Home Blog Page 2492

Pemkab Labuhanbatu Kembangkan UKM, Dorong Percepatan e-Katalog Lokal

PIMPIN: Asisten 2 Bidang Ekonomi Pembangunan Setdakab Labuhanbatu, Ikramsyah Nasution, saat memimpin Rapat Koordinasi Percepatan e-Katalog Lokal UKM.Fajar Dame Harahap/Sumut Pos.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Asisten 2 Bidang Ekonomi Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Labuhanbatu, Ikramsyah Nasution, memimpin Rapat Koordinasi Percepatan e-Katalog Lokal Usaha Kecil Menengah (UKM) di Ruang Rapat Kantor Bupati, Kamis (21/7).

“Pada 2023 nanti, kita harus memakai e-Katalog. Sebab jika tidak, kita akan ketinggalan dari daerah-daerah lain. Kita didorong untuk memanfaatkan program e-Katalog Lokal, berdasarkan Surat Edaran KPK. UKM benar-benar jadi program untuk menghidupkan prekenomian, minimal di daerah kita,” ungkap Ikramsyah.

Lebih lanjut Ikramsyah mengatakan, semua pihak harus bersinergi dalam pelaksanaan program tersebut, karena ini termasuk penilaian dari KPK.

“Silakan berdiskusi dengan kami, bagi OPD yang belum paham tentang pelaksanaan program ini,” tuturnya.

Kepala Bagian Barang dan Jasa Setdakab Labuhanbatu, Hendra Efendi Hutajulu mengatakan, berdasar Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018, pemerintah daerah diminta untuk memperbanyak penggunaan produk dalam negeri.

“Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022, kita diminta juga untuk percepatan terkait penggunaan produk dalam negeri melalui produk UKM untuk masuk ke dalam katalog lokal. Kemudian kepala daerah diminta untuk memerintahkan OPD untuk belanja produk dalam negeri melalui program katalog lokal,” katanya.

Target yang diminta itu, menurutnya, sebanyak 1.000 produk yang harus masuk ke dalam e-Katalog Lokal.

“Selain mengembangkan produk melalui e-Katalog Lokal, kita juga diminta untuk bertransaksi dalam katalog itu. Manfaatnya, yakni cepat, mudah, transparan, dan tercatat elektronik. Baik itu barang, pekerjaan kontruksi, dan jasa lainnya,” jelas Hendra.

Rapat tersebut dilanjutkan diskusi dengan para peserta rapat yang hadir. Turut hadir dalam rapat, Kepala BPBD Darwin Marpaung, Kepala Dishub Said Ali Harahap, Kepala Disperindag Chairuddin Nasution, Plt Dinas Pertanahan Bonaran Tambunan, Plt Kepala Badan Keuangan Indra Salman, para perwakilan OPD, dan peserta rapat lainnya.(fdh/saz)

Kembangkan Minyak Sereh, Gubernur Bawa Investor ke Dairi

BINCANG: Gubernur Sumut Edy Rahmayadi didampingi Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu dan seorang investor, berbincang di sela kunjungan ke Panti Asuhan Perpulungen Sidikalang, Kamis (21/7).Rudy Sitanggang/Sumut Pos.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi, didampingi Ketua TP PKK Sumut Nawal Lubis, serta sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemprov Sumut, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Dairi.

Rombongan Gubernur Sumut disambut langsung Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu, didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Dairi Romy Mariani Simarmata, dan unsur Forkopimda di GOR Sidikalang, Kamis (21/7).

Dalam kunjunganya kali ini, Edy membawa dan memperkenalkan seorang perempuan, yang disebut sebagai investor. Dia mengaku, sengaja membawa investor supaya bisa melihat langsung potensi yang dimiliki Kabupaten Dairi. Dia juga menyampaikan, investor tersebut diajak untuk melakukan pengembangan tanaman sereh. Nantinya, menurut Edy, investor akan mengembangkan tanaman itu untuk diolah menjadi minyak sereh. “Bahan baku kita siapkan di sini, dan diolah di sini,” ungkap Edy.

Edy pun menuturkan, Bupati Dairi telah menyiapkan lahan 6.000 hektare untuk pengembangan tanaman sereh dimaksud. Selain sereh, dia juga menyebutkan, akan melirik Kabupaten Dairi menjadi tempat pengembangan bawang putih, untuk memenuhi kebutuhan komoditas tersebut di Sumut. “Saya minta kita jangan hanya jadi pasar konsumtif, tapi produksi kita harus surplus, serta bisa jadi penyuplai bagi provinsi lain,” tuturnya.

Dia juga mengatakan, Kabupaten Dairi memiliki potensi dan sumber daya alam cukup bagus. Ada kopi Sidikalang yang sudah terkenal dan berkiprah ke tingkat internasional sejak 1945. “Sekarang, kita tidak tahu apa yang terjadi. Banyak potensi, tapi daerah ini tidak maju. Hal itu terjadi karena tidak ada kolaborasi,” jelas Edy.

Edy pun menyinggung Ketua DPRD Dairi Sabam Sibarani. Menurutnya, jika eksekutif tidak bekerja maksimal untuk memajukan daerah, legislatif harus tegas melakukan fungsi pengawasan, termasuk bisa melalukan hak interpelasi kepada bupati.

Edy pun berharap, agar semua lembaga pemerintah tidak menonjolkan ego masing-masing. Dia mengimbau, agar seluruh elemen bersatu membangun Sumut.

Pada kesempatan itu, Edy mengecek kehadiran semua pimpinan OPD, camat, kepala desa, kepala SMA dan SMK se-Kabupaten Dairi. Dia juga mengecek kehadiran unsur Forkopimda. Edy mengkritisi ketidakhadiran Kejari Dairi Cahaya Purnama, termasuk ketidakhadiran Wakil Bupati Dairi Jimmy Andrea Lukita Sihombing. “Kenapa saya tidak dihargai? Nanti akan saya tanya ke Kejati,” ujarnya.

Dia meminta semua unsur pemerintahan termasuk instansi pendidikan, melakukan kerja-kerja nyata.

“Sekarang banyak Dana Desa, apa yang sudah kau buat? Kau buat ini kau buat itu. Kau juga buat patung, apa keperluan patung itu? Buatlah yang berguna bagi masyarakat banyak,” imbau Edy.

Sementara itu, Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu, selain memaparkan potensi daerah, dia juga mengusulkan kepada Gubernur Sumut untuk pembangunan infrastruktur yang merupakan kewenangan pemerintah provinsi di Kabupaten Dairi.

Dia mengusulkan pembangunan infrastruktur jalan dari Lae Pondom menuju kawasan wisata Danau Toba, tepatnya pantai Silalahi, Kecamatan Silahisabungan. Menurut Eddy, saat ini kondisi infrastruktur jalan provinsi di Kabupaten Dairi, sangat memprihatinkan.

“Banyak jalan provinsi sekarang rusak, sehingga kondisi itu mempengaruhi harga jual komoditas pertanian. Selain pembangunan infrastruktur, kami juga ingin mengusulkan pembangunan SMA negeri di Kecamatan Gunung Sitember,” sebutnya.

Di akhir kunjunganya, Gubernur Sumut didampingi Bupati Dairi, meninjau pagar Pantai Asuhan Perpulungen Sidikalang milik Pemprov Sumut, yang jebol beberapa waktu lalu. Eddy pun meminta Gubernur Sumut agar bisa memperbaiki tembok rusak tersebut. (rud/saz)

Dikunjungi Petinggi JOIN dari Jepang, Menko Airlangga ajak Kembangkan Sistem Smart City di IKN

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan Member of Board of Directors Japan Overseas Infrastructure Investment Corporation for Transport and Urban Development (JOIN) Mr. Takuma Hatano di Kantor Kemenko Perekonomian pada Kamis (21/07).

Dalam pertemuan tersebut, Menko Airlangga mengajak JOIN untuk terlibat aktif dalam mendukung pengembangan smart city, sektor energi terbarukan, dan ekonomi digital di Indonesia. “Kami harap JOIN dapat berkontribusi dalam pengembangan sistem smart city di ibu kota baru kami di Kalimantan,” ungkap Menko Airlangga.

Ibu kota baru Indonesia yang memiliki visi “Kota Dunia untuk Semua” akan menerapkan konsep kota pintar yang mengintegrasikan inovasi dalam pengembangan teknologi informasi baik infrastruktur keras dan lunak serta sistem bangunan dan transportasi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Ibu Kota Nusantara nantinya akan menjadi sebuah kota ideal yang dapat menjadi role model bagi pembangunan dan pengelolaan kota di Indonesia dan dunia, selain sebagai simbol identitas nasional, kota berkelanjutan di dunia, dan penggerak ekonomi Indonesia di masa depan.

Selain itu, Menko Airlangga juga mengatakan bahwa sumber daya energi berkelanjutan dan infrastruktur digital merupakan bagian integral dari pembangunan perkotaan modern dan kota pintar.

Sebagai informasi, JOIN merupakan perusahaan dana investasi infrastruktur yang disponsori oleh pemerintah swasta Jepang yang didirikan di Jepang pada Oktober 2014 dibawah Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism (MLIT).

Lebih lanjut, JOIN bertujuan untuk mendorong perusahaan Jepang untuk memanfaatkan pengetahuan, teknologi, dan pengalaman di bidang infrastruktur untuk berekspansi ke luar negeri.

Saat ini JOIN mengoperasikan 7 proyek di Indonesia dengan nilai total sekitar JPY 28,6 miliar (USD 62,3 juta). Proyek tersebut diantaranya yaitu Proyek Jalan Tol Brownfield di Jakarta dan Sulawesi Selatan, Proyek Urban Devt Plaza Indonesia di Jakarta, Proyek Pembangunan Perkotaan Mega Kuningan Jakarta, Proyek Pengembangan Perkotaan Sakura Garden City (Jakarta Tenggara Ibukota), Proyek Pembangunan Perkotaan Jakarta Garden City, Proyek Gudang Cold Storage di Bekasi, dan Proyek Pengembangan Perkotaan Mixed-use BSD City di Banten. (dep7/dlt/fsr/adv/*)

Usai Cari Obat, Sopir Ditemukan Tewas

EVAKUASI: Petugas Ke-polisian Inafis bersama Pol-sek Tamora memberi garis polisi di lokasi evakuasi mayat di Gang Serasi, Dusun III Desa Da-gang Kerawan, Kecamatan Tanjungmo-rawa, Kamis (21/7).

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Petugas Kepolisian Inafis bersama Polsek Tanjung Morawa (Tamora) mengevakuasi mayat pria yang ditemukan meninggal dunia di Gang Serasi, Dusun III Desa Dagang Kerawan, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang. Polisi juga melakukan tempat kejadian perkara (TKP) dan pengumpulan keterangan saksi di lokasi kejadian, Kamis (21/7)

Informasi yang dihimpun, korban adalah Warli (46), warga Dusun IX Gang Sablon, Desa Limaumanis berprofesi sebagai sopir. Usai diidentifikasi tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Meski demikian untuk tindak lanjut pemeriksaan jasad korban di bawa ke rumah sakit Bhayangkara Medan.

Menurut Suliadi, saksi mata di lokasi, awalnya korban datang untuk meminta akar tanaman kucing untuk obat istrinya yang sakit. Usai mengambil tanaman yang dimaksud, korban masuk ke dapur rumah saksi dan tiba-tiba korban terduduk lalu mengalami kejang-kejang. Saksi coba menyandarkan korban yang sudah tak sadarkan diri.(btr/azw)

Atas kejadin itu, saksi manggil kepala dusun setempat dan seterusnya pihak Kepolisian Polsek Tamora bersama tim Inafis tiba di lokasi dan melakukan olah TKP serta memasang garis Polisi.

Kapolsek Tamora AKP Firdaus Kemit melalui Kanit Reskrim Iptu OJ Samosir mengatakan dugaan sementara korban meninggal akibat serangan jantung. ” Korban sudah di evakuasi dan identifikasi tidak ditemukan tanda kekerasan dan berdasarkan keterangan keluarganya, korban sering mengalami sakit di dada diduga jantung,” Kanitreskrim Polsek Tamora.(btr/azw)

Polisi Gerebek Dua Kampung Narkoba di Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim Khusus Anti Bandit Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor (Tekab Reskrim Polsek) Medan Barat menggerebek dua lokasi kampung narkoba di Kelurahan Brayan, Kecamatan Medan Barat, Rabu (20/7) sore.

Saat dikonfirmasi wartawan, Kapolsek Medan Barat, Kompol Ruzi Gusman, Kamis (21/7), mengatakan, dua lokasi kampung narkoba itu berada di Jalan KL Yos Sudarso, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat, dengan sasaran target seorang Pria berinisial F yang sering menjual sabu-sabu.

“Lalu tim melakukan penggeledahan tetapi tidak ditemukan barang bukti,” ujarnya.

Setelah itu, paparnya, tim melanjutkan penggeledahan di lokasi kedua, di Jalan Pajak Mayor, Kelurahan Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat, dengan sasaran Pria berinisial R alias AL, tepatnya di rumah toko (Ruko) lantai 3 dan ditemukan seorang pelaku beserta sejumlah barang bukti.”Pelaku berinisial DAS (37), dengan barang bukti berupa alat hisap sabu atau bong,” bebernya.

Selanjutnya, kata Ruzi lagi, dilakukan penggeledahan di salah satu rumah di Pajak Palapa, Kelurahan Pulo Brayan Kota, didapati seorang Pria berinisial R alias AL (34), beserta barang buktinya.

Di sana, sambungnya, petugas mengamankan barang bukti, berupa kaca pirek, jarum suntik, mancis, timbangan elektrik, plastik kosong, empat unit Handphone (Hp) dan satu klip plastik kecil berisikan sabu-sabu, sisa pakai. “Para pelaku dan bersama barang bukti berhasil diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut,” ungkapnya.

Dia menambahkan, petugas tetap memasang informan di daerah tersebut, agar tetap bisa mendapatkan informasi tentang adanya peredaran narkoba di daerah tersebut.

“Kita akan selalu membuka diri terhadap semua informasi dalam rangka memberantas narkoba. Mari bersama-sama kita berperang melawan narkoba, demi Kota Medan yang lebih baik,” pungkasnya. (dwi/azw)

Korupsi Rp1,9 Miliar, Mantan Kepala Unit dan CS BRI Amplas Ditahan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan menahan dua tersangka dugaan korupsi di Bank Rakyat Indonesia (BRI) unit Simpang Amplas, yang menyebabkan kerugian negara senilai Rp1,9 miliar.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Medan Agus Kelana Putra, mengatakan kedua tersangka yang ditahan yakni, wanita berisial DA selaku Customer Servis (CS) dan RTE selaku Mantan Kepala Unit BRI Simpang Amplas.

Agus menambahkan, penahanan tersebut dilakukan, karena tersangka dikhawatirkan akan melarikan diri, merusak, menghilangkan barang bukti, dan mengulangi tindak pidana. “Tersangka DA ditahan di Rutan perempuan dan tersangka RTE ditahan di Rutan Tanjunggusta Medan selama 20 hari kedepan,” katanya didampingi Kasi Intel Kejari Medan Simon, Kamis (21/7) sore.

Agus menjelaskan, penahanan ini dilakukan untuk kepentingan jaksa penuntut umum dalam menyiapkan dakwaan untuk segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Medan. “Awalnya kasus ini pihak BRI wilayah Sumut melakukan pemeriksaan secara internal dan melaporkan hasilnya ke Kejari Medan terkait adanya dugaan korupsi di BRI unit Amplas,” tegasnya.

Dalam kasus dugaan korupsi ini, lanjut Agus, kedua tersangka menggunakan modus pinjaman kredit umum perdesaan (kupedes) dengan agunan kas sebanyak 5 rekening yang diprakarsa oleh tersangka tanpa persetujuan debitur. “Uang rekening yang pelunasannya digunakan tersangka, pinjaman Kupedes rekening yang digunakan tersangka, dan pemalsuan bilyet deposito yang uangnya juga digunakan tersangka,” bebernya.

Atas perbuatannya, kata dia, kedua tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 atau Pasal 8 UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana,” pungkasnya. (man/azw)