Senator Muhammad Nuh Ajak Warga Rawat Danau Toba untuk Kebaikan Bersama

SAMOSIR, SUMUTPOS— Gelaran 7th Geotourism Festival and International Conference yang berlangsung di Waterfront City Samosir resmi ditutup dengan sukses pada Jumat (3/7/2026). Momentum berskala internasional ini tidak hanya memperkuat posisi Danau Toba di kancah global pasca-pengembalian status Green Card dari UNESCO, namun juga disinergikan secara konkret dengan penguatan program ketahanan pangan nasional di kawasan pedesaan.

Acara tahunan yang berlangsung sejak Rabu (1/7/2026) tersebut dihadiri langsung oleh jaringan geopark nasional dan dunia. Hadir mewakili Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara Yudha Pratiwi Setiawan mengapresiasi tinggi jalannya festival.

Turut hadir dalam perhelatan ini Ketua Pengurus Pusat Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) Edison Manurung, General Manager Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark Dr. Azizul Kholis, serta Senator DPD RI asal Sumatera Utara KH Muhammad Nuh.

Dalam kesempatannya, Muhammad Nuh yang juga menjabat sebagai Penasihat KMDT menegaskan komitmennya untuk selalu mendukung kegiatan yang memajukan pariwisata Danau Toba. Ia berharap gelaran tahunan ini mampu mendongkrak ekonomi masyarakat sekitar secara signifikan. Menurutnya, seluruh pihak sudah sepatutnya menjaga dan mengelola danau vulkanik terbesar di dunia tersebut dengan arif dan bijaksana sebagai karunia Tuhan, terlebih setelah Danau Toba resmi mendapatkan kembali status Green Card dari UNESCO.

Seusai menghadiri festival pariwisata tersebut, agenda dilanjutkan dengan kunjungan kerja dan dialog bersama masyarakat di Geo Wisata Uluan Pantai Pasifik, Danau Toba, pada Jumat (3/7/2026). Dialog strategis yang mengusung tema “Bersinergi Membangun Desa, Menguatkan Ketahanan Pangan” ini dihadiri oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI Dr. Kasan, Deputi Bidang Tata Niaga dan Distribusi Tatang, Wakil Bupati Toba Murphy O. Sitorus, jajaran Forkopimda Kabupaten Toba, serta pengurus KMDT.

Dalam pemaparannya, Dr. Kasan menyampaikan bahwa pemerintah pusat di bawah kebijakan Presiden menempatkan padi dan jagung sebagai dua komoditas primadona dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Ia menegaskan bahwa program strategis ini harus diimplementasikan hingga ke tingkat desa, karena desa merupakan ujung tombak utama dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional yang berkelanjutan.

Merespons hal tersebut, Senator Muhammad Nuh menyambut baik langkah pemerintah pusat dan menilai Sumatra Utara memiliki potensi besar sebagai salah satu sentra pertanian. Integrasi antara sektor pertanian dan daya tarik wisata dunia melalui konsep geowisata diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat lokal.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Toba Murphy O. Sitorus menyampaikan harapannya agar Kementerian Koordinator Bidang Pangan dapat menjadikan salah satu desa di Kabupaten Toba sebagai proyek percontohan. Murphy berharap desa percontohan tersebut nantinya dapat menerapkan pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih berbasis manajemen yang sehat dan profesional, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat dalam meningkatkan taraf ekonomi daerah. (adz)

SAMOSIR, SUMUTPOS— Gelaran 7th Geotourism Festival and International Conference yang berlangsung di Waterfront City Samosir resmi ditutup dengan sukses pada Jumat (3/7/2026). Momentum berskala internasional ini tidak hanya memperkuat posisi Danau Toba di kancah global pasca-pengembalian status Green Card dari UNESCO, namun juga disinergikan secara konkret dengan penguatan program ketahanan pangan nasional di kawasan pedesaan.

Acara tahunan yang berlangsung sejak Rabu (1/7/2026) tersebut dihadiri langsung oleh jaringan geopark nasional dan dunia. Hadir mewakili Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara Yudha Pratiwi Setiawan mengapresiasi tinggi jalannya festival.

Turut hadir dalam perhelatan ini Ketua Pengurus Pusat Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) Edison Manurung, General Manager Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark Dr. Azizul Kholis, serta Senator DPD RI asal Sumatera Utara KH Muhammad Nuh.

Dalam kesempatannya, Muhammad Nuh yang juga menjabat sebagai Penasihat KMDT menegaskan komitmennya untuk selalu mendukung kegiatan yang memajukan pariwisata Danau Toba. Ia berharap gelaran tahunan ini mampu mendongkrak ekonomi masyarakat sekitar secara signifikan. Menurutnya, seluruh pihak sudah sepatutnya menjaga dan mengelola danau vulkanik terbesar di dunia tersebut dengan arif dan bijaksana sebagai karunia Tuhan, terlebih setelah Danau Toba resmi mendapatkan kembali status Green Card dari UNESCO.

Seusai menghadiri festival pariwisata tersebut, agenda dilanjutkan dengan kunjungan kerja dan dialog bersama masyarakat di Geo Wisata Uluan Pantai Pasifik, Danau Toba, pada Jumat (3/7/2026). Dialog strategis yang mengusung tema “Bersinergi Membangun Desa, Menguatkan Ketahanan Pangan” ini dihadiri oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI Dr. Kasan, Deputi Bidang Tata Niaga dan Distribusi Tatang, Wakil Bupati Toba Murphy O. Sitorus, jajaran Forkopimda Kabupaten Toba, serta pengurus KMDT.

Dalam pemaparannya, Dr. Kasan menyampaikan bahwa pemerintah pusat di bawah kebijakan Presiden menempatkan padi dan jagung sebagai dua komoditas primadona dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Ia menegaskan bahwa program strategis ini harus diimplementasikan hingga ke tingkat desa, karena desa merupakan ujung tombak utama dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional yang berkelanjutan.

Merespons hal tersebut, Senator Muhammad Nuh menyambut baik langkah pemerintah pusat dan menilai Sumatra Utara memiliki potensi besar sebagai salah satu sentra pertanian. Integrasi antara sektor pertanian dan daya tarik wisata dunia melalui konsep geowisata diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat lokal.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Toba Murphy O. Sitorus menyampaikan harapannya agar Kementerian Koordinator Bidang Pangan dapat menjadikan salah satu desa di Kabupaten Toba sebagai proyek percontohan. Murphy berharap desa percontohan tersebut nantinya dapat menerapkan pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih berbasis manajemen yang sehat dan profesional, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat dalam meningkatkan taraf ekonomi daerah. (adz)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru