Home Blog Page 1901

Ketua HKTI Taput Canangkan Kampung Kopi Terpadu di Kecamatan Pagaran

CANANGKAM; Ketua HKTI Taput Dr. Ir. Erikson Sianipar MM canangkan Kampung Kopi Terpadu di Lahan seluas 50 Hektar di Kecamatan Pagaran. (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Dr. Ir. Erikson Sianipar MM melakukan pencanangan kampung kopi di Kecamatan Pagaran. Pencanangan itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian memberdayakan petani kopi dalam meningkatkan perekonomian.

Menurut Erikson Sianipar, niatnya melakukan pencanangan itu adalah untuk mendorong petani kopi agar dapat mengoptimalkan budidaya pertanian di Taput. Sehingga kedepannya, perekonomian masyarakat Taput semakin meningkat dan kuat.

Dikatakan Erikson, adapun pencanangan kampung kopi di lahan seluas 50 Ha telah dilaksanakan pada Kamis (19/1/2023) lalu. Dengan harapan, pengelolaan pertanian kopi akan menjadi salah satu keunggulan Kabupeten Taput.

“Nantinya, daerah Pagaran akan terkenal dengan kawasan penghasil kopi, tumpang sari dan tanaman holtikultura. Dari kawasan itu akan kita kembangkan ke daerah lain,” ucap Erikson, Selasa (24/1/2023).

Ditambahkan Erikson, untuk tahap awal, daerah Pagaran akan dijadikan kawasan kampung kopi terpadu, budidaya secara organik, pengolahan, serta pemasarannya.

“Kawasan ini akan terintegrasi dengan agrowisata, pusat pendidikan serta benih center,” ujarnya.

Pengelolaan pertanian saat ini, tidak cukup lagi berbasis komoditas, tapi harus berbasis industri. Semua proses harus tersambung dengan rantai pasok, sehingga pengelolaan bisa efektif dan berkelanjutan.

Dengan melakukan pencanangan kampung kopi di Pagaran, Tapanuli Utara, harapannya agar bisa menjadi suatu keunggulan di daerah tersebut dan lebih optimal dalam pengelolaan kopi.

Selain penetapan kampung kopi, Erikson Sianipar juga telah menggagasi Koperasi Kopi yang segera diresmikan. Koperasi Kopi yang akan menjadi pengelola kawasan itu yang akan melibatkan anak-anak milenial.

“Pada bagian tertentu di Kecamatan Pagaran akan dikembangkan kawasan kebun koleksi benih, agrowisata berbasis hutan yang dilengkapi dengan cafe serta wahana wisata. Juga akan dikembangkan pusat pengolahan kopi premium yang sekaligus menjadi pusat pelatihan,” pungkasnya. (map)

Britney Spears Ganti Nama Jadi River Red

Penyanyi Britney Spears mengaku sudah mengubah namanya menjadi River Red. Ikon pop berusia 41 tahun itu membuat pengumuman lewat unggahan di Instagram pribadinya. Britney mengunggah video dirinya mengenakan rok mini merah cerah dihiasi dengan motif Coca-Cola. Dia juga telah mengubah namanya di bio Instagram-nya menjadi River Red.

“Saya mengubah nama saya menjadi River Red! Sudah saatnya saya menatap api dan langsung melompat tanpa rasa takut sama sekali,” katanya seperti dilansir dari 1 News, Senin (23/1).

Britney mengaku dalam beberapa waktu terakhir ia mengalami gangguan psikologis manik. Itu terjadi setelah suaminya Sam Asghari pergi meninggalkannya.

Britney Spears baru-baru ini dibebaskan dari konservatori selama 13 tahun. Ia dilaporkan didiagnosis menderita gangguan bipolar. Dia ditahan di fasilitas kesehatan mental di luar keinginannya dan dipaksa untuk minum obat. esehatan mental dan perjuangan keluarga Britney juga memengaruhi hubungannya dengan putranya, Sean, 17, dan Jayden, 16. Anak-anaknya tinggal bersama ayah mereka Kevin Federline, 44. (jpc/ram)

Maraknya Peristiwa Kebakaran di Awal Tahun, Pemko Medan Diminta Perhatikan Kawasan Padat Penduduk

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi I DPRD Medan mengingatkan Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk memperhatikan setiap kawasan padat penduduk di Kota Medan.

Pasalnya, kawasan padat penduduk sangat rentan dengan terjadinya kasus kebakaran besar yang berakibat fatal. Untuk itu, Pemko Medan diminta menempatkan mobil pemadam kebakaran di dekat kawasan-kawasan padat penduduk.

Hal itu dikatakatan Anggota Komisi I DPRD Medan, Rudiyanto Simangusong S.Pd sekaitan dengan peristiwa kebakaran yang terjadi di awal tahun 2023 ini. Teranyar, ada 2 peristiwa kebakaran besar yang terjadi di Kota Medan.

Pertama, di Jalan Bromo, pada Kamis (19/1) malam. Disana, 11 rumah hangus terbakar. Kedua, kebakaran terjadi di Jalan Brigjend Hamid. Bahkan di Jalan Brigjend Hamid tersebut, 2 orang dinyatakan meninggal dunia.

“Kita minta Pemko Medan melalui Dinas terkait (Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan) untuk menganggarkan pengadaan Mobil Pemadam kebakaran ukuran 2.000 liter di kecamatan-kecamatan yang tingkat penduduknya tinggi, sehingga Pemko Medan bisa memiliki fokus yang baik dalam pengendalian wilayah dalam upaya mengantisipasi kebakaran,” ucap Rudiyanto, Senin (23/1).

Politisi PKS ini mengatakan, dengan perkembangan Kota Medan yang cukup pesat, pengadaan alat pemadam kebakaran harus menjadi prioritas.”Kita sudah mengamati banyaknya kawasan padat penduduk di beberapa wilayah di Medan. Persoalan ini jika tidak disikapi sejak dini, akan menjadi persoalan besar di kemudian hari,” ujarnya.

Mantan Ketua Komisi I DPRD Medan ini mengatakan, fasilitas pendukung seperti hydran di beberapa wilayah juga harus benar-benar menjadi perhatian.

“Keberadaan hydran ini sangat penting, sebab kita banyak mendapati petugas pemadam kebakaran kesulitan mendapatkan sumber air,” jelasnya.

Anggota DPRD asal Dapil Medan IV (Medan Amplas, Medan Kota, Medan Denai, dan Medan Area) ini mengharapkan, ada terobosan dari Pemerintah Kota Medan dalam hal ini Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Medan untuk memperhatikan persoalan ini.

”Kita di DPRD Medan siap memberikan dukungan untuk penganggaran pengadaan alat pemadam kebakaran sebagai upaya untuk memberikan keamanan dan kenyamanan warga Kota Medan” tegasnya.

Seperti diketahui, sebelumnya pada Minggu (22/1), Rudiyanto Simangunsong bersama DPC PKS Medan Area memberikan bantuan berupa bahan makanan dan tali asih berupa uang kepada sejumlah korban kebakaran Jalan Bromo. (map/ila)

Tahun Ini Dibangun 3 Underpass

ORNAMEN MELAYU: Kendaraan melintas di Underpass Titikuning. Pada bagian dinding underpass tersebut, menampilkan warna kuning yang melambangkan warna indentik budaya Melayu. Dalam waktu dekat, akan ditambah ornamen budaya Melayu lainnnya di underpass tersebut.
ORNAMEN MELAYU: Kendaraan melintas di Underpass Titikuning. Pada bagian dinding underpass tersebut, menampilkan warna kuning yang melambangkan warna indentik budaya Melayu. Dalam waktu dekat, akan ditambah ornamen budaya Melayu lainnnya di underpass tersebut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebagai upaya untuk mengurangi atau mengatasi masalah kemacetan akibat tingginya mobilitas masyarakat di Kota Medan, Pemerintah Kota (Pemko) Medan memastikan akan mulai membangun tiga underpass pada titik rawan macet di Kota Medan pada tahun 2023 ini.

Adapun ketiga underpass yang dimaksud, yakni di Jalan Jawa (Simpang Jalan H.M. Yamin), Jalan Juanda (Simpang Jalan Brigjend Katamso), dan Jalan Gatot Subroto (Simpang Pondok Kelapa/ Simpang Manhattan). Ketiganya akan dibangun dengan anggaran multiyears (tahun jamak), yakni tahun anggaran 2023 dan 2024, baik itu yang menggunakan APBD Kota Medan maupun yang menggunakan APBN.

Kepada Sumut Pos, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Medan, Benny Iskandar ST MT, mengatakan, untuk underpass Simpang Jalan H.M. Yamin dan underpass Simpang Jalan Juanda, akan dibangun dengan menggunakan APBD Kota Medan.

“Artinya Pemko Medan yang akan membangun Underpass Simpang H.M Yamin dan Simpang Juanda. Sementara khusus untuk underpass Jalan Gatot Subroto Simpang Pondok Kelapa, itu akan dibangun dengan menggunakan APBN, artinya pihak Kementerian (PUPR) yang akan membangunnya. Semuanya dengan anggaran multiyears 2023 dan 2024,” ucap, Senin (23/1).

Dikatakan mantan Kadis Perkim Kota Medan itu, pembangunan underpass yang bertujuan untuk mengurai kemacetan di Kota Medan itu memang akan dimulai pada tahun ini. Saat ini khusus untuk dua underpass yang dibangun oleh Pemko Medan, yakni underpass Simpang H.M. Yamin dan underpass Simpang Juanda akan mulai dilakukan pembebasan lahan.

“Segera dilakukan appraisal untuk pembebasan lahan di sekitar kedua underpass yang akan dibangun, setelahnya baru akan dilakukan pembayaran pembebasan lahan. Untuk pembebasan lahan, itu tugasnya ada di Dinas Perkim (Dinas Perumahan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang) Medan,” ujarnya.

Setelah dilakukan pembebasan lahan, Pemko Medan akan melanjutkannya dengan pembangunan fisik. Ditargetkan, pembangunan fisik kedua underpass itu dapat dimulai pada pertengahan tahun ini. Sementara untuk pembangunan fisik kedua underpass yang bersumber dari APBD Kota Medan tersebut, merupakan tugas dari Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan.

“Pembangunan fisik kedua underpass yang dibangun dari APBD Kota Medan adalah tugas Dinas SDABMBK. Targetnya, kedua underpass tersebut akan selesai akhir tahun depan (2024),” katanya.

Sementara untuk pembangunan satu underpass yang bersumber dari APBN, yakni underpass Simpang Pondok Kelapa, juga direncanakan akan dilakukan pembebasan lahan dan pembangunan fisik pada tahun ini juga. Underpass tersebut juga direncanakan selesai pada akhir tahun 2024.

“Khusus untuk underpass Simpang Pondok Kelapa, ini akan dikerjakan Pemerintah Pusat. Info yang kita dapatkan, tahun ini juga akan mulai dibebaskan lahannya berikut pengerjaan fisiknya,” tutur Benny.

Lantas, berapa nilai anggaran masing-masing underpass? Benny mengatakan bahwa untuk kedua underpass yang dibangun dengan menggunakan APBD Kota Medan, telah dianggarkan sebesar Rp240 miliar untuk masing-masing underpass.

“Untuk underpass Simpang Juanda dan Simpang H.M. Yamin, itu telah dianggarkan Rp240 miliar untuk masing-masing underpass. Sementara untuk underpass Simpang Pondok Kelapa saya belum tahu, itu dianggarkan di APBN,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan, Topan O.P. Ginting, mengatakan pihaknya di Dinas SDABMBK Medan memang akan membangun dua underpass di dua lokasi pada tahun ini, di Simpang H.M Yamin dan Jalan Juanda Simpang Brigjend Katamso.

Terkait anggaran, Topan mengatakan bahwa mengacu kepada hasil feasibility study (studi kelayakan), gambaran anggaran pembangunan underpass di masing-masing lokasi mencapai Rp200 miliar.

“Anggaran rinci pembangunan underpass ini memang belum bisa kita dapat, karena Detail Engineering Design (DED) kegiatan ini belum selesai. Tetapi dari feasibility study sudah ada gambaran, bahwa di satu titik kita butuh sekitar Rp200 Miliar,” katanya.

Topan menambahkan, pembangunan dua underpass ini memakai skema pembiayaan multiyears, yakni APBD 2023 dan 2024. Untuk proses lelang dijadwalkan mulai berlangsung pada April mendatang.

Topan mengatakan, keputusan membangun underpass telah melalui kajian yang komprehensif, yakni sesuai dengan kajian lalu lintas dan perencanaan di BAPPEDA, sebab perlu dilakukan langkah strategis untuk menangani persoalan kemacetan di Kota Medan.

“Kita sudah memaparkan kepada Bapak Wali Kota Medan, bahwa ada beberapa ruas jalan di Medan ini yang butuh penanganan, dan penanganan yang cocok adalah pembuatan underpass,” ungkapnya.

Selanjutnya, sebagaimana arahan Wali Kota Medan, Bobby Nasution, rencana itu pun diimplementasikan. Untuk itu, Dinas SDABMBK pun berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Medan dan meminta pendapat dari para ahli.

“Dari koordinasi itu disimpulkan, perlu dilakukan sesuatu di Jalan Juanda Simpang Brigjen Katamso dan Jalan H.Yamin simpang Jawa,” pungkasnya. (map/ila)

Car Free Day di Medan Disemarakkan Atraksi Olahraga

AKSI: Seorang pria beraksi freestyle BMX yang ikut meriahkan kegiatan Car Free Day (CFD) Pemko Medan di seputaran Lapangan Merdeka, Minggu (22/1).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Meskipun cuaca hujan gerimis di Minggu (22/1) pagi, namun tidak menghalangi masyarakat Medan mengikuti Car Free Day (CFD) yang digelar rutin Pemko Medan di seputaran Lapangan Merdeka. Selain menjadi sarana berolahraga bagi masyarakat, CFD juga menjadi tempat berbagai komunitas untuk berkumpul dan menampilkan aksinya.

Seperti komunitas Sepeda BMX yang rutin setiap minggunya datang dan mewarnai ajang CFD dengan menampilkan aksi freestyle BMX. Selain itu mereka juga dapat berolahraga sepeda berkeliling seputaran lapangan Merdeka dan bertemu dengan komunitas sepeda BMX lainnya.

Salah satu komunitas sepeda BMX, Old School BMX Medan, Putra mengungkapkan, ajang Car Free Day yang digelar Pemko Medan setiap minggunya ini sangat bagus dan positif. Oleh karenanya, ia menyambut baik CFD ini.

“Car Free Day ini kami sambut baik, karena kami dapat melakukan aktivitas BMX disini. Seperti di bulan Desember tahun 2022 kemarin kami menggelar Street Race di CFD dengan sumbangsih anggota Old School BMX Medan. Peserta yang ikut pun tidak dikenakan biaya,” ujarnya.

Dijelaskan Putra, komunitas Old School BMX Medan ini beranggotakan sekitar 70 orang dengan berbagai jenis merek sepeda BMX. Bahkan ada diantara anggota yang hobi mengkoleksi sepada BMX. “Setiap Minggu pagi kami anggota Old School BMX Medan selalu ke CFD. Berkumpul dan berolahraga sepeda bersama. Selain itu juga bertemu dengan komunitas BMX lainnya,” kata Putra.

Putra menambahkan, di Car Free Day, rekan-rekan Old School BMX biasanya menampilkan skill dasar dari Freestyle BMX, seperti Scorpio yakni menumpukan badan di setang sepeda dan Willy mengangkat ban sepeda. “Jika kami menampilkan freestyle BMX pasti banyak masyarakat yang ada di CFD menyaksikan. Bahkan ada juga masyarakat yang ingin bergabung dengan komunitas kami, karena kami terbuka pastinya akan diterima dengan syarat memiliki sepeda BMX. Selain itu ada juga orang Palembang yang lagi berkunjung ke Medan, melihat sepeda BMX ingat masa lalunya dan berniat juga untuk bergabung,” ungkapnya.

Putra pun berharap Pemko Medan dapat lebih memberikan perhatiannya kepada komunitas BMX dengan menyediakan fasilitas sarana dan mengikutsertakan mereka di setiap event. Apalagi salah satu anak Medan yang menjadi atlet dan memiliki nama baik di internasional. “Sebab saat ini terdapat atlet nasional sepeda BMX asal Medan yang sudah go internasional,” harapnya.

Salah satu atrasi lainnya, adalah atraksi menembak target yang ditampilkan oleh komunitas airsoft yang tergabung dalam Federasi Airsoft Indonesia (FAI) Medan. Atraksi FAI Medan ini berlangsung di Jalan Balai Kota, depan Hotel Grand Aston. Penampilan penghobi olahraga rekreasi dilengkapi dengan seragam airsoft serta replika senjata api ini menarik perhatian warga. Mereka unjuk aksi menembak sasaran yang dijejerkan di trotoar Lapangan Merdeka. Mereka juga mempersilakan warga untuk mencoba menembak. Tidak sedikit warga tertarik, bahkan beberapa wanita setengah baya juga ikut mencoba menembak di bawah arahan para pegiat FAI Medan itu.

Yang paling menarik perhatian sekaligus mendebarkan adalah atraksi menembak dua balon yang dipegang seseorang. Yang menembak maupun yang memegang balon tampak begitu tenang dan percaya diri. Hasilnya, tembakan tepat sasaran. Kedua balon meletus ditembus peluru.

Waketum FAI, Arbi Susilo Sudarman saat ditemui mengungkapkan, kehadiran mereka di ajang CFD ini untuk lebih mendekatkan olahraga airsoft ini kepada masyarakat, terutama di kalangan milenial. “Peminat olahraga airsoft di Medan kian meningkat seiring bertumbuhan club-club atau komunitas airsoft, di antaranya Special Tactical Unit, Jagoan Perkasa Indonesia, dan Medan Airsoft Communit,” paparnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Pulungan Harahap diwakili Kabid Pembudayaan Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga, Muhammad Ilfan, mengatakan, pihak sengaja mengajak berbagai komunitas dan cabang-cabang olahraga untuk menyemarakkan CFD ini setiap minggunya.

Kehadiran komunitas dan cabang olahraga ini, lanjutnya, memberikan kontribusi yang cukup besar dalam membudayakan olahraga pada diri warga Medan.”Jadi selain menjaga lingkungan, mengurangi polusi udara, CFD ini juga menjadi ajang untuk membudayakan berolahraga pada diri warga Medan. Olahraga membuat sehat, warga sehat, negara pun kuat,” ucapnya.

Disebutkannya, dalam kegiatan ini, masyarakat bisa ikut senam, jalan, melihat berbagai atraksi dari komunitas olahraga rekreasi.”Dan kalau beruntung, bisa juga dapat hadiah dari doorprize di puncak acara. Hadiah pun menarik, ada sepeda, ada pula kulkas,” ungkapnya seraya mengajak masyarakat untuk tetap berolahraga di ajang CFD ini setiap minggunya.(map/ila)

Satu Narapidana Peroleh Remisi

RESMISI: Lapas Klas I Medan memberikan remisi khusus kepada narapidana beragama Konghucu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Satu orang narapidana di Sumatera Utara (Sumut) memperoleh Remisi Khusus Tahun Baru Imlek Tahun 2023. Napi yang memperoleh remisi merupakan napi beragama Konghucu.

Kepala Sub bagian Humas, Reformasi Birokrasi dan Teknologi Informasi Bambang Suhendra mengatakan, napi tersebut memperoleh remisi khusus sebagian.  “Berdasarkan jenis dan besarannya RK I (Remisi Khusus Sebagian) sebanyak 1 orang. Sedangkan yang memperoleh RK II (Remisi Khusus Seluruhnya) nihil,” ucapnya, Minggu (22/1).

Adapun napi yang memperoleh remisi tersebut, lanjut Bambang Suhendra, diberikan potongan masa hukuman selama 1 bulan. ”Narapidana yang mendapatkan remisi merupakan narapidana kasus kriminal umum,” terangnya.

Dia juga menjelaskan jumlah penghuni Lapas/Rutan se- Sumatera Utara hingga tanggal 20 Januari 2023 sebanyak 33.122 orang. Rinciannnya, narapidana pria sebanyak 24.886 orang, narapidana wanita sebanyak 1.124 orang. ”Kemudian tahanan pria sebanyak 6.814 orang dan tahanan wanita sebanyak 298 orang,” pungkasnya.

Terpisah, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan memberikan remisi (potongan hukuman) bagi satu orang narapidana beragama Konghucu pada perayaan Tahun Baru Imlek 2574, bertempat di Vihara Buddha Sasana.

“Ini merupakan Pemberian Remisi Khusus Imlek pada warga binaan kami sebanyak satu orang, merupakan warga negara asing (Malaysia),” ujar Kasi Registrasi, Raymond Rumahorbo. (man/ila)

Amankan Perayaan Imlek, Polisi Patroli hingga ke Berastagi

PATROLI: Personel Polri-TNI dan Forkopimda Sumut saat patroli amankan perayaan Imlek. di Medan, pada Sabtu (21/1) malam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Polisi bersama TNI, Forkopimda dan elemen masyarakat di Sumatera Utara (Sumut) menggelar patroli berskala besar, dalam mengamankan perayaan Imlek 2023 di Medan hingga jalur lalu lintas (Lalin) Berastagi, Karo.

“Hingga saat ini perayaan Imlek di Medan berjalan aman dan kondusif,” ujar Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda di Medan, Senin (23/1).

Dikatakannya, warga Tionghoa yang merayakan Tahun Baru Imlek 2574 begitu nyaman dan hikmat untuk sembahyang ke vihara-vihara yang banyak di Kota Medan.

Selain itu, pihaknya juga mengawal dan mengamankan jalur lalu lintas hingga ke tempat wisata di Berastagi. “Jadi dengan adanya kehadiran TNI-Polri, warga yang merayakan Imlek dan berlibur ke Berastagi mendapatkan kenyamanan,” tuturnya.

Valentino berterima kasih kepada warga Medan yang turut serta membantu perayaan Imlek lebih berwarna. Menurutnya, pengamanan bukan di tempat vihara saja. Namun ada juga di pusat keramaian seperti di pasar tradisional dan modern. “Kita kerahkan sedikitnya 500 personel gabungan dari Pemko, Kodim, BKO, Brimob, Samapta Polrestabes Medan. Artinya Medan harus tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.

Sebelumnya, Polri-TNI bersama Forkopimda Sumut juga telah menggelar patroli bersama dalam mengamankan Perayaan Malam Imlek 2023 di Kota Medan, sejak Sabtu (21/1) malam.

Dengan mengendarai sepeda motor, patroli bersama tersebut diikuti Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi, Irwasda Polda Sumut Kombes Pol Armia Fahmi, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda, serta sejumlan personel TNI-Polri.

Berangkat dari Pos Lantas Lapangan Merdeka Medan, personel patroli langsung bergerak berkeliling sekaligus memantau situasi vihara-vihara di Kota Medan yang Merayakan Malam Imlek.

“Patroli bersama yang kita gelar ini dalam upaya memberikan rasa aman dan nyaman kepada Umat Buddha yang Merayakan Malam Imlek. Hasil pantauan kita situasi Malam Imlek 2023 di Kota Medan berjalan cukup aman dan kondusif. Saya berharap kondisi Kamtibmas yang kondusif ini harus terus dijaga,” kata Gubsu Edy Rahmayadi.

Dalam pengamanan tersebut, Polda Sumut menurunkan personel sebanyak 2/3 personel Polda Sumut dibantu TNI yang diturunkan pada perayaan Imlek,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi beberapa waktu lalu.

Hadi menjelaskan, diturunkannya sejumlah personel itu untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada Umat Buddha di Kota Medan, yang merayakan Imlek 2023.”Personel disebar ke setiap vihara yang ada di wilayah Polres jajaran karena menjadi prioritas pengamanan saat Perayaan Imlek,” pungkassnya. (dwi/ila)

Buka Rapat Koordinasi Kepala Desa se-Asahan, Wabup Minta APBDes Sinkron dengan Program Pemerintah

RAKOR: Wabup Asahan Taufik Zainal Aibidin membuka rapat koordinasi Kepala desa se-Kabupaten Asahan tahun 2023.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati (Wabup) Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar, S. Sos, M. Si buka Rapat Koordinasi Kepala Desa se-Kabupaten Asahan Tahun 2023, Sabtu (21/1).

Turut hadir dalam kegiatan yang digelar di Danau Toba International Cottage tersebut, Asisten I Pemerintahan dan Kesra, Kepala Dinas PMD, serta Kepala Desa Se- Kabupaten Asahan.

Kepala Dinas PMD, Suherman Siregar dalam laporannya menyampaikan, tujuan pelaksanaan Bimtek adalah untuk membahas beberapa permasalahan aktual terkait Pemerintahan Desa.

“Bimtek dilaksanakan selama 3 hari sejak 20-22 Januari di Danau Toba International Cottage, dan diikuti oleh 168 Kepala Desa Se- Kabupaten Asahan”, jelas Suherman.

Sementara Wakil Bupati Asahan mengawali sambutannya, menyampaikan ucapan terima kasih atas keikutsertaan Kepala Desa se-Kabupaten Asahan dalam pelaksanaan Bimtek kali ini. Dikatakan Taufik Zainal, kegiatan ini merupakan wadah dalam mensinkronkan dan mensinergikan program pemerintahan mulai dari tingkat Pusat ke tingkat Daerah dan diharapkan juga sampai ke tingkat Desa.

“Sesuai hasil rapat koordinasi dengan Presiden RI beberapa waktu silam, seluruh Pemda diminta untuk lakukan sinkronisasi pelaksanaan tugas pemerintahan hingga ke tingkat desa, khususnya dalam penanggulangan kemiskinan ekstrim dan penurunan angka stunting. Karenanya saya meminta agar seluruh Kepala Desa yang ada di Kabupaten Asahan untuk dapat mensinkronkan seluruh kegiatan yang akan dilaksanakan di desa, agar sesuai dengan 10 program prioritas Pemerintah Kabupaten Asahan dan sinkron pula dengan prioritas yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat”, ujar Wabup.

Lebih lanjut, Wabup meminta seluruh Kepala Desa untuk memahami tugas dan fungsinya sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang ada.

“Pahami dan pedomani Permendesa PDTT Nomor 8 tahun 2022 Tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2023 sebagai acuan bagi Kepala Desa dalam melaksanakan tugas dan menggunakan dana desa”, ujar Wabup.

Wabup juga berpesan kepada Kepala Desa agar dapat menyusun APBDes Tahun 2023 yang bersumber dari Dana Desa, untuk mengedepankan 3 prioritas yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat yakni, penanggulangan kemiskinan, sinergi dengan program nasional, mitigasi bencana alam dan non alam serta sinkron pula dengan 10 program prioritas Pemerintah Kabupaten Asahan. Terkait peningkatan perekonomian di Desa, Wabup juga meminta agar Kepala Desa mengoptimalkan BUMDes serta Desa Wisata (bagi desa yang memiliki potensi).

“Tingkatkan kemampuan dan kapabilitas dalam menjalankan pemerintahan desa secara baik dan profesional dan jangan ada kegiatan yang fiktif. Saya juga minta kepada Dinas PMD, bina, bantu dan awasi agar kepala desa dapat menjalankan program pembangunan terarah, tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku”, pungkas Wabup. (dat/han)

Jembatan Tanjung Rejo Diharap Galakkan Perekonomian Warga

MELINTAS: Pengendara sepeda motor melintas dari bawah jembatan Tanjungrejo yang masih dalam tahap pembangunan. batara/SUMUTPOS.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Pembangunan jembatan diharapkan dapat menggalakkan kembali perekonomian warga di Desa Tanjung Rejo dan Desa Paluh Merbau, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang. Bila rampung, jembatan yang menelan biaya Rp12,5 miliar tersebut menjadi akses hilir mudik bagi warga sekitar.

Jembatannya yang dibangun dengan lebar 6 meter dan panjang 110 meter tersebut masih 80 persen. Jembatan yang memiliki pondasi cor beton itu berada di Jalan Sidodadi Paluh Merbau di Dusun 1 Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Terlihat para pekerja proyek terus bekerja melakukan pemasangan batu, pemadatan dan meratan tanah pada pangal sisi kanan dan sisi kiri jembatan.

“Gubernur dan pejabat pemerintah pernah mengkunjungi jembatan ini. Rombongan melintas dari jembatan. Tapi kini ditutup kembali karena masih melaksanakan pekerjaan di sisi jembatan,” ucap Fendi, seorang warga sekitar yang ditemui, Minggu(22/1)

Pelaksanan pengerjaan jembatan terus dilaksanakan. Memang sudah ada setahun lamanya pengerjaan. Tiap hari ada yang kerja dijembatan itu kecuali hari hujan.

“Sepeda motor sudah bisa melintas. Namun, terkadang dilarang pekerja disana. Karena warga yang melintas menggangu para kerja. Disamping jabatan ada disediyakan jembatan sementara untuk warga melintas,” sebut Fendi.

Penyelesaian pembangunan jembatan terus dikebut oleh rekanan. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Kontruksi (SDA BMBK) Pemkab Deliserdang, Ir Janso Sipahutar.

Sumber dana berasal dari APBD dengan tahun anggaran 2021 dan 2022. Diakui terjadi keterlambatan pembangunan dikarena faktor cura hujan yang tinggi selama tahun 2022. “Lagi tahap penyelesaian, terlalu bnyak hambatan non teknis. Bahkan plang proyek dicabut orang tak bertanggungjawab,” jawab Janso melalui pesan seluler.

Janso menambahkan, pembangunan jembatan segera selesai. Agar segera dipergunakan masyarakat untuk beraktifitas dalam meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. (btr/han)

Peringatan Hari Gizi Nasional, Cegah Stunting dengan Protein Hewani

PERINGATI: Camat Padang Hulu Kota Tebingtinggi, Deni Handika saat merayakan hari Gizi Nasional di Kantor Lurah Padang Merbau.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Memperingati Hari Gizi Nasional ke 63 tahun, tepatnya setiap tanggal 25 Januari 2023, Camat Padang Hulu, Deni Handika Siregar mewakili Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi menghadiri peringatan Hari Gizi Nasional ke 63 tahun, di depan Kantor Lurah Padang Merbau, Jalan Danau Singkarak Lingkungan III, Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebingtinggi, Jumat(20/1).

Camat Padang Hulu, Deni Handika mengapresiasi dan menyampaikan ucapan terimakasih kepada panitia khususnya DPC Persagi (Dewan Pengurus Cabang Persatuan Ahli Gizi Indonesia) Kota Tebingtinggi yang telah melaksanakan kegiatan hari ini yang mana mengambil lokasi di Kelurahan Padang Merbau, Kecamatan Padang Hulu.

Menurutnya, ini menjadi berkah dan bermanfaat daya guna bagi masyarakat Kota Tebingtinggi khususnya di wilayah Kelurahan Padang Merbau.

“Ini merupakan suatu ucapan tak terhingga bagi kami, khususnya di Kelurahan Padang Merbau. Bahwasanya kegiatan ini nanti ada sosialisasi dan demo masak kemudian disini juga ada kegiatan Posyandu. Ini bentuk perhatian dan kepedulian DPC Persagi untuk peringati Hari Gizi Nasional ke 63,” ujarnya.

Sementara itu, Korriati Manurung, mewakili Kadis Kesehatan mengatakan dengan diadakannya kegiatan cegah stunting di Kelurahan Padang Merbau, Beliau berharap stunting di Kelurahan Padang Merbau bisa menurun.

“Kita harus bisa mengaktualisasikan di Padang Merbau sebagai field project, kalau bisa angka stunting di Kelurahan Padang Merbau paling terendah, itu harapan kami,” ucapnya.

Korriati juga berharap kepada masyarakat dan ASN supaya didalam kegiatan ini benar-benar mensosialisasikan isi Piringku Kini Kaya Protein Hewani Cegah Stunting ku. “Apalagi banyak perkawinan usia muda, kita berikan penyuluhan lebih baik sehingga angka stunting bisa menurun,” tambahnya.

Sedangkan Kepala Puskesmas Pabatu dr Elfira Rosa Nasution, berharap melalui kegiatan ini, semakin terjalin kolaborasi sinergitas antar pihak terkait mengenai sosialisasi hal protein hewani kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan ini semua, kita dapat bersama bekerja sama, untuk memberikan sosialisasi kepada ibu hamil dan balita khususnya. Selamat hari jadi Persatuan Ahli Gizi Indonesia, semangat dan salam sehat,” pinta Elfira.

Sebelumnya, Ketua DPC Persagi Kota Tebingtinggi, Samuel Pasaribu menyampaikan kiranya melalui kegiatan ini masyarakat semakin paham akan nilai-nilai gizi untuk mencegah stunting anak dan mencapai target penurunan angka prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2024 sebesar 14 persen.

“Kiranya kegiatan sederhana ini bisa bermanfaat berguna dan kami ucap terimakasih sebesar-besarnya kepada semua pihak. Semoga niat baik kita ke depan dalam rangka mencegah stunting bisa memberi berkah, membawa manfaat sebesar-besarnya sehingga masyarakat kuat, Bangsa Sehat, Negara pasti kuat,” pungkasnya.

Sebagai catatan untuk tahun 2022, jumlah stunting di Kota Tebingtinggi sebesar 2,16 persen atau 213 anak balita. (ian/han)