Home Blog Page 1688

Barak Narkoba di Pinggiran Binjai Bebas Beroperasi, Anggota DPRD Sumut akan Orasi Tunggal di Mabes

Anggota DPRD Sumut, H Zainuddin Purba.Teddy Akbari/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara, H Zainuddin Purba terus berupaya menyelamatkan generasi penerus bangsa di Kota Binjai dan Langkat secara khusus serta Sumut pada umumnya. Pasalnya, kondisi kaum milenial di Kota Binjai dan Kabupaten Langkat kian mengkhawatirkan.

Hal ini disebabkan maraknya peredaran narkoba dan barak-baraknya. Karenanya, politisi Partai Golkar ini akan menyampaikan orasi tunggalnya di Markas Besar Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (20/3/2023) mendatang.

“Kalau nanti mendapat izin, akan saya lakukan lagi demo tunggal di sana (Mabes Polri). Saya akan sampaikan terkait masih maraknya barak narkoba di Tanjung Pamah, Kloneng, Bhakti Karya dan wilayah Langkat, Binnai dan di wilayah hukum Polrestabes Medan,” kata pria yang akrab disapa Pak Uda ini, Kamis (16/3/2023).

Aksi tunggal yang dilakukan Pak Uda bukan kali ini saja. Pada November 2021 dan Agustus 2022 lalu, mantan Ketua DPRD Binjai ini juga melakukan hal serupa, berorasi tunggal di depan Markas Polda Sumut.

Namun demikian, orasi tunggal yang dilakukannya tidak juga mampu membuat aparat penegak hukum melakukan penutupan secara permanen keberadaan barak-barak narkoba tersebut. Dia menceritakan, barak narkoba di pinggiran Kota Binjai cukup banyak didatangi oleh pecandu.

Pasalnya, pecandu akan mudah dan nyaman serta aman sentosa mengkonsumsi di barak tersebut. Para budak sabu ini dapat membeli sabu melalui loket dan langsung mengkonsumsi di barak yang beratapkan daun rumbia.

“Transaksi dan mengkonsumsi narkoba di barak dilakukan secara bebas serta terang-terangan,” kata dia.

Pak Uda juga tak menampik, Polda Sumut maupun Polrestabes Medan langsung bergerak setelah dirinya melakukan aksi tunggal menyoal keberadaan barak-barak narkoba tersebut. Dia juga mengakui, tim gabungan Polrestabes Medan dan Polda Sumut melakukan penggerebekan dan membakar barak-barak narkoba, setelah melakukan aksi tunggal.

“Tapi, begitu pulang aparat dari Polrestabes Medan yang dibantu Polda Sumut, malamnya ya terjadi lagi transaksi itu, jual beli narkoba secara bebas dan terang-terangan di lokasi itu,” bebernya.

Mereka sebagai generasi penerus bangsa rusak akibat barak narkoba yang keberadaannya kian tumbuh subur dan berkembang di perbatasan Kota Binjai.

“Setelah dibakar barak-barak narkoba itu, tapi malamnya sudah beraktivitas kembali, saya laporkan juga secara lisan melalui WhatsApp kepada Kasat Intelkam Polrestabes Medan dan Kasat Narkoba Polrestabes Medan. Namun, tidak ada jawaban. Dan sampai hari ini, transaksi jual-beli narkoba, menyiapkan tempat, menyiapkan narkobanya terang-terangan dan terbuka di sana, masih terus berlangsung,” kata Pak Uda.

“Hancur generasi muda bukan hanya di Binjai, Langkat, Deliserdang, tapi pemuda Sumatera Utara itu sudah hampir semua ke sana mengkonsumsi narkoba. Karena di sanalah satu-satunya tempat yang aman sampai saat ini,” ujar dia.

Pak Uda terus berjuang agar barak-barak narkoba yang sudah meresahkan masyarakat ini dapat dibumihanguskan secara permanen. Upaya yang dilakukannya bukan singkat.

“Saya sudah 6 kali surati ke polda, gubernur, juga pangdam dan begitu juga ke Ketua DPRD Sumut. Dan di Grup WA DPRD itu juga, saya berkali-kali memohon kepada Ketua DPRD dan pimpinan DPRD, untuk melakukan rapat kerja dengan instansi terkait maraknya peredaran narkoba. Tapi sampai hari ini, hal itu tidak pernah dilakukan oleh ketua dan pimpinan DPRD,” ujar dia.

Barak-barak narkoba di pinggiran Kota Binjai sukses beroperasi tanpa hambatan. Bahkan, terus beroperasi hingga menjaring anak-anak muda di bawah umur untuk dapat menikmati sabu dengan mudah dan gampang.

“Saya bukan mengarang, kalian juga orang sini dan juga menyaksikan bahwasanya tempat yang saya sampaikan tadi, tempat menjual narkoba itu teraman di Indonesia. Baru baru ini lagi, meninggal 1 orang karena overdosis dan 1 orang lagi dirawat di rumah sakit karena overdosis juga. Ya tetapi begitu, datang Kepala BNNP Sumut akan kita tangkap pengelola diskotik. Namun, hanya retorika belaka,” ujar dia.

Bagi Pak Uda, jenderal polisi yang menjadi orang nomor satu di Polda dan BNNP Sumut, belum melakukan sebuah langkah strategis untuk menghentikan transaksi narkoba di barak-barak pinggiran Kota Binjai, Dusun Tanjung Pamah, Desa Namorube Julu, Kutalimbaru, Deliserdang.

“Dua kali melakukan demo di depan Mapolda Sumut pada November 2021 dan Agustus 2022, buktinya juga sampai sekarang hari ini, barak-barak narkoba, tempat menjual narkoba memakai loket, tempat mengkonsumsinya di situ, teraman di Indonesia masih berlangsung. Sehingga kita harus ke Mabes karena kita duga Kapolda Sumut, Kepala BNNP, tidak punya keinginan dalam menuntaskan permasalahan ini,” kata dia.

“Beliau berdua saya yakini punya kemampuan, tetapi tidak punya keinginan. Maka saya lakukan ke Mabes Polri untuk menyampaikan maraknya, terang-terangannya, amannya transaksi narkoba di Sumut, khususnya Binjai, Langkat, Deliserdang, yang juga Deliserdang ini merupakan wilayah hukum Polrestabes Medan,” pungkasnya. (ted/ram)

Warga Desa Marjanji Dihebohkan Penemuan Mayat Laki Laki

EVAKUASI: Personel kepolisian Polsek Sipispis dan Polres Tebingtinggi melakukan evakuasi penemuan mayat laku laki mengambang di Sungai Bahbolon Desa Marjanji Kecamatan Sipispis Kabupaten Sergai.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pencari batu koral di Sungai Bahbolon Desa Marjanji Kecamatan Sipispis Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Robinson Damanik (44) warga Dusun II Desa Marjanji menemukan sesosok mayat laki laki yang mengapung terbawa arus sungai, Kamis (16/3/2023).

Penemuan mayat tersebut akhirnya melaporkan penemuan mayat tersebut ke Mapolsek Sipispis dan ditindaklanjuti oleh Tim Inafis Polres Tebingtinggi.

Pihak kepolisian yang datang ke lokasi penemuan mayat langsung mengamankan lokasi dan mengevakuasi mayat untuk di visum di rumah sakit Bhayangkara Kota Tebingtinggi.

Kapolsek Sipispis AKP Saifullah membenarkan adanya penemuan mayat laki laki mengapung di Sungai Bahbolon oleh warga.

Dari hasil keterangan warga, mayat laki laki yang ditemukan bernama Perliadi Saragih (41) warga Dusun I Desa Marubun Kecamatan Sipispis Kabupaten Sergai.

“Dugaan penyebab kematian korban dikarenakan terjatuh dari jembatan sekitar lokasi desanya. Kini kasusnya sudah ditangani oleh pihak kepolisian,” jelas AKP Saifullah.

Sedangkan hasil visum sementara dari rumah sakit tidak ditemukan bekas penganiayaan di tubuh korban. Karena keluarga tidak mau jenazah keluarganya diotopsi, pihak kepolisian menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (ian/ram)

Kisruh Pengangkatan Kepling, DPRD Minta Bagian Tata Pemerintahan Ambil Peran

Anggota DPRD Medan, Irwansyah S.Ag, SH.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Medan Daerah Pemilihan (Dapil) III (Medan Timur, Medan Perjuangan dan Medan Tembung), Irwansyah S.Ag, SH, angkat bicara atas kisruh pengangkatan Kepala Lingkungan 7, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur.

 Ia mengaku prihatin dengan menculnya persoalan ini hingga masuk ke meja DPRD Medan dan Wali Kota Medan.  “Kasus ini sangat memprihatinkan bagi saya, aparatur pemerintahan seharusnya menjadi pengayom ditengah-tengah masyarakat dengan memperhatikan aspek proporsional,” ucap Irwansyah, Jumat (17/3/2023).

 Dikatakan politisi PKS itu, persoalan pemilihan kepala lingkungan harusnya bisa selesai dengan baik di masyarakat. Pihak kecamatan dan kelurahan pun harusnya bisa lebih besar karena aturan hukum terkait, baik Perda maupun Perwalnya sudah disediakan.”Mencuatnya persoalan bisa jadi karena buruknya tata kelola pemerintahan yang dilakukan,” ujarnya.

 Dikatakan Irwansyah, persoalan ini telah menjadi persoalan serius di masyarakat dan semua pihak tidak mengharapkan persoalan ini semakin memecah belah kehidupan masyarakat yang sudah terjalin dengan baik selama ini.

 “Kehidupan masyarakat di Lingkungan 7 Kelurahan Pulo Brayan Bengkel selama ini sudah berjalan dengan baik. Kita tidak mengharapkan persoalan ini malah membuat masyarakat di bawah terpecah belah. Harusnya ini yang menjadi perhatian besar bagi Camat dan Lurah,” katanya.

  Dalam kasus ini, Irwansyah meminta agar aparatur Pemko Medan, khususnya Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Kota Medan untuk dapat mengambil perannya dalam persoalan ini.

 “Apatarur Pemko Medan kita minta lebih punya power, seperti Bagian Tata Pemerintahan sehingga masalah-masalah seperti ini tidak meluas dan situasi di masyarakat bisa kembali membaik,” jelasnya.

 Irwansyah juga mendukung langkah masyarakat di lingkungan 7 Kelurahan Pulo Brayan Bengkel yang menyampaikan persoalan ini kepada Camat, Wali Kota Medan, dan DPRD Medan.

 “Namun juga mengharapkan agar masyarakat tetap menempuh cara-cara yang elegan, agar hasilnya juga baik. Nantinya, DPRD Medan bisa menjembatani persoalan ini dengan baik dan memanggil pihak-pihak yang terlibat dalam masalahan ini agar bisa menjelaskannya kepada masyarakat,” pungkasnya. (rel)

#NyalakanKebersamaan untuk Dampingi Pengalaman Pelanggan di Momen Ramadan dan Idul Fitri 1444 H

Telkomsel merilis produk dan layanan digital lifestyle terkini untuk ‘Nyalakan Kebersamaan’ dalam menyambut momen Ramadan dan Idul Fitri 1444 H dengan memperkenalkan ragam konten baru di Platform Langit Musik, MAXstream, dan Dunia Games.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Telkomsel merilis produk dan layanan digital lifestyle terkini untuk ‘Nyalakan Kebersamaan’ menyambut keseruan pengalaman digital pelanggan di momen Ramadan dan Idul Fitri 1444 H (RAFI 2023). Dalam kegiatan Telkomsel Digital Lifestyle Ramadan Program 2023, Telkomsel sebagai digital ecosystem enabler memperkenalkan ragam konten hiburan digital terdepan yang akan menemani keseruan pelanggan mendapatkan pengalaman seru beraktivitas digital melalui sejumlah platform unggulan Telkomsel, seperti Langit MusikMAXstream, dan Dunia Games.

Direktur Marketing Telkomsel Derrick Heng mengatakan, “Konsisten sebagai digital ecosystem enabler, Telkomsel terus berkomitmen dalam meningkatkan pengalaman digital pelanggan di setiap aspek kehidupan. Menyambut momen Ramadan dan Idul Fitri 1444 H dengan

semangat #NyalakanKebersamaan yang penuh sukacita, kami berupaya melampaui ekskpektasi pelanggan dengan terus membuka lebih banyak peluang bagi pelanggan menikmati ragam layanan hiburan digital yang berkualitas dan berkelas dunia. Dengan ragam produk serta layanan digital lifestyle terkini yang mengedepankan prinsip customer-centric, Telkomsel senantiasa hadir terdepan untuk mendampingi masyarakat agar tetap saling terhubung dan menjaga tali silaturahmi selama bulan suci Ramadan.”

Menjelang momen Ramadan dan Idul Fitri tahun ini, Telkomsel menambah keseruan bagi masyarakat dan pelanggan melalui fitur terbaru di audio streaming platform Langit Musik, yakni Langit Musik Live yang dihadirkan bersama Nuon. Fitur dalam versi terbaru Langit Musik itu memungkinkan pengguna untuk mengakses radio daring (online radio) dan siniar langsung (live podcast), serta berinteraksi langsung dengan para announcer/podcaster. Selama Ramadan, pelanggan dapat mengakses sejumlah konten siaran dan siniar yang disiarkan oleh Langit Musik Live, mulai dari ‘Kajian Ba’da Dzuhur’ bersama komunitas Majelis Taklim Telkomsel (MTT), program podcast ‘Martabak’ bersama Arif Brata, ‘Cinta Melulu’ bersama Berliana Lovell, ‘Jebol!’ bersama Alvino Hanafi, ‘Cupipop’ bersama William Coppa, ‘Dunia Games (DG Cheat)’ bersama Punipun, ‘Pengap di Kantor’ bersama Ecommurz, ‘Movie Review’ bersama Habis Nonton Film, ‘Malam Jumat’ bersama Gritte Agatha, ‘Celups’ bersama Mouline Zulfa, ‘100% Sehat’ bersama Andira Utami, ‘Dunia Games Podcast’ bersama Fahmi Kornet, hingga berbagai konten seru dalam format audiobook dan drama horor.

Bagi para penikmat film, Telkomsel juga akan merilis tiga konten MAXstream Original, yakni film drama remaja Suka Duka Uni Unaa pada 17 Maret 2023, serial komedi APOSE pada 20 Maret 2023, dan film drama percintaan religi Atas Nama Surga pada 10 April 2023. Untuk menambah kenyamanan menonton pelanggan dalam menikmati layanan video streaming, Telkomsel menghadirkan Paket GigaMAX khusus video dengan kuota hingga 15 GB, termasuk berlangganan MAXstream, Genflix, Vidio Premier, Sushiroll, Disney+ Hotstar, WeTV, CATCHPLAY+ Lite, Lionsgate Play, dan Viu, serta akses berlangganan ke belasan streaming platform yang telah bekerja sama dengan Telkomsel. Para pelanggan Telkomsel juga akan mendapatkan langganan Prime Video selama 30 hari khusus di perangkat mobile, berlaku untuk setiap pembelian paket internet bulanan seperti OMG, Combo Sakti, dan Internet Sakti. Menyambut Ramadan dan Idul Fitri, mulai 15 Maret hingga 30 April 2023, pelanggan juga bisa mengakses tayangan premium secara gratis dari Lionsgate Play, NOMO, CATCHPLAY+ Lite, MYPLAY, dan WeTV di Platform MAXstream. Selain itu, pelanggan juga dapat membeli Paket Ketengan Nonton mulai dari harga 6 ribu rupiah dengan kuota hingga 2 GB yang sudah termasuk berlangganan untuk Aplikasi WeTV dan Viu.

Sedangkan untuk para gamers, melalui games platform Dunia Games, Telkomsel menghadirkan ragam promo setiap hari selama Ramadan, mulai dari pembelian S.A.B.E.R dan V.E.N.O.M epic skin di Mobile Legends Bang Bang (MLBB), Extra Diamond Free Fire dan Life After, bonus PoGo Gift Card untuk setiap pembelian Paket GamesMax, dan bonus berlangganan aplikasi video (Disney+, Prime Video, WeTV). Untuk setiap pembelian voucher, Dunia Games memberikan kuota internet hingga 3 GB. Telkomsel juga akan menggelar turnamen tahunan Dunia Games Waktu Indonesia Bermain (DGWIB) yang akan berlangsung pada periode Ramadan 2023.

Hingga kuartal tiga 2022 lalu, pendapatan dari layanan bisnis digital Telkomsel meningkat lebih dari 6 persen (YoY). Hal tersebut didorong dengan semakin tumbuhnya performansi sejumlah layanan digital Telkomsel, seperti Platform Langit Musik yang kini telah diunduh lebih dari 17 juta kali, Platform MAXstream yang telah diunduh oleh sebanyak 34 juta pelanggan dan memiliki active user sebanyak 10 juta pelanggan, serta Platform Dunia Games yang telah melayani sebanyak 18 juta pengguna.

Informasi lebih lengkap tentang produk dan layanan digital lifestyle Telkomsel dapat diakses melalui situs serta akun media sosial Langit MusikMAXstream, dan Dunia Games.(rel)

Eks Karyawan Diduga Menyewakan Aset Perusahaan, PTPN II Diminta Proses Hukum

SEWAKAN: Sebuah rumah yang merupakan aset PTPN II yang diduga disewakan eks karyawan PTPN II.

SAMPALI, SUMUTPOS.CO – Perusahaan Terbatas Perkebunan Nusantara (PTPN) II diminta untuk memproses hukum eks karyawan diduga menyewakan aset lahan perusahaan PTPN II di kawasan Jalan Kesuma, Desa Sampali, Kabupaten Deliserdang.

Hal itu ditegaskan Kuasa Hukum PTPN II/Nusa Dua Propertindo (NDP) Sastra SH MKn didampingi Humas NDP Sutan Panjaitan kepada awak media, di kantor NDP Kebun Sampali, Kamis (16/3/2023).

“Kita meminta kepada pihak PTPN II agar mengambil tindakan tegas sesuai proses hukum yang berlaku terhadap tindakan melawan hukum oknum karyawan yang telah diberhentikan dengan cara tidak hormat atas nama Novi Anggraini,” jelas Sastra menjawab pertanyaan awak media.

Dikatakan Sastra, aset lahan perusahaan PTPN II di kawasan Jalan Kesuma, Desa Sampali, Kabupaten Deliserdang tersebut merupakan lahan Hak Guna Usaha (HGU) Sertifikat No.152/Kebun Sampali yang aktif sampai tahun 2028.

Menurut informasi yang di peroleh awak media Novi Anggraini telah diberhentikan dengan cara tidak hormat oleh perusahaan PTPN II sesuai Surat Keputusan Direksi PTPN II Nomor : 2.6-BS/Kpts/27/II/2023 pada tanggal 06 Februari 2023.

Setelah melakukan pengecekan lapangan, Humas NDP Sutan Panjaitan menambahkan, pihaknya segera menindaklanjuti atas perbuatan melawan hukum dengan cara menyewakan aset lahan perusahaan PTPN II. “Segera kita proses dan tindaklanjuti,” ujar Sutan.

Sebelumnya, dikonfirmasi melalui telepon seluler apa dasar hak Novi Anggraini menyewakan aset lahan perusahaan PTPN II, kedua nomor telepon seluler miliknya tidak aktif. (ila)

Keutamaan Haji, Sabar dan Usaha Jadi Kuncinya

SOLO, SUMUTPOS.CO – Ibadah haji merupakan rukun Islam yang wajib dijalankan setiap muslim bagi yang mampu. Keutamaan haji, membuat beberapa calon jamaah tetap memilih bersabar menunggu giliran untuk bisa sampai ke Tanah Suci, Mekah.

Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Niam, mengatakan pada dasarnya ibadah haji dan umrah yang menjadi satu rangkaian merupakan satu kewajiban bagi setiap muslim yang mampu. Ibadah haji merupakan salah satu ibadah yang istimewa. “Sementara kalau umrah yang mandiri tidak dikaitkan dengan palaksanaan ibadah haji, hukum asalnya adalah sunnah,” tambah dia.

Niam berpendapat kewajiban haji dibebankan bagi yang memenuhi persyaratan seperti memiliki kemampuan bekal baik fisik maupun finansial untuk melakukan perjalanan ke tanah suci.

“Jika pelaksanaan ibadah haji menuntut adanya pembayaran sejumlah uang, maka ketika dia cukup kepentingan pembayaran uang, maka dia harus membayarkan sejumlah uang. Dan juga upaya menuju ibadah haji dengan mendaftar, maka mendaftar itu hukumnya wajib,” ujar dia.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah 2015-2020, Tafsir, mengatakan perbedaan haji dan umrah salah satunya terletak pada masa pemberangkatan. “Untuk haji, waktu dan tempat sudah ditentukan. Kalau umrah, tempatnya saja, waktunya tidak ditentukan,” kata dia.

Oleh karena itu, haji merupakan momentum umat muslim seluruh dunia berkumpul di satu tempat. Sehingga, kata dia, hal itu yang membuat orang yang akan berangkat haji harus terlebih dahulu antre.

“Karena kapasitas haji di Mekah dan Arafah itu hanya kira-kira empat juta orang, sementara peminatnya pasti jauh lebih banyak. Maka itu dibuat kebijakan setiap 1.000 muslim ada satu yang ibadah haji [dalam satu tahun]” jelas dia.

Dia mengilustrasikan jika penduduk muslim di Indonesia berjumlah 210 juta, maka yang berangkat sekitar 210.000. Hal ini lah yang membuat masa tunggu haji relatif lama.

“Ini tidak bisa dipaksakan agar bisa cepat, karena kan wilayah Arab Saudi tidak berkembang, kalau kapasitasnya 4 juta dan dipaksakan misal 8 juta orang nanti malah dikhawatirkan ada musibah,” ujar dia.
Meski masa tunggu relatif lama, menurutnya kesabaran menunggu giliran untuk berangkat ke Tanah Suci itu sudah dihitung sebagai kebaikan dan mendapat pahala. Bahkan, dia menambahkan, di dalam Islam, niat saja sudah dihitung pahala. “Sehingga tidak usah kemudian resah karena sudah daftar tapi belum berangkat,” tambah dia.

Tafsir menambahkan selain niat dan kesabaran menunggu perlu juga diiringi dengan doa agar bisa berangkat tepat pada waktu yang sudah dijadwalkan.

“Selebihnya tinggal tawakal kepada Allah, bahwa kita sudah niat untuk haji, tetapi kuasa sepenuhnya ada di tangan Allah. Dan yang perlu digarisbawahi, Allah itu tidak melihat hasil, tapi melihat usaha kita untuk menunaikan haji,” ujar dia.

Salah satu calon jemaah haji asal Boyolali, Punto, 32, sudah mendaftar haji pada Desember 2019. Dia menyetor uang senilai Rp25 juta untuk bisa secara resmi terdaftar sebagai calon jemaah haji.

Menurutnya jumlah atau total biaya tidak menjadi soal buatnya, yang terpenting niat menunaikan kewajiban yang termaktub di rukun islam yang ke-lima.

“Yang wajib kan memang haji, jadi pada 2019 itu, mikirnya yang penting daftar dulu, perkara nanti mau berangkat kapan dan biaya berapa tidak menjadi soal. Selanjutnya tetap niat umrah sebelum keberangkatan haji,” kata dia.

Dia mendaftar haji di usia yang masih relatif muda. Usianya masih 28 tahun ketika memutuskan untuk mendaftar. Bukan tanpa alasan, Punto sengaja segera mendaftar agar bisa berangkat ketika umurnya belum terlalu tua dan fisik masih kuat.

“Masa tunggu masih masuk akal untuk umur saya, misal kuota normal, masih bisa berangkat di umur sekitar 50-an. Dulu seingat saya tunggu sekitar 23 tahun, tapi ada pandemi Covid dan pengurangan kuota. Ini sayangnya saya tidak bisa mengecek karena data nomor saya hilang,” kata dia.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muayyad Solo, Abdul Rozaq, mengatakan ibadah haji merupakan panggilan yang ditujukan untuk seorang muslim. Dia mengatakan yang terpenting selain usaha dan sabar adalah meluruskan niat untuk samata-mata beribadah menunaikan kewajiban.

“Kalau kamu betul-betul niatnya lillahi taala, berapa pun biayanya pasti berangkat,” kata dia, yang juga Imam Besar Masjid Sheikh Zayed.

Dia memberi contoh seorang pengayuh becak yang bisa berangkat haji lantaran niatnya yang kuat untuk menunaikan salah satu rukun Islam tersebut. Abdul Rozaq bercerita pengayuh becak itu mengratiskan penumpangnya sepekan sekali pada hari Jumat.

“Lalu di satu jalan ada orang kaya mobilnya mogok. Diantar dia sama si tukang becak itu. Ketika mau bayar kok tidak mau. Terus ditanya niatnya apa kok digratiskan, si tukang becak itu bilang sedekah ini diniatkan agar suatu saat bisa haji,” kata dia menceritakan.

Lebih lanjut, dia bercerita pengayuh becak itu juga tetap melakukan usaha dengan menabung dari hasil pekerjaannya itu. “Tapi ternyata yang ditolong tadi itu orang kaya, lalu diberangkatkanlah naik haji. Ini kisah, mungkin jalan orang masing-masing bisa sampai ke Tanah Suci, tapi kuncinya tetap sabar sembari usaha,” tambah dia. (rel/sih)

Habiburrahman Sinuraya Puji Program Prioritas Bobby Nasution

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota Komisi I DPRD Kota Medan, Habiburrahman Sinuraya memuji kinerja Wali Kota Medan, Bobby Nasution sebagai pemimpin yang mampu memberikan banyak perubahan positif bagi Kota Medan.

Habib menegaskan, penilaian positif itu dia berikan bukan tanpa alasan, melainkan murni karena banyaknya perubahan dan kemajuan di Kota Medan yang manfaatnya dapat dilihat dan dirasakan langsung oleh masyarakat melalui program-program prioritas Pemko Medan yang ditetapkan Bobby Nasution.

“Hari ini Kota Medan bersyukur punya pemimpin seperti Pak Bobby, kita melihat beliau terus bekerja keras dalam mewujudkan program-program prioritasnya. Alhamdulillah, meskipun baru lebih kurang 2 tahun menjabat sebagai Wali Kota Medan, namun perubahan dan kemajuan Kota Medan sangat terlihat. Ada banyak manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat atas kemajuan Kota Medan saat ini,” ucap Habiburrahman kepada Sumut Pos, Kamis (16/3/2023).

Politisi Partai NasDem yang akrab disapa Habib ini mengatakan, salah satu program prioritas Bobby Nasution yang saat ini manfaatnya sangat dirasakan warga Kota Medan adalah program di bidang kesehatan. Ia mengatakan, terwujudnya program Universal Health Coverage (UHC) di Medan merupakan bukti kehadiran pemerintah di tengah-tengah masyarakat.

“Sejak adanya UHC, tidak ada lagi istilah masyarakat tidak bisa berobat karena tidak ada biaya. Setiap kali kita turun menemui masyarakat, mereka mengaku sangat berterimakasih dengan adanya program UHC ini. Program UHC menyentuh masyarakat secara langsung, serta memberikan manfaat yang tidak ternilai,” ujarnya.

Selain itu, saat ini para pelaku UMKM di Kota Medan juga telah merasakan banyaknya manfaat dari program UMKM Naik Kelas yang dicanangkan Bobby Nasution.

“Saat ini para pelaku UMKM di Kota Medan bisa berbesar hati karena banyaknya perhatian yag dicurahkan Pemko Medan. Berbagai program bantuan dan pembinan terus dilakukan, saya fikir hal ini adalah kemajuan besar UMKM Kota Medan,” katanya.

Menurut Ketua Garda Pemuda NasDem Kota Medan itu, kemajuan dari sisi tata kota juga terlihat sangat signifikan. Tak hanya penataan revitalisasi Lapangan Merdeka dan kawasan Kesawan, Pemko Medan juga melakukan penataan ruas-ruas jalan hingga Gapura Batas Kota yang membuat ‘wajah’ Kota Medan semakin baik. Penataan itu dapat dirasakan baik dari sisi manfaat maupun estetika.

“Pembangunan insfrastruktur juga terus berjalan dengan cepat, volume jalan rusak di Kota Medan menurun signifikan karena pembangunan jalan yang terus dilakukan. Tak hanya itu, pelayanan kepada masyarakat di kantor-kantor pelayanan juga terlihat semakin baik,” tuturnya.

Dilanjutkan Habib, sebagai keseriusan Bobby Nasution dalam mengatasi masalah banjir, pembangunan drainase dan normalisasi sungai juga terus difokuskan. Habib pun meminta semua pihak, termasuk pihak BWSS II untuk mendukung keseriusan Wali Kota Medan dalam menormalisasi sungai-sungai di Kota Medan.

“Sementara untuk masalah sampah, saya fikir kita semua mengakui bahwa kemajuan Kota Medan dalam mengelola sampah sangat terlihat jelas, hal ini terbukti dari raihan sertifikat Adipura kategori Kota Metropolitan yang diraih Kota Medan baru-baru ini. Kemajuan besar seperti ini yang sangat kita harapkan,” lanjutnya.

Oleh sebab itu, Habib mengajak semua pihak untuk bersama-sama mendukung kinerja dan keseriusan Wali Kota Medan, Bobby Nasution dalam membangun Kota Medan yang semakin baik. Seperti yang sempat dikatakan Bobby Nasution, Habib pun meminta semua pihak untuk menyingkirkan ego sektoral.

“Kita sudah melihat keseriusan beliau (Bobby Nasution) dalam membangun Kota Medan, dan kita siap berkolaborasi untuk mewujudkan program-program prioritas Pemko Medan di bawah kepemimpinan beliau,” pungkasnya.
(map/ram)

Kejari Langkat Sapa Masyarakat Melalui Saluran Radio

NARASUMBER: Aryanvi Kantha Diprama selaku Kasubsi A Intelijen dan David Ricardo Simamora selaku Pelaksana Harian Kasubsi Penuntutan Pidana Umum saat menjadi narasumber dalam Program Jaksa Menyapa melalui saluran Radio Perkasa 99.6 FM

STABAT, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Negeri Langkat menyapa masyarakat sekaligus melakukan penyuluhan hukum melalui Program Jaksa Menyapa. Program Jaksa Menyapa yang dilakukan Kejari Langkat dilakukan melalui saluran Radio Perkara 99.6 FM, Rabu (15/3/2023).

“Adapun yang bertindak sebagai narasumber dalam Program Jaksa Menyapa yakni, Aryanvi Kantha Diprama selaku Kasubsi A Intelijen dan David Ricardo Simamora selaku Pelaksana Harian Kasubsi Penuntutan Pidana Umum,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Langkat, Sabri Marbun, Kamis (16/3/2023).

Dia menjelaskan, tema yang disampaikan narasumber Kejari Langkat dalam Program Jaksa Menyapa yakni, penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif dan aplikasi e-tamu di Kejari Langkat. Tujuan Program Jaksa Menyapa, kata dia, untuk mengedukasi masyarakat sekaligus mengenalkan dan memahami hukum, khususnya terkait penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif.

“Penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restorarif merupakan penyelesaian perkara yang mengedepankan pengembalian keadaan seperti semula, yang didasarkan pada perdamaian antara pelaku dan korban, mengingat nilai-nilai kehidupan dalam masyarakat Indonesia dan kearifan lokal yang mengedepankan musyawarah,” ujar dia.

Dia mengajak masyarakat untuk dapat memahami bahwa dapat atau tidak suatu perkara dihentikan penuntutan berdasarkan keadilan restorarif yang bergantung pada hasil mediasi antara pelaku dan korban. “Jaksa hanya sebagai fasilitator saja, sehingga apabila salah satu pihak baik pelaku atau korban tidak menghendaki adanya perdamaian, maka perkara tersebut akan diproses ke tahap selanjutnya” seru dia.

Sabri menjelaskan, tidak semua perkara dapat dilakukan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif. “Karena ada syarat-syarat yang diatur dalam Perja Nomor 15 Tahun 2020 yaitu, pelaku tidak pernah dijatuhi pidana, ancaman hukuman tidak lebih dari 5 tahun penjara dan kerugian yang dialami korban tidak lebih dari Rp 2.500.000,” urai dia.

Syarat-syarat penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restorarif ini penting diketahui masyarakat luas. Alasannya, agar masyarakat tidak berpikir bahwa semua perkara dapat dihentikan penuntutannya, melainkan harus memenuhi syarat-syarat yang telah diatur.

Pada 2022, Kejari Langkat telah melaksanakan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan reatoratif terhadap 23 perkara. Atas hal ini, Kejari Langkat pun mendapat penghargaan juara 2 nasional sebagai kejari dengan jumlah penghentian penuntutan berdasarkan keadilan reatoratif terbanyak.

Kejari Langkah juga menerapkan aplikasi e-tamu kepada pengunjung yang datang. Dia menjelaskan, aplikasi tersebut adalah kebijakan dari Kejaksaan Agung kepada seluruh jajarannya dengan tujuan untuk mendata setiap tamu yang datang, sebagai bentuk keterbukaan institusi Kejaksaan.

“Diharapkan kepada seluruh masyarakat yang akan berkunjung ke Kejari Langkat untuk mendukung penerapan aplikasi tersebut dengan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. Walaupun beberapa masyarakat menilai bahwa prosedur tersebut terkesan menghambat, tetapi tujuan dari aplikasi tersebut adalah bentuk keterbukaan Kejaksaan Negeri Langkat kepada publik dan pimpinan karena dapat dimonitor oleh pimpinan pusat,” kata dia seraya mengajak seluruh masyarakat mengenali hukum dan mejauhi hukuman demi mewujudkan ketentraman serta ketertiban di Kabupaten Langkat.

Program Jaksa Menyapa ini adalah wujud nyata Korps Adhyaksa hadir di tengah-tengah masyarakat. Jaksa menyapa dan menjawab masyarakat secara langsung apapun yang diinginkan atau diketahui masyarakat tentang seputar hukum.

“Kami tidak hanya ada menjalankan tugas dan fungsi di kantor tapi juga harus hadir di tengah masyarakat melalui Om Jak di pasar-pasar, tempat keramaian, termasuk juga di radio. Kami hadir untuk menyapa seluruh masyarakat luas. Ini produk intelijen kejaksaan yang tujuannya publikasi seputar hukum kepada masyarakat, guna memudahkan masyarakat berinteraksi langsung kepada jaksa,” kata dia.

Tema dalam jaksa menyapa terkait restoratif justice sangat perlu secara terus menerus dipublikasikan, agar masyarakat lebih memahami apa saja syarat dalam penyelesaian perkara melalui pendekatan RJ. Dengan pengetahuan masyarakat secara yuridis, dapat memudahkan seluruh pihak untuk mengawal penyelesaian perkara melalui pendekatan restoratif justice.

Dalam jaksa menyapa, juga disosialisasikan program E-Tamu yang ada di Kejari Langkat. Para tamu harus mengikuti prosedur bertamu sebagaimana aturan yang diterapkan.

Adalah aturan yang berasal dari Kejaksaan Agung. “E-Tamu adalah integrasi dengan ruang yang ada, dan sebelumnya yaitu Program Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Di mana tamu harus diarahkan ke ruang PTSP untuk selanjutnya dilakukan pendataan secara digital melalui E Tamu. Ini penting kami sosialisasikan karena ini untuk tujuan bersama termasuk bermanfaat sekali untuk pimpinan di pusat dan masyarakat secara luas. Karena dengan ada program E Tamu, pimpinan di pusat dan seluruh pihak dapat mengawal dan memonitor tamu-tamu yang datang ke kejaksaan. Tentunya tamu-tamu yang datang akan terdata secara digital dan tersimpan sepanjang waktu, efisien dan efektif serta terukur kepentingannya ketika ingin bertamu. Ini salah satu wujud transparansi Kejaksaan, apalagi saat ini era digitalisasi yang membutuhkan kecepatan informasi dan memaksimalkan pekerjaan serba teknologi, juga suatu waktu data akan diperlukan karena sudah tersimpan dengan jejak digital. Oleh karenanya kami butuh dukungan seluruh pihak termasuk tamu-tamu yang akan mengunjugi Kejaksaan Negeri Langkat,” pungkasnya. (ted/ram)

Jelang Ramadan, BI Sibolga Gelar Pasar Murah

SIBOLGA, SUMUTPOS.CO – Menjelang Ramadan 1444 H, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sibolga bekerja sama dengan Bulog dan pemerintah daerah menggelar pasar murah di sejumlah titik di Kota Sibolga.

Kepala KPw BI Sibolga, Yuliansyah Andrias menjelaskan, gelaran pasar murah menghadapi Ramadan 1444 H, tujuannya untuk membantu masyarakat agar mendapatkan harga yang wajar dan mencukupi kebutuhan.

“Sasarannya adalah kota IHK atau kota yang dihitung inflasinya,” kata Yuliansyah Andrias kepada wartawan, di sela kegiatan pasar murah di Jalan Peralihan, Kelurahan Pancuran Dewa, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Kamis (16/3/2023).

Dia mengatakan, pelaksanaan pasar murah di Kota Padangsidimpuan berbarengan dengan Kota Sibolga. Kota Gunungsitoli juga masuk dalam rencana kegiatan.

Yuliansyah Andrias mengatakan, sepekan lalu BI Sibolga juga mengadakan pasar murah di Kabupaten Tapanuli Tengah. Gerakan pasar murah ini merupakan inisiasi BI bersama Bulog dan pemerintah daerah (Pemda).

“Kita suport dari ongkos angkutan, sehingga harga di masyarakat tetap rendah sesuai dengan yang kita harapkan bersama,” kata Yuliansyah Andrias.

Menurut Yuliansyah Andrias, pasar murah ini digelar selama seminggu, Bulog menyiapkan 15 ton beras, 1.500 karton minyak goreng, dan juga gula pasir,

“Kalau gula pasir tidak disubsidi karena harganya masih normal di pasaran, yang kita monitor beras dengan minyak goreng,” katanya.

Wakil Wali Kota Sibolga, Pantas Maruba Lumbantobing mengatakan, kegiatan pasar murah yang dilaksanakan bersama KPw BI Sibolga dan Bulog ini sudah memasuki hari keempat.

Pantas mengatakan, Pemko Sibolga juga punya program serupa yang akan dilaksanakan menjelang bulan puasa. Jadi ada dua kegiatan yang dilaksanakan bersama BI dan Bulog.

“Anggarannya berasal dari dana insentif daerah (DID) untuk kegiatan operasi pasar dan pasar murah,” katanya.

Dia pun mempersilakan masyarakat untuk membeli produk yang dijual di pasar murah tersebut. Ini salah satu upaya untuk menekan inflasi di Kota Sibolga.

“Bahan pokok jadi penyumbang inflasi di Kota Sibolga, jadi ini salah satu upaya kita untuk menekan inflasi,” katanya.

Pemimpin Cabang Bulog Sibolga, Muhammad Khoiruddin mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir karena stok baras aman.

Ada 480 ton dan kita juga meminta kembali beras 1.000 ton dari daerah surplus. Kemudian untuk gula ada 175 ton dan 100 ton masih dalam perjalanan dari daerah Jawa. Untuk minyak goreng kita sedang pesan 5 kontainer atau sekitar 8.000 karton.

“Kita juga sudah memesan 500 ton beras premium. Beras tersebut segera dikirim ke Sibolga,” katanya.

Warga setempat, Ratna Simanjuntak mengaku senang dengan pasar murah tersebut. Meski dia mengetahuinya dari tetangga, tetapi dia merasa terbantu ada beras yang harganya lebih murah.

“Tadi saya belanja minyak, gula, beras. Harganya lebih murah ketimbang belanja di pasar,” katanya. (Mag- 5/ram)

Operasi Keselamatan Toba, Personel Diminta Melakukan Teguran Humanis

PIMPIN: Kasat Lantas Polres Tebingtinggi AKP Dhoraria Simanjuntak memimpin pelepasan personel dalam operasi Keselamatan Toba di halaman Sat Lantas Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Kasat Lantas Polres Tebingtinggi AKP Dhoraria Simanjuntak memimpin apel personel kepolisian Satuan Lalulintas (Sat Lantas) Polres Tebingtinggi terkait lanjutan Operasi Keselamatan Toba tahun 2023 di halaman Sat Lantas Jalan Delima Kota Tebingtinggi, Kamis (16/3/2023).

Dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba tahun 2023 hari kesembilan ini diminta kepada personel untuk tetap malaksanakan tugas di lapangan dengan semangat, personel juga diimbau untuk melakukan tindakan kepada pengguna jalan raya secara humanis saat melakukan operasi peraturan lalulintas di jalan raya.

“Kami harapkan personel saat melakukan tugasnya dan demi menjalankan amanah dari Kapolri dengan mengutamakan kepentingan rakyat, jangan bertindak keras dan berikan layanan terbaik secara preventif kepada masyarakat,” paparnya.

AKP Dhoraria Simanjuntak menjelaskan bahwa selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba tahun 2023 ini kasus kecelakaan lalulintas di jalan raya belum ada dan trennya terjadi penurunan. Sedangkan untuk memberikan rasa efek jera kepada pengguna jalan raya pengemudi sepeda motor yang masih melanggar peraturan lalulintas seperti tidak memakai helm dan tidak melengkapi surat surat kendaraan diberikan sanksi.

“Sanksi yang diberikan personel kepada pengguna sepeda motor yang melanggar adalah sanksi blangko teguran. Sedangkan untuk tilang elektronik, di wilayah hukum Polres Tebingtinggi belum ada,” jelas AKP Dhoraria Simanjuntak.

Untuk operasi Keselamatan Toba kali ini personel turun ke Jalan Gatot Subroto dan Jalinsum Tebingtinggi Siantar masuk wilayah hukum Polres Tebingtinggi. AKP Dhoraria Simanjuntak juga memberikan imbauan agar pengguna jalan raya mematuhi peraturan lalulintas yang ada, bagi pengguna sepeda motor agar menggunakan helm dan lengkapi surat surat.

“Begitu juga bagi pengemudi kendaraan roda empat untuk menggunakan safety belt, karena safety belt merupakan bagian keselamatan dalam mengemudi kendaraan di jalan raya. Jangan ugal-ugalan sehingga menimbulkan kerawanan lalulintas,” pinta AKP Dhoraria Simanjuntak. (ian/ram)