Home Blog Page 2619

Takziah ke Rumah Ridwan Kamil, AHY Sampaikan Belasungkawa untuk Eril

BANDUNG, SUMUTPOS.CO – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) datang ke Rumah Dinas Gubernur Jawa Barat di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (8/6) sore. AHY hadir sebagai sahabat, menyampaikan belasungkawa, sekaligus menyemangati Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atas berpulangnya ananda tercinta Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril.

Bersama rombongan Dewan Pimpinan Pusat dan DPD Partai Demokrat Jawa Barat, AHY tiba di Gedung Pakuan pukul 15.50 WIB, setelah menempuh perjalanan darat dari Jakarta. “Saya bersama keluarga besar Partai Demokrat baik di tingkat pusat maupun di provinsi Jawa Barat, sore hari ini berkesempatan untuk melakukan takziah. Kami secara khusus datang dari Jakarta untuk menyampaikan duka cita yang mendalam dari saya pribadi dan keluarga, juga mewakili seluruh kader Partai Demokrat,” tutur AHY kepada wartawan.

AHY diterima langsung oleh Ridwan Kamil dan istri Atalia. Ia langsung memeluk Kang Emil dengan erat seraya menyampaikan rasa duka yang mendalam. “Saya tadi menyampaikan, membisikan ke telinga Kang Emil bahwa saya tidak mungkin bisa berpura-pura merasakan apa yang Kang Emil dan Teh Lia serta keluarga rasakan, karena memang sangat mengejutkan dan sangat meninggalkan duka yang mendalam,” kata AHY.

Dalam kesempatan itu AHY juga menyampaikan doa untuk almarhum Eril dan keluarga. “Tentu kepada Kang Emil dan Teh Lia kami semua mendoakan semoga almarhum Eril, putra pertama kesayangan keluarga besar husnul khotimah, diterima di sisi terbaik Allah SWT, diampuni segala dosa, khilaf dan salahnya selama hidup, begitu pula diterima segala amal ibadah dan kebaikannya,” doa AHY.

“Kami juga tentu mendoakan semoga Kang Emil, Teh Lia dan keluarga besar, semua yang mencintai dan menyayangi ananda Eril juga diberikan kekuatan, ketegaran, kesabaran dan kelapangan jiwa untuk menerima takdir ini,” lanjutnya.

Sebelumnya, AHY juga sempat menuliskan pesan duka dan doa dalam selembar sticky note. “Kang Emil, Teh Lia dan keluarga Besar, saya dan keluarga, juga keluarga besar Partai Demokrat senantiasa mendoakan Alm. Eril husnul khotimah, mendapatkan tempat mulia di sisi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa. Semoga Kang Emil dan keluarga diberikan kekuatan, ketegaran, dan kelapangan jiwa atas takdir ini. Aamin,” tulis AHY.

Kertas tersebut ia tempelkan di Ruangan Ekspresi. Di tembok ruang ekspresi ini sudah tertempel ratusan sticky note berisi doa-doa dari para tamu yang datang bertakziah. (rel/adz)

Bobby Minta Pelaku Usaha Cantumkan Label Halal di Produk

SOSIALISASI: Plt. Asisten Ekonomi Pembangunan Setdako Medan, Mansursyah, saat membuka Sosialisasi Izin Halal dan Izin Edar Produk Makanan Olahan di Ruang Rapat III, kantor Wali Kota Medan, Selasa (7/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sertifikasi halal merupakan bentuk kepastian hukum dan perlindungan pemerintah kepada konsumen muslim. Dengan sertifikasi halal, konsumen akan lebih tenang dalam mengonsumsi suatu produk.

Hal ini disampaikan Wali Kota Medan, Bobby Nasution melalui sambutan tertulis yang dibacakan Plt. Asisten Ekonomi Pembangunan Setdako Medan, Mansursyah, saat membuka Sosialisasi Izin Halal dan Izin Edar Produk Makanan Olahan di Ruang Rapat III, kantor Wali Kota Medan, Selasa (7/6).

Dalam kegiatan yang dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Emilia Lubis dan para pemangku kepentingan itu, Mansursyah mengucapkan para pelaku usaha yang telah mendapatkan sertifikasi halal untuk produknya, sebaiknya harus segera mencantumkan label halal tersebut agar tidak ada keraguan bagi para konsumen dalam membeli produk mereka.

Mansursyah menyampaikan, kegiatan ini patut diapresiasi, karena diharapkan dapat mengedukasi sekaligus sosialisasi proses sertifikasi halal dan proses perizinan untuk UMKM.”Kegiatan ini sangat penting agar para pelaku UMKM bisa mendapatkan informasi yang lengkap dan komprehensif tentang bagaimana cara pengurusan beberapa izin tersebut. Kabar gembiranya adalah, beberapa proses perizinan tersebut bisa didapatkan tanpa biaya alias gratis selama memenuhi persyaratan yang harus dipenuhi terlebih dahulu,” ucapnya.

Disebutkannya, Indonesia sebagai negara dengan jumlah mayoritas muslim terbesar di dunia, tentu sangat peduli akan kehalalan dan higienitas berbagai produk yang mereka gunakan. Sertifikat halal merupakan solusi yang ditawarkan oleh pemerintah indonesia agar para konsumen muslim bisa dengan tenang dan yakin menggunakan berbagai produk tersebut.

“Beruntunglah bapak ibu sekalian yang hadir hari ini, karena itu menunjukkan bahwa saudara sekalian memiliki keinginan yang kuat untuk bisa terus eksis dalam memperjuangkan produk umkm yang saudara usahakan agar mendapat izin halaldan izin edar,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Medan, Emilia Lubis mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasasan tentang registrasi izin halal dan izin edar.”Registrasi izin halal dan izin edar ini dalam rangka pengawasan mutu keamanan pangan yang diproduksi dan dikonsumsi,” ucapnya.

Emilia memaparkan, pengetahuan dan kepedulian konsumen yang tinggi akan sangat mendukung usaha peningkatan pendidikan keamanan pangan bagi para produsen pangan.

“Untuk itu, kesadaran semua pihak untuk meningkatkan manajemen mutu dan keamanan pangan sangatlah penting. tidak hanya bisa menyerahkan tanggung jawab kepada pemerintah atau produsen saja, akan tetapi semua pihak, termasuk konsumen punya andil penting,” ungkapnya.

Kegiatan ini dijadwal berlangsung selama dua hari, yakni 7 – 8 Juni. Bertindak sebagai narasumber pada hari pertama Kepala Balai Besar POM di Medan, Drs. Martin Suhendri, Apt. M.Farm yang memaparkan tentang izin edar pangan olahan di Indonesia serta perwakilan dari Satgas Halal Provsu Abdul Rahman Siregar yang mengetengahkan secara detail alur proses sertifikasi halal. (rel)

1.514 Casis Bintara Polri Lolos Menuju Rikkes Tahap 2

LOLOS: Para Casis yang lolos sidang terbuka menuju Rikkes Tahap II penerimaan Bintara Polri TA 2022, di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Senin (6/6) kemarin.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menggelar Sidang Terbuka menuju Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Tahap II, Penerimaan Bintara Polri TA 2022, di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Senin (6/6) kemarin.

Kegiatan tersebut turut dihadiri, Karo SDM Polda Sumut, Kabid Propam Polda Sumut, Kabag Dalpers, Kabag Psikologi, Kabag Watpers, pengawas Internal dan pengawas eksternal, serta peserta seleksi.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, sebanyak 1.514 calon siswa (Casis) dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti Rikkes Tahap II.

Dia menjelaskan, Casis yang lolos itu dengan rincian, dari PTU pria sebanyak 1.274 orang, dari jumlah keseluruhan 1.351 peserta. Sedangkan PTU wanita sebanyak 77 orang.

“Sementara, untuk Casis Bintara Brimob, 98 orang memenuhi syarat dan untuk Casis Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) yang memenuhi syarat sebanyak 65 orang,” paparnya.

Hadi berpesan, bagi peserta yang dinyatakan tidak memenuhi syarat agar tetap semangat dan tidak berkecil hati, serta jika masih ada kesempatan, silahkan dipersiapkan dengan maksimal. “Bagi yang memenuhi syarat tetap jaga kesehatan dan keselamatan karena masih banyak tahapan tes yang harus dilewati,” pesannya. (dwi/ila)

Bobby Izinkan Pemerintah Korea Buka Minimarket

ULOSI: Wali Kota Medan Bobby Nasution mengulosi Direktur Divisi Kerjasama Internasional Kota Gwangju Korea, Jeong Chang Kyoon di Balai Kota, Senin (6/7) sore.istimewa/Sumut Pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Bobby Nasution menyambut baik dan mempersilakan Pemerintah Gwangju, Republik Korea yang ingin berinvestasi di Kota Medan dengan membuka cabang Y-Mart (minimarket asal Korea) di Kota Medan.

Bobby berharap, nantinya Y-Mart dapat menjual produk-produk dari para pelaku UMKM lokal di Kota Medan, sehingga dapat menunjang dan menggerakkan perekonomian sekaligus meningkatkan jumlah konsumsi masyarakat terhadap produk UMKMn

Hal ini terungkap saat Bobby Nasution menerima kunjungan Pemerintah Gwangju yang dipimpimpin Direktur Divisi Kerjasama Internasional Kota Gwangju Korea, Jeong Chang Kyoon di Balai Kota, Senin (6/7) sore.

Mereka menjelaskan, adapun niat kedatangannya ke Pemko Medan adalah untuk membahas program kerjasama di bidang ekonomi Sister City, sekaligus keinginannya untuk membuka cabang Y-Mart di Kota Medan.

“Terima kasih kepada Pemerintah Gwangju dan Y-Mart yang berniat berinvestasi di Kota Medan. Saya berharap kita dapat bertukar informasi mengenai perdagangan baik yang ada di Korea maupun di Kota Medan,” ucap Bobby.

Di hadapan Katua Kadin Medan Arman Chandra, Ketua HIPMI Medan Palacheta Subies Subianto, dan sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan serta rombongan Pemerintah Gwangju dan Y-Mart, Bobby Nasution menjelaskan tentang pengembangan retail di Kota Medan yang sedang dilakukan secara lebih masif.

Namun di samping mempersilakan pemerintah Gwangju untuk membuka cabang Y-Mart di Kota Medan, Bobby juga mengingatkan Pemerintah Gwangju tentang beberapa hal yang harus diikuti. Salah satunya tentang letak atau keberadaan Y-Mart yang harus berfokus di tengah kota agar tidak mengganggu keberadaan 53 pasar tradisional yang ada di Kota Medan.

“Karena perlu diingat bahwa Kota Medan masih memiliki pasar tradisional yang masih digemari masyarakat dalam melakukan transaksi jual-beli, ini harus tetap dilestarikan. Meskipun demikian, pengembangan pasar retail ini juga perlu dilakukan,” ujar Bobby sembari menyampaikan bahwa nantinya Pemko Medan akan menyampaikan syarat dan ketentuan untuk Y-Mart yang ingin berinvestasi di Kota Medan.

Untuk itu, Bobby berkomitmen bahwa Pemko Medan akan membantu Pemerintah Gwangju dalam hal perizinan berinvestasi di bidang retail dengan tetap memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku. Namun Bobby kembali menyampaikan harapannya, agar Y-Mart juga dapat berkomitmen untuk dapat juga menjual produk-produk UMKM Kota Medan.

“Sekali lagi, saya berharap ketika Y-Mart berinvestasi di Kota Medan, produk-produk dari UMKM lokal nantinya bisa masuk ke Y-Mart sehingga dapat menunjang serta menggerakkan perekonomian dari warga lokal,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Divisi Kerjasama Internasional Kota Gwangju Korea Jeong Chang Kyoon menyampaikan, kerjasama yang selama ini terjalin dengan baik antara Pemerintah Gwangju dengan Pemko Medan akan semakin erat dan terus berkembang. Tidak hanya di bidang kebudayaan, tetapi juga dibidang ekonomi.

“Kedatangan kami ke Kota Medan selain untuk bersilaturahmi, juga dalam rangka meningkatkan kerjasama yang selama ini sudah terjalin dengan baik. Kali ini kami ingin berinvestasi di Kota Medan, kami berharap kerjasama yang terjalin nantinya antara Y-Mart dengan Kota Medan dapat berjalan dengan baik. Selain itu kami juga ingin mengimpor produk-produk lokal asal Kota Medan ke Gwangju,” pungkas Jeong. (map/ila)

Tidak Peka Terhadap Kebutuhan Rakyat, Keliru Memahami Rp2,7 Triliun Tahun Jamak

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dukungan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut terhadap Program Pembangunan Infrstruktur jalan dan jembatan yang direncanakan menelan biaya Rp2,7 triliun melalui APBD tahun anggaran 2022, 2023, dan 2024, mencerminkan adanya pemahaman dan respon yang cepat terhadap kebutuhan masyarakat di Sumut. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Dr. Aswan Jaya melalui siaran persnya pada Rabu (9/6/2022)

“Jalan-jalan provinsi yang rusak sudah cukup parah dan panjang, akibatnya mengganggu dan menghambat laju aktivitas keseharian masyarakat, baik aktivitas ekonomi, pendidikan dan sosial budaya. Hal ini sudah berlangsung lama dan tidak boleh dibiarkan, karenanya program Gubsu untuk perbaikan jalan menjadi wajib hukumnya untuk didukung,” ujar Aswan Jaya.

Selanjutnya Aswan mengatakan, mereka yang tidak peka terhadap persoalan dan kebutuhan masyarakat tersebut akan sangat keliru memahami program pembangunan infrastruktur ini. “Kritikan terhadap dukungan Fraksi PDI Perjuangan tentang perbaikan jalan ini membuktikan bahwa ketidakpekaannya terhadap kebutuhan rakyat, ini yang menyebabkan keliru melihat program tahun jamak,” lanjut Aswan.

Selain itu Aswan mengatakan, sebaiknya partai-partai yang tidak memiliki kursi di DPRD jangan mencampuri sikap politik partai yang memiliki kursi. “Urusi saja alur politik masing-masing. Kalau mau bicara, melalui perwakilan partai masing-masing saja di dewan. Tak elok mengingatkan PDIP baik dari sudut apa pun termasuk opini apa pun. Tempatkan saja perwakilannya di DPRD biar bisa bicara ke Gubernur,” pungkas Aswan yang merespon kritikan dari PSI terkait dukungan Fraksi PDI Perjuangan terhadap program Tahun Jamak. (adz)

HUT ke-76 Bhayangkara, Poldasu Gelar Donor Darah

Donor Darah: Kapoldasu Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak saat donor darah di RS Bhayangkara, Jalan KH Wahid Hasyim Medan, Selasa (7/6). dewi/Sumut Pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-76, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) melaksanakan kegiatan donor darah, di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Jalan KH Wahid Hasyim Medan, Selasa (7/6). Sedikitnya seribu orang dari satuan kerja (Satker) Polda Sumut hadir mendonorkan darahnya.

Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak hadir didampingin

Kepala RS Bhayangkara Medan, Kombes Pol Drg Nelson Situmorang dan Pejabat Utama (PJU) Polda Sumut langsung meninjau kegiatan tersebut.

Dia mengatakan, kegiatan donor darah ini dilakukan sesuai dengan instruksi dari Kapolri untuk menyambut HUT Bhayangkara ke-76, yang jatuh setiap 1 Juli.

Selain itu, lanjutnya, sebagai wujud peduli Polri kepada masyarakat bangsa dan negara. “Nantinya hasil dari donor darah ini akan disumbangkan ke Palang Merah Indonesia (PMI) guna memenuhi stok darah,” ujarnya.

Kegiatan ini, kata Panca, berlangsung dengan lancar. Antusiasme dari para pendonor yang utamanya personel Polda Sumut sangat banyak, karena selain mendonorkan darahnya juga dapat memberikan efek kesehatan bagi para pendonor itu sendiri. “Sirkulasi darah dalam tubuh dapat berjalan lancar dan bisa berganti dengan darah yang baru,” pungkasnya. (dwi/ila)

Pemko Medan Belum Berikan Lapak Relokasi untuk Pedagang Buku Bekas

RDP: Komisi III DPRD Medan bersama P2BBLM Kota Medan saat RDP di Ruang Komisi III DPRD Medan, Senin (6/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejumlah pedagang buku bekas di Lapangan Merdeka Kota Medan yang tergabung dalam Persatuan Pedagang Buku Bekas Lapangan Merdeka (P2BBLM) Kota Medan mengaku bingung dan khawatir atas kejelasan nasib mereka.

Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemko) Medan telah meminta para pedagang buku bekas di Lapangan Merdeka Medan untuk segera mengosongkan kios-kios tempat mereka berdagang sebelum tanggal 20 Juni 2022.

Pengosongan kios-kios buku bekas itu harus dilakukan lantaran Pemko Medan akan segera melakukan revitalisasi terhadap lapangan bersejarah tersebut. Sementara, para pedagang buku mengaku jika Pemko Medan belum memastikan kemana mereka akan direlokasi. Hal itu terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilakukan Komisi III DPRD Medan bersama P2BBLM Kota Medan di Ruang Komisi III DPRD Medan, Senin (6/6).

Dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi III Afif Abdillah, Wakil Ketua Ishaq Abrar Mustafa Tarigan, dan para anggota komisi seperti Mulia Syahputra Nasution, Abdul Rahman Nasution, Irwansyah, dan M Rizki Nugraha itu, P2BBLM Kota Medan mengaku khawatir tentang kejelasan nasib mereka kedepannya.

“Infonya paling lama tanggal 20 Juni ini kios-kios kami sudah harus dikosongkan, tapi sampai saat ini tidak ada kejelasan dari Pemko Medan kemana kami direlokasi. Ini bagaimana nasib kami pak, tanggal 20 itu tinggal 2 minggu lagi, tapi kami belum tahu kemana kami harus pindah,” ucap Ketua P2BBLM Kota Medan, Isdawati didampingi sejumlah anggotanya.

Dikatakan Isdawati, sampai saat ini, pihaknya di P2BBLM juga tidak pernah dilibatkan Pemko Medan terkait rencana pemindahan para pedagang buku. Padahal ia mengaku, pihaknya sangat mendukung rencana Pemko Medan untuk merevitalisasi Lapangan Merdeka Kota Medan.

“Intinya kami sangat mendukung revitalisasi itu. Dan karena itukan kami mau di relokasi, tapi Pemko tidak pernah melibatkan kami. Kami tidak pernah mendapatkan surat pemberitahuan. Kalau pun ada hanya sebagian orang, tapi kami yang tergabung di P2BBLM ini tidak mendapatkan surat itu. Padahal kami ini pedagang resmi di Lapangan Merdeka Medan itu,” ujarnya.

Isdawati juga menerangkan, total pedagang buku bekas di Lapangan Merdeka Medan berjumlah 189 orang. Namun, sebanyak 9 pedagang yang menempati 9 kios di Lapangan Merdeka tidak diberikan surat pemberitahuan pengosongan dan relokasi tersebut.

“Infonya Pemko Medan hanya akan merelokasi yang 180 pedagang. Terus kami yang 9 orang lagi bagaimana? Kami kan juga pedagang resmi, semua kan harus diakomodir, harus ada keadilan untuk kami. Kenapa yang 180 itu saja yang diajak komunikasi, kenapa yang 9 lagi tidak. Mohon dilibatkan lah kami, supaya kami juga nanti dapat direlokasi,” katanya.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi III Afif Abdillah mengaku akan segera menanyakan kepada Pemko Medan ihwal relokasi sementara yang akan disediakan Pemko Medan kepada para pedagang buku bekas.

“Jujur saja, kami di Komisi III pun belum dapat informasi kemana para pedagang buku bekas ini akan direlokasi. Padahal ini sudah mepet waktunya, Pemko Medan harus memastikan kemana pedagang buku bekas ini direlokasi. Nanti akan kami tanyakan ke Pemko, sebab kami juga harus tahu,” jawab Afif.

Ketua Fraksi Partai NasDem itu mengatakan, sampai saat ini pihaknya hanya baru mendapatkan informasi terkait relokasi tenant-tenant yang ada di Merdeka Walk, yakni akan direlokasi ke Taman Lili Suheri.”Dan sebenarnya itupun mau kami pertanyakan lagi. Sebab yang kami tahu Taman Lili Suheri itu sudah ditetapkan sebagai RTH (Ruang Terbuka Hijau), kenapa malah dijadikan relokasi Merdeka Walk,” tuturnya.

Tak cuma itu, Afif juga berjanji untuk meminta Pemko Medan agar dapat memfasilitasi seluruh pedagang buku bekas yang ada di Lapangan Merdeka Kota Medan dengan lapak atau kios di tempat relokasi sementara yang nantinya ditetapkan Pemko Medan.

“Jadi kalau memang ada 189 pedagang, ya semua harus difasilitasi. Dan yang paling kita harapkan, jangan justru di tempat relokasi nanti ada pedagang dari luar Lapangan Merdeka yang berjualan disana, sementara pedagang yang di Lapangan Merdeka justru ada yang tidak dapat lapak. Ini tidak boleh terjadi, makanya semua harus didata dulu yang benar sebelum direlokasi,” pungkasnya. (rel)

HM Sajali SE, Petarung Sejati jadi Kepala BPOKK Demokrat Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – H Muhammad Sajali SE dipercaya menjadi Kepala Badan Pembinaan Organisasi, Kader, dan Keanggotaan (BPOKK) DPD Partai Demokrat Sumut periode 2022-2027. Amanah tersebut diterimanya sejak 12 Mei 2022 dan dilantik langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Demokrat Sumut, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Penunjukan HM Sajali sebagai Kepala BPOKK DPD Partai Demokrat Sumut bukan tanpa alasan. Dia dinilai cukup berpengalaman dalam memimpin sebuah organisasi. Bekal pengalaman itu diuji saat memimpin DPC Partai Demokrat Kota Binjai selama 10 tahun atau dua periode. Politisi yang akrab disapa Bajor ini juga merupakan anggota legislatif dan tiga kali menjadi Ketua Tim Pemenangan Wali Kota di Kota Binjai, dan terbukti sukses.

Sebelum terjun ke dunia politik, Bajor merupakan seorang pengusaha di bidang kontraktor. Saat Partai Demokrat dideklarasikan di Sumatera Utara, dia pun merasa tertarik dan bergabung ke partai berlambang mercy itu.

Tak dipungkirinya, ia tertarik bergabung dengan Partai Demokrat, tak lain karena sosok Jenderal Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan sejumlah pemikirannya tentang bangsa dan negara. Dan terbukti, sejumlah program kerakyatan yang dibuat di era SBY, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Langsung Tunai (BLT), Asuransi Kesehatan Masyarakat, Pinjaman Kredit Usaha Rakyat, pengangkatan honorer menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) serta peningkatan kesejahteraan guru lewat sertifikasi .Selanjutnya adanya penambahan pendapatan untuk para aparat penegak hukum.

“Banyak hal lagi yang bisa dirasakan saat Partai Demokrat memimpin negeri ini. Kami akan berupaya sekuat tenaga untuk mewujudkan kemenangan Partai Demokrat bersama masyarakat seluruh Indonesia, khususnya Sumatera Utara,” kata pria yang juga penghobi Sepeda Motor Trail dan juga hobi memelihara burung serta binatang reftil.

Awalnya, kata Bajor, keluarga besarnya menentang dirinya terjun ke dunia politik, karena selama ini sudah memiliki kenyamanan dalam bidang usaha yang dirintisnya. Namun, karena niatannya adalah untuk memberikan manfaat kepada banyak masyarakat. Akhirnya, semua keluarga besar mendukungnya dalam gerakan politik ini.

“Saya masuk Partai Demokrat ini banyak halangan dan rintangan, tapi karena niat dan tekad kuat saya untuk mengabdi serta membawa kemenangan Partai Demokrat secara bersama, Alhamdulillah sampai saat ini selalu diberikan kemudahaan jalan. Insya Allah tahun 2024, Partai Demokrat di Sumut akan menjadi pemenangannya,” ucapnya.

Dengan semengat baru di bawah Komando Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, M Lokot Nasution, Sajali menyakini, DPD Partai Demokrat Sumut akan jauh lebih baik dari sebelumnya, dan bisa meraup kemenangan sesuai targetnya, yakni mendapatkan kursi Ketua DPRD Sumut. “Semangat dan jiwa petarung Ketua Lokot Nasution inilah yang turun kepada saya, dan saya akan bertarung untuk terus membesarkan Partai Demokrat Sumut,” tegasnya. (adz)

Siap Kolaborasi Kembangkan Pasar Tradisional

Bersama: Dirut PUD Pasar Kota Medan Suwarno, Direktur Divisi Kerja Sama Internasional Kota Gwangju Jeong Chang Kyoon dan rekan serta lainnya, foto bersama di sela-sela meninjau Pasar Petisah, Senin (6/6).markus/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Perwakilan Pemerintah Gwangju, Korea Selatan, meninjau Pasar Petisah, Senin (6/6). Kedatangan rombongan tersebut disambut Direktur Utama PUD Pasar Kota Medan Suwarno, Dirops Ismail Pardede, Dirbang/SDM Imam Abdul Hadi, Dirkeu/Adm Fernando Napitupulu, dan sejumlah staf PUD Pasar Kota Medan.

Adapun rombongan yang berkunjung ke Pasar Petisah antara lain, Direktur Divisi Kerja Sama Internasional Kota Gwangju Jeong Chang Kyoon dan  Lee Yeong Jin, perwakilan Pemko Gwangju Kang Somyung dan Kim Seong Jim, Executive Members Y-Mart Na Byeong Soo dan pejabat Y-Mart Lim Chaesang.

Berdasarkan pantauan, Suwarno membawa rombongan pemerintah Gwangju ke basemen Pasar Petisah yang menyediakan sayur mayur, daging, ikan, dan kebutuhan pokok lainnya. Selepas itu, Suwarno dan para direksi juga membawa rombongan ke lantai 2 yang menjual produk pakaian sepatu, dan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Direktur Divisi Kerja Sama Internasional Kota Gwangju Jeong Chang Kyoon mengucapkan terimakasih atas sambutan yang diberikan kepada mereka begitu hangat.

Ia mengatakan, Kota Medan memiliki potensi besar, termasuk pasar. Disebutkannya, selama ini hubungan sister city masih sebatas bidang pendidikan. Maka sekarang, kerjasama itu akan diperluas dalam perencanaan pengembangan di bidang ekonomi.

Sementara itu, Dirut PUD Pasar Medan Suwarno berharap, dengan adanya kunjungan ini, kerjasama yang dijalin nantinya dapat memberi masukan bagi PUD Pasar Kota Medan sebagai upaya membuat pasar tradisional lebih baik lagi.

“Kita harapkan adanya kolaborasi dalam membangun pasar. Dan yang kita dengar tadi, pemerintah Gwangju siap berkolaborasi dalam mengembangkan pasar di Kota Medan,” pungkasnya. (map/ila)

Pelepasliaran Harimau di TN Kerinci, PT Agincourt Resources Sediakan Helikopter

PTAR memfasilitasi proses pelepasliaran dengan menyediakan helikopter dan pilot yang kompeten untuk membawa “Surya Manggala” dan “Citra Kartini” dari Bandara Depati Parbo, Sungai Penuh, Jambi, menuju Zona Inti TNKS di Kabupaten Kerinci, Jambi.

SUNGAI PENUH, SUMUTPOS – PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, kembali mendukung upaya pelestarian harimau Sumatra melalui pelepasliaran dua harimau Sumatra “Surya Manggala” dan “Citra Kartini” ke Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) pada 7-8 Juni 2022.

Pelepasliaran ini sangat unik karena yang dilepasliarkan adalah anakan harimau Sumatra dari indukan yang dirawat akibat konflik dengan manusia di alam liar sebelumnya. Ini menjadi bukti nyata keberhasilan manajemen konflik satwa berkelas dunia.

Pelepasan “Surya Manggala” dan “Citra Kartini” ke habitat alami adalah hasil kerjasama Yayasan Persamuhan Bodhicitta Mandala Medan (YPBMM) pengelola Sanctuary Harimau Sumatra Barumun, Kementerian Lingkungan
Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatra Utara, dan PTAR.

PTAR memfasilitasi proses pelepasliaran dengan menyediakan helikopter dan pilot yang kompeten untuk membawa “Surya Manggala” dan “Citra Kartini” dari Bandara Depati Parbo, Sungai Penuh, Jambi, menuju Zona Inti TNKS di Kabupaten Kerinci, Jambi. Translokasi keduanya ke TNKS menggunakan helikopter dengan metode longline – kandang digantung sepanjang 60 meter di badan helikopter.

Presiden Direktur PTAR, Muliady Sutio, menyatakan dukungan PTAR dalam melepasliarkan harimau Sumatra ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk melanjutkan program pengelolaan lingkungan yang fundamental, terstruktur, dan kolaboratif dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Kami terus berupaya memberikan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk dalam hal konservasi lingkungan dan keanekaragaman hayati, pemberdayaan masyarakat, serta kesehatan dan keselamatan lingkungan. Konservasi Harimau Sumatra ini salah satunya,” kata Muliady.

Sementara itu, Plt. Kepala BBKSDA Sumatra Utara, Irzal Azhar, memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung keberlangsungan hidup “Surya Manggala” dan “Citra Kartini” sejak berada di Sanctuary Harimau Sumatra Barumun hingga dilepaskan ke TNKS. Ia berharap dua harimau tersebut mampu bertahan hidup di habitat alaminya setelah dilepasliarkan.

“Selama “Surya Manggala” dan “Citra Kartini” berada di dalam Sanctuary Harimau Sumatra Barumun, BBKSDA Sumut mendapat dukungan dari Yayasan Persamuhan Bodhicitta Mandala Medan (YPBMM), TFCA Sumatera, PT Agincourt Resources, dan pengamatan medis oleh dokter hewan,” tutur Irzal.

Sekitar 3,5 tahun lamanya “Surya Manggala” dan “Citra Kartini” dirawat secara alami bersama induknya di Sanctuary Harimau Sumatra Barumun. Mereka adalah hasil breeding dari induk korban konflik satwa liar bernama penanda “Gadis” dan “Monang”.

“Surya Manggala” dan “Citra Kartini” dinyatakan sehat dan siap lepasliar ke habitat alaminya setelah menjalani serangkaian tahapan persiapan, mulai pengamatan perilaku harian, analisis perilaku, hingga pemeriksaan kesehatan. TNKS dipilih sebagai lokasi pelepasliaran “Surya Manggala” dan “Citra Kartini” karena memiliki pakan cukup bagi harimau Sumatra dan dinilai sebagai habitat yang ideal. Lokasi zona inti kawasan TNKS pun jauh dari pemukiman masyarakat.

Taman nasional terbesar di Pulau Sumatra itu memiliki rangkaian tidak terputus tipe ekosistem hutan dataran rendah, pegunungan, hutan pinus tropis alami, hutan rawa gambut, rawa air tawar, dan juga danau. Di TNKS terdapat lebih dari 371 jenis burung, lebih dari 85 jenis mamalia, 7 jenis primata, 6 jenis amfibi, dan 10 jenis reptilia.

Dua spesies kunci yang menjadi fokus pengelolaan adalah harimau Sumatra dan gajah Sumatra.

Komitmen Mendukung Keanekaragaman Hayati

Wakil Presiden Direktur PTAR, Ruli Tanio, menambahkan komitmen PTAR dalam konservasi harimau tidak hanya terjadi kali ini, melainkan pernah dilakukan sebelumnya, yakni pada November 2020. Saat itu, PTAR memfasilitasi pelepasliaran Harimau Sumatra “Sri Nabila” di Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh.

Selain itu, PTAR juga mendukung Sanctuary Harimau Sumatra Barumun dalam bentuk donasi kendaraan pengangkut satwa dan dukungan operasional terutama yang dimanfaatkan dalam pemenuhan nutrisi satwa.

“Kami terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah, pihak berwenang, lembaga swadaya masyarakat, dan pemangku kepentingan lain di Sumatra Utara dan Tapanuli Selatan, khususnya di Batangtoru, untuk mengidentifikasi program konservasi terbaik. Dengan demikian, PTAR dapat secara maksimal membantu melestarikan hutan hujan tropis,” kata Ruli.

Ia menegaskan bahwa PTAR selalu memperhatikan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dengan terus meminimalkan dampak operasional terhadap keanekaragaman hayati di hutan Batangtoru. Upaya yang dilakukan
yakni rehabilitasi, reklamasi, dan penanaman kembali. Sebelum membuka lahan, PTAR akan memastikan tidak ada flora dan fauna dilindungi yang terganggu dengan cara melakukan pemantauan dan survei yang komprehensif.

Komitmen kuat PTAR dalam mengelola lingkungan dan menjaga keanekaragaman hayati terbukti melalui sejumlah penghargaan. Pada Juni 2022, PTAR memperoleh penghargaan Terbaik (Significant Achievement) di ajang Indonesia Sustainable Business Award 2022 yang digagas Global Initiatives dan PwC Singapura dan Indonesia untuk kategori Land Use & Biodiversity. Penghargaan ini diberikan atas komitmen PTAR dalam rehabilitasi dan pemulihan ekosistem hutan secara berkelanjutan.

Selain itu, PTAR meraih penghargaan dari Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (DJKSDAE) Kementerian LHK pada akhir 2021 atas partisipasi PTAR dalam merawat dan melepasliarkan harimau Sumatra Sri Nabila ke Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh. (Rel)