30 C
Medan
Wednesday, February 11, 2026
Home Blog Page 2619

DPC Partai Demokrat Kota Medan akan Gelar Cerdas Cermat Fahmil Islam

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menyemarakkan Bulan Suci Ramadan 1443 Hijriah, DPC Partai Demokrat Kota Medan bersama Majelis Nurul Burhanuddin, akan menggelar cerdas cermat Fahmil Islam. Kegiatan yang diikuti majelis taklim se- Kota Medan ini akan digelar di Semba Garden, Jalan Bungga Mawar No 108, Kelurahan PB Selayang II Medan Selayang, tanggal 24 April mendatang.

Ketua Panitia Ustad Fuad Sinaga mengatakan, acara cerdas cermat ini sudah mulai di disosialisasikan kepada majelis ta’lim di Kota Medan sejak satu bulan yang lalu. “Alhamdulillah acara yang digagas Ketua DPC Partai Demokrat Kota Medan Bapak Burhanuddin Sitepu yang juga pendiri Majelis Nurul Burhanuddin, mendapat respons yang luar biasa dari kelompok majelis ta’lim yang ada di Kota Medan,” kata Ustad Fuad Sinaga yang juga Ketua Majelis Nurul Burhanuddin ini.

Terbukti, lanjut Ustad Fuad, sampai Rabu (6/4/2022) kemarin, sudah lebih dari 100 kelompok majelis ta’lim yang telah mendaftarkan diri mengikuti acara cerdas cermat ini. Di mana peserta cerdas cermat ini terdiri dari tiga orang dalam satu tim.

Seluruh peserta yang terdaftar akan mendapatkan paket sembako. Dan para pemenang yang terdiri dari Juara 1, 2, 3, dan Harapan 1, 2, 3, akan mendapatkan tropi dan uang tunai.

Sementara, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Medan Burhanuddin Sitepu mengatakan, acara cerdas cermat ini adalah bentuk implementasi dari perintah Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kepada seluruh kader yang ada di Indonesia, agar senantiasa membuat kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat pada Bulan Suci Ramadan.
Kegiatan ini juga merupakan bentuk
kepedulian Partai Demokrat atas keberadaan majelis ta’lim yang ada di Kota Medan yang jumlahnya cukup banyak tersebar di seluruh kelurahan dan kecamatan.

“Saya berharap acara cerdas cermat fahmil Islam yang diikuti oleh ibu-ibu majelis taklim se-Kota Medan ini bisa menjadi ajang silaturahmi antar majelis ta’lim se Kota Medan dan akan kami jadikan program tahunan DPC Partai Demokrat Kota Medan,” pungkas Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan yang dikenal ramah dan murah senyum ini. (adz)

Kompor Induksi Hadirkan Beragam Manfaat Bagi Pengguna hingga Negara

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT PLN (Persero) berkomitmen mendukung transisi energi impor ke domestik melalui penggunaan kompor listrik induksi demi menciptakan kemandirian energi nasional. Pemanfaatan kompor induksi memiliki beragam keunggulan dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dan negara.

“PLN sangat merekomendasikan penggunaan kompor induksi di dapur rumah tangga karena lebih aman, mudah, dan efisien,” kata Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN Agung Murdifi.

Agung pun menyebutkan sejumlah keunggulan menggunakan kompor induksi, yang pertama adalah lebih praktis sebab pengguna kompor listrik tidak perlu menukar tabung LPG ketika habis.

Agung menjelaskan, kompor ini bekerja ketika alat masak diletakkan di atas kompor, lalu arus listrik bolak-balik dilewatkan dari dalam badan kompor melalui gulungan kawat. Panas yang dihasilkan langsung dialirkan ke alat masak, sehingga ketika bersentuhan dengan anggota tubuh tidak terasa panas dan relatif aman dan sisi waktu memasak juga lebih cepat karena kompor induksi memungkinkan penyebaran panas yang lebih merata ketimbang kompor gas sehingga hemat waktu.

Keunggulan kompor induksi berikutnya adalah lebih aman, kompor tersebut tidak menimbulkan api dan asap sehingga risiko menimbulkan kebakaran jauh lebih kecil, selain itu juga tidak ada potensi ledakan akibat bahan bakar.

“Kompor induksi yang tanpa api dan asap juga lebih sehat bagi penggunanya sebab tidak menghasilkan emisi, selain itu juga ramah terhadap anak-anak karena lebih aman,” papar Agung.

Dari sisi penggunaan, kompor induksi juga lebih murah dibandingkan dengan kompor LPG. Hasil uji coba menunjukkan, rumah tangga kecil rata-rata mengkonsumsi 11,4 kg LPG subsidi dengan biaya Rp 79.400 per bulan setelah disubsidi pemerintah sebesar Rp 125.400, sehingga total biaya yang dibutuhkan untuk memasak menggunakan LPG mencapai Rp 204.800 per bulan.

Sedangkan biaya yang dibutuhkan untuk memasak menggunakan kompor induksi sebagai berikut, harga listrik tanpa subsidi 1 kWh Rp 1.444,7 sedangkan kebutuhan listrik per bulan sebesar 82 kWh, dengan begitu biaya yang dibutuhkan untuk masak per bulan menggunakan kompor induksi tanpa subsidi sebesar Rp 118.465 sehingga terdapat penghematan sekitar Rp 86.335 setiap bulan.

“Waktu masak yang lebih cepat akan membuat kompor listrik lebih hemat penggunaan energi daripada gas,” ujar Agung.

Tak hanya pengguna yang mendapat manfaat, negara juga memperoleh penghematan subsidi dan impor jika masyarakat beralih menggunakan kompor induksi. Dalam kajian PLN, untuk konversi sejumlah 300 ribu pengguna per tahunnya, akan dapat memberikan penghematan subsidi LPG sekitar Rp 450 miliar dan menekan biaya impor LPG sebesar Rp 220 miliar.

“Jika beralih menggunakan kompor induksi Indonesia juga akan mandiri energi sebab tanpa harus bergantung ke impor. Sebab selama ini kompor LPG sebagian besar penyediaan energinya masih impor,” tambahnya.

PLN pun telah melakukan sejumlah upaya untuk menumbuhkan minat masyarakat beralih ke kompor induksi, yaitu memberikan harga khusus tambah daya hanya sebesar Rp 150 ribu melalui program Nyaman Kompor Induksi untuk pelanggan yang membeli kompor induksi melalui partner yang memiliki kerja sama dengan PLN.

PLN juga memiliki produk layanan Ekstra Daya, yaitu paket tambahan kapasitas daya bagi rumah baru. Pelanggan cukup membayar biaya penyambungan daya 900 VA dan mendapat kapasitas daya 2.200 VA jika sudah dilengkapi kompor Induksi lengkap peralatan masak. Program ini dilakukan dengan menggandeng BUMN Karya serta perusahaan properti.

“Produk-produk layanan PLN untuk paket kompor induksi ini merupakan bagian dari rencana program konversi energi berbasis impor menjadi domestik. Langkah ini akan berkontribusi terhadap penguatan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” imbuh Agung.
Kompor induksi pun telah digunakan segala sektor baik rumah tangga hingga komersial, Kafe Kalukulolo, di Toli- Toli Sulawesi Tengah misalnya. Imran sang pemilik kafe mengatakan, tempat usahanya telah meninggalkan kompor berbahan bakar LPG dan beralih menggunakan kompor induksi untuk mendukung kebutuhan operasionalnya.

Imran mengisahkan, awalnya ia beralih menggunakan kompor induksi untuk disesuaikan dengan desain konsep kafe kekinian. Namun setelah berjalannya waktu, Imran pun juga merasakan keunggulan lainnya.

“Bentuk kompor induksi itu kekinian, sesuai dengan konsep kafe kami. Ternyata juga lebih bersih dibanding kompor gas,” kata Imran.

Dia mengaku lebih menghemat pengeluaran dalam biaya operasional energi ketika menggunakan kompor induksi. Selain itu waktu memasak juga menjadi lebih cepat karena panas yang dihasilkan pun optimal.

Menurut Imran, setelah menggunakan kompor induksi tidak ada lagi kekhawatiran kehabisan bahan bakar ketika sedang memasak, sebab PLN selalu menyediakan energi listrik yang andal secara optimal.

Dia melanjutkan, menggunakan kompor induksi pun jauh lebih aman sebab tidak ada risiko kebocoran gas yang dapat menjadi pemicu kebakaran, sehingga lebih nyaman dalam menjalankan kegiatan usaha.

“Kompor induksi juga lebih simpel, karena kami sering ikut event di luar kafe enggak perlu repot lagi mengangkat-angkat tabung gas,” tuturnya. (ila)

Gubsu Minta Pemko Medan ‘Potong Kompas’ Pendistribusian Migor

Ilustrasi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Medan Hendra DS meminta Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar Kota Medan mempelajari secara serius tentang saran Gubsu Edy Rahmayadi terkait kebinakan ‘potong kompas’ pendistrubusian minyak goreng (migor) curah di pasar tradisional.

“Imbauan Pak Gub ini ‘ruh’ nya adalah mengatasi gonjang-ganjing harga migor. Jadi pendistribusiannya harus ada alternatif agar pedagang pengecer bisa diselamatkan, muaranya masyarakat aman,” ucap Hendra DS, Rabu (6/4).

Ketua Fraksi Hanura – PSI – PPP DPRD Medan ini sependapat, apabila PUD Pasar mampu menjadi penyalur langsung kepada pedagang pengecer dengan menampung migor curah dari BUMN, dengan begitu harga di tingkat pedagang bisa distabilkan di tingkat Rp15.500 per kg.

“Namun karena PD Pasar selama ini belum pernah menyalurkan migor curah, maka kita minta segera pelajari saran Pak Gubernur ini untuk dikaji secara konprehensif guna masukan kepada Wali Kota Medan mengambil kebijakan,” ujarnya.

Seperti diketahui, Hendra DS mengemukakan hal ini sebagai bentuk tanggapannya atas permintaan Gubsu Edy Rahmayadi kepada Wali Kota Medan Bobby Nasution agar melakukan ‘potong kompas’ penyaluran migor curah di pasar-pasar rakyat milik Pemerintah Kota Medan melalui PUD Pasar. Hal ini juga akan di-mintakan kepada Wali Kota Binjai, Tebingtinggi, Pematangsiantar dan Padangsidempuan.

Hendra melihat, saran Gubsu ini bersifat strategis. Dengan memotong kompas penyaluran migor curah, berarti ada crash program, sehingga dugaan adanya spekulan menjadi tidak berkutik.

“Jadi dengan potong kompas, maka bahan pokok ini langsung sampai ke pedagang dari distributor pemerintah melalui BUMN yang ditunjuk,” tuturnya.

Kemudian, sambung Hendra, PUD Pasar lah yang bertindak selaku penyalur kepada para pedagang di pasar-pasar rakyat milik Pemko Medan.

Sebab 15 dari 51 pasar rakyat yang relatif berkapasitas besar seperti Pusat Pasar, Pasar Petisah, Pasar Sukaramai dan sejumlah pasar lainnya, dapat menjadi stimulus atau barometer harga migor curah di Sumut.

Dengan ini, para pedagang di pasar-pasar rakyat milik pemerintah memiliki jaminan memperoleh stok migor curah dengan harga Rp 14.450 per kg sehingga harga bisa stabil di pedagang Rp15.500 per kg. Dalam hal ini, di setiap pasar tradisional PD Pasar harus hadir.

Sebelumnya, Kepala Biro Perekonomian Pemprovsu Naslindo Sirait mengatakan, dua BUMN yang ditunjuk pemerintah selaku distributor, yakni PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) telah menyatakan siap untuk mendistribusikan migor curah ke PUD Pasar.

“Dengan mengambil migor curah dari PT PPI maupun PT RNI ini, maka PUD Pasar masih mendapat margin atau keuntungan sekira Rp1000/kg dengan melepas migor curah Rp 14.450/kg ke pedagang. Jadi pedagang dapat untung Rp1050 per kg dengan harga juga Rp 15.500 per kg,” pungkasnya. (map/ila)

SMK Swasta Arjuna Audiensi ke Pemkab Toba, Bahas Pengembangan Herbal

AUDIENSI: SMK Swasta Arjuna Laguboti mengadakan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Toba, Rabu (6/4).

TOBA, SUMUTPOS.CO – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Swasta Arjuna Laguboti mengadakan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Toba, terkait pengembangan obat herbal. Audiensi ini juga sekaligus menindaklanjuti perjanjian kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Toba dengan PT Indofarma dengan melibatkan SMK Arjuna Laguboti.

Bupati Toba Poltak Sitorus menerima kunjungan Kepala Sekolah Sitor Butarbutar, Josep Manurung (Guru Produktif Farmasi), dan 2 orang siswinya, di ruang kerja Bupati Toba, Rabu (6/4).

Pihak SMKS Arjuna Laguboti meminta bimbingan dan arahan dari Pemkab Toba, sebagai tindak lanjut dari penandatanganan Perjanjian Kerja Sama 25 Februari lalu.

Jangan sampai penandatanganan Memorandum of understanding (MoU) berakhir begitu saja, mengingat masa waktu perjanjian adalah selama satu tahun, dan saat ini sudah hampir berjalan dua bulan.

Selama ini SMKS Laguboti melakukan penelitian terhadap tanaman obat, hanya sebagai pemenuhan kurikulum produk kreatif, akan tetapi produk tersebut belum layak untuk dipasarkan. Di antaranya adalah penggunaan daun binahong sebagai betadine herbal.

Sitor Butabutar berharap, kreativitas anak didik dan guru dapat dikembangkan, dengan dukungan dari Pemkab Toba untuk mensuplai kebutuhan tanaman obat.

Pemerintah Kabupaten Toba melalui Dinas Koperindag, siap untuk melakukan pengawasan, jangan sampai obat yang diproduksi tidak sesuai dengan standar obat nasional.

Pemerintah juga akan melakukan sosialisasi dan mendorong petani menanam tanaman obat tersebut, apabila PT Indofarma sudah bersedia menampung, dan sudah bisa diproduksi secara massal. “Tapi itu tidak bisa kami lakukan, tanpa ada jaminan dari Indofarma, untuk menampung itu,” ujar Bupati Poltak Sitorus.

“Kita tidak ingin masyarakat ini rugi, karena tenaga, biaya, pupuk, dan segala macam, sudah pasti nanti dikeluarkan mereka,” sebutnya menambahkan.

Namun untuk mengetahui porsi masing-masing, akan dilakukan pertemuan lanjutan dengan PT Indofarma baik secara virtual ataupun secara langsung.

Turut hadir dalam audiensi, Asisten Ekonomi Pembangunan Jonni Lubis, Kadis Pertanian TH Sitorus, dan mewakili Dinas Koperindag. (ipd/azw)

Bupati Toba Minta Iman Jemaat Gereja Ditingkatkan

Bupati Toba Poltak Sitorus.

TOBA, SUMUTPOS.CO – Bupati Toba Poltak Sitorus menyampaikan harapan agar melalui rapat konven dapat menghasilkan terobosan inovatif dan kreatif dalam meningkatkan iman jemaat di tengah-tengah gereja.”Kayaknya banyak iman yang hilang, banyak orang mengandalkan manusia sehingga sering kecewa. Oleh karena itu, saya harap melalui konven pendeta ini dan peran para pendeta akan banyak masyarakat yang dibangkitkan iman nya.” ucap Bupati Poltak.

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Rapat Konven Pendeta Huria Kristen Indonesia (HKI) yang diselenggarakan di JTS Hotel Parbaba, Samosir, Selasa (5/4).

Bupati Poltak Sitorus juga menambahkan dimana pada masa sekarang ini ada budaya masyarakat kita yang hilang, dan menjadi harapan bersama sama pemerintah dan gereja agar kita kembalikan budaya ini.

“Salah satunya gotong royong, kita terlalu sering mengkomplain setiap pekerjaan orang lain, kita kurang bergotong royong dalam mengerjakan agar setiap pekerjaan dapat selesai sesuai tuntutan dan tujuan.” tambah Bupati Poltak Sitorus

Ia bahkan menyoroti masalah sosial seperti narkoba dan kekerasan sosial yang ada di masyarakat agar dapat secara bersama-sama diselesaikan.

Bupati Poltak Sitorus selaku Pemerintah Kabupaten Toba secara khusus menyambut baik dan mendukung Rapat Konven Pendeta dengan harapan dapat mewujudkan visi misi gereja yang inovatif dan kreatif dalam pembangunan iman jemaat Kedepannya.

Rapat Konven Pendeta kali ini mengambil Tema “Creative Pastor Empowering” yang diambil dari nats Alkitab pada Efesus 4:11-12 dan Sub Tema: Pendeta HKI memperlengkapi diri demi pengembangan dan pembangunan tubuh Kristus.

Turut mendampingi Bupati Poltak Sitorus yakni Plt. Asisten Pemerintahan, Eston Sihotang, Kabag Pemerintahan Samuel Lumbanraja, Kabag Kessos Tanda Dongoran, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Try Sutrisno Pandapotan. (ant/azw)

Kunker Pansus DPRD Provsu, Bahas Plasma Perkebunan dan Peremajaan Sawit Rakyat

KUNKER: Sekda Kabupaten Asahan Drs John Hardi Nasution MSi menerima Kunker Pansus DPRD Provsu di Kabupaten Asahan, Selasa (5/4).

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Asahan Drs John Hardi Nasution MSi menerima kunjungan kerja (Kunker) Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sumatera Utara (Provsu) di Kabupaten Asahan, Selasa (5/4). Kunker Tim Pansus DPRD Provsu yang diketuai oleh Zeira Salim Ritonga SE disambut Pemerintah Kabupaten Asahan di Aula Melati Kantor Bupati Asahan.

Di kesempatan ini Bupati Asahan yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Asahan Drs John Hardi Nasution MSi mengatakan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 Tentang Perkebunan dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 98 Tahun 2013, membahas tentang pedoman perizinan usaha perkebunan mewajibkan setiap perusahaan perkebuban untuk melakukan kewajibannya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Di antaranya melakukan kemitraan dalam bentuk plasma perkebunan atau dalam bentuk memfasilitasi pembangunan kebun masyarakat dengan ketentuan luas minimal 20% dari total luas areal kebun yang diusahakan sesuai dengan Hak Guna Usaha Perkebunan (HGU) atau Izin Usaha Perkebunan yang diperoleh (IUP).

Sekda juga memahami segala macam bentuk mekanisme dalam penerapan dan perwujudan kewajiban. Karena regulasinya cukup jelas tentang mekanisme pelaksanaan yang harus dilakukan. Baik itu kaitannya tentang kriteria luas lahan, kriteria petani, kriteria lokasi bahkan sampai mekanisme administrasi seperti yang tertuang didalam Permentan 98 tahun 2013 dan regulasi-regulasi yang berhubungan tentang pola-pola kemitraan yang bisa diterapkan.

“Sebagai Bupati Asahan, saya mengimbau dan mengingatkan kepada seluruh Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit dan Karet yang ada di Kabupaten Asahan untuk segera memenuhi dan melaksanakan kewajiban sebagai Perusahaan Perkebunan sesuai amanah Undang-Undang,” ucap Sekda mengakhiri pidato Bupati Asahan.

Sementera Ketua Pansus DPRD Provsu Zeira Salim Ritonga SE mengatakan, kunker ini dalam rangka pembahasan plasma perkebunan dan peremajaan sawit Rakyat (PSR) di Kabupaten Asahan. Tujuannya agar masyarakat sekitar perkebunan dapat merasakan kehadiran dan manfaat dari perusahaan tersebut.

Zeira Salim juga berharap kepada para perusahaan yang ada di Kabupaten Asahan untuk mentaati peraturan Undang-Undang Nompr 39 Tahun 2014, terkait Plasma Perkebunan dan Peremajaan Sawit Rakyat.

Zeira Salim juga menegaskan akan memanggil pihak perusahaan yang tidak menjalankan peraturan sesuai regulasi. “Kita akan panggil para pihak perusahaan yang tidak menjalankan peraturan sesuai dengan regulasi,” tegas Zeira.

Kegiatan ini juga dirangkai dengan pemaparan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Asahan Ir Oktoni Eryanto MMA

Turut hadir dalam kegiatan Tim Pansus DPRD Provsu, Sekda Kabupaten Asahan, Para Asisten, BPN Kabupaten Asahan, organisasi perangkat daerah (OPD), pihak perusahaan perkebunan di Kabupaten Asahan dan tamu undangan. (dat/azw)

Baznas Asahan Salurkan Bantuan ke Petugas Kebersihan

BANTUAN: Petugas Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan menerima bantuan dari Baznas Kabupaten Asahan Asahan di Gudang Kompos Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan, Rabu (6/4).

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Petugas Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan menerima bantuan dari Baznas Kabupaten Asahan. Bantuan yang diberikan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban Petugas Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan yang beragama Islam dalam menjalani ibadah puasa.

Hal Ini disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan H Rahmat Hidayat Siregar SSos MSi saat memberikan sambutannya dihadapan Ketua Baznas Kabupaten Asahan, Wakil Ketua Baznas Kabupaten Asahan, ASN, Petugas Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan di Gudang Kompos Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan, Rabu (6/4).

Selain itu Dayat juga berharap kepada Petugas Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan tetap menjalankan tugasnya salama bulan Suci Ramadhan. “Jalankan tugas dan tanggungjawab kita sebagai petugas kebersihan, walaupun kita sedang menjalankan ibadah puasa. Tugas yang kita laksanakan merupakan tugas yang mulia, karena sangat bermanfaat bagi masyarakat,” tegas Dayat.

Dayat juga meminta dalam menjalankan tugas, petugas kebersihan harus bekerja dengan hati yang ikhlas serta kompak dan memiliki keinginan untuk berubah menjadi lebih baik lagi kedepannya dengan selalu mengintrospeksi diri sendiri. Menutup pidatonya Dayat mengucapkan terima kasih kepada Baznas Kabupaten Asahan yang telah memberikan bantuan kepada Petugas Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan.

Di tempat dan waktu yang sama Wakil Ketua Baznas Kabupaten Asahan Drs H Ruslan Sirait SH mengatakan, pekerjaan kalian (petugas kebersihan) merupakan pekerjaan yang mulai, menjadikan Kota Kisaran menjadi Kota yang bersih dan sehat. Maka dari itu perkerjaan kalian sangat bermanfaat bagi masyarakat. Ruslan juga berharap bantuan yang diberikan oleh Baznas Kabupaten Asahan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya selama bulan suci Ramadan.

Di akhir kegiatan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan bersama dengan Ketua Baznas Kabupaten Asahan menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis kepada Petugas Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan. (dat/azw)

Polres Tebingtinggi Gelar Vaksinasi di Masjid

VAKSINASI: Polres Tebingtinggi melakukan vaksinasi Covid-19 di halaman rumah ibadah usai salat tarawih, Rabu (5/4).sopian/sumut pos.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Polres Tebingtinggi dalam mengejar target vaksinasi Covid-19, baik tahap II dan tahap II serta Boster. Dengan memanfaatkan momen Ramadan , Polres Tebingtinggi menggelar vaksinasi di rumah ibadah. Seperti di masjid usai Salat Tarawih di wilayah hukum Polres Tebingtinggi, malam Rabu (5/4).

Kasi Humas Polres Tebingtinggi AKP Agus Arianto mengatakan bahwa pelaksanaan vaksinasi yang diperuntukan bagi masyarakat khususnya lansia, pelajar, dan remaja tidak mengganggu khusuknya masyarakat saat menjalankan Ibadah Salat Tarawih. Karena pelaksanaan vaksinasi dilakukan dalam masa tenggang menjelang salat Isya dan habis Salat Tarawih.

“Sasaran kita masyarakat yang belum vaksinasi, baik tahap II dan tahap III, vaksinasi dilakukan malam hari dengan kerja sama dan melibatkan pihak kelurahan, kepling dan tokoh masyarakat setempat, karena vaksinasi ini untuk memberikan kekebalan masyarakat berkumpul di masjid dalam menjalankan ibadah,” tutur AKP Agus Arianto.

Menurutnya, saat ini pandemi Covid-19 masih ada ditemukan di Tebingtinggi. Jadi, kepada masyarakat yang belum melakukan vaksinasi baik tahap I, tahap II dan tahap III untuk mendatangi gerai-gerai vaksin yang disediakan oleh Polres Tebingtinggi disetiap kelurahan dan kecamatan yang ada di Kota Tebingtinggi.

“Dalam pelaksanaan vaksinasi di Masjid Al Hasanah Jalan Karya, kita berhasil menjaring 12 orang masyarakat untuk vaksin, dalam pelaksanaan vaksin kita jadwalkan usai Salat Tarawih dan masa tenggang sebelum masyarakat melakukan ibadah salat fardu dan Salat Tarawih,” jelasnya.

AKP Agis Arianto juga meminta kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti ketika melaksanakan ibadah pada malam Ramadan di masjid-masjid selalu menggunakan masker, tetap menjaga jarak dan selalu mencuci tangan menggunakan air mengalir. (ian/azw)

Bobby Nasution Jadikan Safari Ramadan Wadah Aspirasi Masyarakat

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Safari Ramadhan merupakan program rutin yang digelar Pemko Medan selama bula suci Ramadhan. Melalui kegiatan safari ramadhan ini juga Wali Kota Medan Bobby Nasution memanfaatkanya untuk mendengarkan langsung aspirasi dan keluhan yang disampaikan oleh masyarakat. Seperti Safari Ramadhan yang diadakan di Masjid Silaturahmi jalan Tangguk Damai Raya Block 3 Griya Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Kamis (7/4).

Bobby Nasution mendengarkan langsung berbagai aspirasi dan keluhan yang disampaikan masyarakat salah satunya yaitu masyarakat meminta kepada Bobby Nasution agar membantu pembangunan Masjid Silaturahmi karena hingga saat ini belum memiliki kubah Masjid. Mendengar keluhan dari masyarakat tersebut, Bobby Nasution secara pribadi akan membantu pembelian kubah Masjid yang di inginkan masyarakat.

“Untuk kubah Masjid secara pribadi akan saya bantu, nanti tinggal pilih saja kubah seperti apa yang di inginkan,” kata Bobby Nasution yang langsung disambut tempuk tangan gembira oleh masyarakat yang hadir di acara safari ramadhan tersebut.

Selain permintaan kubah masjid, masyarakat juga meminta adanya perbaikan jalan, perbaikan drainase yang tersumbat dan peningkatan keamanan diwilayah tersebut mengingat sering terjadinya aksi pencurian.

“Secara bertahap saya bersama OPD Pemko Medan akan menyelesaikan segala permasalahan yang disampaikan masyarakat, dan saya minta tolong kepada Bapak Kapolres agar dapat meningkatkan keamanan diwilayah ini,” ujar Bobby Nasution.

Disamping mendengarkan segala keluhan yang disampaikan masyarakat, dalam kesempatan itu Bobby Nasution juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) selama menjalankan ibadah di bulan suci ramadhan.

Bobby Nasution mengatakan meskipun Ramadan tahun ini sudah mulai dirasakan seperti ramadhan sebelum adanya covid-19 artinya pembatasan mulai dilonggarkan namun masyarakat harus tetap menjaga prokes.

“Pembatasan dalam beribadah mulai dilonggarkan oleh Pemerintah. Hal ini tidak terlepas dari kita sebagai masyarakat yang senantiasa menerapkan prokes. Namun meskipun begitu masyarakat jangan jumawa harus tetap mematuhi prokes. Kita boleh bersenang hati dengan kondisi saat ini karena itu mari kita manfaatkan momentum baik ini untuk meningkatkan ibadah,” kata Bobby.

Dalam Safari Ramadhan yang juga dihadiri oleh Ketua DPRD Medan, Unsur Forkopimda Kota Medan, Pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan, Camat Medan Labuhan beserta Lurah se-Kecamatan Medan Labuhan ini, Wali Kota Medan Bobby Nasution juga turut menyerahkan bantuan pembangunan Masjid sebebar Rp50 juta kepada Ketua BKM Masjid Silaturahmi beserta paket sembako dan uang tali asih kepada anak yatim piatu.

Sebelumnya, Ketua BKM Masjid Silaturahmi Syarifuddin merasa sangat bersyukur karena untuk kali pertama Masjid Silaturahmi dikunjungi oleh pejabat Pemerintahan.

“Saya mengucapkan selamat datang kepada Bapak Wali Kota Medan, saya berharap kepada Bapak Wali Kota Medan berkenan menyelesaikan pembangunan Masjid ini yang baru mencapai 30%,” ungkapnya.

Safari Ramadhan ini kemudian ditutup dengan taushiah singkat sekaligus doa yang disampaikan oleh Al-Ustad Hasan Matsum. (rel)

P2KB Sumut Kunjungi Siempat Nempu Hulu, Gelar Penguatan Mitra Kerja Penurunan Stunting

SEREMONI: Kabid KB Dinas P2KB Dairi Tony Ismail Siregar, didampingi Kepala Dinas P3AP2KB Dairi Nitawati Sitohang, serta Camat Siempat Nempu Hulu Koko Mulianto Angkat, saat mengikuti kegiatan di Kantor Kecamatan Siempat Nempu Hulu, belum lama ini.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Sumut, menggelar kegiatan Penguatan Mitra Kerja Program Keluarga Berencana (KB) dan Percepatan Penurunan Stunting di Kampung KB Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi, baru-baru ini.

Kegiatan ini dipimpin Kepala Bidang KB Dinas P2KB Sumut Tony Ismail Siregar, yang didampingi Kepala Dinas P3AP2KB Dairi Nitawati Sitohang, serta Camat Siempat Nempu Hulu Koko Mulianto Angkat.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Dairi Aryanto Tinambunan, melalui Kepala Bidang Komunikasi Informasi Publik, Iswan Togatorop mengatakan, dalam paparannya, Tony menyampaikan, masalah stunting harus diselesaikan karena berhubungan dengan sumber daya manusia (SDM).

Penurunan stunting butuh peran multisektoral seperti kader PKK dan kader KB. Untuk nasional, preferensi stuntinng 2024 ditargetkan sebesar 14 persen. Keberhasilan program KB merupakan satu indikator percepatan penurunan stunting.

Tony juga menyebutkan, kegiatan stunting dengan ber-KB terkait dengan program Bangga Kencana.

“Melalui penguatan ini, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang KB, sehingga kita dapat menyiapkan generasi emas di 2045,” ungkap Iswan.

Kepala Dinas P3AP2KB Dairi, Nitawati mengatakan, keluarga yang sehat berasal dari perencanaan yang baik.

“Saat ini pemerintah telah hadir memberikan KB secara gratis. Tinggal bagaimana peran masyarakat bisa melahirkan generasi yang sehat,” katanya.

Dia pun mengatakan, pencegahan stunting bagi anak melalui pemenuhan gizi. Menurutnya, gizi itu sebenarnya tidak mahal, itu datangnya dari diri kita sendiri.

“Terima kasih kepada Dinas P2KB Sumut telah hadir di Siempat Nempu Hulu, untuk percepatan penurunan stunting. Semoga di kecamatan ini, stunting cepat menurun. Sehingga bisa melahrikan generasi yang unggul untuk pemimpin di masa mendatang,” kata Nitawati.

Sementara itu, Camat Siempat Nempu Hulu, Koko Mulianto Angkat menyampaikan, pada 2022 ada 7 desa menjadi fokus stunting di kecamatan itu. Dia pun menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Dairi dan Pemprov Sumut, karena wilayahnya dijadikan pencegahan kasus stunting. (rud/saz)