Home Blog Page 1733

Ketua Komisi B DPRD Gunungsitoli Imbau Orangtua Siswa Tak Bayar Biaya Pentas Seni

MELINTAS: Warga saat melintas di depan Kantor DPRD Gunungsitoli, Jalan Gomo, Kelurahan Saombo, Kecamatan Gunungsitoli.Adieli Laoli/Sumut Pos.

GUNUNGSITOLI, SUMUTPOS.CO – Ketua Komisi B DPRD Gunungsitoli, Yan Raradodo Gea mengimbau orangtua siswa SMP Negeri 4 Gunungsitoli, untuk tidak membayar sejumlah uang sebagai biaya pagelaran pentas seni yang hendak dilaksanakan pihak sekolah. Seperti diketahui, siswa dipungut biaya untuk acara tersebut melalui komite sekolah sebesar Rp125 ribu.

Pernyataan politisi Partai Gerindra itu, disampaikan setelah puluhan orangtua siswa sekolah itu menyurati DPRD Gunungsitoli, dalam menyampaikan keluhan terkait adanya pungutan liar (pungli) berkedok pembiayaan pentas seni sebesar Rp125 ribu per siswa.

“Suratnya sudah kami ketahui, terkait pembiayaan pentas seni di SMP Negeri 4 Gunungsitoli, yang dibebankan sebesar Rp125 ribu per siswa,” ungkap Raradodo, Rabu (1/3) lalu.

“Saya imbau orangtua siswa SMP Negeri 4 Gunungsitoli untuk tidak memberikan sejumlah uang yang diminta pihak sekolah melalui komite, untuk pembiayaan pentas seni itu. Karena pungutan itu, selain menyalahi ketentuan, juga cukup memberatkan bagi orangtua siswa,” imbuh Raradodo.

Raradodo mengaku, sudah berkomunikasi dengan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Gunungsitoli Yafet Krismatius Bu’ulolo, untuk membahas duduk persoalan pungutan dimaksud. Menurutnya, pihaknya dan Yafet telah menyepakati untuk menunda pelaksanaan pentas seni tersebut, hingga mendapatkan donatur/sponsor tanpa membebani orangtua siswa.

“Saya sudah komunikasi dengan Pak Kepala Disdik, kepala sekolah sudah dipanggil. Dan sudah diinstruksikan ke pihak sekolah agar pelaksanaan pentas seni yang rencananya digelar Mei mendatang, supaya ditunda dulu,” beber Raradodo.

“Dari penjelasan Pak Kepala Disdik, yang sudah membayar uang pentas seni itu belum mencapai 10 persen. Karena memang orangtua siswa sebagian besar tidak mampu,” katanya lagi.

Raradodo pun meminta Kepala Disdik Kota Gunungsitoli dapat menepati janjinya dan segera menindaklanjuti keluhan para orangtua siswa di SMP Negeri 4 Gunungsitoli.

“Saya imbau orangtua siswa dapat tenang, dan juga supaya hal ini tidak menjadi polemik lagi. Karena Pak Kepala Disdik sudah berjanji kepada saya, tidak akan ada pungutan untuk kegiatan pentas seni. Kegiatan pentas seni boleh dilaksanakan jika ada donatur atau sponsor,” tegasnya. (adl/saz)

Food Estate Humbahas di Lahan 0,3 Hektare, Panen Hasilkan 2,1 Ton Bawang Putih

PANEN: Ketua Kelompok Tani Ria Raja, Amintas Lumbangaol, bersama Rein Siregar, saat panen di lokasi Program Food Estate, Desa Riaria, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbahas.

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Kelompok Tani (Poktan) Ria Raja, kembali sumringah. Pasalnya, hasil panen bawang putih pada Program Food Estate di Desa Riaria, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbanghasundutan (Humbahas), mampu menghasilkan 2,1 ton dari luas lahan yang hanya 0,3 hektare.

Ketua Poktan Ria Raja, Amintas Lumbangaol membenarkan, panen bawang putih mereka cukup membuat poktan mereka bahagia. Karena, kali ini hasil panen bawang putih mereka meningkat. Dengan luasan lahan 0,3 hektare saja, bisa menghasilkan 2,1 ton. Dari hasil sebelumnya hanya 4,5 ton bawang putih per hektare.

“Kami petani di sini sangat beruntung, karena hasil panen meningkat. Bayangkan di lahan 0,3 hektare bisa dapat 2,1 ton hasil panen. Artinya, sudah jauh lebih naik lagi. Kalau satu hektare berarti sudah dapat hasil sekitaran 7 ton basah,” ungkap Amintas, didampingi petani lainnya, Rein Siregar, saat disambangi di lokasi, Rabu (1/3) lalu.

Amintas juga mengatakan, keberhasilan penanaman ini tidak terlepas dari kerja sama mereka dengan PT Parna Raya. Perusahaan tersebut membantu petani dengan cara membeli hasil panen dari petani pemilik lahan. Selain pembelian, PT Parna Raya juga ikut membantu petani Food Estate dalam sarana dan prasarana, mulai pengelolaan, hingga pupuk. Tak sampai di situ saja, PT Parna Raya juga ikut membayar per hari petani dengan besaran Rp80 ribu, dalam mengelola pertanian di lahan pertanian miliknya sendiri.

“Jadi, kami sangat beruntung bekerja sama dengan PT Parna Raya. Mereka bayar pekerja, pupuk, hingga biaya olah lahan,” jelasnya.

Menurutnya, sejak lahan tidur di daerahnya ini menjadi program nasional yang dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo, ada perubahaan yang dirasakan masyarakat petani. Karena program tersebut mampu memberikan perubahaan dengan mendongrak roda perekonomian mereka.

“Sarana diberikan pemerintah, kami juga diberikan kerja sama dengan perusahaan. Untuk kesuksesannya memang belum 100 persen. Itu hal biasa,” kata Amintas lagi.

Soal pernyataan Program Food Estate dibilang gagal, Amintas tegas membantah. “Siapa yang bilang gagal? Siapa yang bilang mangkrak? Kami tidak setuju, tanyalah langsung ke kami, kalau mau tahu kebenarannya,” tegasnya.

Dia pun menjelaskan, seharusnya Wakil Bupati Humbahas berterima kasih kepada Presiden atas program lumbung pangan ini ada di Kabupaten Humbahas. Karena sangat membantu petani lokal.

“Minggu depan kami akan panen kentang. Kami harap, yang bilang gagal dan mangkrak, agar datang dan bersama-sama ikut panen,” imbau Amintas.

Selain membantah, Amintas juga sangat miris melihat cara Wakil Bupati Humbahas memainkan bawang putih bak permainan lato-lato.

“Itu sama saja menghina kami para petani. Kami sudah capek bertani, tapi jangan hina kami dengan cara seperti itu,” harapnya. (des/saz)

Investasi Harus Hitung Risiko Bencana, Pusat Minta Daerah Lalukan Pemetaan

Wakil Presiden Ma'ruf Amin meninjau pameran kebencanaan usai menutup secara resmi Rakornas Penanggulangan Bencana 2023 di Jakarta (2/3). Foto : Humas Setwapres

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Tidak bisa dipungkiri, Indonesia merupakan negara yang rawan bencana. Presiden Joko Widodo pun mendorong penggunaan dana bersama bencana untuk dimanfaatkan. Selain itu daerah harus melakukan pemetaan bencana yang kerap terjadi di wilayah ya.

Jokowi meminta agar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dapat menyederhanakan aturan dalam penyaluran bantuan kepada korban bencana. “Jangan sampai masyarakat sudah terkena bencana, kehilangan keluarga, kehilangan mata pencaharian, masih susah dapat bantuan,” katanya dalam Rakornas Penanggulangan Bencana 2023, di Jakarta, kemarin (2/3).

Dia juga menginginkan dalam posisi bencana kecepatan dalam pemberian bantuan sangat diperlukan. Kepala Negara juga mengingatkan agar penyerahan bantuan kepada para korban bencana tetap harus dikontrol dengan benar.

Lebih lanjut Jokowi menjelaskan bahwa sejumlah bantuan baik dari pemerintah pusat, daerah, maupun dari sumbangan agar tidak secara langsung disalurkan kepada masyarakat. Alasannya, pemberian bantuan secara langsung dapat meringankan sedikit beban para korban bencana. “Silakan ada stoknya, tetapi separuh lebih tolong dibagi ke masyarakat meskipun tidak bisa dipakai, tetapi dipegang itu senang sebagai hiburan pas terjadi bencana,” ucapnya.

Jokowi menekankan peran penting pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memahami potensi bencana di daerahnya. “Daerah yang memiliki kemungkinan-kemungkinan besar terjadi bencana itu memang harus menganggarkan,” katanya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menilai pemerintah daerah dan BPBD seharusnya sudah dapat menghitung jumlah anggaran yang dibutuhkan sesuai dengan kondisi geografis dan sebaran potensi bencana di daerahnya. Jokowi juga menyampaikan bahwa pemda harus memiliki rencana pembangunan yang secara jelas memuat risiko bencana. “Daerah itu harus memasukkan risiko bencana dalam rencana pembangunannya, dalam rencana investasinya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengungkapkan, koordinasi dan pemetaan daerah rawan bencana menjadi prioritas penting dalam penguatan resiliensi berkelanjutan menghadapi bencana. Karenanya, pemerintah akan menindaklanjuti identifikasi daerah mana saja yang rawan dengan bencana. “Setiap daerah akan punya data terpusat dan terkoordinasi dengan BNPB serta Kemenko PMK. Sehingga semua kebijakan akan sinkron dan dapat disesuaikan kebutuhannya di setiap daerah,” tuturnya.

Selain itu, dalam menanggulangi bencana ini, lanjut dia, akan ditingkatkan pula pelaksanaannya melalui kurikulum kebencanaan yang kini sudah berjalan. Menurutnya, kurikulum menjadi bagian yang penting dari upaya mitigasi bencana. “Kita akan meningkatkan fungsinya. Sehingga nanti kurikulum di sekolah tidak seragam seluruh Indonesia, tetapi disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah,” ungkapnya.

Rakornas Penanggulangan Bencana 2023 ditutup secara resmi oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin kemarin (2/3) sore. Ada beberapa poin penting yang dia tekankan pada forum itu. “Saya ingin menggarisbawahi beberapa hal dalam upaya penanggulangan bencana di masa mendatang,” katanya.

Diantaranya adalah penguatan mitigasi bencana. Upaya penanggulangan bencana harus memperhatikan aspek keselamatan masyarakat dan risiko bencana. Untuk itu Ma’ruf menuturkan ketahanan bencana diarahkan tidak gabya dengan mitigasi struktural. Tetapi juga mitigasi kultural. “Perlunya peningkatan kerangka berpikir sadar bencana, termasuk dalam sisi pembiayaan,” jelasnya. Sehingga terjadi kolaborasi pembiayaan bencana, baik dari sektor privat atau dunia usaha, maupun sektor publik atau pemerintah.

Ma’ruf juga mengingatkan mitigasi bencana dari hulu sampai hilir harus diperkuat. Sehingga bisa menekan dampak kerugian akibat bencana. “Saya meminta komitmen semua unsur dalam menegakkan aturan di bidang kebencanaan,” kata Ma’ruf. Penegakan aturan itu meliputi aturan untuk tidak lagi membangun di wilayah zona merah. Kemudian aturan untuk menindak pelaku pembakaran hutan. Serta aturan untuk melayani masyarakat berdasarkan Standar Nasional Indonesia dalam penanggulangan bencana.

Ma’ruf mengungkapkan, sepanjang 2022, tercatat ada 3.544 kejadian bencana. Didominasi bencana hidrometeorologi seperti banjir, cuaca ekstrem, dan tanah longsor. Bencana itu mengakibatkan ratusan korban jiwa. Ribuan orang luka-luka. Serta jutaan orang mengungsi. Dia mengatakan bencana juga merusak puluhan ribu rumah, serta menghancurkan fasilitas umum, baik fasilitas pendidikan, kesehatan, maupun peribadatan.

Ma’ruf mengatakan Indonesia telah dianugerahi Allah SWT dengan kekayaan alam yang berlimpah. “Tugas kita sebagai manusia adalah mengelola dengan sebaik-baiknya, baik berkah yang terkandung di dalamnya, maupun risiko bencana yang menyertainya,” jelasnya. Ma’ruf mencontohkan gunung berapi, berpotensi menghadirkan erupsi. Namun mampu menyuburkan lahan untuk ditanami. (lyn/wan/mia/jpg)

Napoli vs Lazio: Tancap Terus!

SENGIT: Duel sengit bakal tersaji di lini depan antara Victor Osimhen dan Ciro Immobile saat Napoli menjamu Lazio, Sabtu (4/2) dini hari WIB.

SUMUTPOS.CO – Unggul 18 poin dari duo Milan di klasemen, Napoli diprediksi bisa mengakhiri penantian 33 tahun The Partenopei untuk menjadi jawara Italia. Namun, selisih poin yang sangat jauh itu tak menjadikan Napoli ingin bersantai.

Sebaliknya, mereka berusaha terus tancap gas agar bisa memastikan Scudetto lebih awal. Itu karena mereka juga harus mempersiapkan kekuatan untuk bertarung di Liga Champions. “Delapan belas poin adalah selisih yang besar, tapi sejujurnya kami tidak melihat klasemen karena kami ingin memenangkan setiap pertandingan yang tersisa,” kata pemain Napoli, Elif Elmas di Radio Kiss Kiss.

Berbekal tujuh kemenangan beruntun dan lima clean sheet berturut-turut, bisa dimaklumi jika Napoli bisa lebih percaya diri. Khususnya karena lima kemenangan terakhir mereka dapatkan dalam laga tandang. Tapi gelandang asal Makedonia Utara itu menegaskan, mereka tidak akan meremehkan Lazio. “Kami tidak terbawa suasana. Masih banyak pertandingan yang harus dimainkan dan sejujurnya kami hanya memikirkan pertandingan Lazio dan mendapatkan tiga poin dari itu,” jelasnya.

Napoli memainkan lima laga away beruntun dan Elmas berharap bisa memberi kegembiraan pada fans mereka di Naples. Pelatih Napoli, Luciano Spalletti menjelaskan, dirinya memiliki sekelompok pemain yang tahu bagaimana menangani setiap pertandingan dengan cara yang benar. Makanya, ia sama sekali tidak ragu menyambut Lazio. “Mereka dapat meraih kemenangan dan memiliki mentalitas pemimpin liga. Tim ini luar biasa. Tidak ada kata-kata untuk menggambarkan mereka,” kata Spalletti di Football Italia.

Sementara, Pelatih Lazio Maurizio Sarri menyadari, itu tidak akan menjadi pekerjaan gampang. “Kami tahu Napoli lebih kuat dari kami, tetapi kami tidak bisa menyerah begitu saja pada filosofi kami,” katanya kepada DAZN.

Mantan pelatih Napoli itu menyebut Napoli saat ini sangat sulit dihadapi. “Mereka jelas lebih kuat dari semua orang musim ini. Selama setahun terakhir, mereka sangat berani dalam pendekatan mereka,” jelas Sarri yang lahir di Napoli.

Lazio tidak akan diperkuat Nicolò Casale yang diskors. Sementara Sergej Milinkovic-Savic, Mattia Zaccagni, dan Pedro diperkirakan siap bermain setelah pulih dari sakit serta cedera. Pada pertemuan pertama musim ini, Napoli mengalahkan Lazio dengan skor 2-1 di Roma. (amr/jpg)

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Medan: Jangan Pakai Lagi Kontraktor Tak Beres Pengerjaannya

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Medan Rudiawan Sitorus

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Meski tahun 2023 sudah berjalan 62 hari, beberapa pengerjaan tahun 2022 di Dinas Sumber Daya Air, Bina Mineral dan Bina Kontruksi Medan ternyata masih ada yang belum selesai.

 Hal ini berbanding terbalik dengan perkataan Wali Kota Medan, Bobby Nasution yang meminta Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Konstruksi (SDABMBK) untuk segera menyelesaikan semua proyek tahun 2022 paling lama 50 hari tahun 2023.

 Sekretaris Dinas SDABMBK Kota Medan Willy Irawan saat dikonfirmasi menyebutkan, semua pengerjaan infrastruktur termasuk drainase, pembangunan jembatan maupun trotoar sudah diselesaikan.  “Semua pengerjaan yang ditargetkan selesai pada tahun 2022 sudah selesai,” ucap Willy Irawan singkat, Jumat (3/3/23).

 Dikatakan Willy, adapun saat ini pengerjaan yang belum selesai yakni lampu di atas trotoar atau lampu lansekap di kawasan Jalan Putri Hijau Medan.

 “Yang kita lanjutkan pengerjaan lansekap dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan ada 8 ruas jalan, namun 1 ruas jalan belum selesai. Itu realisasinya sudah 90 persen, dan kini kita kasih kesempatan lagi kepada pemenang tendernya untuk diselesaikan paling lama 40 hari kedepan sejak 16 Februari 2023 kemarin,” ujarnya.

 Meski kontraknya diperpanjang, Willy menyebut tetap ada sanksi yang diberikan kepada para kontraktor yang tidak bisa menyelesaikan pengerjaan sesuai jadwal. “Sanksi pasti kita berikan berupa denda sebesar 9 persen dengan waktu maksima 90 hari,” pungkasnya.

 Menanggapai hal itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Medan Rudiawan Sitorus meminta Dinas Sumber Daya Air, Bina Mineral dan Bina Kontruksi (SDABMBK) untuk segera menyelesaikan semua proyek yang harusnya selesai pada tahun 2022 itu.

 “Pak Wali Kota sudah memberi waktu 50 hari di tahun 2023 untuk menyelesaikan semua proyek itu. Jika memang tidak terselesaikan juga, maka Pemko Medan harus tegas, khususnya Dinas SDABMBK untuk tidak lagi memakai kontraktor tersebut pada proyek berikutnya,” ucap Rudiawan, Jumat (3/3/23).

 Politisi PKS ini menyebut, dengan tidak terselesaikannya proyek-proyek itu akan menjadi citra buruk bagi Pemko Medan ke depan. “Proyek-proyek besar ini apabila tidak diselesaikan tepat waktu akan membuat Pemko Medan menjadi bernilai negatif terhadap pembangunan di Kota Medan,” sebutnya.

 Rudiawan meminta Pemko Medan untuk segera mencarikan solusinya agar proyek-proyek tersebut bisa segera diselesaikan. “Kita minta semua pengerjaan itu segera dituntaskan. Dan harus diingat juga, jangan hanya cepat pengerjaannya saja, tapi harus tetap menjaga kualitas pengerjaannya,” pungkas Rudiawan. (rel/ila)

Langkat Ditarget Jadi Centra Kedelai di Sumut

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Plt Bupati Langkat Syah Afandin, meresmikan gerakan tanam kedelai dalam mendukung peningkatan luas tambah tanam, produksi, dan provitas kedelai di Kabupaten Langkat 2023. Gelaran ini dilaksanakan di Areal Gapoktan Cinta Damai, Desa Paya Rengas, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Kamis (2/3).

Bibit yang akan disalurkan ke Kabupaten Langkat berjumlah 15.500 kilogram, dan tiap satu hektare lahan akan mendapat 50 kilogram bibit. Dalam kesempatan ini, ada 18 kelompok tani dari 5 kecamatan yang mendapatkan bibit, yakni Kecamatan Hinai, Stabat, Besitang, Sirapit, dan Secanggang.

Di Kecamatan Hinai ada 5 kelompok, dengan luas lahan 150 hektare. Di Stabat ada 6 kelompok dengan luas tanah 85 hektare. Besitang 2 kelompok dengan luas lahan 40 hektare. Sirapit ada 5 kelompok dengan luas tanah 25 hektare. Dan Secanggang satu kelompok dengan luas lahan 10 hektare.

Plt Bupati Langkat Syah Afandin, mengaku sangat bahagia saat ini, karena sudah terbukti perhatian pemerintah pusat kepada Kabupaten Langkat.

“Bukan hal mudah memberikan bantuan untuk 5.000 hektare lahan pada tahap pertama dalam menyediakan bibit kedelai. Yang tujuannya supaya Langkat ini jadi barometer produksi kedelai di Sumut,” ungkap Ondim, sapaan karib Syah Afandin.

“Saat ini saya bahagia, karena masyarakat punya jalan keluar untuk mengatasi persoalan-persoalan para petani. Karena petani kita dibantu benih kedelai gratis, bahkan sudah panen,” imbuhnya.

Menurut Ondim, kedelai merupakan kebutuhan nasional dalam negeri, karena Indonesia masih mengimpor kedelai, sementara lahan di Indonesia dikatakan cukup. Dia pun mengaku siap, untuk menampung 30 ribu hektare lagi, apabila dipercaya untuk menanam kedelai di Kabupaten Langkat oleh pemerintah pusat.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, Rajali menyampaikan, Kabupaten Langkat dulunya merupakan penghasil kedelai yang sangat bagus.

“Dan saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut fokus untuk mengembalikan Langkat menjadi penghasil kedelai terbesar di Sumut,” tuturnya.

“Komunitas petani kedelai di Langkat saya harap nantinya bisa menjadikan daerah ini sebagai penghasil kedelai terbesar di Sumut,” imbuh Rajali.

Rajali pun mengaku, Kementerian Pertanian RI membawa berita gembira untuk para kelompok petani kedelai di kabupaten Langkat melalui Direktur AKABI.

“Saya mau minta tolong kepada bapak ibu petanai, untuk menghabiskan dana anggaran di kementrian. Karena tahun lalu, dana anggaran Rp200 miliar dikembalikan ke kas negara, sebab petani tidak mau menanam kedelai, yang punya harga jual murah. Nah, daripada dikembalikan, mari kita tananam kedelai,” imbau Rajali.

Direktu AKABI Kementrian Pertanian, Yuristianto juga mengaku sangat senang dengan kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini bukan rekayasa, karena terlihat dari tempat acara, masih ada petani yang sedang bekerja.

“Saya targetkan untuk Sumut 30.000 hektare lahan akan ditanami kedelai. Kedelai tidak hanya ditanam di lahan sawah, tapi bisa di lahan jagung, sawit yang masih kecil,” jelasnya.

Yuristianto juga mengatakan, jangan enggan untuk menanam kedelai. Karena harga sekarang sudah bagus, yang mencapai Rp11.500 per kilogram. Dan jika dijadikan untuk benih, maka harga jualnya semakin tinggi. (mag-6/saz)

Yayasan Bitra Indonesia Bakal Gelar Sarasehan

BERSAMA: Plt Bupati Langkat Syah Afandin diabadikan bersama Direktur Pelaksana Yayasan Bitra Indonesia, Rusdiana, beserta jajaran masing-masing saat audensi di Kantor Bupati Langkat, Kamis (2/3).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Plt Bupati Langkat Syah Afandin, menerima audensi Yayasan Bitra Indonesia di Kantor Bupati Langkat, Kamis (2/3).

Pada kesempatan itu, Direktur Pelaksana Yayasan Bitra Indonesia, Rusdiana menyampaikan, audiensi ini bertujuan mengudang Ondim, sapaan karib Syah Afandin, untuk bisa hadir dan membuka kegiatan yang digelar pihaknya, yakni Sarasehan ke-35 dan Expo.

Acara akan diadakan di Taman Kolam Renang Alam Sibayak, Kelurahan Tangkahan Durian, Kecamatan Berandan Barat, Kabupaten Langkat, pada 7-8 Maret 2023. Kegiatan ini mengangkat tema, ‘Pangan Ramah Iklim untuk Kehidupan yang Berkelanjutan’.

Kegiatan tersebut akan menghadirkan sekitar 130 peserta dari unsur petani, perempuan, pengobat tradisional, pekerja rumahan, dan masyarakat miskin.

“Dalam acara tersebut kami berharap agar kiranya Bapak Plt Bupati Langkat, berkenan hadir untuk membuka kegiatan, dan menjadi narasumber, dengan materi ‘Kebijakan untuk Adaptasi Dampak Perubahan Iklim di Kabupaten Langkat’,” ungkap Rusdiana.

Rusdiana mengatakan, Yayasan Bitra Indonesia terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pangan organik, daya lenting masyarakat, serta mitigasi dari dampak perubahan iklim di pedesaan dampingan lama dan baru.

Mitra yang sampai saat ini telah berjumlah sekitar lebih dari 500 kelompok, berada di 10 kabupaten kota Sumut. Hal ini, menunjukkan Bitra terus berkomitmen mengembangkan isu kemandirian dan berkelanjutan, inisiatif untuk pangan sehat, dan perubahan iklim masyarakat pedesaan yang dipahami dan dilakukan oleh kelompok masyarakat dampingan di pedesaan.

Plt Bupati Langkat Syah Afandin, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Yayasan Bitra Indonesia yang akan melaksanakan Sarasehan ke-35 dan Expo, guna memberikan edukasi tentang ‘Pangan Ramah Iklim untuk Kehidupan yang Berkelanjutan’.

“Tentunya ini sangat membantu sekali, dan sangat bermanfaat bagi masyarakat Langkat. Karena berdampak bagi perubahan iklim di pedesaan. Harapannya, semoga Yayasan Bitra Indonesia terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah, guna memberikan edukasi dan inovasi bagi masyarakat Langkat, agar maju dan sejahtera,” pungkas Ondim. (mag-6/saz)