Home Blog Page 1646

Jadi Kurir Sabu dan Ekstasi, Warga Tanjungbalai Divonis Mati

SIDANG: Agus Salim terdakwa kurir sabu-sabu dan ekstasi saat menjalani sidang putusan secara virtual, Rabu (29/3).Agusman/Sumut Pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terdakwa Agus Salim (49), warga Kota Tanjungbalai, diganjar hukuman mati. Pasalnya, dia terbukti bersalah atas kasus kurir sabu seberat 30 kilogram dan 8.000 butir ekstasi, dalam sidang virtual di Ruang Cakra 3, Pengadilan Negeri Medan, Rabu (29/3) lalu.

Majelis hakim yang diketuai Oloan Silalahi, dalam amar putusannya, menyatakan, perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 ayat 2 UU RI No 35 Tahun 2009, tentang Narkotika, jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Agus Salim oleh karenanya dengan pidana mati,” ungkap Oloan.

Dalam pertimbangan hakim, hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas peredaran narkotika.

“Hal meringankan tidak ditemukan,” tutur hakim.

Vonis hakim sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maria Tarigan, yang sebelumnya menuntut hukuman mati. Atas putusan itu, hakim memberikan waktu 7 hari kepada penasihat hukum terdakwa maupun JPU, untuk menyatakan menerima atau mengajukan banding.

Diketahui, terdakwa ditawarkan pekerjaan untuk menjemput dan membawa paket narkoba diperairan Selat Malaka perbatasan Indonesia-Malaysia, dan membawa paket tersebut kembali ke Kota Tanjungbalai.

Namun nahasnya, saat dalam perjalanan saat sampai perairan Asahan, Jermal Telek, Sei Sembilang, Kabupaten Asahan, petugas yang sebelumnya sudah mendapatkan informasi, datang dan menaiki kapal terdakwa.

Saat dilakukan pemeriksaan dan pengeledahan, di dalam kapal serta lantai belakang dek kapal, petugas menemukan 30 kilogram sabu-sabu dan 8.000 butir ekstasi. (man/saz)

Pemkab Asahan Targetkan Penerimaan Pajak 100 Persen

BERIKAN: Sekdakab Asahan Drs Sorimuda Siregar berikan Tunggul kepada Kecamatan yang telah mencapai target PBB.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Asahan, tetapkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) P2 pada tahun 2023 sebesar Rp15.400.000.000, dengan jumlah Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) sebanyak 214.000 lembar, dengan target sebesar Rp15.200.000.000. Jika dibandingkan dengan tahun 2022 jumlah tersebut mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

Ini disampaikan Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Asahan Drs. Sorimuda Siregar, pada kegiatan Penyerahan SPPT PBB. P2 Tahun 2023, Tunggul dan Piagam Penghargaan PBB. P2 Tahun 2022 se-Kabupaten Asahan di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Selasa (21/3).

Lebih lanjut Sorimuda menyampaikan, ditahun 2022, jumlah target PBB P2 sebesar Rp14.800.000.000, dengan jumlah realisasi sebesar Rp14.600.060.700, atau 98,65 persen. Dimana dari 25 Kecamatan, ada 2 Kecamatan yang tidak mencapai 100 persen yakni Kecamatan Kota Kisaran Barat 93,54 persen dan Kota Kisaran Timur 89,79 persen. Terakhir Sorimuda melaporkan, bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh Bapenda Kabupaten Asahan setiap tahunnya.

Dikesempatan ini Bupati Asahan pada pidato yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Asahan Drs John Hardi Nasution, M. Si berharap, ditahun 2023 ini, 25 Kecamatan dapat mencapai realisasi PBB P2 sebesar 100 persen.

“Dengan semangat dan kerja keras serta tetap mempedomani 3T (Tertib Administrasi, Tertib Anggaran dan Tertib Bertugas), Insyallah, kita akan mencapai apa yang ingin kita raih”, harap Sekda.

Selanjutnya Sekda mengatakan, PBB P2 merupakan pajak dengan karakteristik pengelolaan yang khusus, baik dalam pendataan objek pajak, penetapan besaran pajak, maupun penagihannya. Sehingga proses pemukhtahiran data baik mutasi nama, alamat maupun pembetulan selalu mengalami perubahan. “Untuk itu bagi SPPT yang masih terdapat permasalahan agar dapat diinventarisir untuk diajukan penyelesaiannya ke Bapenda Kabupaten Asahan”, tegasnya.

Selain itu Sekda mengatakan, hari Pemerintah Kabupaten Asahan memberikan Tunggul kepada Kecamatan yang telah mencapai target PBB P2 dan Piagam penghargaan kepada pihak yang membantu Pemerintah dalam hal tersebut. John mengatakan, pemberian Tunggul kepada Kecamatan ini diharapkan menjadi semangat para Camat untuk dapat lebih optimal dalam melakukan penagihan PBB. P2 dengan target dari tahun ke tahun terus meningkat.

“Kesuksesan ini merupakan kerja sama yang baik antara semua pihak”, ucapnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan Tunggul secara simbolis kepada 23 Kecamatan yang telah mencapai target PBB. P2 dan piagam penghargaan kepada pihak yang telah membantu PAD Kabupaten Asahan yakni Notaris Wihardi, SH, M. Kn, Hiburan Cinema XXI, Restoran KFC dan Hotel Antariksa. (dat/han)

Rektor UMSU Apresiasi RSU Muhammadiyah Sumut, Terakreditasi Bintang Lima

RUMAH Sakit Umum Muhammadiyah Sumatera Utara sukses meraih predikat akreditasi paripurna dengan standar Kementerian Kesehatan bintang lima

“Alhamdulillah, RSU Muhammadiyah Sumut berhasil meraih akreditasi tingkat paripurna dengan standar Kementerian Kesehatan bintang lima,” ungkap Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Prof Dr Agussani MAP di Medan, Kamis (30/3).

Turut mendampingi tiga wakil rektor UMSU Prof Dr Muhammad Arifin MHum, Prof Dr Akrim MPd dan Dr Rudianto MSi. Dari rumah sakit hadir, dr Mohammad Riza MKes (direktur), Ibrahim Nainggolan SH MHum (Kabag Keuangan dan SDM).

Dijelaskan Agussani, raihan akreditasi tingkat paripurna ini merupakan hasil kerja keras bersama dan kerja sama yang solid antara pimpinan, para tenaga kesehatan dan staf karyawan rumah sakit dan UMSU selaku yang diberi amanah serta warga dan pengurus Muhammadiyah. “Ini prestasi bersama yang patut kita syukuri,” katanya.

Dijelaskan dia, UMSU diberi tanggungjawab sebagai pengelola rumah sakit sejak 4 Agustus 2018 dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sejak itu dilakukan pendampingan dan penataan rumah sakit dari sisi fisik mapun pelayanan.

Rektor menambahkan bahwa raihan akreditasi tingkat paripurna dengan bintang lima menjadi motivasi tersendiri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Sebagai bagian dari amal usaha Muhammadiyah, RSU ini diharapkan bisa mendorong peningkatan derajat kesehatan masyarakat .

“Kita tentu tidak boleh merasa puas dengan capaian yang diraih. Sebaliknya pengakuan akreditasi paripurna justeru menjadi penyemangat untuk lebih meningkatkan kinerja pelayanan rumah sakit ke depan,” ungkap rektor. (dmp)

Di Sisa Masa Jabatan 6 Bulan Lagi, Gubsu akan Lantik 600 Pejabat Pemprovsu

Gurbernur Sumut, Edy Rahmayadi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 600 pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara, dalam waktu dekat akan dilantik oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi di sisa jabatannya,sekitar 6 bulan ke depan.

Di ujung masa jabatannya, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi tidak diperlukan melantik kembali. Hal itu berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor 73 tahun 2016 tentang pendelegasian wewenang penandatanganin persetujuan tertulis untuk melakukan penggantian pejabat dilingkungan pemerintah daerah pelantikan ini akan menyalahi.

Dilihat dalam situs resmi Sekretariat Kabinet www.setkab.go.id dijelaskan bahwa dalam Permendagri itu disebutkan gubernur, wakil gubernur, wali kota dan wakil wali kota dilarang mengganti pejabat 6 bulan sebelum berakhir masa jabatan.

Menyikapi hal itu, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi mengatakan tidak mau ambil pusing. Karena, dirinya kepala daerah dengan masa jabatan selama 5 tahun.

“Mau enam bulan, mau apa, aku jadi Gubernur itu 5 tahun,” ungkap Gubernur Edy di Rumah Dinas, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Medan Rabu (29/4).

Gurbernur Edy menjelaskan sebaiknya rencana pelantikan ini tidak ditanyakan. Karena nama-nama 600 pejabat yang akan dilantik itu belum diserahkan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sumut. “Belum tau dong aku, nanti kalau sudah dilantik baru ditanya, namanya belum ada kok,” tutur mantan Ketua Umum PSSI itu.

Sementara itu, Kepala BKD Sumut, Safruddin membenarkan akan adanya pelantikan yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Ya, jumlahnya berkisar segitu termasuk yang dilantik itu fungsional penyetaraan. Memang belum kita jadwalkan kapan pelantikannya karena itu memang tinggal menyiapkan administrasinya saja dan dalam waktu dekat akan dilantik,” sebut Safruddin.

Menanggapi peraturan tersebut, Safruddin mengatakan peraturan tersebut masih diperdebatkan berkaitan dengan pemilu yang akan dilaksanakan pada 2024.

“Peraturan itu masih debatable, ya aturan 6 bulan kepala daerah yang tidak boleh itukan bagi kepala daerah yang mencalonkan, sementara cerita calon masih tahun 2024,” jelas Safruddin.(gus/ila)

Rahudman Harahap Ajak Masyarakat Dukung Kepemimpinan Bobby

KOMPAK: Mantan Wali Kota Medan Rahudman Harahap kompak berjalan bersama Wali Kota Medan Bobby Nasutin dan mantan Gubsu Syamamsul Arifin di acara Ramadan Fair. istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mantan Wali Kota Medan Rahudman Harahap mengajak seluruh warga Kota Medan untuk mendukung kepemimpinan Wali Kota Medan Bobby Nasution dan Wakil Wali Kota Medan H. Aulia Rachman.

Rahudman menilai, sejak dilantik, sejumlah capaian pembangunan di Kota Medan telah berhasil ditorehkan kedua pemimpin muda tersebut. “Berbagai langkah dan pembangunan yang telah dilakukan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan patut kita acungi jempol,” ucap Rahudman saat menghadiri pembukaan Ramadhan Fair ke-17 tahun 2023 di Taman Sri Deli Jalan Sisingamangaraja Medan, Selasa (28/3) malam.

Dikatakan Rahudman, Jembatan Titi Dua Sicanang di Kelurahan Belawan Sicanang, Medan Belawan yang sebelumnya lama terbengkalai, dapat diselesaikan di masa kepemimpinan Bobby Nasution dan Aulia Rachman dalam kurun waktu kurang dari dua tahun kepemimpinannya.”Tidak sampai dua tahun berhasil diselesaikan, sehingga kini telah dinikmati warga. Itu harus kita akui,” ujarnya.

Selanjutnya, sambung Rahudman, pembangunan Islamic Centre yang keberadaannya sangat didambakan umat Muslim Kota Medan telah menunjukkan progres yang sangat menggembirakan.”Beliau (Bobby Nasution) katakan, tahun 2023 ini akan dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Islamic Centre,” katanya.

Selain pembangunan Jembatan Titi Dua Sicanang dan Islamic Centre, sambung Rahudman, masih banyak lagi pembangunan lainnya yang telah dilakukan Bobby Nasution. Oleh karenanya, Rahudman meminta semua pihak agar tidak hanya mengkritik karena pembangunan yang dilakukan itu melalui perencanaan yang matang.

“Untuk itu saya mengajak seluruh masyarakat Kota Medan agar mendukung kepemimpinan Bobby Nasution dan Aulia Rachman sehingga dapat menjalankan tugas-tugasnya dengan baik, terutama memajukan Kota Medan agar menjadi lebih baik seperti harapan kita bersama,” ajaknya.

Diakui Rahudman, saat ini masyarakat Kota Medan sangat cerdas. Ia pun menyarankan agar masyarakat dapat menyampaikan masukannya terkait kebijakan dan pembangunan yang dilakukan tersebut.”Kalau ada hal-hal yang perlu, silahkan sampaikan. Tetapi jangan dari samping,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Medan Bobby Nasution, mengatakan bahwa dirinya bersama Wakil Wali Kota Medan, Aulia Rachman memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kota Medan sehingga pembangunan yang dilakukan dapat berjalan dengan baik dan masyarakat dapat merasakan hasilnya.”Jika pun ada kekurangan, kami mohon disampaikan,” ujar Bobby.

Selanjutnya, Bobby juga mengungkapkan bahwa dirinya bersama Aulia Rachman diberi waktu yang singkat, sebab mereka dilantik pada tahun 2021 dan masa jabatan tersebut berakhir di tahun 2024. Oleh sebab itu, ia pun memfokuskan pembangunan dalam masa jabatannya yang cukup singkat tersebut.

Terkait hal itu, Bobby Nasution dan Aulia Rachman meminta maaf kepada masyarakat Kota Medan apabila dalam masa pembangunan yang dilakukannya, terdapat kekurangan dan mengganggu kenyamanan warga.

“Belum genap 5 tahun, 2021 dilantik dan 2024 berakhir, kami mohon maaf jika pembangunan yang dilakukan karena mengejar waktu, sehingga ada kekurangan dan mengganggu,” pungkasnya.(map/ila)

Pemko Medan Mulai Revitalisasi Stadion Kebun Bunga, Anggaran Capai Rp165 Miliar

REVITALISASI: Aktivitas pembangunan revitalisasi Stadion Kebun Bunga, Jalan Candi Borobudur, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah. Pembangunan ini menelan anggaran 165 miliar.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Medan telah memulai revitalisasi Stadion Kebun Bunga, Jalan Candi Borobudur, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Medan, Endar Sutan Lubis mengatakan, revitalisasi stadion kebun bunga menggunakan dana APBD Pemko Medan. “Revitalisasi Stadion Kebun Bunga itu bersifat Multiyears. Untuk tahun ini pagu anggarannya Rp 165 miliar,” ucap Endar, Rabu (29/3/2023).

Dikatakan Endar, total pagu anggaran dalam proyek revitalisasi Stadion Kebun Bunga mencapai Rp205 miliar.

“Itu baru pagu saja, beda dengan HPS nya yang nanti akan dimenangkan oleh pihak tender,” ujarnya.

Disinggung berapa total anggaran keseluruhan yang dibutuhkan, Endar mengaku tidak mengingatnya sehingga belum bisa memastikannya. “Saya lupa, tapi pastinya untuk pagu anggaran di awal revitalisasi tahun ini, seperti yang saya sebutkan tadi. Revitalisasi ini sifatnya Multiyears, ditargetkan selesai pada tahun 2024 mendatang,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Pulungan Harahap mengatakan, mess atau tempat penginapan akan ditiadakan dalam revitalisasi Stadion Kebun Bunga Medan. “Mess yang ada saat ini akan dibongkar dan kemudian akan dirombak menjadi tempat Gelanggang Olahraga,” ujarnya. Pulungan menuturkan, nantinya gelanggang olahraga di Stadion Kebun Bunga bisa menampung hingga 1.000 orang.

“Dalam gelanggang ini nantinya difungsikan bisa secara bergantian. Misalnya bisa jadi tempat bulu tangkis, lapangan basket, Futsal dan beberapa jenis olahraga lainnya,” kata dia.

Disinggung mengenai apakah setelah revitalisasi klub PSMS Medan yang akan bermain di Stadion Kebun Bunga akan dikenakan biaya, Pulungan dengan tegas menjawab pihak PSMS tetap harus membayarnya.

“PSMS itu secara ketentuan dia yayasan, dia tidak boleh menerima bantuan dari bentuk apapun. Jadi, kalau mereka mau pakai lapangan tetap harus bayar. Itu sudah ada Perdanya,” jelasnya.

Namun untuk masyarakat Kota Medan yang berkunjung, kata Pulungan, tidak akan dipungut biaya apapun. “Masyarakat tidak bayar. Karena disitu juga disediakan fasilitas umum seperti tempat bermain anak-anak, Ruang Terbuka Hijau, panjat tebing dan lain sebagainya,” ucapnya.

Begitupun dengan para Atlet Kota Medan, lanjut Pulungan, para atlet tersebut tidak akan dikenakan biaya.

“Mereka para atlet yang mau pakai fasilitas Stadion Kebun Bunga gratis, malah akan kita fasilitasi dan kita berencana akan membuat jadwal latihan mereka di sini. Karena mereka binaan kami,” pungkasnya. (map/ila)

Tiga Pilar Kelurahan Masjid Buka Stand Pojok Kreatif di Ramadahan Fair

KERAJINAN TANGAN: Hasil kerajinan tangan yang dipamerkan di Ramadhan Fair.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Di antara stand-stand Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pada perhelatan akbar Ramadhan Fair Tahun 2023, terdapat stand kolaborasi tiga pilar Kelurahan Mesjid, Kecamatan Medan Kota. Stand yang dinamakan Pojok Kreatif ini memajangkan hasil kerajinan tangan pisau, hiasan bambu unik, serta berbagai produk seni membonsai dan menanam bunga.

“Produk-produk yang dipajangkan di stand Pojok Kreatif ini merupakan hasil karya pihak Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Kelurahan Mesjid. Jadi bisa dikatakan, stand ini merupakan stand kolaborasi tiga pilar Kelurahan Mesjid,” ucap Lurah Mesjid, Syawaluddin Nasution, Selasa (28/3) malam.

Seluruh produk di stand ini cukup menarik perhatian. Di antaranya produk bonsai bunga Anting Putri. “Tanaman ini saat berbunga mengeluarkan aroma yang wangi. Seni membonsai tanaman ini kita ajarkan ke masyarakat agar menjadi produk UMKM,” ujar Syawaluddin di Stand yang berdiri di Taman Sri Deli tersebut.

Selain itu, sambung Syawaluddin, ada bunga yang ditanam ala Jepang, yakni kokedama yang merupakan seni menanam dengan memanfaatkan limbah sabut kelapa. “Jadi isi di dalamnya dengan tanah humus, kita balut sabut kelapa. Jadi bisa dipajang jadi tanaman hias di meja. Ini merupakan seni menanam dari Jepang,” katanya.

Ia menerangkan, kokedama bisa diterapkan pada berbagai tanaman, antara lain bunga lidah mertua, sirih, dan janda bolong. “Yang mengerjakan ini selain ibu-ibu TP PKK Kelurahan, juga kelompok tani yang kita bina,” terangnya.

Di tempat yang sama, Bhabinkamtibmas Kelurahan Mesjid, Muri Suhendar, mengungkapkan bahwa di stand kolaborasi tiga pilar ini, pihaknya menampilkan bambu dan kayu-kayuan yang unik. Bambu dan kayu dalam bentuk unik ini adalah kerjajinan asli olahan alam, bukan dibentuk tangan manusia.

“Kita cari langsung ke alam bambu-bambu yang memiliki keunikan. Setelah dapat, kita kemas sedemikian rupa agar bisa dipajang di rumah,” ujarnya seraya menunjukkan bambu yang bercabang tiga.

Dia mengakui, peminat produk ini masih terbatas pada kolektor. Makanya, melalui ajang Ramadhan Fair ini, di stand kolaborasi tiga pilar ini pihaknya memperkenalkan produk-produk tersebut.

Sementara itu, Mardi FS, Babinsa Koramil 020104 Medan Kota yang ditempatkan di Kelurahan Mesjid mengatakan, stand kolaborasi ini pihaknya menampilkan tanaman hias aglonema.

“Ini kita tanam sendiri, kita budidayakan sendiri, tanahnya pun merupakan fermentasi dengan sekam, tanah, dan humus, makanya subur begini. Kalau udah beranak kita pindahkan ke pot yang lebih kecil lagi,” ungkapnya.

Mardi mengatakan, melalui perhelatan Ramadhan Fair yang menyediakan stand-stand baik produk kuliner maupun kreatif ini sangat baik. “Kerja-kerja kreatif bisa tersalurkan. Contohnya di stand ini, ada kerajinan tangan pisau, ada bambu unik, dan hobi menanam pun bisa tersalur,” tutupnya. (map/ila)

Jumat, Gubsu Letakkan Batu Pertama Pembangunan Dua Venue PON 2024

PENJELASAN: Kadispora Sumut H Baharuddin Siagian menjelaskan tentang rencana pembangunan dua venue PON 2024. (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) terus menggenjot persiapan tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024. Terbaru, mereka akan memulai pembangun venue Stadion Madya Atletik dan Martial Art di Kawasan Sumut Sport Center, Desa Sena, Batangkuis, Deliserdang.

Pembangunan dua venue tersebut akan ditandai dengan peletakan baru pertama yang digelar Jumat (31/3) pagi. Peletakan pertama tersebut bakal dilakukan langsung oleh Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi.

“Pembangunan dua venue yakni Stadion Madya Atletik dan Gedung Olahraga (GOR) Martial Art akan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Pak Gubernur Edy Rahmayadi pada Jumat (31/3) nanti,” ujar Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumut, H Baharuddin Siagian di Medan, Rabu (29/3).

Dijelaskan, Stadion Madya Atletik akan dibangun dengan kapasistas 2.500 tempat duduk. Sedangkan GOR Martial Art dibangun dengan kapasistas 4.000 penonton.

“Jadi GOR Martial Art itu diperuntukkan bagi empat cabang olahraga bela diri. Dalam satu hari itu bisa menggelar empat pertandingan secara bersamaan,” paparnya.

Pria yang akrab dipanggil Bahar ini menambahkan, peletakan batu pertama ini merupakan langkah nyata Pemprovsu menjadi tuan rumah PON 2024. Setelah peletakan batu pertama, maka pembangunan akan langsung dimulai.

“Tidak ada jeda. Setelah peletakan batu pertama, maka pembangunan akan langsung dikerjakan. Ini merupakan pembangunan baru dan kita berharap agar selesai sebelum pelaksanaan PON 2024,” tandasnya.

Bahar berharap agar semua pihak, khususnya insan olahraga mendukung pembangunan ini. Apalagi ini merupakan langkah awal mewujudkan Sumut Sport Center di Desa Sena yang menjadi impian semua insan olahraga Sumut.

“Setelah pembangunan Stadion Madya Atletik dan GOR Martial Art ini, maka akan disusul pembangunan lainnya, seperti Stadion Utama. Stadion Utama direncanakan mulai dibangun pada Juni mendatang,” tandasnya.

Bukan hanya itu, Holding PT Perkebunan Nusantara (PTPN) juga bakal membangun satu GOR di Desa Sena. GOR tersebut rencananya jadi venue cabang bulutangkis.

“Sesuai dengan hasil pertemuan kita, Holding PTPN berjanji akan membangun satu GOR. Ini merupakan hal menggembirakan bagi Sumut sebagai tuan rumah PON 2024,” ucapnya.

Peletakkan batu pertama dua venue PON 2024 tersebut akan turut dihadiri Sekretaris PB PON 2024 Wilayah Sumut, serta insan olahraga Sumut seperti Ketua Umum KONI Sumut, Ketua Pengprov PASI Sumut, Ketua Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Sumut, Ketua Pengprov Wushu Indonesia (WI) Sumut, Ketua Pengprov FORKI Sumut, Ketua Pengprov PBJI Sumut, dan lainnya.

“Kita juga mengajak masyarakat olahraga Sumut juga hadir pada peletakkan batu pertama ini,” ajak Bahar. (dek)

Karo Mania Berharap Piala Dunia U-20 Tetap di Indonesia

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Aksi penolakan kedatangan Timnas Israel untuk mengikuti Piala Dunia U-20 2023 ke Indonesia terancam berbuah saksi dari FIFA. Indonesia terancam batal menjadi tuan rumah.

Ancaman batal menjadi tuan rumah itu semakin menguat setelah FIFA menunda drawing atau pembagian grup Piala Dunia U-20. Seharusnya drawing itu dilakukan pada Jumat (31/3) besok.

Situasi ini pun mendapat tanggapan dari kelompok suporter asal Medan, Karo Mania Indonesia. Kelompok suporter tim Liga 2 Karo United tersebut berharap agar kejadian ini tidak mempengaruhi tuan rumah Piala Dunia U-20.

“Kita berharap agar Indonesia tetap menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Semoga aksi penolakan kedatangan Israel itu tidak mempengaruhi posisi tuan rumah,” ujar Ketua Karo Mania Indonesia basis Kota Medan, Mikha Gabriel Meliala.

Mikha menjelaskan, Indonesia memiliki banyak keuntungan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 ini. Selain semakin dikenal dunia, juga sebagai kesempatan bagi para pemain Timnas Indonesia.

“Ini merupakan kesempatan bagi Timnas Indonesia untuk bermain di level dunia. Kita bisa bermain karena status tuan rumah. Kalau melalui kualifikasi, maka akan sulit lolos,” papar Mikha.

Keberhasilan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 juga akan menaikkan citra Indonesia di mata dunia internasional. Ini pun bisa menjadi pengalaman untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia pada tahun 2034.

“Kalau kita berhasil menjadi tuan rumah Piala Dunua U-20 ini, maka kesempatan untuk mendapatkan even-even internasional semakin mudah. Kita bisa mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034,” jelasnya.

Untuk itu, dia menghimbau untuk mendukung langkah Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. (dek)