Home Blog Page 2528

Evaluasi PAD Kota Medan, Komisi III Minta BPPRD Sosialisasikan Retribusi dan Pajak

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi III DPRD Kota Medan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Badan Pengelola Pajak dan Anggaran Daerah (BPPRD) Kota Medan guna melakukan evaluasi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan serta realisasi penggunaan anggaran di BPPRD.

Dalam kesempatan itu, Kepala BPPRD, Benny Sinomba Siregar didampingi para Kabidnya mengatakan, hingga saat ini, pihaknya telah berhasil merealisasikan pendapatan berkisar 26,7 persen dari target yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Dan ini mengalami peningkatan dari tahun 2021 yang lalu,” ucap Benny dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi III Afif Abdillah didampingi para anggota komisi seperti Dhiyaul Hayati, Hendri Duin, Abdul Rahman Nasution dan Irwansyah.

Sedangkan untuk total anggaran yang telah digunakan atau diserap, sudah berkisar 49 persen. Dalam kesempatan itu, Benny pun mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk meminta tambahan anggaran untuk kebutuhan lainnya. “Jadi kami ada usulan penambahan anggaran yang akan digunakan untuk belanja kebutuhan baju dinas, alat-alat kantor dan kebutuhan kantor lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Komisi III DPRD Medan, Afif Abdillah mengaku bahwa kinerja dari BPPRD Kota Medan sudah berjalan dengan cukup baik. “Namun tanpa adanya penambahan PAD Kota Medan, tidak mungkin DPRD mengusulkan untuk menambah anggaran BPPRD di Paripurna nanti,” tegas Afif.

Afif mengaku, pengusulan untuk belanja kebutuhan pakaian BPPRD dan beberapa kebutuhan lainnya memang dipandang perlu. “Selama itu bisa menunjang kinerja para ASN dalam bekerja, kenapa tidak. Namun harapan kami, pengutipan berbagai macam retribusi terhadap masyarakat bisa terlaksana, sehingga PAD Kota Medan bisa mengalami peningkatan,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Irwansyah meminta agar BPPRD Kota Medan bisa lebih intens mensosialisasikan kepada masyarakat terkait berbagai macam retribusi dan pajak yang ada di Kota Medan.

“Tolong sosialisasikan berbagi retribusi dan pajak yang ada kepada masyarakat. Sehingga masyarakat yang masih awam atas penagihan retribusi pajak tersebut dapat memahaminya, agar hasil PAD yang nantinya diraih akan surplus dan pembangunan di segala aspek dapat terlaksana lebih baik. Dengan begitu, nantinya pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Kota Medan,” pungkasnya. (rel)

Tak Terima Adik Dilecehkan, Mardani Terancam 3,5 Tahun Penjara

BERI keterangan: Sidang kasus penganiayaan saat mereka mendengarkan keterangan saksi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terdakwa Mardani Jaya Purba alias Jayak (36) warga Jalan Pintu Air, Medan Petisah, dituntut 3 tahun 6 bulan penjara. Dia dinilai bersalah mengampak Samsul Bahri Sitepu, karena melecehkan adik terdakwa.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nalom Hutajulu dalam nota tuntutannya, perbuatan Terdakwa dinilai terbukti melanggar Pasal 170 Ayat (1) KUHP. “Meminta supaya majelis hakim menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Mardani Jaya Purba alias Jayak selama 3 tahun 6 bulan,” ujar di Ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri Medan, Senin (11/7).

Usai tuntutan dibacakan, hakim ketua Immanuel Tarigan memberikan kesempatan kepada Terdakwa untuk menyampaikan nota pembelaan (pledoi) pada sidang pekan depan.

Mengutip surat dakwaan, berawal pada 3 Juni 2021 lalu, saat terdakwa mendatangi rumah saksi korban Samsul Bahri Sitepu di Jalan Pintu Air Medan Johor bersama teman-temannya.

Dimana terdakwa menjumpai saksi korban untuk membahas permasalahan perbuatan yang dituduhkan saksi korban yang telah melecehkan adik perempuan terdakwa. Kemudian saksi korban yang tidak keluar dari dalam rumah membuat terdakwa melempari rumahnya dengan batu.

Sambil memegang pisau kecil terus memanggil saksi korban untuk keluar dari dalam rumah dan saksi korban mengetahui, perbuatan terdakwa tersebut lalu melarikan diri dari pintu belakang rumah saksi korban. Keesokan harinya, terdakwa datang kembali ke rumah saksi korban bersama dengan teman-temannya yakni Gani, Cemok dan Roni untuk menjumpai saksi korban.

Kemudian teman terdakwa yang bernama Roni, masuk ke dalam rumah saksi korban untuk menjumpai saksi korban untuk membahas masalah pelecehan adek perempuan terdakwa tersebut secara baik-baik, dan akhirnya saksi korban mau keluar dari dalam rumah dan membuka pagar rumahnya.

Kemudian, Roni dan saksi korban berbicara baik-baik di teras rumah saksi korban dan kembali saksi korban menggembok pagar rumahnya.

Terdakwa bersama Cemot dan Gani, menunggu diluar dan karena terdakwa yang sudah emosi lalu mendobrak pintu pagar hingga akhir terdakwa dapat masuk.

Kemudian terdakwa dibantu oleh Gani berusaha membuka pintu rumah tersebut secara paksa yang ditahan dari dalam rumah, sehingga terdakwa lalu melayangkan kampak warna hitam pintu kayu rumah saksi korban dan akhirnya terdakwa dan Gani berhasil mendobrak pintu rumah tersebut sampai rusak.

Kemudian, saksi korban keluar dari dalam rumah tersebut dan terdakwa langsung melayang kampak tersebut ke tubuh saksi korban dan mengenai perut saksi korban sebelah kanan.

Kemudian terjadi pergumulan antara terdakwa dengan saksi korban dan kemudian Roni lalu memisahkan terdakwa dengan saksi korban dan lalu saksi korban melarikan diri dari depan rumah.

Saat berlari keluar dari rumah tersebut, Cemok menendang saksi korban hingga terjatuh lalu terdakwa mengejar saksi korban akhirnya saksi korban berhasil menyelamatkan diri di rumah tetangga.

Akibat perbuatan terdakwa, Cemol dan Gani tersebut, saksi korban pintu rumah rusak saksi korban rusak, dan juga mengalami luka-luka. (man)

Kejari Binjai Teliti Berkas Pho Sie Dong Cs

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Hingga kini, berkas perkara dengan tersangka Pho Sie Dong Cs masih dalam penelitian Kejaksaan Negeri Binjai, setelah penyidik Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai mengirim Surat Pemberitahuan Dimulai Penyidikan.

“Masih diteliti,” kata Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Binjai, Fatah Chotib, Senin (11/7).

Dalam hal ini, penyidik kepolisian mengirim dua SPDP perkara narkotika kepada Kejari Binjai dengan tersangka atas nama Pho Sie Dong dan kawan-kawan.

Dua SPDP tersebut dipisah dari tiga tersangka yang ditetapkan oleh polisi. Adapun ketiga tersangka dimaksud yakni, Abdul Gunawan (41), Riki Hamdani (37) warga Dusun III Sukaramai, Desa Tandam Hulu II, Hamparan Perak dan Pho Sie Dong (39) warga Jalan Petai Nomor 27, Kelurahan Jati Utomo, Binjai Utara.

Pho Sie Dong dan Abdul Gunawan tercatat dalam 1 SPDP atau berkas perkara. Keduanya disangkakan Pasal 114 ayat (1) dan 112 ayat (1).

Sementara SPDP tersangka Riki Hamdani bakal diadili oleh JPU Linda Sembiring. Pemisahan berkas perkara ini lantaran barang bukti yang dikuasai oleh Riki adalah narkotika jenis ganja. “Posisi kasusnya juga beda,” pungkas Kasi Pidum.

Sebelumnya, Pho Sie Dong diamankan Unit 2 Satresnarkoba Polres Binjai di kediamannya, berdasarkan hasil pengembangan, Senin (9/5). Mulanya polisi mengamankan Abdul Gunawan dan Riki Hamdani di Dusun III Sukaramai, Desa Tandam Hulu II, Hamparan Perak.

Pengungkapan ini dilakukan karena di daerah tersebut, sering terjadi transaksi narkotika jenis sabu. Atas informasi keresahan dari masyarakat ini, polisi melakukan penyelidikan sekaligus penyamaran.

Saat polisi menyamar sebagai pembeli, bertemu dengan Abdul dan memesan sabu seharga Rp100 ribu. Oleh Abdul kemudian menyerahkan satu paket diduga sabu. Saat bersamaan, datang Riki Hamdani yang menawarkan ganja kepada polisi. Bahkan, Riki juga langsung menunjukkan 1 paket diduga ganja seberat 1,77 gram.

Singkat cerita, keduanya pun diciduk oleh petugas yang menyamar jadi pembeli. Sementara catatan wartawan, Pho Sie Dong cukup banyak dikenal masyarakat Kota Binjai.

Pria yang akrab disapa Sie Dong diduga juga pernah beraktivitas di dunia ilegal. Seperti main CPO, pupuk bersubsidi hingga buka usaha judi mesin tembak ikan. (ted/han)

DPAC dan Organisasi Sayap Nyatakan Kebulatan Tekad Dukung Burhanuddin Sitepu

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Partai Demokrat se-Kota Medan, organisasi sayap, dan organisasi kemasyarakatan mendeklarasikan dukungan kepada Burhanuddin Sitepu untuk kembali menjadi Ketua DPC Partai Demokrat Kota Medan periode 2022-2027. Deklarasi ini dilakukan secara spontan di sela pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di Sekretariat DPC, Jalan DI Panjaitan Medan, Senin (11/7/2022).

Menurut mereka, dengan energitas, militansi, serta pengalaman yang dimiliki, Burhanuddin Sitepu akan mampu memimpin dan memenangkan Partai Demokrat di Kota Medan pada Pemilu 2024. “Kami siap mendukung Ketua Burhanuddin Sitepu untuk kembali memimpin Partai Demokrat Kota Medan 5 tahun ke depan pada Muscab yang akan dilaksanakan Kamis (14/7) mendatang,” tegas para ketua DPAC Partai Demokrat se-Kota Medan serempak.

Mereka berharap, deklarasi dukungan yang mereka sampaikan secara sadar dan tanpa paksaan ini menjadi pertimbangan bagi Ketua DPD Lokot Nasution maupun Ketua Umum AHY. “Kami para kader merasa bangga dengan kepemimpinan Pak Burhanuddin Sitepu. Inovasi beliau dengan ragam kegiatan yang tiada henti telah memperlihatkan kepada masyarakat bahwa DPC Partai Demokrat Medan betul-betul berkoalisi dengan rakyat sesuai dengan apa yang diinstruksikan Ketua Umum AHY,” tandas Abdul Rahman ST, Ketua DPAC Medan Denai.

Menyikapi kebulatan tekad para pengurus DPAC Partai Demokrat se-Kota Medan, H Soekirmanto selaku Sekretaris Dewan Kehormatan DPD Partai Demokrat Sumut menyambut positif. Bahkan dia berharap, kebulatan tekad tersebut benar-benar ditunjukkan dalam Muscab Demokrat Kota Medan yang akan digelar Kamis (14/7/2022) mendatang. “Saya minta kepada seluruh DPAC yang sudah menyatakan ikrar tadi, jangan ada dusta di antara kita,” tegas Soekirmanto yang juga Ketua Satgas Joko Tingkir Sumut ini.

Selain itu, Soekirmanto juga memberikan masukan kepada Ketua DPD Partai Demokrat Sumut Lokot Nasution, bahwa Burhanuddin Sitepu merupakan kader lama dan sudah banyak berbuat untuk Partai Demokrat Kota Medan. “Tentunya saya selaku Sekretaris Dewan Kehormatan DPD Demokrat Sumut menyarankan kepada Bung Lokot Nasution, janganlah nantinya Ketua DPC Demokrat Kota Medan dijabat orang yang tidak tahu Partai Demokrat. Dan kepada DPP, saya berharap mengamanahkan kembali Burhanuddin Sitepu menjadi Ketua DPC Demokrat Kota Medan periode 2022-2027,” tandasnya.

Menyikapi kebulatan tekad yang disampaikan para pengurus DPAC Partai Demokrat se-Kota Medan, Burhanuddin Sitepu mengaku terharu dan mengaku siap untuk menerima amanah yang diberikan. Menurutnya, masih banyak program kerja yang telah disusunnya untuk membesarkan dan memenangkan Demokrat pada Pemilu 2024 mendatang.

Sebagaimana diketahui, selama memimpin DPC Partai Demokrat Kota Medan, ragam kegiatan yang menyentuh masyarakat tiada henti dilaksanakan, menunjukkan bahwa DPC Demokrat Medan betul-betul berkoalisi dengan rakyat sesuai arahan Ketua Umum AHY.

Bukan itu saja, Burhanuddin Sitepu juga telah merangkul dan membentuk organisasi kemasyarakatan yang kini menjadi relawan Partai Demokrat Kota Medan di antaranya, Majelis Nurul Burhanuddin, Mahkota Serumpun, Satria Wibawa, Sekar Mirah, Relawan Demokrat Sejati, 96 majelis taklim atau pengajian kaum ibu se-Kota Medan, dan masih banyak lagi. (adz)

Jelang Pelantikan, Rizki Nugraha Ingin Flash Back dari Kebangkitan AMPI di Kota Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jelang pelantikan, Ketua DPD AMPI Kota Medan, M Rizki Nugraha ingin flash back dari kebangkitan AMPI yang sudah ada sejak tahun 1978.

Hal itu dikatakannya ketika menggelar temu ramah dengan calon pengurus DPD AMPI Kota Medan, Senin (11/7/2022) di Medan Club.

“Pelantikan ini juga sebagai flashback dari kebangkitan AMPI yang sudah ada sejak tahun 1978 dan khususnya di Kota Medan. Kita ingin bernostalgia kembali dari kebangkitan organisasi yang kita cintai ini,” katanya.

Dia juga menjelaskan ini adalah salah satu tonggak sejarah karena AMPI ingin berpartisipasi aktif untuk berkolaborasi bersama pemerintah kota terkait pemulihan ekonomi nasional (PEN) pasca pandemi.

AMPI juga akan bersama sama menyukseskan 5 program dari Pemko Medan. AMPI juga ingin melaksanakan konsolidasi di seluruh tingkatan.

“Kita ingin 90 persen sub rayon sudah bisa terkonsolidasikan pada tahun 2022 ini. Kita akan menghidupkan kembali sayap sayap seperti Satpel, Satma, Pasus, Satgas, BPKF, Kartini dan kita akan bentuk Satlak Tagana untuk kesiagaan bencana,” katanya.

Dia berharap, semua elemen itu nantinya bisa bahu membahu menciptakan iklim yang harmonis dengan organisasi yang ada.

Lalu, sambungnya, akan menjadi penyeimbang dengan pemerinta kota yang selama ini komunikasi sudah terjalin dengan baik.

Rizki ingin nantinya semua pihak baik senior maupun junior bisa berkolaborasi untuk membesarkan AMPI di Kota Medan.

Diakhir pesan, Rizki mengingatkan kepada seluruh kader AMPI yang diperkirakan jumlahnya sekitar ribuan orang yang akan hadir  pada pelantikan untuk menjaga ketertiban dan keamanan.

” Jaga marwah AMPI, jaga Kamtibmas selama pelantikan berlangsung. Jangan terprovokasi, buktikan kalau kader AMPI adalah intelektual, tapi tak juga melupakan sejarah dari para pendahulu kita,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelantikan DPD AMPI Kota Medan, Zulamin Buyuti Sinuraya mengatakan
Selain pelantikan, gelaran ini bakal menjadi forum silaturahmi akbar kader AMPI di Kota Medan yang akan dilaksanakan pada 14 Juli 2022 di Hotel Santika Medan.

Dia memaparkan, adapun persiapan pelantikan sudah hampir rampung tinggal menunggu hari H.

“Persiapan sudah hampir rampung. Nantinya bakal dilantik pengurus sebanyak 170 orang. Dan untuk tema pelantikan BerAMPI dimana pun Medannya,” terangnya didampingi Sekretaris Panitia, Rianto Lee dan Bendahara M Agha Novian. (Rel/Tri)

Menko Airlangga: Negara Anggota G20 Harus Bertindak Bersama untuk Mengatasi Permasalahan Global

LABUHAN BAJO, SUMUTPOS.CO – Presidensi G20 Indonesia meyakini bahwa konsensus akan dicapai para delegasi dalam mempertimbangkan jalan keluar untuk isu-isu yang menjadi prioritas. Keyakinan tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan opening remarks secara virtual pada Pertemuan Sherpa ke-2, Minggu (10/07).

“G20 sebagai forum ekonomi global utama harus bertindak bersama mengatasi tantangan global yang multidimensi dan saling terkait. Pada hari ini kita memiliki tanggung jawab untuk memikirkan orang lain dan memberikan solusi yang nyata,” ujar Menko Airlangga.

Dalam pertemuan yang diselenggarakan di Labuan Bajo, Provinsi Nusa Tenggara Timur tersebut, Menko Airlangga menyampaikan bahwa jutaan orang yang terkena dampak konflik antar negara mendambakan terpenuhinya kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal, dan keamanan, yang sempat “hilang” karena konflik atau perang.

“Rasa kemanusiaan harus dikedepankan dan menjadi yang utama dalam pertemuan Labuan Bajo. Tanggung jawab kita adalah memberikan solusi untuk mengatasi keluhan mereka, memberikan harapan untuk kehidupan yang lebih baik. Sehingga tidak ada orang, negara, atau wilayah yang ditinggalkan. Dengan demikian, G20 dapat memberikan jalan bagi stabilitas, pemulihan, dan kemakmuran global,” tegas Menko Airlangga.

Inflasi serta ketahanan pangan dan energi dikhawatirkan akan menghambat ekonomi global sekaligus mempersulit upaya pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs). Sebagai salah satu negara Champions dari Global Crisis Response Group (GCRG), Indonesia juga diharapkan dapat membantu memberikan solusi atas krisis keuangan, pangan, dan energi yang terjadi di dunia.

Forum ekonomi utama ini harus mampu menunjukkan kepemimpinan global dengan memberikan solusi untuk mengatasi tantangan yang ada saat ini maupun dalam jangka panjang. Indonesia juga mengharapkan dukungan dari seluruh negara anggota G20 untuk mendapatkan konsensus bagi aksi yang praktis dan konkret untuk menunjukkan bahwa G20 benar-benar merupakan forum ekonomi utama, termasuk di dalamnya tiga prioritas Presidensi yakni kesehatan global, transformasi ekonomi berbasis digital, dan transisi energi.

“Meskipun konteksnya cukup sulit, grup dengan keanggotaan yang beragam ini memiliki kemampuan untuk membuat kemajuan. Presidensi menghargai dukungan anggota untuk membentuk Financial Intermediary Fund (FIF) bagi manajemen kesiapsiagaan dan pencegahan pandemi, yang dihasilkan dalam pertemuan Joint Health and Finance Task Force bulan lalu,” jelas Menko Airlangga.

Kepercayaan dan sikap saling menghormati di antara anggota G20 merupakan kunci untuk mengedepankan dialog dan konsensus. Di samping itu, Sherpa bertugas untuk memelihara hubungan kerja kondusif yang menjadi faktor sangat penting dalam mengubah saran berupa kebijakan dan permasalahan teknis yang kompleks menjadi berbagai tindakan berani dan nyata bagi seluruh kepala negara anggota G20.

Kelompok G20 juga harus mampu melihat ke depan dalam mendukung pertumbuhan dan ketahanan ekonomi global. Agenda 2030 untuk SDGs juga harus menjadi pedoman negara anggota G20, terutama membantu meningkatkan kehidupan di negara-negara berkembang yang rentan. Indonesia memahami situasi dunia saat ini, sehingga Sherpa menyerukan persatuan supaya dapat dihasilkan solusi atas kebijakan dan keuangan untuk mengatasi permasalahan yang  dihadapi dunia saat ini.

“G20 harus menjadi restoran yang luar biasa dan menyajikan menu yang luar biasa pula. Makanan tidak pernah akan tersajikan jika para chef sibuk bertengkar di dapur. Sangat penting dalam masa krisis ini bagi G20 untuk meningkatkan kepercayaan sebagai forum ekonomi utama global. Presidensi berharap suasana yang nyaman di Labuan Bajo dapat mendukung Sherpa mencapainya, di mana para chef G20 dapat menyajikan menu yang luar biasa dan bisa dinikmati seluruh dunia,” ujar Menko Airlangga saat mengakhiri sambutannya dengan sebuah analogi.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi turut memberikan opening remarks dan menyampaikan bahwa terlihat komitmen kuat untuk berkolaborasi, dan memperkuat ketahanan pangan dan energi global, di mana hampir semua peserta sepakat tentang pentingnya mengatasi gangguan dalam rantai pasokan pangan dan energi global.

Dalam perhelatan kali ini, hadir juga perwakilan dari organisasi-organisasi internasional yakni International Monetary Fund (IMF), World Trade Organization/International Renewable Energy Agency, dan Food and Agriculture Organization (FAO), yang menyampaikan pandangan mereka mengenai kondisi ekonomi global dan tantangan yang akan dihadapi dalam upaya untuk memulihkan keadaan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

Acara pembukaan kali ini dilaksanakan secara hybrid, dengan dihadiri oleh 20 negara anggota G20, 9 negara undangan, dan 10 organisasi internasional. Hal ini menunjukkan semangat para pihak untuk mewujudkan tujuan utama diadakannya pertemuan ini, yaitu memastikan setiap Working Group dalam Sherpa Track berjalan lancar, serta untuk mengidentifikasi langkah berikutnya yang akan diambil setiap Working Group agar dapat memenuhi deliverables yang ditargetkan. (dep7/rep/fsr/adv/*)

Airlangga: Ajang Sinergi Kebijakan Digitalisasi, FEKDI 2022 Resmi Dibuka

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2022 yang mengangkat tema Advancing Digital Economy and Finance: Synergistic and Inclusive Ecosystem for Accelerated Recovery, resmi dibuka oleh Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (11/7). FEKDI 2022 merupakan ajang etalase inovasi produk dan layanan serta sinergi kebijakan ekonomi dan keuangan digital yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia dan Kementerian Perekonomian dengan didukung oleh Kementerian-Lembaga dan industri, guna mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Sinergi tersebut diperkuat dengan komitmen bersama melalui peluncuran Gerakan Sinergi Nasional Ekonomi dan Keuangan Digital. Perhelatan ini sekaligus merupakan side event dalam rangkaian G20 Finance Track: Finance and Central Bank Deputies (FCBD) dan 3rd Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (FMCBG) di Nusa Dua, Bali.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, pada kesempatan tersebut menyampaikan, “digitalisasi menjadi pilar Indonesia Maju. Hari ini kita memperkuat sinergi dan kolaborasi digitalisasi Indonesia dalam FEKDI 2022 yang mengangkat tema Advancing digital economy and finance: sinergi dan Inklusi”. Sinergi dan inovasi yang inklusif diperlukan untuk memajukan bangsa agar dapat bersaing secara global. Mari tunjukkan ke dunia dan G20, bahwa Indonesia sudah maju secara digital.”

“Dukungan Bank Indonesia dalam mewujudkan ekonomi keuangan digital nasional guna mengakselerasi pemulihan ekonomi semakin diperkuat, khususnya melalui kebijakan digitalisasi sistem pembayaran. Bank Indonesia berkomitmen untuk mendukung sinergi bauran kebijakan ekonomi dan keuangan digital nasional, sejalan dengan komitmen pemerintah dan visi Presiden RI untuk menuju Indonesia Maju,” pungkas Gubernur Perry.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang hadir mewakili Presiden Joko Widodo dalam kesempatan tersebut, menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 juga telah menciptakan prospek cerah pada potensi ekonomi dan keuangan digital Indonesia. Pada tahun 2021, nilai perdagangan digital mencapai Rp401 Triliun seiring dengan meningkatnya akseptasi dan preferensi berbelanja daring serta didukung perluasan sistem pembayaran digital dan akselerasi digital banking. Pada tahun 2025 potensi ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai sekitar Rp2.050 Triliun, kemudian pada tahun 2030 diproyeksikan naik menjadi Rp4.531 Triliun.

“Indonesia juga menjadi tujuan investasi digital terpopuler di Asia Tenggara atau mewakili 40% digitalisasi di Asia Tenggara dengan didukung upaya perbaikan iklim usaha yang kondusif,” kata Menko Airlangga.

Pada kesempatan tersebut, Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa Pemerintah saat ini tengah mengoptimalkan peluang digitalisasi melalui implementasi sinergi kebijakan ekonomi dan keuangan digital. Selain itu juga terwujud dalam upaya penguatan kerjasama dan konektivitas pada lingkup regional maupun global di berbagai sektor, termasuk sektor perdagangan dan pembayaran di ASEAN.

“Digitalisasi ekonomi dan keuangan digital terus diakselerasi dengan perbaikan-perbaikan dan telah mendorong capaian inklusi keuangan nasional,” kata Menko Airlangga.

FEKDI 2022 hadir setiap hari selama 5 hari hingga tanggal 15 Juli 2022 secara hybrid, dengan ragam bahasan dan diskusi perkembangan ekonomi dan keuangan digital oleh otoritas, pelaku industri, akademisi dan lembaga internasional. Topik bahasan FEKDI 2022 meliputi (i) sinergi dan kolaborasi EKD, (ii) mata uang digital, (iii) ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, (iv) pembayaran lintas negara (cross border payment) dan pembiayaan hijau (green financing), serta (v) strategi kebijakan dalam mendorong digitalisasi untuk pemulihan ekonomi

FEKDI 2022 juga menyuguhkan showcasing yang menampilkan berbagai produk dan inovasi, implementasi kebijakan serta pencapaian dalam pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan digital. Sebelumnya juga telah dilakukan berbagai kegiatan ­pre-event FEKDI di  46 wilayah di Indonesia. Masyarakat dapat memperoleh informasi lengkap serta mengikuti sesi diskusi dan hadir dalam FEKDI 2022 secara virtual dengan mengunjungi laman www.fekdi.co.id.

Sinergi dan inovasi bauran kebijakan ekonomi dan keuangan digital nasional dilaksanakan bukan hanya pada level nasional namun juga regional untuk memperkuat integrasi ekosistem ekonomi dan keuangan digital. Berbagai inisiatif telah dilakukan melalui percepatan dan perluasan digitalisasi daerah, termasuk transaksi Pemerintah Daerah, serta digitalisasi bantuan sosial, sektor transportasi dan jalan tol, digitalisasi UMKM melalui Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI) dan Gerakan Bangga Wisata Indonesia (GBWI), program Kartu Prakerja, dan implementasi Strategi Nasional Keuangan Inklusif, yang difasilitasi oleh akselerasi digitalisasi di sistem pembayaran. Dukungan kebijakan fiskal, penguatan infrastruktur digital serta pengembangan inovasi dan SDM menjadi penopang untuk percepatan digitalisasi. Akselerasi digitalisasi telah mendorong perbaikan inklusi keuangan yang tercermin pada hasil Survei Nasional Keuangan Inklusif 2021 yang mencatat kepemilikan akun sebesar 65,4%, penggunaan produk dan layanan keuangan sebesar 83,6%. Angka tersebut menunjukkan perbaikan inklusi keuangan, sehingga timbul optimisme tercapainya target inklusi keuangan sebesar 90% pada tahun 2024.

Pada acara pembukaan tersebut juga dilaksanakan Leader’s Talk bertajuk Advancing Digital Economy and Finance: Synergistic and Inclusive Ecosystem for Accelerated Recovery sejalan dengan tema FEKDI 2022, serta Casual Talk bertema Dukungan Industri dalam Inisiatif Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Digital Nasional. Diskusi turut menghadirkan Menko Marves, Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, dan Menkominfo, Johny G. Plate. Selain itu, hadir pula perwakilan industri antara lain Ketua Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), Santoso Liem, Sekretaris Jenderal AFTECH, Budi Gandasoebrata, Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Kewirausahaan, Aldi Haryopratomo, dan Ketua Kompartemen Digitalisasi Perbankan Perbanas, Kaspar Situmorang. (adv/*)

RSI Raih Sertifikasi ASC untuk Industri Akuakultur Berkelanjutan

Regal Springs Indonesia  meraih  sertifikasi Aquaculture Stewardship Council (ASC) untuk keempat kalinya sejak 2012.  Sertifikasi ASC untuk komoditas ikan Tilapia itu merujuk pada prinsip keberlanjutan ASC.

JAKARTA,  SUMUTPOS – Regal Springs Indonesia sebagai produsen budidaya ikan Tilapia di Indonesia, berhasil meraih  sertifikasi Aquaculture Stewardship Council (ASC) untuk keempat kalinya sejak 2012. Tahun ini, Regal Springs Indonesia kembali memperoleh sertifikasi ASC untuk komoditas ikan Tilapia, yang merujuk pada prinsip keberlanjutan ASC.

“Pencapaian standar internasional ASC adalah salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pemerintah sebagai kontributor perekonomian di Indonesia. Dari total produksi tahunan, 89% di antaranya untuk memenuhi permintaan Tilapia premium di market global, khususnya USA, Eropa dan Asia, serta penetrasi di pasar domestik. Dengan pemenuhan standar ekolabel ini, kami berharap dapat ikut berperan menjaga sumber daya perikanan untuk masa depan, serta peningkatan daya saing produk perikanan di pasar domestik dan internasional,” ujar Rudolf Hoeffelman Managing Director Regal Springs Indonesia, dalam keterangan tertulisnya, hari ini.

Tujuan sertifikasi ASC sendiri adalah mentransformasi industri budidaya perikanan ke strandarisasi yang lebih tinggi, melalui serangkaian program sertifikasi yang komprehensif yang menitikberatkan pada keberlanjutan lingkungan, serta sosial budaya perikanan.  “Di sinilah peran ASC, menjadikan industri akukultur dan produknya bernilai tambah dengan tetap meminimalisir dampak negatifnya terhadap lingkungan,” jelas Marcos Moya Global Outreach Lead Aquaculture Stewardship Council.

“Dengan memenuhi sertifikasi ekolabel ASC ini, produsen dan industri akukultur berperan besar untuk menjaga masa depan sumber daya perikanan dan meningkatkan daya saing produk ikan Indonesia di pasar global,” tambah Marcos.

Adapun parameter yang dijadikan acuan untuk mendapatkan sertifikasi ASC ini, di antaranya: Kepatuhan terhadap semua peraturan perundang-undangan yang berlaku baik nasional maupun lokal; Kesesuaian lokasi budidaya perikanan dengan konservasi keanekaragaman hayati dan ekosistem alami; Pelaksanaan budidaya dengan mempertimbangkan masyarakat sekitar; Praktik budidaya yang bertanggungjawab; Penggunaan sumber daya yang ramah lingkungan dan bertanggungjawab dan lainnya.

Indonesia saat ini menjadi negara peringkat kedua yang memiliki nilai ekspor tertinggi di pasar ekspor global untuk ikan Tilapia beku dan ikan Tilapia sendiri termasuk 10 besar ekspor perikanan Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021, volume ekspor ikan Tilapia dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan, bahkan selama masa pandemi Covid-19 nilai ekspor ikan Tilapia aik sebesar 17,13% dari total nilai USD66,96juta di tahun 2019 menjadi USD78,43 juta di tahun 2020.

Sebagai bagian dari pemenuhan standar lingkungan di wilayah operasional perusahaan, Regal Springs Indonesia memiliki program Lake Water Assurance Program; program rutin uji sampling kualitas air di Danau Toba, serta inisiatif lain untuk pemberdayaan masyarakat di bidang sosial, kesehatan, pendidikan dan lingkungan melalui program “Kami Peduli”. (rel)

Forkolimat Bagikan Ratusan Bungkus Daging Kurban

KURBAN: Pengurus Forkolimat saat pembagian kurban.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Forum Komunikasi Lintas Umat (Forkolimat) bagikan ratusan bungkus daging kurban untuk masyarakat kurang mampu dan kaum duafa.
Di bawah kepemimpinan Ketua umumnya Forum Komunikasi Lintas Umat (Forkolimat), Burhanuddin SE, membagikan daging kurban kepada masyarakat kurang mampu dan kaum duafa di Jalan Klambir V ,Kelurahan Tanjunggusta,Kecamatan Medan Helvetia.Minggu (10/7).

“Pembagian daging kurban di Hari Raya Idul Adha, kita ingin berbagi kepada semua umat,hal ini juga sebagai bentuk kecintaan Kita kepada umat,” kata Burhanuddin didampingi Sekertaris Umum Forkolimat Pdt Jhoni Saragih.
Kepada media, Burhanuddin mengaku aksi yang dilalukannya agar masyarakat merasakan kehadiran Forkolimat. “Kita ingin masyarakat merasakan kehadiran Forkolimat, organisasi ini bukan hanya sekadar nama tapi benar-benar hadir di tengah warga,” tandas mantan Ketua PC NU Kota Medan ini.

Kepada warga yang mendapat daging kurban , Burhanuddin mengajak untuk terus menumbuhkan toleransi dan saling menghargai antar umat beragama. “Mari kita rawat kebhinekaan ini, hidup berdampingan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

Salah seorang warga yang menerima daging kurban mengucapkan terima kasih kepada Forkolimat atas pemberian daging kurban. “Semoga ke depannya Forkolimat semakin berkibar di tengah-tengah masyarakat,”katanya.
Ia pun mendoakan agar Burhanuddin serta pengurus Forkolimat dimurahkan rejeki dan terus bisa berbagi kepada warga kurang mampu. “Kedermawanan dan perhatian seperti ini masih kami butuhkan, semoga beliau sehat-sehat selalu dan diridhoi Allah SWT,” pungkasnya.(rel/azw)

Ayo Meriahkan Gebyar dan Expo Pendidikan Kota Medan 2022

ILUSTRASI: Anak-anak menari saat mengikuti event lomba di Kota Medan, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan melalui Dinas Pendidikan segera menggelar “Gebyar dan Expo Pendidikan 2022”.

Mengangkat tema “Kolaborasi Generasi Medan untuk Indonesia”, event ini akan diadakan di Taman Cadika, Medan Johor selama 3 hari, mulai 14 sampai 16 Juli mendatang.

Dalam siaran pers yang diterima dari panitia menyebutkan, Gebyar dan Expo Pendidikan akan dihadiri dan dibuka langsung oleh Wali Kota Medan, Bobby Nasution yang hadir bersama Bunda PAUD Kota Medan Kahiyang Ayu, dan Kadis Pendidikan Kota Medan Laksamana Putra Siregar.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari tersebut nantinya antara lain yakni, promosi, expo Dinas Pendidikan Kota Medan, kompetisi, pameran kolaborasi kedinasan, sarapan bersama Bunda PAUD, pemecahan rekor MURI, dan SALUD (Sadar Lalulintas Usia Dini).

Selain itu, lanjut panitia, dalam expo ini juga digelar lomba Cerdas Cermat dan Parade Busana Daerah. pameran sekolah-sekolah, serta pertandingan sepak bola.

Hadiah yang ditawarkan kepada para pemenang lomba di expo pendidikan bernilai jutaan rupiah plus piala yang akan dibawa pulang oleh peserta maupun sekolah.

Untuk itu diharapkan partisipasi seluruh sekolah PAUD, SD dan SMP se Kota Medan meramaikan event tersebut. Pendaftaran langsung saja ke Dinas Pendidikan Kota Medan secara gratis di Jalan Pelita IV Kecamatan Medan Perjuangan.

Pihak sekolah PAUD, SD dan SMP sudah bisa bergegas melakukan pendaftaran serta mengetahui syarat-syarat mengikuti acara ini sampai dengan tanggal 7 Juli 2022.

Peserta pun tidak dipungut biaya dalam mengikuti gebyar dan expo pendidikan kota Medan, serta jumlah peserta yang tidak terbatas.

Panitia acara juga menyediakan area pameran bagi sekolah-sekolah, yang ingin mendirikan stand-stand dan bazaar. Namun karena lokasi terbatas, pihak sekolah disarankan untuk melakukan pendaftaran secepatnya, mengingat animo peserta cukup tinggi mengikuti event.

Kegiatan dikatakan dalam pengawasan pihak keamanan secara ketat serta tetap menerapkan protokol kesehatan, untuk seluruh peserta acara. (rel/ila)