telah diberikan penangan yang maksimal dengan pemberian cairan bagi pasien. “Sekarang kondisinya sudah mulai membaik,” katanya.

Untuk diketahui, pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit tersebut masing-masing, Arif Ramdani (18), Suradi (30), Sarman Hariaji (21), Dwi Supriadi (21), Ibram (34), Mutarom Bayum S (30), Jamali (27) yang semuanya tinggal di lingkungan proyek yang sedang dalam pengerjaan di PT Torganda.

Selain itu sambung Yunus, sejumlah rekannya telah sembuh seperti Wagianto (24), Herman (25), Kedawang (24) dan Bobi.
Secara terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Edwin Efendi menyebutkan, pihaknya akan menindaklanjuti hal tersebut sekaligus melacak dari mana sumber DBD yang menyerang para pekerja bangunan ini.(mag-7)

Pekerja yang Terjangkit DBD
1.    Arif Ramdani
2.    Suradi
3.    Sarman Hariaji
4.    Dwi Supriadi
5.    Ibram
6.    Mutarom Bayum S
7.    Jamali
Pekerja yang Sudah Sembuh
1.    Wagianto
2.    Herman
3.    Kedawang
4.    Bobi

Semua Merek Susu Formula Diuji Ulang

JAKARTA-Pemerintah menawarkan solusi bagi publik yang resah dengan merek susu formula yang tercemar bakteri enterobacter sakazakii. Beberapa minggu kedepan, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan melakukan uji ulang semua merek susu formula dan makanan bayi yang beredar di Indonesia. Pengujian ulang dilakukan untuk meyakinkan masyarakat bahwa semua produk yang beredar di pasaran aman dikonsumsi.

“Sosialisasi  cara mengkonsumsi susu formula yang aman sudah dilakukan tapi masyarakat masih resah. Karena itu akan kami uji ulang dan hasilnya diumumkan kepada masyarakat,” ujar Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih ketika ditemui di sela acara The 2nd Billateral Meeting RI-Malaysia on Health di Hotel Gran Melia, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat (25/2) kemarin.

Endang mengatakan, pengujian akan dilakukan oleh Balitbang Kemenkes bekerja sama dengan BPOM. Pengujian tersebut berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 2003-2006 silam. Karena dalam pengujian kali ini hasilnya segera dibuka kepada publik.

“Kalau hasil yang ini, diumumkan. Karena ini pengujian bukan penelitian. Penelitian sama pengujian itu beda, pengujian ini untuk memastikan makanan ini aman atau tidak. Kalau penelitian IPB kemarin bukan dalam rangka itu,” jelas Endang.(zul/jpnn)

Gebrakan Pamungkas

KLA Project Exelentia

Memasuki awal 2011, Surya 16, produk andalan PT Gudang Garam menggelar event eksklusif, berkelas dan menghibur. An Exclusif Experience With Kla Project Exelentia pun digelar
di Entrance Hotel Aston, Sabtu (25/2).

Pemilihan KLA Project sebagai bintang, menurut consumer marketing Surya 16, Oki Kristiawan menyatakan karena kemampuan Kla Project yang jeli melihat hal unik dalam hidup, kemudian menuangkannya dalam lirik puitis serta melodi yang mudah dinyanyikan.

Sementara itu, promotor konser, Heidi Yunus menyatakan, ke eksklusifan konser ini terletak pada tata panggung, di mana untuk konser ini akan menggunakan jasa show director sehingga akan meningkatkan mutu konser.

Dicky Oscar, marketing officer planner dari Entrance mengatakan, kapasitas yang seharusnya mampu menampung 1.200 orang, namun khusus untuk konser ini hanya disediakan 600 bangku untuk para Klanis.

Dari 8 kota penyelenggaraan konser ini, Medan merupakan kota terakhir. Karenanya, konser ini dibuat sedemikian rupa agar penggemar tidak kecewa.
Katon (vokalis dari Kla Project) mengaku senang dengan konser ini. Selain dapat mempromosikan album terbaru mereka, juga dapat mengenalkan kembali Kla Project yang sudah lama vakum.

Selain konser, para pengunjung juga akan disuguhi dengan kedekatan penggemar dengan para personel Kla. Membawakan 16 lagu, konser ini akan dikemas dengan ekslusif dengan menampilkan video mapping, multimedia yang dilengkapi dengan lighting serta sound system yang megah. Sedangkan untuk host dalam konser ini akan diisi promotor konser sendiri yakni Hedi Yunus.

Album terbaru Kla Project, Exelentia dalam bahasa Yunani berari kesempurnaan, karena itu album kesepuluh, setelah 10 tahun vakum menjadi sebuah kesempurnaan bagi Kla Project dalam bermusik.(mag-1/mag-9)

Tertular Cerutu dari Partner Bisnis

Izedrik Emir Moeis

Jakarta – Izedrik Emir Moeis atau lebih dikenal dengan Emir Moeis merupakan satu dari sekian politisi parlemen yang gemar mengisap cerutu. Bagaimana asal usul Emir mengisap rokok asal Kuba ini.

Emir Moeis mulai menghisap cerutu sejak 1992 saat masih menjadi dosen di Universitas Indonesia (UI). Saat itu, dia juga telah menjadi pengusaha. Aktivitas bisnisnya inilah yang menjadikan Emir mulai mengenal dengan cerutu.

“Dulu saya punya partner asal Eropa dan Brazil. Di situ saya ketularan,” akunya. Rekan bisnisnya, menurut Emir merupakan penghisap cerutu berat. Dia mengaku kerap menghisap cerutu jenis Cohiba dan Trinidad. “Dua jenis cerutu itu yang saya suka,” katanya.

Ketika ditanya soal harga cerutu yang ia isap, Emir mengaku harganya variatif. Ada yang Rp150 ribu ada pula yang Rp100 ribu per batang. “Saya sering menghisap yang Rp100 ribu,” ungkapnya. Dia mengaku, cerutu yang ia hisap mayoritas hasil pemberian orang lain alias hadiah.

Namun belakangan, Emir mengaku dua bulan terakhir mengurangi kebiasannya menghisap cerutu.
“Dua bulan terakhir ini saya batuk, sekarang mulai mengurangi,” katanya sembari menghisap cerutunya dalam-dalam. (net/jpnn)

Kepsek SD Alwasliyah akan Diperiksa

MEDAN- Polsekta Medan Area akan memeriksa Kepala Sekolah SD Al Wasliyah, Lindung Siregar terkait 14 murid yang diduga keracunan minuman akibat menenggak Super Jus, beberapa hari lalu. Sebelumnya, penyidik Polsekta Medan Area telah memeriksa dua saksi lainnya yakni Rumi Rumini (25), pemilik kantin sekolah dan Salimin (35), warga Jalan Bromo Gang Santun sebagai penitip minuman Super Jus tersebut.

Kanit Reskrim Polsekta Medan Area AKP Jonser Banjarnahor mengatakan, pihaknya akan memeriksa Kepala Sekolah SD Alwsliyah tersebut, setelah memeriksa dua Saksi lainya. “Masih kita periksa saksi-saksinya dan rencananya hari ini mau kita periksa kepala sekolahnya Drs Lindung Siregar. Kalau jadi kepseknya kita periksa, berarti sudah 3 orang saksi,” Jonser Banjarnahor kepada wartawan, Jumat (25/2) pukul 14.00 WIB.

Dikatakannya, hingga kini pihaknya masih terus melakukan upaya pengungkapan dan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti penyebab keracunan akibat menenggak minuman berwarna tersebut oleh 15 murid SD Al Wasliyah itu ke Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Medan.

“Sampel barang bukti Super Jus yang kita amankan dan yang dicurigai mengandung racun tadi pagi sudah kita kirim ke Labfor Mabes Polri,” tuturnya.

Lanjutnya, melalui hasil pemeriksaan yang dilakukan Labfor Cabang Medan tersebut selesai, pihaknya akan melakukan tindakan tentang asal muasal minuman beracun tersebut.
Dijelaskanya, agar tidak salah melangkah dalam mengusut kasus keracunan tersebut pihaknya juga masih menunggu pelaporan dari pihak-pihak korban yang sebelumnya terkena dampak Keracunan tersebut.

“Sampai saat ini, kita masih menunggu para korban itu untuk melapor, agar kita dapat bertindak secepatnya mengungkap kasus ini, karena jika tidak ada yang dirugikan dalam persoalan ini bagaimana polisi akan mengusutnya?jangan-jangan nanti malah kita yang disalahkan, jadi agar tidak salah melangkah ada baiknya ada warga yang melapor.”pungkasnya. (mag-8)

Rahudman Enggan Bicara Soal Hanas

Kejari Terus Cari Bukti

MEDAN- Dugaan adanya penyelewengan dana yang dilakukan mantan Kabag Humas Pemko Medan Hanas Hasibuan, menjadi buah bibir yang tak henti-hentinya diperbincangkan. Bukan di Bagian Humas Pemko Medan saja, pembicaraan itu sampai merembet di gedung DPRD Medan, khususnya para wartawan di gedung dewan itu.

Sejumlah wartawan di Pemko Medan mengeluhkan uang iklan ucapan selamat terhadap Wali Kota Medan Rahudman Harahap yang dilantik pada Juni 2010 lalu, yang belum dibayar Hanas Hasibuan.
Padahal, Hanas berjanji akan membayar uang iklan tersebut. Besaran uang iklan yang belum dibayar bervariasi, antara Rp1 juta hingga Rp2 jutan
“Dia yang berjanji akan membayar uang iklan itu. Tapi janji-janji saja, tidak ada buktinya. Nggak banyak sih, memang cuma Rp1 juta saja,” ungkap Lilik, wartawan media lokal, Jum’at (25/2). Dikatakannya lagi, iklan tersebut dipesan Hanas saat Lilik masih bekerja di salah satu media on line di Medan.

Senada dengan Lilik, wartawan lainnya yakni, Lambok Manurung juga mengakui hal yang sama. Hingga saat ini, utang iklan sebesar Rp2 juta belum juga dibayarkan Hanas kepada dirinya.
Indikasi masih adanya uang iklan terhadap media lainnya, sambung Lambok, juga masih terbuka lebar. “Masih ada banyak lagi yang uang iklannya belum dibayar,” ungkap Lambok.

Terkait dugaan penyelewengan dana yang dilakukan Hanas Hasibuan, Wali Kota Medan Rahudman Harahap yang dikonfirmasi Sumut Pos sesaat sebelum menaiki bus di halaman Balai Kota Medan, dalam rangka Safari Jumat ke Medan Utara, terlihat enggan menjawab pertanyaan wartawan koran ini.

“Tidak bisa secepat itu kita memanggil dan mempertanyakan masalah tersebut kepada yang bersangkutan. Nggak bisa secepat itu,” katanya singkat dan menaiki tangga bus.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kabag Humas Pemko Medan Khairul Bukhori saat ditemui Sumut Pos di ruang kerjanya menyatakan, secara pribadi dirinya telah meminta kepada Wali Kota Medan agar persoalan tersebut tidak begitu dikembangkan. Karena memikirkan dampak psikologis terhadap staf-staf di Humas.

“Saya sudah menghadap Wali Kota, untuk melaporkan hal ini. Jangan sampai para staf di Humas ini menjadi tidak maksimal kinerjanya karena persoalan ini,” ungkapnya.

Ketua Fraksi PKS DPRD Medan Muslim Maksum yang dimintai komentarnya mengenai hal ini mengungkapkan, seharusnya Wali Kota Medan lebih peka terhadap persoalan-persoalan seperti ini. “Seharusnya, pejabat-pejabat yang terindikasi tersangkut masalah hukum sebaiknya tidak dinaikkan jabatannya. Karena dengan munculnya persoalan ini, secara otomatis akan semakin membuat citra Pemko Medan menjadi lebih buruk,” tegasnya.

Lebih lanjut Muslim menyatakan, dengan kenyataan yang terjadi ini, sebaiknya dijadikan pelajaran agar ke depan, Wali Kota Medan lebih mawas diri dalam pemilihan pejabat.

Hanas Hasibuan sendiri sempat menelepon wartawan Sumut Pos, Kamis (24/2) malam. Dalam perbincangan itu, Hanas berjanji akan memberikan semua data yang ada, dan data tersebut akan membuktikan bahwa tidak ada penyelewengan yang dilakukannya.

Kepastian tersebut kembali dinyatakan Hanas Hasibuan saat dihubungi wartawan koran ini pada Jum’at (25/2) siang. “Nanti saja kita ketemu setelah Salat Jumat,” katanya.
Usai Salat Jumat, saat wartawan koran ini meneleponnya untuk bertemu di kantornya, ternyata yang mengangkat ponsel bukan Hanas, namun orang lain.

Orang yang mengangkat telepon itu mengatakan, Hanas sedang rapat jadi tidak bisa diganggu.
“Siapa ini? Maaf, Pak Hanas sedang rapat jadi tidak bisa diganggu. Ada perlu apa, nanti biar saya sampaikan,” kata orang yang menerima telepon Sumut Pos ke nomor ponsel milik Hanas Hasibuan.

Sementara, Kejari Medan terus mendalami kasus dugaan korupsi di Bagian Humas Pemko Medan ini. Hingga kemarin, selain telah melakukan pemeriksaan terhadap staf Humas Pemko Medan, Pidsus Kejari Medan rupanya mencari temuan dan barang bukti, adanya dugaan korupsi di Humas Pemko Medan.

“Penyidikan ini perlu pendalaman yang lebih jauh lagi. Selain telah memanggir beberapa orang saksi untuk dimintai keterangan, kita juga mencari adanya unsur kerugian negera dan barang bukti pendukung,” tegas Kasi Pidsus Kejari Medan, Dharmabella Timbasz pada wartawan di Jalan Adinegoro Medan, Jumat (25/2).

Untuk menguak dugaan korupsi ini, kejari terus menelusuri. “Dari keterangan saksi inilah nanti kita telusuri. Baik meminta audit ataupun meminta keterangan dari berbagai pihak,” tegas Timbasz.

Ketika ditanya, kapan dan siapa yang akan dipanggil untuk diperiksa, Dharmabella belum mau berkomentar. “Nanti dululah, ini masih baru. Kalau sudah lengkap baru akan kita paparkan,” tegas Timbasz, dengan tersenyum sembari pergi meninggalkan wartawan. (ari/rud)

Suporter: Revolusi PSSI Harga Mati

Gerakan Nasional Anti Nurdin Halid

MEDAN-Aksi penolakan kepemimpinan Nurdin Halid di PSSI, serta penolakan pencalonan kembali ketua dua periode itu merebak di sejumlah kota di tanah air. Ribuan suporter menuntut ketua umum PSSI Nurdin Halid mundur dari jabatannya.

Di Jakarta, suporter mendatangi kantor kementerian pemuda dan olahraga (kemenpora) serta menuntut agar menpora segera membekukan PSSI. Menurut koordinator suporter asaln Jakarta Sangab Surbakti, pihaknya menyesalkan sikap ketua umum PSSI Nurdin Halid dan pengurus PSSI lainnya yang tak merespon tuntutan masyarakat bola Indonesia. Bahkan, lanjutnya, pengurus PSSI lebih memilih tidak berkantor daripada harus menemui para pengunjuk rasa.

Karena itu suporter yang terdiri dari suporter tersebut lantas mengambil langkah tegas dengan menyegl kantor PSSI dari pada tidak digunakan. Nah, melihat gerakana tersebut masih belum bisa menyadarkan Nurdin bahwa dirinya lagi dikehendaki oleh masyarakat sepak bola Indonesia sebagai ketum PSSI, pengunjuk rasa meminta campur tangan Menpora.

“Kementerian ini yang berwenang mengurusi olahraga di tanah air. Kami ingin Menpora bisa menunjukkan kebijakannya dan mengambil langkah tegas terhadap PSSI,” kata lelaki yang berprofesi sebagai pengacara tersebut.
Selain menerobos masuk ke halaman kantor Menegpora, ribuan suporter dari berbagai daerah di Indonesia tersebut juga menyerahkan kunci gembok yang digunakan untuk menyegel kantor PSSI, sehari sebelumnya, Rabu (22/2). Mereka ingin menunjukkan bahwa masyarakat pecinta sepak bola siap mendukung langkah Menpora memperbaiki PSSI

“Kami menyerahkan kunci ini kepada Menpora agar tidak lagi digunakan oleh Nurdin dan kroninya. Jangan sampai aset tersebut ditempati lagi oleh para mafia. Selainj itu, segera ambil langkah tegas bekukan NUrdin,” ujar lelaki yang mengaku mantan penjaga gawang Persija U-21 tersebut.

Sekitar pukul 13.55 para pendemo akhirnya ditemui oleh perwakilan dari Menpora Djoko Pekik Irianto. Lelaki yang menjabat sebagai Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Menpora tersebut menerima kunci gembok tersebut secara simbolik dari perwakilan Pendemo, Sangab.

“Tentu kami akan mengambil langkah terbaik untuk sepak bola Indonesia. Kami ingin amanh dari anda semua bisa kami laksanakan dengan maksimal,” tutur Djoko Pekik.

Lelaki yang bergelar professor tersebut juga berjanji akan melakukan koreksi-koreksi terhadap semua aturan yang dikeluarkan oleh PSSI. Apakah aturan tersebut sesuai dengan aturan FIFA atau hanya mengada-ada.
“Kami akan secepatnya bergerak. Kami juga memiliki harapan yangs ama seperti anda semua,” tandasnya.
Namun, para pengunjuk rasa tetap merasa tidak puas. Mereka mengeluarkan ultimatum bila sampai tiga hari tidak ada kemajuan dan tindak lanjut atas tuntutan pecinta sepak bola untuk segera mebekukan PSSI, dipastikan gejolak tersebut akan semakin membesar di daerah.

“Kami bukan mengancam. Tapi, kami tidak ingin hanya mendengarkan janji. Kami ingin segera ada tindakan realistis sehingga apa yang telah lakukan oleh para suporter saat ini benar-benar bisa merevolusi PSSI,” tegas Sangab.

Di Medan, suporter Medan Cinta Kinantan (Smeck) biasanya mendukung PSMS Medan saat melakoni pertandingan juga turun ke jalan, melakukan aksi menentang kemimpinan Nurdin Halid sebagai ketua umum PSSI selanjutnya, periode 2011-2015. Kemarin, Kamis (24/2) pagi, ratusan Smeck Holigan berbaju khas hijau, berkumpul di depan Stadion Teladan Medan. Merek membawa sejumlah atribut serta keranda mayat sebagai simbol matinya matinya kejayaan PSSI di bawah kepemimpinan Nurdin Halid .

Dari Teladan, suporter berkonvoi menggunakan sepeda motor dan odong-odong menuju Budaran Majestyk di Jalan Gatot Subroto Medan. Dari sini, meraka long march menuju Setariatan PSSI Sumut di Jalan Skip Baru, Medan Petisah.
Didepan kantor PSSI Sumut, para Smeck Holigan yang kecewa karena ruko 2 lantai itu kosong. Sejumlah pengurus PSSI belum ngantor hingga siang hari. Tak habis akal, suporter tetap berorasi menentang kepemimpinan Nurdin Halid yang dituding ditunggangi para elit politik.

Selain orasi, massa membagi brosur penolakkan serta melakukan aksi treatikal dengan membawa kerenda mayat.
“Bayangkan saja pada statuta FIFA Pasal 32 ayat 2 menyatakan anggota komite eksekutif tidak boleh cacat hukum seperti Nurdin yang terbukti korupsi dan menyandang bekas mantan napi,” tegas kordinator aksi Bobi Septian.
Dari sekretaris PSSI, massa bergerak ke Kantor Wali Kota Medan. Dalam orasinya, Bobi meminta Wakil Wali Kota Medan Drs H Dzulmi Eldin MSi dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum PSMS tidak mendukung kepemimpinan Nurdin Halid. “Kita minta Pak Eldin hadir di sini sekarang juga dan memberi pernyataan tidak mendukung kepemimpinan Nurdin Halid,” ujar Bobi.

Aksi itu sendiri disambut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Medan, Hanas Hasibuan. Kepada suporter, Hanas hanya menyatakan mendukung apa pun yang terbaik bagi persepakbolaan di tanah air.

Tidak hanya di Medan, tuntutan reformasi di tubuh PSSI serta aksi tolak Nurdin Halid meluas hingga Kabupaten Batubara. “Turunkan Nurdin, Turunkan Nurdin. Tolak Nurdin Halid!” teriak earusan pengunjuk rasa sembari mengacung-acungkan spanduk dan poster berisi kecaman terhadap Nurdin Halid di sekretatiat PSSI Cabang Batubara.

Koornator aksi, Rizal Siregar mengatakan pecinta sepakbola di Batubara juga menginginkan revolusi di tubuh PSSI. “Kami menolak Nurdin Halid untuk menduduki jabatan di PSSI. Haram hukumnya mendukung Nurdin jadi Ketua PSSI lagi,” ujar Rizal Siregar.

Aksi ini mendapat sambutan Ketua PSSI Cabang Batubara Ahmad Yusro. “Kita menginginkan PSSI Sumatera Utara ikut mendukung reformasi di tubuh PSSI dan menolak Nurdin Halid kembali duduk di PSSI,” ungkap Ahmad Yusro yang disambut para suporter. (jpnn/mag-7/ari/smg)