Home Blog Page 2612

Undang Awak Media Ngopi Bareng, Dandim 0206 Ajak Insan Pers Dukung Pemerintah

DIABADIKAN: Dandim 0206 Dairi Letkol Arh Ridwan Sulystiawan diabadikan bersama wartawan bertugas diwilayah kabupaten Dairi dan Pakpak Bharat saat menggelar ngopi bareng di Lapangan Tenis Makodim Dairi, Jumat (10/6).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Dandim 0206 Dairi, Letkol Arh Ridwan Sulystiawan, mengajak insan pers mendukung pemerintah untuk memajukan daerah sesuai kemampuan dimiliki. Ajakan disampaikan Letkol Arh Ridwan, disela menggelar ‘ngopi bareng’ dengan sejumlah wartawan bertugas di wilayah Kabupaten Dairi dan Pakpak Bharat di Lapangan Tenis Makodim 0206, Jumat (10/6).

Letkol Arh Ridwan menyampaikan, pertemuan dengan insan pers sangat penting, untuk saling berdiskusi dan memberikan masukan dalam rangka mendukung program pemerintah serta merangkai silaturahim dan kebersamaan di NKRI.

Lulusan akademi militer (Akmil) Tahun 2002 itu menyebutkan, acara ini sebenarnya sudah lama direncanakan sejak menjabat sebagai Dandim 0206 pada Januari 2022 lalu.Tetapi, oleh karena sesuatu hal/kesibukan tugas, baru kali ini bisa terwujud Menurutnya, jika waktu memungkinkan kegiatan serupa akan dilaksanakan selanjutnya guna mempererat silaturahim.

Letkol Arh Ridwan menambahkan, pihaknya maupun jajaran siap dikoreksi/kritisi jika dalam menjalankan tugas ada kekurangan maupun kekeliruan.

Sementara itu, mewakili insan pers dari Kabupaten Dairi dan Pakpak Bharat, Boby Rahman Manik, Sampang Manik, Natar Manalu serta lainya, mengapresiasi Dandim 0206 Letkol Arh Ridwan, sudah mengundang wartawan Ngopi Bareng.

Menurut para jurnalis di 2 kabupaten itu, selama ini silaturahim antara Dandim 0206 dengan insan pers cukup baik. “Kiranya ke depannya, silaturahim ataupun kerja samanya semakin baik,” ujar jurnalis. (rud/azw)

Polisi Tembak Dua Tersangka Perampok, Sita Senjata Api Rakitan dan Dua Pisau

TEPUNG TAWAR: Bupati Labuhanbatu Erik Adtrada melaksanakan upah-upah dan pemberian tepung tawar terhadap CJH yang tergabung dalam Himpunan Pembantu Kemalangan di kediamannya Kelurahan Padangmatinggi, Kecamatan Rantau Utara, Kamis (9/6). fajar/SUMUT POS.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Dua tersangka pelaku perampokan S (26) dan Y (28) ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Labuhanbatu. Kedua tersangka saat itu beraksi di kawasan Jalan Adam Malik Desa Janjibilah Barat, Labuhanbatu, Rabu (8/6) kemarin.

Informasi kepolisian menyebutkan, kejadian berawal ketika keduanya mengintai dan membuntuti korban. Pada saat di posisi jalanan sepi para pelaku merampas tas korban sehingga terjadi tarik-menarik antara korban dan pelaku.

Akibatnya, tali tas korban putus dan berhasil diambil oleh pelaku. Tak terima tasnya dirampas korban berusaha mengejar para pelaku dan mengakibatkan korban terjatuh dan luka-luka.

Kejadian ini sempat mendapat perhatian masyarakat dan beberapa masyarakat mengunggah kejadian tersebut di beberapa medsos dan group media dan berharap pihak kepolisian Polres Labuhanbatu segera mengungkap pelakunya.

Menanggapi hal tersebut Kapolres Labuhanbatu AKBP Anhar Arlia Rangkuti merasa terpanggil, seketika itu memerintahkan kasat Reskrim AKP Rusdi Marzuki untuk segera mengungkap peristiwa tersebut. Kemudian pada hari yang sama tidak sampai 7 jam sekitar pukul 21.30 WIB Kanit Idik I IPDA Sarwedi Manurung dan tim Tim Khusus Anti bandit (Tekab) berhasil membekuk para pelaku.

Pada saat penangkapan para pelaku, petugas menemukan beberapa barang bukti yang berkaitan dengan kejadian di antaranya satu sepeda motor Yamaha Nmax, satu unit ponsel, tas warna hitam, dan satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver lengkap dengan amunisinya dan dua bilah pisau.

“Pelaku mengaku mendapat senjata api dari seseorang dari provinsi Lampung dan kami akan tetap melakukan pengembangan dan penyelidikan sumber senjata tersebut. Dan saya perintahkan pak kasat dan Kanit Pidum untuk mendalami apakah para pelaku merupakan jaringan kejahatan antar provinsi,” ujarnya.

Pada saat petugas memboyong para pelaku untuk pengembangan dan mencari barang bukti lainnya kedua pelaku berusaha kabur dan melakukan perlawanan terhadap petugas. Sehingga petugas dengan terpaksa melakukan tindakan tegas terukur dan terarah.

Dari hasil penyelidikan dan penyidikan para pelaku mengakui perbuatannya para pelaku nekat melakukan perbuatannya karena himpitan ekonomi dan kebutuhan hidup.

Para pelaku merupakan residivis. Tersangka Y sudah 4 kali divonis masuk penjara, dengan masa hukuman variatif. Sedangkan tersangka S sudah kedua kalinya berhadapan dengan hukum. Pelaku inisial S selama ini berdomisili di provinsi Lampung dan sudah satu bulan kembali ke Rantauprapat.

Terhadap kedua pelaku kita jerat dengan persangkaan Pencurian dengan kekerasan ,sebagaimana dimaksud dalam pasal 365 ayat (2) ke 2 dari KUHPidana dengan ancaman hukuman selama-lamanya 12 (dua belas) tahun penjara.

“Terhadap kepemilikan senjata api dan Sajam para pelaku akan kita lakukan penyidikan terpisah dan lanjutan, sehingga terhadap para pelaku kita jerat dengan 2 perbuatan pidana sekaligus,” pungkasnya. (fdh/azw)

Cerita Mudahnya Nasabah bank bjb Menikmati Now Playing Festival 2022

BANDUNG, SUMUTPOS.CO – bank bjb memberikan kemudahan bagi para nasabahnya menikmati festival konser music Now Playing Festival 2022 pada hari pertama yang digelar di Lapangan Manunggal Brigif 15/Kujang II – Cimahi, Jumat 10 Juni 2022.

Sejumlah artis papan atas mulai dari Geisha, Ardhito Pramono, Hindi, Ndar Boy hingga Dewa 19 feat Ello yang hadir di stage 2 – bjb sangat memanjakan para penonton konser.

Putri Puspita (29) warga Bandung mengaku sangat merindukan konser musik yang sempat dihentikan selama 2 tahun akibat pandemi covid-19.

“Seneng banget bisa nonton konser musik lagi. Apalagi eventnya sebesar ini, dan vibesnya kerasa banget mulai dari pintu masuk,” ujarnya.

Putri yang mengaku sudah 5 tahun menjadi nasabah bank bjb ini mendapatkan tiket Now Playing Festival 2022 dengan cara yang sangat mudah.

“Hanya dengan membuka tabungan bank bjb senilai Rp600 ribu, sudah bisa mendapatkan tiket secara gratis tanpa perlu repot beli secara rebutan di web site,” kata dia.

Selain itu, ada akses Fast Line Now Playing Festival 2022 di Gate masuk bank bjb hanya dengan download dan Top Up DigiCash minimal Rp100 ribu.

Terdapat juga charging station bank bjb demi memudahkan para penonton yang ingin “ngecas” HP hanya dengan berdonasi minimal Rp3.733 selama 45 menit.

Bagi penonton yang haus dan lapar, ada juga zona kuliner yang menyediakan jajanan untuk dinikmati sambil menunggu penyanyi favorit tampil. bank bjb menyediakan promo tenant diskon Rp10 ribu dengan minimal transaksi Rp50 ribu dengan transaksi menggunakan DIGI & DigiCash di QRIS bank bjb.

“Saya berharap bank bjb senantiasa memberikan kemudahan dan memanjakan para nasabah menikmati konser-konser musik,” kata Putri. (sih)

Airlangga Sebut Sinergi GCRG dan G20 untuk Memastikan Tidak Ada Negara Tertinggal

JAKARTA, SUMUTPOS.CO — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, pemerintah berkomitmen mendorong anggota G20 untuk bekerja sama menyeimbangkan kepentingan di seluruh keanggotaan yang beragam.

Airlangga menyampaikan, semangat ini dibawa Indonesia dalam forum G20 maupun Presiden Joko Widodo di Global Crisis Response Group (GCRG) sebagai perwakilan Presidensi G20.

“Indonesia sebagai Presidensi G20 berkomitmen menyeimbangkan kepentingan di seluruh anggota untuk memastikan tidak ada yang tertinggal,” tutur Airlangga dalam keterangan, Jumat (10/6/2022).

Pembentukan GCRG sendiri untuk mengadvokasi dan memfasilitasi konsensus global terhadap aksi-aksi untuk menghindari, memitigasi, dan merespons dampak krisis.

Ada sejumlah krisis yang saat ini mengancam negara-negara di dunia terutama mereka yang masih rentan. Mulai dari krisis pangan, energi, dan keuangan, sebagai akibat pandemi Covid-19 dan perang Ukraina-Rusia.

Meski dipercaya untuk berfokus pada solusi keuangan, Indonesia tetap membuka diri untuk ikut menyampaikan masukan, saran, dan rekomendasi terkait krisis pangan dan energi.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso selaku Sherpa GCRG menuturkan, PBB mengharapkan peranan penting Indonesia sebagai Presidensi G20.

Menurutnya, GCRG dan G20 diharapkan dapat berkolaborasi untuk memastikan ketahanan pangan dan nutrisi global yang berkelanjutan. G20 juga perlu menyelaraskan agenda transisi energi yang mendukung upaya pencapaian SDGs, memastikan akses energi yang berkelanjutan, handal dan terjangkau dan mendorong kemudahan akses pendanaan dan teknologi bagi negara berkembang.

“Sinergi G20 dan GCRG juga perlu diupayakan dalam kebijakan keuangan dan moneter global terutama untuk membantu negara-negara yang menghadapi hutang,” kata Sesmenko Susiwijono.

Ia menambahkan, sesuai arahan Menko Airlangga, Indonesia sebagai Presidensi G20 tahun 2022 menekankan kolaborasi dengan negara maju dan berkembang. Kolaborasi ini untuk menjawab berbagai krisis, termasuk pangan, energi, dan keuangan, serta melakukan sinkronisasi dan sinergi concrete deliverables dengan inisiatif yang dibangun negara GCRG.

Pemerintah Indonesia akan mengamplifikasi peran aktif dan kepercayaan pada tingkat global ini di forum GCRG dan mengaitkannya dengan pembahasan pada forum G20.

Sesmenko mengaku, Sherpa GCRG Indonesia akan membangun komunikasi intensif dengan para negara anggota GCRG dan G20 karena pembahasan harus difokuskan pada langkah konkrit, tepat, dan cepat untuk mengatasi krisis.

“Tidak hanya krisis karena perang Ukraina-Rusia, namun juga krisis karena efek pandemi Covid-19. Selain itu, Sherpa GCRG Indonesia juga akan mengedepankan aspek kemanusiaan dalam perang Ukraina-Rusia yang masih berlangsung hingga saat ini,” ujar Susiwijono. (adv/*)

Bobby Bersama Menteri Koperasi dan UKM Tinjau Produksi Migor Merah

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Bobby Nasution bersama Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki dan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi meninjau proses produksi minyak goreng merah di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan, Jalan Brigjen Katamso, Kamis (9/6/2022). Selain dapat meningkatkan perekonomian pelaku UMKM, produk minyak goreng merah yang kaya akan gizi ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam penanganan stunting.

Bobby Nasution mengungkapkan saat ini Pemko Medan konsen terhadap penanganan stunting. Tentunya inovasi yang dilakukan PPKS Medan dengan memproduksi minyak goreng merah dari kelapa sawit ini dapat bermanfaat bagi mengentaskan permasalahan stunting di Ibu Kota Provinsi Sumut.

“Kita apresiasi dan berterima kasih kepada PPKS Medan yang telah berinovasi dalam menghadirkan produksi minyak goreng merah. Apalagi berdasarkan hasil penelitian minyak goreng merah ini mengandung banyak sekali gizi terutama vitamin A yang bermanfaat bagi mengatasi permasalahan stunting. Tentunya ini sangat bermanfaat bagi masyarakat sebab kita saat ini fokus tanganin stunting,” kata Bobby Nasution usai meninjau proses produksi minyak goreng merah.

Sebelumnya, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapkan, tujuan kehadirannya untuk melihat langsung produksi minyak goreng merah. Sebab berdasarkan pertemuan Presiden Jokowi dengan petani kelapa sawit, minyak goreng merah ini harus terus dikembangkan.

“Ada tiga manfaat yang diperoleh dari pengembangan minyak goreng merah ini. Selain dapat mensuplai minyak goreng yang terjangkau untuk masyarakat mengingat harga minyak goreng biasa yang agak meningkat, manfaat minyak goreng merah ini juga untuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya pelaku UMKM dan yang tidak kalah penting dapat mengatasi dalam penanganan stunting,” jelas Teten Masduki.

Kemudian Teten Masduki berjanji akan mengucurkan bantuan bergulir kepada petani sawit rakyat, pelaku koperasi dan UMKM. Bantuan ini diharapkan akan dapat mengembangkan produksinya. Selain itu kita juga akan kejar untuk membangun pabrik minyak goreng merah di Provinsi Sumut.

“Saya sudah pastikan dan melihat langsung pengembangan produksi minyak goreng merah. Setelah ini tentunya kami siap akan membantu dan mengucurkan bantuan agar produksinya terus berkembang dan masyarakat akan merasakan langsung manfaatnya,” Sebutn Menteri Koperasi dan UKM.

Sementara itu, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengungkapkan dengan inovasi minyak goreng merah ini, pihaknya akan segera membahas pengembangan produksinya. Salah satunya adalah pengadaan alat produksi minyak makan merah yang kedepannya sangat bermanfaat bagi masyarakat Sumut. “Inovasi yang dihasilkan ini sangat sederhana, sehingga memungkinkan untuk masyarakat Sumut lakukan,” kata Edy Rahmayadi.

Sedangkan Kepala PPKS Medan, M Edwin S Lubis, setelah memperkenalkan mesin produksi minyak goreng merah mengungkapkan bahwa inovasi ini merupakan salah satu karya terbaik anak bangsa sehingga dapat meningkatkan daya saing petani sawit rakyat dengan hilirisasi produk sawit. Dimana, lanjut Edwin minyak goreng merah yang berasal olahan dari minyak sawit ini tetap mempertahankan nutrisi alami sawit dan bisa digunakan untuk produk multiguna

“Minyak makan merah banyak mengandung gizi dan terdapat kandungan senyawa antioksidan yang dapat dimanfaatkan sebagai agen anti aging dan anti microbal, sehingga dapat juga dimanfaatkan dalam berbagai produk kosmeseutikal. Selain itu minyak goreng merah juga dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan stunting karena mengandung vitamin A,” ujarnya. (rel)

Mati Suri, Paguyuban Pengusaha Pertashop akan Temui Menteri BUMN

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Jurang pemisah harga Pertalite dan Pertamax cukup jauh, hal ini membuat Pertashop mati Suri. Karenanya, anggota Komisi VII DPR RI Hendrik H Sitompul meminta Dirjen Migas untuk memberi perhatian serius terhadap Pertashop. Apalagi, Paguyuban Pengusaha Pertashop akan menemui Menteri BUMN, Erick Tohir untuk mengadukan nasib mereka.

“Informasi yang saya terima, Pertashop mati suri. Paguyupan pengusaha Pertashop akan menemui Kementerian BUMN. Ada angin segar bahwa Pertashop diprioritaskan, dibangun di daerah,” kata Hendrik Sitompul saat dihubungi melalui ponselnya di Jakarta, Jumat (10/6/2022).

Saat ini, lanjut Hendrik, SPBU mini Pertashop macet karena selisih harga yang cukup tinggi antara Pertalite dan Pertamax. Harga Pertalite saat ini Rp7.650 per liter, sementara harga Pertamax sudah naik mencapai Rp12.500 per liter. Sedangkan Pertashop hanya menjual produk BBM jenis Pertamax.

“Di situasi begini mereka ditinggalkan. Apalagi mereka membangun Pertashop dengan kredit ke bank. Bahkan, di saat ini banyak yang tidak bisa membayar cicilan ke bank. Banyak pertanyaan ke saya, Pertalite kapan naik atau apakah Pertamax dapat turun lagi?” ungkap Hendrik Sitompul.

Oleh sebab itu, Hendrik meminta pemerintah dapat segera merespon permasalahan tersebut. Mengingat sepinya konsumen Pertashop telah menyebabkan kredit pelaku usaha kepada Bank turut macet dan berpotensi asetnya disita.

Selain itu, Hendrik mengingatkan, sangat perlu adanya pengawasan terhadap penyaluran gas PSO dan BBM Subsidi. Serta mendapat gambaran seperti apa struktur pengawasan. “Kami sangat membutuhkan pengawasan terhadap penyaluran gas PSO dan BBM Subsidi. Saya kira perlu kita sama-sama diberi gambaran seperti apa struktur pengawasannya,” kata politisi Partai Demokrat ini.

Komisi VII, lanjut Hendrik, perlu melihat titik mana yang perlu pendampingan. Apakah ada perwakilan di wilayah, serta perlu diberi ruang untuk pengawasan agar optimal. “Supaya kita sama-sama melihat titik mana yang perlu pendampingan. Apakah memang ada perwakilan di wilayah dan kita perlu koordinasi? Kita tidak melakukan pengawasan hanya dengan Pertamina saja, tetapi juga dengan Dirjen Migas dan BPH Migas. Komisi VII perlu diberi ruang untuk bersama-sama melakukan pengawasan agar optimal berjalan termasuk dengan perwakilan perwakilan di daerah,” kata mantan anggota DPRD Medan periode 2014-2019 ini.

Menurut Hendrik, dirinya juga tidak ada melihat program jaringan gas (jargas) untuk daerah pemilihan (dapil) Sumut I, yang meliputi Medan, Deli Serdang, Sergai dan Tebing Tinggi. (adz)

Dirut Perumda Tirtanadi Bagikan Handuk kepada CJH Sumut 

SIMBOLIS: Dirut Perumda Tirtanadi, Kabir Bedi menyerahkan handuk secara simbolis untuk seluruh calon jamaah haji Sumut di Asrama Haji Medan, Kamis (9/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Direktur Utama Perumda Tirtanadi, Kabir Bedi membagikan secara simbolis handuk kepada seluruh calon jamaah haji Sumatera Utara di Asrama Haji Medan, Kamis (9/6). Penyerahan secara simbolis handuk tersebut, diterima langsung oleh Kabid Penyelenggara Haji H Zulfan Effendi SAg MSi, disaksikan Plh Kepala UPT Irwansyah Putra, Kepala Seksi Transportasi Perlengkapan dan Akomodasi Haji Reguler Wan Hairunnisa.

Dirut Perumda Tirtanadi, Kabir Bedi didampingi Kepala Sekper Jamal Usman Ritonga, Kabid Publikasi dan Komunikasi Martha Tobing, Kabid Kerjasama Prihartini Lubis, kepada wartawan mengatakan, pemberian handuk kepada calon jemaah haji yang berjumlah 4.000 handuk merupakan wujud nyata Tirtanadi dalam pelaksanaan ibadah haji di Sumutn

“Alhamdulillah kita dapat membagikan handuk untuk calon jemaah haji Sumut semoga dapat digunakan pada saat thawaf ibadah haji dan para jamaah dalam keadaan sehat,”kata Kabir Bedi.

Sementara Kabid Penyelenggara Haji Zulfan Effendi mengatakan, sangat berterima kasih kepada Perumda Tirtanadi atas pemberian handuk dari Tirtanadi karena sangat berguna sekali bagi jemaah haji. “Kami sangat berterima kasih sekali kepada manajemen Tirtanadi atas kepeduliaan terhadap calon jemaah haji yang menyerahkan handuk untuk kebutuhan  calon jemaah haji saat melaksanakan ibadah haji,” kata Zulfan. (adz/ila)

Konflik Warga Kelurahan Jati dan Pemilik Tanah, Mediasi Penutupan Akses Jalan Gagal

MUSYAWARAH: Warga Lingkungan IV, Kelurahan Jati, Medan Maimun, berkumpul untuk mediasi. istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mediasi dan musyawarah antara warga Lingkungan IV, Kelurahan Jati, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan dengan pemilik tanah terkait adanya rencana penutupan jalan berakhir gagal. Pasalnya, pihak pemilik tanah dan kuasa hukum tidak menghadiri undangan dari Lurah Jati.

Padahal berdasarkan surat bernomor 400/153 yang ditandatangani Lurah Jati, Risna Hendra Guswika, undangan ditujukan kepada sejumlah warga, pemilik tanah dan kuasa hukum, Kepala Lingkungan IV, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Jati.

Dalam isi surat yang diperoleh, terkait penyesalan tanah yang terletak di Lingkungan IV, Kelurahan Jati, Medan Maimun. Mediasi dan musyawarah dijadwalkan Kamis (9/6) pukul 09.00 WIB, bertempat di Aula Kantor Lurah Jati, Jalan Samanhudi, Nomor 47, Medan.

“Namun hingga pukul 10.30 WIB, Pak Lurah menemui warga yang sudah menunggu memberi tahu bahwa pemilik tanah dan kuasa hukum tidak bisa hadir. Artinya, mediasi ini gagal kan,” ucap perwakilan warga yang diundang dan hadir di Aula Kantor Lurah Jati, Rajit.

Sementara warga lainnya, Nanda, menyampaikan kekecewaannya terkait tidak hadirnya pemilik tanah dan kuasa hukum. Menurutnya, dengan tidak hadirnya pemilik dan kuasa hukum yang telah diundang secara resmi melalui surat, maka pemilik tanah dinilai tidak menghargai Lurah Jati selaku pemimpin di Kelurahan tersebut.”Itu Lurah loh yang ngundang, tapi mereka enggak datang. Bukan warga yang ngundang, Lurah loh,” ujarnya.

Nanda menilai, dengan tidak hadirnya pemilik tanah dan kuasa hukum dalam mediasi yang direncanakan di Aula Kantor Lurah Jati, akan membuat perosalan ini semakin berlarut-larut. “Jadinya tidak ada titik temu dan kepastian. Waktu saya jadi terbuang sia-sia, saya dirugikan dari sisi waktu dan dapur saya tak berasap karena saya tidak kerja dan mau hadiri mediasi ini,” katanya.

Fatur yang juga warga Lingkungan IV, Kelurahan Jati menyebutkan, selaku warga, dirinya meminta Lurah Jati dapat bersikap tegas, agar persoalan ini tidak belarut-larut. Ketegasan yang dimaksud, Lurah seharusnya dapat membela kepentingan warga secara luas. “Kamilah warga sini yang harusnya dibela sama Pak Lurah,” tuturnya.

Sementara itu, Lurah Jati, Risna Hendra Guswika, saat dikonfirmasi menyatakan bahwa pertemuan di Aula Kantor Lurah Jati sempat terjadi, hanya saja tidak dihadiri pihak pemilik tanah dan kuasa hukumnya.

“Mereka konfirmasi melalui staf saya dan mengantarkan surat pemberitahuan soal (penutupan) penembokan tertanggal hari ini (Kamis, 9 Juni 2022). Di surat ini tidak ada penjelasan mereka tidak bisa hadir,” jawabnya.

Langkah ke depan, lanjut Risna, setelah mediasi ditutup tanpa kehadiran pemilik tanah dan kuasa hukumnya, pihakmya akan menyampaikan hal ini ke pihak kuasa hukum untuk dilakukan mediasi ulang. Dan sebelum ada mediasi, pihaknya meminta agar jangan ada akses jalan warga yang ditutup.

“Mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan kita lakukan mediasi ulang, kemarin staf saya yang ngundang ke pihak kuasa hukum pemilik tanah,” lanjutnya.

Dijelaskan Risna, dalam sepengetahuannya selaku Lurah Jati, pemilik tanah merupakan penduduk Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia. Risna berharap ada titik temu antara kedua belah pihak, yakni antara warga dan pemilik tanah. (map/ila)

Ganggu Kenyamanan Warga, 27 Advokat Gugat Pemilik Ambai Coffe

DAFTARKAN: Para Advokat saat mendaftarkan gugatan ke PN Medan, Kamis (9/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 27 advokat dari Pengurus Besar Perkumpulan Advokat Sumatera Utara (PB PASU) mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum (PMH) ke Pengadilan Negeri (PN) Medan, terkait keberadaan dan beroperasinya Pos Ambai Coffee yang dianggap telah meresahkan dan merugikan masyarakat.

Para advokat sebelumnya, ditunjuk sebagai kuasa Hukum dari Farid Wajdi dan Diurna Wantana, warga Jalan Ambai Kelurahan Sidorejo Hilir, Kecamatan Medan Tembung yang keberatan dengan beroperasinya Pos Ambai Coffe. Gugatan tertuang dalam register nomor:443/Pdt.G/2022/PN.Mdn, ditujukan kepada pemilik

Pos Ambai Coffee, Menteri Investasi/Kepala Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM), Walikota Medan, Kepala DPMTSP Medan, Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, Kepala Satpol PP Kota Medan, Camat Medan Tembung dan Lurah Kelurahan Sidorejo Hilir.

“Kita telah mendaftarkan gugatan perdata, perbuatan melawan hukum, terhadap Pos Ambai Coffe di Jalan Ambai. Kegiatan kafe mereka itu 24 jam yang sudah merusak tatanan dan kerukunan kehidupan masyarakat di sekitarnya,” kata Indra Buana Tanjung SH, Ketua Tim Kuasa Hukum kedua warga usai mendaftarkan gugatan, Kamis (8/9).

Dijelaskannya, kehadiran dan aktivitas Pos Ambai Coffe sudah ada sejak Februari 2021, dan telah mengganggu fungsi hunian dan penurunan kenyamanan hunian warga baik secara sosial, pendidikan, lingkungan dan juga kenyamanan pelaksanaan keagamaan, dikarenakan kafe beroperasi penuh 24 jam. “Dari pagi, siang, sore, malam sampai dengan subuh lagi, sehingga, berdampak buruk bagi para penggugat,” ujarnya.

Dampak yang dialami penggugat antara lain, merasakan suara berisik, kegaduhan suara yang bersumber dari teriakan, nyanyian dan kalimat tidak sopan para pengunjung kafe. Selain itu, para penggugat, juga merasakan suara dari knalpot yang bising dari sepeda motor yang lalu lalang keluar masuk ke kafe.

“Hal itu juga membuat ketidaknyamanan fisik dan psikis para penggugat akibat operasional kafe, sehingga menimbulkan ekses seperti menimbulkan gangguan tidur, sakit kepala, dan gangguan pendengaran. Kegiatan kafe yang 24 jam ini, disaat masyarakat perlu waktu istirahat, jadi terganggu. Salah satunya, klien kita ini pak Diurna yang juga seorang jurnalis. Beliau terganggu saat menulis berita dan kegiatan belajar anaknya juga terganggu,” ujarnya.

Begitu juga dengan penggugat Farid Wajdi, yang merupakan seorang dosen, terganggu akibat suara bising dari dalam kafe. Apalagi, diketahui para penggugat adalah orang yang lebih dahulu bertempat tinggal dan menjadi warga di Jalan Ambai.

“Kalau kita merujuk UU Pasal 1365 dan 1366 KUHPerdata, bahwa setiap perbuatan melanggar hukum yang membawa kerugian kepada orang lain, maka orang tersebut wajib membayar ganti denda kerugian dari apa yang telah dilakukannya,” sebutnya.

Ia menambahkan, para pengugat sudah beberapa kali melakukan mediasi dan mengirimkan surat resmi ke pemilik. Namun, hingga kini tidak diindahkan. “Akibat perbuatan tergugat, para penggugat mengalami kerugian materiil sebesar Rp700 juta dan kerugian immateriil sebesar Rp10 miliar,” pungkasnya. (man/ila)

Pemko Medan Dukung Korlantas Terapkan E-TLE Mobile di Kota Medan

BERBINCANG: Wali Kota Medan Bobby Nasution saat menerima kunjungan Dirgakkum Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Brigjen Pol Aan Suhanan di Balai Kota Medan, Rabu (8/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan mendukung Korps Lalu Lintas (Korlantas) yang akan menerapkan program Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) Mobile dengan menggunakan kamera ponsel di Kota Medan. Sebab, program itu nantinya dapat dikolaborasikan dengan Pemko Medan guna menertibkan parkir di Kota Medan.

Dengan kolaborasikan yang dilakukan tersebut, kehadiran E-TLE Mobile ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dukungan ini disampaikan Wali Kota Medan Bobby Nasution saat menerima kunjungan Dirgakkum Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Brigjen Pol Aan Suhanan di Balai Kota Medan, Rabu (8/6). Selain bersilaturahmi, kunjungan ini juga dilakukan untuk membahas perkembangan E-TLE di Kota Medan.

Didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Medan HM Sofyan, Kadis Perhubungan Iswar Lubis dan Kadis Kominfo Arrahmaan Pane, Bobby menyebutkan bahwa kepatuhan dalam berlalu lintas masyarakat Kota Medan masih rendah. Pasalnya, masih banyak pengendara yang menerobos rambu-rambu lalu lintas serta tidak paham arti dari rambu-rambu yang ada.

“Seperti halnya tempat pemberhentian khusus di lampu merah untuk pengendara sepeda motor, namun masih banyak mobil yang berhenti di tempat tersebut. Tidak tahu dan tidak mau tahu itu perbedaannya sangat tipis. Untuk itu, perlu pemberian pemahaman yang lebih lagi kepada masyarakat mengenai hal ini,” ucap Bobby.

Disamping itu, Bobby juga menyampaikan, saat ini Pemko Medan memiliki beberapa kamera pengawas CCTV. Ia berharap, ke depannya kamera tersebut dapat disinkronkan dengan Korlantas agar penertiban lalu lintas dapat lebih efektif.

“Beberapa ruas jalan di Kota Medan sudah terpasang kamera pengawas milik Pemko Medan. Kalau memang diperlukan untuk dihubungkan dengan E-TLE ini, silakan. Hal itu sebagai bentuk dukungan kami agar lalu lintas di Kota Medan ini dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Sebelumnya, Dirgakkum Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Brigjen Pol Aan Suhanan menyampaikan bahwa ke depannya Korlantas akan memberlakukan E-TLE Mobile di Kota Medan. E-TLE Mobile diberlakukan untuk menindak pelanggaran-pelanggaran yang bersifat tematik seperti tidak pakai helm, melawan arus, parkir tidak pada tempatnya, dan pelanggaran-pelanggaran yang tidak dapat dijangkau E-TLE Statis.

Dijelaskan Aan, program ini tentunya sejalan dengan program Wali Kota Medan dalam penerapan parkir di Kota Medan, sekaligus mewujudkan Medan menjadi kota smart city.

Melalui E-TLE Mobile ini, pelanggaran yang bisa diambil hanya bersifat kasat mata, seperti tidak menggunakan helm, melawan arus dan habisnya masa berlaku plat nomor. Harapannya, dengan adanya E-TLE Mobile ini, masyarakat pengguna jalan bisa lebih tertib dan tidak melanggar peraturan lalu lintas. “Selain itu, penerapan E-TLE mobile ini dapat memberikan manfaat untuk pemerintah daerah,” kata dia.

Ia mengatakan, di Medan sendiri sudah ada dua kamera yang bisa diimplementasikan, sudah operasional, sudah terhubung dengan ETLE Nasional Presisi. Penerapan penegakan hukum dengan ETLE ini sudah diterapkan di 26 Polda, sebanyak 286 titik lokasi, ditambah kerja sama dengan pihak jalan tol ada 30 lebih kamera.

Oleh karena itu, Aan berharap di Kota Medan juga bisa sama-sama membangun ETLE di jalan tol, terutama di ruas jalan yang rawan kecelakaan. “Dari evaluasi kami, ETLE yang terpasang di jalan tol Trans Jawa dan Trans Sumatera ini sangat efektif menurunkan tingkat fatalitas kecelakaan,” tegasnya.

Dia menargetkan, bahwa tahun ini seluruh Indonesia sudah terjangkau ETLE Nasional Presisi pada September mendatang. “Tentunya ini target minimal, target maksimalnya seluruh stakeholder bisa membantu kita, bisa berkolaborasi sehingga semakin banyak dan masif. Sehingga tingkat kepatuhan di jalan bisa meningkat lagi,” harapnya. (map/ila)