Home Blog Page 2431

Agincourt Resources Inisiasi Program Revitalisasi Posyandu di 7 Desa

PT Agincourt Resources menginisiasi Program Revitalisasi Posyandu di 7 desa target percontohan di Kecamatan Batangtoru dan Muara Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan. (Dok: PTAR)

BATANGTORU, METRODAILY – PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, menginisiasi Revitalisasi Posyandu di 7 desa target percontohan di Kecamatan Batangtoru dan Muara Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, dengan target peningkatan strata Posyandu secara bertahap menuju Posyandu Mandiri yang berfokus pada kesehatan ibu dan anak.

General Manager Operations PTAR, Rahmat Lubis, Minggu (7/8/2022), mengatakan bahwa rencana strategis perusahaan untuk Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) pada 2022 fokus pada peningkatan kualitas dan layanan mutu pendidikan, kesehatan, sosial budaya, ekonomi, dan infrastruktur dasar bagi masyarakat.

“Cukup banyak program telah dilakukan PTAR untuk meningkatkan akses pelayanan dan kualitas kesehatan di masyarakat, salah satunya Program Revitalisasi Posyandu ini,” ujarnya.

Program Revitalisasi Posyandu merupakan bagian dari program nasional, dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Strategi Kementerian Kesehatan tahun 2020-2024, di mana Posyandu menjadi wadah titik temu antara pelayanan profesional petugas kesehatan dan peran aktif masyarakat dalam menanggulangi masalah kesehatan, khususnya upaya menurunkan angka kematian bayi dan angka kelahiran.

Sebagai wujud komitmen PTAR dalam pelaksanaan program ini, PTAR bersama dengan Dinas Kesehatan Daerah Tapanuli Selatan dan tenaga ahli CV Sinergi Medika Indonesia telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama Program Revitalisasi Posyandu di 7 desa target pada Juli 2022.

Program berdurasi 6 bulan ini menyasar 7 Posyandu, lima di antaranya berada di Kecamatan Batangtoru, tersebar di Desa Napa, Desa Hapesong Lama, Kelurahan Aek Pining, Kelurahan Wek II, dan Desa Telo. Dua Posyandu lainnya di Desa Bandar Hapinis dan Desa Terapung Raya di Kecamatan Muara Batangtoru.

Senior Manager Community PTAR, Christine Pepah, menjelaskan selain menjadikan layanan Posyandu lebih optimal, Program Revitalisasi Posyandu juga memberdayakan kader kesehatan dalam hal peningkatan pengetahuan dan soft skill. Kader diharapkan terampil melakukan screening kesehatan dan penyuluhan, mampu menggunakan aplikasi iPosyandu, serta menyusun rencana tindak lanjut.

“Program Revitalisasi Posyandu ini diharapkan berdampak pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat di 7 desa target seperti membaiknya status gizi serta kesehatan ibu dan anak serta meningkatnya strata posyandu,” kata Christine.

Senior Manager Community PT Agincourt Resources Christine Pepah menyerahkan plakat penghargaan kepada Direktur CV Sinergi Medika Indonesia Dani Ferdian saat peluncuran Program Revitalisasi Posyandu di Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, 2 Juli 2022. (Dok: PTAR)

Revitalisasi Posyandu juga diarahkan untuk menyokong perluasan target layanan di Posyandu. Dengan begitu, layanan Posyandu tidak terbatas pada ibu dan bayi, tetapi dapat melayani kelompok keluarga lainnya seperti remaja, lansia, dan pelayanan Posbindu.

Dalam rangkaian Program Revitalisasi Posyandu, pada 4 Agustus 2022 para kader kesehatan mendapat pengetahuan penanggulangan diare dan pencegahan stunting melalui webinar bertema ‘Mengenal Masalah Kesehatan dan Pelayanan Kesehatan Anak di Posyandu’ yang dibawakan dokter spesialis anak Fitria Mahrunnisa MSc SpA.

Komitmen PTAR dalam pengembangan dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan di tahun 2022 juga ditunjukkan dengan peluncuran Program Menuju Tapanuli Selatan Bebas Tuberkulosis (ENTAS-TB) untuk menekan insiden penyakit menular tuberkulosis di Tapanuli Selatan.
Program ini menyasar tujuh desa yang sama, yakni Kelurahan Aek Pining, Desa Telo, Desa Napa, Desa Hapesong Lama, Kelurahan Wek II, Desa Terapung Raya, dan Desa Bandar Hapinis. Dalam program ini, PTAR bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan Yayasan KNCV Indonesia.

Lurah Aek Pining, Hendra Sakti Siregar, memberikan apresiasi positif atas Program Revitalisasi Posyandu yang dilaksanakan di tujuh desa target, termasuk Kelurahan Aek Pining.

“Program ini berpengaruh besar ke para kader kesehatan. Saat program ini mulai dijalankan dan kader mendapat edukasi kesehatan, para kader langsung bergerak mendata balita hingga lansia. Efeknya, pendataan kesehatan masyarakat lebih lengkap dibandingkan dulu,” tutur Hendra.

Ketua TP PP Kelurahan Aek Pining, Puji Lestari, menambahkan Program Revitalisasi Posyandu semakin meningkatkan efektivitas sistem 5 Meja Posyandu, utamanya Meja 4 yang fokus pada penyuluhan gizi.(rel)

Polwan Poldasu Goes to School

PENYULUHAN: Salah seorang Polwan Poldasu saat berikan penyuluhan bermedsos di salah satu sekolah di Medan, Senin (8/8/2022). (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Polisi Wanita Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polwan Polda Sumut) ‘Goes to school’ di sekolah-sekolah di wilayah Sumut, untuk memberikan penyuluhan kepada generasi muda, Senin (8/8/2022).

Kegiatan dengan tema, ‘Cerdas dan Aman dalam Bermedia sosial’ tersebut, bertujuan memberikan penyuluhan, edukasi dan pemahaman kepada para siswa/i agar bijak dalam penggunaan media sosial (Medsos), supaya terhindar dari UU ITE.

Hal itu, dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Polwan Republik Indonesia.

Turut hadir, Ibu Asuh Polwan Polda Sumut, Ny Rita Panca Putra, Kepala Sekolah YKB, Rini Adilla Ulfa SPd MHum, Pakor Polwan Polda Sumut, AKBP Juniar Simanjuntak, para pengurus YKB, Para Polwan Polda Sumut, dan Guru- guru YKB serta siswa/i SMA Kemala Bhayangkari sebanyak 60 orang.

Pakor Polwan Polda Sumut, AKBP Juniar Simanjuntak saat dikonfirmasi menyampaikan, kegiatan Polwan Goes to School ini serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia.

“Untuk wilayah Polda Sumut, hari ini kita melaksanakan serentak di seluruh Polres jajaran. Di Kota Medan, dilaksanakan di lima sekolah sekaligus, yakni di SMAS Kemala Bhayangkari I Medan, SMAN 1 Medan, SMKN 6, SMA Annizam Medan dan SMKN 9 Medan, di mana seluruhnya memberikan penyuluhan tetang cara yang baik dan benar dalam bermedsos,” ujarnya.

Dia berharap dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut, agar para generasi muda dapat memahami dan mengerti apa-apa saja dampak baik dan buruk dari bermedsos.

“kita juga mengarahkan pada generasi muda agar lebih bijak dalam
bermedia sosial, dengan memberikan edukasi positif yang bermanfaat untuk para pengguna Medsos lainnya,” pungkasnya. (dwi)

Peringati HUT ke-77 RI & 100 Tahun Chairil Anwar, PWI Sumut Gelar Parade Baca Puisi dan Lomba Karya Tulis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara akan menggelar lomba baca puisi dan karya tulis dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), sekaligus dirangkai dengan hari lahir ke 100 tahun Chairil Anwar yang merupakan sastrawan dan pahlawan nasional.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan kembali kebesaran karya-karya sastra Chairil Anwar semasa hidupnya,” ucap Ketua PWI Sumut, Farianda Putra Sinik pada rapat panitia, Senin (8/8/2022) sore di Sekretariat PWI Sumut Jalan Adinegoro Medan.

Menurut Farianda, momentum HUT ke-77 kemerdekaan RI yang dirangkai dengan hari lahir ke 100 tahun Chairil Anwar dinilai penting diperingati oleh kalangan insan pers. Sebab, karya-karya sastra telah banyak memperkaya khasanah tulisan para jurnalis.

Diakuinya, karya-karya sastra seperti puisi-puisi yang diciptakan oleh Chairil Anwar sesungguhnya patut dijadikan inspirasi jurnalis di era sekarang, agar produk jurnalistik yang dihasilkan bisa lebih berkualitas dan bermakna.

Sebagaimana diketahui, kata Farianda, jurnalisme sastra bertujuan untuk menarik perhatian para pembaca agar semakin terlarut dalam berita yang dibaca. Karya sastra mampu menampilkan sudut pandang yang berbeda, menyentuh emosi pembacanya, serta mampu menangkap gambaran suatu peristiwa atau kejadian secara lebih mendetail.

“Sayangnya karya-karya sastra yang banyak dihasilkan para sastrawan di masa lalu, kini terkesan kurang mendapat perhatian dari kalangan insan pers untuk diadopsi ke dalam produk berita,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Idris Pasaribu, didampingi Sekretaris Husor Parissan Sitompul menjelaskan bahwa untuk lomba karya tulis, dikhususkan bagi insan pers dengan mengambil tema ’77 tahun Indonesia Merdeka Apa yang Telah Dicapai’.

“Peserta bebas menentukan judul maupun sudut pandang (angel) dari tulisan, baik dari sudut pandang ekonomi, politik maupun sosial budaya,” katanya.

Dijelaskan Idris Pasaribu, karya tulis bisa dikirim dengan menyertakan bukti cetak (untuk media cetak) serta print out untuk media online ke Sekretariat Panitia di Gedung PWI Sumut Parada Harahap, Jalan Adi Negoro No.4 Medan. Selanjutnya, link karya tulis maupun bukti cetak yang telah dimuat di masing-masing media bisa dikirim ke email PWI Sumut, pwi.sumut@gmail.com paling lambat tanggal 20 Agustus 2022.

“Sementara untuk lomba baca puisi, terbuka untuk umum dan peserta diwajibkan membacakan puisi karya Chairil Anwar berjudul ‘Huesca’.

Selanjutnya, sambung Idris, peserta diharuskan memilih satu dari dua puisi yang disajikan panitia yakni, Senja di Pelabuhan Kecil, dan Kerawang Bekasi. Lomba baca puisi digelar pada 27 Agustus 2022, bertempat di Kantor PWI Sumut.

“Jadi setiap peserta wajib membaca dua buah puisi,” sambung Idris.

Idris yang juga dikenal sebagai seorang seniman senior di Sumut menyatakan, kegiatan parade seni dan sastra ini digelar dengan turut melibatkan sejumlah tokoh publik lainnya.

“Khusus kepada para tokoh yang datang pada malam pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah pada 27 Agustus 2022, akan didaulat membaca puisi karyanya sendiri,” pungkasnya. (map)

Moderasi Beragama Itu adalah Pemahaman Agama yang Menjunjung Tinggi Kearifan Lokal

KEARIFAN LOKAL: MANDAILING: Rektor UIN Sumatera Utara Prof Dr Syahrin Harahap MA (2 kiri) dan Dr H Asren Nasution MA (3 kiri) manortor pada kenduri syukuran pernikahan putra sulung kepala Dinas Pendidikan Provsu dengan adat Mandailing di Medanjohor, Sabtu (6/8).DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS.

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Prof Dr H Syahrin Harahap MA mengapresiasi atas perhelatan adat Melayu, Banjar dan Mandailing pada kegiatan kenduri syukuran pernikahan putra sulung Kepala Dinas Pendidikan Provsu Dr H Asren Nasution MA.

Apresiasi ini disampaikan Prof Dr H Syahrin Harahap MA didampingi Dr H Sakhira Zandi MSi dan Dr HM Joharis Lubis MM MPd tatkala menghadiri kenduri syukuran pernikahan Mohd Sholahuddin Nasution SE MSi (Han) dengan Dinda Tasnym Anggraini SE, Sabtu (6/8).

Kenduri syukuran pernikahan juga dihadiri Gubsu H Edy Rahmayadi bersama sejumlah guru besar dan rektor dari berbagai perguruan tinggi, tokoh nasional, kepala daerah, kepala SMA dari berbagai kabupaten/kota dan masyarakat.

”Kita sedang mengembangkan moderasi beragama di Indonesia. Moderasi beragama itu adalah pemahaman agama yang menjunjung tinggi kearifan lokal. Kearifan lokal itu termasuk adat-adat yang dilaksanakan pada kenduri syukuran pernikahan,” kata rektor.

Guna melihat penampilan adat tiga daerah pada syukuran kenduri tersebut, kata Prof Dr H Syahrin Harahap MA, dirinya pun secara langsung hadir ke lokasi pesta di Jalan Eka Suka XIV Medanjohor.

Rektor UIN Sumatera Utara ini pun mengapresiasi Dr H Asren Nasution MA yang menggelar syukuran kenduri dengan menampilkan kearifan lokal bangsa Indonesia. ”Pak Dr H Asren Nasution MA adalah tentara yang kini melanjutkan pengabdian menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Provinsi Sumut,” katanya.

Dimata Rektor UIN Sumatera Utara, figur kepala Dinas Pendidikan Provsu ini adalah seorang ahli agama yang juga memiliki komitmen yang kuat pada kearifan lokal. ”Kita melihat syukuran kenduri pernikahan ini adalah bagian dari upaya untuk mengaktualisasikan kearifan lokal,” puji rektor.

Meskipun sebagai guru besar bidang agama, lanjut Prof Dr H Syahrin Harahap MA, dirinya sangat menjunjung tinggi adat dalam kehidupan sehari-hari. ”Saya dibesarkan dalam situasi adat dan agama. Orangtua Saya adalah tokoh adat dan menjadi kepala desa selama 33 tahun,” terangnya.

Kemudian anak Prof Dr H Syahrin Harahap MA juga diadati. Sama seperti yang dilakukan Dr H Asren Nasution MA terhadap anaknya. ”Sehingga ini jadi upaya kita untuk menjunjung tinggi kearifan lokal. Agama yang kita junjung tinggi adalah agama yang menghargai setinggi-tingginya kearifan lokal dan adat istiadat,” tegas rektor UIN Sumatera Utara. (dmp)

Polres Binjai Patroli Gabungan Antisipasi Geng Motor, Balap Liar dan Aksi Kejahatan

PATROLI: Personel dari Sat Samapta yang melakukan patroli ke sejumlah titik rawan di Kota Binjai. (IST)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Polres Binjai yang terdiri dari fungsi Satuan Samapta, Satuan Intelijen dan Keamanan serta Satuan Reserse Kriminal melakukannya patroli gabungan, Senin (8/8). Patroli gabungan ini dilakukan pasca viral diduga adanya kelompok geng motor yang menyisir sejumlah ruas jalanan Kota Binjai dan membuat resah masyarakat.

“Patroli dilakukan untuk menjamin rasa aman dan nyaman warga terhadap kejahatan jalanan, geng motor, pelaku balap liar dan kejahatan 3C, pencurian, pencurian dengan pemberatan dan pencurian dengan kekerasan. Patroli gabungan dilakukan pada malam hari hingga dini hari,” kata Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Binjai, Iptu Junaidi, Selasa (9/8).

Patroli gabungan dipimpin Kasat Samapta Polres Binjai, AKP Feriawan. Mereka melakukan patroli ke sejumlah titik yang dianggap rawan terjadinya tindak pidana.

“Juga dengan cara mobilisasi dan singgah pada tempat atau jalan yang dinilai rawan tidak pidana 3C, balap liar hingga geng motor,” kata Junaidi.

Saat kegiatan, tim gabungan mengamankan 4 unit sepeda motor tanpa plat yang disertai menggunakan knalpot blong dan pengendara tidak dapat menunjukan dokumen yang sah. “Keempat sepeda motor ini diserahkan ke Satreskrim guna penindakan dan penyelidikan lebih lanjut,” kata dia.

Junaidi menambahkan, patroli gabungan merupakan kegiatan rutin dan terus dilaksanakan. Ini dilakukan demi menjamin situasi Kota Binjai tetap dalam keadaan kondusif.

“Sehingga menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, juga terhindar dari keresahan khususnya ulah yang ditimbulkan oleh geng motor, balap liar dan kejahatan lainnya,” pungkasnya. (ted)

Kecamatan dan Polsek Medan Labuhan Bongkar Habis Lapak Judi & Narkoba

BONGKAR: Petugas dari Kecamatan Medan dan Polsek Medan Labuhan membongkar bangunan-bangunan lapak bermain judi dan peredaran narkoba. (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebagai tindaklanjut dari laporan masyarakat, jajaran di Kecamatan Medan Labuhan berkolaborasi dengan Polsek Medan Labuhan untuk membongkar habis bangunan-bangunan yang selama ini kerap dijadikan sebagai lapak bermain judi dan peredaran narkoba di Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Senin (8/8/2022) sore.

Bangunan yang tidak memiliki izin tersebut dibongkar habis oleh puluhan petugas P3SU, pihak Kelurahan, dan dibantu oleh satuan personel TNI dan Polri. Sedikitnya, 10 bangunan berhasil dirubuhkan oleh petugas. Selain itu, petugas juga berhasil mengamankan puluhan mesin judi dari lapak-lapak tersebut.

Camat Medan Labuhan, Indra Utama, mengatakan bahwa pembongkaran bangunan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang merasa resah dengan keberadaan bangunan yang menjadi tempat bermain judi dan peredaran narkoba.

“Masyarakat selama ini sudah resah dengan adanya tempat tersebut, siang malam orang berkumpul disitu bermain judi. Jadi tadi kita bersama jajaran Polsek Medan Labuhan sudah kita tertibkan orangnya semua, termasuk bangunannya juga, supaya mereka gak bermain judi lagi disitu,” ucap Indra.

Dikatakan Indra, langkah tegas yang diambil ini juga dilakukan dalam rangka mendukung visi misi Wali Kota Medan, Bobby Nasution dalam mewujudkan Kota Medan yang kondusif.

“Ini juga sebagai dukungan kita dalam mewujudkan kota Medan yang kondusif sebagaimana yang diinginkan Bapak Wali Kota Medan. Jadi saya minta, jangan ada lagi warga yang membuka judi tembak ikan dirumah-rumah,” ujar Indra.

Kedepanya, sambung Indra, dirinya selaku Camatan Medan Labuhan bersama Kapolsek Medan Labuhan Kompol Mustafa Nasution akan mendirikan posko di lokasi tersebut guna mencegah masyarakat bermain judi kembali di lokasi tersebut.

“Sebagai tindaklanjut dari kegiatan tadi, rencananya kita bersama jajaran Polsek Medan Labuhan akan mendirikan posko pengawasan,” pungkasnya. (map)

Menko Airlangga: Resiliensi dan Daya Saing Ekonomi Nasional Terus Diperkuat Dengan Sinergi Berbagai Sektor

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sektor industri, perdagangan, dan investasi memiliki peran yang mendalam sebagai katalisator dalam mewujudkan perekonomian nasional yang resilien dan berdaya saing. Penguatan sektor industri akan berdampak pada peningkatan nilai tambah input aktivitas produksi, sehingga mampu menghasilkan produk yang dapat memenuhi kebutuhan nasional dan menjaga stabilitas neraca perdagangan. Di sisi lain, penguatan industri perlu didorong adanya dukungan permodalan yang konsisten melalui alokasi investasi.

Hingga kini, Pemerintah telah melakukan penguatan ketiga sektor fundamental tersebut yang dibuktikan melalui capaian surplus neraca perdagangan hingga USD 5,09 miliar per Juni 2022, dengan nilai ekspor semester I 2022 mencapai USD 141 miliar. Selain itu, nilai investasi pada Q1 2022 juga telah terealisasi hingga lebih dari 28% komitmen investasi, dengan kontribusi penanaman modal asing sebesar USD 10,22 miliar dan dalam negeri sebesar USD 9,33 miliar. Mencermati hal tersebut, Pemerintah terus berkomitmen untuk melanjutkan sinergi kebijakan ketiga sektor tersebut.

“Untuk menghadapi tantangan global ke depan, perlu dilakukan pendekatan multilateral yang tidak membatasi perdagangan ekspor dan impor dengan mengikuti aturan World Trade Organization,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian saat menyampaikan keynote speech secara virtual dalam kegiatan The 7th Global Conference on Business Management and Entrepreneurship, Senin (8/08).

Dengan mengemban posisi strategis sebagai Presidensi G20, Indonesia berupaya untuk membawa G20 untuk mampu membuka jalan bagi WTO untuk tetap relevan dalam membahas dampak perdagangan dan ekonomi dari situasi tantangan global yang terjadi, sehingga mampu menjaga rantai pasok, menerapkan langkah-langkah kebijakan perdagangan, serta menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan.

Selain itu, pada sektor industri, Pemerintah konsisten dalam mengakselerasi hilirisasi komoditas guna meningkatkan nilai tambah bahan baku, terutama pada produk manufaktur yang terus dijaga pada level ekspansif. Pemerintah juga melaksanakan komitmen terkait transisi energi dan mempertimbangkan dampak industri terhadap lingkungan dengan berbasis pada percepatan energi bersih melalui implementasi investasi yang lebih efisien serta pemanfaatan teknologi guna mencapai penguatan industri yang berkelanjutan.

Menko Airlangga  turut menyampaikan bahwa berbagai upaya penguatan yang dilakukan Pemerintah tersebut perlu didukung oleh kontribusi dan kolaborasi seluruh pihak mulai dari Pemerintah, korporasi, UMKM, hingga akademisi guna melahirkan inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan di masa mendatang.

“Dampak signifikan tidak dapat dicapai hanya dengan berbagai kebijakan, namun juga harus diikuti dengan transformasi Pemerintah, korporasi, dan UMKM bahkan masyarakat untuk mampu menjadi masyarakat yang smart dan cakap digital,” tutup Menko Airlangga.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Rektor Universitas Pendidikan Indonesia, Rektor Universitas Sumatera Utara, Rektor Institut Pendidikan Indonesia, Rektor Universitas Garut, Direktur Politeknik Pariwisata Bandung, serta Chair of the 7th Global Conference on Business Management and Entrepreneurship. (dft/fsr/*)

Dirikan Patok dan Plang di Lapangan Bola Sejati, Warga Keberatan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga Kelurahan Pangkalan Masyhur menuding Pemerintah Kota (Pemko) Medan telah menguasai lapangan bola Sejati di Jalan A.H. Nasution secara sepihak. Hal itu ditandai dengan dilakukannya pematokan dan pemasangan plang di kawasan tersebut.

Tudingan ini disampaikan pengurus POR Sejati saat melakukan audiensi dengan Wakil Ketua DPRD Medan H. Rajudin Sagala S. Pd. I di Gedung DPRD Medan, Senin (8/8).

“Lapangan Sejati itu diserahkan Belanda kepada masyarakat pada tahun 1949, sampai saat ini lapangan tersebut dikelola masyarakat. Sekarang tiba-tiba Pemko Medan melakukan pematokan dan pemasangan plang,” ucap salah satu perwakilan warga yang juga pengurus POR sejati, Sunyoto.

Sampai dengan saat ini, kata Sunyoto, jika Pemko Medan ingin menggunakan lapangan tersebut, maka Pemko Medan pasti meminta izin kepada masyarakat melalui pengurus POR Sejati. Dengan demikian, selama ini Pemko Medan mengakui jika lapangan Sejati memang bukan merupakan aset Pemko Medan.

“Jadi jelas, lapangan bola Sejati itu bukan aset Pemko Medan,” ujarnya dalam pertemuan yang juga dihadiri perwakilan warga lainnya, seperti Ridwan dan Yusuf Suwono selaku Sekretaris Por Sejati.

Dijelaskannya, pada tahun 2010, Pemerintah Kota Medan melalui Kelurahan telah mendaftarkan lahan tersebut agar memiliki sertifikat dan menjadi bagian aset Pemko Medan, namun hal itu tanpa melibatkan masyarakat. “Jadi proses itu tanpa ada melibatkan masyarakat dan pengurus POR, “ katanya.

Diceritakannya, pada tahun 2010, pejabat kelurahan telah menerbitkan pengusulan surat keterangan tanah. “Berdasarkan itu di klaim sebagai aset Pemko Medan. Bulan tujuh (Juli) dipatok merah, menyatakan aset Pemko Medan dan mendirikan plang, namun masyarakat sempat menolak,” bebernya.

Bahkan, kata Sunyoto, seluruh pemeliharaan lapangan dari mulai pemagaran, pemeliharaan rumput, dan lain-lain masih dilakukan oleh masyarakat melalui pengurus POR. “Jadi sampai dengan saat ini kita yang mengelola,” cetusnya.

Sementara itu, terkait rencana revitalisasi seperti yang direncanakan Pemko Medan, masyarakat memang pernah dikumpulkan pihak Dispora Kota Medan.

“Melalui dispora tiba-tiba kita dipanggil untuk merencanakan pembangunan lapangan Sejati. Padahal, sejak awal kita tidak pernah dilibatkan. Saat itu masyarakat tidak ada menyatakan setuju dan tidak setuju,” tuturnya.

Dalam pertemuan tersebut, masyarakat merasa khawatir terhadap lapangan penggunaan tersebut. Sebab bila nantinya telah menjadi aset Pemko Medan, masyarakat justru semakin susah atau kesulitan jika ingin menggunakan lapangan tersebut karena harus meminta izin terlebih dahulu ke Dispora.

“Selama ini kita mudah melaksanakan kegiatan. Kalau dikuasai Pemko, kita takutnya malah susah saat mau menggunakannya, karena harus izin dulu,” katanya.

Atas hal ini, warga mengharapkan adanya solusi yang baik dalam permasalahan ini. Warga bahkan pernah menawarkan agar warga tetap menjadi pengelola lapangan tersebut, meski lapangan itu sudah jadi aset Pemko Medan. “Namun pihak Pemko Medan menolaknya. Opsi itu pernah ditawarkan, tapi ditolak Dispora,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Medan H. Rajudin Sagala menyarankan agar warga bisa membuat surat keberatan yang nantinya menjadi dasar untuk mempertemukan pihak Pemko Medan dengan masyarakat. “Kita akan upayakan solusi yang terbaik, untuk itu kita minta kepada warga agar membuat surat keberatan,” pungkasnya. (map/ila)

Dinkop Medan Dorong Istri Nelayan dan Istri Parbetor Bentuk Koperasi

ARAHAN: Kadis Koperasi dan UMKM Benny Iskandar Nasution (pakai topi) saat memberi arahan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Program keumatan ala Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution banyak menuai pujian.  Di antara program tersebut adalah Masjid Mandiri atau rumah ibadah mandiri.

Program tersebut bermaksud, agar perekonomian warga di sekitar masjid atau rumah ibadah lain mampu meningkat dengan adanya koperasi, atau aktivitas pelaku UMKM di sekitarnya. Hal itulah yang coba didorong Bobby Nasution selama menjabat sebagai Wali Kota Medan sejak Februari 2021 lalu.

“Program masjid mandiri ini bertujuan agar rumah ibadah selain pusat peribadatan, namun juga bisa dijadikan pusat perekonomian. Baik untuk jamaah masjid, maupun untuk masyarakat sekitar. Saya sangat mendukung jika di masjid-masjid atau rumah ibadah lainnya, ada aktivitas UMKM, ada koperasi. Kita akan dukung dan permudah prosesnya,” kata Bobby beberapa waktu lalu terkait program keumatan.

Dan hal tersebut telah sampai ke Dinas Koperasi dan UMKM di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Benny Iskandar Nasution. Benny lantas menggerakkan pihaknya agar bekerja membantu kemudahan administrasi untuk penerbitan akta pendirian koperasi di masjid-masjid, gereja dan rumah ibadah lainnya yang ingin menjalankan program Masjid Mandiri atau rumah ibadah mandiri.

“Jadi pada prinsipnya kami akan fasilitasi akte pendirian koperasinya. Ini sesuai dengan harapan Pak Wali, bagaimana agar usaha umat bisa dikembangkan di sekitar masjid atau rumah ibadah lainnya. Dan fasilitas yang kami berikan ini gratis,” terang Benny Iskandar Nasution Sabtu (6/8).

Tak hanya di lingkungan masjid ataupun rumah ibadah, bahkan Dinkop UMKM Kota Medan juga memperhatikan potensi peningkatan perekonomian di kalangan istri-istri nelayan dan istri penarik betor alias becak motor. Benny meminta timnya untuk melakukan pendataan dan membantu pendirian koperasi di kalangan mereka.

“Kami berharap bisa membantu meningkatkan perekonomian di kalangan istri nelayan, istri penarik becak dan lainnya. Caranya dengan membuat koperasi. Kalau sudah punya koperasi lengkap dengan administrasinya, aktenya, izin-izinnya, maka potensi untuk permodalan akan lebih mudah. Itulah yang tengah kita dorong. Semoga program ini bisa membantu perekonomian kita semua,” kata Benny didampingi Kepala Bidang UMKM Anwar.

Di sisi lain, selain program-program di atas Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan memilik sejumlah program yang bertujuan mempermudah pelaku UMKM untuk bertahan, berkembang bahkan naik kelas.

Di antaranya adalah membantu penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), membantu pemberian alat usaha secara gratis hingga membantu pemberdayaan ekonomi keluarga yang anaknya mengalami stunting.

“Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat, agar program yang telah kita canangkan sesuai arahan Pak Wali Kota dan Ibu Wali Kota bisa berjalan dengan lancar dan bermanfaat bagi warga Medan,” pungkas Benny. (*)