Home Blog Page 2470

Polsek Sejajaran Polres Langkat Gencar Laksanakan DDS

SOSIALISASI: Kepolisian sektor (Polsek) Sejajaran Polres Langkat, Sumatera Utara, saat sosialisasi kepada warga pemilik lembu terkait penyakit PMK.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Kepolisian sektor (Polsek) Sejajaran Polres Langkat, Sumatera Utara, terus melakukan kegiatan ‘door to door system‘ (DDS) kepada warga pemilik ternak dalam mensosialisasikan serta memonitoring keadaan ternak terkait wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Kapolres Langkat AKBP Danu Pamungkas Totok melalui Kasi Humast AKP Joko Sumpeno menjelaskan, berdasarkan laporan yang kami terima ini ada empat Polsek sejajaran Polres Langkat melakukan sosialisasi dan sambang kelokasi kandang ternak milik warga.

Diantaranya Polsek Tanjung Pura melalui personil bhabinkamtibmas Bripka Ratno Ismawan, Polsek Secanggang melalui Aipda Ahmad Irwan, Polsek Kuala oleh  Aiptu Samuel Sembiring dan Polsek Salapian oleh Bripka Mahoni.

Personil Bhabinkamtibmas menyambangi warga pemilik ternak untuk menyampaikan imbauan serta melakukan penyemprotan disinfektan kekandang ternak.

Hal tersebut sebagai salah satu upaya untuk menekan dan memutus mata rantai penyebaran wabah PMK terhadap hewan ternak. “Dengan cara mendatangi rumah ke rumah warga dan masyarakat serta melakukan tatap muka (DDS) lebih efektif untuk mengetahui kendala yang sedang dihadapi warga pemilik ternak, sehingga dapat segera dilakukan  koordinasi tindak lanjutnya,” kata AKP Joko, Rabu (27/7).

Kepada warga juga disampaikan tentang mencegah dan mengobati hewan ternak agar tidak terpapar wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang dapat menyerang hewan hewan.

Kepada warga pemilik hewan ternak juga diimbau agar tetap berkoordinasi dengan tiga pilar yaitu Bhabinkamtibmas, Babinsa, Kasie Trantib Kecamatan dan Puskeswan terdekat dalam upaya mengantisipasi wabah PMK.

Personil juga melakukan  penyemprotan disinfektan di dalam kandang serta di sekitar kandang ternak warga. Kepada warga juga disampaikan agar tetap berkoordinasi dengan pusat kesehatan hewan (Puskeswan) secara berkala untuk mengetahui apakah hewan ternak ada yang terpapar atau terindikasi wabah PMK.

Dari keseluruhan pemantauan personil bhabinkamtibmas ke wilayah kerja masing masing dalam rangka pencegahan PMK, hewan ternak milik warga yang diperiksa semuanya dalam keadaan sehat. (els/ram)

Seleksi PPPK 2022, Ada Formasi untuk Pelamar Umum

IKUTI SELEKSI: Para guru honorer di Jakarta yang bersiap mengikuti selesi PPPK 2021 lalu.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah akan membuka rekrutmen calon aparatur sipil negara (CASN). Data Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi (KemenPAN-RB) menyebutkan kuota CASN 2022 sebanyak 1.086.128.  Dari jumlah tersebut kuota untuk pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) instansi pusat dan daerah sebanyak 1.035.811.

Pengurus forum Guru Lulus Passing Grade Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (GLPGPPPK) DKI Jakarta Herlina mengungkapkan, sesuai informas dari Dinas Pendidikan, seleksi PPPK 2022 dibuka juga untuk pelamar umum. Kuota yang disiapkan pun cukup banyak.

Pelamar umum ini, kata Herlina, semua guru yang terdaftar di data pokok kependidikan (dapodik) kurang dari 3 tahun. “Para pelamar umum harus mengikuti tes, tetapi bagi peserta besertifikat pendidik mendapatkan afirmasi kompetensi teknis sebesar 100 persen. Untuk peserta disabilitas afirmasinya 10 persen,” tutur Herlina, Rabu (27/7).

Herlina melanjutkan, sesuai penjelasan Dinas Pendidikan, bagi pelamar yang masih bujangan dan lulus tes, akan ditempatkan di sekolah wilayah 3T. Tersedia 17 ribu kuota untuk pelamar lajang dan yang diutamakan fresh graduate.

Dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PermenPAN-RB) Nomor 20 Tahun 2022 tentang Pengadaan PPPK Guru di Instansi Daerah tahun 2022, Pasal 5 disebutkan P1 (prioritas satu) adalah guru negeri dan swasta lulus passing grade yang masih mengajar ataupun tidak.  Terdiri dari honorer K2, honorer negeri, guru serdik (meskipun belum mengajar dan tdk ada sekolah), guru swasta (naungan Kemendikbudristek).

P2 atau prioritas dua adalah guru honorer K2 tidak lulus tes ataupun belum ikut tes yang mengajarkan di sekolah negeri. Kategori P2 tidak tes lagi hanya observasi. P3 adalah guru yang mengajar di sekolah negeri, terdaftar di dapodik minimal 3 tahun, tidak lulus tes dan belum pernah ikut tes. Fase ini hanya observasi saja. (jpnn/ila)

Pemerintah Tanggung Biaya Pengobatan Cacar Monyet

net ILUSTRASI: Sebuah foto ilustrasi cacar monyet. Pemerintah akan menanggung biaya pengobatan cacar monyet.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyebut biaya pengobatan bagi pasien monkeypox atau cacar monyet akan ditanggung pemerintah. Dengan syarat, penyakit tersebut masuk daftar penyakit infeksi emerging (PIE).

Hal tersebut disampaikan oleh Plt Direktur Surveilans dan Kekarantinaan Kesehatan Kemenkes Endang Budi Hastuti dalam konferensi pers perkembangan kasus cacar monyet (Monkeypox) di Indonesia.

“Untuk Monkeypox ini bisa ditanggung oleh pemerintah, kita kan punya Permenkes yang mengatur penyakit infeksi emerging itu memang ditanggung pemerintah, jika memang penyakit itu masuk dalam lis penyakit infeksi emerging. Jadi nanti akan ditanggung oleh pemerintah pengobatannya. Saat ini sedang disiapkan juga aturan untuk pembiayaannya,” ujar Endang, Rabu (27/7).

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril juga ikut menambahkan keterangan itu. Dia menjelaskan cacar monyet dapat dimasukkan ke dalam mekanisme BPJS.

“Kita kan punya BPJS, jadi kalau nanti tidak kita cover semua seperti Covid dulu, kita bisa masuk ke dalam mekanisme BPJS. Kan BPJS itu kan bisa menanggung berbagai penyakit ya, termasuk sampai saat ini kan Covid sudah masuk ke BPJS,” kata Syahril.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyebut ada sembilan suspek pasien cacar monyet di Indonesia. Namun, semua suspek dinyatakan negatif cacar monyet setelah melalui pemeriksaan.

Budi menjelaskan bahwa tes cacar monyet menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR) biasa tetapi dengan reagen yang berbeda. Kini, Indonesia disebut telah memiliki 500 tes dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).

“Jadi tesnya dengan apa? Dengan PCR biasa. Cuma reagennya yang berbeda. Kita sudah dapat reagennya ini dari WHO sekitar 500 tes. Dan kita juga sudah beli, mudah-mudahan akan datang dalam seminggu ini. Jadi kita pegang 500. Itu dipakai buat ngetes virusnya monkeypox ini,” jelas Budi. (cnn/ila)

Polisi Sita 44 Mobil dan 12 Motor Milik ACT

SITA: Sebanyak 44 mobil serta 12 motor milik ACT yang disita polisi.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 44 mobil dan 12 motor milik General Affair (GA) Manager Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Muhammad Subhan disita tim penyidik Bareskrim Polri. Penyitaan dilakukan karena kendaraan-kendaraan tersebut diduga terkait dengan kasus dugaan penyelewengan dana donasi dan CSR korban pesawat Lion Air.

“Hari ini telah disita 44 unit mobil dan 12 motor dari General Affair ACT atau Kabag Umum ACT, Pak Subhan,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan di Jakarta, Rabu (27/7).

Ramadhan menerangkan, sejumlah barang bukti tersebut disita dari Gudang Wakaf Distribution Center (WDC), Global Wakaf Corporate, Bogor, Jawa Barat pukul 13.00 WIB siang. Penyitaan tersebut merupakan rangkaian dari penyidikan yang dilakukan Bareskrim Polri usai menetapkan empat tersangka kasus dugaan penyelewengan dana yang dikelola ACT.

Empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka yakni Ahyudin (A) selaku ketua pembina yayasan ACT, Ibnu Khajar (IK) selaku pengurus yayasan ACT, Hariyana Hermain (HH) sebagai anggota pembina yayasan ACT, dan Novardi Imam Akbari (NIA) selaku Ketua Dewan Pembina ACT. Atas perbuatan mereka, keempat tersangka dijerat dengan Pasal 372 KUHP, Pasal 374 KUHP, Pasal 45a Ayat 1 juncto Pasal 28 Ayat 1 UU Nomor 19 Tahun 2012 Tentang ITE.

Selain itu mereka juga dikenakan Pasal 70 Ayat 1 dan 2 juncto Pasal 5 UU 16/2001 sebagaimana diubah UU 28/2004 tentang Yayasan, Pasal 3,4 dan 6 UU 8/2010 tentang Pencucian Uang, dan Pasal 55 KUHP juncto Pasal 56 KUHP. (jpg/ila)

4 Juta Nakes Segera Dapat Vaksin Covid-19 Dosis Keempat

SUNTIK VAKSIN: Seorang tenaga kesehatan (Nakes) saat disuntik vaksin Covid-19. Kemenkesakan segera melakukan vaksinasi Covid-19 dosis keempat untuk 4 juta nakes.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan segera melakukan vaksinasi Covid-19 dosis keempat. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan vaksin lanjutan ini diutamakan untuk 4 juta tenaga kesehatan (Nakes).

“Vaksin keempat sekarang sudah kita bagi, diutamakan untuk nakes dulu. Ini dilakukan karena sudah enam bulan, data menunjukkan imunitas menjadi menurun,” kata Budi di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (27/7).

Budi mengatakan stok vaksin Covid-19 di dalam negeri saat ini masih cukup. Ia menyebutkan ada sekitar 4 juta tenaga kesehatan di RI.”Vaksin kita cukup kok, nakes ada 4 juta. Vaksin untuk nakes banyak,” ucapnya.

Ia menuturkan nakes menjadi prioritas utama vaksinasi dosis keempat karena masuk dalam kategori kelompok yang rentan terpapar Covid-19. Saat ini pemerintah belum merencanakan vaksinasi dosis keempat untuk masyarakat umum. “Sementara enam bulan setelah booster ketiga, data menunjukkan imunitas mulai menurun,” ucapnya. (cnn/ila)

Satpol PP Tertibkan Papan Reklame

EDAN, SUMUTPOS.CO – Tim gabungan Satpol PP Kota Medan terus melakukan razia penertiban papan reklame yang menyalahi aturan, Selasa (26/7). Penertiban ini dilakukan di sejumlah ruas jalan di Kota Medan. Salah satunya di jalan HM Yamin SH Kelurahan Perintis, Kecamatan Medan Timur tepatnya didepan kantor Dinas Pariwisata Kota Medan.

Dipimpin Kasatpol PP Kota Medan diwakili Kabid Penegak Peraturan Perundang undangan Daerah, Toga Aruan, Tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, BPPRD, Dinas Kebersihan dan Pertamanan , Dinas Perhubungan dan Kecamatan Medan Timur ini menurunkan dan membongkar papan reklame yang bermasalah tersebut.

Awalnya , Tim Gabungan dengan menggunakan tangga menurunkan reklame yang terpasang di papan reklame. Kemudian dengan memakai alat las, tim gabungan memotong satu persatu besi kerangka papan reklame. Dengan penuh kehati-hatian petugas menurunkan besi tersebut.

Kabid Penegak Peraturan Perundang undangan Daerah, Toga Aruan, mengungkapkan, Satpol PP bersama tim gabungan terus gencar melakukan razia penertiban reklame setiap hari. Selain menertibkan papan reklame yang tak berizin, Satpol PP juga menertibkan reklame yang dalam pemasangannya menyalahi aturan.

“Penertiban dan pembongkaran papan reklame yang bermasalah ini dilakukan guna menegakkan peraturan yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Kota,” Jelasnya.

Kepada pihak advertising, Toga Aruan berharap ke depannya ketika melakukan pemasangan reklame agar tetap mengikuti peraturan dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Pemko Medan. “Mari kita ikuti aturan yang telah ditetapkan guna menjadikan kota Medan yang lebih indah dan tertata rapi sesuai dengan visi dan misi Wali Kota Medan Bobby Nasution,” pungkasnya. (map/ila)

SPS dan PWI Gelar Workshop Pra UKW

SAMBUTAN: Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik saat memberikan sambutannya.istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Serikat Perusahaan Pers (SPS) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara gelar Workshop Pra-UKW bagi wartawan se-Sumatera Utara, Rabu (27/7).

Acara yang digelar di Ballroom Kartini, Le Polonia Hotel, Medan itu, bertujuan untuk meningkatkan kompetensi wartawan yang profesional, beretika dan bermartabat jelang dilaksanakannya Uji Kompetensi Wartawan (UKW) 29-30 Juli 2022 mendatang.

Ketua Panitia Drs. Agus Salim Ujung mengatakan, gelaran workshop dan UKW akan diikuti wartawan dari berbagai daerah di Sumatera Utara. “Dalam workshop dan UKW nanti, akan diikuti sebanyak 60 orang yang berasal dari Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara,” ucapnya.

Ketua PWI Sumut, yang juga Ketua SPS Sumut Farianda Putra Sinik dalam sambutannya mengatakan, pra-ukw dilaksanakan untuk membekali peserta agar siap secara mental dan pengetahuan. Disamping itu, ia juga menekankan pentingnya kedisiplinan dalam mengikuti Uji Kompetensi Wartawan tersebut.” Pra-UKW ini dilakukan sebagai sarana untuk mempersiapkan para perserta agar siap secara mental dan pengetahuan, disamping pentingnya kedisiplinan terutama berkaitan dengan waktu” ujarnya.

Farianda juga mengimbau, dalam menjalankan tugas jurnalistik sehari-hari, agar tetap terus berpegang pada kode etik serta pedoman perilaku wartawan. ”Beberapa waktu yang lalu, sempat viral di media sosial, oknum yang mengaku sebagai wartawan, namun melakukan penghadangan sebuah kendaraan. Tentunya hal ini mencoreng citra profesi wartawan” pungkas Farianda.

Mewakili Dinas Kominfo Sumatera Utara, Abdul Azis dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi acara workshop tersebut mengatakan Pemprov Sumut tetap berkomitmen membantu dalam pengembangan kemampuan wartawan dalam rangka mendorong kesuksesan Di era modern seperti saat ini, dimana semakin banyaknya bertambah media pemberitaan, Pemprov Sumut berharap semoga melalui UKW ini mampu meningkatkan kompetensi dan kemampuam wartawan di Sumut dalam mendorong kesuksesan Provinsi Sumatera Utara,” ucap Abdul Azis.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua DKP PWI Sumut, Muhammad Syahrir, Ombudsman Sumut, Abyadi Siregar, Sekretaris SPS Sumut Rianto Ahgly SH dan pengurus lainnya, Agus Salim Ujung, Agus Syafaruddin, Asih Astuti, Hendrik Prayetno. Pengurus PWI antara lain, Rifki Warisan, Sugiatmo, Hamonangan Panggabean, Austin, Amru Lubis dan Riza Mulyadi. (rel/sih/ila)

KPPG Sumut Dukung Ijeck Maju Calon Gubernur, Ijeck: Saya Masih Fokus sebagai Wagubsu

Musa Rajekshah.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengurus Daerah (PD) Kesatuan Prempuan Partai Golkar (KPPG) menyatakan dukungan kepada Ketua DPD Golkar Sumut, Musa Rajekshah maju sebagai Calon Gubernur di Pemilihan Gubernur Sumut tahun 2024.

Pada kegiatan Orientasi dan Pembekalan Pengurus Daerah KPPG Sumut di Kota Medan, Rabu (27/7) siang. Juga bergema dari para kader KPPG Sumut, menyebutkan pria yang akrab Ijeck sebagai Gubernur Sumut. “Ijeck Gubernur, Ijeck Gubernur, Ijeck Gubernur,” teriak para kader KPPG Sumut.

Gayung bersambut, Ketua PD KPPG Sumut, Meliane Armelia Desky, mengungkapkan pihaknya menyatakan dukungan terhadap Ketua DPD Golkar di Pilgub Sumut 2024 sebagai Calon Gubernur. “Kontestan-kontestan yang lainnyan

untuk memenangkan Ketua kita, Musa Rajekshah sebagai Gubernur Sumatera Utara di tahun 2024,” ucap Meliana.

Meliane mengatakan untuk memenangkan Partai Golkar di Pemilu 2024 dan memenangkan Musa Rajekshah di Pilgub Sumut 2024. Satu kuncinya, yakni kekompakan antarkader partai untuk bersama-sama menggerakkan mesin partai.”Cuma satu kuncinya kompak. Kita tidak kompak, kita kecil dilihat orang-orang diluar sana. Saling kompak, saling menyayangi dan saling mencintai. Tanpa cinta, tidak akan kekompakan,” jelas Meliane.

Meliane mengharapkan Wakil Gubernur Sumut, Ijeck maju di Pilkada Sumut 2024 nantinya. Karena, Ijeck merupakan kader terbaik dimilik Partai Golkar yang layak dan pantas maju sebagai Calon Gubernur.

“Seperti ketua bilang tadi, belum pernah sekali pun, setiap pertemuan apa pun, dia akan maju sebagai Gubernur. Kita dari partai sangat-sangat punya kandidat. Ketua partai (Ijeck) pantas layak dimajukan tahun 2024,” katanya didampingi Ketua Panitia Siti Yulia Nurhasni Siregar bersama pengurus dan anggota KPPG Sumut.

Menyikapi hal tersebut, Ketua DPD Golkar Sumut, Musa Rajekshah menghargai keinginan dari para kader Golkar untuk mengusung dirinya maju di Pilgub Sumut nantinya. Namun, ia akan fokus terlebih dulu bertugas sebagai Wakil Gubernur Sumut hingga September 2023.

“Sampai dengan hari ini, belum pernah ada pernyataan resmi tentang bagaimana ke depan. Karena saya juga tidak ingin terganggu dalam hal pekerjaan. Karena, saat ini saya masih menjadi wakil gubernur sampai September 2023,” ucap Ijeck.

Setelah menyelesaikan tugasnya sebagai Wakil Gubernur Sumut, baru lah ia akan menentukan sikap untuk maju di Pilkada Sumut 2024. “Nanti setelah berakhir masa jabatan nanti kita pastikan secara resmi bagaimana ke depan pada 2024,” kata Ijeck.

Ijeck tidak menampik, bahwa di Pilgub Sumut nantinya akan mengusung kader Partai Golkar untuk maju sebagai calon Gubernur. Namun, keinginan tersebut disertai dengan seiring sejalan memenangkan Partai Golkar di Sumut di Pemilu 2024 dan meraih 20 kursi lebih di DPRD Sumut.

“Jumlah kursi partai kita di parlemen bukan sedikit apalagi target di parlemen kita ingin minimal 20 kursi di 2024. Dan kader itu, supaya semangat bahwa membesarkan partai ini kita pasti mendorong kader kita. Bukan yang lain, walaupun nanti ada keterlibatan partai lain kita bisa berjalan,” pungkas Ijeck.(gus/ila)

BCA Dampingi 10 Desa Wisata

SIMBOLIS: Manajemen BCA saat memberikan dana pembinaan secara simbolis.

SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bakal mendorong transformasi 10 Desa Wisata Mitra Bakti BCA menjadi daerah tujuan wisata baru. Berbekal histori dan pengalaman membina sejumlah Desa Wisata, perseroan yakin 10 Desa Wisata Mitra Bakti BCA dapat menjadi penggerak ekonomi baru yang memberikan mata rantai ekonomi dan benefit bagi masyarakat.

10 Desa Wisata Mitra Bakti BCA tersebut merupakan finalis dari ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, yang dititipkan kepada BCA untuk mendapatkan pendampingan dan pelatihan.

“BCA akan melakukan pendampingan dan pembinaan intensif selama kurang lebih setahun untuk membantu 10 Desa Wisata Mitra Bakti BCA agar dapat naik kelas menjadi desa wisata yang dikenal karena potensi wisata dan layanan terbaiknya. Terima kasih kepada Bapak Sandiaga Uno dan Kemenparekraf yang telah mempercayakan 10 Desa Wisata finalis ADWI sebagai mitra Bakti BCA,” kata Lanny, Kepala KCU BCA Pematangsiantar.

Beberapa waktu yang lalu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno bersama dengan Kepala KCU BCA Pematangsiantar Lanny melakukan kunjungan ke Kampung Warna Warni Tigarihit Simalungun di Sumatera Utara, pada Rabu (20/07). Desa Wisata Kampung Warna Warni Tigarihit merupakan Desa Mitra Bakti BCA yang turut menjadi bagian dari program ADWI 2022.

Desa Wisata Kampung Warna Warni Tigarihit terletak di Kabupaten Simalungun, Kelurahan Parapat, Sumatera Utara dan berada di tepian Danau Toba. Salah satu daya tarik unik yang ada di desa wisata ini adalah kampung adat yang memiliki rumah dengan ragam warna cat berwarna warni. Keunikan ini tentunya untuk menggaet banyak wisatawan khususnya generasi muda yang menyukai foto dengan latar ‘instagrammable’. Wisatawan yang datang dapat menikmati pemandangan hamparan luas Danau Toba beserta dengan pegunungan sekitar tentunya dengan udara yang sejuk. Selain itu wisatawan juga dapat menikmati objek wisata buatan yang tidak kalah cantik yaitu Puncak Tigarihit dan Pantai Bebas.

Desa wisata ini juga menawarkan atraksi lainnya seperti cooking class kuliner khas yaitu Kacang Saok, Dolung-dolung dan Sasagun yang juga dapat menjadi buah tangan. Wisatawan juga dapat mencicipi kuliner khas lainnya seperti Mie Gomak Andaliman. Ada pula buah tangan lain yang dapat dibawa oleh wisatawan yaitu Ulos dan Hiou.

Inge Setiawati selaku EVP CSR BCA menegaskan, berbekal pengalaman membesarkan 12 Desa Wisata Bakti BCA, pihaknya akan mencurahkan pendampingan dan pembinaan yang intens kepada 10 Desa Wisata Mitra Bakti BCA tersebut. Hal ini dilakukan untuk mempercepat terjadinya transformasi yang berkesinambungan dalam mengubah wajah desa-desa tersebut menjadi destinasi bertaraf internasional, dengan tidak meninggalkan citarasa nasional.

“Kami ingin meletakkan dasar yang kuat bagi 10 Desa Wisata Mitra Bakti BCA ini supaya setelah lepas dari ajang ini, dasar-dasar pembinaan dan pendampingan itu dapat digunakan untuk membangun ekonomi daerah setempat secara berkelanjutan demi mata rantai ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat berbasis pariwisata,” tegas Inge.

Seperti diketahui, ajang ADWI 2022 berhasil menjaring sekitar 3.419 desa wisata dari segala penjuru nusantara. Kemudian, Kemenkraf memilih 50 finalis desa wisata.

Dari 50 finalis tersebut, 10 desa wisata dipercayakan kepada BCA, antara lain Desa Wisata Pecinan Glodok di Jakarta, Desa Wisata Saba Budaya Baduy di Lebak Jabar, Desa Wisata Situs Gunung Padang di Cianjur Jabar, Desa Wisata Semen di Blitar Jatim, Desa Wisata Pahawang di Lampung, Desa Wisata Dayun di Siak Riau, Desa Wisata Silokek di Sijunjung Sumbar (Desa Wisata Binaan Bakti BCA), Desa Wisata Kampung Warna Warna Tigarihit di Simalungun Sumut, Desa Wisata Kampung Melayu (Benua Melayu Laut) di Pontianak, dan Desa Wisata Malangga di Toli Toli Sulteng. (rel/ram)

Harga Cabai Merah Mahal, KPPU Temukan Stok Terbatas dan Harga Produksi Naik

TINJAU: Kepala KPPU Wilayah I, Ridho Pamungkas saat meninjau pasar dan ladang pertanian cabai merah di Kabupaten Karo.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) melakukan penelusuran terkait mahalnya harga cabai keriting di pasar tradisional masih bertahan Rp83.000 per kilogram, sepekan belakang ini.

Selain itu, KPPU juga melakukan pemantauan harga cabai di daerah lainnya, seperti Banda Aceh, cabai merah di harga Rp103.750 per kilogram, di Padang harga Rp.85.500 per kilogram, di Pekanbaru harga Rp88.150 per kilogram dan di Batam harga cabai merah di kisaran harga Rp93.350 perkilogram.

Terkhusus untuk memantau harga cabai merah di Sumatera Utara. Kepala KPPU Wilayah I, Ridho Pamungkas langsung mengunjungi pusat perdagangan hortikultura terbesar di provinsi ini, yakni pasar roga di Kabupaten Karo.

Berdasarkan keterangan petani cabai merah, Bisma Sembiring di Kabupaten Karo, harga cabai saat ini dijual ke Pasar Roga dengan harga Rp80.000 per kilogram. Sementara petani dari Dolat Rakyat melempar ke pasar dengan harga Rp75.000 per kilogram.

“Harga tinggi ini sudah bertahan cukup lama karena memang pasokan Cabai dari Tanah Karo tidak begitu banyak, ditambah adanya kegagalan panen Cabai dari Aceh, Kabupaten Aceh Tengah,” sebut Ridho, Selasa (26/7).

Dalam penelusuran KPPU, juga ditemukan jenis bibit Cabai yang dikembangkan Petani di Karo saat ini adalah jenis Hibrida. Petani mengalami dampak kenaikan biaya produksi dari awalnya Rp 6.000/Batang menjadi Rp8.000/Batang karena kenaikan harga pupuk dan tingginya pestisida. Untuk pupuk sendiri paling murah saat ini Rp18.000 per kilogram.

Selanjutnya, Ridho mengatakan cabai merah dari petani langsung dibawa pengepul ke pasar roga dan ditawar oleh pedagang besar untuk di distribusikan ke berbagai daerah seperti Kota Medan yakni ke Pusat Pasar dan Pasar Induk Lau Cih dan Kabupaten/ kota lainnya di Sumut, juga sampai ke Aceh, Riau, Batam, dan Jambi.

“Dari pantauan harga di pasar roga di hari sabtu 23 Juli 2022, harga cabai berkisar antara Rp.80.000 hingga Rp85.000 per kilogram,” jelas Ridho.

Di dalam hukum pasar, fluktuasi harga diakibatkan oleh faktor penawaran dan permintaan. Pada komoditi pangan, berkurangnya pasokan bisa terjadi karena faktor panen atau perilaku pelaku usaha yang sengaja menahan produksi.

“Hasil pantauan di tingkat petani, penyebab sementara tingginya harga cabai. Mengakibatkan pasokan yang kurang karena faktor cuaca serta naiknya biaya produksi,” jelas Ridho.

Ridho mengatakan untuk menekan biaya produksi, Ridho mendukung penuh upaya Pemprov Sumut untuk mengembangkan produksi pupuk organik. Selain itu, KPPU juga terus mengkaji pola distribusi cabai yang melibatkan berbagai pihak mulai dari petani, pengumpul, pedagang besar, dan pedagang eceran, dimana masing-masing lini distribusi memiliki struktur pasar yang mempengaruhi harga akhir yang diterima konsumen.

“Yang selalu menjadi masalah terkait cabe adalah manajemen stok mengingat cabe adalah komoditi yang tidak bisa bertahan lama. Saya ingatkan para pedagang besar yang menguasai stok agar tidak mempermainkan harga untuk mengeruk keuntungan,” pungkas Ridho. (gus/ram)